Galang Dana, SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar Kumpulkan 40 Juta

01/02/2021

KARANGANYAR - SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar melakuka aksi sosial galang dana untuk bencana yang terjadi di Sulbar dan Kalsel.

Aksi-aksi yang dilakukan oleh seluruh sivitas SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar tersebut antara lain galang dana melalui sedekah makan gratis, turun ke jalan, dan galang dana secara daring.

Kepala SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar, Sumarwanto, S.H., M.Pd. menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada para guru dan karyawan atas segala upaya secara bersama-sama. Ia juga menegaskan bahwa seluruh keluarga besar SMA Muhi, sebutan SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar selalu ditanamkan nilai-nilai kepedulian dan kebersamaan.

"Di tengah situasi krisis karena pandemi, puluhan hingga ratusan warga sekitar SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar mendapatkan makanan gratis. SMA Muhi dalam kegiatan Jum’at Berbagi Bersama Lazismu Muhi, menyediakan makanan siap santap bagi warga sekitar yang dibuka setiap Jum’at pagi guna membantu warga yang terdampak pandemi covid-19," ujarnya.

Dilansir dari Kabar Dua Belas, ia menyebut tidak ada syarat khusus untuk menikmati sarapan gratis sepekan sekali ini. Semua orang bebas menikmati makanan tanpa harus menunjukkan kartu atau kupon apapun. Akan tetapi, warga yang datang harus menjalankan protokol kesehatan seperti mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, dan menjaga jarak.

Selain memberikan sedekah makan gratis, para relawan SMA Muhi juga menyediakan kotak donasi untuk penggalangan bencana alam di Kalsel dan Sulbar. Guru bahkan masyarakat sekitar berlomba-lomba menitipkan sedekah makan gratis mulai dari nasi bungkus, bubur, sayuran, lauk-pauk, dan ada juga yang menitipkan uang donasi. Kegiatan sedekah makan gratis ini telah terselenggara sebanyak dua kali sejak Jum’at (22/1).

Menurut keterangan Sumarwanto, awalnya kegiatan ini sebagai bentuk rasa syukur atas terpenuhinya target Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) gelombang pertama dan kedua bagi SMA Muhi. Namun, kegiatan tersebut akan terus dilakukan karena memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat sekitar. Selain mengajak masyarakat dan guru untuk bersedekah, dalam acara ini juga dilakukan penggalangan donasi bencana Sulbar dan Kalsel.

Di sisi lain, SMA Muhi melakukan gerakan galang dana secara daring. Selain sebagai media pembelajaran antar guru dan siswa, platform digital seperti WhatsApp SMA Muhi digunakan untuk penggalangan donasi bencana alam.

Lewat instruksi kepala sekolah, selain penggalangan dari masing-masing pendidik dan tenaga kependidikan SMA MUHI, wali kelas diinstruksikan untuk melakukan penggalangan donasi peduli bencana kepada siswa lewat grup WA kelas.

Aditya Citra, S.Pd., wali kelas XI IPA 2 mengajak para siswanya menggalang donasi guna meringankan beban korban bencana alam Sulbar dan Kalsel melalui grup WA kelas. Penggalangan dana tersebut juga menjadi media pembelajaran bagi siswa tentang pentingnya membangun dan menumbuhkan perasaan empati pada anak-anak.

Menurut Citra, dengan kegiatan tersebut siswa diajarkan pentingnya kepekaan sosial. Hal ini juga dapat menumbuhkan solidaritas, empati, simpati kepada saudara sebangsa setanah air di Sulbar dan Kalsel yang saat ini sedang tertimpa bencana gempa dan banjir. Dari ajakan penggalangan dana tersebut, Citra berhasil mengumpulkan donasi sebanyak empat juta lebih. Selain Citra, setiap wali kelas juga mengajak para siswanya menggalang donasi peduli bencana.

Selain itu, bersama Kantor Layanan Lazismu dan organisasi siswa intra sekolah yang terdiri dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Hizbul Wathan (HW), Palang Merah Remaja (PMR) dan Seniman Teater Gandrung, SMA Muhi turun kejalan menggalang dana kemanusiaan. Mereka pun berupaya untuk meringankan beban para korban yang saat ini masih berdiam di pengungsian.

Dikoordinir Lazismu SMA Muhi, para siswa membuat kelompok untuk aksi penggalangan donasi terjun ke jalan. Mereka dibagi menjadi tiga sift. Yaitu pagi, siang, dan sore di sejumlah titik di Kabupaten Karanganyar. Tiap harinya kelompok siswa mendapatkan jadwal tersendiri.

“Tujuan kita penggalangan dana ini kan melihat di Indonesia saat ini banyak bencana terutama yang terjadi kemarin di Sulawesi dan Kalimantan. Kita sesama warga negara ya harus saling membantu. Aksi ini kita lakukan setiap hari dimulai sejak 22 Januari,” ujar Direktur Fundraising KL Lazismu SMA Muhi Tatas Supendi, Ahad (31/1).

Aksi galang dana di sejumlah titik tersebut mendapatkan respon baik oleh para pengendara dengan turut membantu mengulurkan tangan bagi mereka yang membutuhkan.

Dari berbagai kegiatan tersebut, sebagaimana dilansir dari Kabar Dua Belas, SMA Muhi berhasil mengumpulkan dana sebanyak Rp. 40.000.000,-. Jumlah tersebut akan bertambah mengingat ada beberapa kotak donasi yang belum diambil dan dihitung.

“Saat ini data yang masuk sudah terkumpul 40 juta rupiah lebih dan masih akan bertambah karena ada beberapa kotak donasi yang belum diambil dan dihitung serta ada beberapa kegiatan sosial lain yang akan dilaksanakan,” terang Tatas.