Gelar Bimtek, Lazismu Akan Sahkan RAPB Nasional Tahun 2021

01/12/2020

Lazismu Pusat menyelenggarakan Bimbingan Teknis untuk menyongsong kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lazismu 2021. Bimtek ini dilaksanakan dalam rangka pelatihan penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja (RAPB) Lazismu. 

Bimtek dilaksanakan pada hari Selasa (24/11) & Selasa (1/12) secara daring dan diikuti oleh Lazismu se Indonesia, dari Kantor Wilayah hingga Kantor Layanan. Pada Bimtek yang pertama, peserta diberikan pengarahan untuk membuat RAPB, sedangkan pada Bimtek kedua peserta akan dipandu untuk input RAPB ke sistem Lazismu Nasional.

Menurut Eny Muslichah Wijayanti, bagian Keuangan Badan Pengurus Lazismu Pusat, Bimtek dilaksanakan karena ada beberapa Kantor Layanan yang belum mampuu menyusun RAPB sesuai dengan format yang telah ditentukan.

Ia menyebut bahwa pelatihan RAPB yang dilakukan secara nasional akan lebih maksimal daripada harus melalui struktur Wilayah, Daerah, dan Kantor Layanan. "Bimtek diikuti oleh Lazismu se Indonesia hingga Kantor Layanan. Jadi informasinya bisa lebih cepat sampai. Pesertanya lebih dari 300 orang," jelasnya kepada lazismu.org.

Ia berharap pasca kegiatan Bimtek pertama, KL dan Daerah berkoordinasi dengan Wilayah agar setiap Wilayah bisa mengetahui angka RAPB yang akan diinput pada Bimtek kedua. Input RAPB ini menjadi RAPB Lazismu Nasional dan akan disahkan pada hari Sabtu (5/12) ketika penutupan Rakernas.

RAPB ini menjadi peta bagi pergerakan Lazismu selama satu tahun kedepan. Dalam perjalanannya, RAPB Lazismu Nasional selalu naik setiap tahun. Hanya saja, realisasinya tidak selalu terpenuhi 100%.

"Dari RAPB kan kita jadi tau apa saja yang akan kita kerjakan. Kalau kita tidak punya rancangan untuk tahun depan, kita tidak bisa bergerak dan berkembang. Target dan acuan kita ada di RAPB. Dan setiap tahun harus selalu naik, tidak boleh turun. Disitu nanti bisa dilihat mampukah kita mencapai target itu. Maka RAPB menjadi kunci," imbuh Eny.

Menurutnya, selama pandemi, pemasukan donasi ke Lazismu Pusat tetap stabil, karena mitra Lazismu tetap menyalurkan berbagai donasi. Di beberapa tempat, pemasukan secara offline berkurang, namun banyak yang berpindah ke online. Sehingga penghimpunan secara online menjadi lebih maksimal.

"Antusiasme peserta luar biasa. Pesertanya sampai 300 an. Artinya, mereka memang menyadari bahwa penting untuk memiliki RAPB agar kita punya gambaran jelas tahun depan kita mau kemana. Kita berharap masing-masing kantor mulai menyadari bahwa penyusunan anggaran itu penting," pungkasnya. (Yusuf)