Geliat Galang Dana Kader-kader Muhammadiyah di Daerah

20/01/2021

LAZISMU.ORG - Siang itu, di tengah guyuran gerimis, saya sedang dalam perjalanan pulang dari kampus. Di sebuah perempatan kota, saya melihat beberapa mahasiswa dan mahasiswi menggunakan jas merah sambil membawa kardus di tengah kerumunan sepeda motor dan mobil. Dua mahasiswa membawa kardus di tengah jalan, satu mahasiswi membawa bendera merah di pinggir.

Seorang mahasiswa itu nekat mengedarkan kardus bertuliskan "Galang Dana Kemanusiaan Gempa Sulbar dan Banjir Kalsel" meskipun jasnya telah basah oleh air hujan. Ketika ia mendekat ke saya yang tengah berhenti karena lampu merah, terlihat bahwa di kardus itu ada logo Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan Lazismu.

Niat saya memasukkan sejumlah uang ke kardus, namun lampu telah berubah warna menjadi hijau sebelum kardusnya sampai ke jangkauan saya. Suara klakson mobil di belakang membuat saya harus segera melaju dan urung memberikan bantuan sumbangan.

Mahasiswa-mahasiswi tersebut adalah aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sukoharjo. Mereka tersebar di beberapa perempatan jalan raya di sekitar Universitas Muhammadiyah Sukoharjo. 

Sebelum memutuskan untuk melakukan galang dana, grup WhatsApp IMM Sukoharjo telah ramai dengan pemberitaan bencana alam, terutama hari Jumat (15/1) setelah gempa bumi terjadi di Sulawesi Barat. Berita ini cukup memukul sanubari para cendekiawan berpribadi tersebut karena beberapa aktivis IMM Sukoharjo berasal dari Mamuju, salah satu daerah yang terdampak gempa bumi.

"IMM galang dana yuk. Nanti disalurkan lewat Lazismu. Kebetulan tadi pengurus Lazismu bilang kalau mau ngajak kerjasama Angkatan Muda Muhammadiyah," ujar Zia Amalia, demisioner IMM Komisariat Muhammad Abduh, Cabang Sukoharjo memantik kegiatan, Sabtu (16/1).

Setelah Zia melemparkan bola, para pengurus IMM Sukoharjo langsung memutuskan untuk turun ke jalan selama empat hari berturut-turut pada hari Minggu - Rabu (17-20/1) setiap siang hingga sore. Mereka menggalang dana bantuan bencana di tiga titik, yaitu Lampu Merah Tugu Lilin, Lampu Merah Kartasura Heritage, dan Lampu Merah Kleco.

Tak tanggung-tanggung, meskipun beberapa kali diguyur hujan dan beberapa kali di bawah terik panas matahari, IMM Sukoharjo berhasil mengumpulkan dana hingga Rp. 18.086.900,- pada hari ketiga. Dana tersebut disalurkan melalui Lazismu Sukoharjo.

Pasca bencana yang menghantam Indonesia secara bertubi-tubi, Muhammadiyah melalui seluruh elemen langsung bergerak untuk membantu. Selain Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) yang langsung membantu di lapangan, elemen lain membantu secara pendanaan dengan berbagai cara.

Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Surakarta juga melakukan hal yang sama di Lampu Merah Universitas Muhammadiyah Surakarta, Patung Mahkota Solo, dan Manahan Solo pada hari Sabtu - Senin (16-18/1) setiap sore. Dalam tiga hari, mereka berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp. 11.326.000,-

Senin (18/1), PC IMM Sidoarjo, Jawa Timur juga menggelar galang dana meski di tengah guyuran hujan. Aksi galang dana dilakukan di Alun-Alun Sidoarjo, Lampu Merah Celep, dan Lampu Merah Polsek Candi.

PC IMM Surabaya tidak mau kalah. Mereka melakukan aksi galang dana Lampu Merah Masjid Jenderal Soedirman (Kampus A Unair), Lampu Merah Koni Merr, dan Maspion Square Wonocolo pada Selasa - Kamis (19-21/1).

PC IMM Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah melakukan penggalangan dana untuk penyintas bencana alam banjir di Kalimantan Selatan, Sabtu (16/01/21). Kegiatan tersebut dilaksanakan di simpang tiga Kampus Perguruan Muhammadiyah Palangkaraya.

PC IMM Pekanbaru, Riau pada Senin (18/1) setelah melakukan sholat ashar pukul 16.00WIB juga melaksanakan kegiatan galang dana di 9 titik. Kegiatan ini dikomandoi oleh Ari bagus selaku Ketua Bidang Sosial Pemberdayaan Masyarakat PC IMM Kota Pekanbaru.

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Robby Karman menyampaikan bela sungkawa yang mendalam untuk para korban yang terdampak bencana di berbagai daerah. Sebagai bentuk solidaritas terhadap para penyintas, DPP IMM menginstruksikan IMM se Indonesia untuk melakukan penggalangan dana.

"Dana tersebut akan disalurkan melalui Lazismu di masing-masing daerah. Kami juga telah menginstruksikan kader-kader IMM yang berada di sekitar daerah bencana untuk menjadi relawan sesuai dengan kapasitas masing-masing," ujar Robby ketika dihubungi lazismu.org.

Geliat Galang Dana IPM

Bencana-bencana tersebut juga mengetuk hati aktivis Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) di seluruh Indonesia. Pimpinan Daerah IPM Kebumen, Jawa Tengah misalnya melakukan galang dana di Tugu Lawet, Alun-Alun Kebumen, dan Perempatan Polres Kebumen pada hari Selasa (19/1). 14 aktivis IPM bersama dengan pengurus Lazismu Kebumen tersebut berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp. 2.458.100,-

"Besok Kamis dan Minggu kita turun ke jalan lagi," ujar Andi, Ketua Umum PD IPM Kebumen.

Di Ampelgading, Pemalang, PC IPM Ampelgading bersama dengan seluruh Organisasi Otonom Muhammadiyah melakukan galang dana di Pendopo Masjid Al-Islah pada Selasa (19/1).

Pada hari yang sama Pimpinan Cabang IPM Pamijahan, Bogor melakukan galang dana di Ciasmara-Purwabakti dan berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp. 1.705.000,-. Galang dana ini diikuti oleh PR IPM SMA Muhammadiyah Pamijahan dan PR IPM MTs Muhammadiyah Ciasmara bersama dengan PC IPM Pamijahan.

Selain Pamijahan, PR IPM SMA Muhammadiyah Puraseda, Leuwiliang, Bogor juga melakukan dana di jalanan. Dalam foto-foto yang diposting di akun instagram @ipmsmapur terlihat galang dana tersebut juga diikuti oleh aktivis Tapak Suci Putra Muhammadiyah dan Hizbul Wathan. Hal yang sama juga dilakukan oleh PC IPM Jasinga, Bogor.

Masih di hari yang sama, nun jauh di Sulawesi Selatan, tepatnya di Gowa, PR IPM Paranga, Bori Matangkasa juga melakukan penggalangan dana di daerahnya.

Di Bontang, Kalimantan Timur, IPM bersama Pemuda Muhammadiyah dan KOKAM melakukan galang dana ada Sabtu-Senin (16-18/1) di Lampu Merah Kenari, depan Gedung Dakwah Muhammadiyah Kota Bontang.

Ketua Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah Bidang Advokasi, M Abid Mujaddid menyebut bahwa IPM turut mengucapkan belasungkawa atas kejadian bencana-bencana yang terjadi akhir-akhir ini. Ia berpesan kepada relawan di lokasi untuk selalu menjaga diri dan menjaga kesehatan.

"Terima kasih para relawan yang telah berjuang. Terima kasih untuk teman-teman IPM yang dengan sadar membantu penggalangan dana meringankan teman-teman yang terdampak bencana. Lakukan apa yang bisa dilakukan, berikan infak terbaik, koordinasi dengan pimpinan untuk penggalangan dana di daerah masing-masing melalui Lazismu. Berapapun akan sangat membantu teman-teman kita," ujarnya.

Galang dana yang dilakukan oleh aktivis-aktivis Muhammadiyah diatas hanya menjadi sedikit contoh. Banyak penggalangan dana dan kegiatan kemanusiaan lain yang dilakukan oleh relawan dan kader-kader Muhammadiyah yang tidak terliput oleh media.

Reporter: Yusuf