Jadi PRM Pilihan, Ini Prestasi PRM Sodong dalam Mengembangkan Wakaf Produktif

08/09/2020

Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sodong, Kecamatan Wonotunggal, Batang berhasil mengembangkan wakaf produktif mulai dari tanah hingga tanaman. PRM Sodong sudah bisa membeli aset pokok tanah tiga kali dari hasil wakaf produktif. Karena hal ini, PRM Sodong terpilih sebagai proyek percontohan pengembangan ranting Muhammadiyah berbasis kader dan wakaf produktif oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Batang.

"Alhamdulillah, para kader dan simpatisan Muhammadiyah di Sodong ini ternyata sudah mengembangkan tradisi wakaf produktif yang luar biasa. Mereka bisa mewakafkan tanah, atau tanamannya. Ini tradisi yang baik untuk membangun kemandirian organisasi, sehingga patut dicontoh oleh ranting-ranting lain," terang Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Batang, Drs. H. Nasikhin M.H. dalam aksi simbolis penanaman Matoa pada Sabtu (22/8).

Dalam kegiatan ini turut hadir pula Manajer Lazismu Kabupaten Batang, Muntoro Abdurrahman yang juga memberikan dukungan atas program ini, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonotunggal, Jumadi, Ketua PRM Sodong, Suwitno, serta hadir pula tokoh penggerak wakaf produktif dari PRM Longkeyang, Bodeh, Pemalang, Casroni Raska. 

Tak hanya untuk pertanian, sebagian tanah wakaf juga akan dibangun masjid, mushola, serta TK ABA. Sebagai tindak lanjut revitalisasi gerakan wakaf tersebut, akan dibentuk Badan Pekerja Pengembangan Ranting Muhammadiyah (BP2RM) Desa Sodong serta Kelompok Usaha Agrobisnis Al-Ma'un Desa Sodong. Dengan demikian diharapkan PRM dapat merancang unit usaha produktif sebagai sumber daya organisasi, sekaligus untuk memberdayakan serta mengembangkan ekonomi, baik bagi anggota maupun masyarakat sekitarnya.

“Maka itu, PRM Sodong ini kita jadikan proyek percontohan untuk pengembangan program Ranting-Mu, bagaimana membangun gembar-gembor berbasis wakaf produktif dan kader,” ucap Nasikhin. Dalam kesempatan tersebut juga dihadirkan sharing dengan narasumber Casroni Reska.

Menurut Nasikhin, sebagaimana dilansir dari Lazismu Jateng, sekitar 13 titik aset wakafnya, berupa tanah pertanian, tanah pekarangan, dan sebagian tanah wakafnya untuk mendirikan masjid, mushola, dan TK ABA. PRM Sodong juga akan membentuk Badan Pekerja Pengembangan Ranting Muhammadiyah (BP2RM) Desa Sodong, serta Kelompok Usaha Agrobisnis Al-Ma’un Desa Sodong agar wakaf produktif bisa lebih berkembang lagi.

“Target ke sebuah organisasi, PRM bisa merancang unit usaha produktif, sebagai sumber daya organisasi, sekaligus untuk memperdayakan dan mengembangkan ekonomi untuk anggotanya dan masyarakat,” pungkasnya.