Kebakaran Rumah, Lazismu dan MDMC Pacitan Bantu Rehab

23/12/2020

PACITAN - Kebakaran rumah menimpa Mbah Tuminah, warga Dusun Sriten, Desa Gembuk, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan pada Ahad (15/11). Mendengar kabar berikut, Lazismu dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pacitan membantu merehabilitasi rumah Mbah Tuminah.

Ketua Muhammmadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pacitan, Agus Hadi Prabowo menyampaikan sebenarnya kebakaran rumah ini bersamaan dengan kejadian longsor di Desa Gembuk. Baru pada hari Minggu (20/12) relawan MDMC Pacitan bersama masyarakat bisa memperbaiki rumah yang terbakar tersebut.

“Rumah Mbah Tuminah ini hampir luput dari perhatian kita. Karena awalnya kita fokus pada bencana longsor yang menghancurkan beberapa rumah dan tempat usaha. Apalagi lokasi kebakaran jauh dan cukup terpencil,” ujarnya sebagaimana dilansir dari pwmu.

Sementara itu Mbah Tuminah menyampaikan rumah yang terbakar ini sebenarnya milik keponakannya Andi Susanto. Mbah Tuminah (65) diminta untuk tinggal dan menjaga rumah tersebut.

“Anak saya Sogiman dan keponakan saya pergi merantau ke Sumatera dan Kalimantan,” tutur Mbah Tuminah kepada pwmu.

Sebelumnya Mbah Tuminah tinggal di rumahnya sendiri di Desa Sanggrahan yang berbatasan langsung dengan Desa Gembuk ini. “Sebenarnya beliau punya rumah sendiri di Desa Sanggrahan yang berbatasan dengan Desa Gembuk. Tetapi karena rumah ini kasihan kalau dikosongkan, maka kemudian beliau pindah kesini,” kata Gunarto, anggota Kokam yang tinggal tidak jauh dari lokasi.

Kebakaran ini, lanjut Gunarto, sebenarnya bersamaan dengan hujan deras yang terjadi pada Ahad sore (15/11/20). Karena takut longsor, maka Mbah Tuminah mengungsi ke rumah tetangganya yang lebih aman.

“Mungkin karena tergesa-gesa saat mengungsi, api di tungku dapur rumahnya belum dimatikan dengan sempurna. Sehingga tidak lama kemudian tetangga yang lain berteriak-teriak melihat asap yang membumbung dari dapur dan sebagian ruang keluarga,” paparnya

“Masyarakat yang mencoba memadamkan api, bisa menyelamatkan bagian rumah yang lain dengan menghancurkan atap dan kayu penghubung antara ruang keluarga dengan dapur,” tambahnya.

Agus Hadi Prabowo menambahkan setelah MDMC melakukan koordinasi dengan Kepala Desa Gembuk dan dibantu penggalangan dana oleh Lazismu Pacitan, kami mencoba merehab rumah ini meskipun sekadar bisa tertutup dan bisa ditinggali dahulu.

“Hal ini dilakukan karena MDMC dan Lazismu juga harus berbagi konsentrasi membantu penanganan rehab/rekon korban longsor. Untuk pembangunan hunian sementara (huntara) korban longsor masih berlanjut dengan melibatkan relawan dengan dana dari pemerintah,” jelasnya.

Selengkapnya baca disini.