KL Lazismu SMAMDA Salurkan Sembako ke Korban Banjir Nganjuk dan Jombang

24/02/2021

SIDOARJO - KL Lazismu SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (SMAMDA) menyalurkan bantuan untuk korban banjir di Nganjuk dan Jombang, Selasa (23/2).

Sebelumnya, KL Lazismu SMAMDA telah berdonasi Rp 25 juta untuk gempa Sulawesi Barat dan banjir Kalimantan Selatan. Tim tersebut berangkat langsung ke Jombang dan Nganjuk.

Kepala SMAMDA Sidoarjo Wigatiningsih MPd melepas langsung keberangkatan tim. Ia menyebut bahwa hal ini adalah perjalanan muhibah, berbagi dengan saudara di Nganjuk dan Jombang.

Wigati menyebut SMAMDA akan terus berusaha memberikan manfaat dan meringankan beban saudara-saudara sebangsa yang mendapat musibah.

Tim pergi dengan membawa 100 paket sembako. KLL Smamda menghimpun bantuan itu dari warga SMAMDA dan masyarakat umum. Separuh dari jumlah itu untuk ke Nganjuk, separuhnya lagi ke Jombang.

Ketua KL Lazismu SMAMDA Arrida Zulfiah menyampaikan bahwa donasi yang diberikan adalah paket sembako dan bumbu masak siap saji.

“Hal yang tak biasa dalam paket sembako ini adalah paket bumbu masak siap saji yang kami himpun dari produksi bumbu masak rumahan terkenal di Sidoarjo,” ungkapnya sebagaimana diwartakan oleh pwmu.

Tiba di Nganjuk, KL Lazismu SMAMDA Sidaorjo mendapat sambutan hangat dari Lazismu Nganjuk. Ketua Lazismu Jatim Zainul Muslimin yang ikut hadir ikut merasa bangga dengan kiprah KL Lazismu SMAMDA.

“Ini untuk memberi semangat kepada Lazismu daerah agar membentuk KLL di sekolah seperti SMAMDA. Selain untuk menampung ZIS (zakat, infak, dan sedekah) dari wali murid juga bisa membantu untuk beasiswa,” terang dokter hewan lulusan IPB ini.

Dilansir dari PWMU, di Jombang bantuan disalurkan di Dusun Kalipuro Desa Bandar Kedungmulyo, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, melalui seberang sungai yang tanggulnya jebol. 

“Ini sengaja dilewatkan belakang karena kalau dari depan nanti dicegat dan tidak sampai ke RT paling belakang,” terang Wildan Bakhtiar, satpam SMAMDA yang putra asli desa tersebut.

Jadi, mobil berhenti di seberang sungai. Bantuan kemudian diangkut dengan gerobak dorong ke seberang sungai. Selanjutnya dinaikkan Tossa.

Karena sempitnya jalan, mobil rombongan harus jalan mundur 100 meter agar bisa berputar dan kembali ke jalan.