Kolaborasi, Lazismu dan IPM Aceh Tenggara Salurkan Nasi Bungkus untuk Korban Banjir

08/12/2020

ACEH TENGGARA - Lazismu Aceh Tenggara beserta relawan Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Aceh Tenggara membagikan ratusan porsi nasi bungkus makan siang kepada korban banjir di tiga lokasi, yaitu Pajak pagi, Mbacang Lade, dan Pulonas Baru, Jum’at (4/12).

Banjir yang terjadi Jum’at dini hari ini merendam puluhan rumah di beberapa lokasi antara lain di Tanah merah, Simpang Lawe Bekung, Pulonas Baru, Mbacang Lade, Pajak Pagi, dan Terutung Pedi.

Dilansir dari Suara Muhammadiyah, ratusan nasi bungkus Padang lengkap dengan lauk dan sayurnya langsung dibagikan ke tiga Lokasi banjir yaitu Pajak Pagi, Mbacang Lade, dan Pulonas Baru.

Ketua Lazismu Aceh Tenggara, Bagindo Afrizal berharap agar bantuan yang di berikan dapat meringankan beban para korban. Setidaknya, nasi tersebut dapat memberikan tenaga untuk mereka yang sedang membersihkan rumahnya yang terendam sejak dini hari tadi.

“Nasi bungkus yang kita siapkan untuk korban banjir tersebut disesuaikan dengan jumlah atau kebutuhan di lapangan karena kita dibantu oleh adik-adik IPM untuk mendistribusikan di tiga titik banjir tersebut,” ujarnya.

Menurut keterangan Afrizal, setelah selesai sholat jum’at, puluhan anggota IPM membagikan makan siang kepada korban banjir yang rumahnya tergenang dini hari tadi. 

"Mereka rata-rata hanya bisa berdiam diri dirumah sembari membersihkan barang yang terendam banjir," imbuhnya.

Fadil, salah satu warga di desa Pulonas Baru yang menerima bantuan makan siang itu merasa bersyukur dan berterima kasih atas uluran tangan para dermawan khususnya donatur Lazismu Aceh Tenggara kepada para korban banjir hari ini.

Endang, warga yang lain menyebut bahwa aksi sosial ini sangat tepat dan diberikan saat warga membutuhkan. 

"Yang pasti bantuan ini tiba saat keluarganya membutuhkan makan siang, terima kasih Lazismu," ucap Endang.

Ferri Hardian, Direktur Eksekutif Lazismu Aceh Tenggara mengungkapkan terima kasih kepada para donatur yang secara spontanitas mendonasikan makan siang untuk para korban banjir.

"Walaupun nilainya tak seberapa, namun manfaatnya langsung bisa dirasakan para korban dan keluarganya," jelasnya. (Agusnaidi B/Riz/Suara Muhammadiyah)