Layanan Psikososial Muhammadiyah Kembalikan Senyum Ceria Anak Pasca Banjir

26/01/2021

MARTAPURA - Banjir yang melanda Kalimantan Selatan pada awal tahun ini menyebabkan ribuan warga harus mengungsi. Mereka tidak dapat tinggal di rumah akibat banjir merendam rumah. Di beberapa tempat, ketinggian air bahkan dapat mencapai hingga 3 meter sehingga hampir menenggelamkan rumah.

Warga mengungsi ke berbagai titik pengungsian, baik di rumah-rumah warga lain yang tidak terendam air, maupun di tempat ibadah, sekolah-sekolah, stadion, dan fasilitas umum lainnya. Sebagian besar dari pengungsi merupakan usia rentan seperti lansia dan anak-anak. Di beberapa titik pengungsian seperti Balai Latihan Kerja Provinsi Kalimantan dan SMA Muhammadiyah Martapura, terdapat banyak anak-anak yang harus mengungsi bersama orang tua mereka.

Dengan menggandeng PAUD Institute dan PG PAUD ULM Banjarmasin, relawan Muhammadiyah menggelar layanan psikososial di beberapa titik pengungsian. Dengan menggunakan Mobil Pintar PAUD Institute, berbagai permainan pun disajikan untuk anak-anak. Mobil Pintar ini dilengkapi dengan berbagai sarana multimedia, buku-buku dongeng dan menggambar, serta berbagai perlengkapan untuk bermain dan belajar anak-anak.

Mohammad Dani Wahyudi selaku Koordinator PAUD Institute Kalimantan Selatan menjelaskan bahwa kegiatan trauma healing merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan PAUD Institute Kalimantan Selatan dalam rangka membantu korban banjir di Kalimantan Selatan, khususnya dari kalangan anak-anak.

"Kegiatan ini ditujukan untuk menghibur anak-anak di lokasi pengungsian dan juga untuk membantu menghilangkan trauma mereka terhadap bencana alam yang telah mereka alami. Trauma healing yang dilakukan berisi kegiatan bermain, bercerita, mendongeng, membaca buku dan berbagai kegiatan yang menyenangkan bagi anak," jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa dalam pelaksanaannya, kegiatan ini tidak hanya melibatkan tim relawan PAUD Institute sendiri, namun juga bekerjasama dengan relawan MDMC-Lazismu yang sangat berpengalaman dalam menangani bencana di berbagai daerah di tanah air.

Sementara itu, Adinda Widya Ramadhana Putri yang merupakan relawan psikososial MDMC-Lazismu menceritakan bahwa selain melakukan trauma healing, bermain, dan bernyanyi bersama anak-anak, para relawan juga membagikan makanan ringan dan boneka. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur.

"Terima kasih kepada sobat Lazismu yang telah menginfakkan donasinya sehingga kegiatan ini dapat terlaksana," katanya.

Layanan psikososial akan terus digelar dalam respon tanggap darurat yang dilakukan oleh Muhammadiyah melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kalimantan Selatan guna mengurangi beban para penyintas bencana banjir, khususnya anak-anak. Dengan adanya layanan ini diharapkan dapat menghadirkan kembali senyum ceria anak-anak yang terdampak bencana banjir, terutama ketika harus mengungsi dan meninggalkan rumah mereka.

Reporter: M. Nashir/Yusuf