Lazismu Jawa Barat Laksanakan Program Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Masjid

16/12/2020

BANDUNG - Lazismu Jawa Barat melaksanakan program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid di Masjid Nurul Iman PCM Gedebage, Bandung pada Kamis (29/10).

Program pemberdayaan UMKM ini diwujudkan dalam bentuk warung makan bernama Kedai Seafood Bakar.

Yosis Salman, Staff Program Lazismu Jawa Barat menyebut bahwa Lazismu Jawa Barat memberikan suntikan dana senilai Rp 15 juta untuk pembentukan kedai tersebut. Penyerahan bantuan dari Lazismu Jabar ke penerima dilaksanakan bersamaan dengan Pengajian Umum yang dihadiri oleh jamaah Masjid Nurul Iman.

Menurut keterangan Yosis, Lazismu Jabar akan melakukan monitoring secara bertahap sebagai bentuk pendampingan manajemen dan pengembangan usaha. Lazismu Jawa Barat juga akan membantu pemasaran kedai tersebut secara digital.

"Harapannya sesuai dengan target program pemberdayaan ekonomi, yaitu masyarakat yang dibantu semakin berdaya, semakin banyak jamaah masjid yang sejahtera dan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat di sekitar masjid," jelasnya melalui pesan tertulis.

Program ini adalah program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid pertama yang dilaksanakan oleh Lazismu Jawa Barat. Pada tahun 2021 Lazismu Jawa Barat menargetkan akan melaksanakan program serupa di 10 masjid.

Yusup Tajiri, Majelis Ekonomi Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gedebage merasa sangat gembira mendapatkan bantuan tersebut. 

"Alhamdulillah dengan bantuan itu perekonomian sudah mulai berjalan," jelasnya melalui kanal YouTube Lazismu Jawa Barat.

Menurut Yusup, pemilihan kedai seafood sebagai jenis usaha disebabkan karena salah satu jamaah memiliki sumber seafood yang besar sehingga PCM bisa menjalin kerjasama dengan jamaah Masjid Nurul Iman.

Ia menjelaskan bahwa respon masyarakat cukup baik mengingat kedai tersebut tidak memiliki saingan yang berarti. Menariknya, kedai ini dijalankan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gedebage dan takmir Masjid Nurul Iman. 

"Selain bermanfaat untuk PCM dan masjid, semoga juga bermanfaat untuk jamaah. 50% hasilnya nanti dibagikan untuk jamaah. Maka jika usaha ini meningkat, yang berdaya bukan hanya pengurus, tapi juga jamaah dan masyarakat," imbuhnya.

Ia juga berharap agar Lazismu terus membantu perekonomian berbasis masjid dan persyarikatan mengingat potensi yang sangat besar. Menurutnya, potensi perekonomian berbasis masjid dan organisasi jauh lebih besar daripada individu. (Yusuf)