Majelis Pelayanan Sosial Muhammadiyah: Kemampuan Wirausaha Disabilitas Luar Biasa

10/03/2021

LAZISMU.ORG - Di dalam kondisi penuh keterbatasan, kiprah para penyandang disabilitas dalam hal berwirausaha sangat luar biasa. Dalam menjalankan wirausaha, para penyandang disabilitas tidak kalah dengan masyarakat yang lain.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Majelis Pelayanan Sosial (MPS) PP Muhammadiyah Sularno dalam Pelatihan Kewirausahaan bagi Penyandang Disabilitas, Sabtu (6/3). Pelatihan ini merupakan serangkaian kegiatan dalam program Gerakan Ekonomi Inklusi yang diselenggarakan oleh MPS bersama Lazismu PP Muhammadiyah.

Menurut Sularno, salah satu penyandang tuna netra yang juga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta memiliki kedai kopi yang cukup besar. Ia sendiri yang meracik kopi di kedai tersebut.

Ia menyebut bahwa usaha-usaha lain dari penyandang disabilitas akan terus menjamur. Ia berharap hal ini dapat menggerakkan ekonomi kreatif bagi penyandang disabilitas.

"Ini sangat membanggakan. Ini saya berikan bocoran bahwa akan ada kegiatan berikutnya. Jadi Gerakan Ekonomi Inklusi ini tidak akan hanya tiga bulan. Nanti akan kita lanjutkan dengan majelis dan lembaga lain di Muhammadiyah," ujarnya.

Selain MPS dan Lazismu, ia akan mengajak Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah dan MKS PP 'Aisyiyah.

Sularno menegaskan harapannya agar program yang telah berjalan sejak bulan Januari ini semakin masif dan menjadi gerakan kewirausahaan baru yang dimotori oleh para penyandang disabilitas. Ia berharap ada peningkatan dari segi kualitas maupun kuantitas.

"Ini mestinya tugas pemerintah. Tapi kita di Muhammadiyah sudah biasa membantu pemerintah. Maka, pemerintah mestinya melihat hal ini dengan jelas bahwa Lazismu bersama Majelis Lembaga Muhammadiyah lain telah menggerakkan ekonomi inklusi ini," imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, Program Ekonomi Inklusi yang berjalan selama tiga bulan sejak Januari hingga Maret 2021 ini adalah pemberian modal usaha sekaligus pendampingan terhadap penyandang disabilitas dalam hal usaha mikro.

Koordinator Program Ekonomi Inklusi Dedi Warman menyebut bahwa program ini bertujuan untuk membantu penyandang disabilitas yang memiliki usaha agar usahanya semakin berkembang, meningkatkan kapasitas, dan semakin mandiri.

Selain bantuan modal, Majelis Pelayanan Sosial juga melakukan pendampingan teknis kepada pemilik usaha. MPS juga memberikan pelatihan-pelatihan seperti pelatihan wirausaha, marketing, dan lain-lain.

Reporter: Yusuf