MDMC Cilacap Buka Posyan dan Dapur Umum untuk Korban Banjir Cilacap

17/12/2020

CILACAP - Bencana banjir dan tanah longsor kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, akibat hujan deras yang terjadi sejak Minggu-Senin (13-14/12).

Merespon hal tersebut, relawan Muhammadiyah yang dikomandoi oleh Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Cilacap langsung melakukan evakuasi korban banjir. MDMC menurunkan 4 unit perahu untuk melakukan evaluasi.

Mukhlis, Wakil Ketua MDMC Cilacap sekaligus Ketua Pos Layanan Muhammadiyah menjelaskan bahwa MDMC membuka posko pengungsian di gedung Amal Usaha Muhammadiyah dan masjid, membuka dapur umum, dan membuka pos layanan Muhammadiyah.

"Kita juga dropping logistik membantu dapur mandiri. Kita cuma punya peralatan dapur umum satu set sehingga di tiga titik lainnya ada dapur umum mandiri. Kita dropping logistik ke mereka," jelasnya melalui saluran telepon.

Pos layanan yang dibuka oleh MDMC memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak di dua desa, yaitu Desa Sudagaran dan Desa Sidamulya. Dalam hal pendanaan, MDMC bergantung kepada keuangan internal Muhammadiyah bersama Lazismu dan donasi dari masyarakat.

Menurut keterangan Mukhlis, saat ini pos layanan Muhammadiyah membutuhkan kebutuhan makanan pokok seperti beras, sayuran, lauk-pauk seperti sarden yang siap saji, air mineral, dan telur. Selain itu, pos layanan juga membutuhkan alas tidur di tempat pengungsian, air bersih untuk mandi, dan lain-lain.

Sementara itu, korban perlu mendapatkan layanan medis karena banyak keluhan fisik. "Kalau banjir yang sebelumnya kemarin banyak bantuan medis dari PKU Muhammadiyah Gandrung, Puskesmas, dan lain-lain. Tapi untuk banjir kali ini juga seharusnya ada pelayanan medis pasca banjir," imbuhnya.

Saat ini, ada 76 pengungsi di SD Negeri 1 Sudagaran, 49 pengungsi di SD Negeri 2 Sudagaran, 53 pengungsi di dekat posyan Muhammadiyah, dan masih ada lebih dari 100 pengungsi yang tersebar di berbagai lokasi.

"Sebagian sudah pulang karena air mulai surut. Tinggal 30-50 cm. Kalau kemarin sampai 80 cm. Nanti kalau hujan dan air naik lagi kemungkinan yang sudah pulang akan kembali ke pengungsian," terang pria yang kerap disapa Bangmu ini. (Yusuf)