Renovasi Rumah

Menanti Uluran Tangan Donatur untuk Rumah Reot Pak Harmin

Donasi Sekarang

Menanti Uluran Tangan Donatur untuk Rumah Reot Pak Harmin

03/04/2019

Semarang – LAZISMU. Petika syair “beratap jerami, beralaskan tanah” pada lagu Rumah Kita benar-benar ada dalam dunia gerakan zakat. Fakta itu terungkap ketika melihat rumah saudara kita, Harmin yang berlantai tanah, yang beratap bolong-bolong. Rumah tersebut di Ngablak Kidul, Pedurungan, Semarang, yang dihuni 8 anggota keluarganya.
Bekerja sebagai tukang batu yang biasa ikut dalam membangun rumah. Pekerjaan Harmin ini sudah dilakukannya ketika bekerja membangun rumah sederhana sampai yang mewah sekalipun.
Kini pekerjaan itu tidak dilakukannya lagi. Sejak peristiwa kecelakaan jatuh dari bangunan pada 2010, kaki Harmin lumpuh, ia tidak mampu bekerja keras kembali. Ia hanya terbaring di tempat tidur di rumahnya.
Peran sebagai pencari rezeki digantikan Karmi, isterinya, seorang pedagang pasar yang biasa berjualan bumbu dapur di pasar Telogosari. Pekerjaan itu dilakoninya sejak masih muda, hingga usianya mendekati 60 tahun. Saat-saat itulah Karmi merasakan tenaganya mulai menurun.
Di usianya yang semakin tua, gejala pusing sering dialaminya. Perutnya terkadang alami gangguan sakit, hingga suatu saat bangun dari tidur pun tidak kuat karena pusing. Keadaan ini membuat Karmi harus istirahat dari pekerjaan yang dicintainya itu.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup, keluarga Harmin mengandalkan anak perempuannya, Siti yang bekerja sebagai buruh pabrik di kawasan indusri Mangkang. Keberadaan Siti di rumah itu, menanggung 3 orang anak kandungnya beserta orang tua dan adiknya.
Kondisi inilah yang menjadikan Harmin tidak mampu memperbaiki rumahnya. Lingkungan tempat tinggal mereka selalu kebanjiran saat hujan datang. Upaya pengurugan sudah dilakukan, namun apa daya kekuatan ekonomi mereka tidak mampu melampaui ketinggian air hujan yang masuk ke dalam rumahnya.
Saat Lazismu datang ke rumahnya (Rabu, 27/2/2019), masih terdapat sisa lumpur bekas air hujan di halaman dan lantai tanah. Di dalam rumah pun masih basah. Genteng banyak yang bocor, atap seng bagian belakang sudah rapuh berkarat, bahkan penyangga atap rumah belakang sudah patah.
Lazismu berharap ada donatur yang dapat berbagi untuk keluarga tersebut. Lazismu percaya, dengan gerakan zakat, infak dan sedekah bisa mengurangi beban mereka. (cs)