• info@lazismu.org


Merintis Modal Usaha Jadi Perhatian Lazismu

23/05/2019

Jakarta – LAZISMU. Tidak ada sesuatu yang mudah, dan ringan. Segala sesuatu pasti membutuhkan yang namanya proses. Ada pepatah mengatakan, hasil tidak akan mengkhianati sebuah proses. Begitulah yang memiliki nama lengkap Erdhie Margayana.

 

Pria yang sudah berkeluarga ini hidup di tengah kerasnya ibukota. Sebagai kepala rumah tangga, membuat ia harus menghidupi istri, dan anak-anaknya. Seiring berjalannya waktu, ia mulai bekerja keras.

 

“Saya hidup dengan anak dua. Saya tinggal ngontrak sudah lama sejak 2015 awal. Udah 4 tahun saya,” Begitu yang disampaikan nya di kontrakannya pada pihak Lazismu, Warakas, Jakarta Utara (22/5/2019).

 

Di tengah aktivitas masyarakat Ibukota, ia bertekad untuk menjadi berwirausaha. Langkahnya dimulai dengan mengirimkan berbagai proposal ke berbagai tempat untuk pengajuan modal usahanya itu, salahsatunya Lazismu.

 

Bahkan, ia merasa malu jika keluarganya disebut sebagai keluarga yang tidak mampu. “Saya punya SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu). Sebenarnya saya malu. Tapi kalau kenyataannya begini mau diapain,” ucapnya.

 

Pihak Lazismu, Dwi memberikan bantuan berupa dana sebesar Rp 750.000 kepada mustahik (Erdhie) sebagai bantuan modal usaha.

 

Dirinya saat ini merasakan jatuh bangunnya membangun bisnis dari awal. Mulai dari susahnya diterima pengajuan proposal untuk modal usaha, hingga ditolak ke berbagai hal, bahkan disisi lain ia harus mencukupi kebutuhan sehari-sehari keluarga.

 

“Saya sudah banyak ditolak oleh beberapa instansi maupun lembaga dalam pengajuan proposal saya, bahkan saya pernah masuk penjara.”

 

Ia menambahkan, pernah membuat akta pendirian Perseroan Terbatas (PT) sampai tiga kali. Begitu pernah terjerat musibah, masuk penjara.

 

“Saya sampai bikin akta pendirian PT 3 kali saya. tahun 2007, 2008, 2014. Saya gapunya modal kan suaha saya dan tos-tosan sama orang lain untuk bisnis. Saya pun pernah masuk penjara kena kasus, tentang persoalan barang. Saya buat akta PT bukan orang ada (kaya), tapi ini legalitas (usaha), Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), NPWP, dan lain-lain.”

 

Dirinya pernah berbisnis dari alat-alat perkapalan, komputer, sampai Air Conditioner (AC). Namun, usaha tidak selalu naik.

 

“Saya pernah usaha dengan alat-alat perkapalan, computer, Air Conditioner. Tapi, ya itu lah namanya usaha kadang naik dan turun,” bebernya.

 

Ia berterimakasih kepada Lazismu atas pemberiaan bantuan modal usaha.“Saya mengucapkan terimakasih kepada lazismu atas pemberiaan ini. Semoga dengan ini, dapat bermanfaat. Terimakasih Lazismu,” terangnya.

 

Dengan ini, Lazismu membantu dengan pemberian modal usaha. Dengan harap, Dwi, Perwakilan Lazismu, semoga ini dengan pemberian modal ini, walau tidak banyak, dapat memberikan manfaat untuk usaha bapak, dan keluarga. (bp)