Penjualan Menurun, Lazismu Kota Bekasi Berikan Bantuan Modal kepada UMKM

11/09/2020

BEKASI - Lazismu Kota Bekasi, pada hari Jumat (28/8) mendistribusikan bantuan modal dan paket sembako kepada 10 pelaku UMKM. Selain bantuan tersebut, Lazismu juga memberikan pelatihan dan pendampingan kepada UMKM agar dapat tetap berjalan selama menghadapi masa pandemi.

Program pelatihan dan pendampingan dilakukan sebagai bentuk penguatan untuk para penerima manfaat yang sebelumnya diberikan bantuan modal usaha, sebagai tindak lanjut program ketahanan ekonomi /pangan. Pendekatan program pemberdayaan berbasis keluarga ini diperuntukkan bagi mereka yang terdampak Covid-19, dengan bantuan modal usaha. 

Lazismu memfasilitasi dengan pelatihan serta pendampingan agar mereka yang terdampak Covid-19 dapat memulai berwirausaha. Minimal bisa menambah penghasilan ekonomi keluarga secara mandiri sehingga tidak tergantung kepada bantuan-bantuan lainnnya.

Bantuan modal usaha senilai Rp. 19,337,500 yang digulirkan Lazismu ini dipergunakan untuk berbagai macam jenis usaha seperti penjualan Air Adzom, Bir Pletok, Seblak, Aneka Minuman & Jajanan Anak, Aneka Gorengan "Tahu Pedas", Jual "Ikan Cupang Hias, Air Minum Oxxydav, Conectiva Computer, dan Tikum "Cafe n Resto".

Wati Setya Ningsih, Ketua Lazismu Kota Bekasi menyebut bahwa Lazismu memberikan bantuan modal usaha sesuai dengan kebutuhan masing-masing UMKM. Harapannya, Lazismu Kota Bekasi melalui Program Pemberdayaan UMKM dapat membantu para pengusaha atau pedagang kecil menengah untuk bisa mengembangkan usahanya, berinovasi dengan situasi dan kondisi terkini. Dan semoga Program Pemberdayaan UMKM dari Lazismu Kota Bekasi dapat berlanjut hingga tahap selanjutnya.

“Semoga semakin banyak penerima manfaat agar semakin berdaya, dan dapat membantu masyarakat kecil dalam menghadapi pandemi Covid-19 sekarang ini. Terimakasih juga kepada para donatur Lazismu. Semoga program dapat berjalan maksimal,” ujar Wati melalui sambungan telepon.

Sebagaimana dilansir dari lazismukotabekasi.or.id, hal ini juga merupakan penerjemahan dari visi Lazismu, yaitu “Memberi untuk Negeri.” Sehingga momen pandemi adalah momen yang tepat bagi Lazismu untuk memberikan kebermanfaatan bagi negeri.

Di Bekasi, penjualan pedagang kecil menengah menurun mulai dari 50% hingga 80% karena adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar. Banyak masyarakat yang bergeser ke pembelian melalui digital sehingga pedagang kecil perlu suplai bantuan agar bisa tetap bertahan. (YY)