PermataBank Syariah Salurkan Modal Kerja ke Penyandang Disabilitas Melalui Muhammadiyah

18/12/2020

LAZISMU.ORG - Lazismu menggelar Launching Program Gerakan Ekonomi Inklusif bagi Penyandang Disabilitas, Bantuan Infrastruktur Sanitasi Sekolah & Bakti Kemanusiaan pada Jumat (18/12) secara daring.

Program ini adalah kerjasama yang dilaksanakan oleh Majelis Pelayanan Sosial (MPS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dan Unit Pengelola Zakat (UPZ) PermataBank Syariah.

Melalui jaringan Muhammadiyah, UPZ PermataBank Syariah akan memberikan modal kerja kepada sekitar enam puluh penyandang disabilitas. 19 orang secara individu, dan 41 tergabung di dalam tujuh lembaga. Penerima manfaat tersebar di berbagai provinsi seperti Aceh, Sumatra Barat, Banten, DIY, DKI Jakarta, dan Jawa Timur.

Bantuan tersebut berasal dari dana zakat perusahaan PermataBank Syariah. Mereka menyisihkan 2,5% dari laba perusahaan untuk menunaikan zakat melalui Lazismu dan jejaring Muhammadiyah.

Penerima manfaatnya adalah penyandang disabilitas yang memiliki usaha seperti kuliner, bengkel, pelukis, hidroponik, dropshipper, dan lain-lain

Hilman Latief, Ketua Badan Pengurus Lazismu dalam sambutannya menyebut bahwa pendampingan terhadap penyandang disabilitas sudah dimulai sejak lama oleh MPS PP Muhammadiyah, 'Aisyiyah di berbagai provinsi, dan Lazismu.

"Penyelenggaraan program ini merupakan komitmen kita bersama di Lazismu, MPS, dan PermataBank Syariah untuk mendorong penguatan sosial dan ketahanan keluarga, di antaranya adalah gerakan ekonomi inklusif," ujarnya.

Ia berharap agar gerakan ini mampu mendorong Lazismu untuk lebih produktif dan dapat menargetkan penerima manfaat secara tepat. Lazismu cukup terbantu oleh MPS yang sejak awal fokus mendampingi kelompok-kelompok yang membutuhkan.

Program ini juga merupakan penerjemahan Lazismu atas konsep-konsep pembangunan di Indonesia. Ada kelompok penerima manfaat yang harus diberikan perhatian bukan karena ingin diistimewakan, tetapi memang kelompok tersebut kurang mendapatkan perhatian, yaitu penyandang disabilitas dan lansia.

"Kami sedang menyiapkan platform digital market untuk produk-produk yang diproduksi oleh penerima manfaat atau mitra-mitra kami. Dari mulai pertanian, peternakan, dan UMKM lain termasuk produk dari disabilitas. Maka semoga dapat terbentuk suatu ekosistem usaha yang kita perkuat melalui kanal-kanal digital," imbuhnya.

Menurut Hilman, bantuan sanitasi sekolah juga merupakan penerjemahan dari SDGs, khususnya tentang clean water and sanitation. Pada masa pandemi, program-program air bersih yang dirancang agak terhambat karena sekolah banyak yang rehat dan beralih ke daring. 

"Negara kita sedang berada dalam situasi rawan bencana. Oleh karena itu, bakti kemanusiaan menjadi bagian dari program kami. Program ini sudah kami laksanakan selama bertahun-tahun," tutupnya.

Sementara itu, Sularno, Ketua MPS PP Muhammadiyah mengucapkan terima kasih kepada UPZ PermataBank Syariah dan Lazismu PP Muhammadiyah. 

"Program ini akan menjadi keberkahan bagi kita semua. Kegiatan ini akan menjadi pemicu bagi yang lain sehingga orang lain juga ikut peduli dengan penyandang disabilitas," jelasnya.

Habibullah, Ketua UPZ PermataBank Syariah berharap agar pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan ini termasuk ke dalam hamba yang akan ditolong oleh Allah.

"Allah senantiasa akan menolong seorang hamba jika hamba itu senantiasa menolong hamba-Nya. Mudah-mudahan aktivitas kita, sinergi kita ini mendapatkan keberkahan dari Allah. Semoga Allah senantiasa memberikan kita kesehatan dan keberkahan," ujarnya melalui Zoom.

Ia menyebut bahwa program ini adalah program keempat dari kerjasama antara UPZ PermataBank Syariah dengan Lazismu Pusat. Sebelumnya ada program perbaikan sanitasi sekolah di tujuh provinsi, program ta'awun pendidikan untuk peningkatan kapasitas dan kualitas sekolah minim anak didik, dan program pemberdayaan ekonomi wanita melalui ecoprint di 10 Kabupaten/Kota. 

"Alhamdulillah ini suatu anugrah yang luar biasa kami bisa membantu saudara-saudara kita dalam berbagai usaha. Ada hidroponik, bengkel, kue, kuliner, dropshipper, pelukis wajah, dan lain-lain," imbuhnya.

Ia berharap agar ikhtiar tersebut bermanfaat bagi penerima manfaat dan usaha yang dijalankan semakin berkembang dan mendapatkan berkah dari Allah. (Yusuf)