PWM Jateng Kirim Tim Alfa MDMC Jateng ke Lokasi Gempa Sulbar

18/01/2021

SEMARANG - Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Tengah mengirim relawannya ke Mamuju Sulawesi Barat pasca terjadi bencana gempa bumi yang terjadi pada jum’at (15/1) lalu.

Sebelum berangkat, dilakukan acara pelepasan relawan yang langsung dipimpin oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah Tafsir dan Ketua MDMC Jawa Tengah Naibul Umam, di Kantor PWM Jawa Tengah, Ahad (17/1).

“MDMC Jawa Tengah mengirimkan tim penanganan darurat bencana respon gempa bumi di Mamuju. Tim ini kami sebut Tim Alfa. Berjumlah 10 personil dengan kualifikasi sebagai anggota tim SAR,” ujar Umam sebagaimana dilansir dari laman resmi PWM Jateng.

Tim Alfa diberangkatkan pada hari Ahad (17/1) sore dari Bandara Ahmad Yani, transit pertama di Jakarta, transit ke dua di Makasar, dan turun di Bandara Mamuju dengan Perkiraan perjalanan sekitar 24 Jam, diperkirakan mereka akan sampai di mamuju pada Senin (18/1) sore

"Tim Alfa dibekali dengan pengetahuan dan pengelolaan manajemen posko, manajemen logistik, manajemen komunikasi, serta manajemen transportasi, “lanjutnya.

Tim Alfa MDMC Jateng akan bertugas di Mamuju selama 14 hari dan akan mendukung proses operasi penanganan darurat bencana MDMC Sulawesi Barat yang sudah mendirikan Pos Koordinasi di Mamuju. 

Tim Alfa MDMC Jateng nantinya akan bergabung dengan Tim Badan SAR Nasional dengan sumber daya yang mereka miliki. Sehingga Tim Alfa MDMC Jateng  hanya menyiapkan perlengkapan pribadi mereka serta Alat Pelindung Bencana (APB) yang akan mereka butuhkan  untuk keperluan operasi SAR di Mamuju.

Ketua PWM Jateng Tafsir menyampaikan bahwa Tim Alfa dari MDMC Jawa Tengah sebanyak 10 personel siap bertugas selama 14 hari. 

"Ini bagian dari tugas kita, dan kita ketahui memang Pimpinan Pusat (PP) sangat mengandalkan Jawa Tengah. Karena untuk dikirim ke lokasi bencana itu membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang memadai dan pembiayaan yang cukup besar. Itulah mengapa Jawa Tengah menjadi bagian yang diandalkan oleh PP Muhammadiyah untuk pengiriman relawan ini," ujar Tafsir.

Ia mengaku bahwa PWM Jawa Tengah siap membantu dan bersama Lazismu Jawa Tengah memenuhi kebutuhan relawan seperti rapid tes, tiket pesawat, hingga kebutuhan konsumsi. "Mudah-mudahan mereka senantiasa sehat serta bisa memberi manfaat bagi mereka yang sedang tertimpa musibah," harap alumni Ikatan Pelajar Muhammadiyah tersebut.

Sementara itu, Chairil Anam, koordinator bidang tanggap darurat MDMC Jawa Tengah menyebut bahwa Tim Alfa MDMC Jawa Tengah ini mendapatkan tugas utama melakukan operasi pencarian dan pertolongan serta evakuasi warga terdampak. Mereka juga harus menerapkan protokol kesehatan karena masih dalam situasi pandemi covid-19. 

"Tim kami minta membawa perlengkapan tambahan seperti hazmat, faceshield, google, sarung tangan dan handsanitizer. Ini sangat penting karena kami juga harus memperhatikan keselamatan dan kenyamanan tim dalam menjalankan tugas", ujar Anam yang juga ikut berangkat bersama tim MDMC PP Muhammadiyah dari Yogyakarta. 

Ikhwanussofa, Direktur Eksekutif Lazismu Jawa Tengah mengutip Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Prof. Hilman Latief bahwa posisi Lazismu adalah sebagai fund manager bagi gerakan sosial Muhammadiyah. Maka menjadi tanggung jawab Lazismu dalam mendanai kerja-kerja MDMC dalam respon bencana.

"Salah satunya adalah respon gempa bumi di Sulawesi Barat. Ketika turun instruksi MDMC Pusat kepada MDMC Jawa Tengah untuk mengirim Tim SAR terlatih, maka dalam sehari sudah bisa diputuskan 10 relawan dikirim kesana. Sehingga hari ini para relawan telah berada di Sulawesi menuju lokasi bencana," ujar Ikhwan ketika dihubungi oleh lazismu.org, Senin (18/1).

Reporter: Yusuf