Rakernas Usai, Lazismu Rumuskan 6 Divisi Kerja Unggulan

06/12/2020

LAZISMU.ORG - Lazismu telah menyelesaikan agenda Rakernas Lazismu 2021 yang digelar sejak hari Jumat (4/12). 

Ada 6 divisi kerja unggulan yang dikuatkan dari Rakernas Lazismu 2021 ini. Antara lain divisi kerja Kelembagaan, Sumber Daya Amil, divisi Keuangan, Fundraising & Kerjasama, Public Relations, dan Penyaluran.

Divisi kerja unggulan kelembagaan mencakup standarisasi kantor, penggunaan sistem informasi manajemen terintegrasi, pembentukan dan standarisasi LAZ AUM. Adapun divisi sumber daya amil mencakup peningkatan jumlah amil tersertifikasi. Lazismu menargetkan memiliki 1000 amil tersertifikasi pada tahun 2021.

Lazismu, melalui Rakernas, juga mengesahkan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja (RAPB) tahun 2021. RAPB yang menjadi target di tahun 2021 adalah Rp. 201,370,898,326,00. Dalam laporan Rakernas yang ditulis oleh Dr. Nuryadi Wijihardjono, Lazismu menargetkan adanya optimalisasi penggunaan SIM keuangan dan laporan keuangan yang teraudit secara nasional.

Nuryadi menulis bahwa dalam hal Fundraising & kerjasama, Lazismu menargetkan beberapa hal. Pertama, standarisasi dan klasterisasi Lazismu Daerah & Kantor Layanan berdasarkan hasil perolehan. Kedua, penetapan tanggal tertentu untuk Fundraising. Ketiga, menjalin Kemitraan dengan instansi pemerintah, swasta, LSM, dan LAZ lain. Keempat, memperbanyak kolaborasi dengan penyedia platform digital.

Sementara itu, dalam divisi Public Relations, Lazismu menargetkan peningkatan branding Lazismu dengan platform digital, kerjasama dengan platform digital untuk pemberitaan, pelayanan secara online dengan sistem yang terintegrasi, dan produksi konten yang sesuai dengan generasi muda.

Dalam hal penyaluran, Lazismu akan fokus pada 8 asnaf, rekomendasi Muktamar, dan peningkatan SDGs.

Sementara itu, Hilman Latief, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat dalam sambutannya berharap agar Kantor-Kantor Lazismu tetap melakukan kaderisasi amil. 

Ia memandang perlu adanya penugasan eksekutif ke Daerah dan Wilayah untuk mengembangkan keamilan di satu daerah. "Selain itu, harus memperbanyak amil yang melek teknologi (digital friendly) untuk manfaat yang lebih besar. Wiilayah dan Daerah juga harus berperan aktif dalam pencapaian SDGs," jelasnya. (Yusuf)