• info@lazismu.org


Ramadhan Mencerahkan Diluncurkan Lazismu Bersamaan Peresmian Gudang Kemanusiaan

06/05/2019

Yogyakarta – LAZISMU. Dalam kiprahnya  yang lebih dari satu dasawarsa ini, Lazismu  sebagai  lembaga  amil  zakat  nasional  senantiasa  berkomitmen  memberikan layanan yang terbaik dan meningkatkan program pendayagunaan yang tepat sasaran. Program Lazismu terdiri dari pendidikan, kesehatan, sosial dakwah dan kemanusiaan dan ekonomi.

Lazismu berkeyakinan bahwa melalui program-program itulah pendistribusian dan pendayagunaan program memiliki nilai tambahnya (value added) bagi para penerima manfaat dan mitra strategis Lazismu. Seiring dengan Ramadhan tahun ini, Lazismu ingin mewujudkannya sebagai bentuk mengaplikasikan nilai-nilai spiritual, sosial dan edukasi dalam bingkai filantropi Islam.

Karena itu, Ramadhan 1440 H mengangkat tema: “Ramadhan Mencerahkan”. Direktur Utama Lazismu, Hilman Latief mengatakan, tema ini didasari pada nilai-nilai Islam yang pengejawantahannya menjunjung tinggi prinsip amanah, adil, ihsan dan kasih sayang dengan etika welas asih.

Ramadhan  Mencerahkan  dilaksanakan  secara  nasional.  “Serantak  di  seluruh  kantor wilayah, daerah serta kantor layanan Lazismu di Indonesia. Intinya berbagi kebahagiaan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan. Spirit Ramadhan mencerahkan menurut Hilman mengandung tiga makna, antara lain 1) mencerahkan secara spiritual, 2). mencerahkan secara sosial-ekonomi dan 3). mencerahkan untuk kemanusiaan.

Selain peluncuran program Ramadhan, Hilman menambahkan bahwa Lazismu juga akan menyosialisasikan kemudahan pembayaran zakat, infak dan sedekah secara online (digital) yang sudah  bekerjasama  dengan  mitra strategis  yang bergerak  pada  payment  gateway terbaik di Indonesia.

Kita tahu Muhammadiyah khususnya warganya memiliki potensi untuk menunaikan zakat, dan kegiatan berbagi yang di lakukan juga dengan berinfak dan bersedekah.  Lazismu dalam hal ini memiliki program yang secara nasional dilakukan baik yang sifatnya pemberdayaan dan karitatif.

Muhammadiyah punya kiprah yang besar, misalnya MDMC dengan program kemanusiaan yang memfokuskan dalam penanganan mitigasi bencana. Di lokasi ini juga Lazismu meresmikan Gudang Kemanusiaan. Tempat ini juga selain gudang logistik kemanusiaan sekaligus sebagai wahana edukasi untuk mengenal pengetahuan bencana di kalangan pelajar dan mahasiswa bahkan dikenalkan sejak dini.

Dalam kesempatan yang sama, Manager Program Lazismu, Falhan Nian Akbar, mengatakan, Lazismu akan meresmikan Gudang Kemanusiaan yang bekerjasama dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC). “Gudang kemanusiaan sarana untuk mengumpulkan dan mendistribusikan instrument bantuan kemanusiaan jika bencana terjadi,” jelasnya.

Di bulan Ramadhan ini juga kami menambah kesemarakannya dengan kegiatan nasional seperti Back to Masjid, Indonesia Mobile Clinic (IMC), Kado Ramadhan dan MudikMu Aman.

PR Manager Lazismu, Nazhori Author menerangkan bahwa Masjid merupakan pusat pemberdayaan dan dakwah sosial yang harus diperhatikan, terutama di kawasan terpencil, tertinggal dan terdepan serta kantong-kantong kemiskinan baik di yang ada di desa dan di kota dengan target nasional sebanyak 78 masjid.

Sementara  tradisi  mudik  di  Indonesia,  lanjutnya  merupakan  aktivitas rutin yang perlu mendapat perhatian. “Sehingga itikad Lazismu menyiapkan 80 posko layanan mudik nasional bagi pemudik yang merasa lelah dan memerlukan keamanan beristirahat selama perjalanan menjadi program unggulan sejak tahun 2017 sampai sekarang,” pungkasnya.

Di samping program-program Ramadhan itu, Lazismu juga akan menyalurkan bantuan kepada guru-guru yang bekerjasama dengan Alfamart melalui program Peduli Guru dan bantuan peralatan sekolah (School Kit).

Author  mengungkapkan  bahwa  Lazismu  juga  menyediakan  layanan  kesehatan melalui program nasional Indonesia Mobile Clinic dengan target penerima manfaat selama Ramadhan 10.900 jiwa. Sedangkan program Kado Ramadhan merupakan aksi kepedulian selama bulan suci untuk meringankan kebutuhan hidup masyarakat yang duafa saat menunaikan ibadah puasa dan menyambut hari lebaran dengan target nasional 366.518 penerima manfaat.

Ketua LPB Budi PP Muhammadiyah, Budi Setiawan mengatakan, adanya gudang kemanusiaan ini perlu diketahui ketika terjadi tsunami Aceh. Kondisi menyedihkan membuat semua orang khusunya kaum muslimin untuk tergerak membantu saudara-saudaranya yang sedang dalam kesusahan karena bencana alam.
 
Begitu pun bencana gempa di Padang dan eruspi Merapi. Belajar dari pengalaman inilah pentingnya nilai keberadaan gudang kemanusiaan. “Tempatnya harus representatif yang mudah diakses untuk tujuan kemanusiaan,” pungkasnya.
 
Kebutuhan akan manfaat gudang kemanusiaan pada dasarnya untuk dikelola sebagai tempat keluar masuk jenis bantuan kemanusiaan. Gudang kemanusiaan ini tidak boleh sepi. “Direncanakan akan ditata sebagai kawah candradimuka untuk edukasi sosial kebencanaan dan kemanusiaan,” jelasnya.

Tidak berhenti sampai di gudang kemanusiaan, tempat ini juga sebagai sarana berdakwah yang bisa dimanfaatkan oleh warga muhammadiyah di sekitar Balecatur, Gamping, Sleman. (na)