Resmi Dilantik, Berikut Daftar Lengkap Pengurus BAZNAS RI

31/12/2020

JAKARTA - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas melantik Pengurus Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI periode 2020-2025, di Jakarta. Pengurus BAZNAS RI yang berjumlah 11 orang ini, terdiri dari delapan orang dari unsur masyarakat dan tiga orang dari unsur pemerintah. 

Adapun daftar Pengurus BAZNAS RI adalah sebagai berikut:

Unsur Masyarakat:

1.Noor Achmad (Ketua), 

2.Mokhamad Mahdum (Wakil Ketua),

3.Muhammad Nadratuzzaman Hosen (Anggota), 

4.Zainulbahar Noor (Anggota),

5.Saidah Sakwan (Anggota), 

6.Rizaludin Kurniawan (Anggota), 

7.Nur Chamdani (Anggota), dan 

8.Achmad Sudrajat (Anggota).

Unsur Pemerintah:

9.Kamaruddin Amin (Anggota), 

10.Suminto (Anggota), dan

11.Muhamad Hudori (Anggota).

Tiga Pesan Menag

Dalam sambutannya Menag meminta BAZNAS untuk senantiasa memelihara komitmen keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan. 

“Saya perlu menegaskan di sini, BAZNAS sebagai institusi yang menghimpun dana umat dari waktu ke waktu harus memberikan manfaat yang optimal untuk umat,” pesan Menag sebagaimana dilansir dari laman resmi Kemenag, Rabu (30/12).

“Semakin besar dana yang dihimpun, semakin besar tanggungjawab untuk menyalurkannya dan tanggungjawab institusional dalam membantu mengatasi permasalahan umat, terutama masalah kemiskinan,” imbuhnya.

Menag meminta jajaran BAZNAS untuk memperhatikan tiga hal. Pertama, menjaga kepercayaan masyarakat. Pengelola zakat, selain diawasi oleh Pemerintah, diawasi oleh masyarakat, juga pasti diawasi oleh yang maha mengawasi, yaitu Allah SWT.  

Kedua, memberi kemudahan kepada setiap orang untuk berzakat sesuai kewajiban dalam syariat agama dan kemudahan untuk memperoleh zakat bagi para mustahik menurut ketentuan agama.

Ketiga, mengamankan dana zakat yang dihimpun dan dikelola, baik oleh BAZNAS maupun semua Lembaga Amil Zakat sesuai prinsip kepatuhan syariah, legalitas, akuntabilitas, keadilan, kemanfaatan, dan kepatutan.

Tiga Konsentrasi Pengurus Baznas RI

Sementara itu, anggota BAZNAS RI dari unsur masyarakat Rizaludin Kurniawan berharap agar gerakan filantropi Islam berupa ZIS semakin meningkat, sehingga bisa memberikan kontribusi pada kesejahteraan dan keadilan sosial.

Ia menyampaikan tiga konsentrasi BAZNAS pada periode ini. Yaitu penghimpunan, penguatan kepercayaan dari masyarakat, dan menjadi lembaga zakat terbaik dan profesional. Menurutnya Komisi VIII DPR masih menyoroti tentang perhimpunan.

“DPR berharap penghimpunan zakat dapat terus ditingkatkan. Karena sekarang baru menyentuh 10 T. Padahal potensinya di atas 200 T. Kita mentarget bisa menyentuh 50 T,” ujarnya melalui sambungan telepon.

Ia menyebut bahwa dunia zakat adalah dunia kepercayaan. Maka, BAZNAS harus meningkatkan tingkat kepercayaan umat Islam untuk berzakat melalui amil resmi. Caranya adalah dengan pelaporan kepada muzakki dan publikasi program yang jelas.

Selain itu, menurut Rizal, penting bagi BAZNAS untuk menjadi lembaga terbaik baik pada tingkat nasional maupun internasional, mengingat Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

“Selain itu, ada isu pembenahan kelembagaan seperti peningkatan SDM, peningkatan IT, dan pendidikan amil & sertifikasi,” jelasnya kepada lazismu.org.

Rizal juga berharap agar seluruh penggerak zakat bisa bersinergi dan berkolaborasi dalam menggairahkan aktivisme zakat. Potensi yang besar dan kebutuhan mustahik di era pandemi menuntut organisasi penggerak zakat dan pemegang kebijakan lain untuk bersatu. Baik dari level perencanaan sampai pelaksanaan program.

Kolaborasi tidak hanya dilakukan oleh penggerak zakat, namun juga ormas, perguruan tinggi, hingga pemerintah dan anggota dewan di semua level. Banyak peraturan yang bisa dirumuskan oleh pemegang kebijakan baik legislatif maupun pemerintah. Contohnya, regulasi insentif untuk muzakki seperti zakat pengurang pajak.

Dalam hal pemilihan Anggota BAZNAS, ia menyampaikan bahwa ada 416 pendaftar anggota. Dari seluruh pendaftar, di saring menjadi 80, 40, 16, hingga terpilih 8 anggota dengan 6 tahapan proses seleksi. 

“Seleksi dimulai dari seleksi kesehatan, seleksi administrasi, seleksi psikologi, wawancara, uji kompetensi, dan presentasi di depan pansel dan DPR. Jadi prosesnya sangat panjang, serius, dan ketat. Tidak sekedar rekomendasi lalu terpilih. Proses seleksi sudah dilakukan sejak Desember 2019 dan baru selesai bulan Oktober 2020, lama sekali,” imbuhnya.

Reporter: Yusuf