Respon Bencana Banjir, MDMC Kab Pekalongan Dirikan 17 Unit Dapur Umum

08/03/2021

PEKALONGAN - Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Pekalongan mendirikan 17 unit dapur umum berbasis masjid dan mushola di beberapa titik banjir di Pekalongan.

MDMC Kabupaten Pekalongan sejak awal sudah melakukan respon tanggap darurat bencana banjir yang terjadi sejak awal Februari 2021.

Banjir yang terjadi di Kabupaten dan Kota Pekalongan menjadi bencana banjir yang cukup lama berlangsung karena sudah berlangsung lebih dari tiga minggu. Sementara daerah-daerah lain di jalur pantai utara Jawa Tengah dan Jawa Barat yang banjirnya terjadi bersama dan beriringan dengan banjir Pekalongan sudah lebih dulu surut. 

Berdasarkan laporan situasi tanggap darurat yang disusun oleh MDMC Kabupaten Pekalongan, ada 17 unit dapur umum berbasis masjid mushola dari total 35 unit DU yang didirikan selama masa tanggap darurat. Dari tujuh belas itu yang masih aktif sampai sekarang berjumlah 10 unit DU. 

Rofiansa Sulthon, Ketua MDMC Kabupaten Pekalongan mengatakan pemberdayaan jamaah masjid dan mushola dimaksudkan untuk mewujudkan masyarakat yang tangguh bencana dan mempererat persaudaraan sesama jamaah dalam menghadapi bencana. 

“Ini selaras dengan program Muhammadiyah untuk membentuk jamaah tangguh bencana. Juga untuk membuat para korban bencana tidak hanya pasrah saja tetapi ada yg bisa dilakukan dalam aktifitas bersama untuk mengatasi permasalahan, terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan dasar makan,” katanya. 

Disamping itu, menurut Sulthon jamaah masjid atau mushola yang ditempati dapur umum bisa mengetahui kebutuhan dari para penyintas yang mereka kelola sendiri. Mereka juga bisa lebih mudah dalam mengkoordinasikan segala kebutuhan atas jamaah tersebut dilapangan.

Sementara itu Fauzan Amin, Ketua Pos Koordinasi MDMC Kabupaten Pekalongan mengatakan pihaknya juga sudah melaksanakan berbagai layanan seperti psikososial dan layanan kesehatan, selain melaksanakan evakuasi warga dan pendistribusian bantuan logistik. 

“Kami menggelar layanan kesehatan di kurang lebih 9 titik pengungsian dari tanggal 26-28 Februari 2021 dengan tenaga kesehatan berasal dari RSIA Aisyiyah pekajangan, Klinik Pratama Aisyiyah Wiradesa, dan RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan. Sedangkan warga penerima manfaat berjumlah total 1078 jiwa,” katanya. 

Selain itu Fauzan menambahkan pihaknya juga melaksanakan pendampingan psikososial terutama bagi anak-anak penyintas banjir di pengungsian. 

“Pendampingan psikososial kami iringi juga dengan pembelajaran baca Al Qur’an bagi anak-anak,” imbuhnya. 

Sementara menanggapi rencana tindak lanjut pasca banjir surut nanti, Rofiansa Sulthon menyampaikan pihaknya akan segera melaksanakan evaluasi terhadap respon tanggap darurat yang sudah dilaksanakan. 

“Selain itu juga program pembersihan lingkungan AUM, rumah ibadah dan rumah penyintas. Kemudian pemeriksaan kesehatan dan program paket peduli banjir masih lanjut. Semua tentu atas dukungan Lazismu dan semua relawan Muhammadiyah Pekalongan dari unsur ortom serta amal usaha,” pungkasnya. 

Banjir Pekalongan ini menyebabkan 25 Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) terendam. Rinciannya adalah dari 18 mushola/masjid, 6 sekolah/TPQ dan 1 gedung Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM). Selama respon tanggap darurat, jumlah donasi yang sudah disalurkan bernilai total Rp. 235.011.000,-.