Semeru Masih Keluarkan Awan Panas, MDMC & Lazismu Lumajang Dirikan Posko

07/12/2020

LUMAJANG - Lazismu & Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Lumajang membuka posko layanan di titik kumpul Dusun Kamar Kajang, Desa Sumber Wuluh, kecamatan Candi Puro, Lumajang pada Minggu (6/12).

Posko ini berdampingan dengan posko dari BPBD dan LPBNU. Malam harinya, relawan di posko Muhammadiyah membagikan 330 paket makan malam untuk pengungsi.

Dilansir dari lazismujatim.org, Anggit, ketua MDMC Lumajang mengatakan bahwa pendirian posko di Dusun Kamar Kajang perlu dilakukan karena posko induk Muhammadiyah berada di Gedung Dakwah Muhammadiyah di tengah Kota. Karena jarak yang jauh dari Gunung Semeru, maka sulit untuk melakukan koordinasi dan pemantauan aktivitas Gunung Semeru.

“Kita putuskan untuk mendirikan posko di lokasi ini berdekatan dengan posko lain, seperti BPBD, LPBNU, dan lainnya” kata Anggit.

Menurut Kuswantoro, Fundraising Lazismu Lumajang, masyarakat yang terdampak pergi ke pengungsian hanya pada sore hingga pagi. Pada pagi hari, mereka kembali ke rumah masing-masing.

"Yang dikhawatirkan itu aliran lahar dingin di Semeru. Sungai-sungai di bawah Semeru itu tertimbun material vulkanik hingga 4-5 meter," ujarnya kepada lazismu.org.

Ia menyebut bahwa relawan yang tergabung di posko layanan, selain Lazismu dan MDMC, juga terdiri dari berbagai organisasi otonom Muhammadiyah Lumajang. "Nanti kalau terjadi letusan lebih besar, kami sudah menyiapkan posko yang lebih besar untuk pengungsian," imbuhnya melalui saluran telepon.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengatakan sebanyak 550 warga mengungsi setelah Gunung api Semeru mengeluarkan awan panas guguran, Selasa (1/12).

Raditya mengatakan, menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang berdasarkan data sementara pada Selasa (1/12/2020), pukul 09.00 WIB, pengungsian tersebar di dua titik, yaitu di pos pantau sebanyak 300 jiwa, sedangkan sisanya di Desa Supiturang.

Pada 1 Desember 2020 mulai pukul 01.23 WIB, teramati awan panas guguran dari kubah puncak, dengan jarak luncur 2 hingga 11 Km ke arah Besok Kobokan di sektor tenggara dari puncak Gunung Semeru.

"Status aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada level II atau waspada," ujarnya.

Lokasi yang berpotensi terdampak aktivitas vulkanik yaitu Desa Supiturang, Desa Oro-oro Ombo dan Rowobaung di Kecamatan Pronojiwo, serta Desa Sumberwuluh di Kecamatan Candipuro. Sejumlah desa tersebut berada Kabupaten Lumajang. (Yusuf)