Sosialisasi Hasil Survei, Lazismu Gelar Public Expose

26/02/2021

LAZISMU.ORG - Lazismu akan menggelar Public Expose atau publikasi hasil survei dan webinar strategi edukasi zakat bersama Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir dan Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat Prof. Hilman Latief, Sabtu (27/2) pukul 13.00 WIB secara virtual.

Selain itu, akan ada diskusi dari Sekretaris BP Lazismu Pusat Dr. Mahli Zainuddin, Direktur Puskas Baznas Dr. Moh. Hasbi Zaenal, Ketua Fatwa MTT PP Muhammadiyah Dr. Fuad Zein, Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah Fathurrahman Kamal, Ketua PP 'Aisyiyah Dra. Latifah Iskandar, Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Lincoln Arsyad, dan Direktur Lazismu Jawa Tengah Ikhwanushoffa.

Public expose ini bertujuan untuk mensosialisasikan Hasil Survei Indeks Literasi Zakat Warga Muhammadiyah yang telah dijalankkan Lazismu Pusat kepada para Amil Lazismu Nasional, Majelis Lembaga dan Ortom (MLO) PP Muhammadiyah, Warga Muhammadiyah secara  umum dan awak media, sekaligus mendiskusikan arah kebijakan strategis pendidikan zakat di Persyarikatan yang bisa dijalankan secara sinergis bersama Majelis Lembaga dan Ortom (MLO) PP Muhammadiyah.

Hal ini berangkat dari total potensi zakat di Indonesia tahun 2020 sebesar Rp. 233,84 triliun dengan porsi terbesar pada zakat penghasilan yaitu Rp. 139,07 triliun. Dalam realisasinya total jumlah penghimpunan nasional di tahun 2019 masih berada di angka Rp. 10.166,12 triliun.

Potensi Rp. 233,84 triliun tersebut meliputi Zakat Perusahaan sebesar Rp. 6,71 triliun, Zakat Penghasilan sebesar Rp. 139,07 triliun, Zakat Pertanian sebesar Rp. 19,79 triliun, Zakat Peternakan sebesar Rp. 9,51 triliun dan Zakat Uang Rp. 58,76 triliun. persentase sumber zakat paling besar masih didominasi oleh zakat penghasilan. 

Berdasarkan laporan realisasi penghimpunan zakat oleh Lazismu Nasional yang terdata tahun 2019 hingga pertengahan tahun 2020 sebesar Rp.239,003 milyar, maka dapat dikatakan realisasi penghimpunan belum optimal. 

Berdasarkan penelitian Bank Indonesia tahun 2018, selain faktor internal, eksternal dan sistem pengelolaan zakat, salah satu faktor penyebab belum optimalnya penghimpunan zakat di Indonesia yaitu rendahnya pemahaman/literasi masyarakat mengenai zakat itu sendiri (Ascarya: 2018). Oleh karena itu, kajian mengenai kontribusi aspek kognitif (pengetahuan) dalam keputusan berzakat masyarakat menjadi relevan untuk digali lebih dalam.

Maka, Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah melakukan pengukuran tingkat pemahaman zakat warga Muhammadiyah kepada 2.199 responden di 34 Provinsi yang tersebar secara proporsional berdasarkan database keanggotaan Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Pengambilan data dilakukan menggunakan survei indeks yang dikembangkan oleh Puskas Baznas (2019). Setelah melewati expert review Dewan Syariah Lazismu Pusat, survei kemudian disebarkan pada 16 September – 20 November 2020. 

Berdasarkan hasil pengukuran, nilai rata-rata Indeks Literasi Zakat Warga Muhammadiyah berada pada tingkat literasi menengah/moderate dengan nilai 76,58; lebih tinggi dari nilai Indeks Literasi Zakat Nasional yaitu 66,78. Adapun nilai rata-rata pengetahuan dasar zakat sebesar 78,88 dan nilai rata-rata pengetahuan lanjutan zakat sebesar 72,33. Data ini bisa menjadi literacy map untuk penyusunan program edukasi zakat di lingkungan persyarikatan.

Reporter: Yusuf