Status Tanggap Darurat Bencana, MDMC Indramayu Galang Dana untuk Korban Banjir

08/01/2021

INDRAMAYU - Sebanyak 3 kecamatan di Kabupaten Indramayu ditetapkan berstatus tanggap darurat bencana banjir selama 14 hari. 

Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Indramayu Yusron menyebut bahwa MDMC melakukan respon berupa pembagian obat penyakit ringan dan gatal-gatal, pembagian sembako bantuan dari Bupati Indramayu, dan juga menggalang dana bersama Lazismu Indramayu.

Adapun kebutuhan MDMC saat ini adalah air mineral, makanan, popok bayi, makanan bayi, selimut, dan obat-obatan. "Kondisi umumnya saat ini sudah kembali normal. Hampir sudah tidak ada genangan. Hanya saja kebanyakan merasa gatal-gatal," ujarnya melalui pesan tertulis.

Ke-3 kecamatan yang ditetapkan berstatus tanggap darurat antara lain Bangodua, Tukdana, dan Widasari, yang terendam air akibat Sungai Cibuaya meluap di tengah tingginya curah hujan, sejak Senin (4/1/2021). Status atas ke-3 kecamatan tersebut berlaku selama 5-19 Januari 2021 yang dituangkan melalui SK Bupati Indramayu Nomor : 366/Kep.3-BPBD/2021. 

"Kami tetapkan tanggap darurat untuk 3 kecamatan, yakni Tukdana, Bangodua, dan Widasari selama 14 hari," kata Plt. Bupati Indramayu, Taufik Hidayat, Rabu (6/1/2021). 

Keputusan itu sendiri dikeluarkan sebagai upaya untuk menggerakkan berbagai sumber daya dalam mengatasi banjir di 3 wilayah tersebut.

Banjir tersebut juga mengakibatkan debit air cukup besar hingga membuat Tanggul Rawa Bacin jebol. Aliran Sungai Cibuaya pun bertambah besar setelah mendapat limpahan air dari  tanggul tersebut. Air sungai kemudian meluap dan menggenangi permukiman warga. 

Dilansir dari ayocirebon.com, pemerintah Kabupaten Indramayu sejauh ini telah mendirikan posko dan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan para korban banjir. Pos kesehatan hingga pos relawan pun didirikan untuk membantu. 

"Kami juga meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) menormalisasi saluran dan peninggian tanggul di beberapa lokasi yang kritis," pintanya. 

Diketahui, selain pemukiman penduduk, banjir pula merendam ratusan rumah warga, jalan raya, hingga areal persawahan. Situasi itu sendiri telah membuat sejumlah korban banjir terserang penyakit, salah satunya di Kecamatan Widarasari. 

Penyakit pasca banjir setidaknya menyerang warga asal 2 desa, yakni Kongsijaya dan Widasari. Mereka terutama mengeluhkan gangguan pencernaan. Kepala Puskesmas Widasari, Juhaeriah menyebutkan, setidaknya 5 orang telah mendatangi posko kesehatan akibat gangguan pencernaan. Kondisi itu terjadi akibat mereka berada di atas genangan air sepanjang malam. 

"Tapi semua bisa kami tangani di posko kesehatan," ungkapnya.

Reporter: Yusuf