Tafsir, Ketua Muhammadiyah Jawa Tengah Tinjau Pengungsi Banjir di Pekalongan

11/02/2021

PEKALONGAN - Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah KH Drs Tafsir M.Ag meninjau lokasi para pengungsi banjir di Krapyak Lor Kota Pekalongan, Rabu (10/2).

Pengungsian bertempat di Masjid Al Huda. Tafsir disambut oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pekalongan Pasrum Afandi, didampingi Hasan Bisri anggota PDM, tim MDMC, dan jajaran pengurus organisasi otonom Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Hisbul Wathan serta Aisyiyah.

Di lokasi tersebut terdapat sekitar 85 warga pengungsi di Masjid Al Huda Kramat. Tafsir berdialog dengan pengungsi dan meninjau kebutuhan logistik dapur umum untuk 2882 jiwa pengungsi di 42 tempat pengungsian, sekaligus memberian bantuan logistik untuk keperluan dapur serta lauk siap saji Rendangmu.

Tafsir mengatakan bahwa bencana banjir merupakan bagian dari isyarat alam. Menurutnya, semua orang akan mengalami musibah, dan bagian dari musibah itu adalah karena kekurangpahaman kita merawat alam, juga ada yang salah dalam pengambilan kebijakan.

“Pasti ada yang salah ketika kita tertimpa musibah, musibah atau bencana itu semua faktor manusia maka kita harus sadar dan sabar untuk melaluinya yang sudah menjadi takdir Allah swt,” jelasnya.

Lebih lanjut Tafsir menjelaskan bahwa di samping banjir karena tingginya curah hujan, juga karena gagalnya masyarakat menjaga keseimbangan alam. Ketika hampir semua pohon dihabisi, ditebang tanda batas, tidak ada penggantinya, sementara perumahan semakin luas, ruang jalan aspal semakin meluas, sehingga ruang air semakin minim, tentu ini bagian dari kesalahan mengambil kebijakan.

Hadir pada kesempatan yang sama, Direktur  Lazismu Jawa Tengah Ikhwanushoffa, jajaran eksekutif Manager Teritori Agoes Alwi dan Manager Program Maya, didampingi Manager Fundraising Wahidin Hasan.

Usai memberikan semangat dan menyambangi para pengungsi Tafsir meninjau juga dapur umum di Masjid As-Shoghir Pekalongan Barat, sempat dialog dengan penjual sayur dan memborongnya, diteruskan kunjungan ke Posko MDMC Pencongan Wiradesa Kabupaten Pekalongan untuk mengecek stok logistik.

Selain Pekalongan, setidaknya ada 7 kabupaten/kota lain di Jawa Tengah yang dilanda banjir.

8 kabupaten/kota tersebut antara lain Kabupaten Grobogan, Kabupaten Pati, Kabupaten Kudus, Kota Semarang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Pekalongan, dan Kabupaten Batang. Selain banjir, Jawa Tengah juga dilanda bencana tanah bergerak di Purbalinga dan tanah longsor di Boyolali.

Bencana-bencana tersebut secara beruntut terjadi sejak akhir bulan Januari hingga saat ini.