Tanggap Bencana, Muhammadiyah Turunkan Relawan untuk Korban Longsor Sumedang

13/01/2021

SUMEDANG - Sejumlah tim medis, asesmen berikut tim evakuasi dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) diterjunkan dalam penanggulangan bencana longsor di dusun Bojongkondang desa Cihanjuang, Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Senin (11/1/2021).

Tanggap Bencana Relawan Muhammadiyah

Sekretaris MDMC Sumedang, Maman Koswara, didampingi Sekretaris MDMC Jabar Ade Irfan menyatakan, pihaknya diterjunkan ke lokasi bencana longsor sejak kemarin dan semua tim telah bergerak bahkan, bergabung dengan tim penanggulangan bencana lainnya. 

"Tim kami sudah bergerak sesuai dengan fungsi masing masing. Ada yang menangani medis, asesmen juga tim evakuasi di lokasi longsor bahkan, ada yang dilibatkan membantu logistik kebutuhan di lapangan hingga di dapur umum," ujarnya sebagaimana dilansir dari Times Indonesia.

Selain itu, sambung Maman, tim MDMC atau yang dikenal dengan Lembaga Penanggulangan Bencana Muhammadiyah, juga dilibatkan dalam penyaluran bantuan bagi korban bencana. 

"Sekarang upaya tanggap darurat tengah dilaksanakan. Kami pun bergerak dalam jangka panjang seperti, penanganan dampak sosial, kesehatan, hingga pemulihan ekonomi khususnya bagi warga terdampak korban longsor," terangnya. 

Lebih lanjut, Maman menjelaskan, bahwa penanganan pasca terjadinya longsor terhadap korban bencana bisa dua sampai tiga bulan kedepan. 

"Apalagi bagi anak anak keluarga korban bencana yang sudah mengalami trauma. Sehingga hal ini merupakan persoalan yang mesti ditanggulangi serius dan dukungan dari berbagai pihak," tandas Maman selaku Sekretaris MDMC Kabupaten Sumedang.

Dalam Laporan Situasi Bencana yang dikeluarkan oleh MDMC Kabupaten Sumedang, Selasa (12/1), relawan Muhammadiyah mendirikan Pos Layanan yang bertempat di Masjid Attaqwa, Jl. Parakan, Muncang, No 222 RT 1/3, Desa Sindang Pakuwong, Kecamatan Cimanggung.

Relawan Muhammadiyah juga melakukan pelayanan kesehatan oleh Tim Medis Lapangan. Penerima manfaat dari tim medis dari Universitas 'Aisyiyah Bandung tersebut antara lain14 laki-laki, 3 anak-anak, dan 43 wanita.

Kebutuhan Korban dan MDMC Sumedang

Melalui rilis tersebut, MDMC menjelaskan bahwa secara umum, warga masih membutuhkan logistik berupa makanan pokok dan obat - obatan, family kit seperti peralatan solat, bantal, selimut,  alas tidur, pakaian dalam; hygiene kit seperti sabun mandi, sabun cuci, handsanitizer, pasta gigi, sikat gigi, handuk, sampo; baby kit seperti popok, sabun, pakaian, selimut, minyak telon, susu formula, dan bedak.

Sementara itu relawan Muhammadiyah membutuhkan bantuan berupa atribut, jas hujan, sepatu bot, masker sensi dan biasa, kendaraan roda 2 & 4, obat-obatan, APD, HT, dan personil tambahan.

Tim relawan Muhammadiyah ini terdiri dari beberapa elemen, antara lain MDMC Jawa Barat 3 orang, MDMC Sumedang 4 orang, MDMC Jawa Tengah 5 Orang, Tim Relawan Cimanggung 18 orang, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cimanggung, Pimpinan Cabang 'Aisyiyah (PCA) Cimanggung , TIM Medis Universitas Aisyiyah Bandung 5 orang, dan KOKAM Kabupaten Sumedang 13 Orang

Hingga saat ini masih terdapat puing-puing sisa banjir yang memenuhi di sekitar rumah warga. Pemerintah Kabupaten Sumedang menetapkan Masa Tanggap Darurat sampai pada tanggal 29 Januari 2021.

 Reporter: Yusuf