Tanggul Jebol di Kudus , Ribuan Jiwa Terdampak

06/01/2021

Kudus - Banjir akibat tanggul Sungai Gelis yang jebol masih menggenang di Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Hingga kini ada puluhan rumah yang terendam banjir dengan ketinggian 10 sampai dengan 50 cm.

Dilansir dari detik, di RW 2 Desa Setrokalangan, Selasa (5/1) banjir masih terjadi dengan ketinggian yang bervariasi. Meski demikian, genangan air banjir mengalami penurunan drastis.

Tampak warga ada yang mulai membersihkan rumah setelah terendam banjir. Sedangkan akses jalan menuju Dukuh Karangturi Desa Setrokalangan masih terendam genangan air setinggi 30 cm. Jika sebelumnya area tersebut tidak bisa dilalui kendaraan, kini tampak sejumlah kendaraan sudah bisa melaluinya.

Kades Setrokalangan Didik Handono mengatakan sampai banjir di desanya sebagian besar sudah surut. Menurutnya hanya tersisa banjir di RW 2 ada puluhan rumah yang tergenang air dengan ketinggian 10 cm sampai dengan 50 cm.

"Ini Alhamdulillah berangsur surut, cuman ini ada rumah yang masih tergenang air. Sekitar 50 rumah dengan ketinggian variasi 10-50 cm. Terkhusus RW 2, Dukuh Setro Desa Setrokalangan," kata Didik sebagaimana dilansir dari Detik, Selasa (5/1/2021).

Dalam laporan situasi terkini yang dikeluarkan oleh Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kudus, bencana ini dirasakan oleh sekitar 2800 jiwa.

MDMC langsung bertindak dengan mendirikan Poskor PDB Muhammadiyah Kab. Kudus di Jl. KH Noor Hadi No.32 Kudus; Posyan PDB Muhammadiyah Setro Kalangan di Tawang, Kedungdowo, Kaliwungu, Kudus; dan Posko Pengungsian di SMP Muhammadiyah 2 Kudus. Jl. Ganesha No. 1027, Pasuruan Kidul, Jati, Kudus.

Selain itu, Menurut Nadif, Ketua Lazismu Kudus, Lazismu bersama MDMC membagikan 4500 nasi bungkus setiap hari untuk dua ribu penduduk di Setrokalangan dan Karangturi. Mereka berencana untuk membagikan jaminan hidup sebanyak seribu lima ratus paket.

“Kebutuhan yang mendesak adalah pengadaan perahu untuk respon banjir untuk kesiapsiagaan beserta armada pengangkutnya dan perlengkapan dapur umum,” ujarnya melalui pesan tertulis.

Ia menyebut masyarakat terdampak tetap berada di rumah masing-masing dan tidak mengungsi. “Sudah kondusif. Tidak ada pengungsian,” imbuhnya pada Selasa (5/1).

Reporter: Yusuf