Terendam Banjir, Relawan Muhammadiyah Jepara Dirikan Dapur Umum

04/02/2021

JEPARA -  Banjir yang merendam wilayah Desa Dorang, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara belum surut hingga Rabu (3/2) sore. Korban banjir banyak yang memilih bertahan di rumah meskipun telah disediakan tempat pengungsian. 

Tercatat sekitar 900 rumah di Desa Dorang terendam banjir akibat luapan Sungai Serang Welahan Drainase (SWD). Ratusan rumah yang terdampak tersebar di Dusun Tapen, Dusun Gempol, dan Dusun Dorangkidul. Korban banjir mulai resah karena banjir tak kunjung surut dan bahkan semakin meluas.

Sebagian ada yang mengungsi karena rumahnya sudah tak nyaman ditempati. Namun sebagian warga lainnya bertahan di rumah dengan alasan menjaga barang-barang. “sebagian barang di atas, kalau kena air kan bisa jatuh,” kata Sukamto, korban banjir. 

Turut memberikan bantuan, Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) 'Aisyiyah Jepara mendirikan dapur umum bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Lazismu Jepara.

Dapur umum didirikan pada hari Selasa (2/2) di kompleks masjid At Taqwa, Dorang, Nalumsari, Jepara dengan dukungan dari Majelis, Lembaga, dan Organisasi Otonom yang ada di Jepara.

Riana, koordinator lapangan LLHPB Dorang mengucapkan terima kasih atas bantuan dari elemen relawan Muhammadiyah. Elemen yang ikut membantu pendirian dapur umum antara lain Pemuda Muhammadiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Hizbul Wathan, Tapak Suci, dan lain-lain.

“Alhamdulillah sudah ada yang menyanggupi 400 bungkus nasi untuk sarapan yang akan didistribusikan ke lokasi bencana dan masih banyak bantuan yang sudah dan akan dikirimkan segera oleh para warga Muhammadiyah dan simpatisan. Semoga bermanfaat,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Lazismu Jepara Rahmi Yunawati menyebut bahwa sejak hari pertama banjir, Lazismu bersama MDMC dan relawan Muhammadiyah lain langsung membantu.

"Dapur umum yang mendirikan MDMC, yang memasak ibu-ibu LLHPB, dan dana dari Lazismu. Alhamdulillah posko, posyan, dan DU semua unsur Muhammadiyah terlibat. One Muhammadiyah one respon," ujarnya kepada lazismu.org

Ervina, salah satu relawan dari unsur Ikatan Pelajar Muhammadiyah menyebut bahwa pagi ini kondisi sudah membaik. "Alhamdulillah sudah mulai surut meskipun masih ada yang mengungsi," ujar Ervina, Kamis (4/2).

Reporter: Yusuf