sumber: pwmu.co

Terjadi Longsor di Lumajang, Lazismu & MDMC Adakan Baksos

10/10/2020

LUMAJANG - Pada hari Kamis (1/10) dinihari terjadi longsor di Kecamatan Pronojiwo dan Tempursari, Lumajang, Jawa Timur. Longsor ini mengakibatkan 41 rumah rusak ringan dan jalan tertutup material longsor sepanjang 50 m.

Menurut data yang disampaikan melalui situs resmi Kementerian Kesehatan, tidak ada korban jiwa dan korban luka dalam peristiwa ini. Sementara itu, Lazismu Lumajang bersama dengan Muhammadiyah Disaster Management Center melakukan bakti sosial di lokasi bencana pada Kamis (8/10).

Sebagaimana dilansir dari pwmu.co, Lazismu bersama dengan MDMC membagikan paket sembako kepada dua puluh lima warga yang terdampak bencana tanah longsor. Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Kaliuling menyatakan terimakasih atas respon cepat dari Lazismu dan MDMC. 

Menurut keterangannya, tanah longsor didahului dengan hujan deras selama lima jam. Longsor baru terjadi pada pukul 01.00 WIB dinihari dan menimpa 32 rumah. Sebagian rusak ringan dan berat. 

“Kasihan warga karena dalam kondisi pandemi desa kami dilanda bencana tanah longsor. Alhamdulillah Lazismu dan MDMC Lumajang segera turun untuk mendistribusikan bantuan sembako,” ujarnya.

Kepala Desa Kaliuling, Peni Tumitah menyampaikan terima kasih atas kegiatan baksos yang diselenggarakan oleh Lazismu dan MDMC Lumajang.

"Terima kasih atas kepeduliannya kepada warga kami yang sangat membutuhkan bantuan. Apalagi dalam kondisi pandemi. Desa Kaliuling bekerjasama dengan Lazismu tidak hanya sekali ini saja. Tahun lalu Lazismu menangani warga kami yang membutuhkan kaki palsu," paparnya.

Menurutnya Desa Kaliuling sangat terbantu dengan kegiatan sosial yang di lakukan oleh Lazismu Lumajang. Ia mendoakan agar Lazismu semakin bermanfaat bagi masyarakat.

"Mudah-mudahan semakin banyak para donaturnya sehingga bisa semakin banyak juga yang terbantu. Mari berdayakan umat dengan zakat, infaq dan shadaqah melalui Lazismu," ajaknya.

Dia menambahkan dalam bencana longsor ini ada sembilan titik jalan yang tertutup material longsor.

"Ada tiga puluh dua rumah warga yang juga tertimpa tanah longsor dan itu semua sudah ditangani dengan baik oleh pihak Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui BPBD," jelasnya.

Posisi Desa Kaliuling memang di daerah pegunungan sehingga rawan longsor ketika hujan dengan intensitas tinggi. Menurut Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Wawan Hadi Siswoyo, daerah Lumajang bagian selatan memang berpotensi longsor.

Sebagaimana dilansir dari konfirmasitimes.com, ia mengatakan bahwa wilayah Kecamatan Candipuro yang berbatasan dengan Kecamatan Pronojiwo berpotensi tinggi. Maka, ia menghimbau masyarakat agar berhati-hati ketika melewati daerah-daerah tersebut. (Yusuf)