UMKM

Terjerat Riba, Mantan Pendiri EO Band Punk ini Hijrah Dirikan UMKM

Donasi Sekarang

Terjerat Riba, Mantan Pendiri EO Band Punk ini Hijrah Dirikan UMKM

03/05/2019

Sragen – LAZISMU. Gilang Artiawan, dulu adalah pendiri EO (Event Organizer) Band Punk Muda Kreatif di Sragen. Selain pernah menjadi EO, Gilang juga aktif menjadi pemain band dalam event anak punk. Di grup bandnya ia bermain sebagai gitaris sekaligus vokalis.

 

Kini dunia Punk telah ditinggalkannya, Gilang telah hijrah menjalani kehidupan baru bersama Komunitas Hijrah Sindrom. Seperti dikisahkan Gilang, titik baliknya hijrah ketika ia bermain band melihat orang-orang tak sadarkan diri karena minuman keras dihadapannya dengan tingkah laku tak wajar.

 

Tak kuat dengan kondisi itu, ia memutuskan untuk membubarkan EO yang dibentuknya dan keluar dari bandnya. Selang berapa waktu ia melihat teman-teman punk-nya dulu mulai kembali belajar agama. Melihat pemandangan yang tak biasa itu, Gilang memutuskan bergabung untuk belajar agama lewat komunitas yang ditemuinya.

 

"Kalau dihitung-hitung, saya lebih banyak rasa bersalahnya dibandingkan mereka yang ikut acara punk. Mereka mungkin hanya ikut acara kemudian mabuk-mabukan. Sedangkan saya sendiri EO-nya. Saya yang mengajak mereka dan saya juga ikut terbebani dosa mereka semua," ungkap Gilang kepada amil Lazismu.

 

Selain bergiat di EO, Gilang juga memiliki usaha sablon dan cutting stiker yang bernama Free Youth Screenprinting di Sidorejo, Sragen Wetan, yang dirintisnya pada 2012. Gilang mengisahkan, saat menjalankan usaha ini serba tidak tenang. Mungkin karena saya membangun usaha ini dengan jalan yang keliru.

 

Walaupun usahanya terlihat agak besar tapi sebenarnya hutang saya dimana-mana. Setelah tahu ancaman riba setiap ada penghasilan saya kasihkan untuk pembayaran hutang. “Mungkin karena efek riba itu saya harus mengeluarkan biaya yang tidak masuk akal seperti beberapa mesin produksi yang rusak secara bersamaan dan ditambah lagi harus membayar biaya kontrakan,” pungkasnya.

 

Gilang tergolong pemuda cekatan, melihat kondisinya Lazismu Sragen berharap ruang kreativitasnya tidak berhenti begitu saja. Ia harus diberikan ruang dan tempat untuk membuka usaha baru lainnya.

 

Karena itu, Staf Program Lazismu Sragen, Tommy Arisaputra, membantu kelancaran usaha Gilang melalui program QH dengan bekerjasama dengan BMT Hira pada Senin (4/3/2019). Gilang pun menandatangani surat persetujuan Progam Qardu Hasan (QH) dari Lazismu Sragen bersama  Baitul Maal wa Tanwil (BMT) Hira.

 

"QH adalah bantuan modal usaha berupa pinjaman dengan bunga 0%. Penyaluran bantuan ini adalah sebagai bentuk kepedulian Lazismu Sragen kepada anak punk yang telah berhijrah sekaligus memajukan UMKM Sragen. (ls)