Tiga Kunci Sukses Lazismu Al Ummah Himpun Dana Hampir Dua Miliar Per Tahun

02/01/2021

BANJARMASIN - Lazismu Kantor Layanan Al Ummah adalah kantor Layanan yang berada di bawah Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Al-Ummah, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kantor Layanan ini bisa menyerap dan menyalurkan dana ZIS lebih dari satu miliar rupiah per tahun.

Pada tahun 2019, dana yang berhasil dihimpun oleh KL Lazismu Al Ummah hampir mencapai dua miliar rupiah. Tahun sebelumnya, Lazismu Al Ummah bisa menghimpun dana hingga satu koma empat miliar rupiah.

Sementara itu, untuk tahun 2020, karena terdampak pandemi, Al Ummah berhasil menghimpun sekitar delapan ratus juta rupiah. Dalam sebuah kajian, dengan mendatangkan seorang dai dari Palestina, Lazismu Al-Ummah dalam satu -malam berhasil mengumpulkan dana hingga Rp. 850.000.000,-.

Miftah Farih, Ketua Lazismu yang beralamat di Lantai Dasar Masjid Al-Ummah, Jl. Arjuna VI No. 2, RT 22. Kom. Bumi Pemurus Permai, Pemurus Dalam, Banjarmasin Selatan ini menyebutkan beberapa rahasia Lazismu Al Ummah sehingga bisa melakukan fundraising dengan cukup baik.

Tiga Kunci Sukses Lazismu Al-Ummah

Pertama, kepercayaan dari masyarakat. Kedua, edukasi tentang zakat. “Banyak orang yang ketika disodorkan dengan penderitaan orang lain, dia merasa tergugah. Dia langsung ingin membantu. Padahal itu kan sunnah karena berupa infak dan sodaqoh. Di sisi lain, orang tersebut lupa tidak menunaikan zakat. Ada yang berinfak hingga 30 juta tapi tidak berzakat. Maka kami punya tanggung jawab untuk memberikan edukasi tentang zakat,” ujarnya melalui saluran telepon.

Miftah menyebut bahwa ketika orang-orang kaya yang rajin berinfak namun tidak memperhatikan zakat tadi mulai teredukasi, zakat yang mereka keluarkan cukup besar. Ada aghniya’ yang memberikan tanah, mobil operasional, dan lain-lain ke Lazismu Al Ummah.

“Maka kuncinya kita harus meyakinkan nilai zakat itu sendiri. Jangan sampai yang sunah dijalankan tetapi yang wajib ditinggalkan. Ketika ada tamu yang datang ke Lazismu Al Ummah, kita tidak hanya menerima dana sedekah. Tetapi kita juga berikan penjelasan tentang zakat,” imbuhnya.

Menurut Miftah, seorang amil tidak hanya bertanggung jawab untuk membebaskan 8 asnaf yang ada di dalam Alquran. Tetapi juga bertanggung jawab untuk memerdekakan para aghniya’ dari sebagian hartanya yang merupakan hak orang lain.

Ia menyebut bahwa muzakki yang menyalurkan zakatnya melalui Lazismu Al Ummah berasal dari berbagai daerah di luar Banjarmasin, bahkan warga dari ormas di luar Muhammadiyah. Menurutnya, kelemahan LAZ yang lain adalah tidak memberikan edukasi yang masif tentang zakat sehingga banyak yang memilih Lazismu Al Ummah.

“75% muzakki dari ormas lain. Di 13 Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan, hampir semuanya ada muzakki yang menyalurkan zakatnya ke kami,” terang Miftah dengan penuh semangat.

Ketiga, laporan. Seluruh penyaluran Lazismu Al Ummah selalu dilaporkan dan bisa diakses secara langsung oleh masyarakat di laman resmi Lazismu Al-Ummah. Transparansi adalah salah satu tanggung jawab amil terhadap masyarakat.  Selain itu, saldo Lazismu Al-Ummah selalu dihabiskan setiap bulan untuk program-program yang terukur.

Penyaluran Dana ZIS

Setiap bulan, Lazismu Al Ummah menyalurkan seratus lima puluh paket sembako. Pada bulan Desember, Lazismu Al Ummah menyalurkan tiga ratus paket sembako. Paket sembako berisi mie instan, minyak, gula, teh, kerupuk, dan lain-lain.

Selain itu, Lazismu Al Ummah juga memberikan bantuan kerupuk kepada delapan pedagang bubur di sekitar Banjarmasin. Penyaluran kerupuk tidak hanya dilakukan satu kali, namun selalu disalurkan setiap stok kerupuk pedagang habis.

Kerupuk dalam kemasan sepuluh Kg juga disalurkan kepada enam puluh dua penerima manfaat. Sedangkan kerupuk dalam kemasan setengah Kg disalurkan kepada lima ribu penerima manfaat. Penerima manfaat tersebar mulai dari panti asuhan, mustahik penerima paket sembako rutinan, korban bencana, korban kebakaran, jamaah masjid, dan tentunya penjual bubur.

Dalam penguatan UMKM, Lazismu Al-Ummah memiliki lima UMKM binaan yang dibina sejak dari nol. Lazismu Al-Ummah memberikan modal awal, memberikan bantuan pokok untuk kebutuhan keluarga, dan memberikan pendampingan hingga bisa memberikan penghasilan untuk pelaku UMKM.

Dalam perjalanannya, setelah mendapatkan modal awal, UMKM binaan selalu membutuhkan dana stimulan tambahan. Maka, Lazismu Al-Ummah dengan ringan hati memberikan dana kedua. Setelah dana kedua diberikan, para pelaku UMKM relatif sudah mapan dengan usahanya masing-masing. UMKM yang dibina antara lain usaha tambal ban, konter HP, dan lain-lain.

Miftah menjelaskan bahwa Lazismu Al-Ummah juga memberikan Beasiswa Mentari kepada dua belas anak yang setiap bulan mendapatkan bantuan dana. 12 penerima manfaat ini tersebar di Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, dan Muhammadiyah Boarding School Magelang, Jawa Tengah.

“Ada empat yang sudah hampir wisuda. Semoga beasiswa dan semua bantuan yang diberikan oleh Lazismu bisa bermanfaat untuk banyak orang,” tutupnya.

Reporter: Yusuf