Wakil Walikota pekanbaru Resmikan Kantor Layanan Lazismu Masjid Nur-Annas

18/02/2021

PEKANBARU - Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi, S.Si resmikan Kantor Layanan Lazismu (KLL) Masjid Nur-Annas di Jalan Simpang Jengkol, RT 002/ RW 005, Kelurahan Sialang Sakti, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Minggu (14/2).

Ayat Cahyadi menyampaikan bahwa lembaga zakat infaq dan sedeqah harus mendapatkan izin pembentukan dari pemerintah sesuai dengan undang-undang Nomor 23 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Zakat, Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Zakat dan Peraturan Menteri Agama Nomor 52 Tahun 2014 tentang Syarat dan Tata Cara Perhitungan Zakat Mal dan Zakat Fitrah Serta Pendayagunaan Zakat Untuk Usaha Produktif.

Ia mendorong nantinya zakat yang terhimpun bisa membantu upaya pengembangan ekonomi produktif.

"Untuk langkah awal tentu pengurus Lazismu harus memetakan terlebih dahulu potensi masyarakat disekitar Masjid itu. Semoga juga dapat bekerjasama dengan Pemerintah Kelurahan dan Kecamatan setempat," pungkasnya.

Samsuri, Ketua Masjid Nur Annas menjelaskan bahwa tujuan dibentuknya KLL Masjid Nur Annas adalah agar penerimaan dan pengelolaan dana zakat infak dan sedekah di Masjid Nur Annas bisa legal sesuai dengan peraturan undang-undang.

“Kami ingin di Masjid Nur Annas ini amilnya itu ditunjuk oleh lembaga zakat, dan itu ada SK nya dan berbadan hukum,” jelasnya.

Sementara itu Direktur Lazismu Pekanbaru Agung Pramuryantyo, S.Fil berharap dengan dibukanya KLL di Masjid Nur Annas bisa memberikan kemudahan dan manfaat bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat dikawasan perumahan ini, artinya memudahkan bagi mereka yang ingin menunaikan kewajiban zakat, infak dan sedekahnya. Nantinya dana ini akan disalurkan kepada masyarakat di kawasan Masjid Nur Annas,” jelasnya.

Indah Vidya Astuti S. STP sebagai Camat Tenayan Raya berharap dengan dibentuknya kantor layanan tersebut bisa tepat sasaran.

“Penyaluran zakat ini lebih tepat sasarannya karena kita melihat kondisi masyarakat yang ada disini rata-rata diperumahan dan diluar perumahan namun rata-rata beda digaris kemiskinan,” ungkapnya.