Wardah Bersama Lazismu Bangun Sanitasi Pondok Pesantren Ahmad Dahlan Sipirok, Tapanuli Selatan

02/10/2020

TAPANULI SELATAN - Pondok Pesantren Ahmad Dahlan Sipirok yang terletak di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara didirikan sebagai hasil Tanwir PP Muhammadiyah pada tahun 1961. Pondok Pesantren ini mulai eksis berdiri pada tahun 1962, kemudian diserahkan pendiriannya kepada Pimpinan Muhammadiyah Tapanuli pada saat itu dan dilaksanakan oleh Muhammadiyah Cabang Sipirok.

Dengan usia yang cukup panjang, Pondok Pesantren Ahmad Dahlan mengalami pasang surut sehingga upaya untuk pengembangan fasilitas menjadi terkendala. Maka banyak gedung dan fasilitas lain yang perlu untuk diperbaiki.

Lazismu bersama dengan Wardah mengadakan program pembangunan sanitasi di Pondok Pesantren ini. Program ini mulai dilaksanakan pada Jumat (2/10) dan dibuka dengan kegiatan Peletakan Batu Pertama secara daring. Dalam kegiatan ini hadir secara daring Nurhayati Subakat, owner Wardah; Hilman Latief, Ketua Lazismu Pusat; Agus Sani, Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara; Zulfahmi, Ketua PDM Tapanuli Selatan; dan Tamrin Hasibuan, Pimpinan Pondok Pesantren Ahmad Dahlan Sipirok.

Tamrin Hasibuan, Pimpinan Pondok Pesantren Ahmad Dahlan Sipirok mengucapkan terimakasih karena telah mengadakan program yang cukup tepat. Ia berharap semoga seluruh jerih payah berbagai pihak dalam kegiatan ini dicatat sebagai kebaikan.

Zulfahmi, Ketua PDM Tapanuli Selatan menyampaikan bahwa selama ini ada beberapa keluhan orang tua atau wali murid. “Namun, kami selalu berusaha agar bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik. Kami juga akan mengawal pembangunan secara langsung. Selama ini, rasanya kami tidak diperhatikan, ternyata sangat diperhatikan,” ujarnya dalam sambutan secara daring.

Ia menyebut bahwa perkaderan yang efektif salah satunya berada di pesantren. Alumni-alumni Pondok Pesantren ini diharapkan agar mampu menjadi kader-kader amar ma’ruf nahi munkar di seluruh wilayah di Indonesia.

Sementara itu, Yaumil Fauzi, tim Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara menunjukkan kondisi kamar mandi dari Pondok Pesantren Ahmad Dahlan Sipirok. Kamar mandi yang dindingnya terbuat dari papan kayu sudah banyak lepas, ditambah lagi dengan atap yang juga bocor di berbagai tempat. Selain itu, aliran air juga tidak terlalu lancar. Sehingga bak banyak yang kosong.

Yaumil Fauzi mengatakan bahwa timnya akan membangun total 41 kamar mandi, tempat mencuci pakaian dengan 30 kran, dan bak air yang dapat menampung 36000 liter air. Mereka juga akan membuat tembok penahan tanah agar tidak terjadi longsor.

Agus Sani, Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara berharap bahwa program awal ini bisa berjalan dengan baik. Ia akan berusaha untuk membangun jejaring sehingga mampu memberikan kebermanfaatan khususnya kepada Pondok Pesantren Ahmad Dahlan Sipirok.

Nurhayati Subakat, Owner Wardah mengatakan bahwa program ini sangat tepat sasaran. Ia berharap kedepannya akan membuat santri menjadi lebih semangat sehingga menghasilkan santri yang baik dan bermanfaat. 

“Ada 5 karakter yang mendukung kesuksesan Wardah. Antara lain karakter ketuhanan, kepedulian, kerendahan hati, ketangguhan, dan inovasi. 5 karakter itu mengantarkan Wardah menjadi korporasi kosmetik terbesar di Indonesia,” jelasnya.

Dalam kegiatan ini, Hilman Latief mendapatkan kesempatan untuk memberikan sambutan di akhir kegiatan. Dalam sambutannya ia menyebut bahwa ini adalah perjalanan panjang sejak tahun lalu.

“Akhirnya kita mengambil kesimpulan bahwa ada beberapa program yang bisa dilaksanakan dan itu masuk ke program prioritas. Upaya kami menggandeng perguruan tinggi sudah dilakukan beberapa kali karena kaitannya dengan pelaksanaan program secara professional. Kami sudah melakukan di Palu dan Surabaya yang pelaksanaannya bekerjasama dengan Perguruan Tinggi Muhammadiyah,” ujarnya.

Lazismu memiliki program khusus sanitasi yang dikaitkan dengan SDG’s. Misalnya program sanitation and clean water. Pada tahun 2020, program Lazismu dengan Wardah antara lain Beasiswa Sang Surya dan Beasiswa Mentari untuk 250 orang, bantuan untuk guru honorer 250 orang senilai 750 juta. (Yusuf)