[{"blog_id": "blog.blog(2,)", "name": "JAKARTA", "subtitle": "Kagum akan kerja dan kesolidan Lazismu-MDMC", "program_id": "8", "wilayah_id": "11", "post_date": "2019-01-03 08:35:50", "description": "\u201cSaya tidak terbayang bila tidak ada mdmc dan lazismu, bagaimana kami bisa menangani para korban bencana. Kami sendiri korban, panik, dan bingung tidak tahu apa yang harus diperbuat saat banyak masyarakat sekitar datang ke kampus minta tolong\u201d, ucap Rektor Unismu Palu Dr. Radjinra MM dengan nada sedih.\nSehari setelah kejadian, kami hanya berdua dengan dekan fakultas ekonomi pak Burhanudin yang sekaligus ketua Lazismu Sulteng. Setelah kami mengungsikan keluarga dengan aman, kami kembali ke kampus.\n\nSaat itu lampu padam, alat komunikasi mati, air tidak ada, tapi para pengungsi terus berdatangan ke kampus, dan isu penjarahan dimana-dimana, tambah pak Radjiran.", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=33&field=image&unique=03062019084552"}, {"blog_id": "blog.blog(18,)", "name": "Lazismu Sasar Duafa Selama 365 Hari Melalui Program LAPD", "subtitle": false, "program_id": "3", "wilayah_id": "16", "post_date": "2019-01-18 13:31:43", "description": "Surabaya \u2013 LAZISMU. Tim Amil Lazismu Kota Surabaya pada rabu, 23 Januari 2019, mendatangi rumah penerima manfaat program Lazismu Aksi Peduli Duafa (LAPD) dengan tema One Day One Recipient (Satu Hari Satu Penerima Manfaat).\nSeorang anak yatim bernama Tina, yang lahir di Sumenep, 17 tahun lalu saat ini bersekolah di SMK Adhika Wacana Keputih kelas XI menerima manfaat program LAPD. Ayahnya telah berpulang pada 2012 karena sakit liver. Tina tinggal serumah bersama ibunya, Nurul Qomariyah (60) dan adiknya Ahmad Sauki.\nKetua Lazismu Kota Surabaya, Sunarko, menuturkan, penerima manfaat adalah Tina Damayanti Putri dari Sukolilo Lor, RT 001/RW 003, Kelurahan Sukolilo Baru, Kecamatan Bulak.\nNurul Qomariyah, sudah lansia, menjadi orang tua tunggal. Ia bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari dan biaya sekolah anak-anaknya sebagai pembantu rumah tangga. \u201cSebagai buruh cuci di perumahan TNI AL Kenjeran dengan penghasilan Rp. 500 ribu tiap bulan,\u201d kata Sunarko.\nTina dan ibunya sangat berterima kasih atas bantuan dari Lazismu. \u201cSemoga donatur Lazismu selalu diberikan sehat dan kelapangan rizki yang melimpah, kami berharap Lazismu bisa membantu berupa beasiswa untuk buah hatinya,\u201d ujarnya.\nSunarko menjelaskan, LAPD adalah program 365 hari, melalui aksi peduli kepada mereka yang papa dengan datang langsung ke perumahan warga di sudut-sudut gang kecil untuk memberikan bantuan sembako senilai Rp. 150 ribu di luar bulan Ramadhan. (sn)\n\n", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=38&field=image&unique=03062019001614"}, {"blog_id": "blog.blog(31,)", "name": "MDMC Dirikan Huntara Di Palu, Gubernur Sulteng Resmikan Peluncurannya", "subtitle": false, "program_id": "10", "wilayah_id": "27", "post_date": "2019-03-05 18:22:17", "description": "Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulawesi Tengah, Moh. Hidayat Lamakarate secara resmi meluncurkan pembangunan hunian sementara (huntara), untuk korban bencana alam gempa bumi, tsunami dan likuifaksi, yang dibangun oleh Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), di Pos Pelayanan MDMC Kelurahan Pantoloan, Sabtu (10/11/2018).\nSecara khusus, Hidayat yang juga ditunjuk Gubernur menjadi Ketua Tim Percepatan Penanganan Bencana Sulteng, menyampaikan apresiasinya kepada MDMC yang telah membantu pemerintah dalam penanganan bencana di Sulteng, sejak masa tanggap darurat hingga masa transisi saat ini.\nDi antara waktu di saat sebagian yang lain sudah pulang, saudara-saudara MDMC masih berada di tengah-tengah kita. Pada tahapan ini kebutuhan-kebutuhan masyarakat bukan lagi sembako, tapi juga hunian, MDMC kembali lagi berpartisipasi menyiapkan seribu tempat untuk masyarakat kita,\u201d kata Hidayat.\nIa mengingatkan, pembangunan huntara untuk masyarakat sebagaimana yang disepakati antara pemerintah dan beberapa NGO, walaupun sifatnya sementara namun harus memenuhi unsur kelayakan serta dilengkapi dengan beberapa fasilitas, di antaranya MCK dan instalasi air bersih yang memadai.\nKetua Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) MDMC PP Muhammadiyah, Budi Setiawan, yang hadir langsung pada launching tersebut menegaskan, pihaknya menginginkan huntara yang dibangun menjadi rumah sehat dan dapat dihuni dengan baik oleh masyarakat.\nSebelumnya, kata Budi, pada penanganan bencana di Lombok MDMC memprogramkan pembangunan sebanyak 694 huntara sekaligus sekolah TK permanen. Di Sulteng, MDMC memprogramkan pembangunan 1.000 huntara bagi para penyintas bencana, yang tersebar di beberapa titik Pos Pelayanan MDMC di Kota Palu, Sigi dan Donggala.\n\u201cTerima kasih kepada pihak-pihak terkait, PW Muhammadiyah, pemilik lahan, dan utamanya dukungan dari pemerintah,\u201d ujar Budi. (sumber: paluekspres)\n", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=39&field=image&unique=01202019141206"}, {"blog_id": "blog.blog(4,)", "name": "Tiba di Mesir, Fahmi Penerima Beasiswa Lazismu Ucapkan Terima Kasih di Depan Masjid Al-Azhar", "subtitle": false, "program_id": "2", "wilayah_id": "14", "post_date": "2019-03-05 18:26:14", "description": "Kairo \u2013 LAZISMU. Calon mahasiswa baru Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir dari Indonesia, Fahmi Miftah Muwaffaq memegang spanduk berukuran 80 cm x 50 cm, pada Jum\u2019at 14 November 2018 di Masjid Al-Azhar setelah salat Jum\u2019at. Spanduk itu bertuliskan \u201cTerima kasih Lazismu Sragen dan Universitas Al Azhar Kairo, Mesir.\u201d Fahmi adalah salah satu penerima beasiswa Lazismu Sragen yang diterima sebagai mahasiswa Universitas Al- Azhar Mesir.\u201dHari Jum\u2019at, 7 Desember 2018 kemarin saya sudah sampai di bandara. Setelah itu langsung diarahkan ke asrama,\u201d ujar Fahmi. Ia menambahkan di hari Senin, 24 Desember 2018, Fahmi akan menjalani Tahdid Mustawa yakni ujian penentuan level berbahasa Arab bagi calon mahasiswa baru non-Arab. \nTahdid Mustawa tersebut dilakukan untuk mengetahui tingkat bahasa Arab calon mahasiswa baru sebelum dinyatakan secara resmi menjadi mahasiswa di Universitas Al-Azhar.\nKetika pertama kali menginjakkan kakinya di Mesir, Fahmi mengaku dirinya akan terus bersemangat dan bersyukur. Ia menjelaskan Fahmi meski sedikit nerveous karena belum ada bayangan nanti di Mesir bagaimana, dan ia juga belum tahu lingkungan di Mesir seperti apa.\nSehingga ia akan berusaha lebih adaptif di lingkungannya saat ini. \u201cSelain nerveous saya juga bersyukur kepada Allah Ta\u2019ala. Karena telah diantarkan ke negerinya para nabi,\u201d terangnya. (ls)\n", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=42&field=image&unique=01202019142451"}, {"blog_id": "blog.blog(33,)", "name": "Uswatul Hasanah Terima Beasiswa 1000 Sarjana, Mahasiswi Duafa yang Hafal Al-Qur\u2019an", "subtitle": false, "program_id": "2", "wilayah_id": "29", "post_date": "2019-01-19 01:54:17", "description": "Parepare \u2013 LAZISMU. Uswatul Hasanah, demikian ia biasa disapa, mahasiswa yang terdaftar di Universitas Muhammadiyah Parepare, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Program Studi Pendidikan Biologi semester 1 ini dikenal juga sebagai penghafal Al-Qur\u2019an. Asalnya dari Enrekang, memiliki kecintaan terhadap Al-Qur\u2019an dan berusaha menghafalnya dari kecil.\nSekarang sudah tembus 30 juz, ini berkat motivasi dan dorongan orang tua di kampung meski hanya seorang petani. Ayahnyaingin anaknya memahami dan menghafal Al-Qur\u2019an dengan baik. Kini harapan itu telah tercapai. Uswatul Hasanah sementara menempuh kuliah di Universitas Muhammadiyah Parepare.\nSaat ini diberikan kesempatan oleh Lazismu Parepare untuk mengikuti Program beasiswa 1000 Sarjana. Program Lazismu ini diberikan kepada setiap anak bangsa yang berprestasi dari kalangan keluarga tidak mampu. Setelah melalui seleksi berkas dan wawancara maka berdasar kriteria, beasiswa ini diberikan secara penuh kepada Uswatul Hasanah dengan kriteria tambahan antara lain, senantiasa menjaga, memelihara dan meningkatkan hafalan Al-Qur\u2019annya.\nKedua bersedia membantu dan menjadi Duta Zakat Lazismu pada program Fundraising Lazismu Parepare, ketiga, bersedia ditugaskan menjadi pembina tahfidz pada sekolah binaan SD Muhammadiyah 4 Parepare. Demikian ungkap Saiful Sekretaris Lazismu, pada saat penyerahan bantuan beasiswa Jumat, 4 Januari 2019 di Kantor Lazismu.\nItem pembayaran yang ditanggung Lazismu berupa pembayaran SPP, Pembangunan, pembayaran Lab dan lainnya dengan mekanisme pencairan, bahwa setiap jadwal pembayaran penerima beasiswa wajib menyetor item pembayaran berdasar slip yang tertera.\nIntinya beasiswa ini kami salurkan untuk membantu mahasiswa untuk mendapatkan pendidikan yang layak, sekaligus memotivasi buat mahasiswa yang lain untuk lebih giat belajar, ungkap Erna Rasyid Taufan selaku Ketua Lazismu Parepare kepada tim media Lazismu.\nUswatul Hasanah usai menerima beasiswa menghatur syukur kepada Lazismu Parepare yang memberi kesempatan kepadanya menjadi peserta penerima beasiswa Program Seribu Sarjana ini. Terlebih, ungkapan doa saya kepada para muzakki dan donatur Lazismu yang telah nenunaikan zakat, infak sedekahnya di Lazismu Parepare, semoga berkah, tutur Uswah dengan mata berbinar binar. (lp)\n", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=43&field=image&unique=01202019133159"}, {"blog_id": "blog.blog(39,)", "name": "SOS Sasar Penerima Bantuan Server Komputer untuk Dayah Modern", "subtitle": false, "program_id": "1", "wilayah_id": "1", "post_date": "2019-03-05 15:14:33", "description": "Aceh \u2013 LAZISMU. Program penyelamatan dan pemberdayaan sekolah atau Save Our School (SOS) diawal tahun ini menyasar lembaga pendidikan Islam (Dayah Modern) di Lhokseumawe, Aceh.\nPada hari Senin, Wakil Ketua Lazismu Lhokseumawe, Bidang Litbang dan Program, saudara Zainul Abidin, yang juga bertindak mewakili Lazismu Pusat menyerahkan bantuan server.\nBantuan Server diberikan untuk mendukung UNBK yang langsung diterima oleh Mudir (Pimpinan) Dayah Modern Ihyaaussunnah Muhammadiyah Lhokseumawe, Aceh, Tgk. Saifuddin, senilai Rp. 20 juta.\nBantuan yang disalurkan melalui program Save Our School (SOS) tersebut diperuntukkan untuk membantu dan mengembangkan potensi sekolah, madrasah ataupun pesantren baik yang berada di lingkungan Muhammadiyah maupun secara luas.\nDengan adanya bantuan ini, tahun ini Dayah Modern Ihyaaussunnah dapat melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) secara mandiri.\nMelalui bantuan sarana penunjang pendidikan ini sekaligus bisa membantu beberapa sekolah/madrasah juga yang belum memiliki fasilitas serupa agar ikut bergabung melaksanakan UNBK bersama.\nTerimakasih kami ucapkan kepada Lazismu Pusat dan para donatur yang telah membantu.\nSemoga semangat berbagi ini dampaknya semakin luas dapat dirasakan oleh para peserta didik. (fz)\n", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=44&field=image&unique=01202019133241"}, {"blog_id": "blog.blog(2,)", "name": "Apakah Modal Tidak Bergerak Dihitung Zakatnya?", "subtitle": "Apakah Modal Tidak Bergerak Dihitung Zakatnya?", "program_id": "5", "wilayah_id": "11", "post_date": "2019-01-19 02:18:59", "description": "Pertanyaan:\nAssal\u0101mu\u2019alaikum wr. wb.\nUntuk zakat perdagangan yang harus dibayarkan apakah dihitung dari seluruh modal termasuk harga tanah, bagunan (toko), barang dagangan, dan hasilnya pertahun, atau cukup dengan hasil dari keuntungan per tahun itu? Bagaimana kalau zakat yang dibayar dihitung dari jumlah modal dan keuntungan lebih besar daripada keuntungan dalam satu tahun? Mohon penjelasan.\nJawaban :\nWa\u2019alaikumussal\u0101m wr. wb.\nSebelumnya kami ucapkan terima kasih atas pertanyaan yang saudara ajukan. Untuk menjawab pertanyaan saudara, maka terlebih dahulu kami akan menjelaskan mengenai pengertian perdagangan.\nPerdagangan merupakan salah satu bentuk usaha yang diperbolehkan oleh syariat Islam. Adapun kekayaan dagang adalah segala sesuatu yang diperjualbelikan dengan maksud untuk mencari keuntungan. Islam mewajibkan umatnya untuk mengeluarkan zakat dari kekayaan yang diinvestasikan dan diperoleh dari perdagangan. Adapun dasar kewajiban zakat perdagangan adalah Q.S. al-Baqarah ayat 267 :\n\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0637\u064e\u064a\u0650\u0651\u0628\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0633\u064e\u0628\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062e\u0652\u0631\u064e\u062c\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0650\u0651\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u064a\u064e\u0645\u0651\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u062b\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u062a\u064f\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0633\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0622\u062e\u0650\u0630\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064f\u063a\u0652\u0645\u0650\u0636\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u063a\u064e\u0646\u0650\u064a\u0651\u064c \u062d\u064e\u0645\u0650\u064a\u062f\u064c [\u0662:\u0662\u0666\u0667]\n\u201cHai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu, dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya, dan ketahuilah, bahwa Allah maha kaya lagi maha terpuji.\u201d (QS. Al-Baqarah: 268).\nDi dalam Kitab Tafsir al-Maraghi dijelaskan, bahwa yang dimaksud dengan lafal \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0633\u064e\u0628\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 adalah harta yang diusahakan, yaitu berupa uang, harta perdagangan, hewan ternak, dan segala sesuatu yang dikeluarkan dari bumi berupa biji-bijian, buah-buahan dan selainnya. Dari tafsir ayat tersebut, dapat dipahami bahwa harta perdagangan merupakan salah satu harta yang wajib dikeluarkan zakatnya.\nDi dalam Kitab Tais\u012br Al-Alam syarah kitab Umdah Al-Ahkam pada Kitab Al-Zakat, disebutkan bahwa salah satu makna zakat secara bahasa yaitu berkembang dan mensucikan, keduanya bermakna tambahan dan penyucian. Dalam syariat Islam, harta yang wajib dikeluarkan zakatnya secara khusus yaitu binatang ternak, pajak tanah, uang dan harta perdagangan. Di dalam Kitab al-Bahr ar-R\u0101iq Syarah Kanzu ad-Daq\u0101iq disebutkan bahwa salah satu syarat zakat adalah al-Nam\u0101\u2019. Secara istilah, al-Nam\u0101\u2019 (berkembang) terbagi menjadi dua yaitu bertambah secara konkrit dan bertambah secara tidak konkrit. Bertambah secara konkrit adalah bertambah akibat pembiakan dan sejenisnya, sedangkan bertambah secara tidak konkrit adalah kekayaan itu berpotensi berkembang, baik berada ditangannya maupun ditangan orang lain atas namanya.\nDari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa harta perdagangan yang wajib dikeluarkan zakatnya adalah terbatas pada harta perdagangan yang diperjualbelikan saja (berkembang), sehingga selain harta perdagangan yang tidak diperjualbelikan tidak dikenakan zakat. Harta perdagangan yang tidak dikeluarkan zakatnya itu seperti harga tanah, toko, etalase, timbangan, rak, komputer/alat hitung lainnya dan segala bentuk peralatan yang diperlukan untuk berdagang. Peralatan tersebut tidaklah dihitung harganya dan tidak pula dikeluarkan zakatnya, karena bendanya tetap dan hampir sama sifatnya untuk keperluan pribadi yang tidak berkembang.\nKekayaan perdagangan yang wajib dikeluarkan zakatnya adalah sebesar 2,5%, dengan syarat masanya sudah sampai setahun dan nilainya sudah mencapai satu nisab pada akhir tahun itu. Adapun kekayaan perdagangan yang dikeluarkan zakatnya dihitung dari modal dan keuntungan, bukan dari keuntungan saja. Modal dagang yang wajib dikeluarkan zakatnya adalah modal yang diperjualbelikan. Modal dagang adakalanya berupa uang dan adakalanya berupa barang yang dihargai dengan uang. Modal yang wajib dikeluarkan zakatnya, syaratnya yaitu sudah berlalu masanya setahun, berkembang, mencapai satu nisab, bebas dari hutang, dan lebih dari kebutuhan pokok. Adapun ukuran satu nisab pada masa sekarang sama dengan harga 85 gram emas.\nMengenai pertanyaan saudara tentang besar zakat yang dibayar lebih besar daripada keuntungan dalam satu tahun, tampaknya tidak akan terjadi jika saudara menghitungnya tidak menyertakan aset-aset/modal yang tidak diperjualbelikan.\nWallahu a\u2019lam bi as-\u1e63aw\u0101b\u2026\n", "image_url": ""}, {"blog_id": "blog.blog(39,)", "name": "3 Rumah di Gampong Hagu Selatan Terbakar, Lazismu Bergegas Serahkan Bantuan", "subtitle": false, "program_id": "5", "wilayah_id": "1", "post_date": "2019-03-05 18:28:32", "description": "Lhokseumawe \u2013 LAZISMU. Selasa Sore, (31/10/2017) selepas bekerja mencuci di rumah tetangga, Maimunah (55) terkejut bukan main menyaksikan api berkobar di atas atap rumahnya.\nMaimunah bergegas meminta pertolongan pada warga setempat. Kobaran api dengan cepat membesar dan merambat ke rumah milik saudaranya yang letaknya bersebelahan.\nEnam unit pemadam kebakaran dan dibantu warga mulai berupaya memadamkan api. Sekitar pukul 18.00 WIB, api berhasil dipadamkan. Harta benda tak berhasil diselamatkan dari dalam rumah.\nKebakaran itu menghanguskan dua rumah di Gang Panti Asuhan, Gampong Hagu Selatan, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe. Diduga api dipicu dari hubungan arus pendek listrik.\nTim media Lazismu Pusat, Rabu siang menghubungi Lazismu Lhokseumawe yang tengah menyalurkan bantuan kepada 5 kepala keluarga (KK) terdampak kebakaran.\nBantuan berupa sembako, peralatan mandi, handuk, selimut serta santunan senilai Rp 500 ribu per KK.\n\u201cKami juga menyerahkan bantuan berupa kompor gas dua unit,\u201d kata Ramzi, Sekretaris Eksekutif Lazismu Lhokseumawe.\nSementara itu Geuchik (Kepala Kampung) Hagu Selatan Masykur, SH menyampaikan. \u201cMusibah ini telah menghanguskan tiga rumah dengan jumlah penghuni 16 Orang dari 5 KK, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.\u201d\n\u201cTerima kasih kepada Lazismu Lhokseumawe yang telah membantu warga kami, semoga ke depan Lazismu Lhokseumawe terus menjadi lembaga zakat terbaik di kota ini dengan program-programnya,\u201d tutupnya. (nd)\n", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=50&field=image&unique=01202019144633"}, {"blog_id": "blog.blog(4,)", "name": "Lazismu Gandeng Ash-Shofiyyah Salurkan Donasi Wadaslintang", "subtitle": false, "program_id": "8", "wilayah_id": "14", "post_date": "2019-03-05 18:30:09", "description": "Wonosobo \u2013 LAZISMU. Lazismu bersama Majelis Ash-Shofiyyah salurkan donasi untuk korban bencana longsor dan banjir bandang di Kecamatan Wadaslintang. Penggalangan donasi didasarkan kepada hasil assessment oleh tim MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) bersama elemen masyarakat di lapangan.\nEmpat desa yang mengalami bencana yaitu desa Besuki, kelurahan Wadaslintang, desa Panerusan, dan desa Lancar.\nManager Lazismu Tabah S. Pambudi menjelaskan, lembaganya berupaya menggandeng seluruh stake holder termasuk Majelis Tafsir Ash-Shofiyyah untuk berperan serta penggalangan donasi korban bencana di kecamatan Wadaslintang.\nPenerimaan donasi baik secara manual ke kantor Lazismu, transfer via bank bahkan hingga jemput donasi dilakukan untuk memaksimalkan penghimpunan.\n\u201cAjakan donasi kita share ke individu dan lembaga dan di berbagai media online. Ash-Shofiyyah responnya cepat,\u201d imbuhnya.\nTabah menambahkan, penyaluran donasi akan dilakukan melalui satu pintu koordinator relawan MDMC dan masyarakat di desa Besuki. Hal tersebut agar pendistribusian donasi ke korban bencana lebih tertata dan merata sesuai kondisi masing-masing korban.\n\u201cKalau didistribusikan langsung ke korban nanti malah ada yang double dan bisa-bisa tidak sesuai kebutuhan si korban,\u201d tegas Tabah, saat ditemui di posko utama desa Besuki kecamatan Wadaslintang, Rabu (1/11/2017).\nSenada dengan Lazismu, koordinator Bank Baju Majelis Tafsir Ash-Shofiyyah, Saryati Mundir menjelaskan bahwa majelisnya berupaya turut serta dalam kegiatan-kegiatan sosial termasuk tanggap bencana.\nKegiatan sosial menurutnya menjadi penting sebagai salah satu wujud penerapan nyata dari kajian-kajian yang dijalankannya.\n\u201cKami akan terus bersinergi dengan Lazismu untuk kegiatan-kegiatan sosial dan keagamaan,\u201d kata Mundir.\nKetua Majelis Ash-Shofiyyah Hj. Afsah Hardjono menambahkan, Majelis Tafsir Ash-shofiyyah adalah majelis ilmu yang seluruh jamaahnya adalah muslimah yang berasal dari berbagai kalangan. Latar belakang mereka dari berbagai ormas tanpa membeda-bedakan.\n\u201cProfesinya juga beragam, ada pedagang, karyawan, dan PNS. Bu Fairus dan Bu Anni Subagyo, istri Bupati dan Wakil Bupati juga jamaah kita,\u201d imbuhnya.\nPada kesempatan tersebut, Lazismu bersama Ash-Shofiyyah menyalurkan donasi berupa baju pantas pakai, sembako, dan makanan ringan.\nBantuan diserahkan kepada posko tim relawan MDMC dan masyarakat setempat di desa Besuki kecamatan Wadaslintang. (Rilis)\n", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=51&field=image&unique=01202019152808"}, {"blog_id": "blog.blog(4,)", "name": "Rakornas Lazismu 2017 : Integrasi dan Spirit Filantropi Gapai SDGs", "subtitle": false, "program_id": "2", "wilayah_id": "14", "post_date": "2019-03-05 18:31:21", "description": "Semarang \u2013 LAZISMU. Pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Lazismu, yang digelar 3-5 November 2017 di Hotel New Metro, Semarang berlangsung sukses dan meriah. Peserta Rakornas terdiri dari 30 Lazismu perwakilan wilayah dan 50 peninjau Lazismu Daerah se-Indonesia.\nMelalui Rakornas bertema Penguatan Akuntabilitas Lazismu Menuju Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) , Lazismu berupaya mengintegrasikan diri secara nasional, melakukan standarisasi kelembagaan, serta membangun sinergi dan membuat kemitraan program.\nHal tersebut dikemukakan oleh Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Hilman Latief.\n\nHilman Latief beri kata sambutan pada Rakornas Lazismu 2017 di Semarang\nLazismu juga terus merapikan dan menata kembali organisasi, sehingga menjadi satu kesatuan lembaga yang terintegrasi dengan tetap mengakomodir kultur yang telah berjalan di organisasi.\nHilman berharap di tahun 2020, Lazismu bisa menghitung kontribusi Lazismu bagi kaum dhuafa, UMKM dan kontribusi terhadap Indonesia dan dunia.\n\u201cMasih banyak kaum dhuafa yang ingin disantuni, masih banyak UMKM yang ingin dikuatkan, masih banyak masyarakat yang akan diberdayakan. Semoga Lazismu di setiap daerah memiliki mimpi yang besar, optimis, karena Lazismu masih mempunyai banyak tugas rumah yang harus diselesaikan,\u201d paparnya.\nImbuhnya, Lazismu tahun ini bisa menentukan target base line. \u201cJika Lazismu punya target yang jelas, maka kita akan terdorong untuk bekerja maksimal,\u201d ujarnya.\nMenurut Hilman, dengan basis studi sebelumnya atau baseline, bukan hanya penghimpunan dana namun pencapaian ke depan terdapat data baseline di masing-masing wilayah. Sehingga secara nasional, pada tahun 2020 dapat menghitung berapa kontribusi Lazismu dalam pengentasan kemiskinan\n\u201cIni spirit yang harus terus dibawa. Diharapkan semua ketua kantor perwakilan dan utusan daerah memiliki semangat yang sama menjadi Lazismu yang terintegrasi,\u201d tegas dia.\nLanjut Hilman, penguatan kelembagaan Lazismu secara nasional menjadi sebuah keniscayaan sebagai konsekuensi dari ditetapkannya Lazismu sebagai Lembaga Amil Zakat Skala Nasional oleh Kementerian Agama.\nPada saatnya nanti, Lazismu akan menjadi lembaga pertama di lingkungan Muhammadiyah yang diaudit oleh lembaga auditor independen (eksternal).\n\u201cMimpi Lazismu adalah Lazismu menjadi lembaga pertama di lingkungan Muhammadiyah yang diaudit oleh lembaga auditor independen,\u201d ujarnya.\nApa yang telah dilakukan Lazismu adalah bentuk kontribusi kepada Muhammadiyah dan untuk kepentingan umat.\n\u201cPP Muhammadiyah akan mengamanahkan iuran wajib warga Muhammadiyah kepada Lazismu. Saat ini kami sedang mencari sistem yang tepat untuk mengelola iuaran wajib tersebut. Nantinya betapa peran kantor perwakilan akan semakin besar dan harus terintegrasi karena dana itu harus kembali ke wilayah, daerah, dan cabang,\u201d jelasnya.\nKetua Panitia Rakornas 2017 yang juga Ketua Lazismu Jawa Tengah, Dodok Suhartono mengungkapkan tahun depan Lazismu Jawa Tengah akan membangun gedung 7 lantai di sebelah kantor PWM Jateng, sebagai kantor Lazismu wilayah dan Sekolah Amil.\n\u201cKebutuhan akan tenaga amil begitu besar, sementara belum ada lembaga pendidikan yang memadai guna mendukung kebutuhan itu. Diharapkan gedung ini nantinya dapat segera dibangun dan dapat dipergunakan,\u201d tutur Dodok.\nRakornas dibuka oleh Kepala Bidang Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Joko Edi Pramono serta dimeriahkan dengan persembahan tari Saman santri Pondok Pesantren Trensains Sragen dan tapak suci santri Pondok Pesantren Trensains Sragen. (nd)\n", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=52&field=image&unique=01202019152852"}, {"blog_id": "blog.blog(4,)", "name": "Mbah Samsudin Kini Mudah Mendapatkan Air", "subtitle": false, "program_id": "8", "wilayah_id": "14", "post_date": "2019-03-05 18:32:23", "description": "Wonosobo \u2013 LAZISMU. Wonosobo Air Bersih adalah program yang digiatkan Lazismu Wonosobo. Sebuah program pengadaan instalasi air bersih PDAM, sanitasi tangki septik, serta renovasi kamar mandi yang ditujukan bagi keluarga tidak mampu.\n\nMbah Samsudin yang bertempat tinggal di Kleyang Bawah, Desa Pungangan, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo merupakan salah satu penerima manfaat program pengadaan air bersih tersebut.\n\nTinggal bersama menantu dan seorang cucu, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Mbah Samsudin hanya mengandalkan uang pensiunan almarhum suaminya yang pernah bertugas di Dinas Pengairan.\n\n\u201cUntuk mendapatkan air bersih, Mbah Samsudin dan keluarganya harus mengambil dari mata air yang cukup jauh dari kampung tempat tinggal mereka,\u201d cerita Manajer Lazismu Wonosobo, Tabah S Pambudi (6/11/2017).\n\nLanjutnya, saluran air gratis milik masyarakat yang diambil dari mata air sebenarnya telah sampai ke rumah mereka. Karena tidak adanya pengawasan, saluran air tersebut sampai sekarang tidak bisa mengalir sampai ke rumah Mbah Samsudin lagi.\n\nSerah terima program Wonosobo Air Bersih dilaksanakan di rumah Mbah Samsudin yang dihadiri oleh tetangga serta pemuda setempat.\n\n\u201cInstalasi air bersih PDAM di rumah Mbah Samsudin telah dilaksanakan. Setelah ini akan kita usahakan untuk direalisasikan di keluarga tidak mampu yang lain,\u201d tegas Tabah.\n\nProgram Wonosobo Air Bersih di Desa Pungangan, Mojotengah ini merupakan kerjasama Lazismu Wonosobo dengan Baitul Maal BMT Marhamah serta donasi dari masyarakat.\n\nTabah menambahkan, program Wonosobo Air Bersih adalah bagian dari ikhtiar dalam memberikan pelayanan terhadap keluarga tidak mampu. Menurut Tabah, air bersih merupakan kebutuhan pokok bagi siapapun.\n\n\u201cKe depannya, Lazismu Wonosobo akan bekerjasama dengan masyarakat dan lembaga lain agar program tersebut dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi keluarga yang tidak mampu,\u201d pungkasnya. (nd)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=53&field=image&unique=01202019153823"}, {"blog_id": "blog.blog(4,)", "name": " Suroso Tak Lagi Cemas Usai Terima Bantuan Bedah Rumah", "subtitle": false, "program_id": "8", "wilayah_id": "14", "post_date": "2019-03-05 18:33:50", "description": "Jepara \u2013 LAZISMU. Suroso warga RT 03 RW 04 Desa Guyangan Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara,berbulan-bulan merasa tidak nyaman dengan kondisi rumahnya. Ia dan keluarga cemas tempat tinggal yang dihuninya miring dan atap yang bocor serta dinding kayu hampir roboh.\n\nMelalui Program Bedah Rumah, Lazismu Jepara bekerjasama dengan BMT Fastabiq Jepara dan BMT Alhikmah, Suroso memperoleh bantuan senilai Rp 5 juta rupiah. Dana yang terkumpul dimanfaatkan untuk memperbaiki kondisi rumahnya.\n\nBantuan tenaga juga dikerahkan oleh tim MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) Jepara dalam kegiatan bedah rumah ini.\n\nSerah terima bantuan disaksikan oleh Petinggi Desa Guyangan dan Ketua RT 03, Jumat (10/11/2017).\n\n\u201cMasih ada beberapa warga miskin di wilayah kami yang memerlukan perhatian. Selama ini bantuan hanya berupa sembako yang sifatnya konsumtif sehingga cepat habis, butuh bantuan yang sifatnya produktif,\u201d ungkap Purwanto selaku ketua RT.\n\nDalam kegiatan ini, Ketua Lazismu Jepara, Nur Kholis berharap Suroso dapat tinggal dan beribadah di rumahnya dengan nyaman.\n\nBedah rumah Suroso dimulai pada Jumat, 10 November 2017 dan akan berlangsung sampai bangunan selesai direnovasi.\n\n\u201cDengan aksi nyata ini diharapkan masyarakat lebih terbuka dan peduli dengan lingkungan sekitarnya, sehingga semangat gotong royong kembali menggelora,\u201d tandas Nur Kholis. (nd)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=54&field=image&unique=01202019171603"}, {"blog_id": "blog.blog(33,)", "name": "108 Janda Veteran Terima Kado Lazismu", "subtitle": false, "program_id": "8", "wilayah_id": "29", "post_date": "2019-03-05 18:34:45", "description": "Parepare \u2013 LAZISMU. Kado kepada Pahlawanku, gerakan berbagi untuk 108 janda veteran digelar Lazismu Kota Parepare, Jumat (10/11/2017).\n\n\u201cAlhamdulillah, kita berbagi dengan 108 orang janda veteran, ini kado dari kami untuk para pejuang kita di momen hari Pahlawan Tahun ini,\u201d kata Erna Rasyid Taufan, Ketua Lazismu Parepare.\n\nMenurut Ketua Tim Penggerak PKK Parepare, kegiatan yang Lazismu laksanakan ini adalah kado spesial di momen hari pahlawan bagi para pejuang kemerdekaan.\n\nMudah-mudahan, kata istri Walikota Parepare ini, gerakan berbagi di hari Pahlawan dapat memberi manfaat bagi para janda veteran yang ada di Parepare.\n\n\u201cSemoga apa yang kami berikan memberi manfaat. Kami maknai hari pahlawan ini sebagai momen kado untuk pahlawan,\u201d ungkap Erna.\n\nPada saat yang bersamaan, salah satu janda veteran turut menyumbang 100 juta kepada Lazismu yang diamanahkan untuk pembangunan masjid dekat SD Muhammadiyah di Kelurahan Bacukiki Kota Parepare.\n\nPemerintah Kota Parepare, Sulawesi Selatan menga\u200epresiasi sekaligus menyatakan bangga terhadap pengurus Lazismu.\n\n\u201cPemerintah kota tentu sangat bangga dengan kegiatan gerakan berbagi bersama pahlawan yang digelar Lazismu. Ini pertama kalinya di Parepare dan momennya sangat tepat sekaligus penuh makna,\u201d ujar Plt. Sekkot Parepare, Iwan As\u2019sad.\n\nIwan mengungkapkan, kegiatan tersebut relevan dengan semangat Pemerintah Kota Parepare yang selama ini berkomitmen dengan tagline peduli.\n\n\u201cPak Walikota sangat mengapresiasi aksi sosial seperti ini, karena sejalan dengan tagline pemerintah sekarang yakni peduli,\u201d pungkasnya. (nd)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=55&field=image&unique=01202019172608"}, {"blog_id": "blog.blog(39,)", "name": "Berdayakan Disabilitas, Lazismu Berikan Pendampingan", "subtitle": false, "program_id": "5", "wilayah_id": "1", "post_date": "2019-03-05 18:36:07", "description": "Lhokseumawe \u2013 LAZISMU. Dua penyandang Disabilitas asal Batuphat Timur, Kota Lhokseumawe masuk sebagai penerima regular (tetap) manfaat ZIS dari Lazismu Lhokseumawe. Keduanya merupakan mustahik yang memiliki kelainan sejak usia balita.\n\nKetua Lazismu Lhokseumawe, Husni Thamrin, mengatakan bahwa kondisi kedua penyandang disabilitas tersebut adalah Maulana Rizki dan Muhammad Ali. Maulana Rizky adalah anak laki-laki berumur 6 tahun mempunyai kelainan karena kurang gizi (malnutrisi) yang diderita sejak umur 5 bulan.\n\nHidup bersama dengan ibunya yang bernama Nurmiah, tidak mempunyai keluarga lain dan kerabat dekat. Bapak Maulana Rizky telah berpulang dua bulan yang lalu. Kehidupannya memprihatinkan, sehingga memaksa mereka hidup di bawah garis kemiskinan. Ibunya sehari-hari beraktifitas sebagai buruh cuci pakaian,\u201d cerita Husni.\n\nBersadarkan laporan dari Lazismu setempat (16/11/2017), Husni menambahkan ada penyandang disabilitas lain yang usianya sudah 41 Tahun, Muhammad Ali. Ia menderita penyakit yang gerakan motoriknya terganggu akibat ganguan fungsi otak.\n\nMuhammad Ali juga tinggal bersama ibunya yang bernama Parni, sehari-hari hanya menjajakan Gorengan dan jajanan anak-anak seadanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,\u201d Tutup Husni.\n\nMenindaklanjuti hasil penilaian kepada kedua calon penerima manfaat itu, Lazismu Lhokseumawe siap menyalurkan santunan rutin kepada keduanya. Setiap bulannya akan diberikan untuk kebutuhan sehari-hari. Lazismu juga akan mendampingi keduanya untuk dirujuk ke Ruamh Sakit Umum Daerah, kata, Ramzy, Selaku Sekretaris Eksekutif Lazismu Lhokseumawe.\n\nSementara itu, jelang akhir November 2017, Lazismu Lhokseumawe, mendatangi Roni, yang beralamat di Keude Cunda Kota Lhokseumawe. Ia merupakan salah satu mustahik yang beberapa waktu lalu di survey Lazismu. Roni memiliki keterbatasan fisik, Lazismu mengupayakan sebuah bentuk bantuan usaha yang nantinya bisa menjadi tempat mencari nafkah bagi beliau dan istri.\n\nPada 28 November lalu, di waktu sore Lazismu Lhokseumawe berkesempatan menyerahkan 1 unit Rak untuk mendukung usaha Roni berjualan. Bantuan ini agar dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usahanya antinya.\n\nSelain itu, Lazismu juga akan membrikan bantuan modal dan pembinaan berkala atas usaha yang akan Roni jalankan. Seluruh biaya tersebut berasal dari dana zakat Lazismu Lhokseumawe. (rm)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=56&field=image&unique=01202019173228"}, {"blog_id": "blog.blog(18,)", "name": "Banjir Pacitan, MDMC Rilis Kebutuhan untuk Warga", "subtitle": false, "program_id": "8", "wilayah_id": "16", "post_date": "2019-03-06 09:08:37", "description": "Pacitan \u2013 LAZISMU. Hujan lebat mengguyur Pacitan sejak Senin malam hingga Selasa dini hari melumpuhkan aktivitas warga (28/11/2017). Hingga Selasa pagi, aktivitas warga di tiga kecamatan masih lumpuh, terutama Kecamatan Pacitan, Kebonagung, dan Arjosari.\n\nFasilitas umum terendam banjir. Jalan utama, pemukiman warga dan puskesmas setempat tak luput dari derasnya air banjir. Jalan Lintas Selatan (JLS) di Kecamatan Kebonagung aksesnya ditutup sementara karena longsor.\n\nDebit air volumenya terus naik akibat curah hujan tinggi yang mengakibatkan genangan air di mana-mana. Ketinggian air bervariasi mulai dari 50 cm hingga 150 cm, dibarengi meluapnya air di Sungai Grindulu.\n\nAnggota MDMC Pacitan, Edi Susanto menjelaskan, saat ini warga memerlukan bantuan berupa baju untuk anak dan dewasa, selimut dan bantal, nasi bungkus, obat-obatan, pembalut wanita, baby kit, dan makanan ringan. Semua kebutuhan ini langsung disebarkan informasinya lewat sosial media.\n\nLembaga Penanggulangan Bencana (LPB) PDM Situbondo turut berkoordinasi bersama Lazismu melakukan penggalangan bantuan (29/11/2017). Seperti dilansir dalam laman pwmu.co, bahwa Posko Relawan telah berdiri. Ketua MDMC Situbondo, Khoirul Anam menyampaikan bantuan yang difokuskan untuk kebutuhan mendesak. Sebagaimana diinformasikan MDMC Pacitan, menurut Anam, posko yang bertempat di Masjid Al-Jihad Situbondo siap menerima bantuan yang dibutuhkan maupun dana dari donatur.\n\nAnam menambahkan, untuk memudahkan penggalangan bantuan, MDMC membuka posko di 3 titik. \u201cTerutama wilayah Timur di MI Muhammadiyah Asembagus, wilayah Tengah di Komplek Masjid Al-Jihad, dan wilayah Barat di SD Muhammadiyah Besuki,\u201d jelasnya. (pwmu)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=57&field=image&unique=01202019174711"}, {"blog_id": "blog.blog(2,)", "name": "MUVON, Halal Lifestyle ala Dakwah Berkemajuan", "subtitle": false, "program_id": "9", "wilayah_id": "11", "post_date": "2019-01-20 10:55:15", "description": "Jakarta \u2013 LAZISMU. Islam adalah agama yang dinamis. Di era digital yang digandrungi kaum milenial pesan-pesan dakwah Islam dituntut menyesuaikan zaman. Terbukti, berapa banyak konten bermuatan spiritual sebagai gaya hidup halal (halal lifestyle) mengisi media daring lewat berbagai macam aplikasi mobile.\n\nMulai dari berita, makanan dan minuman, fashion, kecantikan, traveling dan konten-konten lainnya yang berkembang menjadi industri halal. Tiga tahun yang lalu beberapa pakar marketing memprediksi kelas menengah muslim akan tumbuh seiring dengan perkembangan teknologi informasi.\n\nFaktanya, benar terjadi. Bahkan di November kemarin Bank Indonesia (BI) menilai bahwa ekonomi dan keuangan syariah adalah potensial sebagai pendorong gerakan ekonomi. Sasarannya adalah gaya hidup halal yang mampu mendongkrak perekonomian saat ini.\n\nMerespon perkembangan itu, TV Muhammadiyah berkolaborasi bersama Digital Media Corp dan Digital Creative Asia. Hasilnya, pada 30 November 2017, kemitraan strategis ini meluncurkan aplikasi Muvon di Gedung Dakwah PP Muhamamdiyah, Menteng, Jakarta. Sebuah layanan aplikasi terintegrasi berbasis teknologi over the top (OTT).\n\nDi dalamnya ada pilihan menu layanan berupa media televisi, online shopping produk dan jasa halal, serta layanan search engine untuk pencarian lokasi massjid, rumah sakit, sekolah dan kampus.\n\nDengan mengusung tema \u201dhalal life style\u201d visi layanan ini adalah sebagai media media dakwah dan amar ma\u2019ruf nahi munkar yang terdepan, cerdas dan mencerahkan. Di samping itu, sebagai salah satu amal usaha yang memberikan manfaat bagi umat dan keuntungan bagi persyarikatan.\n\nProject Director Muvon, Khaerullah mengatakan, pada sisi layanannya aplikasi ini merupakan pembuka kebaikan. Kebaikan yang sudah digariskan Islam dan dicontohkan Rasulullah SAW, perlu segera dibumikan sebagai gaya hidup muslim.\n\n\u201cTahun 2018 adalah era digital over the top, semua bisa divisualisasikan termasuk jurnalis warga,\u201d paparnya. Maka, lanjut Khaerullah, aplikasi ini merupakan kependekan dari Muhammadiyah Vision, atau dakwah berkemajuan.\n\nKetua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad, mengaku gembira dengan kehadiran aplikasi ini. Aplikasi Muvon diharapkan menjadi media yang terpercaya. \u201cMemperluas jangkauan dakwah,\u201d jelasnya.\n\nTujuan utama dari Muvon ingin meningkatkan taraf hidup umat dengan landasan ekonom syariah. Ini media alternatif pilihan umat Islam yang memberikan nilai manfaat. Keluarga besar Muhammadiyah adalah sebagai motor penggeraknya.\n\nAplikasi Muvon sudah tersedia di android playstore sebagai tahap uji coba, dan akan terus dievaluasi untuk dikembangkan dan disempurnakan. Direktur Utama TVMu, Gatot Triyanto, mengutarakan aplikasi ini merupakan kado istimewa dihari ulang tahun TVMu, yang usianya baru 4 tahun pada 18 November lalu\n\nAplikasi Muvon, menurut Gatot adalah lompatan berkemajuan bagi Muhammadiyah. Karena Aplikasi ini mengusung teknologi canggih. Semoga umat muslim mendapat informasi alternatif yang bermnafaat ke sistem digital.\n\nDi penghujung acara, peluncuran Muvon ditandai dengan penandatanganan kerjasama dengan BNI Syariah. Kerjasama tersebut tentunya untuk membuka pintu kebaikan melalui konten berkualitas yang disajikan aplikasi ini. (na)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=58&field=image&unique=01202019175515"}, {"blog_id": "blog.blog(4,)", "name": "Lazismu Aisyiyah Karanganyar Salurkan Bantuan Untuk Korban Longsor", "subtitle": false, "program_id": "8", "wilayah_id": "14", "post_date": "2019-01-20 11:01:26", "description": "Karanganyar \u2013 LAZISMU. Peristiwa bencana di beberapa daerah termasuk di Jawa Tengah datang tak terduga. Pada Ahad 10 Desember 2017, terjadi tanah longsor di Desa Sukoharjo Kecamatan Tirtomoyo Kabupaten Wonogiri. Lazismu Aisyiyah Karanganyar mengunjungi para pengungsi yang sementara ini tinggal di Balai Desa setempat.\nJumlah warga yang mengungsi berjumlah 400 orang. Daerah tersebut kondisinya masih labil, sehingga warga sekitar lokasi longsor diminta untuk mengungsi untuk mengantisipasi longsor susulan sesuai arahan dari koordinator MDMC Karanganyar yang berada di lapangan.\nPimpinan Daerah Aisiyah Karanganyar melalui Lazismu Aisyiyah menyalurkan bantuan logistik yang diperlukan warga pengungsi. Bantuan itu berupa sayuran dan sembako, yang terdiri dari Kacang panjang 20 kg, Wortel 10 kg, Kembang Kol 20 kg, Buncis 32 kg, Jipang 30 kg, Kobis 10 kg, Brambang 10 kg, dan Bawang 10 kg.\nUntuk sembako ada Minyak goreng 5 lt, Gula pasir 10 kg, Teh 2 pcs, Beras 50 kg, Mi instan 3 dus dan dilengkapi dengan pakaian untuk kebuuthan wanita serta anak -anak. Setibanya di lokasi bahan logistik terutama sayur-sayuran masih sangat dibutuhkan.\nPihak panitia di lokasi menghimbau agar bantuan tidak berupa mie instan. Kunjungan Lazismu Aisyiyah Karanganyar ke lokasi bencana bersamaan dengan kunjungan Presiden RI Bapak Jokowi. Meski rombongan Presiden tidak sampai ke lokasi karena akses jalan menuju lokasi jembatannya rusak.\nAlhamdulillaah rombongan Lazismu Aisyiyah yang kebetulan bersama dengan rombongan Lazismu Kecamatan Kerjo, Karanganyar tiba dengan lancer melalui jalan-jalan kampung sesuai arahan warga di sekitar lokasi. Ini adalah kunjungan pertama Lazismu Aisyiyah Karanganyar ke lokasi bencana. (pdaisyiyah)\n", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=59&field=image&unique=01202019180126"}, {"blog_id": "blog.blog(18,)", "name": "Ambulan, Layan Gerak Sosial untuk Duafa", "subtitle": false, "program_id": "12", "wilayah_id": "16", "post_date": "2019-03-06 09:09:29", "description": "Malang \u2013 Lazismu. Di Kota Malang lembaga amil zakat nasional, Lazismu terus memberikan layanan sosial yang terbaik ke masyarakat. Bulan kemarin, Lazismu Kota Malang telah meluncurkan 1 unit Ambulan.\n\nSejak akhir November 2017, Ambulan Lazismu Kota Malang dioperasikan untuk keperluan umum. Sifatnya berbasis layanan sosial, tidak hanya untuk keperluan kesehatan, tapi juga difungsikan untuk layanan bermanfaat lainnya, seperti bakti social, darurat kebencanaan dan lain sebagainya.\n\nMenurut Sekretaris Lazismu Kota Malang, Eko Budi Cahyono, Ambulane pada dasarnya sebuah kendaraan layanan sosial milik masyarakat, karena warga Kota Malang yang membutuhkan tidak perlu mengeluarkan biaya.\n\n\u201cSilahkan bagi warga Kota Malang yang ingin memanfaatkan Ambulan untuk keperluan transportasi ke rumah sakit atau klinik.\u201d ujar Eko.\n\nLebih lanjut, Eko menceritakan, kehadiran Ambulan yang baru berumur 2 minggu ini terbukti memberikan manfaat pada masyarakat. \u201cSeperti pada 14 Desember 2017, Lazismu dihubungi warga Kecamatan Sukun atas nama Bapak Gito untuk diantar ke rumah sakit dan diantar pulang kembali,\u201d ungkap Eko menjelaskan.\n\nLazismu mengajak warga Kota Malang yang memerlukan Ambulan bisa langsung mendatangi kantor Lazismu Kota Malang di Kompleks Kantor Pimpinan Daerah Kota Malang, Jalan Gajayana 28 B, Lowokwaru, atau bisa langsung menghubungi via saluran telepon. (zs)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=60&field=image&unique=01202019180648"}, {"blog_id": "blog.blog(2,)", "name": "Pena Amil Lebih Tajam dari Pedang", "subtitle": false, "program_id": "5", "wilayah_id": "11", "post_date": "2019-01-20 11:12:09", "description": "Jakarta \u2013 LAZISMU. Waktu bagaikan pedang, pepatah ini mewakili para jurnalis yang profesinya berbatas waktu. Hasil liputannya harus segera menjadi suatu berita yang menarik untuk dibaca khalayak. Begitu juga dengan kerja jurnalistik, bagi kuli tinta pena lebih tajam tinimbang pedang.\n\nEra digital telah merubah kebiasaan setiap profesi dalam sebuah lembaga dan perusahaan. Apa pun profesinya gagasan menarik tidak akan bermakna jika tidak ditulis dan diekosistemkan sebagai kebiasaan yang baik.\n\nTak luput dengan kerja amil dalam suatu lembaga amil zakat. Informasi seputar bantuan, pemberdayaan dan aksi di lapangan penting untuk didokumentasikan dalam sebuah tulisan. Selain bentuk pertanggung jawaban kepada donatur (muzaki), berita juga sebagai instrumen untuk mengingat dan mengajak kembali donatur untuk peduli terhadap sesama.\n\nSebagai lembaga amil zakat nasional, Lazismu tidak hanya fokus pada kegiatan menghimpun zakat, infak dan sedekah. Saat ini Lazismu turut mengembangkan kemampuan jurnalistiknya bagi para amil. Di penghujung tahun 2017, Divisi Diklat mewujudkannya dalam kegiatan jurnalistik filantropi sebagai pilar fundraising.\n\nPelatihan itu berlangsung selama dua hari (13-14 Desember 2017) di Uhamka Pasar Rebo, Jakarta Timur. Badan Pengurus Lazismu, Nuryadi Wijiharjono mengatakan, bagi para amil, meliput berita itu jangan ada rasa takut, takut itu hanya kepada Allah. \u201cAmil harus berani menulis dan memberitakan kegiatan berzakat sehingga dapat memberi pengaruh dan manfaat kepada orang lain,\u201d katanya.\n\nMenulis itu perintah dalam al-Qur\u2019an, karena itu dengan menulis amil akan memiliki pengetahuan, kapasitas dan daya kritis. Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh perwakilan Lazismu se-Indonesia penting untuk memberikan pencerahan. Sementara itu, Divisi Diklat Lazismu Pusat, Tatang Ruhiyat menyampaikan bahwa setiap kegiatan harus ditulis, karena itu tulislah apa yang anda lakukan.\n\nDalam pelatihan ini, wartawan andal dihadirkan untuk mengisi materi, antara lain: Joko Intarto (Praktisi Media), Imam Prihadiyoko (Pimred Kantor Berita Menara62), Brilianto K. Jaya (Direktur Program dan pemberitaan TVMu) dan M. Hilmi Faiq (Wartawan dan Fotografer Kompas)\n\nDi hari pertama diklat itu, para amil setelah mendapat materi langsung praktik meliput berita di tempat-tempat yang telah ditentukan, seperti Mall Cijantung dan Tamini, Pasar Induk, dan sekitar kampus di Pasar Rebo.\n\nSebelumnya Imam Prihadiyoko dan Joko Intarto mengupas tuntas teknik penulisan. Pimpinan Redaksi Menara62, Imam Prihadiyoko mengatakan, menulis kreatif memerluka latihan. \u201cKarena itu, syarat menulis adalah membaca, membaca dan membaca,\u201d tandasnya. Dengan membaca, memudahkan seseorang menulis tentang apa saja bisa ditulis dengan menarik perhatian.\n\nSementara menurut Praktisi Media, Joko Intarto, mengungkapkan, sebetulnya menulis itu gampang dan asyik. \u201cParagraf pertama harus menggoda, selanjutnya terserah Anda,\u201d paparnya. Sebagai pemula, jika masih belum percaya diri, Joko menyarankan untuk membuat blog pribadi sebanyak-banyaknya. \u201cMaka dengan sendirinya kemampuan menulisnya akan terasah dan berani mengungkapkan sesuatu dengan bercerita,\u201d kata praktisi Webminar ini yang suka tantangan berbisnis.\n\nTujuan terjun langsung ke lokasi, diharapkan amil memiliki keberanian dan kemampuan tajam melihat suatu peristiwa agar bisa menjadi berita yang menarik. Hasilnya ada kemajuan berarti, amil malam harinya langsung melaporkan dan mempresentasikan hasil liputannya di depan seluruh peserta.\n\nMasing-masing memberi masukan dan tanggapan kepada setiap peserta yang mempresentasikan hasil liputannya. Semua saling belajar dan saling melengkapi, sambung Ginanjar dari Banjarbaru, Kalimantan Selatan.\n\nHal senada disampaikan Yekti Pitoyo, peserta dari Sidoarjo. Setelah melihat fakta di lapangan siang itu, ada banyak informasi berharga yang bisa saya pulang untuk bisa dikembangkan di daerah bersama kawan-kawan Lazismu.\n\nDalam sesi materi liputan visual, Brilianto K. Jaya mengatakan, sudah saatnya lazismu mengkombinasikan berita tulis dan foto dengan berita dalam bentuk video. \u201cBerita melalui audio visual juga memberikan pesan mendalam bagi para pemirsa yang melihatnya,\u201d jelas Brili.\n\nPara amil harus segera berlatih dan membaranikan diri untuk belajar langsung liputan berita melalui video. Semoga setelah mendapat wawasan dari sini, setibanya di daerah masing-masing dapat bisa dilakukan praktik langsung, kata Brili meyakinkan peserta.\n\nTak hanya itu saja, menurut Hilmi Faiq, amil-amil Lazismu sebisa mungkin merubah gaya dalam memotret objek gambar. Amil harus kreatif memotret dalam situasi yang berbeda-beda. \u201cAmil sejatinya perlu berani juga memotret orang diluar kebiasaan selama ini,\u201d pungkasnya.\n\nDi sela-sela penutupan diklat, Ketua Badan Pengurus Lazismu, Hilman Latief mengharapkana amil hendaknya bisa memdokumentasikan setiap aktivitas yang dilakukan oleh Lazismu dengan baik. \u201cAgar menjadi informasi berharga kepada muzaki yang telah percaya kepada Lazismu. Pertanggungjawaban kepada publik penting di mana setiap kegiatan harus dikemas semenarik mungkin,\u201d tambahnya. (na)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=61&field=image&unique=01202019181209"}, {"blog_id": "blog.blog(18,)", "name": "Bina Keluarga Sejahtera, Dari Tukang Becak Jadi Penjual Angkringan", "subtitle": false, "program_id": "9", "wilayah_id": "16", "post_date": "2019-01-20 11:48:06", "description": "Nganjuk \u2013 LAZISMU. Kakek satu cucu ini, hidupnya berpindah-pindah tempat sampai sekarang. Dari kontrakan satu ke kontrakan lainnnya. Dia adalah Pak Haryono (47), ayah dari tiga orang anak. Ia tak memiliki rumah permanen, kontrakannya berukuran 4 x 7 meter yang dihuni 8 orang. Sangat sempit dan tak llayak huni.\n\nPak Haryono sehari-hari berprofesi sebagai tukang becak ontel. Dia tinggal di Jalan Bengawan Solo, Begadung, Kabupaten Nganjuk. Informasi yang diperoleh Lazismu Nganjuk, bahwa istrinya dulu non-muslim, kata Mijan amil Lazismu. Terus ketemu bapaknya dan menikah, lalu masuk Islam (15/12/2017).\n\nKarena masih mualaf, sampai beberapa tahun Ia berkenalan dengan seseorangwarga Muhammadiyah yang bernama Bu Segeng. Kemudian dibantu belajar mengenal Islam lebih dalam, kata Mijan.\n\nBeberapa saudara Pak haryono dulu Islam, sekarang non-muslim ceritanya. Sering saudaranya itu mengajak Pak Haryono pindah agama, namun tak goyah imannya. Melihat keadaannya, Lazismu memberikan bantuan usaha dalam wujud gerobak untuk jualan angkringan lengkap dengan peralatan dan modal usaha.\nAmanah donatur kepada Lazismu segera diberikan, khususnya kepada Pak Haryono. Semoga bantuan modal usaha ini juga diringi dengan pendampingan Lazismu Nganjuk agar bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.\n\nHarapannya agar kondisi ekonomi Pak Haryono dan keluarganya meningkat di kemudian hari. Selanjutnya semoga Ia menjadi Muzaki. Menurut Mijan, Pak Haryono akan berjualan di arena taman pintar GOR Bung Karno di Kota Nganjuk. (km)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=62&field=image&unique=01202019184806"}, {"blog_id": "blog.blog(2,)", "name": "Yayasan Pikiran Rakyat Serahkan Bantuan Rohingya Melalui Lazismu", "subtitle": false, "program_id": "7", "wilayah_id": "11", "post_date": "2019-01-20 12:28:57", "description": "Jakarta \u2013 LAZISMU. Selepas waktu rehat, pukul 13.00 wib, lembaga amil zakat nasional, Lazismu menerima kunjungan Yayasan Pikiran Rakyat, di bilangan Menteng, Jakarta Pusat (19/12/2017). Kunjungan itu sekaligus menyerahkan bantuan untuk warga Rohingya.\n\nKetua Pembina Yayasan Pikiran Rakyat, Syafik Umar beserta jajaran pengurus di terima langsung oleh Direktur Korporat Lazismu, Edi Surya.\n\nMaksud dan tujuan ke Lazismu, kami ingin bersilaturahim. Namun yang yang lebih utama, Yayasan Pikiran Rakyat, akan menyerahkan bantuan tunai sebesar Rp 85 juta untuk warga Rohingya. \u201cUang yang terkumpul ini merupakan sumbangan masyarakat pembaca harian umum Pikiran Rakyat,\u201d jelasnya.\n\nSyafik mengemukakan, yayasan ini sebagai lembaga yang menyalurkan kegiatan sosial. Berdasarkan aturan harian umum Pikiran Rakyat tidak bisa menyalurkan langsung. \u201cYayasan inilah yang memiliki peran untuk menyalurkan,\u201d pungkasnya.\n\nSementara bantuan ini sudah terkumpul, maka harus segera diberikan kepada penerima manfaat. Amanah para donatur harus disampaikan. Kemudian yayasan juga memerlukan lembaga lain yang tentunya dipercaya untuk menyalurkan.\n\nKarena itu, jauh hari kami berkomunikasi dengan Lazismu, jika yayasan akan datang ke kantor Lazismu. Mengapa Lazismu yang dituju, Syafik melanjutkan, Lazismu adalah lembaga amil zakat nasional yang sudah memberikan bantuan langsung ke Bangladesh beberapa waktu lalu.\n\nMenanggapi hal itu, Direktur Korporat Lazismu, Edi Surya, mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Pikiran Rakyat. Lazismu dalam jangka panjang memang memberikan bantuan kepada warga Rohingya.\n\nSejak relawan Lazismu dan MDMC melalui Muhammadiyah Aid berada di pengungsian Cox\u2019s Bazar (23 September 2017) untuk enam\n\nbulan memberikan pendampingan dan layanan kesehatan. Edi menjelaskan, akan menyampaikan amanah ini. \u201cKami apresiasi langkah nyata yayasan Pikiran Rakyat yang memercayakan penyalurannya kepada Lazismu,\u201d pungkasnya.\n\nManager Fundraising Lazismu, Falhan Nian Akbar, mengatakan untuk sinergi ini program-program yang ada di masing-masing pihak bisa dikerjasamakan. \u201cLazismu terbuka untuk bekerjasama dengan siapa pun untuk memudahkan program pemberdayaan dan sosial,\u201d bebernya. (na)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=63&field=image&unique=01202019192857"}, {"blog_id": "blog.blog(2,)", "name": "Memoles Literasi Keuangan yang Produktif untuk TKI", "subtitle": false, "program_id": "5", "wilayah_id": "11", "post_date": "2019-01-20 12:33:45", "description": "Jakarta \u2013 LAZISMU. Bekerja di luar negeri sebagai buruh migran masih menjadi impian sebagian orang Indonesia untuk mendulang sukses. Dengan bekerja keras, tenaga kerja Indonesia yang berjuang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian negara. Jalan menuju sukses itu tidak selalu mulus, kadang perjalanan hidup mereka berliku-liku kisahnya.\n\nMeninggalkan keluarga ke luar negeri untuk bekerja merupakan ujian berat. Selain menyisakan persoalan saat pergi, setelah kembali pulang pun mereka dihadapi masalah. Masalahnya adalah bagaimana penghasilan yang diperolehnya dapat digunakan untuk kegiatan ekonomi yang produktif.\n\nDemikian dikemukakan Sekretaris Jenderal, Union Migrant Indonesia (UNIMIG) Fathurrahman, di kantor Lazismu, Menteng, Jakarta (21/12/2017) kepada Edi Suryanto selaku Direktur Korporat Lazismu yang didampingi Adi Rosadi, Abi Al-Farabi dan Muhammad Furqon.\n\nMenurutnya, masih ada TKI yang tidak memiliki informasi soal literasi keuangan setelah sampai di Indonesia. \u201cUang hasil kerja kerasnya, digunakan untuk membeli sesuatu yang sifatnya konsumtif. Ketika sudah tak memiliki uang, mereka pergi lagi ke luar negeri sebagai buruh migran,\u201d ungkapnya.\n\nMerespon situasi itu, Unimig menyampaikan kepada Lazismu bahwa langkah yang harus dilakukan adalah mengedukasi mereka. Tujuannya agar mereka mandiri dan berdaya setelah sukses membawa penghasilan selama bekerja. \u201cSehingga gaya hidup hedonis, jerat hutang dan penipuan investasi bodong bisa dihindarkan,\u201d paparnya.\n\nKepada Lazismu, Fathurrahman mengungkapkan edukasi ini bisa dilakukan bersama Lazismu, misalnya melalui corong program \u201ctemanmigran\u201d sebagai solusinya. Mengenalkan literasi keuangan (financial check-up) sebagai tahap awalnya. Selanjutnya bisa dengan model filantropi (zakat, infak dan sedekah), crowd funding, dan jaringan ekonomi pemberdayaan, kata Fathur.\n\nMenanggapi gagasan tersebut, Al-Farabi mengatakan Lazismu menyambut baik konsep program Unimig. Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dalam konteks zakat harus digali posisinya sebagai asnaf. Sehingga program ini bisa terungkap maknanya. Dengan demikian, \u201cAda tolok-ukur yang bisa dijadikan sandaran sebagai program pemberdayaan zakat yang produktif,\u201d pungkasnya.\n\nDalam catatan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI), TKI yang bekerja di luar negeri ada di sektor formal dan informal, jumlahnya mencapai 6,5 juta orang dan tersebar di berbagai negara. Di lihat dari latar belakang pendidikan para TKI yang bekerja di luar negeri masih didominasi lulusan SD-SMP dengan besaran persentase mencapai 65%.\n\nDalam laman resmi online BNP2TKI disebutkan, pendidikan TKI selebihnya beragam mulai dari tingkat SLTA hingga perguruan tinggi. Dari sisi gender, Tenaga kerja dari Indonesia mayoritas perempuan yaitu sebanyak 93.641 perempuan dimana presentase ini jauh lebih banyak daripada laki-laki yang hanya berjumlah 54.644 orang (27/9/2017). (na)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=64&field=image&unique=01202019193345"}, {"blog_id": "blog.blog(33,)", "name": "Khitan Massal, Kado Akhir Tahun Anak Yatim dan Dhuafa", "subtitle": false, "program_id": "3", "wilayah_id": "29", "post_date": "2019-01-20 12:38:31", "description": "Parepare \u2013 LAZISMU. Di penghujung tahun 2017, Lazismu Parepare menggelar bakti sosial berupa \u201cKhitanan Massal\u201d bagi anak yatim dan kurang mampu. Sebanyak 50 anak yatim dan kurang mampu di khitan massal Lazismu sebagai kado akhir tahun dengan menggandeng Lembaga zakat PT.PLN cabang Parepare di Kantor PT PLN cabang Parepare. Kamis (21/12/2017) pagi\n\nLazismu parepare menggelar acara ini sebagai rangkaian Milad Muhammadiyah ke 105 Masehi.\n\nKetua Panitia A. Hasniar Jufri, mengatakan kegiatan ini untuk kedua kalinya terselenggara atas kerja sama Lazis PLN area Parepare dan Lazismu . Lazis PLN telah menjadi mitra dari banyak program yang terlaksana. Hasniar mengajak masyarakat muslim untuk berzakat di Lazismu sebagai lembaga amil zakat nasional resmi.\n\nDi samping itu, Lazismu juga melibatkan 5 tenaga medis dari Dinas Kesehatan Parepare, didukung oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, BEM FIKES UMPAR dan PD Muhammadiyah Parepare. Peserta yang di khitan gratis, juga diberikan paket dan santunan dari Lazismu dan Lazis PLN.\n\nDalam kesempatan yang sama, Mursidik selaku penanggung jawab Lazis PLN menuturkan bahwa kegiatan ini terlaksana dari 2,5% zakat penghasilan pegawai PLN, beliau berharap dengan mengadakan kegiatan seperti ini dapat membantu meringankan beban kehidupan mereka.\n\nBapak mursidik berpesan kepada anak-anak yang di khitan agar setelah ini mereka dapat menjaga sholat 5 waktu. (hnm)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=65&field=image&unique=01202019193831"}, {"blog_id": "blog.blog(23,)", "name": "Ortom Galang Bantuan untuk Korban Kebakaran", "subtitle": false, "program_id": "7", "wilayah_id": "21", "post_date": "2019-01-20 12:45:08", "description": "Banjarbaru \u2013 LAZISMU. Musibah memang tidak bisa ditebak kehadirannya. Seperti kebakaran yang terjadi pada Sabtu pagi hari, (16/12/17) lalu, meninggalkan duka bagi korban, terutama warga Desa Belangian, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar. Akibat musibah itu, 1 rumah ludes terbakar dan 2 rumah lainnya sebagian habis dilalap si jago merah.\n\nInformasi yang dihimpun Lazismu, penyebab kebakaran akibat konsleting listrik pada sumber tenaga surya yang biasa dipakai oleh warga. Kerugian diperkirakan sebesar ratusan juta rupiah.\n\nHampir satu minggu pasca-musibah ini, dukungan bantuan mengalir, salah satunya dari kader-kader Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Banjarbaru yang melakukan aksi fundraising pada Jum\u2019at (23//12/17) di masjid-masjid lingkungan setempat.\n\nPimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kota Banjarbaru setelah salat Jum\u2019at tergerak melakukan aksi, karena ingin meringankan beban mereka. Desa Belangian merupakan desa yang mayoritas warganya Muhammadiyah, terang Rahmatunnisa, koordinator aksi sekaligus bendahara umum PC IMM Kota Banjarbaru.\n\nSelain itu, PC IMM Kota Banjarbaru juga bersinergi dengan ortom lain seperti Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kota Banjarbaru dan Kepanduan Hizbul Wathan Kota Banjarbaru.\n\nHasil donasi tersebut diserahan kepada Lazismu Banjarbaru untuk disalurkan bersama-sama ke lokasi musibah. Aksi ini mendapat apresiasi positif dari Divisi Pengembangan Program dan Fundraising Lazismu Banjarbaru.\n\n\u201cKami sangat berterima kasih kepada kader-kader muda Muhammadiyah Kota Banjarbaru, khususnya PC IMM Banjarbaru. Aksi ini merupakan bentuk empati sekaligus memberikan contoh nyata bahwa anak muda itu harus peka terhadap musibah yang terjadi disekitar kita\u201d, terang Ginanjar Sutrisno.\n\nDalam aksi itu, masing-masing koordinator ditiap masjid menjual stiker logo Muhammadiyah dengan harga Rp. 5.000,- dengan semua keuntungannya untuk musibah kebakaran tersebut.\n\nSampai pagi itu, jumlah donasi yang terhimpun sebesar Rp. 1.808.300,- dan nominalnya terus bertambah karena selain menghimpun melalui masjid, penghimpunan juga ditujukan di kegiatan pengajian Pimpinan Daerah \u2018Aisyiyah Kota Banjarbaru.\n\nInformasi juga ditambahkan oleh koordinator aksi bahwa donasi tersebut akan dialokasikan dalam bentuk barang berupa kebutuhan pokok dan disalurkan pekan depan, kata mahasiswi yang saat ini sedang melanjutkan profesi Apoteker dari S1 Farmasi FMIPA ULM (gs).", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=66&field=image&unique=01202019194508"}, {"blog_id": "blog.blog(4,)", "name": "Nyaris Roboh, Dibuka Bantuan Program Bedah Rumah untuk Sugi", "subtitle": false, "program_id": "8", "wilayah_id": "14", "post_date": "2019-01-20 12:50:18", "description": "Semarang \u2013 LAZISMU. Pria itu menolak mentah-mentah waktu ditawari bangunan rumah oleh seorang tetangganya. Meski dibantu satu milyar, lebih baik saya tinggal di rumah sederhana ini, ujar Sugi seorang warga Kelurahan Ngemplak, Kecamatan, Tembalang, Semarang.\n\nSaya rela tinggal di Pos Kamling samping rumah ini, jika saya belum mampu membangun rumah, itu memang karena keterbatasan ekonomi. Ia khawatir ada sesuatu dibalik niat baik seseorang. Ia menolaknya secara baik-baik tanpa harus mmebuat rasa kecewa yang menawarkan.\n\nPekerjaan Sugi setiap hari sebagai tukang cat mobil yang bekerja mandiri walaupun order masih belum lancar. Kata Hasan, salah satu amil Lazismu saat menemui Sugi (26/12/2017). Semua rejeki yang diterima seberapa pun jumlahnya harus disyukuri, kata Hasan meniru ucapan Sugi.\n\nSugi mengaku, kadang harus menjadi sopir pocokan bila ada yang memerlukan jasanya. Sesekali ikut membantu menggali kubur jika ada yang meninggal, ujarnya.\n\nBersama dengan isteri, dua anak dan satu mertua, Sugi menempati rumah sederhana berukuran kurang lebih 5 x 8 meter yang dibangun oleh mertuanya kira-kira 30 tahun yang lalu. Kondisi rumah ini sudah melengkung, \u201cSaya kasih penyangga di tengahnya biar kuat, kalo hujan gentengnya bocor,\u201d katanya.\n\nTembok yang tengah ini kalo digoyang bisa bergerak-gerak, saya sudah nggak berani memanjat takut ambruk mas, cerita Sugi.\n\nDitengah keterbatasan ekonominya, Sugi masih kuat untuk bekerja. Bekerja secara halal dan jika ada saudara-saudara muslim yang ingin membantunya, Ia akan menerima dengan rasa syukur.\n\nLazismu Kota Semarang, mendampingi Sugi sebagai calon penerima bantuan. Bantuan berupa program bedah rumah yang akan dilaksanakan pada 2018 mendatang. Lazismu membuka saluran infak dan sedekah untuk pembangunan rumahnya.\n\nDonatur bisa menghubungi Lazismu Kota Semarang, dan segera konfirmasikan semua transaksi melalui SMS/WA di nomor 0856 4087 3531. (cs)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=67&field=image&unique=01202019195018"}, {"blog_id": "blog.blog(4,)", "name": "Santunan untuk Pasien RS Roemani", "subtitle": false, "program_id": "7", "wilayah_id": "14", "post_date": "2019-01-20 12:54:36", "description": "Semarang \u2013 LAZISMU. Kerjasama pentasharufan antara BMH (Baitul Mal Hidayatullah) dan LAZISMU dilaksanakan pada Jum\u2019at, 22 Desember 2017, di RS Roemani, Semarang (RSR). Sebanyak 32 pasien yang sedang dirawat di rumah sakit tersebut menerima santunan berupa uang tunai (22/12/2017).\n\nDidampingi Kasubag Humas RSR, Yuni Lestari, bersama Kasubag Sekretariat yang juga sekretaris Lazismu, Marhaeni, tim dari Lazismu berkunjung ke kamar-kamar tempat pasien dirawat. Lembaga Amil Zakat ini menyapa pasien seraya berdoa agar kesembuhan untuk pasien dikabulkan Allah swt.\n\nKepala perwakilan BMH Jawa Tengah, Imam Muslim, menyampaikan bahwa salah satu kewajiban lembaga amil zakat adalah mentasharufkan dana zakat, infak dan sedekah kepada orang yang lebih membutuhkan. \u201cIni merupakan amanah muzaki yang harus dilaksanakan oleh amil.\u201d katanya.\n\nKegiatan positif seperti ini diharapkan bisa dikembangkan menjadi sebuah pola pemberdayaan masyarakat berbasis kepedulian sosial, kata Ibu Yuni. Senada dengan itu, Marhaeni menyampaikan kepedulian sosial seperti ini akan dikembangkan bersama-sama Lazismu beserta majelis dan lembaga terkait di lingkungan persyarikatan.\n\nSelanjutnya agar menjadi program yang dapat bersinergi dengan lintas lembaga. Ada nilai manfaat yang lebih besar untuk masyarakat dengan sasaran yang tepat. Salah satu pasien, Bapak Yanto, warga Pucang Gading menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diterima, dia berharap lembaga amil zakat bisa membantu lebih banyak permasalahan masyarakat. (cs)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=68&field=image&unique=01202019195436"}, {"blog_id": "blog.blog(2,)", "name": "Lembaga Zakat dan Perannya Dalam Penanganan Tuberkulosis", "subtitle": false, "program_id": "7", "wilayah_id": "11", "post_date": "2019-01-20 12:59:37", "description": "Jakarta \u2013 LAZISMU. Wakil Ketua Lazismu, Barry Adhitya menjadi pembicara utama dalam diskusi nasional pegiat kesehatan, Kamis (15/6/2017) di Hotel Sofyan. Kegiatan ini difasilitasi Rumah Sehat BAZNAZ dan Forum Zakat (FOZ).\n\nMengupas tema penyakit tuberkulosis atau TB, Barry mengemukakan lebih dari 50% pasien TB meninggal dunia karena tidak segera diobati. \u201cIndia mengalahkan Indonesia, dari jumlah penderita TB karena faktor jumlah penduduk. Ini mengerikan, kita harus aktif terlibat,\u201d kata Barry, yang juga sebagai Technical Working Group TB di Kementerian Kesehatan RI.\n\nTuberkulosis menyerang paru-paru, namun juga berdampak pada bagian tubuh lainnya. Tuberkulosis menyebar melalui udara ketika seseorang dengan infeksi TB aktif batuk, bersin, atau menyebarkan butiran ludah mereka melalui udara. Infeksi TB umumnya bersifat asimtomatik dan laten. Namun hanya satu dari sepuluh kasus infeksi laten yang berkembang menjadi penyakit aktif.\n\nPenyakit TB adalah pekerjaan yang tidak akan ada berhentinya dalam SDGs. Selain itu, musti ada pendekatan multi disiplin. Seluruh pihak dapat terlibat di sini.\n\nAda organisasi internasional bernama Global Fund, yang memiliki program khusus TB. Mereka menggandeng organisasi Aisyiyah Muhammadiyah dan Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama. Pendampingan berbasis ormas Islam ini cukup efektif di 191 kabupaten tersasar, di seluruh desanya sampai 2018.\n\nPengobatan TB ini harus berkelanjutan, tidak boleh putus. Selama setengah tahun terus menerus. Bila putus harus mengulangi dari awal.\n\nDalam fase pengobatan, pasien TB membutuhkan kader komunitas yang mendampingi. Kader komunitas dilatih untuk mendampingi seorang pasien sampai dia sembuh. Mereka dilatih, mendampingi minum obat, jangan sampai drop out.\n\nDalam pendampingan ala TWG itu, tetangga diberi insentif Rp 300 ribu untuk enam bulan, agar tetangga itu mendampingi pasien tetangga.\n\n\u201cAktifitas pendampingan ini sebetulnya membangkitkan kepedulian ala Islam. Tetangga memiliki perhatian khusus ke tetangga,\u201d tutur Barry.\n\nBagaimana misalnya dana ZIS dipakai untuk gantikan ala Global Fund ini? Berupa insentif untuk tetangga, hanya Rp 50 ribu per bulan per orang. \u201cMurah untuk menangani penyembuhan TB,\u201d sambung Barry.\n\nDokter Muhammad Ridlo dari Rumah Sehat Baznas menyampaikan, kita bisa melakukan advokasi temuan dan layanan pengobatan. \u201cSalah satunya adalah pengadaan shelter atau rumah singgah di sekitar RS untuk keluarga yang menunggu pasien berobat kontinyu,\u201d kata dr Ridlo. (rilis/nd)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=69&field=image&unique=01202019195937"}, {"blog_id": "blog.blog(18,)", "name": "Malaikat Kecil itu Sedang Berjuang Melawan Hidrosefalus", "subtitle": false, "program_id": "1", "wilayah_id": "16", "post_date": "2019-01-20 13:04:11", "description": "Situbondo-LAZISMU. Badan semakin kurus, kepala semakin besar. Malaikat kecil itu tetap semangat dan sabar. Meski sakit, derita itu dilawannya. Dia tetap tegar dan ceria. Dengan senyuman dia memberi isyarat, nikmat sehat adalah impiannya.\n\nAndini, gadis kecil berusia 10 tahun, harus berjuang keras melawan penyakit Hidrosefalus. Putri dari pasangan I Ketut Artawan dan Rasiyati ini harus menerima kenyataan pahit dengan cerainya kedua orang tua sejak delapan tahun silam. Sang ayah pergi meninggalkan Andini tanpa memberi kabar tentang keberadaannya. Sedangkan sang bunda pergi melancong ke Bali untuk mencari nafkah bagi keluarga yang di tinggalkan.\n\nKondisi itu terdengar sampai ke telinga Lazismu. Beberapa tim amil diturunkan, mendatangi rumah Andini pada Kamis, 28 Desember 2017. Kedatangan tim Lazismu Situbondo disambut hangat oleh senyuman manis Andini yang terbaring lemah di tempat tidur. Bocah malang itu kini tinggal di gubuk tua bersama sang nenek, Sukarsia di Jalan Pelabuhan Utara Gang lima, Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo.\n\nHidrosefalus yang diderita Andini berawal ketika menginjak usia empat bulan. \u201cAndini awalnya lahir normal nak, dengan berat 2,5 kilogram. Saat usia 4 bulan kepala Andini tiba tiba membesar\u201d cerita Sukarsia, nenek Andini. Penderitaan Andini semakin bertambah kala dirinya sulit menggerakkan badannya untuk bergerak serta mulutnya untuk berbicara.\n\n\u201cSekarang cucu saya susah untuk bergerak dan tidak bisa bicara nak. Hanya bisa senyum kalau ada orang yang menjenguk dan menangis ketika sedang lapar dn dahaga\u201d ungkap Sukarsia kepada tim Lazismu Situbondo.\n\nBocah kelahiran Bali, 24 Juni 2007 tersebut juga sempat diperiksa ke dokter dan dirujuk ke RSUD Dr Soetomo Surabaya dengan mengandalkan BPJS kesehatan gratis dari pemerintah. Namun semua upaya yang dilakukan tak membuahkan hasil. Dokter mengatakan, Hidrosefalus yang dideritanya terlanjur parah dan tempurung kepala telah mengeras. Sehingga pihak Rumah Sakit tidak berani untuk melakukan tindakan operasi\n.\n\u201cKami sembilan hari di RSUD Dr Soetomo nak. Tapi Andini hanya dirawat biasa, karena menurut dokter penyakit yang diderita cucu saya sudah terlambat untuk di operasi\u201d terang Sukarsia dengan raut wajah sedih.\n\nSuasana semakin haru saat tim Lazismu Situbondo menyerahkan santunan kesehatan sebesar Rp 750.000 untuk malaikat kecil penderita Hidrosefalus tersebut. \u201cAlhamdulillah, terimakasih banyak nak, semoga Allah memberikan balasan yang berlipat ganda kepada kalian semua yang sudah membantu cucu saya. Semoga selalu diberi kesehatan, panjang umur dan dilancarkan rejekinya,\u201d ucap nenek Andini dengan mata berkaca kaca.\n\nTak selang berapa lama, ibu Andini yang berada di Bali mengirim pesan pribadi kepada salah satu petugas Lazismu Situbondo, \u201cTerimakasih yang tiada batas mas atas bantuan dan kepeduliannya kepada anak saya Andini.\n\nUang tersebut sangat bermanfaat bagi kami untuk membeli kebutuhan Andini dan memperbaiki atap rumah yang sudah hampir ambruk. Karena setiap kali hujan turun, Andini tidak lepas dari tetesan bocor atap rumah.\n\nSampaikan salam saya (red: ibu Andini) kepada segenap donatur Lazismu mas. Kami tidak bisa membalas kebaikan kalian. Semoga Allah yang membalas kebaikan kalian semua dengan berlipat ganda,\u201d. tulis Rasiyati melalui pesan daring. (Robi AW)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=70&field=image&unique=01202019200411"}, {"blog_id": "blog.blog(4,)", "name": "Berbagi Bersama Pemulung di TPA Jatibarang", "subtitle": false, "program_id": "8", "wilayah_id": "14", "post_date": "2019-01-20 13:08:35", "description": "Semarang \u2013 LAZISMU. Bekerja sebagai pemulung adalah pilihan untuk bertahan hidup. Di tempat pembuangan akhir (TPA), Jatibarang, Kota Semarang, ratusan pemulung menggantungkan hidupnya dari mengais sampah. Aroma tak sedap menjadi hal biasa di saat truk-truk sampah hilir mudik dinanti para pemulung ini.\n\nLapak-lapak penampung barang bekas siap menerima sampah yang bernilai jual. Di lokasi itu, rumah bedeng, warung makan, dan kandang hewan ternak menyatu dalam keseharaian aktivitas pemulung di TPA.\n\nRumah-rumah bedeng ini berukuran 3 x 5 m, atapnya warna warni terbuat dari plastic spanduk bekas, rangka dari bambu, dan dinding terbuat dari triplek serta seng bekas.\n\nDalam areal itu, persis di jalan masuk menuju TPA, terdapat 3 titik kelompok penghuni TPA. Diperkirakan ada 200-an rumah bedeng, tempat tinggal para pemulung yang bekerja tanpa lelah.\n\nLazismu berkesempatan datang pada Jum\u2019at, 29 Desember 2017. Salah satu rumah yang dikunjungi terdapat alas tidur dengan karton bekas. Dipan sederhana dari kayu bekas dan bambu menghiasi rumah bedeng untuk berlindung.\n\nLayaknya rumah, perabot rumah tangga ada di dalamnya. Perabot dapur dan tungku api berbahan bakar kayu masih ada di sini. Tirai dari kain ala kadarnya menutupi ruangan sebagai pembatas untuk untuk melepas lelah.\n\nKedatangan Lazismu di sana, diterima oleh imam musola Al-Ikhlas, Bapak Muhlisin. Lazismu berbagi dengan para pemulung. Sebanyak 70 bungkus nasi dan air minum dibagikan sesuai jumlah orang yang ada. Sementara para penghuni rumah bedeng masih bekerja di luar.\n\nBapak Muhlisin, menyatakan terima kasih atas perhatian Lazismu yang sudah beberapa kali mengunjungi tempat ini. Menurut Hasan, dari 200 rumah di lokasi itu, rata-rata dihuni 2 orang setiap rumah. M\n\nMereka berasal dari Purwodadi, Rembang dan sekitarnya, bahkan ada yang berasal dari luar pulau Jawa, lanjut Hasan. Umumnya mereka pulang ke kampung sekali dalam dua bulan, kata Muhlisin seperti disampaikan Hasan kepada media Lazismu (27/12/2017).\n\nProgram kunjungan ini merupakan kerjasama PDA Kota Semarang, yang telah aktif secara rutin membantu para pemulung. Semoga Lazismu dapat mewujudkan program produktif, dukungan semua pihak di nanti Lazismu dengan memberi kesempatan berbagi melalui rekening Infak : 714205 6983 Bank BTN Syariah atas nama Lazismu Kota Semarang, dan konfirmasi SMS/WA 0856 4087 3531. (cs)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=71&field=image&unique=01202019200835"}, {"blog_id": "blog.blog(24,)", "name": "Khitan Zaman Now, Pasha Tahan Sakit Sambil Ngegame", "subtitle": false, "program_id": "1", "wilayah_id": "22", "post_date": "2019-01-20 13:12:52", "description": "Kalsel \u2013 LAZISMU. Suara jerit tangis anak-anak terdengar saling bersahu-sahutan di Komplek Sinar Atu Atu, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan (27/12/2017). Suara itu berasal dari puluhan peserta khitan masal yang ada dalam ruang tindakan.\n\nKhitan massal itu terselenggara hasil sinergi Lazismu Tanah Laut dengan Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (KTKBM) KIPUh. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mengisi liburan akhir semester, sekaligus rangkaian kegiatan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi KIPUh. Sebanyak 49 anak mengikuti khitan masal ini, pesertanya siswa sekolah dasar yang berada di sekitar kantor Koperasi KIPUh, sebagian lainnya anak-anak dari para pekerja bongkar muat pelabuhan yang merupakan karyawan koperasi.\n\nMenurut Maryanto selaku pengurus koperasi, acara ini sebagai wujud tanggung jawab sosial KIPUh terhadap masyarakat. \u201cSelain khitan massal, KIPUh rutin menyalurkan dana sosial dalam bentuk lain, di antaranya penyaluran hewan kurban setiap hari raya Idul Adha,\u201d jelasnya.\n\nSelain pelayanan khitan gratis, para peserta juga mendapatkan bingkisan berupa tas sekolah dan sarung. \u201cMudah-mudahan kegiatan khitan massal ini akan kita laksanakan setiap tahun, dengan harapan semakin banyak warga masyarakat yang bisa terbantu, terutama masyarakat tidak mampu\u201d, papar Maryanto.\n\nSaat ini, lanjut Maryanto, ada 130 anggota koperasi yang berperan sebagai mitra dalam beberapa aksi sosial yang selama ini dilaksanakan bersama Lazismu Tanah Laut. Di halaman kantor koperasi, para orang tua sedang mengantre, beberapa di antaranya sibuk menenangkan anak-anaknya yang menangis karena ketakutan akan dikhitan.\n\nSalah satu peserta, Saipul (7), baru saja selesai dikhitan, Ia mengatakan jika awalnya merasa takut karena melihat alat-alat medis seperti suntikan hingga membuatnya menangis. \u201cTakut sekali, tadi pas mau disuntik\u201d ucap Ipul. Namun setelah selesai Ia mengaku tidak begitu sakit. \u201cSeperti digigit semut\u201d ceritanya.\n\nBerbeda dengan Ipul, teman sebayanya Pasha (7) mengatasi rasa takutnya dengan cara unik. Pasha menikmatinya sambil ngegame lewat ponsel. Sejak masuk ke ruang tindakan, siswa kelas 1 SD Negeri Atu Atu ini selalu memegang ponselnya. Cara ini terbilang cukup ampuh.\n\nSejak disuntik sampai dengan proses terakhir dijahit, Pasha sama sekali tidak menangis. Ia hanya merasakan sedikit sakit. \u201cSakit sih, sedikit. Tapi sambil main game biar nggak kerasa sakitnya,\u201d akuanya.\n\nSementara itu, para orang tua yang ikut mendampingi putranya dikhitan terlihat senang. Akbar, orang tua salah satu peserta mengatakan dirinya mendapat informasi khitan masal dari seorang karyawan koperasi.\n\n\u201cSaya dapat informasi 2 hari yang lalu, kemudian saya bilang kepada anak saya untuk ikut sunat. Ternyata dia bilang berani, akhirnya kami mendaftar,\u201d pungkasnya. Ketika melihat anaknya telah selesai dikhitan wajahnya begitu bahagia. Dirinya bahagia dan berterima kasih kepada Koperasi KIPUh dan Lazismu yang memfasilitasi khitan gratis ini. Sangat membantu bagi masyarakat seperti kami, ungkap pria yang sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan ini.\n\nSejak terbentuk pada Februari 2017, Lazismu Tanah Laut telah melakukan beberapa aksi sosial. Selain khitan massal, Lazismu juga memberikan bantuan untuk lansia duafa, bantuan biaya berobat serta bantuan biaya pendidikan bagi masyarakat tidak mampu.\n\nPada 2018 nanti, Lazismu juga telah menyiapkan beberapa program, di antaranya program orang tua asuh, beasiswa pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Diharapkan semakin banyak donatur baik perorangan maupun perusahaan yang mau bersinergi dengan mendukung program-program yang dijalankan Lazismu Tanah Laut. Dengan dukungan dari berbagai pihak tentu akan lebih banyak lagi masyarakat yang akan menerima manfaat. (km)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=72&field=image&unique=01202019201252"}, {"blog_id": "blog.blog(24,)", "name": "Paket Bantuan Korban Kebakaran Tiba Di Belangian", "subtitle": false, "program_id": "7", "wilayah_id": "22", "post_date": "2019-01-20 13:16:58", "description": "Banjarbaru \u2013 LAZISMU. Udara sore di desa itu sejuk. Angin berhembus dari Timur waduk Riam Kanan. Suasana yang menambah semangat tim Lazismu Banjarbaru bersama 5 orang kader Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Banjarbaru yang menggandeng 1 orang amil Lazis PLN UIP Kalimantan Bagian Tengah untuk berbagi.\n\nSudah sepekan penggalangan dana untuk musibah kebakaran dihimpun, kini tiba saatnya menyalurkan amanah donatur kepada mereka yang membutuhkan. Meringankan beban saudara yang tertimpa musibah kebakaran. Perjalanan cukup panjang, waktu ditempuh kurang lebih 2 jam menggunakan Klotok (perahu kayu bermesin diesel) mengarungi waduk terbesar di Kalimantan Selatan itu.\n\nKeindahan waduk Riam Kanan menemani selama perjalanan, tiba-tiba awan berubah hitam. Pertanda hujan lebat akan turun. Perlahan tapi pasti hujan yang diprediksi datang mulai turun. Hujan hebat ditambah hembusan kuat angin. Semua penumpang saling membantu membentangkan terpal di jendela agar air hujan tidak membasahi paket bantuan.\n\nHujan mulai reda, bibir dermaga kecil di Desa Belangian perlahan semakin mendekat. Matahari berangsur terbenam, semua tim bergegas mengangkat seluruh paket bantuan ke atas dermaga. Tiba waktu Isya selesai, seluruh tim mulai membagikan paket bantuan sembako dan uang tunai kepada korban kebakaran.\n\nTiga paket besar dari Lazismu Banjarbaru dan PC IMM Banjarbaru, serta 10 paket bantuan ukuran sedang untuk lansia dan duafa dari PC IMM Banjarbaru dan Lazis PLN UIP Kalimantan Bagian Tengah siap dibagikan malam itu.\n\n\u201cAnang Kamuh (70) penerima bantuan angat berterima kasih atas uluran tangan Lazismu Banjarbaru, Lazis PLN dan PC IMM Banjarbaru. Meski rumahnya habis dilalap api pekan lalu, Anang tetap kuat yang malam itu hanya mengenakan selembar pakaian dan celana yang menempel di badan dengan kopiah di kepala.\n\nDesa Belangian adalah kawasan yang cukup jauh jarak tempuhnya. Tidak ada jalur darat untuk menuju kesana. Desa dengan jumlah 95 kepala keluarga, mayoritas mata pencahariannya bertani dan berkebun. Masyarakat di sana sangat mandiri dengan energi listrik tenaga surya yang digunakan hanya pada malam hari sampai dengan waktu fajar.\n\nPembagian paket dari pintu ke pintu (door to door) menjadi tantangan tersendiri di tengah guyuran hujan lebat. Energi yang tersisa setelah menempuh perjalanan panjang tak menyurutkan semangat. Seluruh anggota tim bahu-membahu mendorong gerobak di jalan menanjak dan licin dengan penerangan seadanya.\n\nSemoga kemitraan yang terjalin bisa ditingkatkan lagi dikemudian hari, kata Ahmad Sudani, Ketua PC IMM Banjarbaru yang juga salah satu amil Lazis PLN UIP Kalimantan Bagian Tengah.\n\nSebelumnya Ia pernah menempuh pengkaderan amil di Lazismu Banjarbaru selama beberapa minggu atas permintaan pihak Lazis PLN. Hal senada juga disampaikan oleh Divisi Pengembangan Program dan Fundraising Lazismu Banjarbaru, \u201cLazismu sangat bangga, terima kasih atas sinergi yang terjalin, ke depan mampu menjangkau lebih luas dan lebih baik lagi,\u201d terang Ginanjar penuh harap. (gn)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=73&field=image&unique=01202019201658"}, {"blog_id": "blog.blog(4,)", "name": "Saya Membutuhkan Terpal Agar Bisa Menjahit di Musim Hujan", "subtitle": false, "program_id": "5", "wilayah_id": "14", "post_date": "2019-01-20 13:22:08", "description": "Semarang \u2013 LAZISMU. Pakaian model apapun saya bisa jahit, rambut pun saya bisa jahit,\u201d kata Slamet saat ditemui Lazismu di sela-sela kesibukannya, Kamis, 28 Desember 2017. Lelaki paruh baya berusia 45 tahun itu, bekerja sebagai tukang jahit keliling.\n\nSudah 8 tahun Ia melakoninya, setiap hari mangkal di Jalan Wonodri Baru, Kota Semarang. Bukan omong kosong, memang dia pernah menerima order untuk menjahit potongan rambut panjang dijadikan bahan dasar pembuatan Wig.\n\nSebagai tukang jahit, dia mengaku kesulitan menjalankan usaha di daerah asalnya Pekalongan, Ia memilih melanjutkan usahanya di Semarang. Ia tidak sendiri, Udin adik kandungnya juga menjalani profesi yang sama, bahkan merantau ke Semarang lebih dulu.\n\nModal utamanya sepeda motor bebek yang sudah dimodifikasi, mesin jahit menempel persis di belakang sepeda motornya. Bisa dipakai untuk berkeliling dan bisa juga untuk mangkal, apabila menjahit duduknya menghadap ke belakang.\n\nSetiap ada panggilan azan, Ia hentikan pekerjaannya, barang-barang dikemas, di tutup dengan plastik dan ditinggal untuk berjamaah di masjid. Kebetulan tempat mangkalnya tidak jauh dari lokasi masjid At-Taqwa.\n\n\u201cRejeki itu sudah ada yang mengatur mas, kalau sudah hak kita tidak akan lari kemana, yang penting kita jangan meninggalkan perintah yang mengatur rejeki itu\u201d kata Slamet.\n\nDia menginginkan untuk mengganti payungnya yang sudah rusak dengan terpal menggunakan kaki penyangga dari besi yang mudah dibongkar pasang. \u201cKalau turun hujan agak repot mas menutup kain jahitan, jika basah kan kasihan pelanggan\u201d tutur Slamet.\n\nLazismu menyambut impian Slamet, untuk memfasilitasi agar usahanya tetap berjalan tanpa gangguan jika musim hujan tiba. Akhirnya, Slamet menjadi mitra binaan LAZISMU di bidang usaha kecil.\n\nUntuk membantu Slamet mengembangkan usahanya, Lazismu ucapkan sampaikan terimakasih kepada semua muzaki yang telah membantu Slamet. Bantuan lainnya dapat disalurkan melalui Bank BTN Syari\u2019ah, dengan nonor rekening 714205 6970. (cs)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=74&field=image&unique=01202019202208"}, {"blog_id": "blog.blog(4,)", "name": "Mendorong Nomor Pokok Wajib Zakat untuk Mutakhirkan Data Muzaki", "subtitle": false, "program_id": "2", "wilayah_id": "14", "post_date": "2019-01-20 13:27:21", "description": "Semarang \u2013 LAZISMU. Aktivitas program bisa diukur dengan data pendukung, dan sejauh mana data memberikan gambaran yang bermakna. Dengan nilai penting data dalam organisasi, Direktur Akademi Ilmu Statistika (AIS) Muhammadiyah Semarang, Wellie Sulistijanti mengatakan data adalah bagian yang sangat penting untuk mendukung percepatan kemajuan sebuah organisasi.\n\n\u201cKarena itu, pendataan harus dimulai dari sekarang meskipun menggunakan software pengolah data yang sederhana sekalipun,\u201d pungkasnya.\n\nHal ini terungkap dalam bincang-bincang Lazismu di ruang kerjanya saat kunjungan pada Kamis kemarin (3/1/2017) sekaligus penyerahan piagam NPWZ (Nomor Pokok Wajib Zakat).\n\nNPWZ adalah salah satu program LAZISMU Kota Semarang, yang sudah dicanangkan sejak 2017. Program ini berangkat dari rapat pleno PDM (Pimpinan Daerah Muhammadiyah) Kota Semarang. Selanjutnya, dibuktikan dengan melaksanakan ZIS di Lazismu sebagai lembaga amil zakat milik Muhammadiyah.\n\nTercatat sejumlah 113 orang muzaki (terdaftar NPWZ) dari total 696 orang. Muzaki menyalurkan zakatnya melalui Lazismu. Sementara mustahik sebagai penerima manfaat sejumlah 3.626 orang. Capaian ini belum sesuai dengan target yang dicanangkan sejumlah 1000 muzaki di 2017.\n\nAnggota Pleno PDM Bidang ZIS, Yusuf Hidayat, mengatakan perlunya kesadaran semua komponen persyarikatan untuk melaksanakan ZIS. Mulai dari PDM, PCM, PRM, AUM, Ortom dan semua anggota serta simpatisan Muhammadiyah, sehingga program persyarikatan bisa tercapai dengan baik.\n\nTahun 2018 ini menjadi kewajiban bagi semua komponen persyarikatan mendukung secara nyata, berzakat, infak dan sedekah melalui Lazismu, agar kegiatan dakwah lancar. Dana zakat ini bisa mengurangi kemiskinan, bisa memberdayakan duafa, dan menjadikan mustahik menjadi muzaki, demikian Yusuf menjelaskan. (cs)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=75&field=image&unique=01202019202721"}, {"blog_id": "blog.blog(15,)", "name": "Bakti Oos untuk Ayah, Cuti Kuliah Sementara", "subtitle": false, "program_id": "1", "wilayah_id": "12", "post_date": "2019-01-20 13:53:05", "description": "Tasikmalaya \u2013 LAZISMU. Oos Fawzan dikenal mahasiswa yang berprestasi di akademiknya. Belum lama ini Lazismu dapat informasi tentang Oos. Menurut informasi dari Lazismu Tasikmalaya kondisi terakhirnya tak berdaya untuk melanjutkan kuliah. Demikian disampaikan Rizky Nugraha, salah satu amil Lazismu Tasikmalaya kepada awak media Lazismu (3/1/2017).\n\nIa harus merawat ayahnya yang sedang sakit, dan di rumahnya hanya ada Oos, ayahnya, dan adik-adiknya yang masih duduk di sekolah dasar.\n\nAyah Oos, Ariz berusia 60 tahun, menderita sakit stroke lanjut, sudah tidak bisa melakukan kegiatan apapun, hanya bisa berbaring, bahkan buang air pun di tempat tidur, dan istrinya sudah lama berpulang. Selama ini Oos yang merawat ayahnya. Menyuapkan makanan, memandikan, dan mengawasinya.\n\nKediaman Oos di Kampung Sukarindik, RT/RW 002/001 Kelurahan Sukarindik, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya. Adik-adiknya menjadi perhatian khusus Oos selain ayahnya dalam mempertahankan kehidupan keluarganya tanpa seorang ibu.\n\nOos merupakan mahasiswa STAI (Sekolah Tinggi Agama Islam) Tasikmalaya yang juga dibantu biaya pendidikannya oleh Lazismu. Selama ini, Ia cuti kuliah dari semester 3, dan untuk kebutuhan sehari-hari hanya mengandalkan pemberian saudara dan tetangganya.\n\nMelihat kondisi Oos, Lazismu meringankan beban hidupnya dengan memberikan bantuan, 1 unit mesin cuci Desember lalu (21/12/2017). Dengan harapan Oos dapat mencuci baju ayah dan adik-adiknya dengan ringan. (rn)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=76&field=image&unique=01202019205305"}, {"blog_id": "blog.blog(19,)", "name": "Test Food Rendang Kambing untuk Warga Terdampak Bencana", "subtitle": false, "program_id": "8", "wilayah_id": "17", "post_date": "2019-01-20 13:59:01", "description": "Denpasar \u2013 LAZISMU. Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia menghadapi sejumlah peristiwa bencana alam yang menimpa sejumlah daerah. Mulai dari meletusnya Gunung Sinabung di Sumatera, banjir dan yang terbaru adalah erupsi Gunung Agung di Karangasem, Bali.\n\nSalah satu dampak dari bencana erupsi Gunung Agung ini tentu saja berkaitan dengan meningkatnya jumlah pengungsi di berbagai daerah di Bali yang perlu asupan nutrisi dan gizi. Karena itu, lembaga amil zakat nasional, Lazismu bersama MDMC tergerak untuk memberikan bantuan hasil donasi yang dimanatkan muzaki kepada Lazismu. Bantuan itu berupa pakaian, trauma healing, shelter, bus sekolah, pelayanan kesehatan hingga makanan.\n\nSebelumnya Lazismu melakukan test food (tes makanan) pada Rendang Kambing sebelum didistribusikan kepada para pengungsi dampak erupsi Gunung Agung. Tes makanan ini dilakukan Lazismu bersama ibu-ibu Aisiyah Bali. Rendang kambing ini dalam bentuk rendang kemasan yang dihimpun saat hari raya kurban.\n\nSaat tes rendang kambing, setelah dimasak oleh ibu-ibu Aisiyah Bali, yang disaksikan juga oleh wakil ketua PWM Bali. Rendang kemasan produksi Lazismu tersebut dites mengenai rasa dan tekstur apakah sudah cocok untuk warga terdampak bencana.\n\n\u201dTes rendang kambing ini layak dilakukan sebelum didistribusikan kepada para warga yang terdampak erupsi gunung agung\u201d kata Khumsun Imtihan, Wakil Ketua PWM Bali, di gedung dakwah Muhammadiyah, jalan Imam Bonjol, Sabtu (6/1/2017).\n\nRendang merupakan kuliner khas Nusantara yang menjadi masakan terlezat di jagat raya. Begitu pula Lazismu berharap agar program ini menjadi sumbangsih umat Islam Indonesia untuk persaudaraan dan kemanusiaan. (teropongmetro/rb)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=77&field=image&unique=01202019205901"}, {"blog_id": "blog.blog(4,)", "name": "Katakan SAY untuk Generasi Belia Jauhkan \u201cSekeng\u201d", "subtitle": false, "program_id": "1", "wilayah_id": "14", "post_date": "2019-01-20 14:08:14", "description": "Kangkung \u2013 LAZISMU. Di zaman ini, ada perkembangan menarik di masyarakat, berkenaan dengan sesuatu yang kekinian. Disebut dengan istilah Kids Zaman Now. Istilah ini menjadi viral yang tak terbantahkan. Generasi sekarang telah jauh berbeda dengan generasi masa lalu. Teknologi yang semakin berkembang dengan segala kemudahannya tercerminkan melalui sikap maupun pola pikir generasi sekarang yang rentan menimpa jatidiri generasi belia.\n\nJika kebablasan, bisa melewati norma. Gokil kata anak-anak zaman now. Fenomena itu semakin nyata, lembaga filantropi perlu meresponnya seperti yang dilakukan lembaga amil zakat nasional, di Kendal melalui Kantor Layanan Kangkung untuk tidak berpangku tangan.\n\nPagi itu (7/1/2017) semilir angin menyita perhatian di sekitar jalur Pantura, Kabupaten Kendal. Seolah rasa sejuknya memantik semangat. Semangat memacu untuk berbagi dengan anak-anak yatim dan duafa. Kali ini, Kantor Layanan (KL) Lazismu Kangkung membuktikannya dengan cara tidak hanya menyantuni, namun mengajaknya juga untuk Ngaji.\n\nKegiatan itu dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 5 Cepiring, Darul Arqom 5, di Kendal. Kegiatan diawali oleh sambutan dari Ketua Panitia, Abdul Rohman, yang menjelaskan beberapa aktivitas program dan juga laporan hasil penghimpunan kantor layanan Lazismu Kangkung. Seusai laporan turut dibacakan beliau gambaran ke depan Lazismu yang akan menjadi motor utama dalam membudayakan spirit zakat bersama.\n\nSemntara itu, Ketua PDM Kabupaten Kendal, yang diwakili oleh Drs. H. Utomo, M.Pd, memaparkan tentang pentingnya pendidikan bagi generasi muda, beliau juga menambahkan gerakan zakat yang bisa berbicara banyak hal untuk memajukan negeri ini. Di akhir sambutannya, Utomo menambahkan bahwa pendidikan dan gerakan zakat merupakan dua hal yang saling menguatkan dan jangan dipisahkan.\n\nDisamping itu, melalui program SAY (santunan anak yatim), sambutan yang memotivasi jamaah diringi penampilan dari keterampilan dan prestasi para santri. Lewat tilawah merdu dari para hafidz belia hingga Tari Saman dengan beberapa atraksi yang di akhir penampilan mendapat apresiasi yang menggembirakan para jamaah.\n\nSecara simbolik, santunan diberikan oleh PDM Kabupaten Kendal oleh Drs.H.Utomo,M.Pd untuk anak-anak yang diundang, serta dari Ekseskutif Lazismu Kendal yang diwakili Danang Ari Wibowo untuk pentasarufan kepada PRM serta Ortom dan AUM. Selain itu, SAY juga menyuguhkan keseriusan SMP Muhammadiyah 5 Cepiring dalam pengembangan penguasaan bahasa asing. Hal itu dibuktikan dengan penampilan pidato tiga Bahasa (Bahasa Indonesia, Arab dan Inggris ) oleh tiga santri serta Dua Bahasayang digunakan oleh pembawa acara.\n\nUstadz Sumanto yang menjadi pembicara pada kajian di SAY, memaparkan tentang bahaya Sekeng bagi generasi muda Islam. Beliau memaparkan fenomena negatif yang menggejala tengah menggerogoti generasi muda. Sikap para generasi muda ini, bisa dicontohkan dengan kreativitas mereka mengoplos obat kemudian meminumnya, masih banyak contoh yang lain, tegas beliau.\n\n\u201cSolusinya adalah menguatkan diri generasi sekarang, terutama putra-putri kita dengan menghadirkan lingkungan yang baik, dan itulah maksud dan tujuan adanya lemaga pendidikan sebagaimana telah buktikan oleh Darul Arqom 5 Kabupaten Kendal, dalam mendidik santrinya dengan prestasi,\u201d Tambah Ustadz Sumanto, sebelum menutup kajian.\n\nProgram SAY di Kantor Layanan Kangkung tahun ini merupakan bagian dari program Santunan 1000 anak Yatim dan Duafa di Lazismu Kendal. Dalam kegiatan ini, yang mendapat manfaat sejumlah 120 anak yang tidak hanya berasal dari warga Muhammadiyah saja.\n\nPaket School Kit yang diberikan sesuai dengan kesepakatan bersama yang di seragamkan oleh Lazismu Kendal. Program ini akan di lanjutkan dan disinergikan dengan program KL Kangkung yang lain, agar tak jenuh dalam memberi untuk negeri. (d\u2019)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=78&field=image&unique=01202019210814"}, {"blog_id": "blog.blog(6,)", "name": "Di Kampung Penurun 27 KK Terima Bantuan Sembako", "subtitle": false, "program_id": "1", "wilayah_id": "4", "post_date": "2019-01-20 14:13:26", "description": "Batam \u2013 Lazismu. Sekitar pukul 11.00 wib, Lazismu Batam, memulai perjalanan laut dengan menggunakan kapal motor kayu dari Pelabuhan Piayu. Pemandangan khas kepulauan Riau selama perjalanan ada daya pikat tersendiri. Pulau-pulau kecil di kiri dan kanan, bahkan di antara pulau hanya terpisah beberapa meter.\n\nDi antara rimbunnya hutan mangrove dengan waktu tempuh 45 menit, akhirnya sampai di Pulau Subang Mas, tepatnya di kampung Penurun (7/1/2018). Di kampung itu, terdapat 27 KK, mayoritas sebagai nelayan, selebihnya bertani. Kedatangan Lazismu disambut hangat.\n\nKopi manis dan teh hangat, yang dilengkapi kerupuk ikan kudapan asli orang pulau menambah keceriaan pembicaraan ringan terasa makin asyik.\n\nDari pembicaraan dengan warga, informasi tentang aktivitas di dalamnya diperoleh dari Pak Suwito. Anak anak kampung, jika sekolah harus naik boat ke pulau seberang. \u201cDi pulai ini, tidak ada sekolah tingkat SMP dan SMA,\u201d katanya.\nItupun biaya sendiri. Ketika air laut surut, boat tidak bisa sampai ke kampung ini, maka anak-anak harus libur sekolah, cerita Pak Suwito.\n\nPenghasilan warga terbatas, seandainya ada pihak yang membantu pemasaran produk rumahan di kampung ini, kami sangat berterima kasih. \u201cKerupuk ikan merupakan makanan ringan unggulan kampung Penurun,\u201d ujarnya.\n\nSelanjutnya, Lazismu menyerahkan bantuan berupa sembako kepada warga. Tak jauh dari lokasi ada musola, masih dalam proses renovasi. Pembangunannya terhenti, kata Pak Ghofur karena kekurangan dana.\n\nBaterai panel suryanya juga sudah tak ada dayanya, otomatis suara tidak keluar jika adzan. Musola bediri atas inisiasi Muhammadiyah batam dan AMCF. Selepas dzuhur Lazismu berpamitan untuk menuju ke pulau berikutnya. (pras)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=79&field=image&unique=01202019211326"}, {"blog_id": "blog.blog(4,)", "name": "Hidup Sebatang Kara, Mbah Painem Dirawat di Panti Jompo Aisyiyah", "subtitle": false, "program_id": "8", "wilayah_id": "14", "post_date": "2019-01-20 14:59:10", "description": "Sragen \u2013 LAZISMU. Gubuk tua kecil penuh sesak dengan pakaian, kasur dan alat makan seadanya. Isi gubuk itu menjadi saksi bisu kehidupan Mbah Painem. Gubuk kecil berukuran 3 x 2 m2 yang terletak di kebun belakang rumah milik salah satu warga di Pecing, Kelurahan Sragen Tengah, Sragen.\nMbah Gombak, begitu sapaan karib warga Pecing di sekitar gubuk tua Mbah Painem. Mbah Painem, perempuan kelahiran, Sragen, 31 Des 1945 menetap di Pecing sejak 3 tahun terkahir ini. Sebelumnya, ketika masih muda ia tinggal di Patihan, Sidoharjo hingga akhirnya pindah lagi karena tak memiliki rumah.\nMbah Painem sudah lama hidup sebatang kara, suaminya telah meninggal. Mbah Painem memiliki seorang anak, namun sejak kecil anaknya tersebut telah diadopsi oleh orang lain dan hingga sekarang tidak terdengar kabar sedikitpun tentang anaknya. Keluarga yang lainnya juga sudah tidak diketahui keberadaannya.\nGubuk tua milik Mbah Painem terletak di belakang rumah milik Ibu Gono yang juga selama 3 tahun ini dirawat oleh keluarga beliau. Segala kebutuhan yang dibutuhkan Mbah Painem disediakan oleh Ibu Gono.\nKeseharian Mbah Painem selama tinggal di Pecing sering berjalan kaki menyusuri setiap jalan sehingga sudah banyak warga yang mengenal sosoknya. Mbah painem yang renta, menjadikan aktivitasnya tak sekuat dulu untuk mencari nafkah memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Mbah Painem hidup dari belas kasihan warga Pecing. Kebutuhan pokok sehari-hari didapatkannya dari pemberian tetangga yang iba melihat kondisi Mbah Painem.\nKondisi Mbah Painem yang sangat memprihatinkan, membuat keluarga besar Ibu Gono melaporkan kondisi tersebut kepada kelurahan Sragen Tengah kemudian diteruskan ke Lazismu Sragen. Alhasil, tim Lazismu bergerak dan melakukan survei dengan menanyakan kondisi Mbah Painem dan menggali informasi dari Keluarga Ibu Gono.\nLazismu Sragen akhirnya melakukan koordinasi dengan menghubungi Lurah Sragen Tengah untuk bekerjasama dalam menangani kasus yang dialami Mbah Painem. Hasil keputusan bersama pihak Kelurahan Sragen tengah memutuskan untuk memindahkan Mbah Painem di Panti Jompo \u2018Aisyiyah Surakarta.\nTiba saatnya, Senin 8 Januari 2018, tim Lazismu mengantarkan Mbah Painem ke Panti Jompo \u2018Aisyiyah Surakarta. Sebelum berangkat, pihak Kelurahan dan Babinsa melepas kepindahan Mbah Painem dan memberi semat untuk keberlangsungan hidup Mbah Painem selanjutnya. \u201cTerima kasih kepada Lazismu Sragen yang telah melakukan penanganan cepat untuk warga kami Mbah Painem, semoga kedepannya bisa bekerjasama lagi untuk masyarakat yang tidak mampu\u201d ujar Supriyadi selaku Lurah Sragen Tengah.\nInsya Allah Lazismu Sragen secara rutin akan membayar iuran bulanan Mbah Painem selama tinggal di Panti Jompo \u2018Aisyiyah Surakarta.\n", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=80&field=image&unique=01202019215910"}, {"blog_id": "blog.blog(24,)", "name": "Nenek Pemilik 9 Ekor Kucing Terima Bantuan Program Senyum Lansia", "subtitle": false, "program_id": "8", "wilayah_id": "22", "post_date": "2019-01-20 15:03:56", "description": "Banjarbaru \u2013 LAZISMU. Hampir dua tahun kakinya tidak bisa berjalan lagi. Untuk meraih sesuatu pun tak sanggup, Ia hanya bisa merayap saja. Demikian gambaran Antung Kusniah (77) yang sudah bertahun-tahun hidup di rumah ukuran 5 x 4 meter di jalan Purnawirawan Palam, RT.04 RW.01 Desa Palam, Kecamatan Cempaka, Banjarbaru, Kalimantan Selatan.\n\nSaat ini, Ia tinggal bersama anak semata wayangnya. Anaknya memiliki tanggung jawab menafkahi sang ibu, maka dengan berat hati harus bekerja di tempat yang cukup jauh dan masih bekerja serabutan.\n\n\u201cKadang Inya (red: dia) kerja ikut orang lain menambang pasir atau intan. Kadang bekerja serabutan jadi buruh bangunan dengan penghasilan tak menentu,\u201d ucap Antung. Pulangnya juga tidak menentu, seminggu dua kali atau satu kali,\u201d lanjutnya.\n\nDisela-sela mengisi aktivitas sehari-hari, Nenek Antung selalu mendengarkan radio tua miliknya. Lewat radio tua itu, Ia mendengarkan siaran yang fevoritnya majelis ilmu. \u201cIni yang aku dengarkan setiap hari, semoga dapat menambah ilmu walau hanya mendengarkan melalui radio\u201d, ujarnya.\n\nSelain mendengarkan pengajian agama, Nenek Antung juga memelihara 9 ekor kucing. Kucing peliharaannya yang menemaninya jika anak semata wayangnya belum pulang. Itulah keadaan Nenek Antung, yang hidup miskin.\n\nKendati sudah tua, Ia masih ikut pengajian, kata Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah setempat, Pak Heri Sumanto. \u201cBeliau walau sudah sepuh rajin datang, sebelum mengalami gangguan pada kakinya, selalu datang tidak pernah absen,\u201d terang Heri.\n\nSelasa kemarin (9/1/2017), Tim Pelaksana Lazismu Banjarbaru untuk kesekian kalinya bersilaturahim ke rumahnya. Mendistribusikan bantuan, salah satunya ke lokasi Nenek Antung. \u201cSekarang, Nenek Antung berada dalam daftar mustahik penerima manfaat Program Senyum Lansia,\u201d jelas Ginanjar Sutrisno, Divisi Pengembangan Program dan Fundraising Lazismu Banjarbaru.\n\nProgram Senyum Lansia merupakan program yang bersifat karitatif dengan konsep pemberian paket sembako senilai Rp. 200.000,- beserta uang tunai Rp. 200.000,- kepada kategori fakir dan miskin untuk usia lanjut. \u201cKami juga mengajak kepada kaum muslimin dan muslimat, untuk ikut berkonstribusi donasi untuk program ini\u201d, lanjutnya. (gj)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=81&field=image&unique=01202019220356"}, {"blog_id": "blog.blog(33,)", "name": "Duafa yang Tunanetra itu Tukang Panjat Pohon", "subtitle": false, "program_id": "8", "wilayah_id": "29", "post_date": "2019-01-20 15:09:14", "description": "Enrekang \u2013 LAZISMU. Lazismu Enrekang santuni warga tunanetra di Dusun Penja, Desa Karueng, Kecamatan Enrekang Kabupaten Enrekang. Kamis 13 Januari 2018.\n\nBersama Angkatan Muda Muhammadiyah Enrekang, Lazismu menyambangi rumah kediaman Saharuddin.\n\nAdapun Saharuddin warga Dusun Penja berusia 53 tahun sejak dari kecil mengalami masalah dengan penglihatanya yang mengakibatkan dia tidak bisa melihat lagi. Setiap harinya Caha panggilan akrab Saharruddin bekerja sebagai tukang panjat kelapa dengan upah sekitar Rp. 7.500,- per pohon.\n\nBapak empat anak ini sehari-harinya selain bekerja sebagai tukang panjat pohon juga bekerja sebagai tukang urut. Pekerjaan ini semuanya dilakukan untuk menghidupi keluarganya.\n\nMaka dari itu Lazismu Enrekang melalui program paket donasi untuk kaum duafa. Membantu meringankan beban hidup Pak Caha dengan memberikan bantuan berupa paket sembako secara cuma-cuma yang terdiri atas beras, susu, teh dan minyak goreng.\n\nMelalui program ini Lazismu Enrekang mengajak kepada seluruh masyarakat Enrekang untuk peduli dengan sesama dengan cara menjadi donatur tetap atau muzakki yang nantinya dana zakat, infak dan sedekah ini akan disalurkan pada program-program unggulan Memberi Untuk Negeri Lazismu. (ik)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=82&field=image&unique=01202019220914"}, {"blog_id": "blog.blog(4,)", "name": "Empat Mahasiswi Berminat Bergabung di Media Berita Lazismu", "subtitle": false, "program_id": "2", "wilayah_id": "14", "post_date": "2019-01-20 15:14:13", "description": "Semarang \u2013 LAZISMU. Empat mahasiswi yang merupakan anggota Immawati telah berkunjung ke kantor Lazismu Kota Semarang, Sabtu, 13 Januari 2018. Tuti Astha selaku pimpinan, mengaku terdorong untuk mengembangkan pengetahuan dan ilmu jurnalistik. Meski berasal dari beberapa perguruan tinggi yang berbeda, antusias mereka sangat tinggi.\n\nDalam pertemuan itu, perbincangan panjang diawali dengan bahasan soal pengembangan media massa yang dilakukan Lazismu. Termasuk terbukanya lembaga amil zakat ini untuk pengembangan diri bagi mahasiswa.\n\nAda sosial media online, ada bulletin yang diterbitkan setiap bulan, ada radio streaming yang sudah siap online. Di tingkat wilayah Jawa Tengah ada beberapa website, dan di pusat ada majalah juga website. Semua siap bermitra dalam menyalurkan karya jurnalistik.\n\nJaringan media Lazismu tidak terbatas pada satu kota atau provinsi saja, tetapi terbuka secara luas melalui website yang dikelola oleh Lazismu wilayah dan pusat, bahkan bisa dilink ke portal media nasional Menara62.com dan juga TVMU untuk materi audio video.\n\nBanyak hal yang bisa di pelajari dan dikembangkan, mulai dari materi sosial media online, penulisan reportase kegiatan dakwah, artikel yang terkait dengan dunia philantrofi, fotografi, tehnis penyajian berita dan sebagainya.\n\nJika tertarik di dunia radio, Lazismu sudah menyiapkan satu unit komputer dengan fasilitas peralatan siar, lengkap dengan software pengatur materi siar, dan internet kecepatan tinggi.\n\nDi sini bisa dipelajari dan dipraktikkan cara penyusunan program siaran, pembuatan materi, tehnik radio online dan juga kode etik jurnalistik.\n\nSaya tertarik dengan dunia filantrofi dan memutuskan untuk bergabung jadi relawan di Lazismu, ungkap Tuti mewakili immawati yang hadir. Jurusan kuliah boleh berbeda, namun memiliki minat yang sama, literasi dan media massa. (cs)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=83&field=image&unique=01202019221413"}, {"blog_id": "blog.blog(4,)", "name": "Gerakan Tani Bangkit: Lazismu Berdayakan Petani dengan Pembiayaan Qardhul-Hasan", "subtitle": false, "program_id": "4", "wilayah_id": "14", "post_date": "2019-01-20 15:17:54", "description": "Klaten \u2013 LAZISMU. Komoditas pertanian menjadi cerita ironis di negeri agraris. Indonesia sebagai negeri yang subur dan makmur, ternyata sektor pertaniannya alami kemunduran. Profesi petani sudah tidak lagi diminati di desa-desa. Anak-anak dari keluarga petani lebih memilih bekerja di pabrik-pabrik dengan penghasilan yang rendah. Keberadaan petani tak memiliki posisi yang kuat ketika hasil panennya tak mampu menyejahterakan petani sendiri.\n\nPetani kian terpinggirkan, lemah tak berdaya menghadapi kebijakan politik negara. Misalnya harga jual beras yang dibatasi dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) oleh pemerintah, sementara harga pupuk dan kebutuhan lain terus merangkak naik tanpa terkendali. Merespon posisi petani yang terpuruk, Lembaga Amil Zakat Nasional, dalam hal ini Lazismu hadir di tengah-tengah para petani untuk mendorong kemajuan sektor pangan dan kesejahteraan para petani.\n\nMelalui dukungan pimpinan Muhammadiyah pusat dan Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) PDM Klaten, pada 14 Januari 2018, mengaktivasi pilot project Gerakan Tani Bangkit sebagai bentuk pemihakan kepada petani. Berdasarkan rencana pilot project itu berlangsung selama 3 tahun yang lokasinya di Desa Gempol, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.\n\nGerakan Tani Bangkit ini juga bersinergi dengan gabungan kelompok tani (Gapoktan) Dewi Sri Makmur, yang sekaligus diresmikan oleh Ketua PP Muhammadiyah, Hajriyanto Y. Thohari. Hajriyanto yang meresmikan tanam perdana itu, mengatakan Muhammadiyah melalui gerakan ini dapat memberikan sumbangsih terhadap kebangkitan petani.\n\n\u201cDengan gerakan tani bangkit, Muhammadiyah tetap konsisten menunjukkan kepada masyarakat bahwa dakwah memiliki makna yang luas. Tidak hanya sekadar ritual dan bersifat personal, namun dakwah harus memiliki dampak yang bermanfaat sebagai gerakan pemberdayaan masyarakat,\u201d terangnya.\n\nGerakan semacam ini, akrab dikenal sebagai gerakan pembebasan, tambahnya. Sehingga dapat membebaskan masyarakat, terutama umat Islam dari keterbelakangan dan kemiskinan.\n\nDalam maknanya yang lain, gerakan tani bangkit merupakan gerakan emansipasi. Upaya pemberdayaan yang dilakukan Muhammadiyah berikhtiar mengangkat harkat dan martabat masyarakat, khususnya petani. \u201cDengan demkikian petani memiliki kedudukan yang terhormat di tengah masyarakat,\u201d jelasnya.\n\nSementara itu, Ketua MEK PDM Klaten, Wahyudi Nasution mengatakan, pilot project Gerakan Tani Bangkit ini di Klaten akan membantu dan mendampingi Gapoktan Dewi Sri Makmur dalam memperluas lahan pertanian organik yang sudah ada saat ini yang luasnya 12 hektar.\n\nDalam jangka waktu 3 tahun (Januari 2018 \u2013 Desember 2020), nantinya akan ada penambahan lahan minimal 16 hektar. Wahyudi menilai dengan melibatkan minimal 80 orang petani sebagai sasaran program, maka melalui pendekatan kelompok, petani akan memeroleh modal bertani.\n\n\u201cPemberian modal menggunakan skema pembiayaan Qardhul-Hasan, para petani tidak dikenai beban bagi hasil dan angsuran, namun mereka akan didampingi untuk menunaikan zakat pertanian produktif,\u201d bebernya. Zakat pertanian ini sebesar 5% dari hasil panen bersih yang akan dikelola melalui Lazismu di daerah Klaten.\n\nHasil yang dihimpun dari zakat pertanian itu, akan dipergunakan kembali untuk melaksanakan pelatihan-pelatihan dan perluasan lahan pertanian organik di Desa Gempol dan sekitarnya yang berada di kecamatan berbeda, ungkap Wahyudi. \u201cMudah-mudahan Muktamar Muhammadiyah ke-48 tahun 2020 di Solo nanti, Gempol akan menjadi destinasi kunjungan studi banding para Muktamirin dan penggembira,\u201d sambungnya.\n\nKepala Desa Gempol, Nusanto Herlambang, menyambut baik agenda tersebut. \u201cKegiatan yang ada di wilayah kerjan saya sampai dengan 2020 merupakan terobosan dakwah. Layak didukung oleh siapapun yang peduli nasib petani,\u201d paparnya. Nusanto optimis, program ini akan memiliki efek berantai bagi warga Gempol. Paling tidak, di sini akan hidup pokja-pokja khusus pembibitan, pembuatan pupuk organik, pembuatan obat-obatan organik, dan pembuat aneka makanan olahan organik, harapnya.\n\nPeresmian itu ditandai dengan tanam perdana benih padi Rojo Lele, satu jenis padi khas Klaten yang legendaris. Benih ini telah mengalami tahap-tahap pemuliaan sebagai benih padi unggulan di Kabupaten Klaten.\n\nAdapun peresmian dilaksanakan di Pusat Penelitian, Pelatihan dan Pengembangan Pertanian Terpadu (P4T) Desa Gempol yang dihadiri oleh para petani Gempol dan sekitarnya, para aktivis Muhammadiyah dari Pusat, Wilayah, Daerah, hingga Ranting Gempol, serta para pelajar Muhammadiyah yang tergabung dalam Kepanduan Hizbul Wathan yang ikut terjun sambil belajar menanam padi.\n\nGerakan Tani Bangkit tersebut dimeriahkan Drum Band SMK Muhammadiyah 2 Jatinom dengan atraksi-atraksinya. (na)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=84&field=image&unique=01202019221754"}, {"blog_id": "blog.blog(37,)", "name": "Lazismu Serahkan 18 Beasiswa Sang Surya untuk Putra-Putri Asli Papua Barat", "subtitle": false, "program_id": "2", "wilayah_id": "34", "post_date": "2019-01-20 15:22:28", "description": "Papua Barat \u2013 LAZISMU. Potret pendidikan di Indonesia Timur mendapat perhatian penuh dari lembaga amil zakat nasional, khususnya Lazismu. Letak geografisnya tergolong kawasan 3T (terdepan, terluar dan tertinggal).\n\nKesenjangan sektor pendidikan Provinsi Papua Barat jika dibandingkan dengan sejumlah daerah di luar Indonesia Timur begitu nyata. Pemerintah sampai saat ini turut pula memerhatikan kebijakannya di Papua Barat.\n\nBerdirinya Lazismu di Papua Barat adalah fakta bahwa gerakan filantropi dampaknya harus memiliki nilai manfaat untuk semua orang. Di sektor pendidikan ini pula kalangan muda di Papua Barat mendapat prioritas pemberdayaan pendidikan oleh Lazismu melalui Beasiswa Sang Surya.\n\nUntuk mewujudkannya, pada 13 Januari 2018, di Universitas Muhammadiyah Sorong (UMS) Lazismu menyerahkan beasiswa tersebut kepada 18 orang penerima manfaat. Bantuan beasiswa se-Papua Barat diserahkan oleh Gubernur & Wakil Gubernu Papua Barat Bapak Drs. Dominggus, M.Si & H. Muhamad Lakotani, SH, M.Si & Ketua Lazismu Papua Barat H. Kamaluddin, SS. MM, disela-sela acara Tanwir IMM ke 27 di Kota Sorong.\n\nHadir pula dalam acara penyerahan beasiswa Ketua PP Muhammadiyah, Marpuji Ali, Kemendikbud RI, Muhadjir Effendy, civitas akademik STKIP Sorong dan Universitas Muhammadiyah Sorong serta Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Papua Barat. Dalam sambutannya, Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus, M.Si, mengatakan nilai manfaat beasiswa ini untuk meningkatkan kapasitas SDM, terutama mahasiswa dan mahasiswi.\n\n\u201cProgram ini adalah contoh bagaimana pemberdayaan melalui pendidikan bisa terwujud di sini,\u201d katanya. Jika Lazismu mampu, maka Provinsi Papua Barat tentu juga bisa melakukannya, tambahnya.\n\nTerima kasih yang sebesar-besarnya kepada Lazismu, PP Muhammadiyah yang telah memberikan beasiswa kepada putra-putri asli Papua Barat. Ia juga menyadari bila keberadaan Muhammadiyah dengan amal usahanya di bidang pendidikan di Papua Barat turut memberikan peran yang besar dalam mencerdaskan anak bangsa, paparnya.\n\nLazismu Papua Barat, yang diwakili oleh Kamaluddin, menilai 18 orang penerima beasiswa ini ke depan sebagai duta Lazismu untuk program pemberdayaan. Dari penerima beasiswa tersebut, 7 diantaranya adalah perempuan.\n\nKamal merinci untuk daerahnya terdiri dari Teluk Bintuni sebanyak 3 orang, Manokwari sebanyak 4 orang, Kabupaten Sorong sebanyak 5 orang dan Kota Sorong sebanyak 6 orang. Tiga orang diantaranya non-muslim memeroleh beasiswa ini, semuanya sebagai generasi bangsa untuk masa depan. \u201cKeempat kawasan itu jaraknya sangat berjauhan, selain melalui transportasi udara, jalur laut bisa digunakan untuk munuju ke sana,\u201d ungkapnya. (na)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=85&field=image&unique=01202019222228"}, {"blog_id": "blog.blog(33,)", "name": "Lazismu \u2013 PDM Enrekang Rintis Berdirinya SMK Muhammadiyah Pertama", "subtitle": false, "program_id": "1", "wilayah_id": "29", "post_date": "2019-01-20 15:27:06", "description": "Enrekang \u2013 Lazismu. Mencerdaskan kehidupan bangsa adalah cita-cita setiap orang. Bisa dengan berbagai cara dan kemampuan. Seperti dilakukan Lazismu Enrekang, pada Ahad, 14 Januari 2017, serahkan bantuan untuk pembangunan SMK Muhammadiyah di Cece, Kecamatan Alla.\n\nPembangunan SMK Muhammadiyah ini merupakan yang perdana, sebagai cikal bakal pembangunan Muhammadiyah Boarding School (MBS) yang rencananya akan digabungkan dengan SMP Muhammadiyah Cece dan MI Muhammadiyah Cece.\n\nPembangunan SMK Muhammadiyah Enrekang, sementara ini sedang berlangsung. \u201cRangka ruang belajar sudah berdiri, selanjutnya akan dilanjutkan dengan pemasangan atap dan pengecoran lantai,\u201d kata Kamaruddin Sita selaku Ketua PD Muhammadiyah Enrekang.\n\nDonasi diberikan langsung kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah Enrekang, di mana Kamaruddin Sita yang merintis berdirinya SMK Muhammadiyah di Enrekang.\n\nDonasi ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan sekolah tersebut sehingga siswa-siswi memiliki ruang kelas yang nyaman untuk belajar.\n\nKetua Laziamu Enrekang, Nurdin Rauf mengajak kepada seluruh masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan SMK Muhammadiyah pertama di Enrekang.\n\n\u201cSampaikan donasi anda melalui Lazismu, Lembaga Amil Zakat Nasional yang terpercaya\u201d turur Ketua Lazismu Enrekang. (na)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=86&field=image&unique=01202019222706"}, {"blog_id": "blog.blog(4,)", "name": "Mempelai Pria Terima Piagam Muzaki di Pelaminan", "subtitle": false, "program_id": "1", "wilayah_id": "14", "post_date": "2019-01-20 15:32:29", "description": "Semarang \u2013 LAZISMU. Surprise !! terimakasih, ujar Ra\u2019ad Nor Fattah, setelah menerima piagam zakat dari Lazismu tepat saat melangsungkan resepsi pernikahan di aula kampus 3 UIN Semarang, Ahad 14 Januari 2018.\n\nTercatat sejak bulan Oktober 2017, Ra\u2019ad adalah muzaki loyal Lazismu di Kota Semarang. Ia rutin menyalurkan zakat maal melalui Lazismu, kata pengolah data Lazismu, Arga Dahana. Karena itu, Lazismu memberikan apresiasi kepadanya sekaligus menghadiri acara pernikahannya.\n\nSecara kebetulan pelaksanaan pernikahan Ra\u2019ad di bulan Januari, maka di ambillah waktu penyerahannya bertepatan saat resepsi, jelas Arga.\n\nSementara itu, orangtua Ra\u2019ad, yang juga salah satu pimpinan daerah Muhammadiyah Kota Semarang, menyambut positif kegiatan seperti itu. Bapak Nurbini selaku orangtuanya berharap bisa menarik minat calon-calon muzaki lain menunaikan zkat, infak dan sedekah di Lazismu.\n\nSelamat berbahagia Ra\u2019ad & Rosalia, selamat menempuh hidup baru menjadikan keluarga sakinah mawaddah warahmah. (cs/na)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=87&field=image&unique=01202019223229"}, {"blog_id": "blog.blog(4,)", "name": "Bergerak Bersama Menolong Keluarga Fani Korban Kebakaran", "subtitle": false, "program_id": "8", "wilayah_id": "14", "post_date": "2019-03-05 20:00:19", "description": "Kendal \u2013 LAZISMU. Peristiwa kebakaran yang terjadi Jum\u2019at (12/1/2018) pukul 05.30 WIB masih menyisakan duka untuk fani. Musibah itu terjadi di Desa Sukomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal, yang telah menghanguskan rumah beserta isinya. Kejadian tersebut diduga disebabkan karena hubungan arus pendek didalam rumah.\n\nLazismu Kendal, PCM Kaliwungu, PCM Kasela, dan Segenap AMM telah mengunjungi rumah kediaman Saudari Fani. Saat ini, Fani tinggal bersama nenek, paman, bibi, dan kakaknya. Berdasarkan informasi itu, pihak Lazismu Kendal baru mengetahui adanya kejadian pada pukul 16.00 WIB.\n\nSejurus kemudian, Lazismu langsung mencari informasi mengenai kronologis kejadiannya dan mencoba untuk membuka donasi kebakaran untuk keluarga Fani.\n\nDonasi kebakaran pun dibuka, masyarakat berdatangan memberikan donasinya. Dalam waktu satu kali dua puluh empat jam donasi sudah terkumpul sebanyak Rp. 13.445.000.\n\nDonasi dikumpulkan melalui kantor layanan Lazismu Kaliwungu dan Lazismu Kendal. Lazismu Kendal dan Lazismu Kaliwungu bahu-membahu menyebarkan informasi kejadian kebakaran ke masyarakat dan langsung menghimpun donasi bersama.\n\nSetelah donasi terkumpul, Lazismu Kendal mengajak Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kaliwungu, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kaliwungu Selatan, dan Angkatan Muda Muhammadiyah, untuk memberikan donasi kebakaran kepada keluarga Fani.\n\nBapak Machsus, selaku Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kaliwungu Selatan menyampaikan (14/1/2018). \u201cKebakaran yang terjadi sudah menjadi kehendak-Nya dan pasti akan ada hikmah didalamnya\u201d. Harapannya donasi tersebut dapat meringankan musibah yang telah dialami keluarga Fani . (ag)\n\n", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=88&field=image&unique=01202019223746"}, {"blog_id": "blog.blog(4,)", "name": "Lazismu Resmikan Zakat Center Jawa Tengah", "subtitle": false, "program_id": "12", "wilayah_id": "14", "post_date": "2019-03-05 20:00:11", "description": "Semarang \u2013 LAZISMU. Dengan ucapan \u201cBismillahirrohmanirrohim\u201d saya resmikan gedung Zakat Center Jawa Tengah\u201d dan bersamaan dengan terpotongnya pita, terbukalah pintu utama Gedung Zakat Centre yang diresmikan Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Hilman Latief.\n\nPeresmian berlangsung pada Sabtu (20/01/18) disaksikan 250 tamu undangan. Lazismu wilayah Jawa Tengah meresmikan kantor layanan zakat se Jawa Tengah yang berpusat di kota Semarang.\n\nBangunan di atas tanah senilai 7 milyar ini bertempat di Jl. Singosari Raya No. 31 Kota Semarang, di samping Resto Ayam Pakuan, yang merupakan amal usaha Muhammadiyah Jawa Tengah.\n\nZakat center merupakan wujud layanan masyarakat di bidang zakat, infak, sedekah dan sumbangan dana sosial lainnya, demikian disampaikan Direktur Lazismu wilayah Jawa Tengah, Alwi Mashuri.\n\nPada pidato peresmian, Hilman menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan Lazismu Jateng mewujudkan Kantor Zakat Center Jawa Tengah. Atas prestasinya juga menjadi Lazismu wilayah dengan pengumpulan ZIS tertinggi selama tahun 2017, dengan perolehan sebesar Rp 80 milyar.\n\nLazismu adalah satu-satunya lembaga resmi di persyarikatan Muhammadiyah, yang boleh menerima zakat. \u201cKarena itu, diserukan kepada seluruh pimpinan, anggota dan masyarakat agar membayarkan ZIS nya melalui Lazismu,\u201d jelasnya. Dan apabila majelis, lembaga atau ortom ingin menggali dana masyarakat harus berkoordinasi dengan Lazismu, tegasnya.\n\nTahun 2018 ini Lazismu di Jawa Tengah mencanangkan program Bedah Rumah Dhuafa, Beasiswa Sarjana dan Gerakan Orang Tua Asuh, serta Pemberdayaan UMKM untuk membangkitkan ekonomi kerakyatan. Program ini tidak bisa berjalan tanpa kerjasama yang baik di dalam tubuh persyarikatan. Untuk itu perlu sinergi yang kompak antara Lazismu dengan lembaga, majelis dan ortom.\n\nDalam kesempatan itu, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Drs.H. Tafsir, M.Ag juga meresmikan beberapa amal usaha di antaranya : PT. Sinar Muhindo Konstruksi, Koperasi Konsumen milik Aisyiyah dan Resto Ayam Pakuan yang dikelola oleh Ayam Geprek Group pimpinan Dodok Sartono dan Kusnadi Ihwani.\n\nDalam pidatonya Tafsir menyampaikan harapannya, tahun ini adalah tahun kebangkitan ekonomi warga Muhammadiyah. Untuk itu diperlukan upaya yang maksimal dan dukungan dari semua unsur persyarikatan agar tercapai impian tersebut. (cs)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=89&field=image&unique=01202019224328"}, {"blog_id": "blog.blog(18,)", "name": "Ringankan Beban Dua Anak Pasca Amputasi", "subtitle": false, "program_id": "12", "wilayah_id": "16", "post_date": "2019-03-05 20:00:01", "description": "Gresik \u2013 LAZISMU. Rabu, 24 Januari 2018, Lazismu Gresik bersama Resource Centre (RC), siang itu berkesempatan mengunjungi adik Muhammad Naufal Afif Rabbani dan Muhammad Dannish Aniq yang kemarin viral dengan nama dik Naufal dan Danis.\n\nKedatangan Lazismu dan RC ini dalam rangka membantu meringankan beban kedua adik tersebut beserta keluarganya. Selanjutnya, akan ada pendampingan dari RC (organisasi pendamping anak berkebutuhan khusus) dan beasiswa untuk melanjutkan sekolah di tingkat SD nantinya.\n\nMenurut cerita, Danis (2 tahun) dan Naufal (4 tahun) yang bertempat tinggal di Kelurahan Lumpur, mengalami amputasi di kaki kanannya karena terlindas truk kontainer di Jl. RE Martadinata saat bermain dengan orangtua Danis.\n\n\u201cBerita tentang Naufal dan Danis ini mengetuk hati banyak orang, kami sebagai Lembaga Amil Zakat terketuk hati pula untuk membantu dengan beasiswa ketika nantinya bersekolah dasar,\u201d ujar Minal Abidin selaku Kepala Kantor.\n\nSelain beasiswa, kesehatan psikologis keluarga serta Danis dan Naufal itu sendiri juga mendapat perhatian dari RC. \u201cKami bertugas untuk memotivasi dan menata lingkungan agar ramah dan bisa menerima adik Naufal dan Danis. Sehingga kami akan dampingi sampai sekolahnya selesai,\u201d kata Iibu Inik selaku Koordinator RC.\n\nSaat ini, Naufal dan Danis tinggal terpisah, hanya beda gang. Naufal diasuh oleh orangtuanya dan Danis diasuh sendiri oleh ayahnya, karena ibu Danis sudah berpulang. Mereka berterimakasih atas bantuan yang sudah diberikan RC dan Lazismu yang ikut membantu meringankan kehidupan Danis dan Naufal. (tf)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=90&field=image&unique=01202019224929"}, {"blog_id": "blog.blog(4,)", "name": "Ganjar Pranowo: Zakat untuk Solusi Problem Sosial", "subtitle": false, "program_id": "12", "wilayah_id": "14", "post_date": "2019-03-05 19:59:50", "description": "Semarang \u2013 LAZISMU. Permasalahan yang sulit sekalipun, menjadi mudah diselesaikan dengan zakat. Demikian diucapkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dalam pidatonya pada acara peletakan batu pertama pembangunan Gedung Fakultas Tehnik dan FMIPA Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Rabu (24/01/18).\n\nPersyarikatan Muhammadiyah dengan kegiatan dakwahnya, berkonsentrasi menangani bidang pendidikan sebagai bagian amal usahanya. Unimus adalah salah satunya, yang diharapkan menjadi perguruan tinggi ternama di Semarang.\n\nHarapan tersebut diwujudkan dalam rencana pembangunan gedung baru setinggi 9 lantai, di lokasi kampus Kedungmundu, Tembalang Semarang.\n\nAda tiga gedung yang dipersiapkan proses pembangunannya, yang akan dipergunakan untuk ruang kuliah, perpustakaan, aula juga laboratorium.\n\nPeletakan batu pertama ini dimaksudkan sebagai penanda awal dimulainya proses pembangunan. Acara tersebut dihadiri juga oleh Walikota Semarang Hendrar Prihadi, Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu\u2019ti, PWM Jateng Tafsir, PDM, PCM, Pimpinan AUM, ortom dan segenap warga juga simpatisan.\n\nDalam kesempatan tersebut Ganjar menyampaikan, masih banyak permasalahan sosial di masyarakat yang sulit diselesaikan oleh pemerintah seperti rumah yang tidak layak huni, yang jumlahnya masih ada 1.000.600 (satu juta enam ratus) se-Jawa Tengah. Juga masih adanya orang yang tidak mampu membayar biaya perawatan di rumah sakit. Permasalahan seperti ini bisa diselesaikan dengan dana zakat, kata Ganjar.\n\nGanjar juga mengingatkan kepada jumat Islam untuk meningkatkan kesadaran membayar zakat melalui lembaga yang resmi. Dia berharap dana zakat ini di kelola dengan baik, agar bermanfaat untuk membantu pemerintah mengentaskan permasalahan bangsa.\n\nDalam kesempatan ini Ganjar juga memberikan apresiasi kepada Lazismu yang telah meresmikan Kantor Layanan zakat, infak dan sedekah di lingkungan kampus Unimus Kedungmundu. (cs)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=91&field=image&unique=01202019225505"}, {"blog_id": "blog.blog(2,)", "name": "Revolusi Industri 4.0, Tantangan Inovasi Penghimpunan Zakat di Indonesia", "subtitle": false, "program_id": "1", "wilayah_id": "11", "post_date": "2019-03-05 19:59:41", "description": "Jakarta \u2013 LAZISMU. Saat ini dunia teknologi informasi sudah masuk dalam sektor industri yang terintegrasi secara online. Sebuah revolusi industri 4.0 dimana setiap lini industri saling terhubung yang tidak bisa dihindari. Jum\u2019at (26/1/2018), lembaga amil zakat nasional antara lain Baznas, Lazismu dan NU Care-LAZISNU di Gedung Artaloka, Jakarta menggelar diskusi Fundraising Innovation 2018.\n\nDiskusi itu merupakan respon lembaga amil zakat seiring dengan perkembangan digital. Deputi Baznas, Arifin Purwakananta mengatakan di 2018, strategi besar Baznas adalah mencanangkan inovasi zakat digital. Perkembangan teknologi informasi bagi dunia zakat tantangan tersendiri. Menurut Arifin, diharapkan masyarakat semakin giat berzakat agar kesejahteraan sosial terwujud.\n\nDengan melakukan inovasi teknologi dalam dunia zakat, tujuannya untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat menunaikan zakatnya. Arifin menambahkan, selain melakukan kampanye gerakan zakat, lini massa online merupakan media informasi yang bisa diperoleh masyarakat untuk info zakat yang detail.\n\nSenada dengan lembaga amil zakat yang lain, LazismU juga terus melakukan berbagai inovasi. Arahnya sama, memudahkan masyarakat untuk layanan zakat, infak dan sedekah (ZIS). Manager Fundraising LazismU, Falhan Nian Akbar, mengatakan penghimpunan dan penyaluran zakat secara internal dan eksternal telah dilakukan secara terus-menerus.\n\n\u201cDi internal Lazismu sedang berinovasi untuk membangun sistem IT, jadi sistem manajemen informasi dengan pendekatan IT. Sedangkan di eksternal Lazismu, telah memiliki aplikasi yang bekerjasama dengan kawan baik sebagai mitra strategis.\n\nSekarang masyarakat bisa mencari informasi tentang zakat melalui aplikasi. Selain kalkulator zakat, Lazismu juga bekerjasama dengan Muslim Vision (MUVON) yang menyediakan saluran zakat online berbasis over the top. \u201cPada prinsipnya Lazismu sedang membangun layanan ZIS melalui saluran komunikasi online yang memudahkan muzaki,\u201d kata Falhan.\n\nProgram-program manarik yang dilakukan Lazismu dipublikasikan secara online. Misalnya elektrifikasi, sebuah program penerangan menggunakan panel surya di NTT yang bersinergi dengan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) yang sudah pada tahap kedua untuk 1000 rumah tangga miskin. Termasuk program klinik apung, sebagai layanan klinik kesehatan di pulau-pulau terpencil, seperti di Ambon sampai dengan Papua.\n\nDirektur Fundraising Nu Care \u2013 LazisNU, Nur Rohman, mengatakan bahwa gerakan penghimpunan ZIS di NU sejak dua tahun lalu menggunakan cara yang serupa. Ada program Koin (Kotak Infak) dari masyarakat. Di Sukabumi sudah memulai aktivitas-aktivitas seperti ini sebagai pengalaman yang lebih dulu bergerak.\n\nDalam inovasi digital, Nu Care \u2013 LazisNU berupaya membangun tata kelola zakat yang baik, untuk menyosialisasikan zakat dengan trend yang sedang berkembang di Indonesia sehingga dapat mendorong peningkatan dan dinamika zakat. (na)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=92&field=image&unique=01202019225948"}, {"blog_id": "blog.blog(2,)", "name": "Muhammadiyah Aid Terjunkan Tim 9 Ke Bangladesh", "subtitle": false, "program_id": "7", "wilayah_id": "11", "post_date": "2019-03-05 19:58:49", "description": "Bangladesh \u2013 LAZISMU. Misi kemanusiaan di Cox\u2019s Bazar, Bangladesh masih terus berlanjut pasca peristiwa memilukan yang menimpa muslim Rohingya di Myanmar. Dinyatakan gelombang pengungsi Rohingya sebanyak 313.000 yang melarikan diri ke Bangladesh sejak 25 Agustus 2017. Sementara jumlah total pengungsi 785.000 jiwa di negara itu.\n\nSampai saat ini, para pengungsi di Camp Balukhali, Cox\u2019s Bazar mendapatkan bantuan dan pendampingan kesehatan dari berbagai lembaga kemanusiaan dunia, termasuk Muhammadiyah Aid. Sebelumnya, pada 27 September 2017, Muhammadiyah Aid membuka posko layanan kesehatan di Camp Thangkali, Cox\u2019s Bazar, Bangladesh.\n\nMenurut dokter Corona Rintawan, Tim Muhammadiyah Aid yang diterjunkan langsung adalah Tim 9. Target tim ini adalah evaluasi program dan menyiapkan solusi yang strategis. \u201cDibahas juga kemungkinan memperpanjang program kemanusiaan sampai dengan 8 bulan ke depan, dari rencana awal 6 bulan, mengingat kondisi terakhir di Bangladesh,\u201d jelasnya.\n\nKoordinator misi kemanusiaan Muhammadiyah Aid ini menuturkan, kondisi di sana berdasarkan tim yang ada di lapangan sedang terjadi kasus outbreak difteri. \u201cJadi tim merespon cepat terhadap berkembangnya kasus difteri di pengungsian,\u201d paparnya. Persiapan khususnya melalukan penyaringan kasus (screening) awal, lanjutnya.\n\nSebetulnya sudah disiapkan sejak awal bulan Desember, karena memang banyak sekali kasus yang menimpa anak-anak, maka dalam Tim 9 ada dokter spesialis anak, salah satunya relawan tim medis dari Aceh, Aslinar sebagi dokter spesialis anak.\n\nUntuk keberangkatan kali ini, menurut dokter Aslinar yang berada di lokasi pengungsian khususnya di Jamtholy, Muhammadiyah Aid melakukan pelayanan kesehatan. Kehidupan para pengungsi memang sangat tergantung dari bantuan orang lain maupun lembaga kemanusiaan.\n\n\u201cKarena para pengungsi memang hanya diperbolehkan beraktivitas di wilayah seputaran tenda pengungsian saja,\u201d paparnya. Tidak diperbolehkan untuk keluar dari wilayah tenda pengungsian.\n\nSelama di Bangladesh, Muhammadiyah Aid juga bersinergi dengan organisasi kesehatan internasional UN melalui WHO membahas wabah Difteria yang terjadi di lingkungan pengungsian. Beruntung tenaga medis di sana, kata dokter Aslinar pernah bekerjasama dalam tugas di Banda Aceh pasca-Tsunami pada Desember 2004.\n\nHal senada disampaikan Fotografer Muhammadiyah Aid, Pepi Perdiansyah, bahwa sudah ada perubahan yang cukup berarti di camp pengungsi dibanding kondisi pada saat pertama kali saya datang ke Cox\u2019s Bazar, namun perubahan itu masih bertahap.\n\n\u201cNyatanya juga masih banyak tenda-tenda pengungsian yang jauh dari layak huni, apa lagi kondisi sekarang bulan Januari sampai awal Maret diperkirakan kondisi cuaca sangat dingin,\u201d pungkasnya.\n\nCuaca di Bangladesh siang hari suhu 18 derajat celcius, sore hari suhu 12 derajat celcius, dan di malam hari lebih dingin. Kegiatan sehari-hari pengungsi sekadar menghilangkan jenuh. Mereka bermain sepak bola, tua \u2013 muda berusaha bergembira.\n\nSementara kegiatan keagamaan berjalan rutin, dengan berdirinya masjid darurat di setiap blok. Apa yang dilakukan Muhammadiyah Aid, minimal berusaha berbuat sesuatu yang bermanfaat untuk kemanusian.\n\nBersama relawan lokal dan Indonesian Humanitarian Alliance (IHA) di Medical Centre yang Tim 9 berkoordinasi untuk melangsungkan program dengan masa pelayanan selama 15 hari, dari 9 Januari \u2013 24 Januari 2018. (na)\n", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=93&field=image&unique=01202019230329"}, {"blog_id": "blog.blog(2,)", "name": "Pemerintah Bangladesh Apresiasi Tim Kemanusiaan Indonesia", "subtitle": false, "program_id": "7", "wilayah_id": "11", "post_date": "2019-03-05 19:57:44", "description": "Bangladesh \u2013 LAZISMU. Lewat akun pribadi penyantara sosial Facebook, 11 Januari 2018, dokter Aslinar dari Tim 9 Muhammadiyah Aid mengabarkan wabah Difteri di Camp Pengungsi Rohingya merenggut nyawa pengungsi, 27 orang dinyatakan meninggal dan 2700 orang terinfeksi. Demikian dokter spesialis anak ini mengabarkan setelah membaca surat kabar yang terbit di Bangladesh.\n\nDi Tim 9 yang tergabung dalam IHA (Indonesian Humanitarian Alliance) terdiri dari 7 orang, 3 di antaranya berasal dari Muhammadiyah Aid, Dokter Aslinar, Sp.A dari PW Muhammadiyah & Aisyiyah Aceh, Kapuk sebagai perawat dari PKU Muhammadiyah Solo dan Pepi Perdiansyah dari Muhammadiyah Disaster Management Center.\n\nIHA Medical Centre adalah klinik kesehatan yang dimiliki Indonesia. Tenaga medisnya semua dari Indonesia dari berbagai lembaga lembaga kemanusiaan, antara lain: Muhammadiyah Aid yang didukung oleh Lazismu dan MDMC, Dompet Duafa, Rumah Zakat, Darut Tauhid, PKPU, Nadhdatul Ulama, Lazis Wahdah, dan Laznas LMI yang mendapat dukungan dari Kementerian Luar Negeri Indonesia.\n\nMenurut Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Syafiq A. Mughni, seperti dilaporkan Muhammadiyah Aid dari Cox\u2019s Bazar, Bangladesh (29/1/2018), misi dalam aksi kemanusiaan ini sebagai sejarah bagi Indonesia untuk yang pertama kali. Aksi bersma masih sama dilakukan oleh lembaga kemanusiaan dari lembaga amil zakat dan kemanusiaan.\n\nIa juga menyampaikan bahwa program kemanusiaan di tingkat internasional ini bisa menjadi \u201cbest practices\u201d di mana peran Muhammadiyah dalam memimpin layanan kesehatan dalam IHA. Sampai saat ini, lanjut Syafiq, Muhammadiyah telah mengirim sebanyak 28 tenaga kesehatan yang tergabung dalam IHA.\n\n\u201cApalagi di pengungsian sedang terjadi wabah Difteria, maka aksi ini menjadi penting dalam misi bantuan kemanusiaan keluar negeri,\u201d paparnya.\nBersamaan dengan itu, Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya ke Bangladesh mengapresiasi pemerintah Bangladesh atas kerjasamanya selama ini dalam bantuan kemanusiaan.\n\nPresiden Jokowi juga menyatakan kesiapan pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk terus membantu para pengungsi Rakhine State yang berada di Bangladesh, demikian rilis dari Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden yang diterima Matahati (28/1/2018).\n\nKehadiran Jokowi di pengungsian disambut Kepala Baznas Bambang Sudibyo, Direktur Tanggap Darurat BNPB, Junjungan Tambunan, dan Koordinator Indonesian Humanitarian Alliance (IHA) Dr. Corona Rintawan dari Chief of Disaster Medical Committee Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan.\n\nDi sela-sela kunjungannya Jokowi memberikan bantuan secara simbolis berupa paket bantuan kepada pengungsi Rohingya. Paket tersebut berisi sarung, selimut, dan perlengkapan sekolah.\n\nKoordinator IHA, Corona Rintawan mengatakan, sampai dengan diturunkannya Tim 9 ke Cox\u2019s Bazar, para penerima manfaat untuk layanan kesehatan hingga 10 Januari 2018 sejumlah 15.950 jiwa. Di samping itu, program kesehatan berupa nutrisi bagi anak-anak jumlah penerima manfaatnya sebanyak 1.863 jiwa.\n\nDalam kesempatan yang sama, Corona melaporkan bahwa IHA dalam layanan medisnya melibatkan dokter dan perawat, serta ketersediaan obat-obatan untuk menunjang klinik darurat dan layan gerak kesehatan (mobile clinic).\n\nDalam rilis resminya yang diterima Matahati (15/1/2018), IHA juga melaporkan bahwa keberadaannya sejak 18 September 2017, untuk melakukan pengkajian, kebutuhan dan penyaluran kebutuhan kemanusiaan untuk tahap awal. Hingga saat ini didukung oleh 12 lembaga kemanusiaan.\nNilai komitmen yang disalurkan dalam bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Rohingya, di Cox\u2019s Bazar mencapai Rp 15 milyar lebih dan akan terus bertambah. IHA juga telah mendapatkan lokasi pelayanan yang ada di Camp Jamtholy, dengan kapasitas pengungsi yang tertampung lebih dari 48.000 jiwa. (na)\n0", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=94&field=image&unique=01202019230704"}, {"blog_id": "blog.blog(2,)", "name": "Heri Terima Bantuan Kursi Roda dari Lazismu", "subtitle": false, "program_id": "12", "wilayah_id": "11", "post_date": "2019-03-05 19:56:14", "description": "Jakarta \u2013 LAZISMU. Usianya tergolong muda, pria berkulit putih ini sudah 4 bulan di Jakarta. Siang itu, di RSCM Jakarta, Divisi Program Lazismu bertemu dengannya yang tak jauh dari halaman parkir (1/2/2018). Pria asal Bengkulu ini bernama Heriyanto (36). Sehari-hari bekerja sebagai buruh tani Kelapa Sawit. Namun sejak pertengahan 2008, Heri sudah tak bekerja lagi.\n\nPerihal itu, Lazismu mendapat keterangan dari isterinya Mely Haryanti (27), bahwa suaminya mengidap sakit tumor. Suaminya merasa sakit di kaki sebelah kanannya. \u201cSelalu minta dikipasi karena tak kuat menahan sakit,\u201d katanya.\n\nMely akhirnya membawa suaminya ke rumah sakit saat itu, dokter menyatakan suami ibu terkena tumor, kisahnya. Segala usaha untuk kesembuhan Heri dilakukan keluarganya. Rumah sakit di Bengkulu merujuk suaminya dibawa ke Bandung. Belum ada perubahan, hingga pada waktunya, jalan satu-satunya adalah diamputasi, karena sudah berubah menjadi kanker.\n\nHeri memiliki anak yang duduk di tingkat taman kanak-kanak. Ia tak mampu menafkahi keluarganya. Suatu hari isterinya datang ke Lazismu memohon bantuan untuk suaminya agar bisa memiliki kursi roda. Selanjutnya Lazismu mengunjungi Heri di rumah singgah RSCM untuk melihat keadaannya.\n\nPermintaan itu dikabulkan Lazismu agar Heri dapat beraktivitas. Meski menggunakan tongkat ketiak, Heri kadang meminjam kursi roda sesama pasien. Kini Heri memiliki kursi roda sendiri dari Lazismu. Staf Program Lazismu, Syahrul Amsari mengatakan, ini amanah donatur, harus segera disampaikan, jelasnya.\n\nHeri mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur Lazismu. Semoga program-program Lazismu tambah bermanfaat untuk penerimanya. Di hari yang sama, Lazismu juga memberikan bantuan untuk Ibu Pianah (33) asal Pandeglang yang menderita kanker. Pianah mendapat bantuan juga dari Lazismu karena suaminya sudah tak mampu lagi menanggung hidup selama berobat di Jakarta. (na)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=95&field=image&unique=01202019231128"}, {"blog_id": "blog.blog(24,)", "name": "Gizi Buruk, Camat Aluh-Aluh Apresiasi Respon Cepat Lazismu", "subtitle": false, "program_id": "12", "wilayah_id": "22", "post_date": "2019-03-05 19:54:41", "description": "Banjarbaru \u2013 Lazismu. Akhir Januari 2018, ada informasi kasus gizi buruk. Di Desa Podok yang menimpa anggota keluarga Mu\u2019min (36) dengan kondisi memprihatinkan. Anak ke \u2013 4 dari 3 bersaudara yang berumur 8 bulan, telah meninggal dunia karena gizi buruk.\n\nKepala Desa Podok, Kecamatan Aluh-Aluh, menyatakan kasus gizi buruk di lingkungannya, penyebabnya selain faktor kesehatan juga faktor ekonomi. Awalnya respon keluarga ini sudah tepat terhadap kesehatan anak-anaknya. Sangat disayangkan masih ada sanitasi buruk di rumah warga yang menganggu kesehatan,\u201d kata Ahmad Jazoli.\n\nSatu tahun menjadi kepala desa dengan adanya peristiwa ini menjadi catatan penting untuk dirinya dan perangkat desa.\n\nBersyukur penangganan kasus di desa itu berjalan baik. Pihak Puskesmas Aluh-Aluh, juga telah memeriksa anaknya yang lain Muhammad Norman (3). \u201cSaat ini berat badannya meningkat 8,9 kg, sampai akhir Januari mencapai 10 kg,\u201d ungkap Parah, dari Puskesmas Aluh-Aluh.\n\nPenanganan ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Daerah Desa Podok, Kecamatan Aluh-Aluh merupakan kawasan pesisir, penduduknya cukup padat. Dihuni 605 Kepala Keluarga dengan luas wilayah 5,05 km persegi.\n\nSekitar pukul 10.15 waktu setempat, tim pertama Lazsimu berangkat ke lokasi menggunakan speed boat (31/1/2008), dengan perlengkapan medis, Berselang 1 jam lebih, tim kedua berangkat dari dermaga Aluh-Aluh lengkap dengan perlengkapan dapur, sembako serta makanan bernutrisi.\n\nPerjalanan ditempuh kurang lebih 20 menit. Desa Podok, fokus utama dalam respon cepat ini, dikarenakan kasus gizi buruk yang menimpa warganya hingga mengakibatkan salah satu anggota keluarga meninggal.\n\nBerbekal informasi dari Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT) Dinas Sosial Kabupaten Banjar, Lazismu bersama Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Banjarbaru berkoordinasi dengan Lazismu di Kabupaten Banjar.\n\n\u201cKami tidak bisa membayangkan, keluarga tersebut tinggal di rumah yang sebagian besar sudah lapuk dan tak layak huni dengan 3 anaknya yang berusia sekolah,\u201d kata Wasis Nugroho, yang pernah mengabdikan diri di Kecamatan Aluh-Aluh 17 tahun lalu.\n\nSetelah ini, pihak SLRT akan mengajukan untuk program bedah rumah tersebut. Sementara itu, Mu\u2019min bercerita bahwa anak ulun (saya) yang laki-laki berumur 8 bulan sudah meninggal dunia, 15 Januari yang lalu, karena gizi buruk. Sehari-hari saya bekerja sebagai buruh tani, selebihnya mencari ikan kecil di pesisir.\n\nDivisi Pengembangan Program dan Fundraising Lazismu bersama Dinas Sosial telah memberikan kebutuhan pokok. Lazismu mendistribusikan kebutuhan pangan pelengkap bernutrisi. Menurut Ginanjar Sutrisno, biaya hidup untuk beberapa hari dan biaya layanan kesehatan tambahan telah dialokasikan oleh Lazismu.\n\nKhusus penanganan penderita gizi buruk ini, Ginanjar kepada tim media Lazismu (2/2/2018), telah membuka donasi bagi para donatur untuk pendampingan keluarga Mu\u2019min. Kecamatan Aluh-Aluh memberikan apresiasi atas respon cepat Lazismu terjun ke lokasi.\n\n\u201cKami sangat berterima kasih kepada pihak-pihak yang sigap merespon kejadian gizi buruk di kecamatan Alu-Aluh, diharapkan kolaborasi semua pihak bisa terus terjalin,\u201d ungkap Sa\u2019aludin selaku Camat Aluh-Aluh. (gs)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=96&field=image&unique=01202019235554"}, {"blog_id": "blog.blog(18,)", "name": "Ulfa: Jadi Mahasiswa Jangan Takut \u201cGengsi\u201d ", "subtitle": false, "program_id": "5", "wilayah_id": "16", "post_date": "2019-03-05 19:53:33", "description": "Sidoarjo-LAZISMU. Nama lengkapnya Ulfah Dwi Raniah Putri. Seorang mahasiswi yang lincah dengan segudang aktifitas. Kuliah di jurusan Akuntansi semester 7, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammasiyah Sidoarjo. Ulfa juga memiliki aktivitas lain di luar kampus, mengelola toko online, dengan nama Cantik Project Sidoarjo.\n\nUlfa mengawali bisnis online sejak di semester 3, dengan berjualan baju oldsshop melalui group BBM. \u201cSaya ingin menambah uang jajan dan bayar kuliah secara mandiri,\u201d katanya.\n\nPengalaman pertama berwirausaha online menempa dirinya untuk terus bergiat lagi. Suatu hari, Ia berpikir usahanya kurang menjangkau luas dari sisi pemasaran. Selanjutnya, saluran daring ditambah lagi melalui instagram.\n\nTidak puas sampai di situ, Ulfa merambah bisnis online lain, kali ini bisnis kosmetik targetnya. Menurut mahasiswi yang aktif di BEM FEB ini, variasi jualan online kosmetik beragam produknya, antara lain Skincare Cream pagi, Cream malam, Sabun, Toner Serum , Hand body, Masker wajah dan Scrub.\n\nPeminat toko online Cantik Project Sidoarjo, selain dari Sidoarjo, Pasuruan dan Surabaya ada juga yang dari Malang, Madura, Bandung, Jakarta, Sulawesi, Bangka, Belitung, Bali, Martapura, ungkapnya kepada Yekti Pitoyo dari Lazismu (25/1/2018).\n\nPemasarannya via Instagram dikuatkan dengan endorse selebgram serta promosi via IG Customer. Para pemburu kosmetik kebanyakan perempuan usia 17 sampai 50 tahun. Di samping itu, Ulfa juga menerima reseller untuk produk dari Cantik Project Sidoarjo. Sampai saat ini, omset penjualannya perbulan berkisar Rp 5.500.000 \u2013 Rp 10.000.000, Ulfa pun bisa memenuhi impiannya biaya kuliah sendiri.\n\nMenjalani bisnis sambil kuliah memang gampang-gampang susah. Di samping mengerjakan tugas-tugas akademik bisnis tetap harus jalan. Tantangannya juga berat. Itu harus dihadapi sampai nantinya berbuah manis. Sosok mahasiswa tentu identik dengan tugas, kegiatan organisasi.\n\n\u201cStatus sebagai mahasiswa entrepreneur itu yang saya jalani saat ini, keren lhoo,\u201d cerita gadis lajang dua bersaudara ini penuh senyum.\n\nBila mau bisnis, yang harus dihilangkan \u2018gengsi\u2019. Jangan takut gagal ataupun rugi, hal itu wajar dalam dunia bisnis, bisa menjadi pelajaran untuk ke depannya. \u201cTerakhir jangan lupa sedekah, banyak keajaiban dari infak dan sedekah,\u201d beber Ulfa.\n\nBelum lama ini Ulfa mengajak teman-temannya dari kelompok KKN T di Pranti ke kantor Lazismu Umsida untuk menyalurkan infak sebesar Rp.1.350.000.\n\nDana infak itu dari teman temannya, yang kebetulan Ulfah sebagai bendahara. Menurut amil Lazismu Umsida, Yekti Pitoyo kepada media Matahati (6/2/2018), Ulfa tercatat sebagai salah satu mahasisiwa UMSIDA yang menjadi donatur tetap di Lazismu Umsida,\n\nSemoga banyak Ulfa-Ulfa lain yang memiliki jiwa entreupeneur dan juga jiwa filantropis. (KLL-UMsida)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=97&field=image&unique=01212019000135"}, {"blog_id": "blog.blog(2,)", "name": "MDMC & Lazismu Turunkan Tim Respon Bencana Banjir Jakarta", "subtitle": false, "program_id": "8", "wilayah_id": "11", "post_date": "2019-03-05 19:53:22", "description": "Jakarta \u2013 Lazismu. Hujan yang berlangsung sejak, 4 Februari 2018 sampai dengan sore hari, 5 Februari 2018, menyebabkan debit air terus meningkat di sekitaran Sungai Ciliwung. Genangan air dengan ketinggian yang bervariasi terjadi di titik \u2013 titik wilayah DKI Jakarta.\n\nDemikian laporan Syaiful Malik dari MDMC. Saat dihubungi di sela-sela koordinasi respon bencana bersama seluruh pihak terkait dan Lazimu, Selasa dini hari (6/02/2018). Tercatat beberapa kegiatan respon dilakukan malam tadi (5/02/2018), di antaranya: pendistribusian 400 nasi bungkus di dua wilayah terdampak bencana, Rawajati dan Kebon Baru.\n\nSelama melakukan pemantauan sampai hari ini, di daerah rawan banjir di seputaran Jakarta Selatan bersama Tim Relawan Ahmad Dahlan, Korps Relawan Muhammadiyah, anggota pramuka, serta mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Potilik Universitas Muhammadiyah Jakarta, kata Syaiful.\n\n\u201cBeberapa kegiatan respon malam tadi telah lakukan. Saat ini tim relawan melakukan pendataan warga terdampak bencana di beberapa titik pengungsian, agar lebih mudah mendistribusikan keperluan logistik maupun bantuan yang lainnya,\u201d tambahnya.\n\nSementara itu, Bendungan Ciliwung \u2013 Katulampa telah berada di status Siaga 4 dengan Tinggi Muka Air (TMA) tercatat sampai pukul 08.00 wib setinggi 50 cm, debit air 4.836 L/dt. \u201cMeningkatnya status siaga mengakibatkan bencana seperti banjir dan longsor di beberapa wilayah seputaran Bogor dan Jakarta,\u201d ujarnya.\n\nSejak tadi pagi, Tim Respon Bencana Muhammadiyah sudah melakukan koordinasi bersama MDMC Jakarta dan Lazismu. Di samping itu, bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane telah menurunkan Tim Assesment Bencana untuk memantau wilayah sekitaran sungai.\n\n\u201cSaat ini telah berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait untuk melakukan respon bencana seperti, membentuk pos koordinasi di Pimpinan Wilayah Muhammadiyah yang ada di Jakarta,\u201d kata Syaiful.\n\nMDMC menghimbau kepada warga Jakarta dan sekitarnya untuk terus selalu waspada karena potensi kejadian bencana alam akibat tingginya curah hujan masih akan terus berlangsung selama beberapa hari kedepan ini. Alat\n\nAdapun list kebutuhan saat ini yang paling mendesak saat ini ialah alat evakuasi (mobil dan perahu), alat \u2013 alat kebersihan, serta logistik,\u201d tutup Malik.\n\nBila membutuhkan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi nomor di bawah ini;\n\nSaiful Malik (MDMC Jakarta) 085774610206\n\nAbdul Malik (MDMC Jakarta) 085729574781\n\nLaporan : Arif Jamali Muis", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=98&field=image&unique=01212019000735"}, {"blog_id": "blog.blog(4,)", "name": "Ambulans Zig-Zag Lazismu Antar Pasien ke Rumah Sakit", "subtitle": false, "program_id": "12", "wilayah_id": "14", "post_date": "2019-03-05 19:53:14", "description": "Semarang \u2013 LAZISMU. Lampu strobo warna merah, menyala berputar mengisyaratkan permintaan prioritas jalan. Jam sudah menunjukkan pukul 16.35 wib, saat ambulans Lazismu keluar dari garasi di jalan Wonodri Baru Raya, kota Semarang, menembus keramaian jalan Mataram menuju RS Sultan Agung (2-6/2/2018).\n\nPerjalanan sore ini atas prakarsa dari seorang keluarga pasien, Nurcahyanti yang akrab di panggil Mbak Yanti, mau membawa pulang ibu kandungnya Sri Yanti setelah selesai menjalani perawatan di RS. Setelah dirawat 5 hari lamanya Ibu Sri sudah dinyatakan sehat oleh dokter dan boleh pulang.\n\n\u201cIbu dirawat karena penyakit vertigo dan sesak nafas yang ia derita belakangan ini. Ibu sudah sehat, tapi karena badan ibu yang terlalu gemuk dan punggungnya sering kram sehingga sulit untuk bergerak, makanya saya perlu ambulans\u201d, demikian tutur Yanti.\n\nDan ternyata benar, badan ibu Sri cukup besar sehingga untuk memindah ke tempat tidur ambulan perlu di angkat empat orang. Untungnya ada beberapa orang laki-laki dan siap untuk bersama mengangkat. Yanti merasa sangat bersyukur ada ambulans Lazismu yang siap membantu, selagi dia dalam kesulitan mendapatkan angkutan untuk ibunya.\n\nPerjalanan kami menuju ke rumah Yanti sempat diguyur hujan. Jalanan Kaligawe yang dilanda banjir sejak dua hari yang lalu, masih menyisakan genangan air. Apalagi di tambah dengan curah hujan yang cukup lebat sore ini, menimbulkan genangan sedalam kira-kira 50 cm. Beberapa kendaraan roda dua tidak mampu melewati kedalaman genangan air, akibatnya mogok. Beruntung kami bisa melewatinya dengan selamat.\n\nRumah Yanti berada di perum Wisata Hati blok E54, Kudu, Menangeng, Kecamatan Genuk. Tepat bersebelahan dengan masjid, dan jalan menuju ke perumahan pun sudah di aspal bagus.\n\nDalam perjalanan sempat kami sampaikan bahwa program ambulan Lazismu, adalah salah satu manfaat dari dana infak dan sedekah yang dititipkan oleh para donatur kepada Lazismu untuk manfaat bersama.\n\nMasih banyak manfaat lain dari dana zakat, infak maupun sedekah (ZIS) yang di kembangkan oleh Lazismu, salah satunya adalah program Bantu Rumah Dhuafa agar layak huni.\n\nSebelum kami pulang Yanti sempat menanyakan \u201cApakah boleh memakai ambulans Lazismu pada saat kontrol Ibu Sri\u201d. Ya tentu saja boleh, selama tidak di pakai, karena armada ambulan kami masih terbatas satu buah, untuk melayani se-kota Semarang.\n\nKami sampaikan terimakasih sebesar-besarnya atas partisipasi dan donasi dari semua pihak dalam mendukung keberlangsungan pelayanan ambulan untuk masyarakat ini. (cs)\n\nDukungan bisa melalui nomor rekening berikut :\n\n\u2013 Bank Syariah Mandiri 777 888 1785 (Infak & Sedekah)\n\n\u2013 BTN Syariah 714 205 6983 (Infak & Sedekah)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=99&field=image&unique=01212019001753"}, {"blog_id": "blog.blog(2,)", "name": "POROZ Apresiasi Pemerintah Peduli Potensi Zakat di Indonesia", "subtitle": false, "program_id": "8", "wilayah_id": "11", "post_date": "2019-03-05 19:53:03", "description": "Jakarta \u2013 LAZISMU. Wacana zakat bagi aparatur sipil negara (ASN) terus bergulir dan menjadi polemik. Pertama kali wacana itu diungkapkan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin di Kompleks Istana Presiden Jakarta, Senin (5/2/2018) rencananya melalui peraturan presiden (Perpres).\n\nMeski masih berupa imbauan, wacana ini terlanjur diperdebatkan. Menteri Agama mengatakan, potensi zakat di Indonesia sangat besar. Karena itu, optimalisasi penggunaan zakat perlu dimaksimalkan, pemerintah berupaya menyorot sektor zakat yang nantinya dikelola dan dimanfaatkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).\n\nDengan demikian, melalui potensi yang besar itu, akan ada penerima manfaat yang lebih banyak dari masyarakat, kata Lukman. Teknisnya masih didalami, pemerintah sedang berupaya membantu umat Islam untuk menyalurkan zakatnya yang dicanangkan oleh Kementerian Agama.\n\nHentikan Polemik\n\nPerihal itu, lembaga amil zakat (LAZ) nasional dari ormas Islam merespons wacana tersebut. LAZ berbasis ormas Islam ini telah terdaftar dalam Kementerian Agama. Di antaranya Lazismu, NU-CARE-Lazisnu, Pusat Zakat Umat Persis, LAZ BMH, LAZ DDII, dan LAZ Wahdah Islamiyah.\n\nDalam jumpa pers-nya seluruh LAZ ormas Islam ini membentuk Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (POROZ) yang langsung diresmikan, Jumat (9/2/2018) setelah rapat bersama untuk menyatakan beberapa hal berkenaan dengan polemik yang mengemuka.\n\nPOROZ mengapresiasi langkah pemerintah atas kepeduliannya dalam perkembangan zakat di Indonesia, kata Angga Nugraha, dari LAZ Persis ketika membaca pernyataan sikap yang disampaikan kepada media, di Gedung Pusat Dakwah PP Muhammadiyah, Jakarta.\n\nSelain itu, POROZ juga mendorong pemerintah agar melibatkan masyarakat (LAZ Ormas) dalam merumuskan peta jalan (roadmap) dan regulasi zakat di Indonesia, seperti munculnya wacana pemotongan zakat ASN,\u201d jelasnya.\n\nPada prinsipnya, peran pemerintah dalam sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya berzakat juga perlu ditingkatkan. POROZ menilai langkah edukasi zakat kepada umat Islam merupakan langkah nyata. Namun, POROZ meminta pemerintah segera menghentikan sementara wacana dan polemik zakat ASN.\n\nDalam kesempatan yang sama, Direktur Utama NU-CARE Lazisnu, Syamsul Huda menuturkan wacana tentang pemotongan gaji ASN untuk zakat segera dihentikan. \u201cDemi menghindari munculnya polemik di masyarakat,\u201d paparnya. Sebagai langkah lain, pemerintah perlu mengajak diskusi lembaga zakat nasional yang juga berperan penting dalam penyaluran zakat.\n\nSementara itu, Badan Pengurus Lazismu, Rizaludin Kurniawan mengatakan, pemerintah seharusnya dapat memberikan edukasi kepada masyarakat sebelum menyosialisasikan tentang Zakat ASN. Dalam penilaiannya, zakat merupakan ibadah maka perlu dihindari wacana yang belum jelas kepastiannya yang menimbulkan polemik.\n\nSebelumnya, pada 2016, Lazismu \u2013 NU-CARE Lazisnu, pernah meminta pemerintah melakukan penataan tata kelola zakat, yang tercantum dalam UU No. 23 Tahun 2011, terutama pasal 22 dan 23. Dikarenakan umat Islam Indonesia masih memiliki dua beban, zakat dan pajak. Dua LAZ ormas Islam ini mendorong pemerintah untuk merevisi agar zakat itu sebagai pengurang pajak. (na)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=100&field=image&unique=01212019003934"}, {"blog_id": "blog.blog(4,)", "name": "Gandeng BMT, Muzaki Perbaiki Rumah Bu Saminem", "subtitle": false, "program_id": "8", "wilayah_id": "14", "post_date": "2019-03-05 19:52:54", "description": "Kendal \u2013 LAZISMU. Memiliki rumah impian semua orang. Bagaimana jika sudah punya rumah, tapi rumah itu tidak layak huni. Seperti rumah Bu Saminem di Dusun Muncar, Desa Kalices, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal. Beliau tinggal seorang diri, di rumah dengan kondisi atap rumah yang mulai berjatuhan.\n\nPapan kayu rumah sebagai dinding terlihat keropos. Tanpa pondasi dengan lubang-lubang di dinding yang kian terlihat. Rumahnya berdiri di atas tanah milik orang lain. Demikian disampaikan Amil Lazismu Kendal, Agus wahyudi, kepada Matahati melalui pesan tertulis (14/2/2018).\n\nLazismu berkeinginan membedah rumahnya. Informasi tentang kesehariannya juga sudah dikantongi. Ia buruh kletek, mengupas buah randu (kapuk) dan buah jagung milik tetangganya. Pekerjaan ini hanya musiman. Penglihatan Bu Saminem kurang sempurna, untuk berjalan saja perlu dituntun.\n\nKetua Badan Pengurus Lazismu Kendal, Sutiyono menyampaikan bahwa Kita yang sehat harus ada diposisi yang seperti apa? Antara diposisi yang membantu atau diposisi beliau yang perlu dibantu?\n\nManusia hidup tidak sendiri, Lazismu mencoba bersinergi dengan BMT Bismillah, dan mengajak para donatur untuk berbagi bersama-sama. Selama satu pekan, ikhtiar membantu Bu Saminem berbuah tanggapan dari masyarakat. Donasi terus terkumpul.\n\nSwadaya tenaga masyarakat sepakat untuk membenahi rumahnya. Dalam kurun waktu tiga pekan rumah sudah rapi. Bu Saminem sudah bisa nyaman di dalam rumah ini. \u201cSaya sangat berterima kasih kepada semua donatur yang sudah membantu saya,\u201d katanya. Rumah baru untuk saya, terima kasih.\n\nBersama BMT Bismillah, Lazismu menyerahkan rumah yang sudah diperbaiki kepa Bu Saminem (14/2/2018) disela acara pengajian yang disi penceramah Ustadz Drs. K.H. Iskhaq, Dip.Kmd selaku Pimpinan Daerah Muhammadiyah setempat.\n\nUstadz Iskhaq menyampaikan pesan moral dalam ceramahnya untuk tetap mengajak anak-anak, jika besar nanti menanamkan sikap Mesem, Mantuk, Monggo. Agar spirit berbagi dan menolong sesama tidak luntur di generasi sekarang. Kepedulian harus terus ditanamkan, pesannya. (ag)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=101&field=image&unique=01212019004349"}, {"blog_id": "blog.blog(33,)", "name": "Derita Kakek Halawi, Huni Gubuk Puluhan Tahun", "subtitle": false, "program_id": "8", "wilayah_id": "29", "post_date": "2019-03-05 19:52:44", "description": "Parepare \u2013 LAZISMU. Setiap orang ingin hidup berkecukupan memenuhi kebutuhannya. Termasuk Kakek Halawi, ia ingin hidup yang serba cukup tidak lebih. Kakek berusia 80 tahun ini, malang nasibnya. Hidup dan tidur dalam gubuk reot berukuran 2 x 3 meter. Nestapa seorang diri, tanpa sanak saudara dan anak-anaknya.\n\nLebih menyedihkan lagi, ia tinggal tanpa tetangga karena gubuk deritanya terletak di tengah sawah sekitar dua kilometer dari perkampungan warga, Kampung Kanni, Desa Mattiro Ade, perbatasan dengan kecamatan Palleteang dengan Sawitto Pinrang.\n\nPada Jum\u2019at, 16 Februari 2018, kondisinya memantik rasa kemanusiaan Lazismu Kota Parepare. Informasi diperoleh dari grup pesan daring IMM Kabupaten Pinrang. IMM langsung turun dan menyalurkan bantuan yang dibutuhkan sang Kakek.\n\nKendaraan roda empat tiba di ujung kampung, dengan berjalan kaki melewati pematang sawah bersama para pengurus Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kabupaten Pinrang. Setiba di lokasi, rombongan yang dipimpin oleh Saiful Amir selaku Sekretaris Lazismu Kota Parepare menemui Kakek Halawi yang duduk termangu menanti uluran tangan orang lain yang peduli.\n\n\u201cAssalamu\u2019alaikum Kek, kami dari Lazismu Parepare, ungkap Saiful memperkenalkan diri. Lalu memulai percakapan, mencoba mendalami penderitaan yang dialami Kakek sebatang kara ini. Dengan suara lirih, diruang yang pengap, Kakek Halawi berbicara terbata-bata menceritakan asal usul dirinya. Mengapa dia ada ditempat dengan hidup memprihatinkan?\n\n\u201dSaya nak, saat masih kecil, orangtuaku meninggal, begitu pula saudara-saudaraku. Dari kecil hanya jadi kuli tani, saat muda ikut membantu warga panen padinya, dari situlah dapat upah untuk makan. Setelah tua renta dan sakit-sakitan, tak mampu berbuat banyak. Apalagi penglihatan mulai rabun sebelah, tidak kuat kerja, nak tinggalma di gubuk ini. Hanya numpang ditanah milik Pak Imam Masjid Lalla,\u201d ungkapnya.\n\n\u201dSedih, saya sudah 20 tahun hidup seperti ini. Hidup dari belas kasihan orang lain. Sebenarnya masiri-siri ka (malu) nak, tapi apa boleh buat hanya ini yang bisa saya lakukan, pasrah,\u201d lanjutnya.\n\n\u201cMiris, masih ada ironi kata Alimuddin pengurus IMM Kabupaten Pinrang yang turut mendampingi. Di tengah hiruk-pikuk para elit menjual program pengentasan kemiskinan di musim Pilkada ini ternyata kita temui realitas di depan mata.\n\nWarga Pinrang ini hidup sangat tidak layak. Apalagi kita kenal Pinrang sebagai daerah penghasil beras terbesar kedua setelah Sidrap di Sulsel. Penyangga stabilitas pangan bahkan dikenal sebagai lumbung beras, tapi di tengah hamparan sawah yang membentang luas ini hidup orang melarat seperti kakek Halawi ini,\u201d pungkas Ali tak kuasa menahan emosi.\n\nIbarat \u201ctikus mati di lumbung padi\u201d semoga ini menjadi tamparan keras buat kita semua untuk lebih peka dan peduli dengan lingkungan sekitar kita. Lazismu Pinrang harus segera mampu menjangkau realiatas sosial yang semakin akut.\n\nKetua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pinrang, Drs. H. Sakri Condeng saat ditemui di rumahnya merasa kaget mendengar informasi itu.\u201d Ini kita kecolongan dan kita akan bicarakan untuk segera merelokasi Kakek tersebut. Majelis Pelayanan Sosial PDM akan berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk mencari solusi.\n\nSemoga tidak ada lagi kasus serupa di sini. Kongkretnya kita mau Kakek Halawi ini bisa hidup layak, kita akan bawa ke Panti Jompo di Parepare karena kita belum punya di sini, \u201c paparnya (sa)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=102&field=image&unique=01212019004936"}, {"blog_id": "blog.blog(24,)", "name": "PLN dan Lazismu Dorong Peningkatan Kualitas Guru Sekolah Pinggiran", "subtitle": false, "program_id": "1", "wilayah_id": "22", "post_date": "2019-03-05 19:52:35", "description": "Banjarbaru \u2013 LAZISMU. Senyum mungilnya terukir di bibir Raihan. Permainan yang menyenangkan, mereka masih belum puas untuk main flying fox. Penantiannya terbayar sudah bersama teman-temannya di lapangan outbound SD Alam Muhammadiyah Banjarbaru, Syamsudin Noor, Landasan Ulin pada Sabtu (17/2/2018).\n\nRaihan adalah satu di antara 27 anak yang ikut serta dalam Program Save Our School yang diselenggarakan Lazismu Banjarbaru dan Lazismu Kabupaten Banjar.\n\nProgram ini merupakan bagian dari pengembangan SDM bagi sekolah-sekolah pinggiran. Tema yang diusung \u201dKontribusi Kita, Ikhtiar Mereka Meraih Cita-cita\u201d. Hampir 3 bulan kegiatan ini dirancang, berkolaborasi dengan SD Alam Muhammadiyah serta komunitas literasi Teaching and Trip (T & T) Kalimantan Selatan.\n\nLebih jauh lagi, mampu menarik daya pikat kepada Yayasan Baitul Maal PLN Unit Induk Pembangunan (YBM PLN UIP) Kalimantan Bagian Tengah .\n\nManager YBM PLN UIP Kalimantan Bagian Tengah, Saparin dalam sambutannya, mengatakan, program ini bagi kami sangat menarik. Konsep pengembangan sekolah pinggiran yang bersifat jangka panjang sangat diperlukan masyarakat.\n\n\u201cSelain itu, PLN menyampaikan terima kasihnya kepada semua pihak untuk meyukseskan program ini bersama Lazismu,\u201d paparnya.\n\nPenanggung jawab program dari Divisi Pengembangan Program dan Fundraising Lazismu Banjarbaru, menyampaikan hal serupa bahwa Save Our School merupakan program yang dicanangkan Lazismu secara nasional.\n\nHarapannya program ini dapat membantu sekolah-sekolah pinggiran untuk memiliki daya saing dengan sekolah-sekolah lainnya, kata Ginanjar Sutrisno.\n\nSebelum acara berakhir, Lazismu Banjarbaru menyerahkan piagam penghargaan kepada YBM PLN UIP Kalimantan Bagian Tengah atas kemitraan yang terjalin selama satu tahun ini.\n\nProgram ini berlangsung dari pagi sampai dengan sebelum dzuhur. Selanjutnya program ini berlanjut untuk fokus pengembangan SDM dan bantuan kesejahteraan guru-guru selama 1 tahun.\n\n\u201cSetelah ini Lazismu akan fokusn pada pelatihan-pelatihan pembelajaran inovatif dan kreatif guna menunjang kompetensi guru,\u201d ujarnya.\n\n\u201cKami sangat terharu, terima kasih kepada semua pihak yang peduli terhadap pendidikan, diharapkan program seperti ini dapat berlanjut,\u201d kata Muhammad Syafi\u2019i, selaku Kepala MI Hidayatul Islamiyah Gambut. (gs)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=103&field=image&unique=01212019005333"}, {"blog_id": "blog.blog(4,)", "name": "Geliat UMKM, Cara Berkah Hidup Melimpah", "subtitle": false, "program_id": "5", "wilayah_id": "14", "post_date": "2019-03-05 19:52:26", "description": "Semarang \u2013 LAZISMU. Geliat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Semarang semakin terasa. Hari Minggu (18/2/2018) bertempat di rumah makan Soto Sedeep Banyumanik, 85 orang pelaku UMKM menghadiri pelatihan kewirausahaan dengan tajuk \u201cCara Berkah Hidup Melimpah.\u201d Acara diselenggarakan oleh Lazismu Kota Semarang, Kantor Layanan Banyumanik bersama BPR Syariah Asaba, menghadirkan dua narasumber, dosen dan motivator dari UNNES , Rohani, SPd, MA, dan wirausahawan Raja Keripik Semarang, Nur Sodiq.\n\nDalam paparannya, Rohani yang juga pembina Lembaga Pendidikan Kampung Inggris, Semarang menyampaikan, dalam mencapai hidup melimpah dengan cara yang berkah, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan, yakni meluruskan keyakinan, menata diri, melakukan usaha bumi, dan melakukan usaha langit.\n\nKeyakinan yang keliru bisa mengakibatkan orang tidak bersemangat dalam menjalankan usaha. Misalnya, orang yang meyakini menjadi miskin atau kaya itu tergantung dari garis keturunan, dia cenderung akan lemah dalam berusaha. Keyakinan semacam itu harus diluruskan. Menata diri membangun sifat yang baik. Salah satu sifat baik yang harus dimiliki wirausahawan adalah sifat bisa dipercaya. Usaha bumi adalah tindakan profesional yang mendatangkan manfaat bagi orang lain (customer). Sedangkan usaha langit adalah perbuatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT Maha Pemberi Rizki.\n\nSementara itu, Nur Sodiq menguraikan perjuangannya membangun bisnis di bidang makanan ringan dari nol. Di balik keberhasilannya, banyak suka duka yang harus dilewati. Mendatangkan bahan, memproduksi, memasarkan, mendistribusikan, harus dilakukan semuanya. Dalam perjalanan waktu, Ia berhasil menjadi pemasok keripik terpercaya di salah satu koperasi institusi militer. Ia mendapat kehormatan diundang saat RAT koperasi tersebut.\n\nPimpinan koperasi menyerahkan surat kepada Cak Nur, sapaan akrab dia, \u201cTitip surat undangan RAT untuk bosmu mas,\u201d katanya tanpa menyadari kalau bos yang dimaksud adalah orang yang dia titipi surat itu. Itulah wujud pelayanan total yang dicontohkan oleh Cak Nur, sehingga pelanggan pun tidak sempat mengenali pribadi dia.\n\nSeluruh peserta antusias mengikuti acara sampai paripurna. Heru Rusdiana, seorang wirausahawan warung makan dari Pudak Payung mengungkapkan kesannya, \u201cSaya termotivasi untuk memperbaharui dan membenahi sistem manajemen dan cara kerja warung makan saya.\u201d\n\nSalah satu kiat yang diberikan Cak Nur, usaha adalah melatih kesabaran. Banyak pengusaha pemula yang bimbang menghadapi permasalahan, seperti yang pernah dia hadapi di masa lalu. Kunci suksesnya kesabaran, tidak goyah karena rintangan, terus bersemangat dan tidak berhenti belajar. Cak Nur menyadari hal itu tidak mudah bagi pemula, untuk itu dia bersama wirausahawan muslim di Semarang giat membantu pelaku UMKM untuk maju melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan, bersama LAZISMU & Asaba. (hz)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=104&field=image&unique=01212019005909"}, {"blog_id": "blog.blog(2,)", "name": "Babak Baru Kolaborasi Baznas dan LAZ Berbasis Ormas Islam", "subtitle": false, "program_id": "9", "wilayah_id": "11", "post_date": "2019-03-05 19:52:12", "description": "Jakarta \u2013 LAZISMU. Bertempat di kantor MUI Pusat, hari ini ditandatangani kerjasama antara Baznas dengan lima lembaga zakat berbasis ormas Islam (19/2/2018). Inilah babak baru kolaborasi antara Baznas dengan organisasi pengelola zakat yang bergabung dalam Poroz.\n\nProf Bambang Sudibyo, ketua Baznas, menyampaikan rasa gembiranya bisa menjalin kerjasama dengan lembaga zakat berbasis ormas Islam.\n\n\u201cSemangat undang-undang perzakatan adalah mengutamakan LAZ milik ormas Islam,\u201d kata Bambang.\n\nLAZ berbasis ormas Islam, lanjut Bambang, merupakan partner strategis bagi Baznas. Sebab, LAZ inilah yang memiliki jaringan sampai desa-desa. Dengan jaringan yang sangat luas, program penghimpunan dan pendistribusian bisa dilakukan dengan efektif.\n\n\u201cBaznas tidak mungkin bisa menyalurkan zakat, infak dan sedekah sendirian. Baznas harus menggandeng banyak pihak. Di situlah peran penting LAZ berbasis ormas Islam,\u201d papar Bambang.\n\nKetua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof Dr Makruf Amin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi terkait kerjasama tersebut. \u201cMUI ingin agar kelembagaan zakat bisa diatur dengan baik. Jangan ada benturan,\u201d kata Makruf.\n\nLima lembaga zakat berbasis ormas Islam yang bekerjasama dengan Baznas adalah: Lazisnu (Nahdlatul Ulama), Lazismu (Muhammadiyah), Laz Dewan Dakwah (DDII), BMH (Hidayatullah), Laz Wahdah Islamiyah (Wahdah Islamiyah). (jt)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=105&field=image&unique=01212019010328"}, {"blog_id": "blog.blog(4,)", "name": "Donatur Donasikan Sepedanya untuk Menunjang Aktivitas Panti Asuhan", "subtitle": false, "program_id": "12", "wilayah_id": "14", "post_date": "2019-03-05 19:51:59", "description": "Sragen \u2013 LAZISMU. Empat sepeda berjejer di atas mobil pick up hitam. Sepeda itu terdiri dari tiga sepeda ukuran besar dan satu sepeda ukuran kecil. Semua sepeda itu merupakan donasi sepeda yang disalurkan Lazismu Sragen kepada Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah Sragen, Selasa (13/2/2018).\n\nManajer Fundrasing Lazismu Sragen, Ronny Megas S, mewakili Lazismu Sragen menyerahkan keempat sepeda itu kepada pihak Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah Sragen.\n\nAwalnya sepeda itu milik dari Masduki, salah seorang donatur rutin Lazismu Sragen. Warga Sarigunan RT 34 RW 11 Sragen Wetan itu mengamanahkan sepeda miliknya kepada Lazismu Sragen.\n\n\u201cSaya punya sepeda di rumah, tidak ada yang pakai, tolong nanti sepedanya diambil dan mohon diberikan kepada orang yang lebih membutuhkan. Semoga sepeda itu bisa bermanfaat untuk mereka.\u201d tutur Masduki.\n\nSetelah mendengar permintaan tersebut, amil Lazismu Sragen langsung bergegas untuk mengambil sepeda milik Masduki.\n\nSudah lama sepeda itu tidak digunakan pemiliknya. Lazismu Sragen pun memperbaiki sepeda itu di bengkel sepeda ontel di daerah Ngrampal sebelum disalurkan. Satu pekan sepeda itu baru selesai diperbaiki, Lazismu langsung menyalurkannya kepada Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah Sragen. (ls)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=106&field=image&unique=01212019010704"}, {"blog_id": "blog.blog(17,)", "name": "Sekolah Amil, Jalan Menuju Amil Profesional", "subtitle": false, "program_id": "8", "wilayah_id": "15", "post_date": "2019-03-05 19:51:51", "description": "Yogyakarta \u2013 LAZISMU. Dalam rangka meningkatkan kualitas, kapabilitas dan pelayanan yang baik sehingga menjadikan Amil profesional maka Lazismu DIY dalam mendorong dan memfasilitasi untuk menjadikan Amil profesional mengadakan Sekolah Amil ke 2.\nSekolah amil tersebut merupakan tindak lanjut dari sekolah amil ke 1 yang diadakan oleh lazismu Kantor Layanan Piyungan. Dalam sekolah amil ke 2 ini (Sabtu 17 Februari 2018) akan membahas standarisasi kantor layanan dan sistem keuangan yang disampaikan oleh Sabar Waluyo, S.E Manager Lazismu Banyumas.\nAdanya sekolah amil ke 2 ini juga melihat kebutuhan dari lazismu khususnya di DIY yang semakin berkembang, dimana juga merupakan inisiasi dari beberpa kantor layanan untuk membuat standarisasi kantor layanan dan sistem keuangan yang memang belum dimiliki oleh lazismu di DIY.\nMenurut Jefree Fahana, S.T. M.Kom selaku sekretaris lazismu wilayah DIY setelah adanya sekolah amil ini selanjutnya akan membentuk tim yang juga melibatkan beberapa kantor layanan untuk merumuskan Standarisasi operasional Kantor layanan untuk lazismu se- DIY.\nSelain itu, Cahyono S.Ag ketua Lazismu Wilayah DIY menambahkan, selanjutnya akan membentuk 30 kantor layanan model yang akan mewakili disetiap kabupaten atau kota. \u201cNanti akan membentuk kantor layanan model dari setiap kabupaten atau kota masing-masing 5 perwakilan kantor layanan,\u201d kata Cahyono.\nCahyono juga mengatakan 30 kantor layanan tersebut akan mengikuti sekolah amil selanjutnya yang yang bertujuan untuk mematangkan semua materi yang telah didpat di sekolah amil sebelum sebelumnya. Sehingga 30 kantor layanan tersebut bisa jadi model di kabupaten atau kota masing-masing.\n Adapun jadwal sekolah amil selanjutnya sebagai berikut:\n Sekolah Amil 3 Bersama Dwi Santosa Pambudi, S.H.I., M.Hum\nMateri Dalil Al-Qur\u2019an dan Hadist Tentang ZIS, Sejarah Kewajiban Berzakat, dan Hukum positif di Indonesia pada rabu-kamis/ 21-22 februari 2018 Pukul 12.30-16.00 WIB tempat Aula PWM DIY\nSekolah Amil 4 Bersama Farid Ma\u2019ruf, S.T., M.eng\n", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=107&field=image&unique=01212019012040"}, {"blog_id": "blog.blog(38,)", "name": "Mahasiswa UMSU Terima Beasiswa Lazismu", "subtitle": false, "program_id": "2", "wilayah_id": "2", "post_date": "2019-03-05 19:51:43", "description": "Sumut \u2013 LAZISMU. Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Dr. Muhammad Qorib, MA yang diwakili Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Munawir Pasaribu, MA disaksikan Wakil Dekan 1 Bidang Akademik Zailaini, MA menyerahkan beasiswa LazisMu PP Muhammadiyah kepada 12 Orang Mahasiswa berprestasi di Gedung Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FAI UMSU), Kamis (22/2/2018)\n\nDekan FAI UMSU, Dr. Muhammad Qorib, MA berterimakasih kepada Lazismu PP Muhammadiyah yang tetap konsisten melaksanakan dakwah amar ma\u2019ruf nahi munkar dan tugas keumatan baik dibidang pendidikan. \u201cPemberian beasiswa oleh Lazisnu PP Muhammadiyah merupakan bagian dari aktivasi pencerahan umat melalui pendidikan,\u201d katanya.\n\nSeperti dilansir dalam laman resmi UMSU (22/2/2018) mahasiswa yang memeroleh beasiswa, masing-masing mendapat sebesar Rp 3 Juta. Sehingga mahasiswa FAI UMSU menerima bantuan LazisMu total Rp 36 juta.\n\nSementara itu, Munawir Pasaribu menjelaskan beberapa persyaratan untuk mendapatkan beasiswa LazisMu PP Muhammadiyah adalah mahasiswa yang memiliki aktifitas di persyarikatan sehingga harus direkomendasi oleh Pimpinn Ranting, PK IMM dan Fakultas. Masih kata Munawir, prasyarat lainnya adalah nilai indeks prestasi dari mahasiswa itu sendiri.\n\nLazismU memperoleh dana dari muzaki kemudian menyalurkannya kepada berbagai pihak di antaranya untuk kepentingan pendidikan. (shd/umsu)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=108&field=image&unique=01212019012358"}, {"blog_id": "blog.blog(33,)", "name": "Lazismu Sidrap Bantu Pasien Duafa Pasca-Melahirkan", "subtitle": false, "program_id": "12", "wilayah_id": "29", "post_date": "2019-03-05 19:51:29", "description": "Sidrap \u2013 LAZISMU. Amil Lazismu yang diwakili M. Gazali, menyerahkan bantuan uang tunai kepada pasien tak mampu Kartina Lappe (17) melalui Kakaknya Ratna, sebesar 4,6 juta rupiah, di Rumah Sakit Arifin Nu\u2019mang, Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, (24/02/2018).\nDirektur Lazismu Sidrap, Saifullah mengatakan bantuan yang diberikan bentuk partisipasi Lazismu terhadap problematika masyarakat sidrap.\n\u201cKepedulian Lazismu terhadap persoalan masyarakat, terutama di bidang kesehatan, merupakan bagian dari program Medical Care, di samping program prioritas lainnya antara lain, Gerakan Pendidikan, Paket Duafa dan Peduli Bencana\u201d ungkap Saifullah.\nSementara itu Kakak kandung Kartina, Ratna menjelaskan, adiknya saat ini terbaring di rumah sakit karena infeksi pada bagian perut setelah melahirkan anaknya melalui persalinan caesar di rumah Sakit Umum Andi Makkasau Pare-pare.\nBiaya selama perawatan dan operasi yang cukup mahal, menurut Ratna sangat berat. \u201cKeluarga berinisiatif untuk mengeluarkan Kartina dari rumah sakit karena tak mampu menanggung biaya operasi tersebut,\u201d paparnya.\nSemoga dengan bantuan dari Lazismu Sidrap dapat membantu proses penyembuhan adik kami. Ratna berharap program Lazismu bisa berkembang untuk membantu lebih banyak lagi masyarakat yang membutuhkan. Tidak hanya itu, Lazismu juga berencana kembali menyalurkan bantuan berupa Paket Duafa Nene Mallomo dalam waktu dekat ini. (dw)\n", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=109&field=image&unique=01212019012937"}, {"blog_id": "blog.blog(15,)", "name": "Mesin Obras untuk Ibu-ibu Berdaya", "subtitle": false, "program_id": "5", "wilayah_id": "12", "post_date": "2019-03-05 19:51:20", "description": "Tasikmalaya \u2013 LAZISMU. Dua sosok perempuan berdaya ini didaulat Lazismu sebagai ibu yang ikut bertahan bagaimana menopang kehidupan ekonomi keluarga. Para suaminya yang berpenghasilan tidak menentu, tidak menyurutkan semangatnya untuk tetap berusaha mendidik anak-anaknya.\n\nDi Tasikmalaya, kedua sosok perempuan bersahaja ini berhasil ditemui Rizky Nugraha selaku amil Lazismu. Pertama sosok Nurhayati, yang dikarunia tiga orang anak. Sebagai sosok penerima manfaat program pemberdayaan ekonomi, dia tergolong produktif, meski suaminya bekerja sebagai petugas penerima telepon honorer.\n\nSaat ditemui Lazismu, di kampung Tonjong, Kelurahan Nagarasari, Kecamatan Cipedes, Nurhayati berkisah tentang pekerjaannya sebagai buruh lepas di perusahaan konveksi (3/3/2018). Banyaknya orderan dari Jakarta di konveksi itu, butuh SDM yang sepadan untuk mengerjakan produksinya.\n\nMengetahui hal itu, Lazismu segera memfasilitasi dan menghubungkan komunikasi dengan pemilik konveksi. Sebagai jalan tengah, Lazismu memberikan bantuan mesin obras. \u201cDi samping itu, diberikan pelatihan obras agar ketika menerima orderan membuat celana dalam anak dapat dikerjakan dengan baik,\u201d kata Rizky.\n\nKesempatan yang sama diterima Ibu Komalasari, yang tinggal di Bojong Tritura RT/RW 004/012 Cipedes, Kota Tasikmalaya. Suaminya juga memiliki pekerjaan yang tidak menentu dengan 3 tanggungan anak yang masih kecil.\n\nSelama beberapa hari Bu Kokom diberi pelatihan keterampilan memotong dan mengobras oleh pemilik konveksi. Setelah dianggap bisa, diberi orderan sesuai kesanggupannya.\n\nMenurut PCM Cipedes, Kindi Suhendi, Nurhayati didampingi dengan pembinaan bertahap oleh Lazismu. Sebagai bentuk kaderisasi, Nurhayati juga ikut jamaah pengajian di Cipedes memelalui Pimpinan Ranting Aisyiyah Nagasari.\n\n\u201cSelain membina ekonominya, spiritualnya juga perlu dibina sebagai bekal mental yang kuat,\u201d pungkasnya.\n\nHal senada disampaikan Ketua Pelaksana LazisMu Kota Tasik, Nasrulllah bahwa pendampingan tersebut bagian dari visi program Lazismu. Tentunya ini sangat membantu penerima manfaat. Adapun akad mesin obras ini akad sewa beli. Penyerahan simbolis mesin obras diserahkan oleh Ketua Pelaksana Lazismu Kota Tasikmalaya bersama PCM Cipedes Kota Tasikmalaya pada 3 Februari 2018 pukul 13.46 wib.\n\nSetiap seminggu sekali bahan yang sudah diobras disetorkan ke pengusaha. Mereka mendapatkan upah sebesar Rp 2500 \u2013 Rp 3000 dari setiap kodi. Jika tekun bisa menyelesaikan minimal 20 kodi sehari bisa memeroleh Rp 50000 lebih per hari. Bahkan ada yang bisa mendapatkan pendapatan 600 ribu per minggunya.\n\nSeperti Bu Kokom, sehari-hari bisa mengerjakan sampai 20 kodi, yang akhirnya bisa mendapatkan penghasilan tambahan untuk menghidupi keluarganya sehari-hari. Mesin obras ini, fungsinya untuk mencegah agar bahan yang ada ditepi kain tidak berserabut. (ng)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=110&field=image&unique=01212019013247"}, {"blog_id": "blog.blog(24,)", "name": "Mustahik Berdaya Bisa Naik Level Jadi Muzaki", "subtitle": false, "program_id": "5", "wilayah_id": "22", "post_date": "2019-03-05 19:51:11", "description": "Banjabaru \u2013 LAZISMU. Siang itu, sebelum waktu dzuhur, (6/3/2018), Anna Dharta baru sampai ke rumahnya di Perum Griya Caraka, Loktabat Utara, Kota Banjarbaru. Dari pagi sampai siang dia mengantar pesanan kue serta cemilan di beberapa sekolah di sekitaran Kota Banjarbaru.\nAnna merupakan mualaf binaan Lazismu Banjarbaru berkolaborasi dengan Mualaf Center Regional Kalsel. Terhitung setelah 3 bulan bantuan itu disalurkan, sekarang dia sudah menjadi donatur tetap, baru 2 bulan berjalan.\n\u201cSaat ini di Lazismu Banjarbaru telah hadir mustahik yang berdaya menjadi donatur,\u201d ujar Ginanjar, Divisi Pengembangan Program & fundraising Lazismu Banjarbaru. Dalam 2 bulan ini infak bulanan dan donasi dari keuntungan yang terjual, rata-rata sebesar Rp 200 ribu.\n\u201cUsaha kami dibantu Lazismu Banjarbaru, sekarang giliran kami yang berbuat untuk Lazismu,\u201d ungkap Anna, mualaf berdarah Indo-Pakistan itu. Dia mengharapkan ke depannya bisa membantu saudara-saudara mualaf yang lain untuk bersama-sama mengembangkan usahanya.\nSelain usaha produksi brownies varian rasa, Anna sekarang mengembangkan usaha nasi kotak dan aneka kue kemasan kotak. Bahkan selain pangsa pasar sekolahan dan individu sekitar rumah, sebagian pelanggan dari perusahaan BUMN.\nPada bulan ini, ia berhasil mengumpulkan infak sebesar Rp 234.100,-. Ia juga mengatakan akan memotivasi teman-teman mualaf yang lain untuk berinfaq melalui Lazismu Banjarbaru. (lb)\n", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=111&field=image&unique=01212019013737"}, {"blog_id": "blog.blog(4,)", "name": "Galang Dana untuk Bencana di Brebes", "subtitle": false, "program_id": "12", "wilayah_id": "14", "post_date": "2019-03-05 19:51:00", "description": "Jepara \u2013 LAZISMU. Ahad, 4 Febuari 2018 Lazismu Jepara melakukan penggalangan dana untuk bencana Banjir di Brebes, yang mengakibatkan fasilitas umum rusak, termasuk sekolah terkena dampak banjir tersebut. Lazismu Jepara melakukan penggalangan dana dibantu oleh para Relawan Muhmmadiyah (MDMC). Penggalangan dana dilakukan di alun-alun Kota Jepara, bersamaan dengan acara minggu pagi di alun-alun yaitu Car Free Day (CFD).\n\nPenggalangan dana ini bukan hanya untuk menghasilkan uang semata, namun juga untuk mengenalkan LAZISMU di kalangan masyarakat sekitar. Penggalangan dana dilakukan dengan mengunakan Kardus kosong, lalu diberi tulisan \u201cDonasi Bencana Brebes dan sekitarnya\u201d tak lupa di kardus itu juga diberi lambang LAZISMU. Penggalangan dana ini dilakukan mulai Jam 06.00 \u2013 07.30 WIB.\n\nRelawan Muhammadiyah (MDMC) Jepara berkeliling mengelilinggi alun alun kota Jepara. Mereka tidak merasa malu ataupun ragu, karena disini mereka berjuang untuk saudara mereka yang sedang dilanda musibah.\n\nDonasi yang terkumpul akan diwujudkan dalam bentuk paket School kit, karena kebutuhan itu yang sangat diperlukan di sana. (lj)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=112&field=image&unique=01212019014158"}, {"blog_id": "blog.blog(18,)", "name": "Mahasiswa KKN- P UMSIDA, Makmurkan Masjid dengan Gotong-Royong", "subtitle": false, "program_id": "8", "wilayah_id": "16", "post_date": "2019-03-05 19:50:52", "description": "Sidoarjo \u2013 LAZISMU. Suasana lingkungan masjid yang bersih mampu membuat nyaman jamaahnya. Masjid sebagai pusat kegiatan impian jamaahnya juga. Karena itu masjid bisa menjadi cikal-bakal program seperti yang dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata \u2013 Pencerahan (KKN-P) Umsida di Desa Pandanarum, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.\n\nKKN dilaksanakan pada periode Januari \u2013 Februari 2018. Melalui tema \u201cRedesign Masjid Al- Falah, Masjid Ramah\u201d KKN-P mahasiswa Umsida, yang dikomandani Lars Rasio, semester 7 di Fisip, memulai kegiatan ini pertengahan Januari dan berakhir pada 23 Februari 2018, demikian informasi yang diterima Matahati dari amil Lazismu Umsida, Yekti Pitoyo (5/3/2018).\n\nMasjid yang berlokasi di Jl. Bung Tomo, Pandanarum, Pacet, Mojokerto dipilih atas inisiatif mahasiswa bersama warga. Beberapa bagian masjid seperti papan nama dan bagian lain yang dianggap penting dibenahi untuk kenyamanan. Pengecatan masjid, pemasangan neonbox, papan edukasi dan penataan pintu masuk dan lokasi parker dilakukan secara bergotong-royong oleh kelompok KKN dan warga.\n\n\u201cUntuk menambah suasana agar taman masjid asri, sudut pekarangan masjid yang kosong ditanami tanaman hias dan apotek hidup. Tanaman apotek hidup ditanam di sekitar pekarangan masjid supaya bermanfaat untuk jamaah\u201d jelas Lars Rasio, yang juga Ketua BEM FISIP UMSIDA.\n\nUntuk kegiatan mahasiswa KKN-P, Lazismu Umsida turut bersinergi dengan mentasyarufkan dana senilai Rp 2,5 juta dengan harapan masjid-masjid di lingkungan sekitar tertata asri dan membuat nyaman para jamaah. (y", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=113&field=image&unique=01212019015619"}, {"blog_id": "blog.blog(4,)", "name": "Amil Lazismu Piyungan dan Banguntapan Magang di Purwokerto", "subtitle": false, "program_id": "1", "wilayah_id": "14", "post_date": "2019-03-05 19:50:43", "description": "Purwokerto \u2013 LAZISMU. Lazismu Banyumas kembali menjadi rujukan tempat magang Lazismu Cabang Piyungan dan Banguntapan Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Mereka belajar sekaligus praktek tentang pembuatan laporan keuangan zakat sesuai PSAK 109, akuntansi zakat, dan pelayanan front office.\nSetelah beberapa waktu yang lalu Lazismu Purbalingga dan Banjarnegara magang dan belajar tentang keuangan dan front office ke Lazismu Banyumas. Kini giliran Kantor Layanan Lazismu Cabang Piyungan dan Banguntapan Kabupaten Bantul, Yogyakarta yang datang ke Lazismu Banyumas untuk magang dan belajar tentang pembuatan laporan keuangan yang standar.\nMereka bertiga yakni Jaynal, Eka, dan Almas belajar langsung dengan Sabar Waluyo mengenai pembuatan laporan dan akutansi zakat yang sesuai dengan PSAK 109. Selain belajar penyusunan laporan, mereka juga dikenalkan dengan sistem software layanan ZISKA milik Lazismu Banyumas yang langsung difasilitasi oleh Ardian selaku ahli IT Lazismu Banyumas.\nKegiatan magang tersebut dilaksanakan selama 3 hari yaitu dari hari Senin-Rabu, 5-7 Maret 2018. Jaynal selaku kepala kantor Lazismu Piyungan merasa senang bisa datang ke Lazismu Banyumas lagi untuk belajar tentang keuangan. \u201d Kami bertiga sengaja datang ke Banyumas karena Lazismu Banyumas benar-benar sudah rapi dan baik dalam laporan keuangan zakat yang sesuai standar, jadi kami datang kemari \u201d tambahnya.\nLazismu Banyumas membuka dengan lebar kawan-kawan dari Lazismu manapun yang ingin belajar dan bertukar pikiran bersama menuju Lazismu yang semakin Amanah, Profesional, dan Transparan. Sabar Waluyo mengatakan \u201d bahwa Lazismu harus profesional dalam kinerja, dan transparan dalam pelaporan karena nantinya audit internal maupun eksternal akan memasuki lembaga zakat \u201d menurutnya dengan Sumber Daya Manusia yang profesional dan diimbangi dengan pelayanan yang baik akan menjadikan Lazismu semakin berkualitas menuju Visi dan Misi Lazismu.\nDengan adanya kegiatan dan program magang yang Lazismu Banyumas buka, semoga menjadikan sinergi yang baik dengan Lazismu Piyungan dan Banguntapan secara khusus. Secara umum, diharapkan semua Lazismu di Indonesia dapat memahami dan membuat laporan yang baik dan standar. Sehingga ketika datang Audit Lazimu sudah siap dan dapat dipertanggungjawabkan kepada lembaga yang bersangkutan dan kepada masyarakat luas. (hb/lb)\n", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=114&field=image&unique=01212019020125"}, {"blog_id": "blog.blog(18,)", "name": "Lazismu Bedah Rumah Warga Duafa di Surabaya", "subtitle": false, "program_id": "8", "wilayah_id": "16", "post_date": "2019-03-05 19:50:34", "description": "Surabaya \u2013 LAZISMU. Masih ada masyarakat Surabaya yang hidup di rumah yang tak layak huni. Layanan Lazismu Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya terdorong melakukan kegiatan benah rumah.\nAdalah Sumali tinggal di RT 03 RW 02 Kelurahan Balasklumrik Kecamatan Wiyung Surabaya yang direncanakan akan mendapat bantuan benah rumah tersebut.\nSunarko, M. Si Ketua Lazismu Kota Surabaya mengatakan, rumah yang dihuni Sumali tidak layak huni, sudah rapuh dan sangat mengkhawatirkan.\n\u201cDalam hati ada keinginan untuk membangun rumah, tapi bagaimana lagi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari saja merasa kesulitan,\u201d kata Sumali menghela nafas kepada KLIKMU.CO Rabu (7/3/2018).\nKarena itu, sambung Sunarko, melalui program Benah Rumah Lazismu tergerak untuk peduli menggalang dana guna membantu perbaikan rumah Bapak Sumali.\n\u201cBila hujan, air masuk kerumah karena atap genteng banyak yang lubang (pecah) dan kayu-kayu banyak yang rapuh,\u201d katanya.\nHal tersebut, lanjutnya, tentu sangat mengkhawatirkan bila ada hujan deras disertai angin kencang rumah tersebut bisa roboh.\nUntuk itu, Lazismu Kota Surabaya melalui grup ini kami mengetuk hati para donatut untuk berpartisipasi membantu perbaikan rumah Sumali.\nDia menuturkan di luar sana misionaris sudah gencar dalam rangka kristenisasi. Mereka membantu saudara kita umat Islam yang tidak mampu dengan menawarkan bantuan beasiswa pendidikan untuk dhuafa, jamban sehat, rumah sehat dengan anggaran puluhan juta rupiah.\n\u201cInilah saatnya kita lebih peduli dengan menyelamatkan aqidah saudara kita agar tidak berpindah agama dengan aksi kemanusiaan yang nyata,\u201d pungkasnya.\nBantuan benah rumah bisa diberikan berupa uang atau bahan material bangunan: semen, bata, pasir dan sebagainya. Kirim ke Kantor Lazismu Surabaya di Pusat Dakwah Muhammadiyah JalanWuni No. 9 (Walikota Mustajab) (sfk/klikmu)\n", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=115&field=image&unique=01212019020727"}, {"blog_id": "blog.blog(18,)", "name": "Bersama Polres Pamekasan, Lazismu Santuni Duafa di Pamekasan", "subtitle": false, "program_id": "8", "wilayah_id": "16", "post_date": "2019-03-05 19:50:25", "description": "Pamekasan \u2013 LAZISMU. Aksi bersama Bapak-bapak Polisi bersama Lazismu Pamekasan digelar pada Ahad, 4 Maret 2018. Rombongan Lazismu dan Polres Pamekasan bergerak menuju ke kecamatan Pegantenan dengan kawalan Patwal. Di kecamatan itu Lazismu dan beberapa anggota Polres mengunjungi 3 desa guna memberikan santunan kepada para janda lanjut usia yang duafa.\nSebanyak 30 paket sembako telah disiapkan untuk diserahkan kepada para janda berusia lanjut yang tingal di 3 desa itu. Kebanyakan penerima paket tinggal di rumah-rumah semi permanen yang dianggap kurang layak. Beberapa janda lansia itu juga perlu mendapat perhatian dan kepedulian yang lebih besar mengingat banyak yang tinggal seorang diri tanpa keluarga yang mendampingi.\nMenurut Choirul Jai aksi ini merupakan bukti hubungan yang erat antara aparat keamanan, yaitu kepolisian dengan lembaga Amil zakat, khususnya Lazismu. Diharapkan kegiatan ini dapat terus berlanjut dengan aksi yang lebih dahsyat di kemudian hari, seperti bedah rumah, pemberdayaan ekonomi dan pembenahan lingkungan. (ad/lazismujatim)\n", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=116&field=image&unique=01212019021253"}, {"blog_id": "blog.blog(18,)", "name": "Berdayakan Anak Panti, Lazismu Latih Bercocok Tanam Bersama", "subtitle": false, "program_id": "1", "wilayah_id": "16", "post_date": "2019-03-05 19:50:14", "description": "Banyuwangi \u2013 LAZISMU. Program Pemberdayaan Anak Panti salah satunya dimaksudkan untuk memberikan dorongan dan motivasi kepada anak-anak Panti Asuhan agar kelak dapat berdaya dan hidup mandiri. Karena itu mereka harus dibiasakan untuk mempunyai jiwa mandiri dan bertindak positif yang bermanfaat pada dirinya ketika berada di Panti.\nKetua Lazismu Wilayah Jawa Timur, Zainul Muslimin dan Anggota Badan Pengurus, Imam Fauzi, mengunjungi Panti Asuhan Budi Mulia di Banyuwangi (4/3/2018). Sebenarnya ini adalah kunjungan yang ketiga kalinya dalam rangka memberikan motivasi dan semangat anak-anak Panti Asuhan agar mempunyai kesadaran dan cita-cita bagi hidupnya kelak.\nKedatangan Lazismu kali ini mengajak anak-anak Panti mempunyai usaha bersama berupa bercocok tanam di lahan produktif. Hasil dari bercocok tanam tersebut dapat dijual dan dijadikan tabungan bagi anak-anak Panti.\nPanti Asuhan Budi Mulia Banyuwangi mempunyai program kemandirian bagi anak Panti yaitu menanam tanaman budidaya buah produktif, seperti jeruk, jambu, pepaya dan buah naga. Panti ini juga mempunyai lahan yang cukup untuk dijadikan kegiatan anak-anak Panti bercocok tanam. Untuk itu, masih perlu bimbingan instruktur dan penyuluh pertanian. Tanaman buah sebenarnya sudah ditanam pada tahun lalu. Namun anak-anak Panti Asuhan sebagai pengelola perlu dibimbing dan diarahkan agar dapat merawat tanaman buah benar.\nSelain memberikan motivasi dan semangat Lazismu juga membawa \u2018oleh-oleh\u2019 berupa pupuk organik yang merupakan produk Lazismu Wilayah Jawa Timur. Imam Fauzi menyerahkan pupuk organik tersebut kepada koordinator pengelola untuk dijadikan pendukung dalam program budidaya buah di Panti Asuhan Budi Mulia tersebut. Semoga sukses dan lancar. (ad/lazismujatim).\n", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=117&field=image&unique=01212019021705"}, {"blog_id": "blog.blog(4,)", "name": "Bersama Klinik Ar-Rahmah, Lazismu Berikan Pengobatan Gratis Duafa", "subtitle": false, "program_id": "8", "wilayah_id": "14", "post_date": "2019-03-05 19:50:06", "description": "Bangalsari-LAZISMU. Memberikan fasilitas dan akses tentang kesehatan untuk kaum duafa adalah tanggung kita bersama sebagai mahluk sosial, Hal inilah yang di lakukan oleh KL Lazismu Bangsalsari bersama klinik Ar-Rahmah kepada buk Riyati warga Dusun Kedungsuko 70 tahun. Senin (5/3/2018)\nKeprihatinan ini, KL Lazismu dan klinik Ar-Rahmah memberikan pemeriksaan dan pengobatan gratis terhadap kaum duafa dan anak yatim yang berada di Desa Bangsalsari.\n\nHadirnya Klinik Ar-Rahmah ini sangat membuka peluang program KL Lazismu Bangsalsari untuk mewujudkan layanan kesehatan yang terjangkau bagi masyarakat, terutama masyarakat kurang mampu agar bisa mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis dan layak seperti pelayanan rumah sakit umumnya, disampin itu penanganan kaum dhuafa juga langsung ditangani oleh dokter klinik itu sendiri.\n\nProgram ini adalah wujud dari kepedulian donatur yang berdonasi ke KL Lazismu Bangsalsari sehingga layanan kesehatan gratis untuk duafa yang layak dan memadai bisa terwujud bersama klinik Ar-Rahmah.\n\nKlinik ini adalah klinik pertama dan satu-satunya klinik yang dimiliki Muhammadiyah Bangsalsari, harapan ke depan bisa ditingkatkan menjadi rumah sakit. Lazismu bersyukur atas keberadaan klinik Ar-Rahmah, karena nantinya warga yang tercatat duafa, yatim piatu, sederhana bisa terlayani dengan baik. (Lazismu Bangsalsari)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=118&field=image&unique=01212019022231"}, {"blog_id": "blog.blog(4,)", "name": "Siapa Membongkar Rumah Sugi ?", "subtitle": false, "program_id": "8", "wilayah_id": "14", "post_date": "2019-03-05 19:49:57", "description": "Semarang \u2013 LAZISMU. Siapapun orang yang melewati Jalan Ngemplak menuju Tandang melewati pos kamling RT 01 pasti akan kaget melihat rumah Sugi yang sudah dibongkar. Rumah itu tinggal menyisakan tembok dan rangkanya, bahkan terasnya sudah bersih tinggal menyisakan puing-puing saja. Ada kabar burung yang beredar rumah Sugi mau dibangun oleh salah satu parpol, juga ada yang bilang mau dibangun oleh tetangganya .\nSugi adalah seorang warga di Kelurahan Ngemplak RT 1 RW IX Kecamatan Tembalang yang sudah terdaftar pada program Bedah Rumah Lazismu Kota Semarang. Pada hari Ahad (04/03/18) Lazismu bekerjasama dengan warga setempat melaksanakan kerjabakti membongkar rumah Sugi di bawah komando Ustad Danusiri, warga setempat yang juga salah satu dari 13 orang Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Semarang.\nTidak kurang dari 10 orang warga dan 2 orang saudara Sugi berkumpul hari itu. Mereka bergotong royong membongkar rumah. Saat membongkar genteng ada yang memanjat di atap mengambil genteng, ada yang mengoper, ada yang menerima di bawah, ada yang menata. Sementara kaum ibu menyiapkan makan dan minum. Suasana kebersamaan diselingi candaan menyertai pembongkaran rumahnya.\nPada Selasa kemarin pembangunan sudah dilaksanakan, mulai dari membongkar tanah untuk menanam slope, memasang besi, membuat bekisting dan pengecoran. Sampai sore hari sudah ada 6 tiang yang telah dilakukan pengecoran. Masing-masing dengan ketinggian setengah dari rencana awalnya.\nMenurut kepala proyek pembangunan, Munawar rencana renovasi rumah Sugi meliputi pekerjaan memperkuat dinding dengan memasang 10 tiang cor beton yang terhubung membentuk ring, sesuai bentuk rumah aslinya. Sedangkan konstruksi atap menggunakan baja ringan ditutup dengan asbes sebagai pengganti gentengnya. Dengan konstruksi tersebut diperkirakan memerlukan dana sebesar Rp 15 juta.\nLazismu merencanakan membantu 1000 rumah dhuafa yang tidak layak huni, untuk di bangun menjadi rumah sehat. Rencana 1000 rumah tersebut untuk seluruh wilayah Jawa Tengah. Lazismu memberi kesempatan para donatur melaksanakan zakat, infak maupun sedekah guna mendukung program ini. Untuk donasi bisa dikirim melalui BTN Syariah rekening 714205 6970 untuk zakat, rekening 714205 6983 untuk infak & sedekah .\nBisa juga menggunakan Bank Mandiri Syariah rekening 777 888 7181 untuk zakat, 777 888 1785 untuk infak & sedekah, konfirmasi melalui SMS/WA 0856 4087 3531. (cs)\n", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=119&field=image&unique=01212019022637"}, {"blog_id": "blog.blog(4,)", "name": "Benjolan Merata di Wajah Apipudin", "subtitle": false, "program_id": "8", "wilayah_id": "14", "post_date": "2019-03-05 19:49:49", "description": "Semarang \u2013 LAZISMU. Penampilannya memang tidak biasa, wajahnya menampakkan benjolan tak beraturan yang menempati sebagian besar wajahnya, orang yang baru melihat mungkin merasa aneh atau mungkin kaget. Dia adalah Apipudin, pria berusia 36 tahun yang berasal dari Desa Jatimakmur, Kecamatan Jatirokeh, Brebes. Dia pasien RS Dr. Karyadi (RSDK) Semarang yang sedang menunggu tindakan operasi karena di diagnosis berpenyakit benigna neoplasma cranial nevousum (benjolan pada wajah).\n\nDia berasal dari keluarga tidak mampu, hanya mengandalkan nafkah dari adiknya yang bekerja sebagai buruh serabutan dan ibunya yang bekerja sebagai buruh tani di sawah. Untuk biaya berobat dia menggunakan BPJS, namun untuk kebutuhan sehari-hari dia merasa kesulitan, demikian disampaikan Hasan amil Lazismu Semarang kepada Matahati (6/3/2018).\n\nPada hari Senin, 26 Februari 2018 dengan diantar oleh ibunya menjalani pemeriksaan dan rawat jalan di RSDK. Sejak itu pula dia tinggal di rumah singgah pasien yang beralamat di Karangsawo RT 01/02 Semarang, menunggu jadwal operasi dilaksanakan. \u201cKemana-mana harus saya antar mbak, untuk ngomong saja susah\u201d kata ibunya.\n\nIbunya menceritakan awalnya benjolan muncul di wajah Apipudin sebesar jerawat, saat itu umurnya baru sekitar 21 tahun. Lama kelamaan membesar menutup hampir seluruh wajahnya. Tahun lalu di lakukan operasi di hidung dan pelipis kanannya oleh tim dokter RSDK. Untuk yang akan datang rencananya ada tindakan pembedahan pada kelopak matanya.\n\nIkatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) bersama Lazismu mengajak anda peduli kepada penderitaan Apipudin, dan bersama-sama mewujudkan donasi kepedulian. Donasi dibuka mulai tanggal 5 Februari 2018 dan direncanakan berjalan selama 2 pekan ke depan. (Tuti/cak San)\n\nDonasi bisa dikonfirmasi melalui WA 0856 4087 3531, transfer melalui rekening Lazismu berikut :\n\u2013 Bank Syariah Mandiri 777 888 1785\n\u2013 BTN Syariah 714 205 6983\nSemoga Allah memberi kesembuhan padanya.", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=120&field=image&unique=01212019022930"}, {"blog_id": "blog.blog(4,)", "name": "Ayah, Syifa Ingin Cepat Sehat", "subtitle": false, "program_id": "1", "wilayah_id": "14", "post_date": "2019-03-05 19:49:41", "description": "Kulonprogo \u2013 LAZISMU. Sejak lahir, Syifa terlahir dengan normal. Tidak ada tanda-tanda yang tampak mencurigakan di tubuhnya. Namun, diusianya yang ke 6 bulan, di leher anak ini muncul benjolan kecil. Mengetahui hal itu, orangtua Syifa berkonsultasi ke dokter.\n\nSaat itu belum diketahui adik ini sakit apa. Tiba waktunya setelah diperiksa secara medis Syifa dideteksi terkena Limfangioma, sejenis tumor jinak di bagian kepala dan leher yang paling sering ditemui pada anak-anak.\n\nGadis kecil ini bernama lengkap Hanna\u2019 Asy Syifa\u2019 Nariska Putri berusia 6 tahun. Anak ke empat dari Rinto Sulistyo ini harus menjalani pengobatan yang membutuhkan biaya besar. Bapak Rinto yang berprofesi penjual buku keliling ini harus mengeluarkan biaya perbulan Rp 2 juta untuk setiap kali kontrol anaknya.\n\nUntuk kontrol ke rumah sakit saja membutuhkan waktu tidak sedikit saat perjalanan. Dari rumahnya, Pak Rinto mengendarai sepeda motor berboncengan bersama isteri dan Syifa dari Sindon RT 106/030, Hargorejo, Kokap, Kulonprogo menuju Salatiga.\nDemikian cerita ini dikisahkan Susilowati dan Kasilah yang menangani kegiatan operasional Lazismu Kulon Progo, setelah bertemu Syifa dan orangtuanya pada 8 Maret 2018. Kasilah menambahkan, setiap selesai kontrol tidak boleh terkena air, maka ketika hujan harus sering berhenti untuk berteduh.\n\nAgar penyakit ini tidak menjadi kanker, Syifa\u2019 disuntik obat dengan biaya Rp 17 juta, ini baru dilakukan satu kali, padahal harus satu kali lagi suntikan. Hasl senada disampaikan Susilowati bahwa keadaan Syifa memerlukan pertolongan agar sel-sel yang sudah mati bida disedot cairannya.\n\nKebutuhan biaya yang sedemikian besar untuk pengobatan jadi kendala keluarganya. Orangtuanya masih harus menanggung kebutuhan anak-anak yang lain, sehingga keluarga ini mengalami kesulitan, beber Susilowati.\n\nKami mengajak sahabat Lazismu dan masyarakat untuk kembali berbagi meringankan beban saudara kita. Donasi bisa dilakukan melalaui nomor rekening berikut: BNI SYARIAH (Kode: 427) 1144 7744 40 a/n Lazismu Kulon Progo, BPD DIY SYARIAH: (Kode: 112) 801.211.016.053 dan melalui BMT ARAFAH: Jl. Sutijab 17 Driyan, Wates, Kulonprogo, Yogyakarta. (na)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=121&field=image&unique=01212019125740"}, {"blog_id": "blog.blog(4,)", "name": "Bantuan Sepeda Motor untuk Juru Dakwah", "subtitle": false, "program_id": "8", "wilayah_id": "14", "post_date": "2019-03-05 19:49:32", "description": "Purwokerto \u2013 LAZISMU. Dakwah membutuhkan dukungan semua pihak agar aktivitasnya berkelanjutan. Dakwah di pedesaan juga penting diperhatikan mengingat juru dakwah tugasnya bergantian. Agar berjalan efektif dakwah memerlukan kendaraan.\n\nDi Desa Suro, Kecamatan Kalibagor, Lazismu Banyumas menyerahkan bantuan sepeda motor untuk sarana dakwah. Penyerahan diberikan langsung oleh Divisi Program Lazismu Banyumas, Fany Ariska kepada Pimpinan Ranting Muhammmadiyah Suro, Sabar Kasetiadi.\n\nSatu unit sepeda motor telah diterima Ranting Suro dari penggalangan dana infak yang dilakukan Lazismu Banyumas beberapa waktu lalu. Hal itu atas permintaan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Suro yang membutuhkan kendaraan untuk sarana dakwah. Penyerahan dilakukan pada Kamis, 8 Maret 2018 di kantor Lazismu Banyumas jalan dr. Angka Nomor 1 Purwokerto.\n\nPimpinan Ranting Muhammadiyah Suro merupakan salah satu ranting yang aktif di Cabang Kalibagor. Desa Suro sendiri berada di pinggiran dan agak jauh dari pusat Kecamatan Kalibagor. Selain itu, kondisi masyarakatnya memang memerlukan pendampingan secara khusus.\n\nPersoalan sosial menjadi dilema, pasalnya sikap keberagamaan warga yang muslim banyak berubah. Fakta itu membuat juru dakwah prihatin. Ranting Suro memiliki program pembinaan 15 Masjid dalam satu desa yang berpusat di Masjid Muhammad Al-Barokah. Ada pengajian ibu-ibu dan TPQ yang terus dihidupkan sebagai pusat kegiatan dakwah.\n\n\u201dNamun kendalanya mobilitas dakwah tidak mendukung, karena harus bergantian dengan kendaraan milik pengurus ranting,\u201d ungkap Sabar Kasetiadi. Selain itu, ketika kendaraan sedang digunakan juru dakwah yang lian, aktivitas dakwah menjadi terhambat karena harus bergantian,\u201d tambahnya.\n\nSebagai solusi, para donatur Lazismu Banyumas merealisasikan satu unit sepeda motor untuk mobilitas dakwah di desa tersebut. Semoga dengan bantuan sepeda motor ini dapat melancarkan aktivitas dakwah dan kegiatan keagamaan lainnya di Desa Suro sehingga masyarakat bersemangat untuk mengikuti kegiatan rutin. (hb)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=122&field=image&unique=01212019130135"}, {"blog_id": "blog.blog(4,)", "name": "Pemberdayaan Jamaah Model Pertanian Berbasis Masjid", "subtitle": false, "program_id": "4", "wilayah_id": "14", "post_date": "2019-03-05 19:49:24", "description": "Wangon \u2013 LAZISMU. Masjid sebagai pusat pemberdayaan penting diwujudkan di tengah masyarakat. Selain pusat dakwah dan tempat beribadah, masjid bisa menjadi pilihan sebagai sarana mendorong program yang kreatif. Belakangan ini, Kantor Layanan Lazismu Masjid Al-Ikhlas, Karangtawang, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas membuat proyek percontohan.\n\nMelalui konsep gerakan jamaah dakwah jamaah, Lazismu Pimpinan Derah Muhammadiyah Banyumas mewujudkan program pertanian berbasis masjid. Pada Rabu, 7 Maret 2018, dimulai penanaman bibit padi unggul bersama masyarakat Karangtawang.\n\nDengan didampingi Marketing Media Lazismu Banyumas, Habib Amrillah, kegiatan tandur dimulai pukul 06.00 WIB bersama puluhan jamaah. Mereka sangat antusias mengikuti proses tandur. Kearifan lokal dan keramahan masyarakat Karangtawang membuat suasana penanaman pagi itu menjadi ceria.\n\nMenurut Habib, program tani bangkit ini bermula dari semangat para jamaah masjid Al-Ikhlas yang sudah memiliki kesadaran tinggi untuk berbagi dan berzakat. Terbukti dengan berhasil dikumpulkannya 1 Ton 268 kg gabah dari 51 jamaah yang membayar zakat pertanian. Mereka tidak hanya terdiri dari orang kaya saja, orang yang tidak punya sudah memiliki kesadaran tinggi untuk menunaikan zakat.\n\n\u201dTujuan program pertanian ini sebagai penguatan jamaah untuk tetap kuat dan rapat dalam barisan berbagi kebaikan. Sehingga lurus dan rapat bukan sekadar ketika salat berjamaah, tetapi juga kuat dan kompak dalam bermasyarakat. Di sisi lain, program ini untuk mengentaskan kemiskinan dilingkungan sekitar,\u201d kata Jarwan selaku Ketua Lazismu Masjid Al-Ikhlas.\n\nAdanya inisiatif itu dari pengurus Kantor Layanan Lazismu Masjid Al-Ikhlas untuk membangun masyarakat berjamaah. Lazismu Banyumas menilai progam itu bisa jadi pilot project. Karena itu, melalui dukungannya diberikan bantuan untuk pembelian bibit padi unggul kepada 39 orang yang mengikuti program pertanian berbasis masjid.\n\nKegiatan penanaman padi dilaksanakan di lahan milik Bapak Salut yang berada di samping Masjid Al-Ikhlas,RT 03/03 Karangtawang. Sekilas tentang Kantor Layanan Lazismu Masjid Al-Ikhlas yang menjadi percontohan Lazismu Banyumas bahwa di sana spirit jamaah sudah terbangun ketika masjid itu mulai didirikan.\n\nMasjid Al-Ikhlas dibangun dengan swadaya masyarakat yang dibantu Lazismu Banyumas dengan total biaya pembangunan 1,3 Milyar Rupiah. Semua program dan kegiatan masyarakat Karangtawang berbasis masjid. Mulai dari pengajian Iqro bagi orang tua, kepemudaan, ibu-ibu Aisyiah, peternakan, dan yang sekarang tengah dijalankan adalah program tani bangkit.\n\nMengingat pesan dari Ibnu Hasan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banyumas bahwasanya indikator kemakmuran suatu ranting muhammadiyah adalah ketika adanya pengajian, masyarakat salat berjamaah, dan adanya Lazismu sebagai roda perekonomian.\n\nSemoga dengan dimulainya program tani bangkit Lazismu Banyumas yang berbasis masjid dan gerakan jamaah dakwah jamaah Masjid Al-Ikhlas Wangon dapat menjadi pertumbuhan peradaban masyarakat yang baik.\n\nSehingga kesenjangan sosial di masyarakat bisa teratasi dengan gerakan di dalam dan di luar masjid. Sekaligus sebagai motivasi bagi seluruh masjid dan kantor layanan Lazismu di seluruh kabupaten Banyumas agar terus berinovasi membangun gerakan filantropi yang berkemajuan. (hb)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=123&field=image&unique=01212019130544"}, {"blog_id": "blog.blog(4,)", "name": "Dari IMM untuk Ghouta", "subtitle": false, "program_id": "7", "wilayah_id": "14", "post_date": "2019-03-05 19:49:16", "description": "Semarang \u2013 LAZISMU. Dalam beberapa bulan terakhir ini, tepatnya sejak pertengahan bulan Februari 2018, telah terjadi tragedi pembantaian di kawasan Ghouta Timur, yang merupakan salah satu kota di Negara Damaskus. Pembantaian yang menewaskan ratusan manusia tak berdosa ini didasari oleh perbedaan ideologi antara rezim Assad dengan kelompok tertentu yang menetap di kawasan Ghouta Timur.\n\nDalam tragedi ini banyak anak kecil dan perempuan yang sebenarnya tak terlibat perbedaan ideologi kedua belak pihak yang berseteru ini justru menjadi korban pembantaian. Dan kebanyakan dari mereka adalah umat Islam. Dengan adanya tragedi ini, seharusnya dapat menampar umat Islam dalam menjalankan syariatnya. Banyaknya saudara muslim yang menjadi sasaran senjata dari rezim dzalim ini, seharusnya sudah cukup menyadarkan masyarakat Indonesia yang keberadaan penduduknya didominasi oleh orang Islam untuk menolong sesama. Apalagi sebagai seorang muslim yang memiliki dasar yang jelas, tidak seharusnya menutup mata terhadap tragedi tersebut.\n\nOleh karena itu, Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Haji Abdul Malik Karim Amrullah Universitas Negeri Semarang (PK IMM HAMKA Unnes) bersama beberapa kader IMM Kota Semarang menginisiasi untuk melakukan kajian keilmuan terkait tragedi di Ghouta Timur. Kajian keilmuan ini dilaksanakan di Masjid At Taqwa Kelurahan Patemon Kecamatan Gunungpati Kota Semarang pada 9 Maret 2018 pukul. 20.00 WIB, dan menghasilkan rumusan berupa perlunya dilakukan aksi selamatkan Ghouta dengan dasar kemanusiaan dan solidaritas sesama muslim.\n\nDan selanjutnya dilaksanakanlah aksi selamatkan Ghouta pada hari Ahad pagi 11 Maret 2018 Pkl. 7.00 WIB di kawasan Simpang Lima Kota Semarang. Aksi ini terdiri dari pembacaan puisi \u201cSurat untuk Saudaraku dari Ghouta Timur\u201d oleh IMMawati Dila, penggalangan dana, penjualan sticker dakwah, dan penyediaan pojok baca. Aksi yang berlangsung hingga Pkl. 9.00 WIB ini berjalan lancar karena disambut baik dan penuh antusias oleh masyarakat, yang ternyata memang kebanyakan masyarakat belum tahu tentang adanya tragedi di Ghouta.\n\nLelah keringat para kader IMM yang mengikuti aksi akhirnya membuahkan hasil. Alhamdulillah dari aksi selamatkan Ghouta tersebut terkumpul dana sejumlah Rp 633.100 melalui galang dana dan penjualan sticker dakwah. Dana ini untuk selanjutnya diserahkan ke Lembaga Amil Zakat Infak Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kota Semarang untuk disalurkan ke masyarakat Ghouta Timur.\n\nKeseluruhan tindakan yang dilakukan oleh kawan-kawan IMM tersebut, mulai dari kajian, pra aksi, aksi, dan pasca aksi, sesungguhnya merupakan salah satu upaya yang bisa dilakukan seorang mahasiswa dan pemuda muslim untuk menolong saudara seimannya. Apabila hal ini dapat dilakukan oleh seluruh umat Islam di dunia, justru akan sangat membantu saudara-saudara yang ada di Ghouta Timur sana. \u201cTidak beriman salah seorang diantara kamu hingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri\u201d terang salah satu aktivis IMM mengutip sebuah hadis. (ta/ab/ch)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=124&field=image&unique=01212019130910"}, {"blog_id": "blog.blog(13,)", "name": "Lazismu Serahkan Bantuan Korban Banjir di Muntok", "subtitle": false, "program_id": "8", "wilayah_id": "9", "post_date": "2019-03-05 19:49:01", "description": "Bangka \u2013 LAZISMU. Pada Ahad (11/03/2018) lalu, beberapa wilayah di Kecamatan Mentok mengalami peristiwa bencana Banjir. Atas kejadian itu, Lazismu Kabupaten Bangka menghubungi para muzaki untuk merespon bencana itu.\n\nSaat dikonfirmasi, Umardani Sanjaya selaku Ketua LAZISMU Kabupaten Bangka membenarkan hal itu. Beliau menyampaikan dana yang terkumpul hanya cukup untuk 50 paket bantuan.\n\nLalu Lazismu memutuskan untuk membantu warga di sekitar sekolah.\nPaket bantuan disalurkan kepada warga Muntok sebanyak 40 paket dan 10 paket untuk siswa/i SMK Muhammadiyah Muntok.\n\nPaket bantuan diserahkan secara simbolis kepada Ibu Maria, selaku Kepala SD Muhammadiyah dan Bapak Dedi Sulaiman, selaku Kepala SMK Muhammadiyah Muntok, disaksikan oleh Bapak Sarbudiono, selaku Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bangka Barat.\n\nDalam sambutannya Bapak Sarbudiono, menyampaikan ucapakan terima kasih kepada LAZISMU dan semua pihak yang sudah memberikan bantuan. Dia juga meminta kepada pihak sekolah untuk dapat menyalurkan bantuan tersebut kepada siswa/i yang terdampak banjir. (lb)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=125&field=image&unique=01212019131341"}, {"blog_id": "blog.blog(4,)", "name": "Resmi Beroperasi, Target Penghimpunan Zakat di Salatiga Rp 1,5 Miliar", "subtitle": false, "program_id": "5", "wilayah_id": "14", "post_date": "2019-03-05 19:48:55", "description": "Salatiga \u2013 LAZISMU. Peresmian operasional Lazismu Kota Salatiga, di laksanakan pada Ahad, 11 Maret 2018 bertepatan dengan pengajian yang di selenggarakan oleh PDM setempat. Acara berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jl. Arjuna Salatiga. Lazismu Kota Salatiga secara resmi telah menerima surat keputusan dari Lazismu Jawa Tengah yang diserahkan langsung oleh Ketuanya, Dodok Sartono, kepada Marijo selaku Ketua Lazismu Kota Salatiga.\n\nDengan di terimanya SK tersebut, Lazismu Kota Salatiga secara legal dapat melakukan penghimpunan dana zakat, infak, sedekah dan dana keagamaan lainnya (ZISKA) dari masyarakat, untuk dikelola dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat.\n\nJumlah muzaki yang ditargetkan Lazismu Kota Salatiga adalah 1000 orang dan target tasharuf kepada 1500 orang penerima manfaat (mustahik). Dari jumlah 1000 muzaki itu diproyeksikan terkumpul dana ZISKA sebesar Rp. 1,5 milyar di tahun 2018.\n\nRencana target itu, menurut Marijo, bisa dicapai melalui program fundraising. Meski bukan tugas ringan, tantangan yang diberikan perlu segera ditunaikan, paparnya setelah menerima surat keputusan kepengurusan periode 2018-2020 dari Ketua PD Muhammadiyah Kota Salatiga, Imam Sutomo.\n\nAda banyak program Lazismu, di antaranya di bidang pendidikan, lewat program ini sebagai salah satu cara untuk memotong rantai kemiskinan, terutama kemiskinan di Kota Salatiga, tuturnya.\n\nSelanjutnya di bidang kewirausahaan, Lazismu mendorong masyarakat mendirikan UKM serta usaha mandiri yang dapat menghidupkan roda ekonomi masyarakat. Keberadaannya menjadi media komunikasi umat dalam menunaikan ZISKA. Marijo menegaskan komitmennya untuk berusaha mengembangkan Lazismu.\n\nSementara itu, Dodok Sartono selaku Ketua Lazismu Jawa Tengah, memberikan dukungannya kepada Lazismu yang baru terbentuk ini. Fokus menjalankan program-program Lazismu pusat dan wilayah yang diturunkan ke daerah adalah bagian dari amanah yang perlu disampaikan.\n\nBerkomitmen penuh dalam mengemban amanah di bidang zakat, menurut Dodok bagian dari solusi untuk masyarakat yang ingin bergerak dalam bidang pemberdayaan umat. Untuk itu, Lazismu merupakan lembaga amil zakat yang tepat bagi masyarakat Kota Salatiga dalam menunaikan zakatnya melalui Lazismu. (cs)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=126&field=image&unique=01212019145751"}, {"blog_id": "blog.blog(33,)", "name": "Lazismu Sepakati Kerjasama Filantropi dengan SMP N 2 Kota Parepare", "subtitle": false, "program_id": "1", "wilayah_id": "29", "post_date": "2019-03-05 19:48:48", "description": "Parepare \u2013 LAZISMU. Sosialisasi penggalangan dana zakat, infak dan sedekah serta dana kemanusiaan lainnya (ZISKA) digelorakan kembali oleh Lazismu Kota Parepare. Melalui kerjasama dengan berbagi pihak, salah satunya SMPN 2 Kota Parepare yang ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).\n\nIkatan kerjasama dilaksanakan pada Senin, 12 Maret 2018 di lapangan upacara yang disaksikan seluruh guru dan siswa-siswi usai upacara bendera. Poin kerjasamanya antara lain, Lazismu Kota Parepare dan SMPN 2 adalah mitra strategis yang dekat dengan kantor layanan. Calon donatur (muzaki) bisa menyalurkan ZISKA di kantor layanan ini.\n\nSelanjutnya, selain melaporkan dan mendistribusikan, Lazismu dapat melakukan sinergi program sosial keagamaan lainnya bersama entitas SMPN 2 secara periodik. Misalnya, menyalurkan beasiswa kepada siswa tidak mampu dan penyiapan dana yang bersifat darurat kepada siswa-siswi dari keluarga tidak mampu.\n\nKepala Sekolah SMPN 2, Dra. Hj. Sri Eny Ludfiah, M.Pd mengungkapkan kegembiraannya atas kepercayaan Lazismu Kota Parepare kepada sekolah yang dipimpinnya. \u201cSenang dan gembira atas sinergi ini, program yang bermanfaat khususnya untuk siswa-siswi di sini\u201d, katanya. Program ini inspiratif sehingga bisa melatih sikap tolong-menolong dan peduli sesama sebagai bagian dari pendidikan karakter.\n\nSekolah ini dipilih untuk menjadi percontohan Program Penguatan Karakter, demikian disampaikan Sri Eny yang telah mengantarkan sekolah menengah pertama negeri ini meraih prestasi.\n\nSekretaris Lazismu Parepare, Saiful Amir menuturkan, SMPN 2 adalah sekolah paling pertama yang dijadikan mitra oleh Lazismu. Sekolah yang lain juga akan kami ajak hal sama untuk memobilisasi gerakan filantropi (berbagi), khususnya filantropi cilik secara sukarela setiap hari Jum\u2019at. Termasuk guru yang telah memenuhi nisab berzakat bisa menyalurkan di kantor layanan ini.\n\nTidak perlu repot ke kantor Lazismu Kota, cukup di sini saja. \u201cLazismu akan fasilitasi dengan segala kemudahan untuk menunaikannya,\u201d pungkasnya. Tidak ada alasan lagi tidak bayar zakat, ada petugasnya, saat terima gaji sudah bisa lansung ke kantor layanan SMPN 2.\n\nHarapannya dengan kerjasama ini semakin banyak kebajikan yang dilahirkan agar keberkahan dan manfaatnya dapat dirasakan bagi orang yang membutuhkan. \u201cProgram ini juga bagian dari memberikan keteladanan kepada peserta didik. Ramadhan akan tiba mari kita persiapkan ladang amal saleh seluas-luasnya,\u201d tutup Saiful. (sf)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=127&field=image&unique=01212019150552"}, {"blog_id": "blog.blog(24,)", "name": "Usaha Rumahan Potensial Berkembang Menjadi UMKM Produktif", "subtitle": false, "program_id": "5", "wilayah_id": "22", "post_date": "2019-03-05 19:48:38", "description": "Banjarbaru \u2013 LAZISMU. Pukul 10.07 waktu setempat, Mas\u2019udah (50) masih sibuk dengan rutinitas hariannya. Wangi adonan yang tercium sampai ke ruang tamu, membuat betah untuk berlama-lama duduk di ruangan berukuran 2 x 3 meter. Dengan teliti, dia memasukan adonan pada loyang-loyang mungil. Tak berapa lama adonan telah matang.\n\n\u201cDalam 4 hari dalam 1 minggu selalu ada pesanan, jadi bisa bantu-bantu memenuhi kebutuhan hidup\u201d kata Mas\u2019udah membuka pembicaraan. Kesehariannya membuat kulit Kue Pie yang didistribusikan ke Pasar Banjarbaru melalui pedagang di sekitar lingkungannya. Modal bahan bakunya sebesar Rp 200 ribu dengan adonan yang dihasilkan menjadi kue sebanyak 48 hingga 50 loyang. Pendapatan bersih rata-rata Rp 30 ribu/hari.\n\nUsaha rumahan Mas\u2019udah masih dalam skala kecil. Keterbatasan modal untuk membeli bahan baku diakuinya sebagai kendala selama ini. Meski usianya tak muda lagi, nenek dua cucu itu tetap semangat berkarya. Rumah sederhananya di Jalan Hidayah RT. 02 Kemuning, Kota Banjarbaru. Dia bekerja dibantu oleh Awang Suwardi (58) dalam menjalankan aktifitasnya.\n\nKedatangan Lazismu ke rumahnya (12/3/2018) unutk mendorong usahanya agar berkembang. Divisi Pengembangan Program dan Fundraising Lazismu Banjarbaru mengatakan sekarang fokus dalam pembinaan kepada UMKM. \u201cPemberdayaan unit-unit usaha kecil adalah penopang roda ekonomi keluarga agar menjadi lebih baik,\u201d jelas Ginanjar Sutrisno. Karena itu, keberlangsungan usaha kecilnya didampingi Lazismu dengan memberikan bantuan modal bergulir bersyarat.\n\nDalam waktu dekat ini, Lazismu Banjarbaru akan bertemu dengan lembaga dan komunitas UMKM di Banjarbaru, di antaranya Perkumpulan Wirausaha Muslim Indonesia (PWMI) Kalimantan Selatan dan Komunitas Tangan Di Atas (TDA) untuk pembinaan usaha kreatif secara intensif.\n\nMas\u2019udah merupakan salah satu penerima manfaat Program 1000 UMKM Lazismu Banjarbaru. Pada 2018, Lazismu menargetkan 5 orang penerima manfaat dari program ini dengan capaian menjadi jaringan serta pelopor untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat di Kota Banjarbaru.\n\nHingga detik ini, sudah 2 orang penerima manfaat yang dibantu, salah satunya sudah menjadi donatur rutin dan usahanya sudah dalam tahap berkembang dengan beberapa pelanggannya berasal dari korporat\u201d, jelas Ginanjar (st)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=128&field=image&unique=01212019151026"}, {"blog_id": "blog.blog(4,)", "name": "Yatim Piatu, Dimas Takkan Lelah untuk Bersekolah", "subtitle": false, "program_id": "1", "wilayah_id": "14", "post_date": "2019-03-05 19:48:31", "description": "Sragen \u2013 LAZISMU. Sebuah mini bus berhenti di halaman parkir Resto Ayam Geprek Sambel Korek Cantel di Jalan Jenderal Ahmad Yani No.76, Sragen Kulon, Sragen. Satu per satu penumpang turun dari mini bus. Mereka adalah peserta santunan anak yatim yang diadakan Lazismu Sragen bersama Resto Ayam Geprek Cantel.\n\nKegiatan itu dilaksanakan, Sabtu, 10 Maret 2018 pukul 14.00 wib. Kegiatan santunan seperti ini diselenggarakan Lazismu Sragen rutin setiap dua pekan sekali. Setiap kegiatan, dipilih satu kecamatan dari 20 Kecamatan yang ada di Sragen secara bergilir. Bersyukur, anak yatim dari Kecamatan Sambirejo terpilih untuk menghadiri kegiatan santunan itu.\n\nKegiatan itu dihadiri 20 anak yatim, lima pendamping dan Tantinah, pengurus Kantor Layanan Sambirejo lazismu Sragen. Rintik hujan tak menghalangi acara. Dengan penuh riang, antusias para anak yatim dipandu Tommy Arsaputra, staf program Lazismu Sragen. Ketika doa bersama, seorang anak yatim berdoa dengan khidmat. \u201cAamiin\u201d, ucap anak itu dengan suara lirih.\n\nAdalah Dimas Aji Pangestu. Anak kedua dari pasangan suami-istri Ngatiyo, seorang kuli bangunan dan Hartini, buruh tani. Kakaknya, Didit yang merupakan saudara kandung satu-satunya Dimas sudah empat tahun lamanya merantau ke Jakarta mengadu nasib.\n\nSiswa kelas 2 SMP N 1 Sambirejo itu saat ini tinggal di rumah budenya, Warsini di daerah Tegalrejo, RT 23, Kadipiro, Sambire. Sudah dua tahun lamanya kedua orangtuanya wafat karena tenggelam di Sungai Kedunglaras dekat tempat tinggalnya. Saat itu, mereka berada di pinggiran sungai, tiba-tiba arus deras menerjang dari arah hulu sungai. Orangtuanya tak sempat menyelamatkan diri, hingga terseret arus.\n\nWarga sekitar langsung berusaha menyelamatkan mereka tapi sayang saat ditemukan tubuh mereka sudah terbujur kaku tidak bernyawa lagi. Orangtua Dimas meninggal ketika ia akan melanjutakan ke SMP. Meski kesedihan menyelimuti dirinya, dia pantang mundur tetap semangat bersekolah. Bahkan berjanji akan lebih giat belajar untuk meraih cita-citanya.\n\nKegiatan santunan anak yatim ditutup dengan pemberian santunan berupa bingkisan peralatan sekolah dan santunan tunai. Santunan diberikan Tommy dan salah satu karyawan Resto Ayam Geprek, Vian. Anak-anak yatim itu senang sekali bisa menghadiri kegiatan tersebut. Acara berjalan lancar, Semoga santunan anak yatim ini bermanfaat untuk mereka dan apa yang mereka cita-citakan tercapai. (ls)\n\nMari bantu program Santunan Anak Yatim Lazismu Sragen dengan menyalurkan zakat, infak dan sedekah anda melalui Lazismu. Hubungi kami di 085100000098, atau transfer a.n lazismu sragen\nBank BNI Syariah 0-2019-144-16\nBank Jateng Syariah 60-42000-240\nBank Syariah Mandiri 713-3000-008\nBank Muamalat 527-0005-200\ndapat juga datang langsung ke kantor layanan kami di Jl. Yos Sudarso No. 6 Kutorejo, Sragen", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=129&field=image&unique=01212019151539"}, {"blog_id": "blog.blog(18,)", "name": " Dua Penerima Manfaat Terima Bantuan Program 1000 Kursi Roda", "subtitle": false, "program_id": "1", "wilayah_id": "16", "post_date": "2019-03-05 19:48:20", "description": "Surabaya \u2013 LAZISMU. Sahabat disabilitas dan warga penderita penyakit berat yang membutuhkan alat bantu gerak mendapat bantuan dari program 1000 kursi roda oleh Lazismu. Sabtu pagi, 17 Maret 2018, bertempat di Kantor Lazismu Jl. Wuni 9 Surabaya telah diberikan 4 kursi roda kepada penyandang disabilitas.\n\nSalah satu penerimanya adalah Cinta Aulia, putri pertama pasangan Agus Supriyadi dan Wasilah, warga Jl. Kunti I/29 Surabaya. Gadis cilik yang menerima bantuan kursi roda dari Lazismu Surabaya ini penyandang disabilitas sejak lahir. Ia tidak bisa berjalan dan harus dibantu dengan kursi roda agar bergerak untuk beraktifitas.\n\n\u201cSemoga bantuan kursi roda ini dapat membantu perkembangan anak saya sehingga bisa kembali normal seperti anak usia dini lainnya. Terima kasih kepada seluruh donatur yang memercayakan ZIS-nya melalui Lazismu\u201d kata Wasilah dengan penuh rasa syukur..\n\nMenurut Ketua Lazismu Surabaya, Sunarko, penyerahan kursi roda berlangsung penuh kekeluargaan dengan bahagia. Di akhir acara suasana akrab berlangsung dengan makan bersama antara penerima bantuan dengan para pengurus dan relawan Lazismu Surabaya.\n\nDoor to Door Serahkan Kursi Roda\n\nDi tempat berbeda, penyerahan bantuan kursi roda juga berlangsung di rumah warga yang membutuhkan. Seperti penyerahan bantuan kursi roda yang dananya dari para donatur kepada Syaiful Bahri (70) warga Jl. Kedung Klinter,Gg VII No. 9 Surabaya diserahkan langsung ke rumahnya.\n\nKetika berbincang dengan istri Syaiful Bahri, Sumarlich (69) diketahui bahwa suaminya telah lama menderita sakit paru-paru dan jantung hingga kakinya bengkak dan sulit untuk bisa berjalan normal. Sehingga harus memakai bantuan kursi roda.\n\n\u201cSuami saya sudah lama menderita penyakit paru dan jantung sampai kedua kakinya bengkak dan tidak bisa berjalan normal. Saya bersyukur Lazismu berkenan bantu suami, ini memudahkan untuk berobat dan kontrol ke RS Dr. Sutomo.,\u201d katanya.\n\nBerangkat dari keluhan penyakitnya itu, maka kebutuhan kursi roda dianggap penting oleh Lazismu bila penerima manfaat pergi berobat ke RS Dr. Soetomo yang setiap hari harus antre saat menunggu di ruang daftar dan tindakan. Oleh karena itu, Yuda Utami, putri Syaiful, mengajukan ke PSM kelurahan Kedungdoro, Syaiful kemudian dibantu mengajukan bantuan kursi roda ke Lazismu Surabaya.\n\nPada Sabtu, 17 Maret 2018 ini bantuan kursi roda diserahkan ke Syaiful Bahri bersama sang istrinya yang tinggal di rumah petak ukuran 3 x 6 meter yang terkesan kumuh dan masuk ke kampung gang kecil. Namun Syaiful bersyukur rumah petak itu adalah milik sendiri sehingga tidak mengeluarkan biaya untuk sewa kontrakan.\n\nKeluarga Syaiful merasa bahagia bisa menempati rumah itu. Syaiful memiliki 3 anak putri. Yuda Utami yang tinggal di kampung itu meski berbeda rumah bertugas mengawasi kedua orangtuanya yang sudah tua dan sakit-sakitan dibantu adiknya Yuli. Sementara putri ketiganya tinggal di Sumatera. (ad/tz/hk)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=130&field=image&unique=01212019152245"}, {"blog_id": "blog.blog(4,)", "name": "Lazismu Banyumas Sukses Gelar Rapat Kerja dan Pelatihan Aplikasi Ziska", "subtitle": false, "program_id": "12", "wilayah_id": "14", "post_date": "2019-03-05 19:47:50", "description": "Purwokerto \u2013 LAZISMU. Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Banyumas menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) bersama seluruh Kantor Layanan Lazismu se-Kabupaten Banyumas. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula AK Anshori Universitas Muhammadiyah Purwokerto dengan mengusung tema \u201dPeningkatan pelayanan ZISKA satu atap menuju Lazismu Banyumas Berkemajuan\u201d. Pada kegiatan tersebut juga dilaksanakan pelatihan aplikasi pelayanan ZISKA secara online. (17/3/2018)\n\nSebagai upaya meningkatkan pemahaman bersama tentang konsep ZISKA secara satu atap dan kemudahan pelayanan, Lazismu menyelenggarakan rapat kerja daerah. Rapat itu dihadiri oleh 130 amil dari kantor layanan yang meliputi cabang, ranting, dan amal usaha muhammadiyah di Kabupaten Banyumas. Dalam kegiatan tersebut disampaikan materi tentang konsep ZISKA satu atap oleh Dr. H. Ibnu Hasan, M.Si, Fikih Amilin oleh Drs. H. Sujiman, MA, Regulasi dan Program Kerja oleh Sabar Waluyo, SE, serta pelatihan pelayanan ZISKA secara online oleh Ardian Webi Kirda, S.Kom.\n\nDalam pembukaan rapat kerja, Fany Ariska selaku ketua panitia menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh amil Lazismu di Banyumas yang semangat sehingga menjadi modal awal bagi Lazismu menuju amil profesional di Indonesia.\n\nMateri pertama disampaikan oleh ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banyumas mengenai konsep ZISKA. Ibnu Hasan menyampaikan pentingnya layanan satu atap ini agar dana di Muhammadiyah tidak bercecer sehingga potensi umat dapat terlihat. \u201dLazismu sebagai urat nadi persyarikatan harus mengelola dana itu secara satu atap dan Masjid sebagai basis dari gerakannya \u201d ujar Ibnu Hasan. Layanan ZISKA satu atap melalui gerakan jamaah dakwah jamaah adalah konsep yang tengah dijalankan serius oleh PDM Banyumas sebelum musyawarah daerah 2020 yang bersinergi dengan Lazismu Banyumas.\n\nMateri kedua disampaikan oleh Ketua Badan Pengurus Lazismu Banyumas tentang Fikih Amilin. Sujiman menjelaskan secara menyeluruh mengenai Fikih Amil yang meliputi pengertian, syarat, bagian, tugas, dan paradigma amil. Ia menyampaikan bahwa seorang amil harus cerdas dan berkompeten dalam menghimpun dan mendayagunakan dana ZIS.\n\nMateri ketiga disampaikan oleh Direktur Lazismu Banyumas, Sabar Waluyo yang membahas tentang regulasi dan program kerja. Menurutnya Lazismu harus menjadi lembaga zakat yang tertib administrasi serta mampu melaporkan sebagai wujud akuntabilitasnnya. Semua itu dapat dicapai dengan tertibnya admisnistarsi serta legalitas resmi kantor layanan Lazismu di Banyumas.\n\nMateri terakhir adalah pelatihan aplikasi software pelayanan ZISKA yang disampaikan oleh Ardian Webi Kirda. Pelatihan tersebut dilaksankan di ruang cerdas Gedung Fakultas Teknik UMP yang dibagi menjadi dua sesi. Dalam pelatihan tersebut diajarkan oleh Ardian selaku ahli Infprmation and Technology Lazismu Banyumas mengenai pelanyanan penghimpunan ZISKA secara online. Semua kantor layanan yang sudah membuka rekening untuk layanan satu atap sangat mudah menggunkan aplikasi ini yang telah terhubung melalui web lazismubanyumas.org. Tujuan pelatihan ini sebagai kemudahan dalam menghimpun dan melaporkan dana ZISKA bagi kantor layanan.\n\nSemua peserta mengikuti jalannya rapat kerja dengan penuh antusias sampai dengan selesai. Semoga dengan suksesnya rapat kerja ini menjadi kepahaman bersama layanan satu atap oleh seluruh kantor layanan sebagai upaya menuju Lazismu Banyumas yang profesional, akuntabel, dan canggih. (hb)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=131&field=image&unique=01212019152609"}, {"blog_id": "blog.blog(39,)", "name": "Berdayakan Anak Panti Asuhan dengan Pola Asuh yang Berpusat pada Anak", "subtitle": false, "program_id": "1", "wilayah_id": "1", "post_date": "2019-03-05 19:47:42", "description": "Lhokseumawe \u2013 LAZISMU. Panti Asuhan dan anak-anak dalam Muhammadiyah tidak bisa dilepaskan dalam program pemberdayaan dan pendidikan. Termasuk peran penting lembaga amil zakat untuk mendukung keberadaannya untuk menyiapkan kapasitas anak-anak panti asuhan.\n\nKarena itu, revitalisasi panti asuhan mendapat perhatian serius dari Lazismu. Hal itu, diwujudkan dengan meluncurkan program di Panti Asuhan Muhammadiyah Lhokseumawe, yang bekerjasama dengan Majelis Pelayanan Sosial (MPS) Muhammadiyah.\n\nPeluncuran program tersebut ditandai dengan pemotongan pita ruang belajar oleh Ketua Lazismu Pusat, Hilman Latief, di Panti Asuhan Muhammadiyah Lhokseumawe (18/3/2018). Ketua Lazismu Lhokseumawe, Farhan Zuhri, mengatakan, \u201cProgram yang diluncurkan hari ini bersifat pengembangan, baik pendidikan maupun keterampilan untuk masa depan anak-anak panti asuhan,\u201d kata Farhan.\n\nProgram ini diberi nama CCI (Child Center Indonesia) yang sebelumnya telah di perkenalkan oleh Lazismu Pusat untuk mendukung revitalisasi panti asuhan atau anak jalanan, lanjutnya.\n\nSementara itu, Ketua Majelis Pelayanan Sosial Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lhokseumawe, Sulaiman Ali, optimis dengan program CCI bersama Lazismu, ada upaya memberikan yang terbaik bagi Panti Asuhan Muhammadiyah Lhokseumawe. \u201cKelak ketika mereka telah keluar dari panti asuhan, mereka bisa berdaya meraih kesuksesan,\u201d ungkapnya.\n\nSulaiman menambahkan melalui program ini juga, mereka akan dilatih cakap berbahasa asing terutama bahasa Arab dan Inggris. Kegiatan ini sebagai ikhtiar meningkatkan kapasitas diri serta menguatkan kemampuan. \u201cPola asuh yang baik bisa diberikan dengan menyiapkan ruang belajar dan perpustakaan sehingga ada komunikasi antara pendamping dan anak asuh,\u201d tutupnya. (zh)\n0", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=132&field=image&unique=01212019153532"}, {"blog_id": "blog.blog(18,)", "name": " Berdayakan Petani Tambak dengan Tebar Benih Udang", "subtitle": false, "program_id": "6", "wilayah_id": "16", "post_date": "2019-03-05 19:47:34", "description": "Gresik \u2013 LAZISMU. Tani Bangkit sebagai program pemberdayaan masyarakat tidak hanya menyasar bidang pertanian. Di bidang perikanan dan pertambakan memiliki peluang yang sama untuk dikembangkan. Lazismu bersama Majelis Lingkungan Hidup (MLH), Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Gresik memfasiltasi pemberdayaan petani lewat tebar benih udang.\n\nDilaksanakan pada Sabtu pagi, 17 Maret 2018, tebar benih udang windu di desa Kramat Kecamatan Duduksampeyan, Gresik berjalan sukses. Aktivitas ini dilaksanakan di salah satu lahan wakaf Muhammadiyah yang ada di desa itu. Benih yang ditanam adalah udang windu, sejumlah 10 rean (50.000 ekor).\n\nSekretaris Lazismu Gresik, Kemas Rizal, Program Tani Bangkit ini tidak hanya menyasar ke bidang pertanian tanaman pangan namun juga ke perikanan, khususnya pertambakan.\n\nDiharapkan dalam 3 bulan ke depan udang sudah sudah dapat dipanen, dengan prediksi hasil 3 \u2013 4 kwintal, pada lahan seluas 0.8 Ha. \u201cHasil normalnya sekitar 1 kwintal, namun dalam penanaman ini bisa mencapai 300% karena sistem tanam yang dikelola sebelum masa panen dilakukan pemeliharaan dan perawatan secara khusus,\u201d kata Kemas.\n\nDengan modal awal Rp 6 juta nantinya jika dipanen, udang bisa dijual dengan harga Rp 125.000 per-kilogram. \u201cHasil panen udang setelah dibagi dengan petambak, akan digunakan untuk pengembangan dakwah Islam melalui Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kramat, Duduksampeyan dan juga untuk tebar benih kedua,\u201d pungkasnya.\n\nProgram ini bertujuan tidak hanya untuk mendapatkan dana dakwah namun juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar bisa membudidayakan udang yang didukung dengan benih berkualitas dan pemeliharaan yang baik sehingga dapat menghasilkan panen terbaik bagi kesejahteraan warga. (ad/kms)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=133&field=image&unique=01212019154025"}, {"blog_id": "blog.blog(4,)", "name": "Wujudkan Wakaf Al-Qur\u2019an untuk Jamaah Jelang Ramadan", "subtitle": false, "program_id": "3", "wilayah_id": "14", "post_date": "2019-03-05 19:47:23", "description": "Semarang \u2013 LAZISMU. Menjelang Ramadan, Lazismu Kota Semarang kembali memerhatikan masjid-masjid tempat jamaah salat tarawih dan tadarus. Sampai dengan Senin 19 Maret 2018 ada tiga agenda permintaan pengadaan mushaf Al-Qur\u2019an dari tiga jamaah masjid berbeda, yang secara lisan kami terima, kata Hasan salah satu amil Lazismu.\n\nMasing-masing meminta 10 mushaf per masjid. Ada yang meminta mushaf Al-Qur\u2019an dengan terjemahnya, yang lain minta mushaf dengan huruf arab yang besar agar jamaah senior bisa membaca tanpa kesulitan.\n\nIni gambaran kecil dari kebutuhan keberadaan mushaf Al-Qur\u2019an di masjid dan musala di Kota Semarang. Kesempatan berbagi ini tentu menjadi ladang amal bagi para muzaki untuk menyampaikan wakaf dalam bentuk mushaf Al-Qur\u2019an untuk menunjang ibadah tadarus, terutama di bulan Ramadan nanti.\n\nPada Jum\u2019at, 16 Maret 2018, Lazismu menerima wakaf Al-Qur\u2019an dari kelompok pengajian ibu-ibu Bagian Rehab Medik RSUD Ketileng, yang diserahkan oleh dr. Zubaidi mewakili kelompok pengajian tersebut. Mushaf Al-Qur\u2019an sejumlah 15 buah telah diterima dengan baik dan 10 diantaranya sudah diserahkan ke takmir masjid Al-Mukarromah di daerah Gayamsari, Semarang.\n\nJumlah tersebut tentunya belum mencukupi kebutuhan jamaah, Lazismu membuka kesempatan amal bagi para muzaki untuk berpartisipasi berupa zakat, infak, sedekah maupun wakaf dalam bentuk mushaf Al-Qur\u2019an ini.\n\nLazismu menyampaikan terimakasih kepada segenap muzaki yang telah memberikan kepercayaannya melalui lembaga ini. Semoga berkah dan bermanfaat (cs)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=134&field=image&unique=01212019154617"}, {"blog_id": "blog.blog(4,)", "name": " Didukung Lazismu, Jamaah Umroh Berangkat Bersama Suba Tour", "subtitle": false, "program_id": "2", "wilayah_id": "14", "post_date": "2019-03-05 19:47:09", "description": "Semarang \u2013 LAZISMU. Selasa, 20 Maret 2018, menjadi titik kebangkitan PT Surya Barokah Tour ( SUBA ) dalam kiprahnya melayani jamaah umroh dan haji plus. PT Surya Barokah adalah salah satu amal usaha PD. Muhammadiyah Kota Semarang yang berdiri setahun lalu, tepatnya Januari 2017. Sayap gerakan dakwah in berkonsentrasi di bidang pelayanan umroh dan haji plus yang didukung oleh Lazismu.\n\nPemberangkatan umroh Suba Tour dijadwalkan 1 kali dalam satu bulan. Hari ini memberangkatkan 26 orang jamaah dalam satu rombongan, yang terdiri dari 7 jamaah laki-laki dan 19 perempuan. Tepat pukul 08.45 wib, rombongan diberangkatkan dari bandara A. Yani, Semarang menuju Madinah melalui Kualalumpur, Malaysia. Direncanakan berangkat dari Malaysia besok Rabu pukul 15.00 dan diharapkan tiba di Madinah pukul 23.00 malam.\n\nRombongan jamaah umroh dipimpin oleh Ustadz Nur Kholis yang akan membimbing jamaah dalam prosesi ibadah umroh selama 14 hari ke depan. Dengan paket 14 hari tersebut jamaah mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan wisata ziarah ke Malaysia, Madinah dan Makkah.\n\nJamaah diberikan tempat penginapan yang istimewa, di hotel Mirage Assalam yang merupakan hotel berbintang 3 dan berada di ring 1 yang jaraknya sekitar 100 meter dari masjid Nabawi. Dan hotel Lou Lou di Makkah yang posisinya berdekatan dengan hotel Grand Zam Zam.\n\nNur Kholis berharap agar prosedur pemberangkatan jamaah umroh / haji ke depan lebih mudah, khususnya jika penerbangan dari Semarang langsung menuju ke kota Madinah / Makkah, Arab Saudi.\n\nSebagai penutup Nur Kholis menyampaikan terimakasih kepada seluruh jamaah, alumni, pimpinan persyarikatan dan masyarakat yang telah mendukung terlaksananya layanan umroh dan haji plus dengan baik. (cs)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=135&field=image&unique=01212019154934"}, {"blog_id": "blog.blog(2,)", "name": "Workshop Amil, Tantangan Ramadan dan Lompatan Strategi Fundraising", "subtitle": false, "program_id": "12", "wilayah_id": "11", "post_date": "2019-03-05 19:46:52", "description": "Jakarta \u2013 LAZISMU. Dalam gerakan zakat, fundraising berperan penting untuk membangun suatu program yang direncanakan agar program pemberdayaan dan penyaluran zakat berjalan optimal. Di samping itu, lembaga amil zakat juga harus berperan dalam melakukan kerja-kerja fundraising ketika bulan Ramadan dan hari raya kurban.\n\nSemua itu memerlukan perencanaan fundraising yang matang. Termasuk efektifitas fundraising yang dijalankan oleh fundraiser sebagai ujung tombak. Karena itu, pendidikan dan pelatihan fundraising sangat dibutuhkan agar amil-amil zakat memiliki kecakapan dan wawasan tentang perkembangan dunia fundraising yang semakin berkembang di era digital.\n\nUntuk mewujudkannya lembaga amil zakat nasional (Lazismu) menyelenggarakan workshop fundraising yang diikuti oleh Lazismu seluruh Indonesia. Tema Workshop itu bertajuk \u201cMeraih Sukses Fundraising Ramadhan dan Kurban\u201d yang berlangsung di Jakarta, Selasa-Rabu (20-21 Maret) 2018.\n\nPara amil yang hadir sebagai peserta memiliki latarbelakang pengalaman yang berbeda-beda, begitu juga dengan perkembangan zakat di daerahnya masing-masing menjadi tantangan tersendiri.\n\nAdapun narasumber yang mengisi workshop didatangkan dari Institute Fundraising Indonesia (IFI) sebagai mitra Lazismu. Di antaranya Hilman Latief Dirut Lazismu, Abdul Ghofur Dirut Mandiri Amal Insani, Arifin Purwakananta Deputi Baznas, dan Arlina F Saliman selaku Dirut IFI. Sementara Urip Budiarto, General Fundraising Dompet Dhuafa menambah semarak workshop dengan materinya yang menantang. Meski di hari pertama, tantangan digital fundraising disajikan lebih awal dengan menghadirkan Fahri Amirullah dari Kitabisa.com.\n\nFahri Amrillah, mengatakan kekuatan fundraising digital ada dalam kisah cerita yang kuat. Karena itu, diawal cerita harus cepat menggunggah orang yang membacanya. \u201cDengan begitu, orang akan melakukan donasi setekah membaca, karena langsung tersentuh,\u201d paparnya.\n\nDalam kesempatan berbeda, Deputi Baznas, Arifin Purwakananta menuturkan, di era revolusi industri tahap 4.0, integrasi marketing dan fundraising harus seirama. Kekuatan sosial media adalah sarana untuk berdonasi. \u201cDi dalamnya ada interaksi untuk mendorong pengguna sosial media agar berdonasi,\u201d sambungnya.\n\nBagi Urip Budiarto, selain efektivitas fundraising, upaya melayani muzaki penting dilakukan. Menurutnya, komunikasi yang baik antara fundraising dan muzaki baik personal maupun korporat sangat menentukan untuk meraih simpati agar dapat tergerak untuk melakukan donasi.\n\nHal senada dikatakan Abdul Ghofur, hanya saja ia menekankan peran penting perencanaan marketing yang terukur. Sehingga target-target yang sudah direncanakan dapat dievaluasi, pungkasnya.\n\nDi sesi terkahir, Arlina F. Saliman memberikan materi strategi membuka peluang kerjasama dengan korporasi. Untuk itu, menurut Arlina, amil yang juga seorang fundraising harus bisa memetakan korporasi-korporasi yang bisa punya peluang untuk diajak kerjasama.\n\n\u201cHarus ada lompatan strategi dan gagasan sehingga seorang fundraiser mampu melakukan komunikasi dengan korporasi dengan penuh percaya diri. Tidak mudah menyerah dan kecewa, karena harus bisa diperhitungkan,\u201d tuturnya.\n\nPara amil Lazismu ini, juga mendapat tugas dari Arlina untuk membuat sebuah simulasi program fundraising selama bulan Ramadan. Tujuan simulasi ini, untuk memberikan cara pandang baru bagaimana seorang fundraiser itu bekerja dengan penuh tantangan. (na)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=136&field=image&unique=01212019155546"}, {"blog_id": "blog.blog(18,)", "name": "Gotong-Royong Tanam 300 Bibit Aren di Sumber Air Terjun Singokromo", "subtitle": false, "program_id": "4", "wilayah_id": "16", "post_date": "2019-01-21 09:03:05", "description": "Nganjuk \u2013 LAZISMU. Aksi gotong-royong menanam 300 bibit Aren di sekitar sumber air terjun Singokromo dilakukan Lazismu dan Majelis Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (MLHPB) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Nganjuk (21/3/2018) Air terjun ini dipilih sebagai lokasi tanam, karena termasuk kawasan hutan lindung.\n\nHutan yang berada dalam pengawasan Perum Perhutani KPH Kediri, BKPH Pace, dan RPH Gedangklutuk yang secara bersama-sama dijaga oleh segenap pihak untuk kelestarian lingkungan hidup.\n\nProgram ini bertujuan untuk memberdayakan Pesanggem atau petani hutan yang berhimpun dalam LMDH Jaya Makmur di wilayah Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk.\n\nMenurut Ketua MLH dan Penanggulangan Bencana PDM Nganjuk, Priyo Sunarji, bahwa warga Muhammadiyah sebagai insan organisasi dakwah Islam berkemajuan hendaknya berpartisipasi aktif dalam aksi nyata di bidang kelestarian lingkungan hidup.\n\nPriyo menerangkan lokasi ini merupakan pemasok utama air bersih PDAM Kabupaten Nganjuk. Sudah tepat program ini karena perlu dijaga kelestariannya, jelasnya.\n\nTanaman jenis Aren sangat bagus untuk konservasi sumber air, biaya budidayanya relatif ekonomis dan mudah. Aren termasuk dalam kategori tanaman langka. Tapi banyak manfaatnya. Sedangkan untuk pemeliharaan tanaman akan dibina oleh Dinas Kehutanan Provinsi Jatim khususnya UPT PHW VI Nganjuk. (ad/mj).", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=137&field=image&unique=01212019160305"}, {"blog_id": "blog.blog(4,)", "name": "Mendorong Peluang Usaha Baju Bakar Milik Fauzi", "subtitle": false, "program_id": "5", "wilayah_id": "14", "post_date": "2019-01-21 09:29:40", "description": "Kudus \u2013 LAZISMU. Baju bakar sudah terlihat di gerobaknya. Namun tidak ada tanda-tanda sisa pembakaran. Mestinya baju bakar itu tidak ada jika sudah terbakar. Setiap sisi gerobak diperiksanya, tidak ditemukan juga di situ. Lantas seorang pemuda datang, memastikan kembali baju bakar itu ada. Hanya ada di dalam dandang yang masih tertutup.\n\nIni baju bakarnya. Kata Fauzi (25) tersenyum. Baju Bakar (Bakso Keju Bakar) buatan saya, tegasnya. Warga Desa Klumpit, Kecamatan Gebog, Kudus ini menjadi salah satu pemuda yang beruntung. Ia memperoleh bantuan gerobak dan modal usaha dari Lazismu Kudus.\n\nIa tumpuan perekonomian keluarga, ayahnya sudah berpulang. Ibunya sedang tidak bekerja karena sudah tua. Sementara adiknya sedang menempuh pendidikan di Jakarta. Sebelumnya Fauzi bekerja di warung ayam geprek. Pengalaman bekerja yang diperolehnya diwujudkan dengan tekad untuk berwirausaha.\n\nLazismu Kudus menyambut baik impiannya untuk bisa memiliki usaha mandiri. Harapannya bisa membantu perekonomian keluarganya. Lalu ia menerima bantuan gerobak dari Lazismu yang di antar langsung oleh tim fundraising (21/3/2018). Direktur Lazismu Kudus, Nadhif mengatakan bantuan gerobak dan modal usaha tersebut untuk program pemberdayaan ekonomi. \u201cSupaya Fauzi bisa usaha sendiri tanpa bekerja dengan ikut orang lain,\u201d jelasnya.\n\nGerobak yang diterimanya untuk usaha jualan Baju Bakar. Lokasinya untuk berjualan di depan Universitas Muria Kudus. Melalui motto \u201cYang Muda Yang Berdaya\u201d program ini bertujuan membangun etos kewirausahaan generasi muda dalam 3 ranah strategis.\n\nPertama, ranah kognitif yaitu membangun mental dan spirit kewirausahaan, kedua, ranah afektif berupa pengembangan skill dan manajerial usaha, dan terakhir ranah psikomotorik dalam bentuk kemampuan untuk mendirikan dan mengelola usaha.\n\nSobat zakat, kehadiran program ini adalah bentuk kepedulian atas tingginya angka pengangguran usia produktif. Salah satu penyebabnya adalah lemahnya etos kewirausahaan. Lemahnya etos kewirausahaan akan berujung pada krisis kemandirian kaum muda.\n\nProgram ini didesain kedalam beberapa aktifitas program diantaranya; pendidikan dan pelatihan kewirausahaan, beasiswa kewirausahaan, pendampingan dan fasilitasi pendirian usaha serta pengguliran bantuan permodalan. Di mana, peserta program akan dididik dan didorong untuk mampu mendirikan usaha berbasis kreatifitas. (lk)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=138&field=image&unique=01212019162940"}, {"blog_id": "blog.blog(39,)", "name": "Bantuan Komputer untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer", "subtitle": false, "program_id": "1", "wilayah_id": "1", "post_date": "2019-01-21 09:35:45", "description": "Aceh \u2013 LAZISMU. Perkembangan teknologi semakin hari semakin terasa sangat dibutuhkan, tak terkecuali kebutuhan lembaga pendidikan yang bertalian dengan sistem evaluasi sangat membutuhkan perangkat teknologi.\n\nMadrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Kota Banda Aceh, sebagai lembaga pendidikan tidak bisa lepas dari teknologi informasi. Misalnya saat akan menghadapi ujian nasional berbasis computer perangkat teknologi computer harus segera disiapkan.\n\nUntuk mempersiapkan kelengkapan, MTs Muhammadiyah melakukan kerjasama dengan Lazismu untuk meningkatkan kepercayaan diri para siswa-siswi melalui pengadaan bantuan komputer. Tujuannya untuk mengikuti program simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer atau Computer Based Test.\n\nSpesifikasi yang dibutuhkan sesuai dengan standar pihak sekolah. Maka Lazismu Aceh segera mendukung pengadaan satu unit komputer berspesifikasi tinggi untuk digunakan pada kegiatan simulasi tersebut. Dukungan itu dalam bentuk bantuan 1 unit computer.\n\nKetua Majelis Dikdasmen, Zakaria Usman, PDM Kota Banda Aceh yang didampingi Sekretaris, Nur Alam, M.Pd mengatakan ujian simulasi serentak dilakukan pukul 08.00 wib (5/3/2018). MTs Swasta Muhammadiyah juga ikut serta, kebetulan di sini kekurangan komputer. Permohonan lewat surat bantuan komputer kepada Lazismu Aceh direspon dengan cepat.\n\nDia berharap siswa-siswi yang belajar di Muhammadiyah bisa mengikuti simulasi dan ketika Ujian Nasional mereka bisa lulus semuanya.\n\nKetua Lazismu Aceh, Tarmizi Gadeng, berterimakasih kepada Donatur setia yang memercayakan ZIS-nya kepada Lazismu. Sehingga seluruh donasinya kita bisa kupas dalam program pendidikan Save Our School.\n\nAdapun penyerahan bantuan komputer tersebut diserahkan langsung oleh Perwakilan Badan Eksekutif Lazismu Aceh kepada Ketua dan Sekretaris Majelis DIKDASMEN PDM Kota Banda Aceh, Bapak Zakaria dan Bapak Nur Alam di depan Kantor Sekretariat Lazismu Aceh, sekitar Pukul 14.00 wib, pada 4 Maret yang lalu.\n\nDi samping itu, seperti dilansir laman resmi Lazismu Banda Aceh, bentuk program ini antara lain, bantuan renovasi lembaga pendidikan, bantuan guru honorer, bantuan berupa peralatan sekolah, pelatihan pembelajaran, dan bantuan penyelesaian pendidikan. (lba)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=139&field=image&unique=01212019163545"}, {"blog_id": "blog.blog(18,)", "name": "Nur Fatimah, Penderita Hydrocepaly Peroleh Bantuan dari Muzaki", "subtitle": false, "program_id": "12", "wilayah_id": "16", "post_date": "2019-01-21 09:41:22", "description": "Probolinggo \u2013 LAZISMU. Nur Fatimah, seorang penderita Hydrocepaly memeroleh bantuan dari Lazismu. Diketahui bahwa, Rabu siang, 21 Maret 2018, Lazismu bertandang ke rumahnya untuk memastikan kondisi Nur Fatimah.\n\nTim Lazismu Kabupaten Probolinggo dipimpin langsung Ketuanya Ahmad Ridho Pambudi yang juga Ketua Muhammadiyah Kecamatan Lumbang. Di rumahnya Lazismu menyerahkan bantuan amanat dari muzaki sebesar Rp 15 juta.\n\nPenyerahan diberikan sebelum berangkat ke RS Dr Soetomo Surabaya. Hanya saja tempat yang ditempati Nur Fatimah adalah kontrakan bersama kedua orangtuanya. Bersamaan dengan kunjungan itu, menurut Ahmad Ridho Pambudi, Lazismu berencana akan membangun rumah mungil untuk Nur Fatimah.\n\nMasih menurut Ahmad Ridho, Nur Fatimah direkomendasikan ke poli syaraf RSUD dr Soetomo Surabaya. \u201cDia tidak termasuk dalam jaminan kesehatan BPJS, dan selama ini hanya dirawat biasa di rumah yang menumpang pada orang lain,\u201d jelasnya.\n\nLazismu mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendonasikan zakat, infak dan sedekah untuk membantu Nur Fatimah penderita Michrocephaly. Semoga berkah dan mendapat pahala yang setimpal. (ar)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=140&field=image&unique=01212019164122"}, {"blog_id": "blog.blog(25,)", "name": "Rumahnya Tertimpa Longsor, Rika Terima Bantuan", "subtitle": false, "program_id": "8", "wilayah_id": "23", "post_date": "2019-01-21 09:45:13", "description": "Kaltim \u2013 LAZISMU. Sekitar pukul 10.03 WITA, Rika Rahim, isteri Supriyanto melapor kepada Ketua RT soal peristiwa longsor yang menimpa rumahnya. Dia khawatir rumahnya yang rusak bisa ditempati lagi karena rawan longsor susulan.\n\nSetelah mendapat laporan, siangnya sekitar pukul 14.07 waktu setempat, Tim Penanggulangan Bencana dari Brimob Detasemen B yang dipimpin Bapak Saryono datang ke lokasi bencana bersama 15 orang anggotanya didampingi oleh Bapak Kunarso selaku Ketua RT 44 Loa Bakung.\n\nTim dengan tenaga sejumlah 15 orang memberi bantuan untuk evakuasi barang yang masih tertinggal di dalam rumah. Tapi penghuninya tidak ada di tempat karena pergi mencari rumah kontrakan. Kondisi kamarnya terkunci maka bantuan evakuasi tidak dapat dilaksanakan. Mendengar hal ini, Lazismu langsung merespon dan berkoordinasi dengan lurah setempat.\n\nMenurut Ketua Lazismu Kaltim, Kunarso, respon terhadap musibah tanah longsor datang dari Lazismu Kantor Layanan Nuruz Zaman, Loa Bakung, Kota Samarida. Hingga berita ini diturunkan, selepas salat Jum\u2019at, 23 Maret 2018, Lazismu Kantor Layanan Nuruz Zaman segera menyerahkan bantuan kepada korban.\n\nPenyerahan bantuan dilakukan oleh Kepala Kantor Layanan Lazismu Nuruz Zaman, Akhmad Sirodz, kepada Lurah Loa Bakung, Muhammad Thabi\u2019in dan diteruskan kepada Rika Rahim isteri Suprianto.\n\nPenyerahan bantuan juga disaksikan Ketua RT 44 Loa Bakung, yang juga Ketua Lazismu Kaltim. Turut hadir dari MDMC Kaltim, Supriyadi dan Uzni Gumbira dari MPI Kaltim.\n\nLurah Loa Bakung berpesan kepada keluarga korban agar kuat menerima cobaan ini. Sementara itu, Akhmad Sirodz mengatakan agar bantuan ini dimanfaatkan dengan baik.\n\nAwalnya, Rika dan suaminya bermaksud untuk mencari rumah kontrakan untuk tinggal sementara. Rumahnya belum bisa diperbaiki karena keterbatasan ekonomi, demikian disampaikan Ketua Lazismu Kaltim, Kunarso kepada awak media Lazismu (23/3/2018).\n\nRika Rahim saat menerima bantuan tidak dapat menyembunyikan rasa harunya. Dia tak kuasa seraya mengucapkan terima kasih kepada Lazismu atas bantuan yang diberikan, kisah Kunarso menambahkan. (na)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=141&field=image&unique=01212019164513"}, {"blog_id": "blog.blog(17,)", "name": "Luncurkan Gerobak Layanan ZIS, Siswa SD Simulasikan Zakat Karakter", "subtitle": false, "program_id": "5", "wilayah_id": "15", "post_date": "2019-01-21 09:48:38", "description": "Yogyakarta \u2013 LAZISMU. Jum\u2019at, 23 Maret 2018, pukul 07.00 \u2013 08.00 diluncurkan Gerobak Layanan Lazismu SD Muhammadiyah Wirobrajan 3 (Muh. Wibraga) dengan rangkaian kegiatan Tilawah Al-Qur\u2019an, Sholat Dhuha dan Motivasi Karakter oleh Kepala Sekolah.\n\nKegiatan yang berlangsung di halaman sekolah ini, sebagai upaya menciptakan media pembinaan karakter anak peduli sesama dengan latihan zakat, infak dan sedekah yang akan dilayani setiap hari oleh petugas yang juga dari siswa secara terjadwal.\n\nMenurut Kepala Sekolah SD Muh Wibraga, Cahyono, mengapa memilih gerobak, karena mencari hal yang unik, kreatif, praktis dan menarik siswa. \u201cSebenarnya juga sekaligus sebagai solusi atas keterbatasan ruang yang ada di sekolah kami.\u201d tuturnya.\n\nDalam kesempatan itu, Manajer Kantor Layanan Lazismu SD Muh Wibraga, Irfan, mengatakan peluncuran ini juga ditandai dengan simulasi Layanan Zakat Profesi, dimulai dari Kepala Sekolah dan Guru-guru yang menyalurkan 2,5% dari gajinya untuk dizakati, dengan cekatan petugas amil dari siswa melayani dengan menghitung 2,5 % dari gajinya Kepala Sekolah kemudian mencatatnya dalam kuitansi penerimaan Zakat Profesi.\n\nSelain Zakat Profesi juga disimulasikan Layanan Zakat Karakter, yaitu Zakat dari uang saku siswa pada hari itu dihitung 2,5% nya untuk zakat.\n\nKetika ditanya kalau dari uang saku kan terlalu kecil? Dijawab oleh Septa Riasmanto, dari Divisi Program, memang kalau dari zakatnya saja kecil misalkan uang sakunya Rp 5.000 maka zakatnya hanya 125 rupiah.\n\nTetapi dalam lembar layanan disitu ditulis kolom infak dan sedekahnya juga sehingga siswa diharapkan akan menggenapkan ke angka 500 atau 1000 atau lebih dengan infak dan sedekahnya. Hal ini juga untuk memudahkan petugas amil layanan dalam mencarikan kembaliannya.\n\nPenuturan Muhammad Razes, dari Kabid Ismuba & Budaya Hidup Islami bahwa Program Zakat Karakter ini sarat makna untuk pendidikan karakter bagi siswa, yang pertama penanaman nilai kepedulian siswa dengan dilatih gemar berbagi sejak dini.\n\nKedua, pengalaman bagi siswa dalam menghitung kewajiban zakatnya, diharapkan kelak ketika dewasa dan sudah punya penghasilan sendiri akan ingat 2,5% kewajiban zakatnya. Ketiga, ada unsur praktik pelajaran matematik bagi siswa baik amil maupun siswa muzakinya.\n\nDari seremonial agenda itu, terhimpun Rp 2.119.000,00 dari Latihan Zakat Karakter Siswa berupa infak, sedekah dan Zakat Profesi.\n\nGerobak Layanan Lazismu ini akan buka setiap hari khususnya pada saat jam istirahat untuk melayani pembayaran ZIS dari siswa maupun guru dan karyawan, juga orangtua yang mau menyalurkan ZIS nya melalui Gerobak Layanan Lazismu Wibraga.\n\nDana yang terhimpun akan ditasharufkan kepada asnaf yang berhak, melalui Program-program yang telah dicanangkan sebelumnya, yaitu:\n\n Program Santunan Sembako Fakir Miskin\n Program Santunan Beasiswa Pendidikan Siswa tidak mampu\n Program Pembangunan dan Kemakmuran Masjid\n Program Wibraga Peduli Bencana\n Program Wibraga Peduli Bencana Kemanusiaan Internasional seperti di Palestina, Syuriah, Rohingnya, dll.\n", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=142&field=image&unique=01212019164838"}, {"blog_id": "blog.blog(15,)", "name": "Bergerak Menyelamatkan Perempuan Korban Rentenir", "subtitle": false, "program_id": "9", "wilayah_id": "12", "post_date": "2019-01-21 09:52:01", "description": "Tasikmalaya \u2013 LAZISMU. Bagi sebagian ibu-ibu kumpul-kumpul bersama bisa di mana saja. Di kampung Indihiang, Kabupaten Tasikmalaya, ada sekelompok pengajian ibu-ibu yang rutin menggalang dana infak. Pengajian ibu-ibu ini berbasis komunitas dengan sistem tanggung renteng.\n\nLazismu Kota Tasikmalaya bertemu komunitas pengajian ini pada Sabtu, (24/03/2018), di komplek perumahan BIP I, Indihiang, Kota Tasikmalaya, Bertepatan dengan kegiatan pengajian ibu-ibu tersebut. Setelah berinteraksi diketahui bahwa mereka memiliki program pembiayaan ekonomi produktif berbasis komunitas.\n\nKomunitas pengajian unik ini juga berpindah-pindah tempat, karena setiap bulan dilakukan bergiliran dari rumah ke rumah mustahik penerima pembiayaan ekonomi produktif yang difasilitasi Lazismu.\n\nSelain ta\u2019lim, pembiayaan ekonomi tersebut ada nilai tambah untuk para mustahik. Ibu-ibu yang ikut berpartisipasi mengisi kencleng infak yang dibagikan berbentuk kaleng, yang di setiap bulannya disetorkan kepada Amil.\n\nPenerima manfaat pembiayaan ekonomi produktif itu, mayoritas janda duafa yang masih punya tanggungan. Di antaranya pelaku usaha mikro yang perlu dibantu modal usahanya. Ada yang berjualan sembako, budidaya jamur, kue basah, baju dan sebagainya yang dilakukan dengan skema mencicil.\n\nSebelumnya, menurut Rizky Nugaraha, ada sebagian dari jamaah yang terjebak jaringan lintah darat. Mereka menanggung hutang yang besar ribanya. Beruntung setelah mereka bergabung dengan jamaah pengajian ketergantungan kepada rentenir mereka tinggalkan, karena tidak tahu dampaknya. (rn)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=143&field=image&unique=01212019165201"}, {"blog_id": "blog.blog(4,)", "name": "Pelatihan Jamaah Dakwah Jamaah, Ujung Tombak Gerakan Zakat", "subtitle": false, "program_id": "9", "wilayah_id": "14", "post_date": "2019-01-21 09:55:51", "description": "Wangon \u2013 LAZISMU. Peran jamaah dalam suatu komunitas untuk menjalin komunikasi antara anggota jamaah. Di samping itu, tujuan dibentuknya jamaah adalah sebagai pembinaan sumber daya manusia dalam komunitas jamaah. Potensi komunitas jamaah pada prinsipnya berlimpah selain untuk pemberdayaan, juga sebagai pengabdian setiap anggota untuk hidup berdama secara dinamis.\n\nMisalnya di Karangtawang, Wangon, Kabupaten Banyumas, konsep gerakan jamaah dakwah jamaah dikemas dengan layanan berbasis masjid. Penggeraknya Lazismu dan Pimpimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) setempat dengan memfasilitasi pelatihan managemen gerakan jamaah dakwah jamaah.\n\nPelatihan dilaksanakan di Kantor Layanan Lazismu Masjid Al-Ikhlas, Karang Tawang, Wangon yang beberapa waktu yang lalu ditunjuk sebagai Pilot Project Muhammadiyah Banyumas (25/3/2018).\n\nDua pekan lalu telah dilakukan program tani bangkit berbasis masjid. Kini, untuk memperkuat dan memahamkan konsepnya pelatihan dipusatkan di masjid daerah Karang Tawang Lor, Desa Banteran Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas.\n\nDirektur Pelaksana Lazismu Banyumas, Sabar Waluyo mengatakan pelatihan tersebut membahas tentang tata kelola gerakan jamaah dakwah jamaah. Lazismu menyampaikan perkembangan zakat terkini kepada jamaah. Materi Fikih Zakat juga diberikan sebagai bentuk motivasi kepada jamaah untuk menunaikan zakat.\n\n\u201cSalah satu hakikat gerakan jamaah dakwah jamaah adanya aktivitas penghimpunan dan pendayagunaan dana ZISKA yang berbasis masjid, sehingga gerakan zakat mampu menjadi penggerak perekonomian umat yang berbasis masjid,\u201d jelasnya.\n\nAcara ini dihadiri 50 jamaah masjid Al-Ikhas mulai dari bapak-bapak sampai ibu-ibu Aisyiah. Ketua PDM Banyumas, Ustadz Ibnu Hasan, menyampaikan pelatihan gerakan dan dakwah jamaah dengan materi pentingnya ruh dan urat nadi persyarikatan yang tak lain adalah kegiatan dakwah dan adanya Lazismu. \u201cKunci sukses dari gerakan jamaah dakwah jamaah berawal dari gerakan ibadah salat,\u201d terang Ibnu Hasan.\n\nDalam pelatihan itu, sekaligus dibentuk Dewan Kemakmuran Masjid yang bertugas sebagai koordinator masyarakat yang bertanggung jawab untuk kehadiran jamaah di masjid. Tidak hanya itu, kordinator ini nantinya juga sebagai pelayan jamaah untuk menggali potensi pemberdayaan.\n\nMasing-masing kordinator memegang 5 sampai dengan 7 jamaah agar rutin mengikuti kegiatan jamaah di masjid. Tujuan digelarnya pelatihan ini sebagai penguat proyek percontohan gerakan berbasis masjid dari Muhammadiyah Banyumas. Di samping bekal kepada para dewan kemakmuran masjid untuk memahami tentang fungsi pokok gerakan ini yaitu mengajak masyarakat untuk berjamaah.\n\nKekuatan jamaah merupakan ujung tombak, termasuk adanya aktivitas penghimpunan dan pengelolaan dana ZISKA. Diharapkan dalam jamaah tersebut gerakan ekonomi dan gerakan organisasi tumbuh dengan bertahap dan dinamis. Nilai penting komunitas jamaah seperti ini, juga akan terbentuk ketika sudah berada di luar masjid. Salah satunya dengan program pendayagunaan dana ZISKA oleh Lazismu yang berbasis masjid. (hb)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=144&field=image&unique=02092019085839"}, {"blog_id": "blog.blog(17,)", "name": "\u201cWarung Koboy\u201d untuk Pemberdayaan Ekonomi Kreatif", "subtitle": false, "program_id": "5", "wilayah_id": "15", "post_date": "2019-01-21 09:58:51", "description": "Yogyakarta \u2013 LAZISMU. Warung sederhana seperti angkringan di Yogyakarta dapat ditemui di setiap sudut jalan. Warung Koboy favorit mahasiswa selalu diminati banyak kalangan sebagai ciri khas unik Yogyakarta.\n\nAdalah Ari Nur Cahyono (22), pemuda dari keluarga tidak mampu dan tidak memiliki pekerjaan. Pemuda lajang ini tinggal di Dusun Kalimundu RT 02, Gadingharjo Sanden, Kabupaten Bantul.\n\nPemuda seusia Cahyono tidak boleh menganggur. Ia harus diberdayakan agar terus berkreasi. Karena itu, Cahyono satu dari sekian penerima manfaat bantuan Lazismu Kantor Layanan Artha Amanah Sanden. Bantuan diserahkan langsung oleh Lazismu DIY kepada Cahyono (24/3/2018).\n\nProgram pemberdayaan kali ini, diwujudkan melalui ekonomi kreatif, dengan membuka usaha ciri kas Yogyakarta berupa angkringan atau warung koboy. Menurut Kepala Kantor Lazismu Artha Amanah, Muhammad Farid Hadiyanto, akringan merupakan usaha ciri kas Yogyakarta, dari segi harga jual juga lebih murah dan usaha yang menghasilkan.\n\n\u201cAngkringan lebih diminati masyarakat karena harganya yang ekonomis. Salain itu juga makanan yang dijual juga beberapa dari setoran atau produksi dari binaan Lazismu juga,\u201d kata Fari menilai.\n\nAngkringan menyediakan berbagai macam menu jajanan tradisonal dan minuman. Dilengkapi jajanan kekinian yang sehat dan hemat. Buka dari siang hingga malam hari sehingga menjadi tempat kuliner sederhana dan memasyarakat.\n\nLazismu Artha Amanah Sanden berupaya selalu berperan dalam mengentaskan kemiskinan dengan pendekatan ekonomi kreatif dan produktif serta diharapkan dapat meningkatkan penghasilan penerima manfaat (fh).", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=145&field=image&unique=01212019165851"}, {"blog_id": "blog.blog(17,)", "name": "Bantuan Donatur Disalurkan untuk Dua Pelajar yang Sakit Persendian Tulang", "subtitle": false, "program_id": "1", "wilayah_id": "15", "post_date": "2019-01-21 10:04:04", "description": "Bantul \u2013 LAZISMU. Berawal dari informasi Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pundong, Bapak Mujiman, Sulastri siswa kelas 12 SMK N Pundong, Kabupaten Bantul, menderita sakit persendian hampir di seluruh tubuhnya. Ibunya Sutiyem menurut amil Lazismu Bantul yang dihubungi Matahati (28/3/2018), tak memiliki biaya untuk mengobati anaknya.\n\nBerdasarkan informasi, pada 20 Desember 2017 yang lalu, Lazismu Kantor Perwakilan Daerah Bantul, juga menemui mustahik yang alami penyakit serupa. Namanya Alvinda, siswa kelas VI SD Muhammadiyah Karangturi Bantul yang menderita kelainan tulang belakang.\n\nLazismu langsung memberikan bantuan setelah memastikan informasinya dari Kepala SD Muhammadiyah Karangturi. Setelah dana terkumpul yang berasal dari pimpinan, AUM dan donatur se-Bantul diperoleh dana sebanyak Rp. 58.959.500. Bantuan diberikan kepada ibunya Empat Fatonah, yang didampingi, Indrawasih selaku Kepala SD Muhammadiyah Karangturi.\n\nSelanjutnya atas nama Lazismu Bantul, Matzuki, didampingi Sekretaris PCM Pundong pada tanggal 14 Maret 2018 menyerahkan dana kemanusiaan Rp. 5.000.000 kepada ibu Sutiyem. Putrinya, Sulastri, siswa kelas 12 SMK N Pundong, sudah enam bulan menderita sakit persendian di hampir seluruh tubuhnya, sehingga harus menggunakan kursi roda.\n\nKarena tidak dapat berjalan, seminggu sekali, Sulastri direkomendasikan rawat jalan di RS Dr. Sarjito, Yogyakarta. Lazismu mungucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah memercayakan donasinya berupa infak yang disalurkan melalui Lazismu Bantul. (na)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=146&field=image&unique=01212019170404"}, {"blog_id": "blog.blog(2,)", "name": "RUMUS PENGHITUNGAN ZAKAT", "subtitle": false, "program_id": "12", "wilayah_id": "11", "post_date": "2019-01-21 15:43:03", "description": "Pertanyaan:\nDi daerah kami akan dilaksanakan zakat dengan menggunakan rumus:\n1. K \u2013 H = + (wajib mengeluarkan zakat)\n2. K \u2013 H = 0 (belum sampai nishab)\n3. K \u2013 H = \u2013 (dhuafa).\nKeterangan: K adalah kekayaan terpadu, H adalah hutang terpadu.\nYang kami tanyakan adalah : Apakah Muhammadiyah Cabang Subah Daerah Batang boleh mengikuti model penetapan zakat seperti di atas yang bertentangan dengan HPT dan al-Amwal fi al-Islam ?\n(Pertanyaan dari: Soedjarwo, Wakil Ketua PCM Subah, Batang)\n\nJawaban:\nPutusan Tarjih, baik yang sudah dimuat dalam buku Himpunan Putusan Tajih (HPT) atau yang belum dibukukan- adalah putusan yang dihasilkan oleh Muktamar Tarjih atau Muktamar Khususi yang diselenggarakan pada masa-masa periode terdahulu dan yang akhir-akhir ini diputuskan oleh Musyawarah Nasional Tarjih.\nMuktamar Tarjih atau Muktamar Khususi atau Musyawarah Nasional Tarjih adalah lembaga tertinggi dalam persyarikatan Muhammadiyah yang berwenang untuk memutuskan permasalahan-permasalahan keagamaan. Putusan Tarjih setelah ditanfidz oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah berlaku mengikat bagi segenap jajaran persyarikatan Muhammdiyah pada semua tingkatan. Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Pimpinan Cabang Muhammdiyah dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah bertugas memimpin dan mengendalikan pelaksanaan kebijakan/instruksi Pimpinan Pusat dan Unsur Pembantu Pimpinan Pusat.\n\nUntuk lebih jelasnya kami kutipkan:\n1. Anggaran Dasar Muhammadiyah pasal 34:\n(a) Tanfidz adalah pernyataan berlakunya keputusan Muktamar, Tanwir, Musyawarah, dan Rapat yang dilakukan oleh Muhammadiyah masing-masing tingkat.\n(b) Keputusan Muktamar, Tanwir, Musyawarah, dan Rapat berlaku sejak ditanfidzkan oleh Pimpinan Muhammadiyah masing-masing tingkat.\n2. Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah:\n(a). Pasal 11 ayat (1) huruf b: Pimpinan Wilayah bertugas: memimpin dan mengendalikan pelaksanaan kebijakan/instruksi Pimpinan Pusat dan Unsur Pembantu Pimpinan.\n(b). Pasal 12 ayat (1) huruf b: Pimpinan Daerah bertugas: memimpin dan mengendalikan pelaksanaan kebijakan/instruksi Pimpinan Pusat, Pimpinan Wilayah, serta Unsur Pembantu Pimpinannya.\n\n(c). Pasal 13 ayat (1) huruf b: Pimpinan Cabang bertugas: memimpin dan mengendalikan pelaksanaan kebijakan/instruksi Pimpinan Pusat, Pimpinan Wilayah, Pimpinan Daerah serta Unsur Pembantu Pimpinannya.\n(d). Pasal 14 ayat (1) huruf b: Pimpinan Ranting bertugas: memimpin dan mengendalikan pelaksanaan kebijakan/instruksi Pimpinan Pusat, Pimpinan Wilayah, Pimpinan Daerah, Pimpinan Cabang serta Unsur Pembantu Pimpinannya.\nBerdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang telah disebutkan, dapat disimpulkan bahwa Pimpinan Wilayah, Pimpinan Daerah, Pimpinan Cabang dan Pimpinan Ranting, harus melaksanakan segala keputusan Pimpinan Pusat termasuk Putusan Tarjih. Berkaitan dengan pertanyaan saudara, maka secara organisatoris segenap jajaran Muhammadiyah harus melaksanakan pelaksanaan zakat sesuai dengan keputusan resmi Muhammadiyah seperti yang termaktub di dalam HPT dan al-Amwal fi al-Islam, tidak terkecuali pada tingkat wilayah, daerah, cabang dan ranting manapun.\nWallahu \u2018alam bish-shawab. *dw)\n\n(disidangkan pada hari Jum\u2019at, 21 Muharram 1428 H / 9 Februari 2007 M)\nDIVISI FATWA MAJELIS TARJIH DAN TAJDID\nPIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH\n", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=147&field=image&unique=02092019090402"}, {"blog_id": "blog.blog(22,)", "name": "Permudah Penyaluran Zakat Lewat Lazismu", "subtitle": false, "program_id": "12", "wilayah_id": "20", "post_date": "2019-01-21 17:21:49", "description": "Pontianak \u2013 LAZISMU. Bupati Sintang Jarot Winanro melaunching Lembaga Amal Zakat Infaq Sadaqoh Muhammadiyah (LAZISMU) di Masjid Miftahul Jannah, Komplek SMK Muhammadiyah Sintang, Jalan Akcaya 2, Rabu (1/6/2016) sore.\nKetua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sintang, Slamet Turmuji menerangkan, Lazismu merupakan lembaga yang memberi kemudahan kepada masyarakat Kabupaten Sintang untuk membayar zakat.\n\u201cLAZISMU juga memberi pilihan bagi umat Islam, mempermudah penyaluran harta benda dan bantuan ke umat yang berhak menerimanya. Sehingga dapat mengangkat harkat dan martabat orang yang memerlukan zakat,\u201d ungkapnya.\nZakat merupakan kewajiban umat Islam setelah sholat. Zakat termasuk rukun islam ketiga dan lebih diutamakan dari puasa dan berangkat haji.\n\u201cMemberi 2,5 persen penghasilan maupun simpanan kepada orang membutuhkan disebut berzakat. Zakat sebagai wujud syukur kita kepada Allah SWT yang telah memberikan rezeki lebih,\u201d terangnya.\nKehadiran Lazismu, diharapkan Slamet memberi pelayanan berzakat lebih baik lagi di Kabupaten Sintang. (tribunnews.com)\n", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=148&field=image&unique=01222019002149"}, {"blog_id": "blog.blog(24,)", "name": "Sambut Ramadhan, LAZISMU Serahkan Sumur Bor untuk Masjid Terisolir", "subtitle": false, "program_id": "9", "wilayah_id": "22", "post_date": "2019-01-21 17:24:36", "description": "Banjarbaru \u2013 LAZISMU. Sebuah masjid di daerah terisolir di Desa Batuampar, Kecamatan Cempaka, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, mendapat bantuan dari Lazismu Banjarbaru. Bantuan tersebut berupa sumur bor yang diserahkan secara langsung ke pengelola masjid.\nSumur bor diserahkan oleh Walikota Banjarbaru, Nadjmi Adhani kepada Ketua Masjid al-Mustagfirin, yang disaksikan Wakil Walikota, Darmawan Jaya, Kabag Kesra Pemkot Banjarbaru, Hidayaturrahman, jajaran pimpinan Lazismu Banjarbaru, diantaranya Muhammad Ikhsan, Ketua Pengurus, Ketua Bidang Pentasyarufan, M. Amin dan Bagian Keuangan Banjarbaru, Soewandy. Turut hadir dalam penyerahan itu, perwakilan dari BNI Syariah dan para donatur (3/06/2016).\nDalam sambutannya, Walikota Banjarbaru mengatakan, semoga bantuan ini bermanfaat untuk kesejahteraan warga. Bantuan ini adalah sebagai bentuk kerjasama Program Air Bersih bersama Lazismu dan Bank BNI Syariah, katanya.\nMenurut Muhammad Ikhsan, Ketua Pengurus Lazismu Banjarbaru, Desa ini merupakan desa yang tertinggal. Mayoritas penduduknya hidup dibawah rata-rata dari sisi ekonomi. \u201cMaka kami memilih desa ini untuk memberikan bantuan sumur bor,\u201d katanya.\nIkhsan menuturkan, jika kemarau tiba, air di desa ini sulit diperoleh karena struktur tanah pegunungan yang menyebabkan air tanah sulit ditemui. Warga harus mendapatkan air dengan jarak yang jauh ke tempat lain, katanya.\nBerdasarkan survey Lazismu sejak enam bulan lalu, menurut Abdul Aziz, Direktur Lazismu Banjarbaru, sumber air harus dideteksi dengan alat geolistrik. Kebetulan salah satu Ketua PDM Banjarbaru, memiliki alat itu. \u201cLewat bantuannya sumber air yang dicari akhirnya ditemukan, jaraknya 400 meter dari Masjid dengan kedalaman 32 meter, \u201d tutur Aziz.\nDana yang dibutuhkan untuk membuat sumur bor mencapai 50,8 juta rupiah. Alhamdulillah dana itu diperoleh dari Bank BNI Syariah sebesar 13 jura rupiah, Pemkot Banjarbaru 12 juta rupiah, selebihnya diperoleh dari para donatur Lazismu.\nAdapun sumber air berada di tanah milik Ibu Siti Noor Jaleha. Setelah Lazismu berkomunikasi dengan Ibu Siti, terkait pentingnya air di sekitar masjid apalagi menjelang Ramadhan, akhirnya Ibu Siti menghibahkan tanahnya sebagai amal jariyah. Ibu Siti mengatakan, untuk kepentingan bersama saya ikhlas tanah ini dimanfaatkan untuk sumber air bagi Masjid al-Mustagfirin. \u201cSemoga terus mengalir dan bermanfaat,\u201d jelasnya.\nSebagai rangkaian kegiatan sampai Ramadhan 1437 H, Lazismu juga menggelar Khitanan Massal di Masjid Mujahidin Cempaka, pada Sabtu 28 Sya\u2019ban 1437 H / 4 Juni 2016 M. Acara ini diselenggarakan atas kerja sama Lazismu Banjarbaru, PCM Sei Besar, PRM Cempaka dan didukung oleh tenaga medis dari Rumah Sakit Islam Banjarmasin dan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. (author)\n", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=149&field=image&unique=01222019002436"}, {"blog_id": "blog.blog(17,)", "name": "LAZISMU akan Bedah Rumah Wuryanti di Dusun Ngentak", "subtitle": false, "program_id": "8", "wilayah_id": "15", "post_date": "2019-01-21 17:27:20", "description": "Bantul-LAZISMU. Rumah berdinding bambu itu adalah rumah milik Ibu Wuryanti. Rumah berbilik bambu miliknya berlokasi di Dusun Ngentak, Mulyodadi, Bambanglipuro, Bantul, Yogyakarta, yang mendapat kesempatan menerima program bedah rumah dari Lazismu (06/06/2016).\nSekretaris Lazismu Mulyodadi, Arif Yulianto, mengatakan, program bedah rumah ini baru pertama kali dilakukan. \u201cProgram ini pertama kalinya yang baru kita laksanakan,\u201d kata Arif.\nMenurutnya, ada beberapa persyaratan yang wajib dipenuhi agar warga dhuafa dapat mengikuti program bedah rumah tersebut. Diantaranya, warga kurang mampu dan tidak memiliki rumah atau rumah yang terbuat dari gedek bambu. \u201cProgram ini bertujuan untuk membantu warga dhuafa, khususnya bagi yang belum punya rumah atau rumah yang terbuat dari gedek bambu, jadi itu syarat agar bisa ikut bedah rumah,\u201d paparnya.\nSecara umum, Lazismu menyeleksi rumah yang akan dibedah berdasarkan kelengkapan administrasi, selanjutnya survey langsung ke lokasi yang dilakukan Tim Lazismu Mulyodadi. \u201cAsnaf yang rumahnya akan dibedah, harus di survey dulu, karena ini bagian dari tahapan seleksi,\u201d tambah Arif.\nProgram ini diharapkan dapat terus berlanjut dan bermanfaat bagi warga yang membutuhkan. \u201cSemoga program ini dapat bermanfaat bagi para asnaf di Wilayah Mulyodadi pada khususnya,\u201d jelas Arif.\nMelalui program bedah rumah ini, diharapkan nantinya dapat menarik para Muzaki atau donatur agar ikut serta dalam program bedah rumah warga dhuafa. \u201cSemoga kedepannya semakin banyak para muzaki yang ingin menyumbangkan sebagian hartanya untuk membantu warga dhuafa disini\u201d tutup Arif. (mona/wachid)\n", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=150&field=image&unique=02092019090347"}, {"blog_id": "blog.blog(4,)", "name": "LAZISMU Tasarufkan Dana Fisibalillah dan Modal Bergulir Di Sragen", "subtitle": false, "program_id": "7", "wilayah_id": "14", "post_date": "2019-01-21 17:29:47", "description": "Sragen-LAZISMU. Sebanyak 130 paket santunan dhuafa disalurkan kepada warga tidak mampu di wilayah kerja Lazismu Sragen. Setiap satu paket santunan dhuafa senilai Rp 50.000,- langsung diserahkan Lazismu kepada PDM Sragen untuk dibagikan kepada warga sekitar (7/6/2016).\nAkad serah terima pentasarufan ditandatangani oleh Ketua Umum PDM, Abdullah Affandi, dan Ketua Lazismu Sragen, Ikhwan. Selain penyerahan paket santunan dhuafa, diserahkan juga dana fisabilillah sebesar Rp 40.000.000,- untuk diberikan kepada yang berhak menerima. Akad berlangsung di kantor PDM Sragen, Jl. Yos Sudarso, No. 6, Kutorejo, Sragen, Jawa tengah dan disaksikan jajaran pimpinan PDM setempat.\nMenurut Direktur Pelaksana Lazismu Sragen, Risal Putrantara, dana yang ditasarufkan tersebut secara rinci akan dibagikan oleh PDM untuk warga sekitar terutama dhuafa, anak yatim dan para mustahik lainnya yang telah ditentukan. \u201cWarga tidak mampu yang menerima dana fisabilillah dan santunan dhufa minimal jaraknya di radius 500 meter, atau ada disekitar kantor Lazismu Sragen,\u201d paparnya.\nAbdullah Affandi, Ketua Umum PDM Sragen, mengatakan, dengan diterimanya dana pentasarufan ini, kami akan segera menyalurkan kepada yang berhak menerima secara tunai. \u201cKhususnya para mustahik sesuai dengan amanah yang diberikan,\u201d pungkasnya.\nDalam kesempatan yang sama, Lazismu juga menandatangani surat nota kesepahaman (MoU) bersama Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PDM Sragen terkait dana modal bergulir sebesar Rp 25.000.000,- yang ditandatangani oleh Fathurrochman mewakili MPM dan Ketua Lazismu Sragen dengan disaksikan oleh Ketua-ketua PDM.\nSesuai rencana, menurut Fathurrrochman, dana modal bergulir akan disalurkan kepada warga untuk kegiatan produktif. Kegiatan produktif itu, sambung Rochman untuk kebutuhan UKM serta dibidang pertanian, peternakan dan perikanan. (na)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=151&field=image&unique=01222019002947"}, {"blog_id": "blog.blog(4,)", "name": "Lazismu Gandeng IMM, Gelar Pelatihan dan Donor Darah", "subtitle": false, "program_id": "7", "wilayah_id": "14", "post_date": "2019-01-21 17:31:43", "description": "Purwokerto \u2013 LAZISMU. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menggelar berbagai kegiatan sosial selama satu pekan di kompleks Masjid Darussalam Purwanegara, Purwokerto, Selasa (7/6/2016) hingga Sabtu (11/6/2016).\nDalam kegiatan bertajuk Amaliah Ramadan ini dimulai dengan buka puasa bersama khusus kader IMM IAIN Purwokerto dan santri TPQ Masjid Darussalam Purwanegara. Setiap harinya, sekitar 50 porsi makanan berbuka tersedia untuk santri TPQ Masjid Darussalam.\n\u201cSelain itu, kami gelar seminar remaja dan training motivasi yang diisi oleh Badan Narkotika Nasional (BNN), Rabu (8/6/2016),\u201d ujar ketua panitia Amaliah Ramadan IMM IAIN Purwokerto, Rijalul Haq pada SatelitPost, Sabtu (11/6/\nKegiatan ini, lanjutnya, diikuti para pelajar yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dan remaja sekitar Masjid Darussalam.\nPada hari berikutnya, IMM membagikan 55 paket sembako gratis serta penyuluhan zakat dari Lembaga Amal Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Banyumas pada masyarakat sekitar masjid.\n\u201cKami data minta pada ketua RW dan diambil 55 warga yang sangat membutuhkan. Rencananya, kami akan mengadakan sembako gratis ke dua di lokasi berbeda,\u201d katanya.\nMemasuki hari keempat Amaliah Ramadan, IMM IAIN Purwokerto memberikan pelatihan kreativitas untuk ibu-ibu PKK, \u2018Aisyiyah, dan warga sekitar masjid. Pelatihan yang dipilih adalah membuat kerajinan dan mempercantik taplak meja.\nSementara di hari terakhir, bekerja sama dengan Fakultas Kesehatan UMP, organisasi otonom Muhammadiyah ini mengadakan pelatihan bekam khusus kader IMM, cek kesehatan gratis, dan donor darah. Sebanyak 40 kantong darah berhasil dikumpulkan dalam kegiatan yang digelar, Sabtu (11/6/2016) malam.\n\u201cMasyarakat terlihat sangat antusias. Buktinya, lebih dari 70 orang mendaftar donor darah. Namun setelah dicek kondisi kesehatan, hanya 40 orang saja yang boleh berdonor,\u201d kata Rijal.\nMelalui kegitan ini, Rijal berharap, IMM bisa membantu serta menyambung tali silaturahmi antara kader IMM dengan masyarakat. Pasalnya, IMM bukan sekadar organisasi mahasiswa yang berorientasi keilmuan dengan rutinitas kuliah, namun juga bagian dari masyarakat.\n\u201cKegiatan ini sebagai bentuk aplikasi satu tri kompetensi IMM, yaitu humanitas. Kami juga bisa hidup bersama sehingga selalu hadir di tengah-tengah masyarakat,\u201d kata dia. (alf/Satelipost)\n", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=152&field=image&unique=02092019090329"}, {"blog_id": "blog.blog(39,)", "name": "Sahabat Lazismu Aceh Bagikan Paket Ifthar Ramadhan di 13 Kecamatan", "subtitle": false, "program_id": "9", "wilayah_id": "1", "post_date": "2019-01-21 17:33:33", "description": "Aceh \u2013 Lazismu. Ramadhan sebagai bulan pernuh berkah. Aktivitas beramal dan berbagi bisa disaksikan dari segala bentuk kegiatan. Tak terkecuali dengan Lazismu di Aceh. Sejak lima hari sebelum puasa, kegiatan penghimpunan sudah berlangsung.\nMenurut Sekretaris Lazismu Aceh, Muhammad Yamin, penghimpunan ini dilakukan dengan melibatkan AMM Aceh. \u201cKegiatan ini rutin setiap ramadhan, hanya saja tema tahun ini adalah Berbagi Bersama Sahabat Lazismu,\u201d kata Yamin.\nProgram yang sudah terlaksana itu, digerakkan langsung oleh angkatan muda muhammadiyah. Sehingga, sambung Yamin, mendapat dukungan penuh dari seluruh ortom, seperti NA, IPM, IMM, dan Tapak Suci. Paket yang dihimpun di ramadhan kali ini, terdiri dari dua jenis paket. \u201cPertama paket Ifthar berupa takjil dan makanan, dan paket yang kedua adalah paket donasi berupa sembako,\u201d jelas Yamin.\nYamin menuturkan, paket tersebut ditargetkan mencapai 1000 paket. \u201cAlhamdulillah paket yang terkumpul melebihi target semula menjadi 2500 paket,\u201d terang Yamin.\nHal itu, direspon oleh Ketua PWPM Aceh, Munawar Syah, dalam rapat koordinasi Rabu, 8 Juni 2016. Untuk paket donasi sembako, disesuaikan dengan harga sembako di Aceh. \u201cNilai donasi sebesar Rp 110.000,- yang terdiri dari minyak goreng, gula, sirup, teh dan pelengkapnya.Paket tersebut akan dibagikan kepada 200-an dhuafa,\u201d paparnya.\nSesuai rencana, kedua paket ini akan dibagikan di 13 kecamatan, di wilayah Kota Banda Aceh yang terdiri dari 9 kecamatan dan Aceh Besar terdiri dari 4 kecamatan. Mekanisme pendistribusian paket ifthar ke titik-titik yang biasa dijadikan tempat terbuka bagi orang yang berpuasa. Yamin menambahkan, hingga Kamis sore (9/6/2016), donasi paket yang terkumpul mencapai Rp 105.000.000,- dan kemungkinan akan terus bertambah.\nSementara itu, Ketua Lazismu Aceh, Tarmizi Gadeng, mengatakan, akan selalu berkhidmat memberi untuk ummat. Masih banyak muzakki yang menitip amanah pada Lazismu. \u201cMaka kita jaga amanah ini dan Lazismu akan tetap menjadi bagian yang tak terpisahkan. Lazismu berupaya mendongkrak mustahik menjadi muzakki di kemudian hari,\u201d katanya.\nLazismu mengucapkan terimakasih kepada seluruh donator. Semua yang terlibat aktif dalam kegiatan ini adalah Sahabat Lazismu yang siap berbagi bersama untuk sesama, tuturnya (ratna/na)\n", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=153&field=image&unique=02092019090312"}, {"blog_id": "blog.blog(33,)", "name": "Bagi- Bagi Takzil Gratis, Lazismu Parepare Gandeng Mahasiswa UMPAR", "subtitle": false, "program_id": "9", "wilayah_id": "29", "post_date": "2019-01-21 17:35:24", "description": "Parepare \u2013 LAZISMU. Dalam rangka memeriahkan bulan Ramadhan 1347 H, Lazismu Parepare menyebar relawan untuk membagikan takjil gratis bagi pengguna jalan.\nKegiatan dimulai kemarin, pada hari Kamis (09/06/2016) di jalan Baumassepe kota Parepare. Pembagian Takjil tersebut sebagai bentuk sosialisasi Lazismu sebagai lembaga zakat infaq sedekah nasional kepada masyarakat kota Parepare.\nKordinator relawan Alimuddin menyebutkan bahwa kegiatan pembagian takjil ini didukung oleh mahasiswa-mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Parepare.\n\u201cKami dan teman-teman mahasiswa bekerjasama dengan Lazismu membagikan air minum dan kurma gratis kepada pengguna jalan untuk berbuka puasa, tujuannya sebagai media edukasi zakat infaq dan sedekah kepada masyarakat khususnya di bulan puasa ini\u201d terangnya.\nDitempat terpisah, Muhammad Ramdhan sebagai pengurus Lazismu Parepare membenarkan aksi pembagian takjil gratis di depan Monumen Cinta sejati Habibie dan Ainun.\n\u201cMereka adalah adik-adik relawan yang mendukung program Lazismu, insyallah selama bulan Ramadhan ini kita akan intens sosialisasi\u201d jelasnya lewat pesan singkat.\nSelain sosialisasi zakat, infaq dan sedekah, Lazismu Parepare juga telah menyiapkan program unggulan KADO RAMADHAN 1347 H, yakni bantuan kepada dhuafa dan anak yatim (Tribunnews.com).\n", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=154&field=image&unique=01222019003524"}, {"blog_id": "blog.blog(5,)", "name": "Berkah Ramadhan, Lazismu Akan Khitan 100 Anak Dhuafa", "subtitle": false, "program_id": "1", "wilayah_id": "3", "post_date": "2019-01-21 17:37:40", "description": "Padang-LAZISMU. Pengurus Masjid Taqwa Muhammadiyah Padang-LAZISMU Sumatera Barat Rabu 29 Juni 2016 mendatang akan mengadakan khitanan massal gratis dan pembagian bingkisan pembagian bingkisan (shcool kid) serta kontrol pasca khitan untuk anak-anak yatim dan keluarga tak mampu di Kota Padang. Khitanan massal ini digelar dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan.\nKetua Pengurus Masjid Taqwa Muhammadiyah Padang, Abdurrahman Chan mengatakan khitanan massal gratis itu sendiri akan dilaksanakan di MasjidTaqwa Muhammadiyah Padang sebagai agenda tahunan Masjid Taqwa.\nDia menyebutkan kegiatan ini merupakan salah satu dari sejumlah rangkaian kegiatan Masjid Taqwa dalam menyambut Ramadhan. \u201cKhitanan massal kita adakan juga untuk menyambut masa libur sekolah,\u201d ungkapnya.\nKetua Lazismu Sumbar Deri Rizal mengatakan \u201cProgram Khitanan Massal ini dalam rangka menyambut bulan Ramadhan yang berkerjasama dengan Pengurus Masjid Taqwa Muhammadiyah Padang, sebagai lembaga Zakat, Lazismu bertekad dalam mengentaskan kemiskinan,\u201d Jelasnya.\nProgram Khitanan Massal ini adalah program layanan kesehatan yang dilaksanakan secara gratis oleh LAZISMU Sumatera Barat bekerja sama dengan Mesjid Taqwa Muhammadiyah Padang untuk masyarakat yang membutuhkan dan berada di Kota Padang.\nDeri Rizal juga mengatakan Bagi yang ingin mendonasikan sebagian hartanya untuk penyelenggaraan khitanan massal ini bisa disalurkan ke Bank Syariah Mandiri Cabang Padang : 7032454245, atau bantuan dapat juga diantarkan langsung ke kantor LAZISMU Sumatera Barat d/a Jalan Bundo Kanduang no 1 Komplek Mesjid Taqwa Muhammadiyah Lantai I.\nBagi yang ingin mendaftar bisa menghubungi Deri Rizal (082386691224), dan Mahrizal Afdhal (08116604404). (minangkabaunews)\n", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=155&field=image&unique=02092019090255"}, {"blog_id": "blog.blog(5,)", "name": "Lazismu Padang Gelar Khitanan Massal", "subtitle": false, "program_id": "1", "wilayah_id": "3", "post_date": "2019-01-21 17:39:38", "description": "Pengurus Masjid Taqwa Muhammadiyah Padang-LAZISMU Sumatera Barat Rabu 29 Juni 2016 mendatang akan mengadakan khitanan massal gratis dan pembagian bingkisan pembagian bingkisan (shcool kid) serta kontrol pasca khitan untuk anak-anak yatim dan keluarga tak mampu di Kota Padang. Khitanan massal ini digelar dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan.\nKetua Pengurus Masjid Taqwa Muhammadiyah Padang, Abdurrahman Chan mengatakan khitanan massal gratis itu sendiri akan dilaksanakan di MasjidTaqwa Muhammadiyah Padang sebagai agenda tahunan Masjid Taqwa\nDia menyebutkan kegiatan ini merupakan salah satu dari sejumlah rangkaian kegiatan Masjid Taqwa dalam menyambut Ramadhan. \u201cKhitanan massal kita adakan juga untuk menyambut masa libur sekolah,\u201d ungkapnya.\nKetua Lazismu Sumbar Deri Rizal mengatakan \u201cProgram Khitanan Massal ini dalam rangka menyambut bulan Ramadhan yang berkerjasama dengan Pengurus Masjid Taqwa Muhammadiyah Padang, sebagai lembaga Zakat, Lazismu bertekad dalam mengentaskan kemiskinan,\u201d Jelasnya.\nProgram Khitanan Massal ini adalah program layanan kesehatan yang dilaksanakan secara gratis oleh LAZISMU Sumatera Barat bekerja sama dengan Mesjid Taqwa Muhammadiyah Padang untuk masyarakat yang membutuhkan dan berada di Kota Padang.\nDeri Rizal juga mengatakan Bagi yang ingin mendonasikan sebagian hartanya untuk penyelenggaraan khitanan massal ini bisa disalurkan ke Bank Syariah Mandiri Cabang Padang : 7032454245, atau bantuan dapat juga diantarkan langsung ke kantor LAZISMU Sumatera Barat d/a Jalan Bundo Kanduang no 1 Komplek Mesjid Taqwa Muhammadiyah Lantai I\nBagi yang ingin mendaftar bisa menghubungi Deri Rizal (082386691224), dan Mahrizal Afdhal (08116604404). (RI)minakabaunews.\n", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=156&field=image&unique=02182019233652"}, {"blog_id": "blog.blog(4,)", "name": "Lazismu Sosialisasikan Gerakan Zakat di Purbalingga", "subtitle": false, "program_id": "9", "wilayah_id": "14", "post_date": "2019-01-21 17:42:05", "description": "Purbalingga-LAZISMU. Kendati baru berdiri, sejak 2013, Lazismu di Kabupaten Purbalingga, pada ramadhan tahun ini menargetkan sosialisasi zakat di 25 Pimpinan Cabang Muhammadiyah. Jika di tingkat pimpinan cabang itu terdapat amal usaha dan anggota Muhammadiyah maka prospek muzaki akan dapat dikumpulkan dengan maksimal.\nDirektur Lazismu Purbalingga, Andi pranowo, melalui pesan daring sosial media mengatakan, sosialisasi ini melibatkan relawan dari berbagai unsur komunitas pemuda (14/6/2016). \u201cTermasuk para remaja dari sekolah-sekolah Muhammadiyah di Purbalingga,\u201d kata Andi.\nSebelumnya, Andi menambahkan, pada 4 Juni 2016, Lazismu telah mentasyarufkan dana zakat, infak dan sedekah dalam bentuk beasiswa berprestasi yang diserahkan langsung di Gedung Sarwoguna Purbalingga.\nAdapun para penerima beasiswa itu terdiri dari para pelajar MTS, SMA, SMK yang ada di wilayah kerja Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bobotsari, Purbalingga. Menurut Andi, selama ini momentum kenaikan kelas dan kelulusan sekolah dimanfaatkan Lazismu sebagai wahana untuk mensoslialsiakan zakat. \u201cPara walimurid dan guru-guru diharapkan juga ikut menyosialisasikan gerakan sadar zakat,\u201d tutup Andi.\n", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=157&field=image&unique=02182019233701"}, {"blog_id": "blog.blog(2,)", "name": "Lazismu Siapkan Layanan Donasi Online", "subtitle": false, "program_id": "12", "wilayah_id": "11", "post_date": "2019-01-21 17:43:34", "description": "Jakarta-LAZISMU. Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah nasional (Lazismu) meluncurkan layanan donasi online. Hal ini untuk memudahkan masyarakat yang ingin berdonasi baik zakat, infaq maupun sadaqah.\nDirektur Utama Lazismu, Andar Nubowo mengatakan penghimpunan donasi akan dilakukan bersama-sama dengan berbagai komunitas, PT Pos Indonesia dan Pegadaian. Sehingga potensi dapat digali dan dikelola untuk kebutuhan bangsa Indonesia.\nSaat ini, Andar menjelaskan, sedang menyiapkan aplikasi untuk donasi secara online. Aplikasi tersebut guna mempermudah masyarakat yang akan menyalurkan donasi baik zakat, infak dan sedekah.\n\u201cMaka masyarakat akan berzakat dengan simpel dan akuntabel,\u201d katanya dalam launching program bersama oleh Lazismu, di Kantor PP Muhammadiyah Jakarta, Kamis (16/6).\nAndar menjelaskan, aplikasi tersebut baru akan siap digunakan pertengahan Juli mendatang. Dalam aplikasi tersebut calon donasi dapat memilih fitur yang tersedia. Misalnya masyarakat dapat memilih fitur zakat apabila ingin berzakat. Calon donasi juga dapat memilih sendiri kemana akan disalurkan.\nAndar menginginkan zakat sebagai gaya hidup dimasyarakat melalui aplikasi tersebut. Andar juga berharap masyarakat percaya terhadap Lazismu.\nDirektur Fundraising Lazismu, Hari Eko Purwanto mengatakan Lazismu bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menggalang donasi. Nantinya, donasi ini juga disalurkan di berbagai bidang.\nSeperti sektor ekonomi yang bekerja sama dengan Majlis Ekonomi Muhammadiyah. \u201cDi pendidikan kita ada gerakan orang tua asuh kerjasama dengan panti asuhan untuk mengakomodir kebutuhan,\u201d ujar Eko.\nDisamping itu, target 1000 sarjana juga dicanangkan. Program ini bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia.\nBidang kewirausahaan, lanjutnya, tidak luput dari perhatian Lazismu. Sebanyak 600 kepala keluarga masuk dalam bina usaha mandiri. Disamping itu, Lazismu juga menggarap dibidang sosial dakwah. Lazismu mengajak lembaga dakwah kampus untuk kegiatan dakwah ke daerah terpencil.\n\u201cAda kesehatan dan pemberdayaan juga,\u201d Eko menambahkan. (republika.co.id)\n", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=158&field=image&unique=02182019233710"}, {"blog_id": "blog.blog(18,)", "name": "Lazismu Ajak Bukber Penghuni Rutan di Gresik", "subtitle": false, "program_id": "9", "wilayah_id": "16", "post_date": "2019-01-21 17:45:22", "description": "Gresik-LAZISMU. Ratusan narapidana di Rutan kelas II B Banjarsari Cerme, Gresik sore kemarin (18/6/2016) beraktivitas tidak seperti biasanya. Mereka berkumpul di masjid pesantren at-Taubah, kompleks Rutan mengikuti pengajian dan buka bersama. Acara ini merupakan program dakwah khusus Ramadhan yang digelar Lazismu dan sudah berjalan rutin 3 tahun terakhir.\n\u201cKami berbahagia, Lazismu memberikan motivasi kepada santri-santri pesantren at-Taubah di Rutan ini, semoga program ini masih berlanjut di tahun-tahun mendatang,\u201d ujar Kusnan kepala Rutan Banjarsari.\nDalam sesi pengajian dan motivasi, Prayudi Hariyanto selaku Ketua Lazismu, Gresik mengajak para tahanan dan narapidana untuk mencari ketenangan hidup. \u201cMarilah keberadaan kita di penjara ini, kita gunakan untuk merenung, menemukan ketenangan jiwa, karena jiwa-jiwa yang tenanglah nantinya akan mendapatkan balasan baik di akhirat,\u201d terangnya. Prayudi juga mengajak, para santri menjadi lebih bermanfaat bagi sesama.\nDi tahun ketiga, Lazismu juga menggandeng komunitas-komunitas untuk bergerak bersama menebar kebaikan Ramadhan. Salah satunya, komunitas Gresik Sumpek yang kemarin diajak bersama ke Rutan Banjarsari. \u201cKami sangat mengapresiasi, berharap sinergi program berjalan lagi,\u201d kata Warsito, manajer Gresik Sumpek.\nProgram pengajian dan buka bersama ini merupakan salah satu diantara program khusus Ramadhan. Program lainnya adalah Dakwah Media, Santunan Miskin, Santunan Yatim-Piatu, dan Pembagian Makanan Berbuka Puasa.(na)\n", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=159&field=image&unique=02092019090215"}, {"blog_id": "blog.blog(18,)", "name": "5 Penyandang Disabilitas, Terima Bantuan Kursi Roda dari Lazismu", "subtitle": false, "program_id": "9", "wilayah_id": "16", "post_date": "2019-01-21 17:48:10", "description": "Surabaya \u2013 LAZISMU. Memasuki pertengahan bulan Ramadhan 1437 H, agenda kegiatan Aksi Bersama Untuk Sesama dengan berbagi Kado Ramadhan dilaksanakan Lazismu di Surabaya. Acara berlangsung di Aula Jatim Expo International, (18/06/2016) Sabtu Sore.\nLazismu mengundang 100 masyarakat kurang mampu dan 5 penyandang disabilitas untuk menerima paket bingkisan Kado Ramadhan. Acara menjelang berbuka puasa tersebut, dihadiri Mohammad Ibrahim Bararay, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya, perwakilan Lazismu Jatim dan perwakilan donatur agar ikut menyerahkan Kado Ramadhan serta bantuan kursi.\nDalam kesempatan itu, Ibrahim, mengatakan, di bulan penuh rahmat ini, hendaknya diisi oleh setiap muslim yang mempunyai riski lebih agar menunaikan zakat dan gemar bersedekah untuk berbagi apa yang dimilikinya kepada sesama yang membutuhkan.\nBagi yang kurang mampu pun jangan berkecil hati jika tidak bisa berbagi atau memberikan sedekah, kata Ibrahim. \u201cMasih banyak amalan mulia lainnya yang bisa dikerjakan,\u201d katanya. Pendeknya, setiap waktu bermanfaat untuk berbuat kebaikan.\nHal senada disampaikan, Ketua Lazismu Surabaya, Sunarko, bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan serentak yang dilakukan oleh seluruh jaringan Lazismu di tanah air. \u201cDi Surabaya sendiri Lazismu mempunyai dua agenda penyerahan Kado Ramadhan, satu di Jatim Expo International dan di akhir Ramadhan berlokasi di Gedung Dakwah Muhammadiyah Surabaya.\nUntuk program tebar Seribu Kursi Roda, menurut Sunarko, merupakan program unggulan Lazismu Surabaya selama periode lima tahun ke depan. Hingga bulan Juni 2016 ini baru dapat direalisasikan penyerahan 10 kursi roda kepada penyandang Disabilitas. \u201cTerutama anak-anak dan lansia, dibutuhkan dana 1,2 miliar rupiah untuk 1.000 kursi roda,\u201d tambahnya. Ini merupakan target Lazismu di Surabaya pada periode 2015-2020.\nSementara, Ibu Zulaikah dalam testimoninya, mengucapkan terima kasih kepada Lazismu atas bantuan kursi rodanya untuk kedua anaknya. Kedua anak saya kembar sebagai disabilitas sejak lahir. \u201cNurlaili dan Nurlaila, sangat bahagia. Mereka saat ini sudah bisa bersosialisasi dengan teman-temannya,\u201d terang Zulaikah.\nJika dulu hanya bisa berbaring di tempat tidur dan tidak melakukan kegiatan apa-apa sekarang setiap hari kedua anaknya bisa beraktivitas. Ibu Zulaikah berdo\u2019a semoga Lazismu dan para donatur mendapat balasan setimpal dari Allah.\nPada kesempatan yang sama, Lazismu juga menyerahkan 100 paket Kado Ramadhan diserahkan secara simbolis oleh M. Ibrahim Bararay Wakil Ketua PDM Surabaya, Aditio Yudono perwakilan Lazismu Jatim dan Wahyudi mewakili donatur. Acara tersebut kemudian diakhiri dengan berbuka puasa bersama (Adit).\n", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=160&field=image&unique=02092019090157"}, {"blog_id": "blog.blog(25,)", "name": "Musibah Kebakaran Landa Loa Bakung, Lazismu Beri Bantuan Ifthar", "subtitle": false, "program_id": "8", "wilayah_id": "23", "post_date": "2019-01-21 17:50:22", "description": "Samarinda-LAZISMU. Sekitar pukul 14.30 WITA, api melalap 3 rumah bangsalan dan 1 rumah tinggal di Keluarahan Loa Bakung, Sungai Kunjang, Kota Samarinda (20/06/2016). Akibat musibah kebakaran itu, 25 KK yang meliputi 92 jiwa kehilangan tempat tinggal. Warga korban kebakaran yang sedang menjalankan ibadah puasa sore itu tak dapat menyembunyikan kesedihannya ketika mendapat bantuan ifthar (makanan untuk berbuka).\nBantuan ifthar tersebut dikirim Lazismu Kantor Layanan Nuruz Zaman yang beralamat di Kompleks Perumahan dan Perguruan Muhammadiyah Jl. K.H. Abdul Majid (masuk lewat Jl. Jakarta Blok FB) RT 79, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda.\nMenurut Koordinator, Akhmad Sirodz, pasca musibah kebakaran, Lazismu menyiapkan 100 bungkus nasi dan 10 dus air minum dalam kemasan untuk diantar ke Posko Korban Kebakaran di RT 67 dan 73 Kelurahan Loa Bakung.\nPenyerahan bantuan dilakukan, Kunarso, Ketua Lazismu Provinsi Kalimantan Timur, sekaligus yang juga mewakili Pimpinan Ranting Muhammadiyah Loa Bakung dan diterima oleh Puguh Santoso Ketua LPM Kelurahan Loa Bakung didampingi KOKAM dan Petugas Posko lainnya. (kunarso/na)\n", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=161&field=image&unique=02092019090143"}, {"blog_id": "blog.blog(17,)", "name": "Sinergi Bareng Toyota Vios Club Indonesia, Lazismu Bagikan Kado Ramadhan", "subtitle": false, "program_id": "1", "wilayah_id": "15", "post_date": "2019-01-21 17:51:57", "description": "Surakarta-LAZISMU. Toyota Vios Club Indonesia Chapter (TVCI) Joglosemar bersama LAZISMU membagikan Kado Ramadhan kepada puluhan anak yatim dhuafa non-panti di Balai \u2018Aisyiyah, Solo, Jalan Imam Bonjol 39, Rabu (22/6/2016).\nKegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi Aksi Bersama Untuk Sesama di bulan Ramadhan 1437 H. \u201dMelalui acara ini, LAZISMU Solo bersama dengan kawan-kawan TVCI Joglosemar ingin memberikan donasi berupa Kado Ramadhan kepada adik-adik kami anak-anak Yatim Dhuafa Non-Panti, Harapannya agar kebahagian Ramadhan turut dirasakan juga oleh mereka,\u201d ujar Direktur LAZISMU Solo, Reynal.\nKado Ramadhan yang diberikan berupa tas sekolah dengan peralatan sekolah, santunan, dan lain sebagainnya. Lebih lanjut, Reynal mengatakan, Ramadhan ini, Lazismu telah membagikan donasi sebagian kepada anak-anak Yatim pada Ahad (19/6/2016), dilanjutkan juga pada Sabtu (25/6/2016) kepada staf, karyawan, keluarga yang bekerja di AUM lingkup PDM Kota Surakarta.\n\u201cInsya Allah pada tanggal 28 Juni mendatang, nanti kami juga akan berbagi bersama anak-anak Difable bekerjasama dengan mitra kami yakni Loveland Indonesia,\u201d ujarnya. (dzar)\n", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=162&field=image&unique=02092019085931"}, {"blog_id": "blog.blog(21,)", "name": "Wujudkan Indonesia Terang Untuk Indonesia", "subtitle": false, "program_id": "12", "wilayah_id": "19", "post_date": "2019-02-12 18:16:15", "description": "\"Setelah ada LTS, saya dapat membuka kios hingga larut malam sehingga pendapatan meningkat, dan bisa menambah usaha tambal ban.\"\n(Bapak Markus Lenamah, Desa Tli'u, NTT)\n", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=938&field=image&unique=02132019011615"}, {"blog_id": "blog.blog(2,)", "name": "Dari Indonesia Untuk Palestina", "subtitle": "DARI INDONESIA UNTUK PALESTINA", "program_id": "50", "wilayah_id": "35", "post_date": "2019-02-12 18:19:01", "description": "Di Ramadhan tahun ini jutaaan pengungsi Palestina berpuasa dalam situasi konflik. Merekalah generasi pengungsi Palestina yang tetap menjalankan ibadah sebagai seorang Muslim.\nKonflik bersenjata tidak hanya mengancam keberlangsungan hidup, tapi bangunan peradaban Islam yang bersejarah di pentas dunia. Pengungsi Palestina kehilangan rumah dan sarana penghidupan sebagai akibat dari konflik yang berkepanjangan ini.\n", "image_url": "http://lazismu.org/web/image/2646/palestina.jpeg?access_token=e670cf4a-99c2-443e-84ad-8af49db7dd76"}, {"blog_id": "blog.blog(2,)", "name": "Indonesia Peduli Yaman", "subtitle": "INDONESIA PEDULI YAMAN", "program_id": "13", "wilayah_id": "35", "post_date": "2019-02-12 18:23:16", "description": "Meskipun Yaman adalah negara terbesar kedua di Semenanjung Arab dengan luas nyaris seperempat luas Indonesia. Namun, Yaman adalah negeri termiskin di Timur Tengah. Dan ironisnya, sejak Maret 2015, nestapa Yaman kian menganga akibat perang dengan koalisi Arab. Amnesty International menyebut bahwa warga sipil yang meregang nyawa hingga kini mencapai lebih dari 15.000 jiwa. Sedikitnya 3 juta populasi terpaksa mengungsi.", "image_url": "http://lazismu.org/web/image/2645/yaman.jpeg?access_token=1b54f316-5486-4908-83a2-dff3d445d6c2"}, {"blog_id": "blog.blog(13,)", "name": "Jelang Tanwir Lazismu Luncurkan ATM Beras", "subtitle": false, "program_id": "4", "wilayah_id": "9", "post_date": "2019-02-15 09:11:25", "description": "Gerakan filantropi yang mencerahkan bergema pada rangkaian kegiatan Tanwir Muhammadiyah di bumi Raflesia, Bengkulu. Kegiatan pra tanwir tersebut diisi Lazismu dengan melaksanakan peresmian ruang kelas dan pemberian paket peralatan sekolah (school kit) untuk murid-murid yang membutuhkan di Rejang Lebong pada 12 Februari 2019, bersamaan dengan itu, pada Rabu, 13 Februari 2019", "image_url": "http://lazismu.org/web/image/3084/bengkulu-event.jpg?access_token=1c69c212-cb44-420a-9a52-c66b559e6757"}, {"blog_id": "blog.blog(13,)", "name": "Donasi Konsumen Alfamart Disalurkan Melalui LAZIS Muhammadiyah", "subtitle": "LAZIS Muhammadiyah", "program_id": "7", "wilayah_id": "9", "post_date": "2019-02-15 09:37:46", "description": "BENGKULU - PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) secara simbolis menyerahkan hasil penggalangan donasi konsumen dalam gelaran Tanwir Muhamadiyah ke 51 di Bengkulu, Kamis (14/02/19). Bekerjasama dengan Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMU), hasil donasi konsumen diserahkan langsung kepada Ketua Umum PP Muhamadiyah Haedar Nashir. ", "image_url": "http://lazismu.org/web/image/2610/index.jpg?access_token=4d5553a4-e82c-4aa5-b29a-b655aa331982"}, {"blog_id": "blog.blog(13,)", "name": "Jelang Tanwir Lazismu Luncurkan ATM Beras", "subtitle": false, "program_id": "4", "wilayah_id": "9", "post_date": "2019-02-15 09:46:09", "description": "Bengkulu - LAZISMU. Gerakan filantropi yang mencerahkan bergema pada rangkaian kegiatan Tanwir Muhammadiyah di bumi Raflesia, Bengkulu. Kegiatan pra tanwir tersebut diisi Lazismu dengan melaksanakan peresmian ruang kelas dan pemberian paket peralatan sekolah (school kit) untuk murid-murid yang membutuhkan di Rejang Lebong pada 12 Februari 2019, bersamaan dengan itu, pada Rabu, 14 Februari 2019, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, meresmikan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), antara lain Masjid At-Tanwir dan Gedung Hasan Din di kampus 4 Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB), Masjid Oey Tjin Hein, dan Gedung Pertemuan Muhammadiyah, serta Mobil Listrik karya murid SMK Muhammadiyah Bengkulu.", "image_url": "http://lazismu.org/web/image/2609/index2.jpg?access_token=638a4d75-8f23-4bab-b033-06fd108cd587"}, {"blog_id": "blog.blog(31,)", "name": "Bantu Korban Gempa & Tsunami Sulawesi Tengah", "subtitle": "Tsunami Sulawesi Tengah", "program_id": "51", "wilayah_id": "27", "post_date": "2019-02-19 05:08:18", "description": "Indonesia kembali berduka, gempa dengan skala yang cukup besar 7,7 SR terjadi di Timur Laut Donggala, Sulawesi Tengah. Yang kemudian diikuti dengan gelombang tsunami berketinggian hingga 3 meter. Sementara ini korban meninggal terdata 832 jiwa dan ribuan orang mengalami luka-luka dan ribuan lainnya kehilangan tempat tinggal.", "image_url": "http://lazismu.org/web/image/2692/gempa-tsunami-sulawesi.jpg?access_token=7a51e904-fbe9-4d95-9cf8-751c7d3ee78f"}, {"blog_id": "blog.blog(33,)", "name": "Bantu Korban Banjir dan Longsor Sulawesi Selatan", "subtitle": "Longsor di Sulawesi Selatan", "program_id": "7", "wilayah_id": "29", "post_date": "2019-02-20 09:13:54", "description": "Informasi update BNPB, Korban jiwa akibat Banjir dan longsor yang terjadi sejak selasa (22/1) terus bertambah sebanyak 68 orang meninggal dunia, 7 orang hilang, 47 orang luka-luka dan 6.757 orang mengungsi.", "image_url": "http://lazismu.org/web/image/2775/banjir-sulawesi-selatan.jpg?access_token=3ef5620f-02be-47a3-a314-523da18fb7cf"}, {"blog_id": "blog.blog(21,)", "name": "Wujukan Indonesia Terang Untuk Indonesia Timur", "subtitle": "Untuk Indonesia Timur", "program_id": "12", "wilayah_id": "19", "post_date": "2019-02-20 09:20:42", "description": "\"Setelah ada LTS, saya dapat membuka kios hingga larut malam sehingga pendapatan meningkat, dan bisa menambah usaha tambal ban.\"\n(Bapak Markus Lenamah, Desa Tli'u, NTT)", "image_url": "http://lazismu.org/web/image/2463/indonesia-terang.jpg?access_token=7cdcf3e2-4b23-4dc1-90c2-43bf1ad8642b"}, {"blog_id": "blog.blog(33,)", "name": "Bantu Rehab Masjid Kawasan Tertinggal dan Terisolir", "subtitle": "Bantu Rehab Masjid", "program_id": "54", "wilayah_id": "29", "post_date": "2019-02-20 09:49:06", "description": "Masjid sebagai pusat aktivitas umat Islam. Kemakmuran masjid bergantung pada fungsi strategis masjid untuk tempat ibadah dan belajar. Kondisi masjid berbeda-beda sebagian ada yang makmur, sebagian lagi terbengkalai rusak.", "image_url": "http://lazismu.org/web/image/2776/rehab-masjid.jpg?access_token=952ba6d4-b311-4169-8010-75b229ddc336"}, {"blog_id": "blog.blog(2,)", "name": "Memori Sri Wilujeng", "subtitle": false, "program_id": "14", "wilayah_id": "11", "post_date": "2019-02-21 16:04:15", "description": "\"Bekerjalah sesuai ilmu dan kemampuanmu.\" Inilah sepotong pesan yang selalu mengiang dalam memori Sri Wilujeng. Ibu dengan empat orang putra ini selalu berusaha mewujudkan pesan mulia ini dengan membuat usaha demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.", "image_url": "http://lazismu.org/web/image/2828/sri-wilujeng.jpg?access_token=0e347c00-9be2-4ca2-985f-346f6c2d56f5"}, {"blog_id": "blog.blog(18,)", "name": "Menikmati Hari Tua", "subtitle": false, "program_id": "8", "wilayah_id": "16", "post_date": "2019-02-21 16:16:15", "description": "Bagi yang biasa sibuk hari tua tanpa kegiatan akan terasa membosankan.\nKita sadar bahwa yang terhilang bukanlah kegiatanya melainkan makna dan semua perasaan yang terkait dengan kegiatan itu.", "image_url": "http://lazismu.org/web/image/3085/hari-tua.jpg?access_token=1e2c2817-db14-48d0-a4f0-7025aa75b605"}, {"blog_id": "blog.blog(4,)", "name": "PEDULI DHUAFA\u2019 BERSAMA WARGA DAN LAZISMU", "subtitle": false, "program_id": "8", "wilayah_id": "14", "post_date": "2019-02-21 16:25:28", "description": "Senin (11/2) bapak-bapak paruh baya datang ke Zakat Center Lazismu di jalan Meduran No. 1 Mojosari. Beliau bermaksud mengusulkan nama-nama mustahik di sekitar tempat tinggalnya yang dirasa membutuhkan perhatian dari Lazismu. Nama bapak tersebut adalah Ar-Rozi. Takmir salah satu masjid di Kec. Pungging meski ia berdomisili di Kelurahan Sawahan, Kec. Mojosari. ", "image_url": "http://lazismu.org/web/image/2835/dhuafa.jpg?access_token=daf62c77-d0c9-4e49-820f-a539ce671bdf"}, {"blog_id": "blog.blog(18,)", "name": "Satu Hari Satu Penerima Manfaat, Janda Duafa Terima Bantuan LAPD", "subtitle": false, "program_id": "75", "wilayah_id": "70", "post_date": "2019-02-18 05:05:45", "description": "Surabaya \u2013 LAZISMU. Tiada henti untuk berbagi, Lazismu Surabaya memberikan perhatian pada seorang janda duafa pada Senin, 18 Februari 2019, di sisi utara jalan Surabaya tempat kediaman Ibu Khomsiyah yang berlamat di jalan Randu Branti No. 19, Sidotopo Wetan, Kecamatan Kenjeran Surabaya, yang sudah lama di tinggal suaminya meninggal dunia.\n\nIbu Khomsiyah merasa bahagia saat bertemu Amil Lazismu Surabaya melalui program Lazismu Aksi Peduli Dhuafa (LAPD) dengan tajuk utama One Day One Recipient, satu hari satu penerima manfaat.\n\n\"Terima kasih Lazismu Surabaya atas bantuan ini,\" kata Ibu Khomsiyah. \nDengan senyum mengembang, Ibu Khomsiyah sangat gemberia karena masih ada perhatian terutama aksi peduli dari Lazismu Surabaya.\n\nSaya berharap Lazismu di Surabaya terus berkembang. Dapat menyebarkan manfaat dan kebaikan sehingga terus mendapat kepercayaan oleh umat, pungkasnya.\n\nJika ada pembaca atau donatur yang ingin menyalurkan ZIS bisa lewat Bank Syariah Mandiri No. Rek 99398 2 01 00 0 00000 atas nama. Infaq Lazismu Kota Surabaya. Atau Bank Muamalat No. Rek 76640 2 01 00 0 00000 atas nama Infaq Lazismu Kota Surabaya. (aks)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=952&field=image&unique=02252019123105"}, {"blog_id": "blog.blog(18,)", "name": "Bahagiakan Disabilitas, Lazismu Serahkan Kursi Roda untuk 5 Penerima Manfaat ", "subtitle": false, "program_id": "76", "wilayah_id": "16", "post_date": "2019-02-25 05:47:44", "description": "Surabaya \u2013 LAZISMU. Kegiatan pentasyarufan dalam bentuk kursi kursi roda kepada mereka yang pantas diberi, dilakukan Lazismu di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Surabaya Jl. Wuni No. 9 Surabaya, pada Ahad (24/2/2019).\n\nIbu Mardiyah mengatakan, senang mendapatkan bantuan dari Lazismu ini. \"Kursi roda saya sudah berumur 5 tahun dan sudah tidak layak pakai. Syukur alhamdulillah, hari ini Lazismu datang membantu,\u201d katanya\n\n Terimakasih saya sampaikan, semoga Lazismu semakin dipercaya, tutur Mardiyah dengan mata berkaca-kaca.\n\nKetua Lazismu Kota Surabaya, Sunarko, mengatakan, bagi penerima bantuan kursi roda dan rombong apabila tidak bisa mengambil ke kantor, maka akan kami antar ke rumahnya.\n\n\"Setelah acara selesai amil Lazismu akan keliling mengantarkan kursi roda itu ke rumah perima bantuan lainnya,\" jelasnya.\n\nTujuan pertama yang kami datangi Ibu Mardiyah yang sudah 5 tahun menderita penyakit Stroke, berusia 69 tahun. Dia sekarang tinggal bersama suami dan anaknya di rumah yang berukuran 4 x 10 meter, kata Sunarko.\n\n\"Sekarang dia dibantu anaknya mulai dari makan dan aktifitas lainnya,\" lanjut Sunarko. Ia melanjutkan, adapun daftar penerima kursi hari ini pada 24 Februari 2019, yang pertama, Yuni Astuti Jl. Buntaran 2 No 85 (TB - Care PDA Surabaya), kedua, Dijah Jl. Kapasan Krampung Buntu 47 (PRM Tambak Rejo), ketiga, Ibu Soewarno Jl. Banyu Urip Jaya 1 No. 18 (PCM Sawahan), keempat, Mardiyah Jl. Kupang Segunting 5/35 (IPSM Dr. Soetomo), dan terakhir, Fitri Sumirati Jl. Kutisari Utara 2 - A1/16c (Kec. Tenggilis Mejoyo),\u201d bebernya. Sunarko, menambahkan, jika ada pembaca yang ingin menyalurkan ZIS bisa lewat Bank Syariah Mandiri No. Rek 99398 2 01 00 0 00000 atas nama. Infaq Lazismu Kota Surabaya. Atau Bank Muamalat No. Rek 76640 2 01 00 0 00000 atas nama Infaq Lazismu Kota Surabaya,\" katanya.(ts/hb)", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=953&field=image&unique=02252019124744"}, {"blog_id": "blog.blog(45,)", "name": "Reni Infeksi Usus, Operasi Berjalan Lancar Atas Dukungan Donatur", "subtitle": false, "program_id": "81", "wilayah_id": "14", "post_date": "2019-02-28 07:43:59", "description": "Sragen \u2013 LAZISMU. Joko, warga Sidomulyo, Sragen Wetan duduk sambil memegang foto putrinya Reni Mustika Sari, Senin (18/2/2019). Putrinya kini terbaring di ranjang ruang ICU Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soehadi Prijonenoro Sragen. Sudah sepekan ini gadis berumur 8 tahun itu menderita infeksi pada ususnya.", "image_url": "http://lazismu.org/web/image/3046/Infeksi Usus.jpg?access_token=f749ba8b-b002-41cc-8425-27aa5830f717"}, {"blog_id": "blog.blog(45,)", "name": "Menanti Uluran Tangan Donatur untuk Rumah Reot Pak Harmin ", "subtitle": false, "program_id": "97", "wilayah_id": "14", "post_date": "2019-03-04 09:20:49", "description": "Saat Lazismu datang ke rumahnya (Rabu, 27/2/2019), masih terdapat sisa lumpur bekas air hujan di halaman dan lantai tanah. Di dalam rumah pun masih basah. Genteng banyak yang bocor, atap seng bagian belakang sudah rapuh berkarat, bahkan penyangga atap rumah belakang sudah patah. ", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=960&field=image&unique=03052019231527"}, {"blog_id": "blog.blog(45,)", "name": "Capaian Kinerja Penghimpunan Terbaik Disematkan pada Lazismu DIY", "subtitle": false, "program_id": "98", "wilayah_id": "15", "post_date": "2019-03-04 09:57:17", "description": "Capaian ini menurut Ketua Lazismu DIY, Cahyono, merupakan apresiasi semua pihak dan bukti kepercayaan masyarakat kepada Lazismu. \"Masyarakat di DIY sangat percaya kepada Muhammadiyah terutama Lazismu sebagai lembaga pengelola zakat, infak dan sedekah,\u201d kata Cahyono.", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=961&field=image&unique=03052019221029"}, {"blog_id": "blog.blog(45,)", "name": "Rumah Ludes Terbakar, Giyo Berharap Rumahnya Dibangun Kembali", "subtitle": false, "program_id": "97", "wilayah_id": "14", "post_date": "2019-03-04 10:12:56", "description": "\"Walaupun beberapa tetangga kami sudah ada yang berencana bantu. Kemarin tetangga kami, seorang pengusaha meubel berencana membantu kami dengan memberikan kursi,\u201d kata Giyo. ", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=962&field=image&unique=03052019225747"}, {"blog_id": "blog.blog(45,)", "name": "Terjerat Riba, Mantan Pendiri EO Band Punk ini Hijrah Dirikan UMKM", "subtitle": false, "program_id": "100", "wilayah_id": "14", "post_date": "2019-03-05 09:45:27", "description": "Tak kuat dengan kondisi itu, ia memutuskan untuk membubarkan EO yang dibentuknya dan keluar dari bandnya. Selang berapa waktu ia melihat teman-teman punk-nya dulu mulai kembali belajar agama. Melihat pemandangan yang tak biasa itu, Gilang memutuskan bergabung untuk belajar agama lewat komunitas yang ditemuinya. ", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=963&field=image&unique=03062019133239"}, {"blog_id": "blog.blog(45,)", "name": "Lazismu Wujudkan Misi SMP Muhammadiyah 2 dengan Gerakan Kaleng Infak", "subtitle": false, "program_id": "48", "wilayah_id": "4", "post_date": "2019-03-05 09:52:43", "description": "\u201cMenumbuhkan kesadaran kepada anak-anak siswa bahwa mereka memiliki potensi dan kekuatan untuk bisa berinfak yang nanti uang yang mereka kumpulkan di kaleng infak tersebut bisa disalurkan untuk siswa-siswi yang kurang mampu baik yang berada di lingkungan sekolah maupun yang berada diluar lingkungan sekolah\u201d. Jelas nya. ", "image_url": "http://lazismu.orghttps://lazismu.org/web/image?model=blog.post&id=964&field=image&unique=03062019132921"}]