• info@lazismu.org


Ekonomi || JAWA TIMUR || 09/10/2019

Bantu Pasutri Tunanetra Hasan Agar Tak Menjadi Tunawisma

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh,

Sungguh memprihatinkan kondisi pasangan suami istri (pasutri) Nur Hasan dan Muntani. Kedua matanya yang buta sekarang harus menerima ujian hidup istri tercintanya, Muntani, sakit parah yang mengharuskan pasutri ini kesulitan masalah finansial. "Prioritas saya supaya istri sehat dulu, masih belum terpikirkan akan pindah kemana". Begitulah ungkapan ketegaran yang dilontarkan oleh Pak Hasan atas ujian hidup yang dialaminya kini. Ia binggung harus mencari bantuan finansial kepada siapa lagi, ketika mengetahui bahwa istri tercinta, menderita sakit yang harus rawat inap di rumah sakit.

Pak Nurhasan yang akrab disapa Hasan berprofesi sebagai tukang pijat sejak tahun 1996 hingga saat ini dengan penghasilannya yang kian menurun. Perjalanan praktek pijat Pak Hasan telah mengalami berbagai lika-liku. Mulai dari punya panti pijat sendiri yang dapat melayani hingga 100 pasien per bulannya, berubah ke rumah kontrakan, hingga kemudian harus membuka praktek di rumah kos dengan jumlah pasien yang menyusut jauh hanya mencapai maksimal 10 pasien tiap bulannya. Keadaan ini tak kunjung membaik hingga puncaknya pada tahun 2018. "Ketika itu kami sudah menunggak tidak bayar uang sewa selama 3 bulan, hingga akhirnya pemilik kos pun mendatangi kami dan mengatakan jika kamar tersebut sudah laku terjual. Kami terpaksa keluar dengan keadaan sangat bingung mencari tempat tinggal". 

Qadarullah ada orang yang meminjamkan rumah untuk Pak Hasan tinggal sementara sekaligus membuka praktek pijatnya. Namun keadaan tersebut hanya sementara, pasalnya rumah tersebut sudah laku terjual dan dalam waktu 1-2 bulan kedepan, mereka harus mengosongkan kembali rumah tersebut. 

Hal inilah yang sepertinya membuat kondisi psikologis Bu Muntani memburuk. Pikiran yang bingung dan stres karena kondisi yang tak kunjung membaik.

Bagaikan pepatah "Sudah Jatuh, Tertimpa Tangga Pula", kondisi malang dialami oleh Istri dari Pak Hasan akibat sakit Anemia Akut yang dideritanya. Istri Pak Hasan, Bu Muntani beberapa hari lalu dilarikan ke Rumah Sakit Umum Saiful Anwar, Malang karena kondisinya yang kian memburuk. Kondisi kesehatan Bu Muntani sudah tidak baik sejak bulan Februari lalu, namun karena kondisi keuangan Bu Muntani tidak pernah diperiksakan ke dokter. Hingga pada bulan Agustus, ketika kondisi makin buruk ditambah kaki yang bengkak, barulah bu Muntani diperiksakan ke dokter. Diagnosis dokter mengatakan beliau menderita Anemia Akut ditambah Asam Lambung tinggi karena pola makan yang kurang baik dan stres yang dialami beliau. "Gimana pola makannya baik, kalau untuk makan besok saja masih mikir", ungkap Pak Hasan. 

Bukan itu saja penderitaan Hasan masih berkelanjutan. Di saat pasien pijat sepi, istri sakit, tidak punya tempat tinggal, ditambah beban tunggakan BPJS yang harus dibayarkan sebesar Rp 3.000.000 atas premi BPJS yang sudah lama tidak dibayarnya. Beliau terpaksa harus berhutang kepada temannya untuk membayar tunggakan tersebut agar sang istri segera bisa mendapat penanganan medis.

Meski begitu tak terlontar sedikitpun keluhan dari Pak Hasan saat bercerita kepada pihak Amil Lazismu Kota Malang. Satu fakta lain yang kami ketahui, beliau juga aktif mengajarkan Al-Qur'an di salah satu Sekolah Luar Biasa (SLB) di daerah Kedungkandang, Malang. Saat ditanyai gaji, beliau mengaku digaji Rp 200ribu per bulannya. "Biarpun tidak ada gaji itu pun saya ikhlas, yang penting apa yang saya punya dan saya bisa, dapat menjadi manfaat bagi orang lain". Dengan kondisi tersebut sangat berat rasanya perjuangan Pak Hasan dan istri dalam melanjutkan harapan hidupnya. Mencari tempat tinggal di sekitaran Kota Malang pun butuh dana yang tidak sedikit. Adapun satu-satunya pekerjaan yang bisa dilakukan Pak Hasan ialah jasa pijat yang kebanyakan pelanggan beliau berdomisili di Kota Malang. Sehingga beliau harus mencari tempat tinggal di sekitaran Kota Malang.

Kami dari Lazismu Kota Malang mengajak para dermawan untuk turut membantu pasangan tunanetra agar dapat melanjutkan harapan hidup mereka. Jangan biarkan Pak Hasan dan istri terlunta-lunta menjadi tunawisma di kemudian hari dan kehilangan harapan hidup. Karena sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain, mari berbagi manfaat membawa titik cerah diatas banjir ujian yang dialami Pak Hasan dan istri.

Donasi yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk;

1. Melunasi hutang Denda BPJS Pak Hasan dan Bu Muntani

2. Mencarikan tempat yang layak untuk tinggal dan praktek pijat Pak Hasan 

3. Membiayai keperluan medis Bu Muntani

Untuk teman-teman yang ingin membantu silahkan berdonasi dengan cara:

1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”

2. Masukan data donatur dan pilih metode pembayaran

3. Masukkan nominal donasi

Tidak hanya berdonasi, teman-teman juga bisa membantu dengan cara menyebarkan halaman galang dana ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak orang yang ikut membantu.

Jika ada pertanyaan mengenai penggalangan dana ini, teman-teman bisa menghubungi Pihak Lazismu Kota Malang di Nomor : 08155510702

Kantor kami berada di Jalan Gajayana No 28b, Kota Malang.

Terimakasih atas doa, dukungan dan bantuannya, semoga Allah membalas semua kebaikan teman-teman.

Wassalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh