INISIASI REMBUK WARGA PENYINTAS GEMPA CIANJUR, MUHAMMADIYAH DIRIKAN UNIT HUNIAN DARURAT

Ditulis oleh Doddy
11:18, 28/11/2022
Cover INISIASI REMBUK WARGA PENYINTAS GEMPA CIANJUR, MUHAMMADIYAH DIRIKAN UNIT HUNIAN DARURAT
KABUPATEN CIANJUR -- Gempa magnitudo 5,6 yang mengguncang Kabupaten Cianjur dan sekitarnya menyebabkan kerusakan rumah secara masif. Akibatnya, banyak warga yang harus kehilangan tempat tinggal. Sebagian mengungsi ke tempat kerabat terdekat, sebagian lagi harus tinggal di titik-titik pengungsian dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.

Kondisi para penyintas ini memantik Muhammadiyah untuk memberikan bantuan selain respons cepat, yaitu berupa hunian darurat. Pada hari Sabtu (26/11) para relawan Muhammadiyah mulai mendirikan hunian darurat di Kampung Barukaso, Desa Sukamulya, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur. Hunian ini sedianya berawal dari rembuk warga yang digelar di kampung tersebut.

Kedatangan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) di Desa Sukamulya bersama Lazismu dan relawan Muhammadiyah disambut hangat oleh warga Kampung Barukaso. Komunikasi bersama warga penyintas berjalan lancar sampai kemudian diadakan rembuk warga. Ketua MDMC Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Budi Setiawan yang hadir di tengah rembuk warga mengatakan, kehadirannya untuk menyampaikan kabar gembira.

"Kendati suasana masih berduka, mari bersama-sama kita hilangkan duka tersebut untuk tetap bangkit menjaga martabat kemanusiaan. Kami bisa bersilaturahim, ikut berempati dan merasakan bagaimana keadaan sekarang ini, saya bersyukur bapak-bapak tetap ceria meskipun rumah hancur, jika terus larut dalam kesedihan tidak akan selesai," ucap Budi.

Budi kemudian menegaskan bahwa Muhammadiyah datang bukan untuk berlalu begitu saja, melainkan untuk mendampingi warga dan bersama-sama mendirikan hunian darurat. "Kami datang ke sini bukan lalu pergi begitu saja. Tetapi ingin mendampingi dan bergotong-royong membuat hunian darurat. Hunian darurat ini nantinya bisa ditempati dengan layak bersama keluarga. Karena itu, rembuk warga ini adalah penting untuk menyepakati secara bersama-sama," terangnya.

Salah seorang relawan Muhammadiyah, Heri Pramono mengatakan, pihaknya telah membuat purwa rupa hunian darurat sebagai contoh. Harapannya adalah agar warga dapat melihat secara langsung dari sisi ukuran dan bentuk. "Mengapa kemarin kami kemari membuat contoh hunian darurat ini di sini, karena berdasarkan hasil kajian dan ijin dari para pemangku kepentingan di desa ini terutama kepala desa, rukun warga dan rukun tetangga, warga sangat membutuhkan," tegas Heri.

Melengkapi keterangan Heri, relawan Muhamamdiyah lainnya, Donny Halim Mutiasa turut menjelaskan bahwa rencananya akan didirikan lima ratus unit hunian darurat di desa ini. Ukurannya seluas 6x4 meter, sesuai standar internasional. "Kami berharap, satu unit hunian ini bisa dihuni sebanyak lima hingga enam anggota keluarga," harapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Suganda mewakili warga Kampung Barukaso mengucapkan terima kasih kepada Muhammadiyah. Apalagi kedatangan Muhammadiyah ke sini, ujar Suganda, akan mendampingi sampai hunian darurat ini berdiri yang dimulai hari ini. "Bersama warga di sini kami bersepakat untuk saling gotong-royong membuat hunian darurat dan kami senang di lokasi ini juga akan didirikan masjid darurat agar warga dapat tetap beribadah" ungkapnya.

Di hari keenam pasca gempa, respons Muhammadiyah melalui MDMC yang didukung penuh Lazismu telah mengerahkan 270 relawan Muhammadiyah. Pusat informasi berlokasi di SD Islam Kreatif Muhammadiyah yang berada di Jalan KH Abdullah Bin Nuh No. 64, Sawah Gede, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat sebagai Pos Koordinasi Utama. Sebanyak empat pos pelayanan juga telah didirikan di lokasi berbeda, lengkap dengan layanan medis.

Selain datang untuk rembuk warga, Muhammadiyah juga menangani warga patah tulang yang sudah lanjut usia. Muhammadiyah menerjunkan Dokter Spesialis Orthopedi MDMC yaitu dr. Meiky Fredianto, Sp.OT. Meiky Fredianto yang berasal dari RS PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman, Yogyakarta langsung menangani pasien di lokasi tenda darurat untuk mengobati.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Nazhori Author]