MOMENTUM MILAD MUHAMMADIYAH, LAZISMU LUNCURKAN TANI BANGKIT TANAM PORANG

Ditulis oleh Doddy
15:54, 21/11/2021
Cover MOMENTUM MILAD MUHAMMADIYAH, LAZISMU LUNCURKAN TANI BANGKIT TANAM PORANG
KABUPATEN SLEMAN -- Bertepatan dengan Milad ke-109 Muhammadiyah, Lazismu Wilayah DI Yogyakarta meluncurkan program Tani Bangkit di Desa Wedomartani, Kapanewon (kecamatan tingkat kabupaten) Ngemplak, Kabupaten Sleman. Acara berupa penanaman pohon Porang ini berlangsung pada Kamis (18/11), dihadiri oleh perwakilan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Badan Pengurus Lazismu DI Yogyakarta, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DI Yogyakarta, Badan Pengurus Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Panewu Kapanewon Ngemplak, Lurah Wedomartani, dan mitra Lazismu PT. Agri Catra Internusa serta PT. Golden Barkah Mandiri.

Ketua Lazismu Wilayah DI Yogyakarta, Cahyono menyampaikan, Milad Muhammadiyah kali ini merupakan momentum yang sangat baik untuk meluncurkan program ini. "Berkaitan Milad Muhammdiyah ke-109 secara nasional, ini menjadi momentum sangat baik dan berharga telah meluncurkan program pemberdayaan petani dengan menanam pohon Porang, program dengan konsep pemberdayaan bisa membangkitkan dan menyejahterakan para petani. Untuk tanam perdana ditempatkan wilayah Sleman kurang lebih 3 hektar," ujarnya.

Cahyo menambahkan, proses pemberdayaan petani melibatkan unsur masyarakat dari berbagai peranan untuk mengembangkan dan bekerjasama dalam mengkaji masalah, merencanakan, dan mengevaluasi program yang dirancangkan secara bersama. Menurutnya, keberhasilan dalam meningkatkan bidang pertanian dengan pengetahuan dan keterampilan untuk bercocok tanam meningkat dan faktor pendukung lainnya adalah adanya dukungan dari pemerintah daerah setempat. Secara bersama-sama masyarakat akan mendukung program pemberdayaan petani yang berharap akan jadikan peningkatan program ketahanan pangan.

Eny Wijayanti selaku Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah menegaskan, para petani memiliki peran penting dalam program Tani Bangkit ini. "Proses menyamakan visi, misi, dan frekuensi tidak hanya satu, dua atau tiga bulan, namun cukup lama karena mempertimbangkan kebermanfatannya harus besar. Disini petani tidak hanya jadi objek tapi sebagai aktor utama dalam memajukan perekonomian bangsa" tegas Eny.

Ia pun menyambung, kegiatan budidaya Porang melibatkan beberapa petani lokal yang nantinya akan dilatih untuk merawat dengan penguasaan teknologi yang mampuni sehingga ada hasil panen secara maksimal. Baginya, menyejahterakan masyarakat petani di wilayah mayoritas penduduk berprofesi petani melalui program pemberdayaan dengan mendorong dan membangkitkan motivasi agar dalam aktivitas pertanian bisa meningkatkan taraf hidup ekonomi keluarga, disertai dengan penguatan akidah.

Sementara itu, mewakili Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Siti Rochayah Dwi Mulyani menyampaikan apresiasi kepada Lazismu atas program Tani Bangkit dengan budidaya Porang ini. Ia menuturkan, Pemerintah Kabupaten Sleman akan tetap mendukung program dalam usaha pertanian karena dapat disertifikasi pangan, tidak hanya padi namun juga Porang.

"Apresiasi yang sebesarnya kepada Lazismu adanya program Tani Bangkit budidaya Porang. Ini bisa menjadi disertifikasi pangan, tidak hanya padi namun juga Porang. Kunci dalam usaha bidang pertanian adalah teknologi sebagai pengembang tanaman, di sisi lain ada upaya dalam hal pemasaran sehingga ada peningkatan taraf hidup petani di pasar. Pemerintah Daerah Sleman mendukung program pemberdayaan petani," ujarnya.

Siti kemudian menambahkan, memperkuat potensi yang dimiliki masyarakat menjadi penting untuk langkah pemberdayaan sebagai upaya aksi nyata melalui berbagai kegiatan pelatihan agar dapat membuka akses peluang informasi termasuk pasar. Program pemberdayaan akan berdampingan dengan pemakaian teknologi sehingga ada perubahan subsistem tradisional menjadi petani modern yang berwawasan agribisnis. "Usaha di bidang pertanian kuncinya adalah di teknologi, namun juga di pemasaran sehingga dapat meningkatkan taraf hidup petani ada di pasar," tutupnya.

Senada dengan Siti, Azman Latif selaku Wakil Ketua PWM DI Yogyakarta menyambut baik kegiatan ini. "Suatu kegiatan yang dapat memberikan manfaat besar, penanaman budidaya tanaman asli Indonesia harus ditanam, dipelihara, dirawat sebaik mungkin sehingga ada timbal balik. Jika perawatannya maksimal dan bagus makan hasil yang didapat juga besar. Oleh karena itu perlu adanya unsur mitra yang menguasai teknologi yang kita tidak menguasainya," ujarnya.

Wilayah Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman akan dijadikan pilot project penanaman perdana yang nantinya sebagai pusat pelatihan dan pendampingan kelompok petani Porang se-DI Yogyakarta. Potensi lahan yang akan ditanam pohon Porang sebesar 300 hektar, maka diperkirakan ada sekitar 5000 kepala keluarga yang terlibat dalam pertanian ini, sehingga dapat menyukseskan petani-petani di semua wilayah DI Yogyakarta.

Penanaman pohon Porang ini tersebar di lima kabupaten/kota di wilayah DI Yogyakarta dengan menggandeng mitra perusahaan yang ahli dalam pengembangan teknologi budidaya Porang. Kegiatan budidaya Porang ini juga melibatkan beberapa petani lokal yang akan dilatih untuk merawat dengan penguasaan teknologi yang mumpuni sehingga dapat memperoleh hasil panen secara maksimal.

[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Marzuki]