Siaga Bencana, Lazismu Jawa Timur Gelar Apel Siaga dan Bimtek Ambulans

Ditulis oleh berita
07:06, 13/09/2021
Cover Siaga Bencana, Lazismu Jawa Timur Gelar Apel Siaga dan Bimtek Ambulans
SIDOARJO - Apel Siaga dan Bimtek Kedaruratan dan Kebencanaan digelar Lazismu Jatim di Lapangan dan Gedung Fikes, Kampus III Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Sabtu (11/9). Apel tersebut diikuti oleh 40 ambulans Lazismu se-Jawa Timur.

Ketua panitia Aditio Yudhono dalam sambutannya memandang bahwa adanya apel siaga dan bimtek kedaruratan dan kebencanaan bagi kru ambulans Lazismu sangatlah urgen.

“Apel dan bimtek bagi ambulan Lazismu sangatlah urgen karena pada bulan-bulan terakhir setiap tahun sering terjadi bencana. Sehingga kesiapsiagaan kru ambulan sangatlah menentukan. Pada saat penanganan pertama bencana, profesionalitas dari kru ambulans inilah yang nantinya bisa memperingan masalah kebencanaan atau kedaruratan karena mereka ada di garda depan,” ujar Aditio.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Lazismu Jawa Timur drh Zainul Muslimin juga menyampaikan bahwa musim penghujan sebentar lagi datang dan seringkali menghadirkan bencana yang tak terduga.

“Hampir semua kabupaten dan kota di Jatim mempunyai potensi bencana masing-masing ketika musim penghujan tiba. Contohnya Kabupaten Lamongan dan Gresik yang langganan banjir,” ujarnya.

Ia berharap setelah apel siaga, seluruh kru dan personel ambulans bisa bertindak cepat, akurat, tepat, dan penuh semangat. Di sisi lain, Lazismu juga menyiapkan 30.000 Kaleng KornetMu untuk mendukung penanganan kedaulatan dan kebencanaan di Jawa Timur.

“Seluruh Lazismu daerah se-Jatim dibekali logistik pangan berupa makanan kaleng siap santap KornetMu non kurban. Serta peralatan-peralatan yang kita miliki dipersiapkan sebaik-baiknya agar cepat dan siap pakai ketika dibutuhkan,” paparnya.

Sementara itu bimtek pengelola ambulans Lazismu dilaksanakan di lantai 4 gedung kampus 3 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.

Materi bimtek yang disampaikan kepada para paserta meliputi Peran Ambulans dalam Situasi Kebencanaan, Penanggulangan Kondisi Gawat Darurat dan Kebencanaan Terpadu, Praktik Evakuasi dan Memindahkan Korban Bencana serta Kelalulintasan bagi Driver dan Kru Ambulans.

“Oleh karena itu bagi tenaga operasional layanan ambulans ini perlu ditingkatkan semangat dan kapasitasnya. Keterampilan atau skill, pengetahuan dan wawasan kedaruratan juga harus terus diasah. Salah satunya  dengan apel siaga dan bimbingan teknis (bimtek) ambulans Lazismu se-Jatim guna kesiapsiagaan dalam menghadapi terjadinya bencana,” paparnya.

Lazismu Jatim juga memberikan satu mobil ambulans untuk pimpinan wilayah Muhammadiyah Kalimantan Selatan yang rencananya akan digunakan untuk mobilitas kedaruratan di sana.

(Tiko/Yusuf)