Kedermawanan Aktivis Muda Muhammadiyah

Ditulis oleh berita
19:31, 24/11/2021
Cover Kedermawanan Aktivis Muda Muhammadiyah
Pandemi belum usai. Virus covid-19 masih menghantui. Pemerintah kembali menerapkan PPKM level 3 di berbagai daerah jelang liburan natal dan tahun baru. Ekonomi belum pulih secara penuh.

Di tengah situasi yang serba tidak pasti, masyarakat kelas menengah ke bawah terus dihantui dengan himpitan tuntutan hidup yang tinggi. Ada banyak mulut yang mesti diberi makan, ada banyak kebutuhan yang mesti dipenuhi. 

Belum lagi tingginya curah hujan yang membawa banjir di berbagai tempat. Banjir bandang di Batu, Jawa Timur meminta tumbal korban jiwa. Banjir yang bertahan lebih dari tiga pekan di Sintang, Kalimantan Barat juga meminta korban. Banjir-banjir di tempat lain juga sama. Banjir selalu mendatangkan kesusahan hidup bagi korbannya.

Kendati demikian, apapun yang terjadi, hidup harus terus berlanjut. Harapan akan masa depan yang lebih baik terus dijaga. Manusia bisa bertahan tanpa makan dan minum dalam beberapa hari. Namun, manusia tidak bisa bertahan tanpa harapan, meskipun hanya sedetik saja.

Untuk terus memupuk harapan tersebut, rasa empati dari sesama menjadi kunci. Kepedulian orang lain yang memiliki harta lebih menjadi begitu penting. Ia adalah setitik embun di tengah padang pasir kemiskinan. Menariknya, kendati pendapatan masyarakat turun, namun mereka tetap berderma.

Dalam survei yang dilakukan oleh Lazismu bertajuk Dampak Sosial Ekonomi Covid-19 Terhadap Perilaku Berderma Masyarakat, dijelaskan bahwa perilaku berderma masyarakat tidak mengalami penurunan meskipun pendapatan mereka mengalami penurunan. Maka, tak heran jika survei lain mengganjar Indonesia dengan gelar negara dengan penduduk paling dermawan sedunia.

Contoh semangat berderma itu datang dari beberapa aktivis muda Muhammadiyah. Ali Muthohirin, Ketua Umum DPP IMM 2016-2018 itu rela melelang barang yang ia cintai, vespa, untuk korban banjir di Batu, Jawa Timur. Vespa yang ia beli dengan harga tidak murah tersebut ia maksudkan sebagai koleksi.

Namun, ia terhenyak ketika melihat korban banjir bandang di Batu. Ia ingin membantu korban. Namun, ia tidak sekedar membantu dengan donasi seratus dua ratus ribu. Tak tanggung-tanggung, ia lelang vespa kesayangannya. Ia merasa terpanggil dengan firman Allah dalam surat Ali Imran ayat 92 yang berbunyi:

لَن تَنَالُوا۟ ٱلْبِرَّ حَتَّىٰ تُنفِقُوا۟ مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِن شَىْءٍ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِۦ عَلِيمٌ

Artinya: "Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya."

Akhirnya, vespa tersebut terjual dengan harga 41 juta rupiah oleh seorang temannya di Surabaya. Rencananya, ia akan menyerahkan bantuan tersebut bersama dengan pembeli, baik langsung ke lokasi bencana atau melalui Lazismu.

"Sebelum bencana itu sempat ditawar orang dengan harga 45 juta, nggak saya lepas. Vespa itu kan soal selera dan hobi, jadi harganya bisa tinggi," ujar Ali.

Justru itu yang membuatnya melepas vespa untuk membantu orang lain. Vespa adalah barang yang ia cintai. Sedangkan, kata Allah, seseorang tidak sempurna imannya sampai berani menginfakkan barang yang ia cintai.

Contoh lain dari aktivis muda Muhammadiyah adalah adanya seorang tenaga pengajar yang mewakafkan tanahnya untuk SMK Muhammadiyah Pondok Pesantren Imam Syuhodo. Ia adalah Ninin Karlina. Aktivis MDMC Jawa Tengah dan PD Nasyiatul Aisyiyah Sukoharjo,

Ia memiliki tanah dengan luas +-100 meter persegi di samping gedung SMK Muhammadiyah Pontren Imam Syuhodo, Sukoharjo, Jawa Tengah.. Sebagai tenaga pengajar di sana, ia ingin memberikan lebih. Maka, ia merelakan tanahnya tersebut untuk dikelola oleh santri-santri yang ada di sana.

Sejatinya, tanah tersebut berada di tempat yang cukup strategis. Tanah tersebut menjadi rebutan banyak orang untuk memilikinya. Bahkan, ada yang ingin membeli dengan harga 10 kali lipat dari harga normal. Tanah tersebut juga bisa disewakan dengan harga yang tinggi.

Kini, tanah tersebut digunakan oleh para santri untuk ternak ikan gurami. SMK Pontren Imam Syuhodo Sukoharjo adalah pesantren SMK berbasis kewirausahaan. Sehingga, santri, selain belajar ilmu agama dan ilmu teknik, juga belajar berwirausaha. Tak heran, tanah tersebut dipilih untuk menjadi wahana latihan ternak ikan.

Dua contoh kedermawanan kader-kader muda Muhammadiyah tersebut layak menjadi teladan bagi kita semua. Bahwa semangat membantu orang lain harus tetap menyala. Di sisi lain, memberikan bantuan juga merupakan wujud dari rasa syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas segala kenikmatan yang tak terhitung jumlahnya.

Membantu orang lain berarti turut menghidupkan lilin harapan mereka yang hampir padam. Membantu orang lain berarti turut meyakinkan bahwa masa depan akan selalu lebih indah. Membantu orang lain juga berarti bahwa nilai-nilai kemanusiaan yang luhur itu belum luruh dalam arus modernitas. Bahwa masih ada nilai-nilai kebaikan dan kebahagiaan yang lestari.

(Yusuf)