


JAKARTA -- Badan Amil Zakat Nasional dan Lembaga Amil Zakat Nasional berkumpul di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, (9/4/2026), berbagi gagasan untuk optimalisasi potensi zakat di Indonesia. Penghimpunan tidak sekadar angka, tapi bagaimana penyaluran program mampu memberikan dampak bagi penerima manfaat. Riset menjadi kunci bagaimana angka bisa memberi makna pada kesejahteraan masyarakat.
Para pegiat filantropi tercengang, pasalnya berdasarkan riset, potensi zakat di Indonesia hampir menyentuh Rp 1000 triliun. Data ini perlu dicermati kembali, mengingat peneliti baik dari akademisi, BPS, BI dan Bappenas memiliki data berbeda-beda, yang pasti potensi zakat tersebut mendorong pelaku filantropi untuk saling bersinergi.
Hal ini terungkap dari acara Silaturahmi Halal Bihalal yang diselenggarakan Lazismu, Baznas dan Kementerian Agama yang menghadirkan lembaga amil zakat nasional di Aula Masjid At-Tanwir Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan tema Fundraising 1447 H Bersama Gerakan Zakat Menguatkan Indonesia.
Pimpinan Baznas Republik Indonesia, Rizaludin Kurniawan mengatakan, saat ini banyak sekali kita dapatkan informasi dan sering kali disampaikan pemerintah baik oleh BPS, Bappenas dan lainnya tentang berapa potensi zakat nasional. “Jika ada sensus ril potensi dana zakat bisa di survey dan biayanya senilai Rp 20 miliar,” ujarnya.
Terakhir informasi dari Bapak Menteri, kata Rizal, hampir Rp 1000 triliun. Poinnya apa, potensinya besar dan perhatian global tertuju ke Indonesia serta menjadi rujukan dalam iklim pengelolaan zakat.
“Semua potensi itu tidak sekadar angka tapi bagaimana strateginya dan teknis program serta sumber daya amilnya,” terang Rizal. Harusnya ada total potensi dan ada potensi yang diraih dan potensi mininum yang bisa dicapai.
Merespons hal itu, Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hilman Latief, menuturkan bahwa inilah pentingnya mencatat potensi zakat di tanah air. “Berdasarkan riset saya di tahun 2017, waktu itu di Muhammadiyah potensinya hampir Rp 470 miliar, saat itu dan itu dulu Lazismu baru menghimpun sebesar Rp 70 miliar,” ungkap peneliti dan pegiat filantropi ini.
Uniknya, sambung Hilman, proyeksi riset itu menarik dan baru bisa tercapai di tahun 2022. Pada sisi lain, saya pribadi ingin ingatkan juga bahwa justeru perhatian pentingnya pada bagaimana distribusinya. Sebagai peneliti dan pegiat filantropi, grand desain capaian distribusinya seperti apa dan bagaimana serta apa saja. Bagaimana zakat mampu berkontribusi pada pembangunan dan SDGs.
Saya masih ingat Baznas pernah menerbitkan dokumen Fikih SDGs. Dokumen itu saya baca sebagai dokumen menarik. “Dulu kita ada dalil tentang zakat profesi. Meski tidak semua mempraktikannya, baru MUI dan Muhammadiyah serta lainnya yang menerapkan.
Maksud saya, bagaimana Fikih SDGs itu dimaknai dan saat ini belum saya temukan menjadi suatu strategi yang ada dampaknya. Grand desain kemaslahatannya seperti apa? “Kita baru dapat angka secara unum, dampaknya belum dirumuskan menjadi temuan kontribusi,” pesan Hilman menggaris bawahi.
Hal ini harus diseriusi dan proses distribusinya bagaimana. Saya belum menemukan dampak. Ini yang selanjutnya bisa dikaji dan dibaca secara internasional. Mudah-mudahan kerjasama ini bisa berlanjut dan lebih berdampak.
Belajar Filantropi dari Muhammadiyah
Menarik apa yang disampaikan Rizaludin Kurniawan dan Hilman Latief tentang potensi zakat dan dampak pendistribusiannya. Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI, Waryono Abdul Ghofur, mengungkapkan untuk mencapai semua itu, kita harus bersinergi bersama.
“Kita harus belajar dari Muhammadiyah. Terutama terkait filantropi yang sejak berdirinya sudah melakukan hal itu untuk memberikan nilai manfaat kepada Masyarakat.” tandasnya.
Mengenai kekuatan potensi zakat di Indonesia, memang belum menjadi berita menarik dan besar di dunia. Kapan orang lain akan melihat kita. Karena itu, mari kita sama-sama merumuskan undang-undang zakat yang adaptif dengan perubahan zaman.
“Kami sangat menerima kritik dan masukan. Hemat saya, Hilman Latief telah menekuni gagasan Mohammed Arkoun dalam kajian pemikiran Islam tentang korpus resmi terbuka dan korpus resmi tertutup,” jelasnya. Nah saya pikir undang-undang zakat ini adalah korpus resmi terbuka. Saya berharap ada saran dan masukan dari semua lembaga amil zakat nasional untuk sama-sama kita rumuskan.
Perihal Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional, lanjut Waryono. memang ada ketidaktepatan penyaluran dana sosial dan itu cukup tinggi. Ketika belajar dari Bappenas ketidaktepatan anggaran dana sosial itu Rp 70 triliun, ini dalam satu tahun. Waryono menilai, betapa pentingnya penggunaan data dan update serta validasi sehingga bukan data mati.
Sekali lagi terima kasih kepada semua lembaga amil zakat yang telah berkontribusi. Sinergi, saran dan masukan sangat berarti bahwa zakat ke depannya akan betul-betul menguatkan Indonesia, tutupnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

YORDANIA – Senyum anak perempuan dan anak laki-laki asal Palestina itu adalah senyum penuh harapan. Yang membuat takjub adalah mereka penyintas kanker. Anak-anak yang berjuang melawan penyakitnya di saat tanah kelahirannya terampas oleh genosida Israel.
Kebahagiaan mereka terpancar ketika Lazismu bersama Fajar Kusuma Wardhana dari perwakilan KBRI Amman atas nama Duta besar RI di Amman, Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah dan Pimpinan Cabang Iistimewa Aisyiyah Yordania serta Muhammadiyah Aid pada Sabtu, 4 April lalu, berkunjung ke Rumah Sakit King Hussein Cancer Foundation and Center (KHCC) Yordania.
Agenda kunjungan itu juga bagian dari misi kemanusiaan Lazismu untuk warga Palestina dengan meyalurkan bantuan sebanyak 160 paket. Bantuan kemanusiaan berupa makanan, dana pengobatan sebesar 100 dolar Amerika Serikat untuk setiap penerima, serta mainan bagi anak-anak, kata Ketua Pelaksana, Rodiatun Mardiah dari PCIM Yordania.
Rodiatun mengatakan, secara pelaksanaan atas rekomendasi RS KHCC, penyerahan bantuan berpindah lokasi ke Hotel Al Fanar Amman. “Hotel khusus yang didedikasikan oleh kerajaan Yordania untuk menampung seluruh pasien anak dari Gaza, yang mengidap kanker,” jelasnya saat dikonfirmasi tim media Lazismu pada Rabu, 8 April 2026.
Mengingat jumlah penerima manfaat yang banyak dan agar aktivitas kegiatan rumah sakit dalam melayani pasien yang lain dikhawatirkan terganggu maka kepindahan ini merupakan antisipasi yang sudah dikoordinaiskan pihak rumah sakit bersama Lazismu dan PCIM Yordania.
"Program bantuan terhadap anak-anak Gaza penyintas Kanker ini merupakan bentuk kepedulian kami, mewakili Lazizmu Pusat, dalam hal kemanusiaan,” ujarnya. Selain itu, program kemanusiaan ini semakin menunjukkan keseriusan Lazizmu dalam memberikan perhatian terhadap saudara-saudara kita warga Palestina khususnya yang saat ini berada di Yordania.
PCIM Yordania berharap, program dan bantuan terhadap warga Palestina di Yordania dapat terus berlangsung, mengingat posisi Yordania sebagai rumah pengungsi Palestina terbesar di dunia.
Duta Besar Indonesia di Aman yang diwakili Fajar Dwi Khusuma Whardana, memberikan dukungan langsung terhadap pelaksanaan kegiatan. Kehadiran tersebut kata Fajar, menjadi bentuk perhatian dan kepedulian terhadap kondisi anak-anak Palestina di Yordania.
“Anak-anak yang mengikuti kegiatan tampak antusias dan ceria. Sebagian dari mereka hadir didampingi oleh orang tua, yang turut merasakan manfaat dari kegiatan ini,” pungkasnya.
Salah seorang penerima manfaat, Mujahid (10), menyampaikan rasa bahagianya dapat mengikuti kegiatan ini. Ia mengaku senang dapat bernyanyi, mewarnai, dan bermain bersama para relawan.
Relawan yang mendampingi, Roro menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman yang bermakna serta menjadi wujud nyata kepedulian terhadap sesama. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang.
“Pelaksanaan kegiatan berjalan lancar berkat koordinasi semua pihak yang mendukung misi kemanusiaan Lazismu, hal ini tidak terlepas dari meningkatnya jumlah relawan yang berpartisipasi,” ungkapnya.
Rumah Sakit King Hussein Cancer Foundation and Center (KHCC) menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Lazizmu yang telah memberikan perhatian kepada penyintas kanker, khususnya anak-anak Gaza di Yordania.
Rumah sakit tersebut juga berharap hubungan antara Lazismu dan KHCC dapat semakin kuat, utamanya pascakunjungan Lazismu dan Muhammadiyah Aid pada tahun lalu, yang delegasinya dipimpin oleh Yayah Khisbiyah dan Mujadid Rais.
Nilai penting komitmen kemanusiaan ini adalah bagaimana bantuan ini ditujukan bagi anak-anak Palestina penyintas kanker yang tengah menjalani perawatan di Yordania sehingga dapat memberikan dukungan baik secara material maupun psikologis.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

BREBES -- Gelombang arus balik Hari Raya Idul Fitri 1447 H, mengalami puncaknya. Hari Senin 30 Maret, aktivitas perkantoran dan sekolah kembali dimulai.
Terpantau sejak Sabtu hingga Ahad (28 - 29/03/2026), kendaraan memadati ruas jalan penghubung antar kota antar provinsi. Seperti di perempatan Buntu; Banyumas, Jawa Tengah volume kendaraan roda empat dan dua beriringan terkonsentrasi menuju Jakarta dan Bandung.
Operasional Posko Mudikmu Aman Lazismu masih bergiat melayani pemudik yang beristirahat. Penanggung Jawab Posko Mudikmu Aman, Amirudin dari Masjid Ahmad Dahlan Kompleks Perguruan Muhammadiyah Jalan Raya Paguyangan Brebes, mengatakan para petugas telah disiapkan sejak 15 Maret 2026.
"Pemudik mendapatkan layanan gratis berupa Air Bersih, Toilet, Charger, Cek dan konsultasi kesehatan, Obat-obatan dan P3K yang dilengkapi layanan ambulans untuk situasi darurat," jelasnya.
Amirudin mengungkapkan dengan area parkir yang luas dan nyaman pemudik bisa beristirahat dengan aman dan tetap bisa solat di masjid dua lantai ini. Di Posko Kesehatan, kata Amir, pemudik memanfaatkan layanan kesehatan gratis dengan melakukan cek gula darah, kolesterol, asam urat dan tensi darah termasuk toilet untuk disabilitas.
Salah seorang pemudik, Ahmad mengaku sangat terbantu dengan adanya Posko Mudikmu Aman dari Lazismu. "Layanan yang disediakan lengkap dengan masjid yang luas, bersih dan nyaman," ujarnya.
Menurut laporan dari Posko Mudikmu Aman Paguyangan, Brebes, selama operasional posko terdapat tiga belas ribu orang menerima manfaat layanan gratis tersebut.
Amir menuturkan ada empat ribuan kendaraan yang terdiri dari roda dua dan roda empat yang masuk untuk singgah pemudik melepas lelah sejenak. Alhamdulillah sampai tengah malam tadi, Sabtu 28 Maret 2026, pemudik masih datang untuk rehat.
Di lokasi terpisah Cilegon, Merak, Banten, Posko Mudikmu Aman juga masih bergiat operasional layanannya. Koordinator Posko Muhammad Rifai, mengatakan bahwa petugas posko bersiaga selama 12 hari.
Rifai mengungkapkan Posko Mudikmu Aman di Merak tidak hanya melayani pemudik yang menggunakan kendaraan. Lebih dari itu melayani pemudik yang berpindah moda transportasi menggunakan bis menuju Sumatera dengan memanfaatkan kapal laut.
Menurut Rifai, sebanyak 148 orang yang mudik menerima manfaat pelayanan kesehatan. Ada pijat refleksi dan cek kesehatan serta bantuan informasi jalur pemudik.
"Sebelum lebaran pemudik singgah dan beristirahat sambil menikmati takjil di waktu berbuka puasa. Tercatat sebanyak 63 pemudik datang memeriksakan kesehatannya karena kelelahan," paparnya.
Sementara itu, Rudi Susanto pengelola Posko Mudikmu Aman dari Lazismu Pusat, menuturkan kepadatan pemudik di Brebes dan Merak terpantau selalu ramai di malam hari. Di Merak, sambung Rudi, pemudik kebanyakan memilih malam hari menunggu kapal penyeberangan.
"Di tahun depan Posko Mudikmu Aman akan terus ditingkatkan pelayanannya agar pemudik tetap aman dan nyaman," pungkasnya.
Terutama di Merak, karena konsentrasi pemudik ada di dermaga, maka tahun depan kata Rudi, Posko Mudikmu Aman akan sangat mungkin bisa berada di ruang tunggu agar pemudik lebih banyak menerima manfaat.
Sebagai informasi tambahan, ungkap Rudi, Posko Mudikmu Aman juga terdapat di lokasi lain yang dikelola oleh masing - masing Lazismu di daerah dan wilayah yang berkolaborasi dengan banyak pihak.
(Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat)

MERAK – Ramadan tahun ini segera berakhir. Pemudik terpantau ramai meninggalkan kota Jakarta. Dalam upaya memberikan layanan kepada pemudik selama perjalanan, Lazismu mendirikan Posko Mudikmu Aman di Ramadan 1447/2026.
Layanan Posko “Mudikmu Aman”, hadir di Brebes, Jawa Tengah dan Merak, Banten yang dilengkapi fasilitas kesehatan dan istirahat. Dari Posko Mudikmu Aman Brebes, Perwakilan Kantor Layanan Lazismu Cabang Paguyangan, Faisal Nur Fahmi, pada Kamis, (19/3/2026), menyampaikan bahwa lokasi posko berada di Kecamatan Paguyangan, kabupaten Brebes.
“Posko Mudikmu Aman berada di Masjid Ahmad Dahlan tepatnya dalam kompleks Perguruan Muhammadiyah Paguyangan. Mulai beroperasi sejak H-5 sebelum lebaran hingga H+5 setelah lebaran,” ujarnya.
Posko ini, kata Faisal, menyediakan berbagai fasilitas, seperti layanan kesehatan, ambulans, tempat istirahat yang aman dan nyaman, hingga fasilitas pendukung lainnya. Faisal merinci, fasilitas yang tersedia meliputi layanan pemeriksaan kesehatan yaitu cek tekanan darah, penanganan kelelahan, serta bantuan untuk kondisi darurat ringan.
Selain itu, tersedia sekitar 10 tempat tidur untuk beristirahat, toilet termasuk fasilitas ramah disabilitas, ruang laktasi bagi ibu menyusui, serta area parkir kendaraan. Selama berada di Posko Mudikmu Aman, pemudik mendapatkan layanan sosial berbuka puasa dengan takjil dan makanan untuk sahur.
Sebagai pelengkap kondisi darurat, Posko Mudikmu Aman juga menyediakan layanan kesehatan berupa ambulans yang siap mengantar pemudik yang membutuhkan penanganan tindakan medis lebih lanjut. Faisal berharap, dukungan dari Lazismu Pusat dan para mitra dapat terus berlanjut, sehingga pelayanan kepada pemudik bisa semakin optimal di tahun-tahun mendatang.
Di lokasi berbeda, Posko Mudikmu Aman tersedia di Kota Cilegon, Terminal Terpadu Merak, Jalan Raya Merak Tamansari, Kecamatan Pulomerak. Posko ini menjadi titik strategis kedua yang melayani pemudik menuju Pulau Sumatra yang menggunakan moda transportasi laut.
Koordinator Program Mudikmu Aman Lazismu Pusat, Rudi Susanto, menjelaskan bahwa posko ini didesain untuk memberikan layanan kesehatan komprehensif bagi pemudik, terutama yang mengalami kelelahan akibat perjalanan panjang.
“Sejauh pemantauan kami dan belajar dari tahun-tahun sebelumnya, kebutuhan layanan kesehatan pemudik cukup tinggi. Keluhan yang ditemui mulai dari masuk angin hingga kram otot. Kehadiran posko ini diharapkan bisa menjadi solusi cepat dan tepat,” jelasnya. Uniknya, sambung Rudi, posko ini dikelola oleh tim gabungan yang melibatkan partisipasi Poltekes Aisyiyah, Tagana Cilegon, serta unsur relawan dari Muhammadiyah.
Salah seorang pemudik merespons sangat positif. Ia dan banyak pemudik lainnya, merasa terbantu dengan adanya layanan di posko ini, terutama saat memulihkan kondisi tubuh sebelum melanjutkan perjalanan. Pemudik menyebutkan layanan seperti ini sebelumnya belum tersedia, jadi sangat bermanfaat.
Pelaksanaan Posko Mudikmu Aman yang didirikan Lazismu Pusat, bertujuan untuk membangun kedekatan dengan masyarakat serta mengoptimalkan nilai edukasi dan informasi Lazismu sebagai lembaga amil zakat nasional yang terpercaya.
Lebih dari itu, menurut Rudi, Lazismu melibatkan berbagai pihak untuk berkolaborasi yang berperan aktif sebagai relawan. Sinergi ini menunjukkan semangat gotong-royong dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang akan mudik lebaran sebagai tradisi Indonesia.
Di tahun mendatang, Lazismu membuka peluang untuk memperluas jangkauan posko di titik-titik strategis lainnya, seiring dengan meningkatnya kebutuhan dan dampak positif yang dirasakan masyarakat.
Layanan Posko Mudikmu Aman juga tersedia di kota-kota lainnya antara lain, Banyumas, Cilacap, Klaten, Kota Semarang, Bantul, dan lainnya. Program ini merupakan program pemberdayaan dan kepedulian sosial yang memfokuskan layanan langsung untuk para pemudik yang melakukan perjalanan ke kampung halaman.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/MAR]

BANJAR - Suasana hangat terasa di Desa Sungai Besar, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, saat para lansia berkumpul dalam kegiatan Taman Lansia 1447 H yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Sungai Besar. Selama empat hari, pada Selasa-Jumat (10–13/3/2026), ruang-ruang kebersamaan itu diisi dengan doa, tawa, serta semangat untuk tetap belajar dan bertumbuh di usia senja.
Di tengah suasana Ramadan yang penuh keberkahan, para peserta lansia mengikuti rangkaian kegiatan di Desa Sungai Besar. Mereka datang tidak hanya untuk mengikuti kegiatan, tetapi juga untuk merasakan kebersamaan yang jarang mereka temui dalam keseharian.
Kegiatan ini turut dihadiri Edi Rukman (Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Banjar), Mudani (Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sungai Besar), serta perwakilan dari berbagai organisasi otonom Muhammadiyah, termasuk Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, dan Pemuda Muhammadiyah. Pemerintah Desa Sungai Besar juga turut hadir sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan tersebut.
Selama pelaksanaan, para lansia mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari penyampaian materi keagamaan, edukasi kesehatan, hingga pembagian takjil dan buka puasa bersama. Tidak hanya itu, pembagian sembako juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat nyata bagi para peserta.
Materi yang disampaikan berfokus pada penguatan nilai-nilai spiritual di bulan Ramadan, sekaligus memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan di usia lanjut. Para lansia juga diajak untuk tetap aktif dan produktif sesuai dengan kondisi fisik masing-masing.
Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh para peserta. Bagi mereka, Taman Lansia bukan sekadar agenda rutin, tetapi juga ruang untuk bersilaturahmi dan saling menguatkan. Dalam kebersamaan itu, terjalin kehangatan yang menghadirkan rasa dihargai dan diperhatikan.
Ketua PCA Sungai Besar menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian organisasi dalam menghadirkan ruang pembinaan bagi para lansia, khususnya di bulan Ramadan.
“Kami ingin para lansia tidak hanya tetap aktif dalam kegiatan sosial, tetapi juga semakin kuat secara spiritual serta memiliki pengetahuan tentang kesehatan dan aktivitas yang produktif sesuai dengan usia mereka,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Ayahanda Edi Rukman. Ia menilai kegiatan ini sebagai wujud nyata kepedulian terhadap kelompok lansia di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap para lansia, khususnya dalam memberikan penguatan spiritual di bulan Ramadan sekaligus menambah wawasan mengenai kesehatan dan aktivitas yang tetap produktif di usia lanjut,” katanya.
Melalui Taman Lansia Ramadan ini, para peserta diharapkan dapat menjalani masa lanjut usia dengan lebih sehat, bermakna, dan bahagia. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa perhatian dan kepedulian terhadap lansia adalah bagian penting dari membangun masyarakat yang inklusif dan berkeadaban.
Di Sungai Besar, Ramadan tahun ini bukan hanya tentang ibadah personal. Ia juga menjadi ruang untuk merawat kebersamaan menguatkan mereka yang telah lebih dahulu menapaki perjalanan panjang kehidupan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Banjar]

TANGERANG SELATAN - Melalui Program Santunan 500 Yatim dan Duafa, Lazismu Universitas Muhammadiyah Jakarta menghadirkan ruang kebersamaan bagi mereka yang membutuhkan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan Ramadan yang lebih bermakna, tidak hanya dalam ibadah, tetapi juga dalam memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Suasana Kamis (12/3/2026) di Masjid At Taqwa Universitas Muhammadiyah Jakarta terasa lebih hangat. Di antara lantunan doa dan langkah kaki yang datang silih berganti, ratusan anak yatim dan masyarakat dhuafa berkumpul dengan wajah penuh harap. Ramadan tahun ini kembali menghadirkan cerita hangat tentang kepedulian yang tumbuh dan kebahagiaan yang dibagi bersama.
Turut hadir dalam kegiatan ini Rektor UMJ Ma’mun Murod, Ketua Lazismu UMJ Tajudin, Ketua LPPAIK UMJ Fakhrurazi, serta Ketua DKM Masjid At Taqwa Adi Mansah. Kehadiran para pimpinan ini menegaskan bahwa kepedulian terhadap sesama merupakan nilai yang terus dijaga dalam lingkungan kampus.
Program santunan ini dilatarbelakangi oleh kesadaran bahwa Ramadan adalah momentum untuk memperkuat solidaritas. Di tengah realitas sosial yang masih menyisakan keterbatasan bagi sebagian masyarakat, khususnya anak yatim dan kaum dhuafa, kehadiran bantuan menjadi bentuk nyata perhatian dan keberpihakan.
Sebanyak 500 penerima manfaat dari wilayah sekitar kampus hingga Jabodetabek menerima santunan secara langsung. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan selama Ramadan, sekaligus menghadirkan rasa tenang dalam menjalani hari-hari ibadah.
Tidak hanya penyaluran bantuan, kegiatan ini juga diisi dengan doa bersama dan tausiyah Ramadan. Suasana hangat terasa saat para penerima manfaat, relawan, dan para donatur berkumpul dalam satu majelis, memperkuat ikatan kebersamaan yang menjadi esensi bulan suci.
Rektor UMJ Ma’mun Murod mengatakan bahwa kegiatan santunan ini merupakan tradisi baik yang terus dijaga dari waktu ke waktu.
“Tradisi ini bukan hanya amanah dari pimpinan terdahulu, tetapi juga bagian dari perintah Allah sebagaimana yang terdapat dalam Surah Al-Ma’un. Angka 500 mungkin terasa besar atau kecil, tetapi yang terpenting adalah kebermanfaatannya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Lazismu UMJ Tajudin menegaskan komitmen lembaga dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa keberkahan Ramadan dapat dirasakan oleh lebih banyak orang, khususnya anak yatim dan kaum dhuafa yang membutuhkan perhatian bersama,” tuturnya.
Di antara para penerima manfaat, Aji, seorang pegawai taman di lingkungan UMJ, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti bagi kami dan keluarga. Di bulan Ramadan, kebutuhan biasanya meningkat. Semoga kebaikan para donatur dibalas dengan keberkahan,” ungkapnya.
Program Santunan 500 Yatim dan Dhuafa menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Ramadan Lazismu UMJ yang bertujuan memperluas manfaat zakat, infak, dan sedekah. Lebih dari sekadar bantuan materi, kegiatan ini menghadirkan harapan, menguatkan kebersamaan, serta menghidupkan nilai-nilai kemanusiaan.
Bulan yang penuh berkah ini, setiap kebaikan menemukan jalannya dan dari Masjid At Taqwa, kebahagiaan itu menyebar, menjangkau lebih banyak hati yang membutuhkan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu UMJ]



Kotak infak di Masjid At-Takwa seperti tak pernah berhenti bergerak mengikuti barisan jamaah dari yang paling depan sampai barisan paling belakang di hari pertama tarawih sampai dengan malam ini. Jamaah masjid selalu siap sedia mengeluarkan sebagian rejekinya untuk bersedekah dan berinfak.
Inilah salah satu amalan utama di bulan suci Ramadhan yaitu bersedekah. Tidak hanya di masjid-masjid, sebagian besar kaum muslimin mengeluarkan sedekahnya untuk mereka yang membutuhkan pertolongan.
Puasa melatih umat Islam untuk peka terhadap lingkungan sosialnya. Peduli terhadap sesama sehingga kesalehannya berdampak terhadap orang lain dengan perilaku luhurnya. Perintah bersedekah dengan harta antara lain, disebutkan dalam Al-Qur’an surat al-Munafiquun, ayat 10, yang artinya berbunyi:
“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)-ku sampai waktu yang dekat, agar aku dapat bersedekah sehingga aku termasuk orang-orang yang saleh”
Dengan bersedekah akan ada nilai manfaat terutama kebaikan di dunia dan di akhirat. Manfaatnya di dunia, sesuai janji Allah SWT akan mengganti rejekinya yang lebih besar, sebagaimana dikatakan dalam firman-Nya:
“Dan apa saja yang kamu infakkan, maka Allah akan menggantinya. Dan Dia-lah pemberi rezki yang sebaik-baiknya”. (QS, Saba’: 39). Jika tidak memiliki harta sekalipun, seorang muslim dapat bersedekah dengan tanaga dan pikirannya untuk kebaikan bersama. Bahkan dengan senyum kepada saudara kita, kata Rasulullah termasuk bersedekah.
Keikhlasan bersedekah adalah prinsip ibadah. Karena itu, tidak ada orang jatuh miskin karena bersedekah. Dengan bersedekah, seorang dapat mengobati penyakit kikirnya bahkan menolak bala. Rasulullah SAW bersabda:
“Obatilah orang-orang yang sakit dari kalian dengan sedekah. Sesungguhnya sedekah itu dapat meredam murka Allah, dan menolak kematian yang buruk” (HR. Tirmidzi).
Dalam banyak hadis, Rasulullah SAW juga pernah mengatakan bahwa dengan bersedekah dapat membentengi diri kita terhindar dari musibah. Disebutkan dalam suatu hadis berikut yang berbunyi:
“Sedekah dapat menolak 70 macam bencana, dan yang paling ringan adalah penyakit kusta dan kulit.” (HR Thabrani).
Sedekah adalah satu dari sekian bukti keimanan seorang muslim yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Puasa di bulan Ramadhan merupakan sarana untuk meningkatkan kepekaan sosial kita terhadap sesama dengan berbagi sebagai ahli sedekah.
“Barang siapa yang termasuk ahli sedekah, niscaya Ia dipanggil (masuk surga) dari pintu sedekah” (HR. Shohih Bukhari)
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

Fulan baru saja lulus sekolah dasar. Penampilan fisiknya sudah mengalami perubahan. Kendati wajahnya masih seusia anak-anak pada umumnya, suara Fulan terdengar sudah menebal. Sebagai anak laki-laki yang sedang tumbuh dan berkembang, Ia kadang bercermin melihat wajahnya yang berminyak dan tumbuh jerawat.
Tanda-tanda fisik di atas, merupakan hal yang biasa dialami oleh anak laki-laki, bahkan ciri lainnya ditandai dengan bermimpi. Semantara itu, bagi anak perempuan cirinya ditandai dengan datangnya menstruasi pertama dalam hidupnya. Menurut ajaran Islam, tanda-tanda fisik yang dialami anak laki-laki dan perempuan itu disebut dengan masa akil-baligh.
Menurut Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, seseorang yang sudah dewasa ada beban hukum yang dipikul berdasarkan perintah, larangan dan anjuran (Taklifi). Dalam hukum fikih disebut Mukallaf, yaitu seorang yang sudah dianggap melek hukum, sehingga apa yang dilakukan dan diucapkan sudah memenuhi unsur (nilai dasar dan ketentuan praktis) secara hukum.
Lalu, apa relevansinya Mukallaf dengan kewajiban berpuasa? Jawabannya, karena ada nilai-nilai dasar dan ketentuan hukum praktis serta hukum sebab akibat (Wad’i) bagi orang yang sudah dewasa maka puasa di bulan Ramadhan hukumnya wajib. Dari segi dalil jelas puasa Ramadhan diwajibkan kecuali bagi yang berhalangan secara syar’i seperti lansia, haid, dan nifas serta orang yang sakit keras.
Termasuk didalamnya seseorang yang belum Mukallaf tidaklah terbebani oleh hukum wajib berpuasa yang bersifat taklîfî. Tetapi kewajiban berpuasa itu, misalnya bagi anak-anak menjadi informasi edukatif yang memuat amalan – amalan yang dianjurkan sampai dengan kwajiban zakat fitrah yang harus ditunaikan.
Hukum Taklifi sendiri bersumber dari Allah SWT yang menandaskan perintahnya langsung melalui Firman-Nya yang dikuatkan oleh Sunnah Rasullulah. Beban itu diberikan kepada hambanya dalam bentuk (amal) perbuatan. Beban ini merupakan ujian dari Allah kepada mereka agar jelas siapa di antara hamba-Nya yang taat dan melanggar ketentuannya secara hukum.
Secara prinsip, para ahli ushul fiqh berpandangan bahwa dasar timbulnya pembebanan hukum dalam Islam adalah akal dan pemahaman. Artinya, seseorang baru bisa dibebani hukum jika berakal dan bisa memahami secara baik dan jelas beban yang ditujukan kepadanya. Jadi sederhananya, kewajiban berpuasa sebagai perintah merupakan ibadah wajib yang ditujukan untuk orang Islam yang berakal (dewasa).
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

Dalam Islam, setiap ibadah yang dikerjakan memiliki tuntunan dan prinsip-prinsip yang harus dipegang oleh kaum muslim dan muslimat. Menurut Tajih Muhammadiyah, Ibadah merupakan upaya setiap muslim mendekatkan diri kepada Allah dengan cara mengerjakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya dan mengamalkan segala yang diizinkan Allah SWT.
Puasa sebagai ibadah khusus (ibadah mahdhah) memiliki karakteristik yang unik, Dari segi waktu secara syariat ditentukan pada bulan yang spesial, yaitu bulan Ramadhan. Umat Islam di seluruh dunia mengamalkannya untuk meraih takwa. Melalui perintah-Nya, semua taat, tunduk dan penuh pengabdian.
Sesempurnanya manusia dihadapan Allah SWT, manusia adalah makhluk yang hina, dengan berpuasa itu tujuannya untuk mengekang hawa nafsunya yang kadang hina dan kosong. Puasa mampu mengendalikan hawa nafsu manusia. Rukun dan syarat berpuasa juga diatur oleh Islam sebagai ibadah wajib.
Hikmah Berpuasa
Puasa yang dilakukan umat Islam setiap tahunnya, memiliki hikmah hasanah terhadap setiap individu. Pada aspek jasmani puasa memberikan dampak kesehatan bagi tubuh manusia. Semantara itu, dalam aspek ruhani (spiritual) puasa berperan mendidik dan melatih pribadi muslim untuk menjadi beradab, tertib, dan mampu mengontrol kondisi psikologisnya secara emosional.
Pada aspek sosial, puasa juga melatih kepeduliaan dan kepekaan sosial terhadap sesama. Empati terhadap mereka yang papa (dhuafa) dengan Ikhlas berbagi, bersedekah dan saling menghormati bahkan terhadap saudara yang bukan muslim. Tiba waktunya, setiap muslim diwajibkan menunaikan zakat fitrah dan zakat harta bagi yang sudah memenuhi syarat.
Hikmah berpuasa lainnya menjadikan individu sebagai pribadi yang berkarakter kuat. Berpuasa memantapkan pribadi muslim untuk meningkatkan kredibilitasnya. Pribadi yang tangguh, etis, dan berkarakter (ethos).
Berpuasa selama satu hari dari terbit fajar sampai matahari terbenam menghadirkan pribadi muslim yang mampu mewarnai kecerdasan emosionalnya. Tidak mudah tersinggung dan terpancing emosionalnya. Kontrol emosinya (pathos) berjalan seimbang namun tetap bermartabat.
Di samping itu, dengan berpuasa seorang muslim bisa memperkaya pengetahuannya tentang fenomena sosial, ekonomi, budaya, dan lainnya. Kendati ada keterbatasan dalam dirinya, jiwa-jiwa yang terpelihara itu bangkit menggerakan motivasi spiritualnya untuk menggali hikmah puasa dengan pengatahuan (logos) yang dimilikinya agar tabir ibadah dapat diraih sebagai pengetahuan dan diparaktikan dengan tulus.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

