


LIMA PULUH KOTA – Satu unit Gedung baru berupa ruang kelas SD Muhammadiyah Fullday Sarilamak, di Komplek Perguruan Muhammadiyah Hj. Yuliana, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, diresmikan dengan khidmat oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, pada Jum’at (17/4/2026).
Peresmian juga disaksikan langsung Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Anwar Abbas, Badan Pengurus Lazismu Pusat Muarawati Nurmalinda, Anggota Badan Pelaksana Harian BPKH Harry Alexander, Kepala Divisi Pengelolaan Kepesertaan Haji BPKH Muhammad Thabrani Nuril Anwar, Forkopimda, unsur OPD, Forkopinca Harau, jajaran pimpinan Muhammadiyah Sumbar, kepala sekolah, wali murid serta masyarakat setempat.
Abdul Mu’ti mengatakan bahwa bantuan sarana pendidikan ini merupakan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui program revitalisasi sekolah. “Pembangunan ruang kelas baru serta dukungan pemerataan akses pendidikan yang berkualitas adalah harapan masyarakat”, ujarnya.
Ia juga menyampaikan dukungan terhadap pemenuhan sarana prasarana sekolah, termasuk fasilitas pendukung yang masih membutuhkan perhatian.
Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas menyampaikan, dalam upaya menjangkau akses pendidikan yang bermutu bagi masyarakat, langkah pengembangan lembaga pendidikan muhammadiyah di Sarilamak merupakan bagian dari memberikan nilai manfaat yang seluas-luasnya.
Selaras dengan hal itu, Bupati Lima Puluh Kota, Safni turut menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan kontribusi sekolah muhammadiyah di daerah sebagai wujud nyata memajukan dunia pendidikan di Indonesia agar akses pendidikan bermutu bisa dirasakan masyarakat.
Peresmian gedung unit sekolah baru itu, menurut Manager Program Kemitraan Lazismu Pusat, Upik Rahmawati, merupakan hasil kolaborasi BPKH dan Lazismu. “Sumber pembiayaannya berasal dari dana abadi umat yang dikelola BPKH dan diperuntukkan kembali untuk mendukung kegiatan pendidikan, sosial dan dakwah umat Islam”, ungkapnya.
Upik menambahkan, dalam prosesnya pembangunan berlangsung di mulai pada Desember 2025 hingga Februari 2026. Dan resmi diserahkan pada pekan pertama bulan Maret lalu lewat program kemaslahatan BPKH kepada pengelola.
Nurmis Madiati, Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Sarilamak, mengungkapkan sudah lama kami ingin memiliki ruang kelas baru untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Alhamdulillah ruang kelas itu kini hadir membersamai kegiatan guru dan peserta didik.
“Kami berterima kasih kepada BPKH, Lazismu dan Kemendikdasmen atas bantuan yang diberikan. Semua bangga dan bahagia,” kata Nurmis yang juga pengelola TK Aisyiyah Sarilamak.
Sekarang sekolah ini sudah ada gedung lokal yang representatif. Kali ini, lanjut Nurmis, dapat 1 ruang kelas belajar baru. Sebelumnya murid-murid hanya belajar dari gedung yang sekarang ini. Bekas rumah yang dihibahkan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
“Di sini muridnya banyak ada 360 peserta didik dengan 18 ruang kelas. Ia berharap BPKH bisa memberikan bantuan kembali berupa musola. Selama ini murid-murid dan guru salat berjamaah di teras yang menjadi tempat peresmian ini,” pungkasnya.
Adapun Gedung Baru TK Aisyiyah Sarilamak merupakan bantuan dari Kemendikdasmen melalui program revitalisasi pendidikan yang diresmikan secara bersamaan di Sarilamak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

JAKARTA -- Badan Amil Zakat Nasional dan Lembaga Amil Zakat Nasional berkumpul di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, (9/4/2026), berbagi gagasan untuk optimalisasi potensi zakat di Indonesia. Penghimpunan tidak sekadar angka, tapi bagaimana penyaluran program mampu memberikan dampak bagi penerima manfaat. Riset menjadi kunci bagaimana angka bisa memberi makna pada kesejahteraan masyarakat.
Para pegiat filantropi tercengang, pasalnya berdasarkan riset, potensi zakat di Indonesia hampir menyentuh Rp 1000 triliun. Data ini perlu dicermati kembali, mengingat peneliti baik dari akademisi, BPS, BI dan Bappenas memiliki data berbeda-beda, yang pasti potensi zakat tersebut mendorong pelaku filantropi untuk saling bersinergi.
Hal ini terungkap dari acara Silaturahmi Halal Bihalal yang diselenggarakan Lazismu, Baznas dan Kementerian Agama yang menghadirkan lembaga amil zakat nasional di Aula Masjid At-Tanwir Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan tema Fundraising 1447 H Bersama Gerakan Zakat Menguatkan Indonesia.
Pimpinan Baznas Republik Indonesia, Rizaludin Kurniawan mengatakan, saat ini banyak sekali kita dapatkan informasi dan sering kali disampaikan pemerintah baik oleh BPS, Bappenas dan lainnya tentang berapa potensi zakat nasional. “Jika ada sensus ril potensi dana zakat bisa di survey dan biayanya senilai Rp 20 miliar,” ujarnya.
Terakhir informasi dari Bapak Menteri, kata Rizal, hampir Rp 1000 triliun. Poinnya apa, potensinya besar dan perhatian global tertuju ke Indonesia serta menjadi rujukan dalam iklim pengelolaan zakat.
“Semua potensi itu tidak sekadar angka tapi bagaimana strateginya dan teknis program serta sumber daya amilnya,” terang Rizal. Harusnya ada total potensi dan ada potensi yang diraih dan potensi mininum yang bisa dicapai.
Merespons hal itu, Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hilman Latief, menuturkan bahwa inilah pentingnya mencatat potensi zakat di tanah air. “Berdasarkan riset saya di tahun 2017, waktu itu di Muhammadiyah potensinya hampir Rp 470 miliar, saat itu dan itu dulu Lazismu baru menghimpun sebesar Rp 70 miliar,” ungkap peneliti dan pegiat filantropi ini.
Uniknya, sambung Hilman, proyeksi riset itu menarik dan baru bisa tercapai di tahun 2022. Pada sisi lain, saya pribadi ingin ingatkan juga bahwa justeru perhatian pentingnya pada bagaimana distribusinya. Sebagai peneliti dan pegiat filantropi, rancangan besar (grand desain) capaian distribusinya seperti apa dan bagaimana serta apa saja. Bagaimana zakat mampu berkontribusi pada pembangunan dan SDGs.
Saya masih ingat Baznas pernah menerbitkan dokumen Fikih SDGs. Dokumen itu saya baca sebagai dokumen menarik. “Dulu kita ada dalil tentang zakat profesi. Meski tidak semua mempraktikannya, baru MUI dan Muhammadiyah serta lainnya yang menerapkan.
Maksud saya, bagaimana Fikih SDGs itu dimaknai dan saat ini belum saya temukan menjadi suatu strategi yang ada dampaknya. Rancangan besar kemaslahatannya seperti apa? “Kita baru dapat angka secara umum, dampaknya belum dirumuskan menjadi temuan kontribusi,” pesan Hilman menggaris bawahi.
Hal ini harus diseriusi dan proses distribusinya bagaimana. Saya belum menemukan dampak. Ini yang selanjutnya bisa dikaji dan dibaca secara internasional. Mudah-mudahan kerjasama ini bisa berlanjut dan lebih berdampak.
Belajar Filantropi dari Muhammadiyah
Menarik apa yang disampaikan Rizaludin Kurniawan dan Hilman Latief tentang potensi zakat dan dampak pendistribusiannya. Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI, Waryono Abdul Ghofur, mengungkapkan untuk mencapai semua itu, kita harus bersinergi bersama.
“Kita harus belajar dari Muhammadiyah. Terutama terkait filantropi yang sejak berdirinya sudah melakukan hal itu untuk memberikan nilai manfaat kepada masyarakat.” tandasnya.
Mengenai kekuatan potensi zakat di Indonesia, memang belum menjadi berita menarik dan besar di dunia. Kapan orang lain akan melihat kita. Karena itu, mari kita sama-sama merumuskan undang-undang zakat yang adaptif dengan perubahan zaman.
Kami sangat menerima kritik dan masukan. Hilman Latief telah menekuni gagasan Mohammed Arkoun dalam kajian pemikiran Islam tentang korpus resmi terbuka dan korpus resmi tertutup. "Undang-undang zakat ini adalah korpus resmi terbuka. Berharap ada saran dan masukan dari semua lembaga amil zakat nasional untuk sama-sama kita rumuskan," tandasnya.
Perihal data tunggal sosial dan ekonomi nasional, lanjut Waryono, memang ada ketidaktepatan penyaluran dana sosial dan itu cukup tinggi. Ketika belajar dari Bappenas ketidaktepatan anggaran dana sosial itu Rp 70 triliun, ini dalam satu tahun. Waryono menilai, betapa pentingnya penggunaan data dan update serta validasi sehingga bukan data mati.
Sekali lagi terima kasih kepada semua lembaga amil zakat yang telah berkontribusi. Sinergi, saran dan masukan sangat berarti bahwa zakat ke depannya akan betul-betul menguatkan Indonesia, tutupnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

YORDANIA – Senyum anak perempuan dan anak laki-laki asal Palestina itu adalah senyum penuh harapan. Yang membuat takjub adalah mereka penyintas kanker. Anak-anak yang berjuang melawan penyakitnya di saat tanah kelahirannya terampas oleh genosida Israel.
Kebahagiaan mereka terpancar ketika Lazismu bersama Fajar Kusuma Wardhana dari perwakilan KBRI Amman atas nama Duta besar RI di Amman, Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah dan Pimpinan Cabang Iistimewa Aisyiyah Yordania serta Muhammadiyah Aid pada Sabtu, 4 April lalu, berkunjung ke Rumah Sakit King Hussein Cancer Foundation and Center (KHCC) Yordania.
Agenda kunjungan itu juga bagian dari misi kemanusiaan Lazismu untuk warga Palestina dengan meyalurkan bantuan sebanyak 160 paket. Bantuan kemanusiaan berupa makanan, dana pengobatan sebesar 100 dolar Amerika Serikat untuk setiap penerima, serta mainan bagi anak-anak, kata Ketua Pelaksana, Rodiatun Mardiah dari PCIM Yordania.
Rodiatun mengatakan, secara pelaksanaan atas rekomendasi RS KHCC, penyerahan bantuan berpindah lokasi ke Hotel Al Fanar Amman. “Hotel khusus yang didedikasikan oleh kerajaan Yordania untuk menampung seluruh pasien anak dari Gaza, yang mengidap kanker,” jelasnya saat dikonfirmasi tim media Lazismu pada Rabu, 8 April 2026.
Mengingat jumlah penerima manfaat yang banyak dan agar aktivitas kegiatan rumah sakit dalam melayani pasien yang lain dikhawatirkan terganggu maka kepindahan ini merupakan antisipasi yang sudah dikoordinaiskan pihak rumah sakit bersama Lazismu dan PCIM Yordania.
"Program bantuan terhadap anak-anak Gaza penyintas Kanker ini merupakan bentuk kepedulian kami, mewakili Lazizmu Pusat, dalam hal kemanusiaan,” ujarnya. Selain itu, program kemanusiaan ini semakin menunjukkan keseriusan Lazizmu dalam memberikan perhatian terhadap saudara-saudara kita warga Palestina khususnya yang saat ini berada di Yordania.
PCIM Yordania berharap, program dan bantuan terhadap warga Palestina di Yordania dapat terus berlangsung, mengingat posisi Yordania sebagai rumah pengungsi Palestina terbesar di dunia.
Duta Besar Indonesia di Aman yang diwakili Fajar Dwi Khusuma Whardana, memberikan dukungan langsung terhadap pelaksanaan kegiatan. Kehadiran tersebut kata Fajar, menjadi bentuk perhatian dan kepedulian terhadap kondisi anak-anak Palestina di Yordania.
“Anak-anak yang mengikuti kegiatan tampak antusias dan ceria. Sebagian dari mereka hadir didampingi oleh orang tua, yang turut merasakan manfaat dari kegiatan ini,” pungkasnya.
Salah seorang penerima manfaat, Mujahid (10), menyampaikan rasa bahagianya dapat mengikuti kegiatan ini. Ia mengaku senang dapat bernyanyi, mewarnai, dan bermain bersama para relawan.
Relawan yang mendampingi, Roro menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman yang bermakna serta menjadi wujud nyata kepedulian terhadap sesama. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang.
“Pelaksanaan kegiatan berjalan lancar berkat koordinasi semua pihak yang mendukung misi kemanusiaan Lazismu, hal ini tidak terlepas dari meningkatnya jumlah relawan yang berpartisipasi,” ungkapnya.
Rumah Sakit King Hussein Cancer Foundation and Center (KHCC) menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Lazizmu yang telah memberikan perhatian kepada penyintas kanker, khususnya anak-anak Gaza di Yordania.
Rumah sakit tersebut juga berharap hubungan antara Lazismu dan KHCC dapat semakin kuat, utamanya pascakunjungan Lazismu dan Muhammadiyah Aid pada tahun lalu, yang delegasinya dipimpin oleh Yayah Khisbiyah dan Mujadid Rais.
Nilai penting komitmen kemanusiaan ini adalah bagaimana bantuan ini ditujukan bagi anak-anak Palestina penyintas kanker yang tengah menjalani perawatan di Yordania sehingga dapat memberikan dukungan baik secara material maupun psikologis.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

BREBES -- Gelombang arus balik Hari Raya Idul Fitri 1447 H, mengalami puncaknya. Hari Senin 30 Maret, aktivitas perkantoran dan sekolah kembali dimulai.
Terpantau sejak Sabtu hingga Ahad (28 - 29/03/2026), kendaraan memadati ruas jalan penghubung antar kota antar provinsi. Seperti di perempatan Buntu; Banyumas, Jawa Tengah volume kendaraan roda empat dan dua beriringan terkonsentrasi menuju Jakarta dan Bandung.
Operasional Posko Mudikmu Aman Lazismu masih bergiat melayani pemudik yang beristirahat. Penanggung Jawab Posko Mudikmu Aman, Amirudin dari Masjid Ahmad Dahlan Kompleks Perguruan Muhammadiyah Jalan Raya Paguyangan Brebes, mengatakan para petugas telah disiapkan sejak 15 Maret 2026.
"Pemudik mendapatkan layanan gratis berupa Air Bersih, Toilet, Charger, Cek dan konsultasi kesehatan, Obat-obatan dan P3K yang dilengkapi layanan ambulans untuk situasi darurat," jelasnya.
Amirudin mengungkapkan dengan area parkir yang luas dan nyaman pemudik bisa beristirahat dengan aman dan tetap bisa solat di masjid dua lantai ini. Di Posko Kesehatan, kata Amir, pemudik memanfaatkan layanan kesehatan gratis dengan melakukan cek gula darah, kolesterol, asam urat dan tensi darah termasuk toilet untuk disabilitas.
Salah seorang pemudik, Ahmad mengaku sangat terbantu dengan adanya Posko Mudikmu Aman dari Lazismu. "Layanan yang disediakan lengkap dengan masjid yang luas, bersih dan nyaman," ujarnya.
Menurut laporan dari Posko Mudikmu Aman Paguyangan, Brebes, selama operasional posko terdapat tiga belas ribu orang menerima manfaat layanan gratis tersebut.
Amir menuturkan ada empat ribuan kendaraan yang terdiri dari roda dua dan roda empat yang masuk untuk singgah pemudik melepas lelah sejenak. Alhamdulillah sampai tengah malam tadi, Sabtu 28 Maret 2026, pemudik masih datang untuk rehat.
Di lokasi terpisah Cilegon, Merak, Banten, Posko Mudikmu Aman juga masih bergiat operasional layanannya. Koordinator Posko Muhammad Rifai, mengatakan bahwa petugas posko bersiaga selama 12 hari.
Rifai mengungkapkan Posko Mudikmu Aman di Merak tidak hanya melayani pemudik yang menggunakan kendaraan. Lebih dari itu melayani pemudik yang berpindah moda transportasi menggunakan bis menuju Sumatera dengan memanfaatkan kapal laut.
Menurut Rifai, sebanyak 148 orang yang mudik menerima manfaat pelayanan kesehatan. Ada pijat refleksi dan cek kesehatan serta bantuan informasi jalur pemudik.
"Sebelum lebaran pemudik singgah dan beristirahat sambil menikmati takjil di waktu berbuka puasa. Tercatat sebanyak 63 pemudik datang memeriksakan kesehatannya karena kelelahan," paparnya.
Sementara itu, Rudi Susanto pengelola Posko Mudikmu Aman dari Lazismu Pusat, menuturkan kepadatan pemudik di Brebes dan Merak terpantau selalu ramai di malam hari. Di Merak, sambung Rudi, pemudik kebanyakan memilih malam hari menunggu kapal penyeberangan.
"Di tahun depan Posko Mudikmu Aman akan terus ditingkatkan pelayanannya agar pemudik tetap aman dan nyaman," pungkasnya.
Terutama di Merak, karena konsentrasi pemudik ada di dermaga, maka tahun depan kata Rudi, Posko Mudikmu Aman akan sangat mungkin bisa berada di ruang tunggu agar pemudik lebih banyak menerima manfaat.
Sebagai informasi tambahan, ungkap Rudi, Posko Mudikmu Aman juga terdapat di lokasi lain yang dikelola oleh masing - masing Lazismu di daerah dan wilayah yang berkolaborasi dengan banyak pihak.
(Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat)

YOGYAKARTA -- Dalam rangka memperkuat kepedulian sosial kepada masyarakat prasejahtera, Bank Mega Syariah berkolaborasi dengan Lazismu di program Ramadan 1447 H, dengan menyalurkan bantuan berupa paket sembako untuk 100 keluarga duafa.
Penyaluran paket sembako tersebut dilaksanakan di Bogor, Jawa Barat, Sleman, Yogyakarta dan Lampoh Krueng, Keuramat, Kabupaten Pidie, Aceh, pada Kamis (19/3/2026). Melalui kerjasama itu, menurut Manager Program Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu Pusat, Shofia Khoerunisa, dapat meringankan kebutuhan dasar duafa di bulan Ramadhan.
“Program Ramadhan Lazismu mengusung tema Zakat Majukan Kesejahteraan Bangsa. Kami berkomitmen bersama dengan Bank Mega Syariah, menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi Masyarakat, termasuk bagi para penyintas banjir di Aceh,” ungkapnya.
Program ini telah dilaksanakan pada Maret 2026 bertepatan dengan bulan Ramadan. Shofie mengatakan, momen ini juga bersamaan dengan agenda tahunan Bank Mega Syariah di bulan Ramadan dalam tajuk "Mega Syariah Berbagi" secara rutin.
Sementara itu, Manajemen Bank Mega Syariah, menyampaikan terima kaishnya kepada Lazismu yang telah menyalurkan ke penerima manfaat dengan tepat sasaran. Ini wujud dari pelaksanaan nilai-nilai keislaman dalam agenda sosial Perusahaan berupa kepedulian terhadap masyarakat sekitar yang duafa.
Program "Mega Syariah Berbagi" yang bersinergi dengan Lazismu melibatkan jaringan kantor Bank Mega Syariah di berbagai daerah. Paket bantuan sembako tersebut mudah-mudahan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat prasejahtera selama bulan Ramadan.
Mereka menilai, keterlibatan semua pihak dan lembaga amil zakat dapat terus memotivasi nilai kebersamaan dan meningkatkan kontribusi nyata perusahaan kepada masyarakat, khususnya keluarga duafa.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

BOGOR --- Kolaborasi kemitraan diwujudkan Lazismu dan Bank Aladin Syariah pada Ramadan 1447 H, dengan menyalurkan bantuan berupa paket makanan untuk 40 keluarga yatim dan duafa di Jawa Barat meliputi kabupaten Bogor, Tasikmalaya dan Garut, pada Kamis (19/3/2026).
Momentum istimewa tersebut merupakan bagian dari program Ramadhan Lazismu dengan tema Zakat Majukan Kesejahteraan Bangsa. Manager Program Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu Pusat, Shofia Khoerunisa, mengatakan, tahun ini di suasana yang penuh berkah bersama Aladin Syariah berbagi kebahagiaan untuk keluarga yatim dan duafa.
“Kami berkomitmen untuk menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui Program Kado Ramadhan kali ini, bantuan berupa paket sembako disalurkan untuk penerima manfaat sebagai upaya untuk meringankan beban masyarakat dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan.” pungkasnya.
Program ini telah terlaksana dengan baik pada tanggal 19 Maret 2026, bantuan pangan berhasil disalurkan kepada 40 keluarga yatim dan dhuafa di Bogor, Tasikmalaya, dan Garut, Jawa Barat. Di samping itu, bantuan paket Kado Ramadhan juga disalurkan untuk penyintas banjir di Aceh, tepatnya di Lampoh Krueng, Keuramat, Kabupaten Pidie, Aceh.dalam bentuk Kado Ramadhan.
Diharapkan, sambung Shofia, bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar penerima manfaat sekaligus memberikan semangat dan kebahagiaan dalam menjalani ibadah ramadan.
Kerjasama ini telah dilakukan oleh Lazismu dan Aladin Syariah sejak pertengahan Desember 2025, yang saat itu, Presiden Direktur Bank Aladin Syariah, Koko Tjatur Rachmadi kagum apa yang telah dilakukan oleh Muhammadiyah.
Koko Tjatur mewakili Aladin Syariah tertarik berkolaborasi karena juga punya peran dan tanggung jawab selain edukasi dan sosialisasi keuangan syariah, yaitu tentang konsep digital yang secara ekosistem mendukung kedewasaan digitalisasi bagi para pengguna. Salah satunya dengan memberikan bantuan kemanusiaan ini.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]



Kotak infak di Masjid At-Takwa seperti tak pernah berhenti bergerak mengikuti barisan jamaah dari yang paling depan sampai barisan paling belakang di hari pertama tarawih sampai dengan malam ini. Jamaah masjid selalu siap sedia mengeluarkan sebagian rejekinya untuk bersedekah dan berinfak.
Inilah salah satu amalan utama di bulan suci Ramadhan yaitu bersedekah. Tidak hanya di masjid-masjid, sebagian besar kaum muslimin mengeluarkan sedekahnya untuk mereka yang membutuhkan pertolongan.
Puasa melatih umat Islam untuk peka terhadap lingkungan sosialnya. Peduli terhadap sesama sehingga kesalehannya berdampak terhadap orang lain dengan perilaku luhurnya. Perintah bersedekah dengan harta antara lain, disebutkan dalam Al-Qur’an surat al-Munafiquun, ayat 10, yang artinya berbunyi:
“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)-ku sampai waktu yang dekat, agar aku dapat bersedekah sehingga aku termasuk orang-orang yang saleh”
Dengan bersedekah akan ada nilai manfaat terutama kebaikan di dunia dan di akhirat. Manfaatnya di dunia, sesuai janji Allah SWT akan mengganti rejekinya yang lebih besar, sebagaimana dikatakan dalam firman-Nya:
“Dan apa saja yang kamu infakkan, maka Allah akan menggantinya. Dan Dia-lah pemberi rezki yang sebaik-baiknya”. (QS, Saba’: 39). Jika tidak memiliki harta sekalipun, seorang muslim dapat bersedekah dengan tanaga dan pikirannya untuk kebaikan bersama. Bahkan dengan senyum kepada saudara kita, kata Rasulullah termasuk bersedekah.
Keikhlasan bersedekah adalah prinsip ibadah. Karena itu, tidak ada orang jatuh miskin karena bersedekah. Dengan bersedekah, seorang dapat mengobati penyakit kikirnya bahkan menolak bala. Rasulullah SAW bersabda:
“Obatilah orang-orang yang sakit dari kalian dengan sedekah. Sesungguhnya sedekah itu dapat meredam murka Allah, dan menolak kematian yang buruk” (HR. Tirmidzi).
Dalam banyak hadis, Rasulullah SAW juga pernah mengatakan bahwa dengan bersedekah dapat membentengi diri kita terhindar dari musibah. Disebutkan dalam suatu hadis berikut yang berbunyi:
“Sedekah dapat menolak 70 macam bencana, dan yang paling ringan adalah penyakit kusta dan kulit.” (HR Thabrani).
Sedekah adalah satu dari sekian bukti keimanan seorang muslim yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Puasa di bulan Ramadhan merupakan sarana untuk meningkatkan kepekaan sosial kita terhadap sesama dengan berbagi sebagai ahli sedekah.
“Barang siapa yang termasuk ahli sedekah, niscaya Ia dipanggil (masuk surga) dari pintu sedekah” (HR. Shohih Bukhari)
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

Fulan baru saja lulus sekolah dasar. Penampilan fisiknya sudah mengalami perubahan. Kendati wajahnya masih seusia anak-anak pada umumnya, suara Fulan terdengar sudah menebal. Sebagai anak laki-laki yang sedang tumbuh dan berkembang, Ia kadang bercermin melihat wajahnya yang berminyak dan tumbuh jerawat.
Tanda-tanda fisik di atas, merupakan hal yang biasa dialami oleh anak laki-laki, bahkan ciri lainnya ditandai dengan bermimpi. Semantara itu, bagi anak perempuan cirinya ditandai dengan datangnya menstruasi pertama dalam hidupnya. Menurut ajaran Islam, tanda-tanda fisik yang dialami anak laki-laki dan perempuan itu disebut dengan masa akil-baligh.
Menurut Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, seseorang yang sudah dewasa ada beban hukum yang dipikul berdasarkan perintah, larangan dan anjuran (Taklifi). Dalam hukum fikih disebut Mukallaf, yaitu seorang yang sudah dianggap melek hukum, sehingga apa yang dilakukan dan diucapkan sudah memenuhi unsur (nilai dasar dan ketentuan praktis) secara hukum.
Lalu, apa relevansinya Mukallaf dengan kewajiban berpuasa? Jawabannya, karena ada nilai-nilai dasar dan ketentuan hukum praktis serta hukum sebab akibat (Wad’i) bagi orang yang sudah dewasa maka puasa di bulan Ramadhan hukumnya wajib. Dari segi dalil jelas puasa Ramadhan diwajibkan kecuali bagi yang berhalangan secara syar’i seperti lansia, haid, dan nifas serta orang yang sakit keras.
Termasuk didalamnya seseorang yang belum Mukallaf tidaklah terbebani oleh hukum wajib berpuasa yang bersifat taklîfî. Tetapi kewajiban berpuasa itu, misalnya bagi anak-anak menjadi informasi edukatif yang memuat amalan – amalan yang dianjurkan sampai dengan kwajiban zakat fitrah yang harus ditunaikan.
Hukum Taklifi sendiri bersumber dari Allah SWT yang menandaskan perintahnya langsung melalui Firman-Nya yang dikuatkan oleh Sunnah Rasullulah. Beban itu diberikan kepada hambanya dalam bentuk (amal) perbuatan. Beban ini merupakan ujian dari Allah kepada mereka agar jelas siapa di antara hamba-Nya yang taat dan melanggar ketentuannya secara hukum.
Secara prinsip, para ahli ushul fiqh berpandangan bahwa dasar timbulnya pembebanan hukum dalam Islam adalah akal dan pemahaman. Artinya, seseorang baru bisa dibebani hukum jika berakal dan bisa memahami secara baik dan jelas beban yang ditujukan kepadanya. Jadi sederhananya, kewajiban berpuasa sebagai perintah merupakan ibadah wajib yang ditujukan untuk orang Islam yang berakal (dewasa).
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

Dalam Islam, setiap ibadah yang dikerjakan memiliki tuntunan dan prinsip-prinsip yang harus dipegang oleh kaum muslim dan muslimat. Menurut Tajih Muhammadiyah, Ibadah merupakan upaya setiap muslim mendekatkan diri kepada Allah dengan cara mengerjakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya dan mengamalkan segala yang diizinkan Allah SWT.
Puasa sebagai ibadah khusus (ibadah mahdhah) memiliki karakteristik yang unik, Dari segi waktu secara syariat ditentukan pada bulan yang spesial, yaitu bulan Ramadhan. Umat Islam di seluruh dunia mengamalkannya untuk meraih takwa. Melalui perintah-Nya, semua taat, tunduk dan penuh pengabdian.
Sesempurnanya manusia dihadapan Allah SWT, manusia adalah makhluk yang hina, dengan berpuasa itu tujuannya untuk mengekang hawa nafsunya yang kadang hina dan kosong. Puasa mampu mengendalikan hawa nafsu manusia. Rukun dan syarat berpuasa juga diatur oleh Islam sebagai ibadah wajib.
Hikmah Berpuasa
Puasa yang dilakukan umat Islam setiap tahunnya, memiliki hikmah hasanah terhadap setiap individu. Pada aspek jasmani puasa memberikan dampak kesehatan bagi tubuh manusia. Semantara itu, dalam aspek ruhani (spiritual) puasa berperan mendidik dan melatih pribadi muslim untuk menjadi beradab, tertib, dan mampu mengontrol kondisi psikologisnya secara emosional.
Pada aspek sosial, puasa juga melatih kepeduliaan dan kepekaan sosial terhadap sesama. Empati terhadap mereka yang papa (dhuafa) dengan Ikhlas berbagi, bersedekah dan saling menghormati bahkan terhadap saudara yang bukan muslim. Tiba waktunya, setiap muslim diwajibkan menunaikan zakat fitrah dan zakat harta bagi yang sudah memenuhi syarat.
Hikmah berpuasa lainnya menjadikan individu sebagai pribadi yang berkarakter kuat. Berpuasa memantapkan pribadi muslim untuk meningkatkan kredibilitasnya. Pribadi yang tangguh, etis, dan berkarakter (ethos).
Berpuasa selama satu hari dari terbit fajar sampai matahari terbenam menghadirkan pribadi muslim yang mampu mewarnai kecerdasan emosionalnya. Tidak mudah tersinggung dan terpancing emosionalnya. Kontrol emosinya (pathos) berjalan seimbang namun tetap bermartabat.
Di samping itu, dengan berpuasa seorang muslim bisa memperkaya pengetahuannya tentang fenomena sosial, ekonomi, budaya, dan lainnya. Kendati ada keterbatasan dalam dirinya, jiwa-jiwa yang terpelihara itu bangkit menggerakan motivasi spiritualnya untuk menggali hikmah puasa dengan pengatahuan (logos) yang dimilikinya agar tabir ibadah dapat diraih sebagai pengetahuan dan diparaktikan dengan tulus.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

