Tentang LAZISMU

#MemberiUntukNegeri
LAZISMU adalah lembaga zakat tingkat nasional yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan secara produktif dana zakat, infaq dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya.

LAZISMU yang didirikan pada tahun 2002 dan dikukuhkan legalitasnya hingga SK Menteri Agama No. 90 Tahun 2022, mengelola dana zakat dan infaq melalui manajemen modern yang amanah dan transparan. Keunggulan jaringannya yang tersebar luas di seluruh Indonesia menjadikan LAZISMU solusi nyata (problem solver) dalam memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan.
Selengkapnya

Pilar Program Lazismu

Mari kita dukung program-program yang dilaksanakan oleh Lazismu
Klik logo untuk melihat detail pilar
Selengkapnya

Info Terkini Lazismu

Berita terkini kegiatan Lazismu

Manusia Bertanya AI Menjawab, Pengetahuan Agama Menjadi Sumber Data Akal Imitasi yang Beretika      

JAKARTA -- Kecanggihan teknologi dan manusia tidak dapat dipisahkan. Kehadiran kecerdasan buatan bukti nyata peran manusia mampu memberikan warna terhadap perkembangan teknologi melalui suatu pertanyaan dan perintah yang dijawab dengan data dan sistem komputasi dalam menjawab suatu persoalan.

Republika menangkap peluang perkembangan teknologi dengan meluncurkan (grand launching) platform kecerdasan buatan (AI) keislaman bernama Aiman dan Aisha di Auditorium Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta, pada Rabu (4/3/2026). Peluncuran platform akal imitasi tersebut didukung oleh Lazismu dan mitra teknologi BytePlus.

Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, mengeparesiasi dan menyampaikan selamat atas peluncuran AI berbasis keislaman itu. Mujadid Rais mengatakan perkembangan AI bisa dimanfaatkan untuk kebaikan manusia.

“Karena itu, etika manusia membingkainya dalam pemanfataan akal imitasi tersebut untuk menjaga agar nilai manfaatnya digunakan secara baik,” ujarnya.

Wacana keislaman terus berkembang seiring maraknya perkembangan informasi digital. Ia menilai telah terjadi pergeseran pada sumber – sumber otoritas keagamaan. “Sekarang di era digital ini melahirkan praktik keagamaan yang menghadirkan kritik terhadap sumber yang dirujuk dianggap tidak sepenuhnya kapabel,” jelasnya.

Mujadid Rais mengungkapkan lantas bagaimana kita memanfaatkan dan memperkaya AI ini dengan sumber-sumber otoritatif, apalagi ini menyangkut pertanyaan tentang agama. Maka harus tetap dibimbing sepeti generasi milenial yang murni pengguna teknologi digital.

“Kehadiran platform Aiman dan Aisha ini memperkaya khazanah keislaman dan dakwah di tengah masyarakat yang melahirkan pemahaman agama yang harmonis dan berdampak sosial melalui  teknologi informasi,” pungkasnya.

Lebih jauh lagi, sambung dia, bisa menghadirkan kesalehan dari aspek individual menuju  kesalehan sosial. Lazismu bersyukur pada hari ini menjadi bagian dalam memaknai penggunaan kecerdasan buatan yang sudah menjadi amanah dalam muktamar Muhammadiyah untuk terus menggelorakan gerakan dakwah di era digital terutama yang bersentuhan dengan Lazismu dalam bingkai filantropi islam.

Pimpinan Redaksi Republika, Andi Muhyiddin pun turut gembira menyambut peluncuran platform Aiman dan Aisha. Menurutnya ketergantungan manusia terhadap AI tidak bisa dihindarkan. Pertanyaannya, kata Andi, apakah AI akan jadi teman ngobrol atau perpustakaan digital. “Ini pertanyaan tentang arah peradaban dan hidup manusia di era AI yang ada di mana mana,” tuturnya.

Menurutnya, AI memang cepat tapi tidak selalu kontekstual, tidak selalu berbaiss nilai. “Jangan sampai kita hanya menjadi konsumen nilai tapi produsen nilai, dan AI secara global belum tentu memahami islam secara moderat yang menjadi khas Indonesia,” pungkasnya.

Andi menggaris bawahi bahwa Aiman dan Aisha hadir dengan bahasa yang ramah. Kehadirannya bukan mesin penjawab yang menggantikan peran ulama. “Penting kami tegaskan bahwa Aiman dan Aisha merupakan pintu awal untuk belajar sementara. Adapun untuk pendalaman ilmunya tetap kembali kepada otoritas agama sebagai rujukannya,” imbuhnya.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

SELENGKAPNYA
4 Maret 2026
Masih Bergiat Kerja, Penguna Jalan Nikmati Berbuka Puasa dengan Ratusan Paket Tebar Takjil di Kawasan Bundaran HI

Masih Bergiat Kerja, Penguna Jalan Nikmati Berbuka Puasa dengan Ratusan Paket Tebar Takjil di Kawasan Bundaran HI

JAKARTA - Kolaborasi antar lembaga amil zakat yang tergabung dalam Forum Zakat (FOZ) pada ramadhan 1447 H, bersama - sama melakukan aksi sosial dengan Tebar Takjil bagi para pengendara di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat. 

Sinergi lembaga amil zakat ini dalam Tebar Takjil dilakukan pada Jumat (27/2/2026). Aksi berbagi tersebut menyasar para pengguna jalan yang masih beraktivitas menjelang waktu berbuka puasa. 

Dalam kegiatan ini, Lazismu Pusat menyalurkan bantuan berbuka puasa dengan total 200 paket makanan yang terdiri atas 100 paket makanan ringan (Takjil) dan 100 paket makanan berat. 

Penanggung Jawab Tebar Takjil dari Lazismu, Robby Fajrin, mengatakan, penerima manfaat terdiri dari pengendara ojek online (ojol), pekerja harian, hingga masyarakat sekitar yang membutuhkan.  

Kami menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan kegiatan ini. Robby mengungkapkan bahwa program itu merupakan bagian dari rangkaian kampanye Ramadan yang mengedepankan kolaborasi.

“Alhamdulillah, pada hari ini Lazismu telah melaksanakan program ramadhan Tebar Takjil di kawasan Bundaran HI. Sebanyak 100 paket kami salurkan untuk mereka yang belum bisa berbuka puasa di rumah karena masih beraktivitas,” ujarnya.

Robby menambahkan, selain paket takjil, Lazismu juga mendistribusikan 100 paket makanan berat agar para penerima manfaat bisa berbuka puasa dengan lebih layak. Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada para donatur yang sudah bersedia menyumbangkan dana serta zakat, infak, dan sedekahnya kepada Lazismu. 

Robby menilai dukungan para donatur menjadi faktor penting dalam keberlangsungan program-program sosial Lazismu. Harapan besarnya, kata dia, bisa menjangkau lebih banyak penerima manfaat di berbagai wilayah .

Kolaborasi antara Lazismu dan FOZ ini juga menjadi wujud sinergi antar-lembaga zakat dalam memperluas dampak sosial. Melalui gerakan bersama, besar harapan distribusi zakat, infak, dan sedekah dapat semakin tepat sasaran serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

SELENGKAPNYA
4 Maret 2026
Ratusan Penyintas Banjir Bandang Di Aceh Utara Berbuka Puasa dengan Takjil

Ratusan Penyintas Banjir Bandang Di Aceh Utara Berbuka Puasa dengan Takjil

ACEH UTARA – Memasuki bulan Ramadhan 1447 H, para penyintas banjir bandang di Aceh Utara bersiap diri untuk melaksanakan ibadah puasa. Kendati masih dalam tahap pemulihan, semangat untuk bangkit terus bergairah agar puasa dijalani dengan keberkahan.  

Di Aceh Utara, Lazismu beserta relawan masih melakukan aksi kemanusiaannya, di dua kecamatan yaitu, Kecamatan Sawang dan Kecamatan Muara batu. Dalam kegiatannya selama ini untuk para penyintas para relawan berkolaborasi dengan mitra strategis untuk menyalurkan bantuan.    

Kali ini,  Lazismu Aceh Utara bersinergi dengan Dufaahasheera untuk memberikan bantuan berbuka puasa berupa Takjil. Penyaluran tahap pertama terlaksana pada akhir Februari sampai dengan awal Maret 2026. 

Ketua Lazismu Aceh Utara, Azkia Algifari mengatakan, program ini merupakan bentuk empati dan kepedulian terhadap saudara-saudara yang sedang diuji dengan musibah. 

“Banjir bandang yang melanda beberapa wilayah Aceh Utara tentu meninggalkan dampak bagi masyarakat. Melalui program berbagi takjil, Lazismu hadir memberikan dukungan moril sekaligus memastikan mereka tetap merasakan kebersamaan dan perhatian, khususnya di bulan Ramadhan,” paparnya. 

Bantuan yang telah tersalurkan di Kecamatan Sawang dan Muara Batu menyasar penerima manfaat sebanyak 300 orang. Azkia merinci, bantuan Takjil kembali disalurkan di beberapa desa antara lain sebanyak 50 paket Takjil di Desa Blang Reuling, 50 paket takjil di Desa Payarabo Kecamatan Sawang. 

Selebihnya, 50 paket Takjil disalurkan di Desa Bungkaih dan 10 paket Takjil untuk jamaah Masjid Alizzah serta 50 paket Takjil untuk santri Mahad Al-Urwatulusqa, di kecamatan Muara Batu.

Salah seorang penerima manfaat, Azwar Sari, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Lazismu Aceh Utara dan kepada donatur yang telah memberikan bantuan berbuka puasa. 

“Penyintas banjir bandang di Masjid Jamik Al-Izzah Cot Seurani merasa bersyukur bisa berbuka puasa bersama. Mereka berharap program ini dapat berkelanjutan,” tuturnya. 

Bantuan takjil ini sangat berarti bagi kami. Azwar menambahkan, semoga kebaikan ini terbalas oleh Allah SWT dan kami berharap program seperti ini dapat terus berjalan.

Lazismu Aceh Utara berkomitmen untuk melanjutkan program distribusi pada tahap selanjutnya dengan penerima manfaat lebih luas agar semakin banyak korban banjir bandang yang dapat merasakan manfaatnya.

Takjil ini bukan sekadar bantuan pangan, tapi juga simbol dukungan moral bahwa melalui semangat "Zakat Majukan Kesejahteraan Bangsa" mampu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berdonasi.  

Mari mendukung program-program pemulihan pascabencana bagi mustahik dan penyintas di wilayah Aceh Utara selama bulan suci ini. Azkia juga mengajak masyarakat luas untuk turut berpartisipasi dalam pendistribusian tahap berikutnya. 

Pelaksanaan program ini tidak luput untuk memastikan saudara-saudara yang masih dalam masa pemulihan akibat bencana tetap merasakan kehangatan dan keberkahan Ramadhan. 

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Aceh Utara]

SELENGKAPNYA
3 Maret 2026
Pintu Surga Ahli Sedekah, Menolak Bala dan Mengikis Sifat Kikir

Pintu Surga Ahli Sedekah, Menolak Bala dan Mengikis Sifat Kikir

Kotak infak di Masjid At-Takwa seperti tak pernah berhenti bergerak mengikuti barisan jamaah dari yang paling depan sampai barisan paling belakang di hari pertama tarawih sampai dengan malam ini. Jamaah masjid selalu siap sedia mengeluarkan sebagian rejekinya untuk bersedekah dan berinfak.

Inilah salah satu amalan utama di bulan suci Ramadhan yaitu bersedekah. Tidak hanya di masjid-masjid, sebagian besar kaum muslimin mengeluarkan sedekahnya untuk mereka yang membutuhkan pertolongan.

Puasa melatih umat Islam untuk peka terhadap lingkungan sosialnya. Peduli terhadap sesama sehingga kesalehannya berdampak terhadap orang lain dengan perilaku luhurnya. Perintah bersedekah dengan harta antara lain, disebutkan dalam Al-Qur’an surat al-Munafiquun, ayat 10, yang artinya berbunyi:

“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)-ku sampai waktu yang dekat, agar aku dapat bersedekah sehingga aku termasuk orang-orang yang saleh”

Dengan bersedekah akan ada nilai manfaat terutama kebaikan di dunia dan di akhirat. Manfaatnya di dunia, sesuai janji Allah SWT akan mengganti rejekinya yang lebih besar, sebagaimana dikatakan dalam firman-Nya:

“Dan apa saja yang kamu infakkan, maka Allah akan menggantinya. Dan Dia-lah pemberi rezki yang sebaik-baiknya”. (QS, Saba’: 39). Jika tidak memiliki harta sekalipun, seorang muslim dapat bersedekah dengan tanaga dan pikirannya untuk kebaikan bersama. Bahkan dengan senyum kepada saudara kita, kata Rasulullah termasuk bersedekah.      

Keikhlasan bersedekah adalah prinsip ibadah. Karena itu, tidak ada orang jatuh miskin karena bersedekah. Dengan bersedekah, seorang dapat mengobati penyakit kikirnya bahkan menolak bala. Rasulullah SAW bersabda:

“Obatilah orang-orang yang sakit dari kalian dengan sedekah. Sesungguhnya sedekah itu dapat meredam murka Allah, dan menolak kematian yang buruk” (HR. Tirmidzi).

Dalam banyak hadis, Rasulullah SAW juga pernah mengatakan bahwa dengan bersedekah dapat membentengi diri kita terhindar dari musibah. Disebutkan dalam suatu hadis berikut yang berbunyi:

“Sedekah dapat menolak 70 macam bencana, dan yang paling ringan adalah penyakit kusta dan kulit.” (HR Thabrani).

Sedekah adalah satu dari sekian bukti keimanan seorang muslim yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Puasa di bulan Ramadhan merupakan sarana untuk meningkatkan kepekaan sosial kita terhadap sesama dengan berbagi sebagai ahli sedekah.     

“Barang siapa yang termasuk ahli sedekah, niscaya Ia dipanggil (masuk surga) dari pintu sedekah” (HR.  Shohih Bukhari)        

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]     

SELENGKAPNYA
2 Maret 2026
MDMC dan Lazismu Gagas Pelatihan Ketangguhan Bencana Berbasis Masjid

MDMC dan Lazismu Gagas Pelatihan Ketangguhan Bencana Berbasis Masjid

TANGERANG – Setiap terjadi bencana masjid kerap terdampak alami kerusakan. Risiko bencana tak bisa dihindarkan. Sejatinya, jamaah masjid bisa memitigasi risikonya sebagai suatu komunitas. Maka, peningkatan kapasitas jamaah perlu diberikan agar tangguh hadapi bencana.        

Kenyataannya tidak semua jamaah masjid mengenal risiko bencana. Berdasarkan data BNPB, sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 813 tempat ibadah mengalami kerusakan akibat bencana banjir dan tanah longsor.

Berdasarkan kondisi itu, Wakil Sekretaris MDMC PP Muhammadiyah, Budi Santoso, pada Selasa (25/2/2026) mengatakan bahwa pendampingan terhadap komunitas masjid harus terus dilakukan mengingat tingginya angka kerusakan tempat ibadah akibat bencana.

“Program ketangguhan komunitas berbasis masjid telah digagas lewat jamaah tangguh bencana. MDMC dan Lazismu akan terus memperkuat upaya pengurangan risiko bencana melalui program yang dirancang sebagai bagian dari pendampingan komunitas,” ujarnya.

Karena itu, agenda yang telah dirancang tersebut akan dilaksanakan selama enam bulan, dimulai pada Mei hingga Oktober 2026, yang dilaksanakan di tiga wilayah, antara lain Sumatera Utara, Maluku Utara, dan Kalimantan Barat.

Program ini digagas sebagai respons terhadap tingginya dampak bencana terhadap fasilitas ibadah. “Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan kapasitas masyarakat berbasis masjid dalam menghadapi ancaman bencana,” pungkasnya.

Selain itu, program masjid tangguh bencana (MASTANA), akan melengkapi peran masjid yang tidaj hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat mitigasi, evakuasi, dan edukasi kebencanaan bagi masyarakat sekitar.

Pelaksanaan program dilakukan melalui kolaborasi antara MDMC dan Lazismu bersama LRB-MDMC PWM dan PDM setempat, serta didukung oleh LPCRA dan Majelis Tabligh Muhammadiyah. Sinergi lintas lembaga ini diharapkan dapat memperkuat ketangguhan masyarakat berbasis masjid dalam menghadapi risiko bencana.

Fokus utama program adalah peningkatan kapasitas komunitas masjid dalam mengenali risiko bencana, melakukan upaya mitigasi, serta meningkatkan kesiapsiagaan. Kegiatan yang akan dilaksanakan meliputi pelatihan peningkatan kapasitas serta pembentukan komunitas tangguh bencana berbasis masjid dengan pendekatan One Muhammadiyah One Response (OMOR).

Program ketangguhan berbasis masjid ini merupakan bagian dari komitmen MDMC dan Lazismu dalam memperkuat resiliensi masyarakat di seluruh fase penanggulangan bencana, tidak hanya pada tahap tanggap darurat tetapi juga pada upaya pengurangan risiko dan kesiapsiagaan.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/MDMC]

SELENGKAPNYA
26 Februari 2026
Majelis, Lembaga dan Ortom, Berkomitmen Perkuat Program Ekosistem Filantropi Senilai Rp 17 Miliar

Majelis, Lembaga dan Ortom, Berkomitmen Perkuat Program Ekosistem Filantropi Senilai Rp 17 Miliar

TANGERANG – Dana pentasyarufan program penguatan ekosistem filantropi di persyarikatan Muhammadiyah merupakan bentuk dukungan atas pilar program lembaga amil zakat Muhammadiyah. Sebanyak 22 mitra yang terdiri dari majelis, lembaga dan ortom (MLO) berkomitmen untuk sinergi program berkelanjutan.  

Adapun total dana yang disalurkan sebesar Rp 17 miliar, yang berasal dari Lazismu. Secara resmi disalurkan kepada MLO yang penyerahannya dilangsungkan dalam rangkaian agenda Pengkajian Ramadan 1447 H, yang berlokasi di Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), pada Rabu (25/2/2026).

Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, menyebutkan bahwa penyaluran dana ini merupakan bentuk dukungan nyata Lazismu terhadap penguatan program-program persyarikatan.

"Dana yang diberikan senilai Rp 17.076.983.042 untuk majelis, lembaga, dan ortom, dengan nominal yang berbeda-beda berdasarkan pengajuan proposal program dari masing-masing lembaga," ungkapnya.

Sebelum disalurkan, kata Mujadid Rais, seluruh dana tersebut telah melalui tahapan penyaringan (screening) dan asesmen yang ketat oleh jajaran Direksi dan Badan Pengurus Lazismu. Proses ini, sambungnya, dilakukan untuk memastikan bahwa alokasi dan pemanfaatan dana benar-benar sesuai dengan golongan penerima zakat (asnaf) serta mematuhi seluruh ketentuan syariat Islam.

Mujadid Rais menegaskan harapannya terkait pendistribusian dana ini. Ia berharap penyaluran dana tersebut tidak hanya melancarkan program masing-masing lembaga, tetapi juga dapat memperkuat ekosistem filantropi Islam secara menyeluruh di tubuh Persyarikatan Muhammadiyah.

Kegiatan serah terima ini dihadiri langsung oleh perwakilan dari 22 Majelis, Lembaga, dan Ortom (MLO) sebagai penerima manfaat. Adapun daftar lengkap 22 MLO tersebut antara lain:

Majelis Lingkungan Hidup, Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial, Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian & Pengembangan, Majelis Pustaka dan Informasi, Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani, Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia, Majelis Pembina Kesehatan Umum, Majelis Tarjih dan Tajdid, Majelis Tabligh, Majelis Pemberdayaan Masyarakat, Lembaga Resiliensi Bencana, Lembaga Hubungan dan Kerja Sama Internasional, Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik, Lembaga Pengembangan Cabang/Ranting dan Pembinaan Masjid, Lembaga Pemeriksa Halal dan Kajian Halalan Thayyiban, Lembaga Bantuan Hukum dan Advokasi, Lembaga Dakwah Komunitas, Lembaga Seni Budaya, Hizbul Wathan, Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Muhammadiyah Scholarship Agency.

Dengan tersalurkannya dana ini, Lazismu berkomitmen untuk terus menjadi jembatan kebaikan yang profesional, transparans, dan akuntabel demi kemaslahatan umat dan bangsa.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Athif]

SELENGKAPNYA
26 Februari 2026
Lihat Berita Lainnya

Mitra

Dalam menyukseskan visi & misi Lazismu, kami selalu berkolaborasi dengan beberapa mitra
Selengkapnya

Masih Bingung Untuk Berzakat?

Untuk membantu kamu, maka terlebih dahulu klik tombol dibawah ini

Konsultasi

Sampaikan pertanyaan kamu kepada tim Layanan kami
Selengkapnya

Kalkulator Zakat

Hitung dan tunaikan zakat kamu
Selengkapnya

Laman Donasi

Beragam pilihan donasi zakat, infak dan sedekah dengan tema yang menarik
Selengkapnya
Kunjungi Pusat Layanan

Artikel Lazismu

Berita terkini kegiatan Lazismu
Pintu Surga Ahli Sedekah, Menolak Bala dan Mengikis Sifat Kikir

Pintu Surga Ahli Sedekah, Menolak Bala dan Mengikis Sifat Kikir

Kotak infak di Masjid At-Takwa seperti tak pernah berhenti bergerak mengikuti barisan jamaah dari yang paling depan sampai barisan paling belakang di hari pertama tarawih sampai dengan malam ini. Jamaah masjid selalu siap sedia mengeluarkan sebagian rejekinya untuk bersedekah dan berinfak.

Inilah salah satu amalan utama di bulan suci Ramadhan yaitu bersedekah. Tidak hanya di masjid-masjid, sebagian besar kaum muslimin mengeluarkan sedekahnya untuk mereka yang membutuhkan pertolongan.

Puasa melatih umat Islam untuk peka terhadap lingkungan sosialnya. Peduli terhadap sesama sehingga kesalehannya berdampak terhadap orang lain dengan perilaku luhurnya. Perintah bersedekah dengan harta antara lain, disebutkan dalam Al-Qur’an surat al-Munafiquun, ayat 10, yang artinya berbunyi:

“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)-ku sampai waktu yang dekat, agar aku dapat bersedekah sehingga aku termasuk orang-orang yang saleh”

Dengan bersedekah akan ada nilai manfaat terutama kebaikan di dunia dan di akhirat. Manfaatnya di dunia, sesuai janji Allah SWT akan mengganti rejekinya yang lebih besar, sebagaimana dikatakan dalam firman-Nya:

“Dan apa saja yang kamu infakkan, maka Allah akan menggantinya. Dan Dia-lah pemberi rezki yang sebaik-baiknya”. (QS, Saba’: 39). Jika tidak memiliki harta sekalipun, seorang muslim dapat bersedekah dengan tanaga dan pikirannya untuk kebaikan bersama. Bahkan dengan senyum kepada saudara kita, kata Rasulullah termasuk bersedekah.      

Keikhlasan bersedekah adalah prinsip ibadah. Karena itu, tidak ada orang jatuh miskin karena bersedekah. Dengan bersedekah, seorang dapat mengobati penyakit kikirnya bahkan menolak bala. Rasulullah SAW bersabda:

“Obatilah orang-orang yang sakit dari kalian dengan sedekah. Sesungguhnya sedekah itu dapat meredam murka Allah, dan menolak kematian yang buruk” (HR. Tirmidzi).

Dalam banyak hadis, Rasulullah SAW juga pernah mengatakan bahwa dengan bersedekah dapat membentengi diri kita terhindar dari musibah. Disebutkan dalam suatu hadis berikut yang berbunyi:

“Sedekah dapat menolak 70 macam bencana, dan yang paling ringan adalah penyakit kusta dan kulit.” (HR Thabrani).

Sedekah adalah satu dari sekian bukti keimanan seorang muslim yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Puasa di bulan Ramadhan merupakan sarana untuk meningkatkan kepekaan sosial kita terhadap sesama dengan berbagi sebagai ahli sedekah.     

“Barang siapa yang termasuk ahli sedekah, niscaya Ia dipanggil (masuk surga) dari pintu sedekah” (HR.  Shohih Bukhari)        

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]     

SELENGKAPNYA
2 Maret 2026
Mukallaf dan Hukum Taklifi, Relevansinya dengan Kewajiban Berpuasa

Mukallaf dan Hukum Taklifi, Relevansinya dengan Kewajiban Berpuasa

Fulan baru saja lulus sekolah dasar. Penampilan fisiknya sudah mengalami perubahan. Kendati wajahnya masih seusia anak-anak pada umumnya, suara Fulan terdengar sudah menebal. Sebagai anak laki-laki yang sedang tumbuh dan berkembang, Ia kadang bercermin melihat wajahnya yang berminyak dan tumbuh jerawat.

Tanda-tanda fisik di atas, merupakan hal yang biasa dialami oleh anak laki-laki, bahkan ciri lainnya ditandai dengan bermimpi. Semantara itu, bagi anak perempuan cirinya ditandai dengan datangnya menstruasi pertama dalam hidupnya. Menurut ajaran Islam, tanda-tanda fisik yang dialami anak laki-laki dan perempuan itu disebut dengan masa akil-baligh.

Menurut Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, seseorang yang sudah dewasa ada beban hukum yang dipikul berdasarkan perintah, larangan dan anjuran (Taklifi). Dalam hukum fikih disebut Mukallaf, yaitu seorang yang sudah dianggap melek hukum, sehingga apa yang dilakukan dan diucapkan sudah memenuhi unsur (nilai dasar dan ketentuan praktis) secara hukum.

Lalu, apa relevansinya Mukallaf dengan kewajiban berpuasa? Jawabannya, karena ada nilai-nilai dasar dan ketentuan hukum praktis serta hukum sebab akibat (Wad’i) bagi orang yang sudah dewasa maka puasa di bulan Ramadhan hukumnya wajib. Dari segi dalil jelas puasa Ramadhan diwajibkan kecuali bagi yang berhalangan secara syar’i seperti lansia, haid, dan nifas serta orang yang sakit keras.

Termasuk didalamnya seseorang yang belum Mukallaf tidaklah terbebani oleh hukum wajib berpuasa yang bersifat taklîfî. Tetapi kewajiban berpuasa itu, misalnya bagi anak-anak menjadi informasi edukatif yang memuat amalan – amalan yang dianjurkan sampai dengan kwajiban zakat fitrah yang harus ditunaikan.   

Hukum Taklifi sendiri bersumber dari Allah SWT yang menandaskan perintahnya langsung melalui Firman-Nya yang dikuatkan oleh Sunnah Rasullulah. Beban itu diberikan kepada hambanya dalam bentuk (amal) perbuatan. Beban ini merupakan ujian dari Allah kepada mereka agar jelas siapa di antara hamba-Nya yang taat dan melanggar ketentuannya secara hukum.

Secara prinsip, para ahli ushul fiqh berpandangan bahwa dasar timbulnya pembebanan hukum dalam Islam adalah akal dan pemahaman. Artinya, seseorang baru bisa dibebani hukum jika berakal dan bisa memahami secara baik dan jelas beban yang ditujukan kepadanya. Jadi sederhananya, kewajiban berpuasa sebagai perintah merupakan ibadah wajib yang ditujukan untuk orang Islam yang berakal (dewasa).

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]     

SELENGKAPNYA
23 Februari 2026
Hikmah Puasa, Melatih Pribadi Berkarakter

Hikmah Puasa, Melatih Pribadi Berkarakter

Dalam Islam, setiap ibadah yang dikerjakan memiliki tuntunan dan prinsip-prinsip yang harus dipegang oleh kaum muslim dan muslimat. Menurut Tajih Muhammadiyah, Ibadah merupakan upaya setiap muslim mendekatkan diri kepada Allah dengan cara mengerjakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya dan mengamalkan segala yang diizinkan Allah SWT.

Puasa sebagai ibadah khusus (ibadah mahdhah) memiliki karakteristik yang unik, Dari segi waktu secara syariat ditentukan pada bulan yang spesial, yaitu bulan Ramadhan. Umat Islam di seluruh dunia mengamalkannya untuk meraih takwa. Melalui perintah-Nya, semua taat, tunduk dan penuh pengabdian.

Sesempurnanya manusia dihadapan Allah SWT, manusia adalah makhluk yang hina, dengan berpuasa itu tujuannya untuk mengekang hawa nafsunya yang kadang hina dan kosong. Puasa mampu mengendalikan hawa nafsu manusia. Rukun dan syarat berpuasa juga diatur oleh Islam sebagai ibadah wajib.

Hikmah Berpuasa

Puasa yang dilakukan umat Islam setiap tahunnya, memiliki hikmah hasanah terhadap setiap individu. Pada aspek jasmani puasa memberikan dampak kesehatan bagi tubuh manusia. Semantara itu, dalam aspek ruhani (spiritual) puasa berperan mendidik dan melatih pribadi muslim untuk menjadi beradab, tertib, dan mampu mengontrol kondisi psikologisnya secara emosional.

Pada aspek sosial, puasa juga melatih kepeduliaan dan kepekaan sosial terhadap sesama. Empati terhadap mereka yang papa (dhuafa) dengan Ikhlas berbagi, bersedekah dan saling menghormati bahkan terhadap saudara yang bukan muslim. Tiba waktunya, setiap muslim diwajibkan menunaikan zakat fitrah dan zakat harta bagi yang sudah memenuhi syarat.      

Hikmah berpuasa lainnya menjadikan individu sebagai pribadi yang berkarakter kuat. Berpuasa memantapkan pribadi muslim untuk meningkatkan kredibilitasnya. Pribadi yang tangguh, etis, dan berkarakter (ethos).   

Berpuasa selama satu hari dari terbit fajar sampai matahari terbenam menghadirkan pribadi muslim yang mampu mewarnai kecerdasan emosionalnya. Tidak mudah tersinggung dan terpancing emosionalnya. Kontrol emosinya (pathos) berjalan seimbang namun tetap bermartabat.

Di samping itu, dengan berpuasa seorang muslim bisa memperkaya pengetahuannya tentang fenomena sosial, ekonomi, budaya, dan lainnya. Kendati ada keterbatasan dalam dirinya, jiwa-jiwa yang terpelihara itu bangkit menggerakan motivasi spiritualnya untuk menggali hikmah puasa dengan pengatahuan (logos) yang dimilikinya agar tabir ibadah dapat diraih sebagai pengetahuan dan diparaktikan dengan tulus.      

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]     

SELENGKAPNYA
11 Februari 2026
Lihat Lainnya
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross