


YOGYAKARTA -- Nilai transaksi kurban digital memberikan angin segar. Perdana diimplementasikan, aplikasi gaya hidup muslim digital resmi milik Muhammadiyah atau populer disebut MASA, sajikan transformasi layanan yang tumbuh prospektif.
Pada debutnya di Idul Adha tahun ini, transaksi digital kurban di MASA berhasil membukukan penghimpunan kurban dengan total terdiri dari 13 ekor sapi, 30 ekor kambing, dan 22 ekor domba. Dengan mengelola ratusan juta rupiah transaksi kurban melalui sistem digital terintegrasi, MASA dirancang sebagai transformasi layanan keumatan berbasis teknologi.
Melalui kolaborasi antara LabMu dan Lazismu, Muhammadiyah menghadirkan Qurbanmu di aplikasi MASA untuk membantu masyarakat menjalankan ibadah kurban dengan proses yang lebih mudah, transparans, dan nyaman.
Inisiatif ini tidak hanya mempermudah masyarakat, tetapi juga memperkuat tata kelola pengelolaan kurban berbasis transparansi dan akuntabilitas. Mewakili Muhammadiyah, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dadang Kahmad, dalam rilisnya (29/5/2026), menegaskan, berkurban melalui MASA di Lazismu merupakan pilihan yang tepat di era digital saat ini.
“Berkurban di Lazismu melalui MASA merupakan langkah tepat untuk kurban di zaman Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 yang terpercaya dan amanah,” ujarnya. Peran LabMu sebagai pengembang ekosistem digital Muhammadiyah menghadirkan infrastruktur teknologi yang memungkinkan proses pengelolaan berjalan lebih terintegrasi dan terukur.
Sementara itu, Lazismu memastikan proses pengelolaan dan distribusi kurban tetap berjalan sesuai prinsip amanah, profesionalitas, dan kebermanfaatan sosial. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah membangun fondasi pengelolaan amanah umat yang lebih modern dan lebih siap menghadapi kebutuhan skala besar di era digital.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Mujadid Rais, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan implementasi digitalisasi kurban melalui aplikasi MASA yang memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menunaikan ibadah kurban.
“Alhamdulillah, kami bersyukur dengan adanya digitalisasi transaksi kurban melalui aplikasi MASA, sungguh menjadi jalan keberkahan bagi semua. Dengan total terhimpun 13 ekor sapi, 30 ekor kambing, dan 22 ekor domba, sinergi dan kolaborasi antara Lazismu dan MASA benar-benar memudahkan para pekurban (mudhohi) untuk menyalurkan kurbannya hanya dengan sentuhan klik di gawainya”, ungkap Mujadid Rais.
Terima kasih atas kepercayaan para pekurban kepada kami, sambung Mujadid Rais. Insya Allah kurban bapak ibu diproses sesuai syariat, dan kurban tersalurkan dengan amanah tepat sasaran kepada yang membutuhkan. Semoga ke depan jumlah penghimpunan kurban dapat terus meningkat dan memberi dampak seluas-luasnya kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk di kawasan 3T, program pencegahan stunting, serta daerah rawan bencana maupun terdampak bencana.
Di tengah meningkatnya adopsi layanan digital masyarakat Indonesia, transformasi pengelolaan kurban dinilai menjadi kebutuhan penting agar proses ibadah dan distribusi manfaat dapat berjalan lebih efisien, lebih terukur, dan menjangkau lebih luas.
Ke depan, Muhammadiyah akan terus memperkuat pengembangan layanan digital keumatan melalui kolaborasi lintas ekosistem agar manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat Indonesia. Visi jangka panjangnya membangun ekosistem layanan umat terintegrasi berbasis teknologi yang mendukung berbagai kebutuhan sosial, filantropi, dan ekonomi umat.
Terutama melihat antusiasme masyarakat terhadap layanan kurban digital terus meningkat, terutama dari masyarakat yang membutuhkan proses ibadah yang lebih praktis tanpa mengurangi nilai spiritual dan sosial dari ibadah kurban itu sendiri.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/LabMU]

JAKARTA -- Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) kembali menghadirkan Program Sedekah Kurban BPKH 1447 Hijriah/2026 sebagai wujud komitmen dalam menebarkan manfaat dan kemaslahatan bagi masyarakat Indonesia.
Mengusung tema “Menebar Kebaikan, Menggapai Keberkahan”, program ini menjadi salah satu program unggulan BPKH bersama mitra kemaslahatan yang telah berjalan sejak tahun 2020, tepatnya saat pandemi Covid-19 mewabah. Sebagai bentuk kepedulian dan semangat berbagi kepada masyarakat muslim di berbagai wilayah Indonesia, program ini menyasar daerah terpencil, terluar, tertinggal, dan terdampak bencana.
Program Sedekah Kurban BPKH merupakan inisiatif yang mengintegrasikan ibadah kurban dengan pemberdayaan ekonomi umat melalui sektor peternakan.
Bersama mitra kemaslahatan, program ini terus berkembang dari tahun ke tahun sejak pertama kali dilaksanakan di tengah pandemi COVID-19 sebagai bentuk kepedulian dan semangat berbagi kepada masyarakat muslim di berbagai wilayah Indonesia, termasuk daerah terpencil, terluar, tertinggal, dan terdampak bencana.
Pada tahun 2026, Program Sedekah Kurban BPKH dilaksanakan bersama 11 mitra kemaslahatan dengan target penyaluran sebanyak 600 ekor sapi/kerbau dan 700 ekor domba/kambing. Kolaborasi ini dilakukan untuk memperluas pemerataan manfaat kurban serta memastikan penyaluran berjalan tepat sasaran di seluruh Indonesia.
Anggota Badan Pelaksana BPKH, Sulistyowati, menyampaikan harapannya agar program ini dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui program ini, kami berharap kebaikan dari ibadah kurban dapat dirasakan secara nyata dan menyeluruh oleh masyarakat di seluruh penjuru negeri.
“Kurban bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang menghadirkan harapan, menguatkan kepedulian, dan memastikan manfaatnya dapat dirasakan hingga pelosok negeri,” terangnya dalam rilis yang disampaikan pada Hari Raya Idul Adha 2026.
Lazismu sebagai Mitra Kemaslahatan Sedekah Kurban
Di antara sebelas mitra kemaslahatan BPKH dalam Program Sedekah Kurban 2026, Lazismu kembali mendapat amanah dalam penyalurannya. Manajer Kemitraan Lazismu Pusat, Upik Rahmawati mengatakan, dalam pelaksanaannya Lazismu menyalurkan di 15 Provinsi dan beberapa panti asuhan yang layak menerima, yang kegiatannya berlangsung di mulai dari tanggal, 27 – 29 Mei 2026.
“Adapun 15 provinsi ini meliputi, DKI Jakarta, DIY, Jawa Barat, Bengkulu, Kalimantan Utara, Sumatera Selatan, NTT, Jawa Timur, Banten, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sulawesi Tengah, Aceh (Aceh Tamiang dan Langsa) dan NTB”, kata Upik.
Salah satunya DKI Jakarta, kata Upik memberikan contoh distribusi, bahwa penyaluran program Sedekah Kurban ada di Wilayah Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Pusat. Upik merinci untuk wilayah Jakarta Selatan tersebar di 14 titik yang terdiri dari 2 ekor sapi dan 17 ekor kambing.
Sementara itu, untuk wilayah Jakarta Barat terpencar di 10 titik, terdiri dari 7 ekor sapi dan 6 ekor kambing. Wilayah lainnya, sambung Upik, di Jakarta Utara tersebar di 13 titik, terdiri dari 10 ekor sapi, 3 ekor kambing.
Sebaran titik lainnya, kata Upik, ada di wilayah Jakarta Timur, dengan 7 titik distribusi terdiri dari 7 ekor kambing. Terakhir di wilayah Jakarta Pusat, terdiri dari 1 ekor sapi. Selebihnya kata Upik Lazismu juga menyasar panti asuhan di Jakarta, Tulung Agung dan Palu, Sulawesi Tengah.
“Dalam program Sedekah Kurban BPKH, kami menggandeng mitra yaitu Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) dan musola serta mitra rekomendasi seperti ponpes, yayasan, RT, panti dan MUI Jakarta Barat yang penerima manfaatnya betul-betul membutuhkan”, jelas Upik.
Upik mengatakan, sumber pembiayaan program ini menggunakan nilai manfaat dari pengelolaan Dana Abadi Umat (DAU), dan tidak berasal dari dana setoran awal jamaah calon haji.
Hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2014, di mana seluruh nilai manfaat akan dikembalikan kepada seluruh umat di seluruh Indonesia dalam kegiatan kemaslahatan, seperti program Sedekah Kurban BPHK ini.
Adapun seluruh program disalurkan secara langsung maupun tidak langsung dengan prinsip syariah, kehati-hatian, manfaat, nirlaba, transparans, dan akuntabel. Dalam pengemasannya Lazismu dan BPKH menggunakan wadah ramah lingkungan.
Melalui Program Sedekah Kurban BPKH, sambung Upik, diharapkan dapat tercipta penguatan ekonomi umat, pemerataan nilai manfaat kurban hingga kawasan pelosok, peningkatan nilai sosial ibadah, serta penguatan semangat kepedulian dan gotong royong di tengah masyarakat.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

JEMBER – Tak dapat dimungkiri bila meningkatnya beban kebutuhan hidup menjadi salah satu faktor yang memengaruhi akses masyarakat terhadap kecukup gizi. Di pelosok kabupaten Jember, Jawa Timur, kondisi itu ditemui tepat di Dusun Mandilis RT 01/RW 06, Desa Sanenrejo, Kecamatan Tempurejo.
Masyarakat yang berada di dusun ini hidup dalam keterbatasan yang pada akhirnya masuk dalam radar penguatan dakwah Muhammadiyah di tingkat ranting. Dusun Mandilis juga menjadi prioritas program Qurbanmu Bahagiakan Sesama yang diselenggarakan Lazismu Jember pada Idul Adha 2026.
Koordinator Bidang Lazismu Jember, Abdul Khamil, mengatakan kegiatan ini bukan hanya sekadar berkurban, tetapi menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menguatkan ranting Muhammadiyah yang berada di pelosok kecamatan Tampurejo.
“Tahun ini program Qurbanmu dilakukan selama dua hari, 29 – 30 Mei 2026 di Dusun Mandilis. Hari pertama penyembelihan 3 ekor kambing yang diwarnai dengan kegiatan edukasi dan dakwah sosial untuk menyemarakan momen Idul Adha”, ungkapnya.
Abdul menambahkan di sela-sela kegiatan, Lazismu mengajak warga yang ramai berdatangan untuk menikmati bakso gratis, permainan edukatif untuk anak-anak dusun, dan edukasi mitigasi bencana yang dikolaborasikan bersama MDMC Jember.
“Sebagai bentuk kepedulian sosial, Lazismu Jember juga menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis dan penyaluran bantuan sosial untuk warga setempat”, jelas Abdul yang juga aktif sebagai Wakil Ketua PDM Jember.
Sementara itu, Ketua Panitia Kurban Lazismu Jember, Tomi, mengungkapkan kurban di pelosok Tampurejo merupakan upaya Lazismu untuk menghadirkan manfaat kurban secara lebih merata. ”Alhamdulillah para pekurban mengamanahkan 1 ekor sapi dan 5 ekor kambing untuk penerima manfaat yang membutuhkan di Dusun Mandilis”, ujarnya.
Tomi mengatakan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, pada Idul Adha tahun ini Lazismu Jember masih berkomitmen menggunakan kemasan ramah lingkungan yang berasal dari daun jati sebagai pembungkus daging segarnya.
Selanjutnya di hari kedua, Lazismu Jember yang melibatkan partisipasi PCM Tempurejo dan PRM Sanenrejo, menyembelih hewan kurban kembali sebanyak 1 ekor sapi dan 2 ekor kambing. Menyambut hari Bahagia tersebut, mewakili PCM Tampurejo, Taufiqul Ulum, menyampaikan apresiasinya kepada Lazismu Jember dan Angkatan Muda Muhammadiyah yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Pada kesempatan itu, Camat Tempurejo, M. Najmul Huda, menyambut baik dan antusias warga di kegiatan kurban pedalaman yang dilaksanakan Lazismu Jember dan PDM Jember yang juga disambut gegap gempita warga setempat. Kami mengucapkan terima kasih kepada Lazismu Jember dan semua pihak yang telah memberikan perhatian penuh kepada warga khususnya di Dusun Mandilis.
Penerima manfaat, Suyatmi merasa bersyukur dengan adanya kegiatan ini. Saya dan keluarga memperoleh daging segar kurban untuk bisa di masak, terima kasih Lazismu. Hal senada, disampaikan Ahmad Fauzi, yang mendapatkan bantuan buku Iqro, yang sangat bermanfaat bagi anak-anak kami yang belajar mengaji. Alhamdulillah bantuan yang kami terima sangat membantu kebutuhan keluarga, pungkas Nur Hidayah, yang datang menerima bantuan itu.
Selain unsur organisasi otonom Muhammadiyah, seperti Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, MDMC Jember, KOKAM, IMM, IPM, program kurban di pedalaman juga melibatkan aparatur pemerintah setempat, masyarakat, pekurban dan tenaga kesehatan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Jember]

BOGOR -- Kedatangan rombongan mahasiswa menarik perhatian warga Pamijahan, Kabupaten Bogor. Tak hanya itu, rombongan ini juga membawa tim medis dan amil Lazismu dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Kegiatan mereka terkonsentrasi di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah 03, Ciasmara untuk menggelar program Qurbanmu Bahagiakan Sesama.
Spontan anak-anak yang menikmati libur hari raya Idul Adha, berkerumun ingin melihat lebih dekat 1 ekor sapi dan 3 ekor kambing yang akan disembelih hari itu. Pasalnya, sekolah tempat mereka belajar akan menjadi cerita seru kegiatan mahasiswa dan Lazismu yang memberikan pengalaman edukatif dan menyenangkan, pada Kamis, 28 Mei 2026.
Gebrakan Lazismu UMJ kian semarak bersama Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) UMJ. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian kampus terhadap masyarakat melalui program sosial, kesehatan, dan pendidikan yang langsung menyentuh kebutuhan warga.
Ketua Lazismu UMJ, Tajudin, menyampaikan bahwa kegiatan kurban ini didesain untuk menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat. Di dalamnya ada nuansa sosial dakwah yang dirakit dengan catur darma perguruan tinggi.
“Kurban kali ini adalah menyampaikan amanah pekurban sekaligus memperkuat solidaritas sosial. Kami berharap kegiatan ini dapat menghadirkan kebahagiaan dan manfaat nyata bagi masyarakat, baik melalui pembagian daging segar, layanan kesehatan, maupun bantuan pendidikan,” ujarnya.
Tajudin menyampaikan apresiasi kepada IMM se-UMJ, Fakultas Agama Islam UMJ, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pamijahan, para relawan, dan seluruh pihak yang telah berpartisipasi menyelenggarakan dan mendukung kegiatan tersebut.
Dalam kebersamaan itu, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pamijahan, Evi Rusdiana, mengaku sangat bersyukur atas kehadiran Lazismu UMJ. Menurutnya, masyarakat di daerah Pamijahan masih cukup jarang menikmati daging segar kurban setiap tahunnya.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Lazismu UMJ dan IMM se-UMJ karena telah melaksanakan kegiatan berkurban di sini. Hal ini benar-benar membawa kebahagiaan bagi masyarakat,” ungkapnya.
Program kurban ini, sambung Evi, menjadi salah satu bentuk syiar Muhammadiyah di wilayah Gunung Menir dan sekitarnya. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam persiapan pembentukan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Gunung Menir agar dakwah Muhammadiyah terus berkembang dan manfaatnya dirasakan masyarakat luas.
Pada kesempatan itu, amil bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Raden Alka Wali Hakim, mengatakan bahwa tiga ekor kambing itu amanah kurban dari Fakultas Agama Islam UMJ sebagai bentuk kontribusi sivitas akademika dalam menebarkan manfaat kepada masyarakat.
“Proses penyembelihan hewan kurban dilakukan bersama relawan IMM se-UMJ, warga setempat, dan panitia kurban dengan suasana penuh kebersamaan dan gotong-royong”, pungkasnya.
Alhamdulillah, daging segar kurban didistribusikan kepada lebih dari 170 penerima manfaat di wilayah Ciasmara dan Gunung Menir. Warga sangat antusias sejak pagi hari mengikuti rangkaian kegiatan ini. Raden mengungkapkan, masyarakat mengaku bersyukur karena pelaksanaan kurban dalam jumlah besar masih jarang dirasakan.
Tidak hanya itu, pada kesempatan yang sama Lazismu UMJ juga melakukan distribusi program Save Our School kepada MI Muhammadiyah 03 Ciasmara. Program ini merupakan bentuk kepedulian Lazismu UMJ terhadap dunia pendidikan, khususnya sekolah-sekolah yang masih membutuhkan dukungan dalam pembangunan dan penyediaan sarana prasarana pendidikan.
Lazismu UMJ bersama IMM se-UMJ juga menghadirkan layanan kesehatan gratis yang diikuti sekitar 100 warga. Pemeriksaan kesehatan meliputi pengecekan tekanan darah, gula darah, konsultasi kesehatan, serta pemeriksaan kesehatan dasar lainnya. Kehadiran layanan kesehatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat, terutama para lansia dan orang tua yang terbantu karena akses pemeriksaan kesehatan masih cukup terbatas.
Mewakili mahasiswa, Ketua IMM FEB UMJ, Muhammad Miqdad, mengaku bahwa keterlibatan dalam program ini menjadi pembelajaran berharga tentang realitas sosial dan realitas akademik di kampus. “Apa yang dilihat di lapangan dengan senyatanya memberikan pengalaman berharga melalui partisipasi aktif bersama kawan-kawan yang lain”, jelasnya.
Miqdad menambahkan, untuk program bantuan Save Our School, diharapkan dapat membantu menunjang kegiatan belajar mengajar di MI Muhammadiyah 03, Ciasmara sehingga siswa dapat belajar dengan lebih nyaman dan baik.
Kehadiran program ini juga menjadi bukti, kampus tidak hanya hadir dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar. Ibadah kurban bukan hanya tentang ibadah semata, tetapi juga tentang menghadirkan kebermanfaatan dan kepedulian nyata untuk sesama.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu UMJ].

BOGOR – Kolaborasi Shopee Barokah dan Lazismu melalui program Qurbanmu Bahagiakan Sesama, menyalurkan satu ekor sapi berbobot 1 ton yang menyasar penerima manfaat di Desa Singasari, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (29/5/2026).
Penyaluran hewan kurban ini menyasar wilayah pelosok, daerah terdalam di Jonggol, tepatnya di Kampung Cikaret dan Cibokor, yang dihuni sekitar 500 kepala keluarga yang mayoritas warganya berprofesi sebagai petani dan pekebun.
Kegiatan ini merupakan komitmen Shopee Barokah dan Lazismu untuk melakukan pemerataan distribusi hewan kurban agar tidak terkonsentrasi di satu titik saja. Ketua RW 10 Kampung Cikaret dan Cibokor, Asip Ajo, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian yang diberikan kepada warganya. Ia memastikan proses distribusi berjalan tertib, tepat sasaran melalui sistem kupon.
"Sebanyak 500 KK di kampung ini, kami berikan kupon untuk memperoleh daging segar yang telah diserahkan oleh Shopee Barokah dan Lazismu. Bantuan ini tentu sangat berarti bagi warga kami yang sehari-harinya bekerja sebagai petani dan pekebun", ujarnya.
Fokus Perbaikan Gizi Cegah Stunting
Kegiatan pemotongan dan pembagian hewan kurban tersebut juga dihadiri langsung oleh Kepala Desa Singasari, Euis Sujana. Beliau menekankan pentingnya bantuan pangan bergizi ini dalam mendukung program penanganan isu stunting yang tengah menjadi perhatian di desanya.
"Semoga daging kurban ini bermanfaat bagi warga di Kampung Cibokor dan Cikaret. Melalui donasi daging sapi berkualitas ini, kami berharap dapat membantu menambah nutrisi bagi anak-anak yang membutuhkan peningkatan gizi di desa ini, sekaligus memperkuat ketahanan pangan warga kami", ungkapnya.
Proses pembagian daging kurban berlangsung tertib. Selepas ibadah solat Jum’at, kata Muhamamd Umar dari Lazismu Pusat, bahwa warga mulai berdatangan ke lokasi dengan membawa kupon masing-masing. Antusiasme warga dalam mendukung program ini dibuktikan dengan bergotong-royong menyiapkan penggunaan wadah dalam bentuk kemasan ramah lingkungan.
“Sebagai bentuk komitmen terhadap lingkungan, panitia tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai. Daging sapi yang telah disembelih dan ditimbang langsung dikemas dalam besek anyaman yang ramah lingkungan dan menjaga kesegaran daging secara alami.
Melalui sinergi antara Shopee Barokah, Lazismu dan perangkat desa setempat, kegiatan kurban ini diharapkan tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga membawa dampak sosial-ekonomi yang nyata bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di daerah pelosok kabupaten Bogor.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

PEKANBARU – Kulim adalah nama kecamatan di Pekanbaru. Hikayatnya, nama Kulim sudah ada sejak 1970-an. Nama Kulim sudah lama sayup tak terdengar, orang lebih akrab dengan Tenayan Raya. Pemkot Pekanbaru inisiasi pemekaran kecamatan Tenayan Raya, maka nama kecamatan Kulim muncul kembali.
Di kecamatan inilah sentra pembuatan batu bata dikenal luas. Warga miskin kota di kelurahan Kulim, kecamatan Kulim itu mayoritas buruh pengrajin batu bata. Hidup mereka bergantung dari cetakan demi cetakan batu bata yang rapih tersusun. Orang Melayu menyebutnya Tebunan Bate (susunan rapih batu bata).
Pada Hari Raya Idul Adha 1447 H, Lazismu Pekanbaru melaksanakan program Qurbanmu Bahagiakan Sesama. Lokasi penyembelihan hewan kurban di Mushola Al-Ikhlas, Jalan Budi Luhur, Gang Ikhlas, RT 02/RW 03, Kelurahan Kulim, Kecamatan Kulim, Pekanbaru, pada Rabu, 27 Mei 2026.
Hari itu, menjadi sangat Istimewa, karena penyaluran daging kurban dilaksanakan di kawasan yang menurut informasi masyarakat, kata Manager Lazismu Pekanbaru, Fadlillah Nury, sudah lima tahun terakhir tidak tersentuh pelaksanaan penyembelihan hewan kurban.
“Rata-rata warga di daerah Kulim, bekerja sebagai pembuat batu bata dengan kondisi ekonomi di bawah standar. Kehadiran program Qurbanmu ini membawa kebahagiaan dan harapan baru bagi Masyarakat”, pungkasnya.
Nury mengatakan, Lazismu Pekanbaru menyembelih 1 ekor sapi dan 6 ekor kambing dan domba. Selain dari pekurban, CIMB Niaga Syariah dan Clarisa Aesthetic Clinic bersinergi mengamanahkan hewan kurbannya melalui Lazismu.
Kami menyampaikan rasa syukur sekaligus keprihatinannya terhadap kondisi masyarakat yang selama beberapa tahun terakhir belum merasakan pelaksanaan pemotongan hewan kurban di wilayah tersebut.
“Kami merasa terharu sekaligus prihatin ketika mengetahui bahwa masyarakat di lingkungan ini sudah sekitar lima tahun tidak tersentuh program kurban. Padahal, semangat Idul Adha adalah menghadirkan kebahagiaan dan kepedulian kepada sesama, terutama bagi mereka yang jarang menikmati daging kurban”, tandasnya.
Karena itu, melalui program Qurbanmu, Lazismu berupaya menghadirkan kebahagiaan tersebut langsung kepada masyarakat yang membutuhkan. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi pemantik semangat bagi masyarakat untuk turut berkurban pada tahun-tahun mendatang.
Safri Mardoni, Ketua RT 02 RW 03, Kelurahan Kulim, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas pelaksanaan program kurban yang dilakukan Lazismu Pekanbaru di lingkungannya.
"Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pekurban yang telah berpartisipasi menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat di sini. Selama kurang lebih lima tahun terakhir, warga Kulim belum pernah menerima hewan kurban. Alhamdulillah, tahun ini Lazismu hadir dan memilih Lokasi kami sebagai penerima manfaat kurban” terangnya mewakili warga setempat.
Selain pelaksanaan penyembelihan dan pendistribusian di sentra pembuatan batu bata, Lazismu Pekanbaru juga melaksanakan pemotongan 3 ekor kambing program Sedekah Daging yang dihimpun melalui kantor layanan Lazismu yang berada di: MI Muhammadiyah 2 Pekanbaru, SMP Muhammadiyah 1 Pekanbaru, SMK Muhammadiyah 3 Pekanbaru, SMK Muhammadiyah 1 Pekanbaru, SD Muhammadiyah 6 Pekanbaru.
Melalui program ini, Lazismu Pekanbaru berharap nilai-nilai kepedulian, gotong royong, dan berbagi kebahagiaan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat syiar Islam melalui ibadah kurban yang tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi para penerima manfaat.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Pekanbaru]



MENGECAM PENYANDERAAN 9 AKTIVIS KEMANUSIAAN INDONESIA DAN BANTUAN KEMANUSIAAN GLOBAL SUMUD FLOTILLA OLEH AKSI MILITER ISRAEL
Jakarta, 20 Mei 2026
Aksi militer Israel yang melancarkan penyergapan terhadap relawan kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0, menuju Gaza, Palestina, merupakan bentuk teror dan melanggar hukum internasional. Tindakan intersepsi itu terjadi pada Senin, 18 Mei 2026, di perairan internasional Siprus, tepatnya di kawasan Laut Mediterania Timur.
Misi kemanusiaan untuk Palestina yang diinisiasi oleh masyarakat global yang berjumlah 426 Relawan dari 40 negara berlayar menggunakan 50 kapal, merupakan aktivis kemanusiaan dari berbagai macam profesi. Salah satunya negara Indonesia, yang di dalamnya ada 9 orang aktivis kemanusiaan yang mewakili lembaga amil zakat dan jurnalis kemanusiaan.
Berdasarkan informasi terbaru, pada 19 Mei 2026 pukul 21.02 WIB, militer Israel telah mencegat dan memaksa 40 kapal kemanusiaan tersebut untuk berhenti di perairan internasional. Kabar tersiar lainnya melalui media internasional yang sampai ke Indonesia, para relawan kemanusiaan ini dipaksa berlutut dengan kondisi tangan terikat di belakang.
Dengan bersenjata, pasukan militer Israel berjaga dari kapalnya memberikan ancaman. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, tetap pada pendiriannya sebagai upaya membela hak Israel mencegat kapal kemanusiaan itu. Bahkan, Netanyahu, memerintahkan agar semua aktivis kemanusiaan segera dideportasi.
Atas landasan hukum dan etika kemanusiaan, Kami dari Lembaga Amil Zakat Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LAZISMU), yang juga sebagai bagian dari lembaga pengelola zakat, menyatakan kerisauan atas krisis kemanusiaan yang terjadi menimpa aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0.
Kami sekaligus mengecam setiap bentuk intervensi yang dilakukan dengan kekerasan yang sewenang-wenang oleh pasukan militer Israel terhadap misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0.
Bantuan kemanusiaan amanah rakyat Indonesia, berupa pangan, logistik, dan penunjang medis serta kesehatan yang diambil-alih dengan paksa merupakan upaya perampasan, dan tidak semata menahan sementara tetapi menghentikan akses atas hak hidup rakyat Palestina. Ini juga merupakan bentuk perendahan martabat kemanusiaan dan solidaritas internasional, termasuk Indonesia.
Ancaman represif tersebut adalah pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional. Tindakan militer Israel, melanggar Pasal 59 Konvensi Jenewa IV (1949) serta Protokol Tambahan I Pasal 70 dan 71, yang mewajibkan perlindungan mutlak bagi personil pekerja kemanusiaan dan kewajiban untuk memfasilitasi akses lintasan bantuan tanpa hambatan.
Pencegatan distribusi bantuan kemanusiaan yang disengaja turut melukai wajah kemanusiaan dan ancaman kelaparan di Gaza, Palestina, serta mencederai prinsip-prinsip dasar kemanusiaan universal yang dijunjung tinggi oleh komitmen internasional yang dibuat pada World Humanitarian Summit 2016, sebagai Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 dan sejumlah inisiatif global lainnya.
Berpijak dari prinsip dasar kemanusiaan dan hukum humaniter internasional tersebut, Kami dari LAZISMU, dalam situasi darurat yang menyertai, dan atas nama solidaritas kemanusiaan, dengan ini menyampaikan pernyataan sikap:
Berikut pernyataan sikap yang LAZISMU sampaikan sebagai wujud solidaritas kemanusiaan universal dan akan terus ikut mengawal dengan tetap menjunjung tinggi perlindungan akses kemanusuiaan global bagi hak kemerdekaan rakyat Palestina.
Kami menyerukan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak pernah lelah mengawal setiap aksi kemanusiaan, sekaligus memanfaatkan ruang-ruang media sosial dengan narasi solidaritas kemanusiaan dan dukungan penuh bagi kemerdekaan rakyat Palestina. LAZISMU juga menyerukan kepada Masyarakat Indonesia untuk tidak letih membantu rakyat Palestina.

Para pelaku usaha hewan kurban, menjelang Idul Adha mulai menjajakan hewan kurban terbaiknya. Di setiap sudut jalan, mereka menyiapkan suatu tempat yang luas dan pakan yang cukup agar hewan kurban tetap sehat dan bugar.
Tempat yang teduh dan nyaman untuk sapi, kambing dan domba adalah pilihan tepat, dilengkapi dengan lahan parkir yang luas untuk pembeli yang datang. Berlatar lapangan atau lahan yang representatif hewan kurban dirawat dengan baik sampai pembeli datang pilih yang terbaik.
Idul Adha tinggal menunggu hitungan hari. Pimpinan Pusat Muhammadiyah, telah menetapkan Idul Adha berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), Idul Adha jatuh pada, 10 Zulhijah 1447 Hijriah bertepatan dengan hari Rabu Wage, 27 Mei 2026 Masehi.
Umat Islam bersiap membentuk panitia kurban. Di masjid-masjid pengumuman ajakan berkurban beredar. Ada penawaran berkurban dengan kambing dan sapi maupun berkurban dengan cara berjamaah untuk 7 orang agar dapat satu ekor sapi. Itu semua adalah pilihan sesuai dengan kemampuan masing-masing untuk memberikan hewan kurban yang terbaik.
Memilih Hewan Kurban Layak Disembelih
Dalam hidup, kerap manusia bertindak dalam suatu pilihan. Memilih adalah menimbang, membandingkan dan kemudian memutuskan sesuatu yang dianggap pilihan terbaik dengan risiko minimal.
Berpikir yang sehat merupakan juri dalam bertindak bagi siapa pun. Termasuk dalam memilih hewan kurban yang layak. Menurut Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, ada beberapa kiat dalam memilih hewan kurban sesuai dengan syariat Islam. Terutama dari aspek fisik, kesehatan dan usia hewan kurban.
Fisik Hewan Kurban
Dalam Fikih Kurban, fisik hewan kurban menjadi topik penting. Karena dalam memilih hewan kurban kriterianya tidak boleh dalam kondisi cacat dan berpenyakit. Hal ini, didasari pada hadis Rasulullah SAW, yang menganjurkan berkurban dengan dua ekor kibas bertanduk yang bagus.
Diriwayatkan oleh Anas bin Malik, bahwa Ia menyaksikan Rasulullah meletakkan kakinya di atas kedua unta tersebut, membaca basmalah, dan bertakbir (HR. Muslim, at-Tirmidzi, dan an-Nasai).
Kesaksian lain diungkap oleh Abi Said al-Khudri, diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW berkurban dengan seekor kambing bertanduk yang jantan, dengan perut, kaki, dan keliling mata berwarna hitam (HR. at-Tirmidzi). Dalam hadis lain, dijelaskan, ada empat jenis hewan yang tidak boleh dijadikan kurban: hewan yang buta sebelah matanya, yang sakit jelas terlihat, yang pincang jelas tampak, dan yang sangat kurus serta tidak bersih (HR. Abu Dawud).
Kesehatan Hewan Kurban
Sementara itu, dalam aspek kesehatan tak kalah penting. Terbebas dari penyakit adalah keniscayaan. Jika hewan kurban sakit harus terlihat jelas. Tidak kurus dan kaki tidak pincang. Aspek kesehatan ini, hemat Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah bukan sekadar urusan syariat, tapi suatu penegasan, kandungan dagingnya bernilai layak konsumsi bagi penerima manfaat.
Dalam memilih hewan kurban tersebut yang sesuai kriteria, adalah bentuk ketaatan dan penghormatan atas segenap ibadah umat Islam yang diperintahkan Allah SWT. Keikhlasan dan kesanggupan menunaikan ibadah kurban bagian dari kontribusi sosial yang dilandasi tauhid sebagai wujud bersyukur atas nikmat dan karunia-Nya sesama umat Islam.
Usia Hewan Kurban
Setelah mempertimbangkan aspek fisik dan kesehatan hewan kurban, ada baiknya umat Islam saat membeli hewan kurban menanyakan usia hewan kurban tersebut. Hal ini untuk memastikan bahwa fisik dan kesehatan relevan dengan usianya.
Adapun hewan kurban yang memenuhi syarat untuk dikurbankan, menurut Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah dari aspek usianya, antara lain, unta usianya genap berumur 5 tahun, sapi genap berumur 2 tahun dan kambing telah genap berumur 1 tahun.
Sebagai informasi tambahan, pastikan dalam memilih hewan kurban dari para penjual untuk tidak sungkan bertanya tentang Sertifikat Kelayakan Kesehatan Hewan Kurban (SKKHK). Sertifikasi tersebut menjadi penting karena rantai pasok hewan kurban menjelang Idul Adha dari berbagai daerah lumayan tinggi.
Untuk mempersembahkan hewan kurban terbaik tentu ditopang dengan bagaimana cara memilih yang tepat dan benar serta tidak terburu-buru. Paling minimal kita dapat melihat dengan jelas bahwa hewan kurban yang layak itu nafsu makannya tinggi, bergerak dengan aktif, setiap sudut matanya tidak berair, kondisinya bersih dan tidak kurus-tirus.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

Diperintahkannya Ibadah Qurban dalam Islam, tidak bisa dilepaskan dari kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS sebagai relasi cinta dan kebenaran antara orangtua dan anaknya. Kisahnya diabadikan Al-Qur’an sebagai bukti kepatuhan dan pengorbanan atas nama Tauhid.
Kisah teladan ini terlukis di Surat As-Saffat ayat 102, yang artinya: "Ibrahim berkata: Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, maka pikirkanlah apa pendapatmu?"
Ismail yang mendengar cerita ini, langsung meminta ayahnya melaksanakan perintah Allah. Tidak sedikit pun rasa gentar terlihat di wajahnya. Bahkan, Ia rela berkorban untuk taat kepada perintah Allah dan ayahnya tercinta.
Ismail berkata: Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah, engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar."
Ujian Tanpa Batas
Perintah Allah kepada Nabi Ibrahim diperoleh dari mimpi untuk menyembelih putranya, Ismail. Ia dihadapkan pada suatu dilema, harus memilih antara mengikuti kata hatinya untuk menyelamatkan anaknya, Nabi Ismail atau tunduk patuh mentaati perintah Allah.
Hatinya bergejolak, harus memilih salah satu di antara keduanya. Ia hampir diambang pada kelemahan iman. Bisa saja Ia mempertaruhkan nyawanya sendiri demi perintah Allah. Tetapi setelah merenung secara mendalam, Nabi Ibrahim tidak ingin mementingkan diri sendiri hanya demi “ketaatan semu” kepada Allah.
Ia berupaya menepis rasa ragu di dalam dirinya. Seruan datang lagi kepada Nabi Ibrahim, “Wahai Ibrahim,” Pasrahkan dirimu atas anakmu Ismail. Dengan tegas Allah mengatakan, “Korbankanlah Ismail Anakmu!”
Setelah melewati ujian tanpa batas ini, akhirnya dengan pasrah dan penuh Ikhlas, Ia merelakan anaknya untuk mengikuti perintah Allah. Bayangkan, betapa cintanya seorang ayah kepada anaknya.
Perintah Korbankan Ismail tidak sekadar menunjuk suatu kata yang bermakna saran, tapi suatu keharusan yang di dalamnya terdapat rahasia yang Nabi Ibrahim sendiri sebagai manusia tak mampu memaknainya.
Atas kehendak dan ijin dari Allah (mukjizat), pikiran, hati dan jiwa Nabi Ibrahim meraih cahaya kebenaran. Nabi Ismail yang semula sudah Ikhlas untuk dikorbankan, dengan sekejap berubah menjadi domba yang siap disembelih.
Pelajaran yang Dipetik dari Kisah ini
Apa hikmah yang bisa dipetik dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail? Perintah “mengorbankan Ismail” menurut Ali Syari’ati dalam karyanya HAJI, mengandung esensi makna bahwa manusia itu harus membuang kebahagiaan semu, kecintaanmu kepada harta, sesuatu dan buah hatimu sekali pun merupakan ujian hidup.
Hal itu terungkap dalam Al-Qur’an Surat Al-Anfal ayat 28, yang artinya: “Ketahuilah bahwa harta kekayaan dan anak-anakmu adalah sebagai ujian ……”. Allah mengingatkan hambanya untuk tidak tergoda pada cinta duniawi. Apalagi tergoda oleh tipu daya setan.
Seberat apa pun ujian datang, pertolongan Allah pasti akan datang dengan tetap berikhtiar dan taat perintah Allah dengan Ikhlas sebagai prinsip utama Ibadah. Peristiwa ini bukti nyata bahwa kebenaran Al-Qur’an tak diragukan lagi dan menjadi dasar perintah dalam Islam dalam ibadah kurban.
Umat Islam yang mampu diperintahkan untuk berkurban. Memberikan hewan terbaik untuk disembelih dan dibagikan kepada mereka yang betul-betul membutuhkan. Oleh karena itu, ketulusan dan keikhlasan adalah kuncinya, agar ibadah kurban yang dilaksanakan menjadi bermakna. Inilah Ikhlas yang tak membutuhkan balasan. Ikhlas berbuat untuk kemaslahatan sosial melalui ibadah kurban.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

