Tentang LAZISMU

#MemberiUntukNegeri
LAZISMU adalah lembaga zakat tingkat nasional yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan secara produktif dana zakat, infaq dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya.

LAZISMU yang didirikan pada tahun 2002 dan dikukuhkan legalitasnya hingga SK Menteri Agama No. 90 Tahun 2022, mengelola dana zakat dan infaq melalui manajemen modern yang amanah dan transparan. Keunggulan jaringannya yang tersebar luas di seluruh Indonesia menjadikan LAZISMU solusi nyata (problem solver) dalam memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan.
Selengkapnya

Pilar Program Lazismu

Mari kita dukung program-program yang dilaksanakan oleh Lazismu
Klik logo untuk melihat detail pilar
Selengkapnya

Info Terkini Lazismu

Berita terkini kegiatan Lazismu
Peduli Mustahik, Lazismu Al-Muttaqin Pringsewu Selatan Salurkan 400 Kg Beras untuk 40 Mustahik

Peduli Mustahik, Lazismu Al-Muttaqin Pringsewu Selatan Salurkan 400 Kg Beras untuk 40 Mustahik

PRINGSEWU - Menjelang bulan Ramadhan 1447 H, berbagai kebutuhan bahan pokok harganya meroket. Kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil membuat sebagian masyarakat alami kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, terutama kebutuhan pangan seperti beras.  

Kondisi tersebut memberikan inisiatif bagi Kantor Layanan Lazismu Al-Muttaqin untuk berkolaborasi dengan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pringsewu Selatan, dan Takmir Masjid setempat untuk berkomitmen melakukan pendistribusian bantuan. 

Dengan menghadirkan program Kado Beras Menjelang Ramadhan 1447 H, sebanyak 40 mustahik menerima bantuan beras untuk per orang masing-masing seberat 10 kilogram. Ketua Kantor Layanan Lazismu Al-Muttaqin Pringsewu Selatan Jemingin mengatakan Program Kado Beras Menjelang Ramadhan ini komitmen Lazismu hadir bukan hanya sebagai lembaga penghimpun dana, tetapi penguat persaudaraan di masyarakat.

Kami bersyukur total bantuan yang didistribusikan mencapai 400 kilogram beras, yang terlaksana pada Selasa (17/2/2026) di TPQ Al-Muttaqin Pringsewu Selatan. Program Kado Beras Menjelang Ramadhan merupakan bentuk kepedulian dan amanah dari para muzaki.

“Kami salurkan kepada para mustahik yang harapannya bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Lazismu hadir bukan hanya sebagai lembaga penghimpun dana, tetapi juga sebagai penguat ukhwah dan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.  

Sementara itu, Ketua Ranting Muhammadiyah Pringsewu Selatan, Yulian Abduh turut mengapresiasi bentuk kerja sama yang Lazismu terapkan dengan lingkungan sekitar Masjid Al-Muttaqin.

“Kami mengapresiasi sinergi antara Lazismu dan seluruh elemen di lingkungan Masjid Al-Muttaqin. Kegiatan ini menunjukkan bahwa gerakan Muhammadiyah bukan hanya berbicara tentang dakwah lisan, tetapi juga dakwah yang nyata”, ucapnya. 

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Takmir Masjid Al-Muttaqin Pringsewu Selatan, Munir Efendy, mengatakan masjid adalah tempat pemberdayaan umat. Lazismu memastikan orang yang membutuhkan akan tetap mendapatkan dukungan, paparnya.

Merespons hal itu, Ketua TPQ dan Tahfidz Al-Muttaqin Andi Sunaryo, mmengungkapkan rasa syukurnya atas pelaksanaan program “Kado Beras Menjelang Ramadhan 1447 H”  di lingkungan TPQ dan Tahfidz Al-Muttaqin.

“Kami bersyukur kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan TPQ dan Tahfidz Al-Muttaqin. Ini menjadi pembelajaran nyata bagi para santri tentang pentingnya berbagi dan peduli terhadap sesama”, ungkap Andi. 

Hal senada juga disampaikan Penerima Manfaat Lina, mengatakan, sangat bersyukur atas bantuan beras yang sangat membantu keluarganya. “Alhamdulillah, sangat bersyukur atas bantuan beras ini. Menjelang Ramadhan biasanya kebutuhan meningkat, bantuan ini sangat membantu keluarga kami”, pungkasnya. 

Lazismu berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pemberdayaan yang berkelanjutan, agar mustahik tidak hanya terbantu secara konsumtif, tetapi juga semakin berdaya dan mandiri secara ekonomi. 

Program ini bertujuan untuk membantu meringankan beban jamaah masjid yang duafa agar dapat menyambut Ramadhan dengan lebih tenang, penuh rasa syukur. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata kolaborasi dakwah sosial antara Kantor Layanan Lazismu Al-Muttaqin dengan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pringsewu Selatan, Takmir Masjid Al-Muttaqin, serta TPQ dan Tahfidz Al-Muttaqin Pringsewu Selatan dalam menguatkan solidaritas umat.  

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Pringsewu]

SELENGKAPNYA
24 Februari 2026

Berkah Ramadhan, 180 Paket Sembako dari Donatur Lazismu Lengkapi Kebutuhan Pangan Buruh Lepas

PEKANBARU – Buruh harian lepas itu masih bermandi peluh. Sebelum jeda rehat, mereka berjibaku dengan mengumpulkan barang bekas, selebihnya ada yang menjadi buruh cuci. Sementara itu yang lain bekerja serabutan untuk membawa pulang rupiah.

Ramadhan tahun ini kembali memberikan keberkahan bagi warga kurang mampu di RW 09 dan RW 10 Jalan Kandis Tangkerang Utara, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru, pada Senin, (24/2/2026), yang rata-rata berprofesi sebagai buruh harian lepas.

Divisi Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu Pekanbaru, Abdul Rasyid, mengatakan Ramadhan tahun ini Lazismu kembali dapat berbagi kebahagian dengan berbagi sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Ini adalah salah satu program Lazismu Pekanbaru di bulan Ramadhan yang bertujuan memudahkan mereka untuk melaksanakan berbuka dan sahur”, jelasnya. Bantuan yang disalurkan berupa beras sebanyak 180 paket sembako.

Beras sebanyak itu, jelas Rasyid, dibagikan untuk dua rukun warga masing – masing terdiri dari 70 paket sembako untuk RW 9 dan sebanyak 110 paket sembako untuk RW 10. Penyaluran bantuan itu amanah dari muzaki kepada Lazismu untuk diserahkan kepada penerima manfaat yang membutuhkan agar bisa memenuhi kebutuhannya di bulan Ramadhan.

Mewakili Lazismu, Rasyid mengucapkan terimakasih kepada seluruh muzzaki yang telah mempercayakannya sebagai wadah untuk menyalurkan dana zakat infak dan sedekah. Mudah-mudahan memberi kemanfaatan atas sembako yang dibagikan untuk memenuhi kebutuhan selama menjalani Ramadhan.

“Tak lupa juga terima kasih kepada seluruh donatur yang telah mendukung dengan menyalurkan infak dan sedekah terbaiknya hingga bisa diserahkan kali ini 180 paket sembako", tuturnya.

Mendapati warganya memperoleh bantuan dari Lazismu, Ketua RW 09, Herwin Yanto mengucapkan terima kasih kepada Lazismu Pekanbaru yang memberikan perhatian kepada warganya yang rata-rata bekerja sebagai buruh harian lepas.

"Memang mereka sehari-hari bekerja sebagai buruh harian, ini sangat luar biasa bagi kami, sekali lagi kami ucapkan terimakasih," ujarnya. Hal senada disampaikan Ketua RW 10, Astar bahwa mewakili warga kami bersyukur atas bantuan tersebut untuk warganya yang duafa.

"Di sini warga penerima manfaat mayoritas bekerja di sektor non formal. Sangat tepat Lazismu hadir di tengah-tengah warga yang membutuhkan. Masih ada warga kami yang nasibnya jauh dari cukup. Kami berharap di lain waktu mendapat perhatian yang sama”, ungkapnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini HIMA Sistem Informatikan UMRI untuk berkolaborasi menyalurkan bantuan sembako kepada penerima manfaat sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.  

"Alhamdulillah hari ini kami dapat hadir disini untuk membantu penyaluran bantuan kepada Masyarakat. Di sini datang sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, jadi kami tidak hanya sebagai pembelajar, kami juga harus aktif dalam pengabdian masyarakat " ungkap Arya Maulana selaku Ketua HIMA Sistem Informatika UMRI.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Pekanbaru]

SELENGKAPNYA
24 Februari 2026
Melalui Program Back to Masjid, Lazismu Salurkan Bantuan untuk Marbot Terdampak Banjir

Melalui Program Back to Masjid,  Lazismu Salurkan Bantuan untuk Masjid Terdampak Banjir

ACEH – Pascabencana banjir di Aceh, fungsi masjid tidak boleh terhenti. Dua fungsi strategisnya sebagai tempat ibadah dan pusat aktivitas dakwah sejauh keberadaannya mampu memberikan motivasi spiritual bagi para penyintas. 

Fungsi keduanya kendati belum optimal, perlu mendapat dukungan agar marbot bisa mengelolanya di tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Melalui momentum Ramadhan lewat program Back to Masjid, Lazismu berupaya mempertahankan fungsi masjid agar tetap hidup, seperti Masjid Taqwa Muhammadiyah Juli Keude Dua yang terdampak banjir.

Masjid Taqwa memperoleh bantuan secara langsung yang diwakili oleh marbot, pada Sabtu (21/2/2026) di Kabupaten Bireuen, Aceh. Kegiatan ini, kata Divisi Fundraising Lapangan Lazismu Zul Ikram, merupakan bagian dari Program Back To Masjid yang bertujuan mendukung ketahanan sosial serta menjaga keberlangsungan fungsi masjid sebagai pusat ibadah dan aktivitas keagamaan masyarakat pascabencana. 

“Alhamdulillah, melalui program ini, Lazismu menunjukkan komitmennya hadir yang tidak hanya dalam kondisi normal, tetapi juga saat saudara-saudara kita mengalami musibah,” ujarnya. 

Marbot memiliki peran penting dalam menjaga rumah Allah tetap bersih dan aktif. Semoga bingkisan ini dapat membantu meringankan kebutuhan harian serta menjadi keberkahan bagi para donatur, sambung Zul seraya berbahagia karena bantuan ini langsung diterima marbot. 

Selaras dengan program tersebut, Marbot Masjid Taqwa Muhammadiyah Juli Keude Dua Muhammad Yasir turut mengapresiasi kepedulian Lazismu terhadap penyintas yang terdampak banjir. Ia merasa bantuan ini  sangat berarti. 

 “Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, terutama setelah banjir yang sangat berdampak pada aktivitas dan kondisi ekonomi,” pungkasnya.

Banjir yang melanda wilayah Juli Keude Dua memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat, termasuk operasional masjid. Marbot sebagai penjaga kebersihan dan pengelola harian masjid turut merasakan dampak ekonomi akibat terganggunya aktivitas dan pendapatan harian.

Lazismu menginisiasi pemberian bingkisan bantuan untuk membantu meringankan kebutuhan pokok keluarga marbot. Turut hadir selain Zul Ikram dalam penyaluran itu, yaitu  Eka Maha Putra sebagai divisi yang sama. 

Lazismu Aceh berharap bantuan dapat meringankan beban para marbot yang terdampak musibah banjir, sekaligus menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus menjaga dan memakmurkan rumah Allah. Selain itu, besar harapan kepedulian ini mempererat tali silaturahim serta menumbuhkan semangat gotong-royong dalam membantu sesama.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Aceh]

SELENGKAPNYA
24 Februari 2026

Gelar Seminar Bertajuk Kepedulian Sosial, Lazismu Bersama Pemkab dan Majelis Taklim Bagikan Sembako dan Santunan Yatim

BUTON -- Seminar bertajuk "Kepedulian Sosial sebagai Bentuk Pondasi Peradaban Islam untuk Buton Bersinar" memeriahkan kegiatan dakwah di Masjid Jami' Nur Taqwa Dongkala, pada Sabtu (21/2/2026).

Agenda tersebut merupakan rangkaian kegiatan Lazismu Buton bersama Pemerintah Kabupaten Buton dan Majelis Taklim Dongkala-Kondowa untuk program penyerahan paket sembako dan santunan anak yatim.

Hadir dalam seminar itu, Wakil Bupati Buton Syarifudin Saafa, Sekretaris Daerah Kabupaten Buton La Ode Syamsudin, serta Ketua Lazismu Sulawesi Tenggara, Abdul Hamid sebagai narasumber. Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Buton, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan seluruh pihak yang mendukung kegiatan tersebut.

"Kepada Pemerintah Daerah yang telah hadir dan memberikan dukungan terhadap kegiatan ini, terima kasih kami sampaikan sehingga acara ini dapat terselenggara," ujarnya. Ia juga mengapresiasi peran Majelis Taklim Dongkala-Kondowa serta Remaja Masjid yang dinilai banyak membantu, baik secara teknis maupun nonteknis selama kegiatan berjalan lancar.

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Buton Syarifudin Saafa, menyampaikan tentang nilai penting pengelolaan zakat. Ia menekankan dalam tata kelolanya mengedepankan profesionalitas dan akuntabilitas. Sembari mencontohkan kepemimpinan Khalifah Umar, Syarifudin mengatakan, Umar adalah teladan dalam memilih amil yang amanah dan produktif.

"Keteladan Khalifah Umar adalah spiritnya dalam memilih amil yang terpercaya untuk mengelola dana umat agar bertumbuh, tidak semata-mata konsumtif," paparnya.

Syarifudin menilai, penguatan gerakan zakat, infak, dan sedekah membutuhkan kolaborasi berbagai entitas. Karena itu, edukasinya menjadi penting dilakukan pada setiap lini dengan memanfaatkan saluran media digital yang relevan serta didukung peraturan yang jelas.

Selaras dengan hal itu, Ketua Lazismu Sulawesi Tenggara, Abdul Hamid meminta dukungan pemerintah daerah supaya gerakan Lazismu di sini bisa lebih berdampak ketika melaksanakan njalankan program-programnya.

"Kami berharap pemerintah daerah dapat merestui jalan berbagi Lazismu untuk hadir di Buton agar berkiprah dengan program-programnya yang akan dilakukan oleh segenap para amil," pungkasnya.

Hamid juga mendorong jajaran amil untuk proaktif dalam melaksanakan kegiatan sosial dan dakwah supaya tetap menjaga semangat saat terjun ke masyarakat dalam upaya menghimpun dana zakat, infak, dan sedekah.

Lazismu Kabupaten Buton berharap, ke depannya tumbuh kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kepedulian sosial yang berdampak pada sinergi antara pemerintah dan organisasi keagamaan dalam membangun kesejahteraan masyarakat.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Buton]

.

SELENGKAPNYA
23 Februari 2026

Ajak Jamaah Ramaikan Ibadah Ramadhan, Lazismu Gandeng Pengurus Mushola Tebar Takjil

PULANG PISAU – Ada banyak amalan terbaik di bulan Ramadhan yang dicontohkan Rasulullah SAW, salah satunya berbagi setelah menunaikan puasa dan tarawih. Lazismu melalui program Ramadhan bertajuk “Tebar Takjil” menyalurkan kudapan ringan kepada jamaah Mushala Muhyiddin, di Jalan Ponorogo Desa Mentaren, Kabupaten Pulang Pisau, pada Jum’at (20/2/2026)

Ketua Lazismu Pulang Pisau, Achmat Husen, menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan amanah dari para donatur yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui Lazismu. “Mudah-mudahan bantuan takjil yang disalurkan dapat bermanfaat bagi jamaah yang berbuka puasa serta menambah semangat ibadah di bulan Ramadhan”, harap Husen.

 Pada Jum'at sore, kita masih diberi kesehatan dan kesempatan untuk bersilaturahim di Mushalla Muhyiddin, kata Husen. Apa yang kami bawa adalah titipan dari para donatur, dari orang-orang yang bersedekah melalui Lazismu Pulang Pisau.

Husen mengatakan, setiap Ramadhan, Lazismu secara rutin menggulirkan berbagai program, seperti Tebar Takjil, Back To Masjid, dan Kado Ramadhan, terutama menyasar masyarakat yang membutuhkan serta jamaah di mushala dan masjid.

Selain penyaluran takjil, Husen juga menyampaikan tausiah, mengajak dan mengedukasi jamaah untuk memakmurkan mushala dengan salat berjamaah dan menjaga istiqamah dalam beribadah hingga akhir Ramadhan.

Ia juga mengajak anak-anak dan jamaah untuk lebih giat mengaji selama Ramadhan. Husen menyampaikan terima kasih kepada para donatur serta pengurus Mushala Muhyiddin yang telah menerima dengan baik amil Lazismu dalam kegiatan berbagi takjil.

Sementara itu, Supardi pengurus Mushalla Muhyiddin, menyampaikan terima kasih atas kepedulian Lazismu Pulang Pisau. Mewakili pengurus mushola mendoakan agar para donatur senantiasa diberikan keberkahan. Ia berharap sinergi kebaikan ini terus berlanjut.

Tebar Takjil merupakan salah satu program rutin Lazismu selama bulan Ramadhan, yaitu  memberikan paket makanan kepada masjid, mushola, dan komunitas yang membutuhkan. Paket ini kemudian dibagikan kepada jamaah atau masyarakat yang akan berbuka puasa.

Tujuan berbagi keberkahan Ramadhan dan sekaligus dapat memberdayakan UMKM lokal lewat pemesanan paket takjil dari pelaku usaha setempat. Program Tebar Takjil ini menjadi wujud komitmen Lazismu Pulang Pisau dalam menyalurkan amanah serta memperkuat peran mushala sebagai pusat ibadah dan pembinaan masyarakat selama Ramadhan.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Bonni]

SELENGKAPNYA
23 Februari 2026

Hari Pertama Berpuasa, Lazismu Banyumas Salurkan 150 Kado Ramadan untuk Lansia

PURWOKERTO -- Pagi itu, suasana di Masjid 17 Purwokerto terasa berbeda. Hari pertama Ramadan 1447 Hijriah, ratusan ibu lansia duduk rapi di masjid dengan wajah sumringah, menyambut awal bulan suci bukan hanya dengan doa, tetapi juga dengan harapan.

Sebanyak 150 paket “Kado Ramadan” disalurkan oleh amil Lazismu Banyumas kepada para lansia perempuan dari berbagai wilayah di Banyumas. Kegiatan tersebut tidak sekadar berbagi bantuan material. Di balik paket yang dibagikan, terselip upaya penguatan spiritual agar Ramadan dijalani dengan lebih bermakna.

Kegiatan tersebut digelar pada Rabu (18/2/2026), yang diawali dengan pengajian bertema peningkatan kualitas ibadah Ramadan. Hadir sebagai narasumber, Dyah Retnani Basuki dari Aisyiyah Banyumas, yang memberikan suntikan semangat tentang pentingnya menjaga semangat ibadah meski di usia senja.

Dalam pengajian itu, Dyah mengajak para peserta untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat kedekatan dengan Allah SWT. “Usia boleh bertambah, fisik boleh melemah, tetapi semangat ibadah tidak boleh surut. Ramadan adalah kesempatan emas untuk meningkatkan kualitas diri,” ujarnya di hadapan jamaah.

Salah seorang penerima manfaat, Sugijati, warga Tanjung, mengaku bersyukur atas program tersebut. Dengan mata berbinar, ia menyampaikan, bantuan yang diterima bukan hanya meringankan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menambah bekal rohani.

“Alhamdulillah, sangat bermanfaat. Bukan cuma dapat ilmu, tapi juga dapat sangu (bekal). Jadi hati ini senang, perut juga tenang,” katanya sambil tersenyum.

Direktur Lazismu Banyumas, Amrulloh, menegaskan, program Kado Ramadan Lansia merupakan bukti keberpihakan Lazismu terhadap kelompok rentan. Hal ini amanah dari para donatur yang ingin berbagi kebahagiaan dengan pendekatan yang lebih humanis.

“Ini adalah amanah dari para donatur Lazismu yang kami kemas bukan sekadar bantuan konsumtif semata. Kami ingin memastikan para lansia tidak hanya mendapatkan bekal secara material, tetapi juga penguatan spiritual agar Ramadan semakin berkualitas”, jelasnya.

Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi komitmen Lazismu dalam menghadirkan program kebermanfaatan yang utuh, menyentuh kebutuhan fisik sekaligus ruhani masyarakat. Pada hari pertama Ramadan, paket-paket kado mungkin terlihat sederhana.

Selaras dengan agenda ini, para lansia yang hadir menjadi simbol perhatian, kepedulian, dan pengingat bahwa mereka tidak sendiri menjalani bulan suci. Ramadan pun dimulai dengan rasa syukur, ilmu yang bertambah, dan bekal yang cukup untuk melangkah lebih tenang.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Banyumas]

SELENGKAPNYA
19 Februari 2026
Lihat Berita Lainnya

Mitra

Dalam menyukseskan visi & misi Lazismu, kami selalu berkolaborasi dengan beberapa mitra
Selengkapnya

Masih Bingung Untuk Berzakat?

Untuk membantu kamu, maka terlebih dahulu klik tombol dibawah ini

Konsultasi

Sampaikan pertanyaan kamu kepada tim Layanan kami
Selengkapnya

Kalkulator Zakat

Hitung dan tunaikan zakat kamu
Selengkapnya

Laman Donasi

Beragam pilihan donasi zakat, infak dan sedekah dengan tema yang menarik
Selengkapnya
Kunjungi Pusat Layanan

Artikel Lazismu

Berita terkini kegiatan Lazismu

Mukallaf dan Hukum Taklifi, Relevansinya dengan Kewajiban Berpuasa

Fulan baru saja lulus sekolah dasar. Penampilan fisiknya sudah mengalami perubahan. Kendati wajahnya masih seusia anak-anak pada umumnya, suara Fulan terdengar sudah menebal. Sebagai anak laki-laki yang sedang tumbuh dan berkembang, Ia kadang bercermin melihat wajahnya yang berminyak dan tumbuh jerawat.

Tanda-tanda fisik di atas, merupakan hal yang biasa dialami oleh anak laki-laki, bahkan ciri lainnya ditandai dengan bermimpi. Semantara itu, bagi anak perempuan cirinya ditandai dengan datangnya menstruasi pertama dalam hidupnya. Menurut ajaran Islam, tanda-tanda fisik yang dialami anak laki-laki dan perempuan itu disebut dengan masa akil-baligh.

Menurut Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, seseorang yang sudah dewasa ada beban hukum yang dipikul berdasarkan perintah, larangan dan anjuran (Taklifi). Dalam hukum fikih disebut Mukallaf, yaitu seorang yang sudah dianggap melek hukum, sehingga apa yang dilakukan dan diucapkan sudah memenuhi unsur (nilai dasar dan ketentuan praktis) secara hukum.

Lalu, apa relevansinya Mukallaf dengan kewajiban berpuasa? Jawabannya, karena ada nilai-nilai dasar dan ketentuan hukum praktis serta hukum sebab akibat (Wad’i) bagi orang yang sudah dewasa maka puasa di bulan Ramadhan hukumnya wajib. Dari segi dalil jelas puasa Ramadhan diwajibkan kecuali bagi yang berhalangan secara syar’i seperti lansia, haid, dan nifas serta orang yang sakit keras.

Termasuk didalamnya seseorang yang belum Mukallaf tidaklah terbebani oleh hukum wajib berpuasa yang bersifat taklîfî. Tetapi kewajiban berpuasa itu, misalnya bagi anak-anak menjadi informasi edukatif yang memuat amalan – amalan yang dianjurkan sampai dengan kwajiban zakat fitrah yang harus ditunaikan.   

Hukum Taklifi sendiri bersumber dari Allah SWT yang menandaskan perintahnya langsung melalui Firman-Nya yang dikuatkan oleh Sunnah Rasullulah. Beban itu diberikan kepada hambanya dalam bentuk (amal) perbuatan. Beban ini merupakan ujian dari Allah kepada mereka agar jelas siapa di antara hamba-Nya yang taat dan melanggar ketentuannya secara hukum.

Secara prinsip, para ahli ushul fiqh berpandangan bahwa dasar timbulnya pembebanan hukum dalam Islam adalah akal dan pemahaman. Artinya, seseorang baru bisa dibebani hukum jika berakal dan bisa memahami secara baik dan jelas beban yang ditujukan kepadanya. Jadi sederhananya, kewajiban berpuasa sebagai perintah merupakan ibadah wajib yang ditujukan untuk orang Islam yang berakal (dewasa).

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]     

SELENGKAPNYA
23 Februari 2026

Hikmah Puasa, Melatih Pribadi Berkarakter

Dalam Islam, setiap ibadah yang dikerjakan memiliki tuntunan dan prinsip-prinsip yang harus dipegang oleh kaum muslim dan muslimat. Menurut Tajih Muhammadiyah, Ibadah merupakan upaya setiap muslim mendekatkan diri kepada Allah dengan cara mengerjakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya dan mengamalkan segala yang diizinkan Allah SWT.

Puasa sebagai ibadah khusus (ibadah mahdhah) memiliki karakteristik yang unik, Dari segi waktu secara syariat ditentukan pada bulan yang spesial, yaitu bulan Ramadhan. Umat Islam di seluruh dunia mengamalkannya untuk meraih takwa. Melalui perintah-Nya, semua taat, tunduk dan penuh pengabdian.

Sesempurnanya manusia dihadapan Allah SWT, manusia adalah makhluk yang hina, dengan berpuasa itu tujuannya untuk mengekang hawa nafsunya yang kadang hina dan kosong. Puasa mampu mengendalikan hawa nafsu manusia. Rukun dan syarat berpuasa juga diatur oleh Islam sebagai ibadah wajib.

Hikmah Berpuasa

Puasa yang dilakukan umat Islam setiap tahunnya, memiliki hikmah hasanah terhadap setiap individu. Pada aspek jasmani puasa memberikan dampak kesehatan bagi tubuh manusia. Semantara itu, dalam aspek ruhani (spiritual) puasa berperan mendidik dan melatih pribadi muslim untuk menjadi beradab, tertib, dan mampu mengontrol kondisi psikologisnya secara emosional.

Pada aspek sosial, puasa juga melatih kepeduliaan dan kepekaan sosial terhadap sesama. Empati terhadap mereka yang papa (dhuafa) dengan Ikhlas berbagi, bersedekah dan saling menghormati bahkan terhadap saudara yang bukan muslim. Tiba waktunya, setiap muslim diwajibkan menunaikan zakat fitrah dan zakat harta bagi yang sudah memenuhi syarat.      

Hikmah berpuasa lainnya menjadikan individu sebagai pribadi yang berkarakter kuat. Berpuasa memantapkan pribadi muslim untuk meningkatkan kredibilitasnya. Pribadi yang tangguh, etis, dan berkarakter (ethos).   

Berpuasa selama satu hari dari terbit fajar sampai matahari terbenam menghadirkan pribadi muslim yang mampu mewarnai kecerdasan emosionalnya. Tidak mudah tersinggung dan terpancing emosionalnya. Kontrol emosinya (pathos) berjalan seimbang namun tetap bermartabat.

Di samping itu, dengan berpuasa seorang muslim bisa memperkaya pengetahuannya tentang fenomena sosial, ekonomi, budaya, dan lainnya. Kendati ada keterbatasan dalam dirinya, jiwa-jiwa yang terpelihara itu bangkit menggerakan motivasi spiritualnya untuk menggali hikmah puasa dengan pengatahuan (logos) yang dimilikinya agar tabir ibadah dapat diraih sebagai pengetahuan dan diparaktikan dengan tulus.      

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]     

SELENGKAPNYA
11 Februari 2026

Puasa Ramadhan, Mengapa Diwajibkan Bagi Seorang Muslim? 

Puasa merupakan jalan menuju ketakwaan kepada Allah SWT. Hal ini sejalan dengan prinsip-prinsip ibadah salah satunya, beribadah hanya ditujukan kepada Yang Maha Kuasa. Lantas jika ada pertanyaan, Mengapa puasa diwajibkan?

Puasa wajib dilakukan jika puasa dilaksanakan selama satu bulan penuh pada bulan Ramadhan. Dari aspek hukumnya tersebut dikatakan wajib, didasarkan pada firman Allah, surat Al-Baqarah ayat 183, yang artinya berbunyi:

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”

Maka, ditinjau dari segi hukum tersebut, Rasulullah SAW, mempertegas kembali dan mengatakan bahwa sesungguhnya islam itu dibangun atas lima dasar, yaitu: “bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah SWT, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan-Nya, mendirikan sholat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan dan berhaji ke Baitullah”.

Dalam ajaran Islam, kelima dasar utama tersebut dikenal dengan Rukun Islam. Inti diwajibkannya berpuasa bagi seorang muslim adalah menahan diri serta mengontrol dan mengekang hawa nafsunya dari hal-hal yang membatalkan puasa untuk mengharap Ridha Allah SWT.

Rukun dan Syarat Puasa

Ulama fikih berpendapat, rukun berpuasa itu hanya satu yaitu menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari (Syakir Jamaluddin, Kuliah Fikih Ibadah, 2015).

Di samping itu, terkait dengan syariat berpuasa, ulama fikih biasa membaginya menjadi dua. Menurut Syakir Jamaluddin, terdiri dari syarat wajib dan syarat sah puasa. Dalam praktiknya para ulama berbeda pendapat, soal mana yang syarat wajib puasa dan syarat sah puasa. Adapun syarat wajib puasa dan syarat sah puasa, Syakir Jamaluddin merinci sebagai berikut:

  1. Muslim, yaitu orang yang beragama Islam
  2. Mumayiz, adalah orang yang sudah sempurna, maksudnya orang yang sudah dewasa (baligh) dan berakal.
  3. Kuat berpuasa. Secara syar’i,orang yang tidak mampu berpuasa adalah orang yang sedang sakit, orang yang berpergian jauh, dan orang tua renta serta ibu hamil atau baru melahirkan dan semacamnya.

Sementara itu, syarat sah puasa adalah islam dan tamyiz (baligh dan berakal). Dalam Fikih puasa, ditambah dua syarat sah lagi, antara lain:

  1. Bagi wanitas, harus suci dari haid, nifas, ataupun setelah melahirkan (wiladah)
  2. Dikerjakan pada hari yang memang dibolehkan untuk berpuasa.

Bagi yang sudah memenuhi syarat wajib dan syarat sah berpuasa, dan suatu waktu tidak melakukan atau sengaja tidak berpuasa atau sengaja membatalkannya tanpa ada halangan yang memang telah disyariatkan maka orang tersebut berdosa.

Mari mantapkan diri untuk berpuasa Ramadhan, jangan sampai ruang dan waktu yang kita miliki sebagai nikmat dari Allah SWT, terbuka pintunya untuk syaitan menggoda dan menjerumuskan kita ke dalam lubang yang merugikan.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]      

SELENGKAPNYA
9 Februari 2026
Lihat Lainnya
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross