


JAKARTA –Permata Bank Syariah melalui unit usaha syariahnya yakni Unit Pengelola Zakat dan Dana Kebajikan (UPZ DK) memperkuat sinergi strategisnya bersama Lazismu dengan melakukan serah terima simbolis program kemitraan, di Kantor Pusat Permata Bank Syariah, Sudirman, Jakarta, pada Senin (8/6/2026).
Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir (2023–2025), total dana kebajikan yang telah disalurkan oleh UPZ DK PermataBank Syariah melalui Lazismu mencapai Rp3,37 miIiar. Penyaluran dana umat secara bertahap ini mencakup program strategis, mulai dari sedekah hewan dan daging kurban 1447 Hijriah yang tersebar di wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Jawa, hingga dukungan lanjutan bagi program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Wakil Ketua UPZ Permata Bank Syariah, Awaludin Gumbira, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas peran Lazismu sebagai salah satu mitra utama dalam menyalurkan dana kebajikan dengan tepat sasaran.
"Lazismu adalah salah satu mitra utama. Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih karena keberadaan Lazismu perannya memudahkan amanah yang kami emban untuk mengelola dan menyalurkan dana umat," ujar Awaludin.
Optimisme Penyerapan Dana dan Dampak Berkelanjutan
Senada dengan hal itu, Direktur Keuangan Unit Usaha Syariah Permata Bank, Rudy Basyir Ahmad, mengungkapkan bahwa kapasitas dana yang dikumpulkan mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Pihaknya optimis penyerapan dan penyaluran anggaran ke depan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif melalui kolaborasi yang erat dengan mitra profesional.
"Serah terima ini bukan sekadar program administratif, melainkan langkah strategis dan bijaksana sebagai inklusi keuangan syariah. Kami menyerahkan tanggung jawab ini dengan penuh harapan agar dana zakat, infak, dan sedekah mampu menyentuh mustahik yang lebih luas, menciptakan dampak ekonomi yang signifikan, serta menjaga transparansi dan akuntabilitas berdasarkan prinsip syariah," jelas Rudy.
Keunikan Kerja Sama Enam Pilar dan Program Unggulan 'TelurMoe'
Kerja sama antara UPZ DK Permata Bank Syariah dan Lazismu terbilang komprehensif karena mencakup seluruh 6 pilar program Lazismu, yaitu Ekonomi, Kesehatan, Sosial Dakwah, Lingkungan, Kemanusiaan, dan Pendidikan.
Direktur Penghimpunan Lazismu Pusat, M. Sholeh Farabi, memaparkan salah satu kesuksesan program ekonomi yang saat ini menjadi unggulan, yaitu program "TelurMoe" di Sleman, Yogyakarta. Program peternakan ayam free-range (tanpa kandang baterai) dengan pakan organik ini dikelola secara intens oleh komunitas penyandang disabilitas.
UPZ DK PermataBank Syariah turut mendukung program ini dengan memberikan bantuan tambahan modal kerja senilai kurang lebih Rp 1,2 miliar, termasuk penyediaan armada motor roda tiga berjenis Cargo untuk memperkuat lini distribusi.
"Para peternak yang mayoritas penyandang disabilitas yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan, kini sudah mandiri secara ekonomi bahkan mampu melakukan transfer knowledge kepada kelompok lain. Saat ini, ekosistem pasar internal Muhammadiyah saja sudah kewalahan menyerap produksinya karena kualitas telur yang sangat baik," ungkap Farabi.
Selanjutnya, lahan peternakan ini akan dipindahkan ke tanah milik Universitas 'Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta untuk memperluas dan meningkatkan kapasitas hingga 1.000 ekor ayam. Keberhasilan yang berkelanjutan ini diharapkan dapat menjadi model yang bisa direplikasi di berbagai wilayah lain di Indonesia.
Melalui kemitraan yang solid ini, baik UPZ DK Permata Bank Syariah maupun Lazismu berkomitmen untuk terus menghadirkan program inovatif yang monumental untuk mengangkat harkat, martabat, serta skala ekonomi para mustahik di seluruh pelosok negeri.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

YOGYAKARTA -- Nilai transaksi kurban digital memberikan angin segar. Perdana diimplementasikan, aplikasi gaya hidup muslim digital resmi milik Muhammadiyah atau populer disebut MASA, sajikan transformasi layanan yang tumbuh prospektif.
Pada debutnya di Idul Adha tahun ini, transaksi digital kurban di MASA berhasil membukukan penghimpunan kurban dengan total terdiri dari 13 ekor sapi, 30 ekor kambing, dan 22 ekor domba. Dengan mengelola ratusan juta rupiah transaksi kurban melalui sistem digital terintegrasi, MASA dirancang sebagai transformasi layanan keumatan berbasis teknologi.
Melalui kolaborasi antara LabMu dan Lazismu, Muhammadiyah menghadirkan Qurbanmu di aplikasi MASA untuk membantu masyarakat menjalankan ibadah kurban dengan proses yang lebih mudah, transparans, dan nyaman.
Inisiatif ini tidak hanya mempermudah masyarakat, tetapi juga memperkuat tata kelola pengelolaan kurban berbasis transparansi dan akuntabilitas. Mewakili Muhammadiyah, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dadang Kahmad, dalam rilisnya (29/5/2026), menegaskan, berkurban melalui MASA di Lazismu merupakan pilihan yang tepat di era digital saat ini.
“Berkurban di Lazismu melalui MASA merupakan langkah tepat untuk kurban di zaman Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 yang terpercaya dan amanah,” ujarnya. Peran LabMu sebagai pengembang ekosistem digital Muhammadiyah menghadirkan infrastruktur teknologi yang memungkinkan proses pengelolaan berjalan lebih terintegrasi dan terukur.
Sementara itu, Lazismu memastikan proses pengelolaan dan distribusi kurban tetap berjalan sesuai prinsip amanah, profesionalitas, dan kebermanfaatan sosial. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah membangun fondasi pengelolaan amanah umat yang lebih modern dan lebih siap menghadapi kebutuhan skala besar di era digital.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Mujadid Rais, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan implementasi digitalisasi kurban melalui aplikasi MASA yang memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menunaikan ibadah kurban.
“Alhamdulillah, kami bersyukur dengan adanya digitalisasi transaksi kurban melalui aplikasi MASA, sungguh menjadi jalan keberkahan bagi semua. Dengan total terhimpun 13 ekor sapi, 30 ekor kambing, dan 22 ekor domba, sinergi dan kolaborasi antara Lazismu dan MASA benar-benar memudahkan para pekurban (mudhohi) untuk menyalurkan kurbannya hanya dengan sentuhan klik di gawainya”, ungkap Mujadid Rais.
Terima kasih atas kepercayaan para pekurban kepada kami, sambung Mujadid Rais. Insya Allah kurban bapak ibu diproses sesuai syariat, dan kurban tersalurkan dengan amanah tepat sasaran kepada yang membutuhkan. Semoga ke depan jumlah penghimpunan kurban dapat terus meningkat dan memberi dampak seluas-luasnya kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk di kawasan 3T, program pencegahan stunting, serta daerah rawan bencana maupun terdampak bencana.
Di tengah meningkatnya adopsi layanan digital masyarakat Indonesia, transformasi pengelolaan kurban dinilai menjadi kebutuhan penting agar proses ibadah dan distribusi manfaat dapat berjalan lebih efisien, lebih terukur, dan menjangkau lebih luas.
Ke depan, Muhammadiyah akan terus memperkuat pengembangan layanan digital keumatan melalui kolaborasi lintas ekosistem agar manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat Indonesia. Visi jangka panjangnya membangun ekosistem layanan umat terintegrasi berbasis teknologi yang mendukung berbagai kebutuhan sosial, filantropi, dan ekonomi umat.
Terutama melihat antusiasme masyarakat terhadap layanan kurban digital terus meningkat, terutama dari masyarakat yang membutuhkan proses ibadah yang lebih praktis tanpa mengurangi nilai spiritual dan sosial dari ibadah kurban itu sendiri.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/LabMU]

JAKARTA -- Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) kembali menghadirkan Program Sedekah Kurban BPKH 1447 Hijriah/2026 sebagai wujud komitmen dalam menebarkan manfaat dan kemaslahatan bagi masyarakat Indonesia.
Mengusung tema “Menebar Kebaikan, Menggapai Keberkahan”, program ini menjadi salah satu program unggulan BPKH bersama mitra kemaslahatan yang telah berjalan sejak tahun 2020, tepatnya saat pandemi Covid-19 mewabah. Sebagai bentuk kepedulian dan semangat berbagi kepada masyarakat muslim di berbagai wilayah Indonesia, program ini menyasar daerah terpencil, terluar, tertinggal, dan terdampak bencana.
Program Sedekah Kurban BPKH merupakan inisiatif yang mengintegrasikan ibadah kurban dengan pemberdayaan ekonomi umat melalui sektor peternakan.
Bersama mitra kemaslahatan, program ini terus berkembang dari tahun ke tahun sejak pertama kali dilaksanakan di tengah pandemi COVID-19 sebagai bentuk kepedulian dan semangat berbagi kepada masyarakat muslim di berbagai wilayah Indonesia, termasuk daerah terpencil, terluar, tertinggal, dan terdampak bencana.
Pada tahun 2026, Program Sedekah Kurban BPKH dilaksanakan bersama 11 mitra kemaslahatan dengan target penyaluran sebanyak 600 ekor sapi/kerbau dan 700 ekor domba/kambing. Kolaborasi ini dilakukan untuk memperluas pemerataan manfaat kurban serta memastikan penyaluran berjalan tepat sasaran di seluruh Indonesia.
Anggota Badan Pelaksana BPKH, Sulistyowati, menyampaikan harapannya agar program ini dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui program ini, kami berharap kebaikan dari ibadah kurban dapat dirasakan secara nyata dan menyeluruh oleh masyarakat di seluruh penjuru negeri.
“Kurban bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang menghadirkan harapan, menguatkan kepedulian, dan memastikan manfaatnya dapat dirasakan hingga pelosok negeri,” terangnya dalam rilis yang disampaikan pada Hari Raya Idul Adha 2026.
Lazismu sebagai Mitra Kemaslahatan Sedekah Kurban
Di antara sebelas mitra kemaslahatan BPKH dalam Program Sedekah Kurban 2026, Lazismu kembali mendapat amanah dalam penyalurannya. Manajer Kemitraan Lazismu Pusat, Upik Rahmawati mengatakan, dalam pelaksanaannya Lazismu menyalurkan di 15 Provinsi dan beberapa panti asuhan yang layak menerima, yang kegiatannya berlangsung di mulai dari tanggal, 27 – 29 Mei 2026.
“Adapun 15 provinsi ini meliputi, DKI Jakarta, DIY, Jawa Barat, Bengkulu, Kalimantan Utara, Sumatera Selatan, NTT, Jawa Timur, Banten, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sulawesi Tengah, Aceh (Aceh Tamiang dan Langsa) dan NTB”, kata Upik.
Salah satunya DKI Jakarta, kata Upik memberikan contoh distribusi, bahwa penyaluran program Sedekah Kurban ada di Wilayah Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Pusat. Upik merinci untuk wilayah Jakarta Selatan tersebar di 14 titik yang terdiri dari 2 ekor sapi dan 17 ekor kambing.
Sementara itu, untuk wilayah Jakarta Barat terpencar di 10 titik, terdiri dari 7 ekor sapi dan 6 ekor kambing. Wilayah lainnya, sambung Upik, di Jakarta Utara tersebar di 13 titik, terdiri dari 10 ekor sapi, 3 ekor kambing.
Sebaran titik lainnya, kata Upik, ada di wilayah Jakarta Timur, dengan 7 titik distribusi terdiri dari 7 ekor kambing. Terakhir di wilayah Jakarta Pusat, terdiri dari 1 ekor sapi. Selebihnya kata Upik Lazismu juga menyasar panti asuhan di Jakarta, Tulung Agung dan Palu, Sulawesi Tengah.
“Dalam program Sedekah Kurban BPKH, kami menggandeng mitra yaitu Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) dan musola serta mitra rekomendasi seperti ponpes, yayasan, RT, panti dan MUI Jakarta Barat yang penerima manfaatnya betul-betul membutuhkan”, jelas Upik.
Upik mengatakan, sumber pembiayaan program ini menggunakan nilai manfaat dari pengelolaan Dana Abadi Umat (DAU), dan tidak berasal dari dana setoran awal jamaah calon haji.
Hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2014, di mana seluruh nilai manfaat akan dikembalikan kepada seluruh umat di seluruh Indonesia dalam kegiatan kemaslahatan, seperti program Sedekah Kurban BPHK ini.
Adapun seluruh program disalurkan secara langsung maupun tidak langsung dengan prinsip syariah, kehati-hatian, manfaat, nirlaba, transparans, dan akuntabel. Dalam pengemasannya Lazismu dan BPKH menggunakan wadah ramah lingkungan.
Melalui Program Sedekah Kurban BPKH, sambung Upik, diharapkan dapat tercipta penguatan ekonomi umat, pemerataan nilai manfaat kurban hingga kawasan pelosok, peningkatan nilai sosial ibadah, serta penguatan semangat kepedulian dan gotong royong di tengah masyarakat.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

TANGERANG SELATAN – Seni fotografi tak pernah surut dari peminatnya. Seiring dengan munculnya platform kompilasi hasil jepretan kamera, fotografi dalam aplikasi digital bisa bernilai seni yang menjual.
Kelas pelatihan fotografi menjadi salah satu medium yang tepat untuk berlatih dan mengasah kemampuan seseorang dalam menjinakan lensa kamera. Seperti kelas fotografi dan jurnalistik yang diselenggarakan Markicabs Institute Batch 3 yang dibuka pada Minggu, (31/5/2026), di Coffee Shop Titik Singgah, Tangerang Selatan.
Kegiatan ini merupakan kerja sama penting antara Markicabs Institute dan Lazismu Pusat. Dalam acara pembukaan, Rektor Markicabs Instititute, Dzawin Nur Ikram, mengatakan bahwa para peserta yang mengikuti pelatihan ini membutuhkan ketekunan dalam mengikuti pelatihan. Ia juga tak segan "membuang" orang yang dirasa tidak serius mengikuti program pelatihan ini.
"Kita akan mengeluarkan orang yang malas di sini. Buat apa kita mempertahankan mereka yang tidak serius. Jangan pernah berkumpul sama orang-orang yang malas, itu bisa menular," tegas Dzawin menyampaikan pesan.
Komika asal Bogor ini juga menuturkan bahwa kelas Jurnalistik dan Fotografi ini diharapkan menjadi pijakan awal para peserta yang hendak menggeluti dunia penulisan dan seni fotografi lebih luas lagi nantinya.
Sebetulnya, sambung Dzawin, kelas dasar jurnalistik dan fotografi bisa jadi pondasi. Bila jurnalistik telah menjadi bagian dari kemampuan kompetitif, maka akan membentuk kerangka berpikir kalian. Sedangkan seni fotografi harus diketahui teknik dasarnya, seperti mengenal segitiga eksposure dan lainnya.
Dalam kesempatan yang sama, Shira Sahira, perwakilan dari Lazismu, mengaku senang bisa berkolaborasi dengan Markicabs Institute dalam pelatihan ini. Menurutnya, hal ini sejalan dengan gerakan filantropi yang diusung Lazismu yang selalu mendukung kegiatan-kegiatan serupa.
"Sebagai perwakilan Badan Pengurus Harian (BPH) Lazismu merasa cukup senang karena bisa terlibat dalam acara Markicabs Institute. Sebenarnya Lazismu sering memberi dukungan bantuan untuk pelatihan seperti ini," ucapnya.
Pada sesi diskusi, bersama alumni batch sebelumnya, seperti Bonar Manalu, Mulud Hidayat dari angkatan batch 1, hingga Nawi Alkaf angkatan batch 2, semua peserta berbagi cerita dan pengalamannya. Apa perubahan yang didapat seusai mengikuti kelas ini ke depannya.
Dengan pengalaman yang diperoleh, kata Alkaf, ada nilai yang didapat secara ekonomi sehingga dapat menambah uang jajan dan bisa bayar sewa kos. Dalam artian, bisa kerja dari ilmu yang saya dapat lewat pelatihan ini.
Pandangan lain disampaikan Bonar, bahwa kita harus punya tujuan yang jelas dalam mengikuti pelatihan ini. Ia juga mengimbau jangan sampai ikut hanya karena ada nama "Dzawin" yang kental di Markicabs Institute.
"Sayang nantinya jika tidak punya tujuan yang jelas, ini akan buang-buang waktu untuk hal yang gak jelas. Harus punya tujuan setelah ikut dan mau apa selanjutnya. Jangan sampai ada yang ikut hanya karena ada Dzawin, lebih baik mengundurkan diri, dan itu tidak bakal ngaruh” tutup Bonar.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

FILIPINA -- Komunitas muslim di Desa Rio Tuba, Kabupaten Bataraza, Provinsi Palawan, Filipina begitu bahagia. Pasalnya, pada hari raya Idul Adha 1447 H, Lazismu mengirimkan hewan kurban berupa satu ekor sapi.
Kegiatan diawali dengan penyembelihan dan pendistribusian daging daging segar kurban kepada keluarga muslim dan masyarakat yang membutuhkan di Palawan, Filipina. Sebanyak 100 penerima manfaat menerima paket daging segar kurban yang disalurkan secara langsung oleh panitia dan relawan.
Penanggung jawab program, Ketua Muhammadiyah Philippines, Nhelbourne K. Mohammad, mengatakan pelaksanaan program ini berlangsung pada 29 – 31 Mei 2026, bertepatan dengan perayaan Idul Adha.
“Lokasi kegiatanada di dua titik, yaitu Madrasah Al-Qurtuba, Desa Rio Tuba, Kabupaten Bataraza, Provinsi Palawan, Filipina dan Madrasah Antipuluan, Kabupaten Narra, Provinsi Palawan, Filipina”, kata Mohammad.
Mohammad mengatakan, program Qurbanmu Bahagiakan Sesam aini bekerja sama dengan Palawan Da’wah Committee (MILF). Pada hari pertama, sebanyak 100 penerima manfaat menerima daging segar kurban di madrasah yang dihuni para santri.
Pada hari kedua, kegiatan silaturahim dilaksanakan dengan jamuan kurban, yang melibatkan partisipasi santri, pengasuh dan guru, dan masyarakat sekitar di lingkungan Madrasah Al-Qurtuba, Desa Rio Tuba, Kabupaten Bataraza, Provinsi Palawan.
“Jumlah peserta yang menerima manfaat dari program Qurbanmu Lazismu terdiri dari santri putra berjumlah 33 orang, asatidz putra sebanyak 10 orang, santri putri sekitar 28 orang dan asatidz putri sejumlah 8 orang,” terangnya.
Di hari terkahir, kegiatan berlanjut dengan melakukan silaturahim dan jamuan serupa di Madrasah Antipuluan, Kabupaten Narra, Provinsi Palawan, yang diikuti oleh santri sebanyak 50 orang dan asatidz putri sejumlah 3 orang.
Kegiatan ini bertujuan mempererat tali silaturahim untuk menumbuhkan semangat kebersamaan, serta menghidupkan syiar dan nilai-nilai Idul Adha di kalangan masyarakat muslim setempat.
Atas nama Muhammadiyah Philippines dan Palawan Da’wah Committee, kami menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada saudara-saudara Muhammadiyah Indonesia, khususnya LAZISMU, atas amanah hewan kurban berupa 1 ekor sapi yang telah disalurkan kepada masyarakat muslim di Palawan, Filipina.
Bantuan ini telah memberikan kebahagiaan dan manfaat yang besar bagi para santri, asatidz, dan masyarakat penerima manfaat di wilayah Kabupaten Bataraza dan Kabupaten Narra, Provinsi Palawan.
Sementara itu, Koordinator Program Qurbanmu Lazismu Pusat, Rizky Saragih, mengatakan, program ini juga memperkuat nilai solidaritas, kepedulian sosial, serta ukhuwah Islamiyah di antara sesama muslim.
Program Qurban Internasional 2026, telah memberikan manfaat langsung kepada masyarakat Muslim di Palawan melalui pembagian daging segar kurban dan kegiatan jamuan bersama. Selain memenuhi kebutuhan pangan masyarakat,
Puji syukur, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan masyarakat menyambut program ini dengan penuh antusias dan rasa bahagia. Tidak hanya di Filipina, Lazismu juga menyalurkan kurban untuk warga Palestina.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

JEMBER – Tak dapat dimungkiri bila meningkatnya beban kebutuhan hidup menjadi salah satu faktor yang memengaruhi akses masyarakat terhadap kecukup gizi. Di pelosok kabupaten Jember, Jawa Timur, kondisi itu ditemui tepat di Dusun Mandilis RT 01/RW 06, Desa Sanenrejo, Kecamatan Tempurejo.
Masyarakat yang berada di dusun ini hidup dalam keterbatasan yang pada akhirnya masuk dalam radar penguatan dakwah Muhammadiyah di tingkat ranting. Dusun Mandilis juga menjadi prioritas program Qurbanmu Bahagiakan Sesama yang diselenggarakan Lazismu Jember pada Idul Adha 2026.
Koordinator Bidang Lazismu Jember, Abdul Khamil, mengatakan kegiatan ini bukan hanya sekadar berkurban, tetapi menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menguatkan ranting Muhammadiyah yang berada di pelosok kecamatan Tampurejo.
“Tahun ini program Qurbanmu dilakukan selama dua hari, 29 – 30 Mei 2026 di Dusun Mandilis. Hari pertama penyembelihan 3 ekor kambing yang diwarnai dengan kegiatan edukasi dan dakwah sosial untuk menyemarakan momen Idul Adha”, ungkapnya.
Abdul menambahkan di sela-sela kegiatan, Lazismu mengajak warga yang ramai berdatangan untuk menikmati bakso gratis, permainan edukatif untuk anak-anak dusun, dan edukasi mitigasi bencana yang dikolaborasikan bersama MDMC Jember.
“Sebagai bentuk kepedulian sosial, Lazismu Jember juga menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis dan penyaluran bantuan sosial untuk warga setempat”, jelas Abdul yang juga aktif sebagai Wakil Ketua PDM Jember.
Sementara itu, Ketua Panitia Kurban Lazismu Jember, Tomi, mengungkapkan kurban di pelosok Tampurejo merupakan upaya Lazismu untuk menghadirkan manfaat kurban secara lebih merata. ”Alhamdulillah para pekurban mengamanahkan 1 ekor sapi dan 5 ekor kambing untuk penerima manfaat yang membutuhkan di Dusun Mandilis”, ujarnya.
Tomi mengatakan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, pada Idul Adha tahun ini Lazismu Jember masih berkomitmen menggunakan kemasan ramah lingkungan yang berasal dari daun jati sebagai pembungkus daging segarnya.
Selanjutnya di hari kedua, Lazismu Jember yang melibatkan partisipasi PCM Tempurejo dan PRM Sanenrejo, menyembelih hewan kurban kembali sebanyak 1 ekor sapi dan 2 ekor kambing. Menyambut hari Bahagia tersebut, mewakili PCM Tampurejo, Taufiqul Ulum, menyampaikan apresiasinya kepada Lazismu Jember dan Angkatan Muda Muhammadiyah yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Pada kesempatan itu, Camat Tempurejo, M. Najmul Huda, menyambut baik dan antusias warga di kegiatan kurban pedalaman yang dilaksanakan Lazismu Jember dan PDM Jember yang juga disambut gegap gempita warga setempat. Kami mengucapkan terima kasih kepada Lazismu Jember dan semua pihak yang telah memberikan perhatian penuh kepada warga khususnya di Dusun Mandilis.
Penerima manfaat, Suyatmi merasa bersyukur dengan adanya kegiatan ini. Saya dan keluarga memperoleh daging segar kurban untuk bisa di masak, terima kasih Lazismu. Hal senada, disampaikan Ahmad Fauzi, yang mendapatkan bantuan buku Iqro, yang sangat bermanfaat bagi anak-anak kami yang belajar mengaji. Alhamdulillah bantuan yang kami terima sangat membantu kebutuhan keluarga, pungkas Nur Hidayah, yang datang menerima bantuan itu.
Selain unsur organisasi otonom Muhammadiyah, seperti Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, MDMC Jember, KOKAM, IMM, IPM, program kurban di pedalaman juga melibatkan aparatur pemerintah setempat, masyarakat, pekurban dan tenaga kesehatan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Jember]



MENGECAM PENYANDERAAN 9 AKTIVIS KEMANUSIAAN INDONESIA DAN BANTUAN KEMANUSIAAN GLOBAL SUMUD FLOTILLA OLEH AKSI MILITER ISRAEL
Jakarta, 20 Mei 2026
Aksi militer Israel yang melancarkan penyergapan terhadap relawan kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0, menuju Gaza, Palestina, merupakan bentuk teror dan melanggar hukum internasional. Tindakan intersepsi itu terjadi pada Senin, 18 Mei 2026, di perairan internasional Siprus, tepatnya di kawasan Laut Mediterania Timur.
Misi kemanusiaan untuk Palestina yang diinisiasi oleh masyarakat global yang berjumlah 426 Relawan dari 40 negara berlayar menggunakan 50 kapal, merupakan aktivis kemanusiaan dari berbagai macam profesi. Salah satunya negara Indonesia, yang di dalamnya ada 9 orang aktivis kemanusiaan yang mewakili lembaga amil zakat dan jurnalis kemanusiaan.
Berdasarkan informasi terbaru, pada 19 Mei 2026 pukul 21.02 WIB, militer Israel telah mencegat dan memaksa 40 kapal kemanusiaan tersebut untuk berhenti di perairan internasional. Kabar tersiar lainnya melalui media internasional yang sampai ke Indonesia, para relawan kemanusiaan ini dipaksa berlutut dengan kondisi tangan terikat di belakang.
Dengan bersenjata, pasukan militer Israel berjaga dari kapalnya memberikan ancaman. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, tetap pada pendiriannya sebagai upaya membela hak Israel mencegat kapal kemanusiaan itu. Bahkan, Netanyahu, memerintahkan agar semua aktivis kemanusiaan segera dideportasi.
Atas landasan hukum dan etika kemanusiaan, Kami dari Lembaga Amil Zakat Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LAZISMU), yang juga sebagai bagian dari lembaga pengelola zakat, menyatakan kerisauan atas krisis kemanusiaan yang terjadi menimpa aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0.
Kami sekaligus mengecam setiap bentuk intervensi yang dilakukan dengan kekerasan yang sewenang-wenang oleh pasukan militer Israel terhadap misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0.
Bantuan kemanusiaan amanah rakyat Indonesia, berupa pangan, logistik, dan penunjang medis serta kesehatan yang diambil-alih dengan paksa merupakan upaya perampasan, dan tidak semata menahan sementara tetapi menghentikan akses atas hak hidup rakyat Palestina. Ini juga merupakan bentuk perendahan martabat kemanusiaan dan solidaritas internasional, termasuk Indonesia.
Ancaman represif tersebut adalah pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional. Tindakan militer Israel, melanggar Pasal 59 Konvensi Jenewa IV (1949) serta Protokol Tambahan I Pasal 70 dan 71, yang mewajibkan perlindungan mutlak bagi personil pekerja kemanusiaan dan kewajiban untuk memfasilitasi akses lintasan bantuan tanpa hambatan.
Pencegatan distribusi bantuan kemanusiaan yang disengaja turut melukai wajah kemanusiaan dan ancaman kelaparan di Gaza, Palestina, serta mencederai prinsip-prinsip dasar kemanusiaan universal yang dijunjung tinggi oleh komitmen internasional yang dibuat pada World Humanitarian Summit 2016, sebagai Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 dan sejumlah inisiatif global lainnya.
Berpijak dari prinsip dasar kemanusiaan dan hukum humaniter internasional tersebut, Kami dari LAZISMU, dalam situasi darurat yang menyertai, dan atas nama solidaritas kemanusiaan, dengan ini menyampaikan pernyataan sikap:
Berikut pernyataan sikap yang LAZISMU sampaikan sebagai wujud solidaritas kemanusiaan universal dan akan terus ikut mengawal dengan tetap menjunjung tinggi perlindungan akses kemanusuiaan global bagi hak kemerdekaan rakyat Palestina.
Kami menyerukan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak pernah lelah mengawal setiap aksi kemanusiaan, sekaligus memanfaatkan ruang-ruang media sosial dengan narasi solidaritas kemanusiaan dan dukungan penuh bagi kemerdekaan rakyat Palestina. LAZISMU juga menyerukan kepada Masyarakat Indonesia untuk tidak letih membantu rakyat Palestina.

Para pelaku usaha hewan kurban, menjelang Idul Adha mulai menjajakan hewan kurban terbaiknya. Di setiap sudut jalan, mereka menyiapkan suatu tempat yang luas dan pakan yang cukup agar hewan kurban tetap sehat dan bugar.
Tempat yang teduh dan nyaman untuk sapi, kambing dan domba adalah pilihan tepat, dilengkapi dengan lahan parkir yang luas untuk pembeli yang datang. Berlatar lapangan atau lahan yang representatif hewan kurban dirawat dengan baik sampai pembeli datang pilih yang terbaik.
Idul Adha tinggal menunggu hitungan hari. Pimpinan Pusat Muhammadiyah, telah menetapkan Idul Adha berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), Idul Adha jatuh pada, 10 Zulhijah 1447 Hijriah bertepatan dengan hari Rabu Wage, 27 Mei 2026 Masehi.
Umat Islam bersiap membentuk panitia kurban. Di masjid-masjid pengumuman ajakan berkurban beredar. Ada penawaran berkurban dengan kambing dan sapi maupun berkurban dengan cara berjamaah untuk 7 orang agar dapat satu ekor sapi. Itu semua adalah pilihan sesuai dengan kemampuan masing-masing untuk memberikan hewan kurban yang terbaik.
Memilih Hewan Kurban Layak Disembelih
Dalam hidup, kerap manusia bertindak dalam suatu pilihan. Memilih adalah menimbang, membandingkan dan kemudian memutuskan sesuatu yang dianggap pilihan terbaik dengan risiko minimal.
Berpikir yang sehat merupakan juri dalam bertindak bagi siapa pun. Termasuk dalam memilih hewan kurban yang layak. Menurut Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, ada beberapa kiat dalam memilih hewan kurban sesuai dengan syariat Islam. Terutama dari aspek fisik, kesehatan dan usia hewan kurban.
Fisik Hewan Kurban
Dalam Fikih Kurban, fisik hewan kurban menjadi topik penting. Karena dalam memilih hewan kurban kriterianya tidak boleh dalam kondisi cacat dan berpenyakit. Hal ini, didasari pada hadis Rasulullah SAW, yang menganjurkan berkurban dengan dua ekor kibas bertanduk yang bagus.
Diriwayatkan oleh Anas bin Malik, bahwa Ia menyaksikan Rasulullah meletakkan kakinya di atas kedua unta tersebut, membaca basmalah, dan bertakbir (HR. Muslim, at-Tirmidzi, dan an-Nasai).
Kesaksian lain diungkap oleh Abi Said al-Khudri, diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW berkurban dengan seekor kambing bertanduk yang jantan, dengan perut, kaki, dan keliling mata berwarna hitam (HR. at-Tirmidzi). Dalam hadis lain, dijelaskan, ada empat jenis hewan yang tidak boleh dijadikan kurban: hewan yang buta sebelah matanya, yang sakit jelas terlihat, yang pincang jelas tampak, dan yang sangat kurus serta tidak bersih (HR. Abu Dawud).
Kesehatan Hewan Kurban
Sementara itu, dalam aspek kesehatan tak kalah penting. Terbebas dari penyakit adalah keniscayaan. Jika hewan kurban sakit harus terlihat jelas. Tidak kurus dan kaki tidak pincang. Aspek kesehatan ini, hemat Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah bukan sekadar urusan syariat, tapi suatu penegasan, kandungan dagingnya bernilai layak konsumsi bagi penerima manfaat.
Dalam memilih hewan kurban tersebut yang sesuai kriteria, adalah bentuk ketaatan dan penghormatan atas segenap ibadah umat Islam yang diperintahkan Allah SWT. Keikhlasan dan kesanggupan menunaikan ibadah kurban bagian dari kontribusi sosial yang dilandasi tauhid sebagai wujud bersyukur atas nikmat dan karunia-Nya sesama umat Islam.
Usia Hewan Kurban
Setelah mempertimbangkan aspek fisik dan kesehatan hewan kurban, ada baiknya umat Islam saat membeli hewan kurban menanyakan usia hewan kurban tersebut. Hal ini untuk memastikan bahwa fisik dan kesehatan relevan dengan usianya.
Adapun hewan kurban yang memenuhi syarat untuk dikurbankan, menurut Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah dari aspek usianya, antara lain, unta usianya genap berumur 5 tahun, sapi genap berumur 2 tahun dan kambing telah genap berumur 1 tahun.
Sebagai informasi tambahan, pastikan dalam memilih hewan kurban dari para penjual untuk tidak sungkan bertanya tentang Sertifikat Kelayakan Kesehatan Hewan Kurban (SKKHK). Sertifikasi tersebut menjadi penting karena rantai pasok hewan kurban menjelang Idul Adha dari berbagai daerah lumayan tinggi.
Untuk mempersembahkan hewan kurban terbaik tentu ditopang dengan bagaimana cara memilih yang tepat dan benar serta tidak terburu-buru. Paling minimal kita dapat melihat dengan jelas bahwa hewan kurban yang layak itu nafsu makannya tinggi, bergerak dengan aktif, setiap sudut matanya tidak berair, kondisinya bersih dan tidak kurus-tirus.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

Diperintahkannya Ibadah Qurban dalam Islam, tidak bisa dilepaskan dari kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS sebagai relasi cinta dan kebenaran antara orangtua dan anaknya. Kisahnya diabadikan Al-Qur’an sebagai bukti kepatuhan dan pengorbanan atas nama Tauhid.
Kisah teladan ini terlukis di Surat As-Saffat ayat 102, yang artinya: "Ibrahim berkata: Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, maka pikirkanlah apa pendapatmu?"
Ismail yang mendengar cerita ini, langsung meminta ayahnya melaksanakan perintah Allah. Tidak sedikit pun rasa gentar terlihat di wajahnya. Bahkan, Ia rela berkorban untuk taat kepada perintah Allah dan ayahnya tercinta.
Ismail berkata: Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah, engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar."
Ujian Tanpa Batas
Perintah Allah kepada Nabi Ibrahim diperoleh dari mimpi untuk menyembelih putranya, Ismail. Ia dihadapkan pada suatu dilema, harus memilih antara mengikuti kata hatinya untuk menyelamatkan anaknya, Nabi Ismail atau tunduk patuh mentaati perintah Allah.
Hatinya bergejolak, harus memilih salah satu di antara keduanya. Ia hampir diambang pada kelemahan iman. Bisa saja Ia mempertaruhkan nyawanya sendiri demi perintah Allah. Tetapi setelah merenung secara mendalam, Nabi Ibrahim tidak ingin mementingkan diri sendiri hanya demi “ketaatan semu” kepada Allah.
Ia berupaya menepis rasa ragu di dalam dirinya. Seruan datang lagi kepada Nabi Ibrahim, “Wahai Ibrahim,” Pasrahkan dirimu atas anakmu Ismail. Dengan tegas Allah mengatakan, “Korbankanlah Ismail Anakmu!”
Setelah melewati ujian tanpa batas ini, akhirnya dengan pasrah dan penuh Ikhlas, Ia merelakan anaknya untuk mengikuti perintah Allah. Bayangkan, betapa cintanya seorang ayah kepada anaknya.
Perintah Korbankan Ismail tidak sekadar menunjuk suatu kata yang bermakna saran, tapi suatu keharusan yang di dalamnya terdapat rahasia yang Nabi Ibrahim sendiri sebagai manusia tak mampu memaknainya.
Atas kehendak dan ijin dari Allah (mukjizat), pikiran, hati dan jiwa Nabi Ibrahim meraih cahaya kebenaran. Nabi Ismail yang semula sudah Ikhlas untuk dikorbankan, dengan sekejap berubah menjadi domba yang siap disembelih.
Pelajaran yang Dipetik dari Kisah ini
Apa hikmah yang bisa dipetik dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail? Perintah “mengorbankan Ismail” menurut Ali Syari’ati dalam karyanya HAJI, mengandung esensi makna bahwa manusia itu harus membuang kebahagiaan semu, kecintaanmu kepada harta, sesuatu dan buah hatimu sekali pun merupakan ujian hidup.
Hal itu terungkap dalam Al-Qur’an Surat Al-Anfal ayat 28, yang artinya: “Ketahuilah bahwa harta kekayaan dan anak-anakmu adalah sebagai ujian ……”. Allah mengingatkan hambanya untuk tidak tergoda pada cinta duniawi. Apalagi tergoda oleh tipu daya setan.
Seberat apa pun ujian datang, pertolongan Allah pasti akan datang dengan tetap berikhtiar dan taat perintah Allah dengan Ikhlas sebagai prinsip utama Ibadah. Peristiwa ini bukti nyata bahwa kebenaran Al-Qur’an tak diragukan lagi dan menjadi dasar perintah dalam Islam dalam ibadah kurban.
Umat Islam yang mampu diperintahkan untuk berkurban. Memberikan hewan terbaik untuk disembelih dan dibagikan kepada mereka yang betul-betul membutuhkan. Oleh karena itu, ketulusan dan keikhlasan adalah kuncinya, agar ibadah kurban yang dilaksanakan menjadi bermakna. Inilah Ikhlas yang tak membutuhkan balasan. Ikhlas berbuat untuk kemaslahatan sosial melalui ibadah kurban.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

