

BUTON -- Seminar bertajuk "Kepedulian Sosial sebagai Bentuk Pondasi Peradaban Islam untuk Buton Bersinar" memeriahkan kegiatan dakwah di Masjid Jami' Nur Taqwa Dongkala, pada Sabtu (21/2/2026).
Agenda tersebut merupakan rangkaian kegiatan Lazismu Buton bersama Pemerintah Kabupaten Buton dan Majelis Taklim Dongkala-Kondowa untuk program penyerahan paket sembako dan santunan anak yatim.
Hadir dalam seminar itu, Wakil Bupati Buton Syarifudin Saafa, Sekretaris Daerah Kabupaten Buton La Ode Syamsudin, serta Ketua Lazismu Sulawesi Tenggara, Abdul Hamid sebagai narasumber. Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Buton, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan seluruh pihak yang mendukung kegiatan tersebut.
"Kepada Pemerintah Daerah yang telah hadir dan memberikan dukungan terhadap kegiatan ini, terima kasih kami sampaikan sehingga acara ini dapat terselenggara," ujarnya. Ia juga mengapresiasi peran Majelis Taklim Dongkala-Kondowa serta Remaja Masjid yang dinilai banyak membantu, baik secara teknis maupun nonteknis selama kegiatan berjalan lancar.
Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Buton Syarifudin Saafa, menyampaikan tentang nilai penting pengelolaan zakat. Ia menekankan dalam tata kelolanya mengedepankan profesionalitas dan akuntabilitas. Sembari mencontohkan kepemimpinan Khalifah Umar, Syarifudin mengatakan, Umar adalah teladan dalam memilih amil yang amanah dan produktif.
"Keteladan Khalifah Umar adalah spiritnya dalam memilih amil yang terpercaya untuk mengelola dana umat agar bertumbuh, tidak semata-mata konsumtif," paparnya.
Syarifudin menilai, penguatan gerakan zakat, infak, dan sedekah membutuhkan kolaborasi berbagai entitas. Karena itu, edukasinya menjadi penting dilakukan pada setiap lini dengan memanfaatkan saluran media digital yang relevan serta didukung peraturan yang jelas.
Selaras dengan hal itu, Ketua Lazismu Sulawesi Tenggara, Abdul Hamid meminta dukungan pemerintah daerah supaya gerakan Lazismu di sini bisa lebih berdampak ketika melaksanakan njalankan program-programnya.
"Kami berharap pemerintah daerah dapat merestui jalan berbagi Lazismu untuk hadir di Buton agar berkiprah dengan program-programnya yang akan dilakukan oleh segenap para amil," pungkasnya.
Hamid juga mendorong jajaran amil untuk proaktif dalam melaksanakan kegiatan sosial dan dakwah supaya tetap menjaga semangat saat terjun ke masyarakat dalam upaya menghimpun dana zakat, infak, dan sedekah.
Lazismu Kabupaten Buton berharap, ke depannya tumbuh kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kepedulian sosial yang berdampak pada sinergi antara pemerintah dan organisasi keagamaan dalam membangun kesejahteraan masyarakat.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Buton]
.

PULANG PISAU – Ada banyak amalan terbaik di bulan Ramadhan yang dicontohkan Rasulullah SAW, salah satunya berbagi setelah menunaikan puasa dan tarawih. Lazismu melalui program Ramadhan bertajuk “Tebar Takjil” menyalurkan kudapan ringan kepada jamaah Mushala Muhyiddin, di Jalan Ponorogo Desa Mentaren, Kabupaten Pulang Pisau, pada Jum’at (20/2/2026)
Ketua Lazismu Pulang Pisau, Achmat Husen, menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan amanah dari para donatur yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui Lazismu. “Mudah-mudahan bantuan takjil yang disalurkan dapat bermanfaat bagi jamaah yang berbuka puasa serta menambah semangat ibadah di bulan Ramadhan”, harap Husen.
Pada Jum'at sore, kita masih diberi kesehatan dan kesempatan untuk bersilaturahim di Mushalla Muhyiddin, kata Husen. Apa yang kami bawa adalah titipan dari para donatur, dari orang-orang yang bersedekah melalui Lazismu Pulang Pisau.
Husen mengatakan, setiap Ramadhan, Lazismu secara rutin menggulirkan berbagai program, seperti Tebar Takjil, Back To Masjid, dan Kado Ramadhan, terutama menyasar masyarakat yang membutuhkan serta jamaah di mushala dan masjid.
Selain penyaluran takjil, Husen juga menyampaikan tausiah, mengajak dan mengedukasi jamaah untuk memakmurkan mushala dengan salat berjamaah dan menjaga istiqamah dalam beribadah hingga akhir Ramadhan.
Ia juga mengajak anak-anak dan jamaah untuk lebih giat mengaji selama Ramadhan. Husen menyampaikan terima kasih kepada para donatur serta pengurus Mushala Muhyiddin yang telah menerima dengan baik amil Lazismu dalam kegiatan berbagi takjil.
Sementara itu, Supardi pengurus Mushalla Muhyiddin, menyampaikan terima kasih atas kepedulian Lazismu Pulang Pisau. Mewakili pengurus mushola mendoakan agar para donatur senantiasa diberikan keberkahan. Ia berharap sinergi kebaikan ini terus berlanjut.
Tebar Takjil merupakan salah satu program rutin Lazismu selama bulan Ramadhan, yaitu memberikan paket makanan kepada masjid, mushola, dan komunitas yang membutuhkan. Paket ini kemudian dibagikan kepada jamaah atau masyarakat yang akan berbuka puasa.
Tujuan berbagi keberkahan Ramadhan dan sekaligus dapat memberdayakan UMKM lokal lewat pemesanan paket takjil dari pelaku usaha setempat. Program Tebar Takjil ini menjadi wujud komitmen Lazismu Pulang Pisau dalam menyalurkan amanah serta memperkuat peran mushala sebagai pusat ibadah dan pembinaan masyarakat selama Ramadhan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Bonni]

PURWOKERTO -- Pagi itu, suasana di Masjid 17 Purwokerto terasa berbeda. Hari pertama Ramadan 1447 Hijriah, ratusan ibu lansia duduk rapi di masjid dengan wajah sumringah, menyambut awal bulan suci bukan hanya dengan doa, tetapi juga dengan harapan.
Sebanyak 150 paket “Kado Ramadan” disalurkan oleh amil Lazismu Banyumas kepada para lansia perempuan dari berbagai wilayah di Banyumas. Kegiatan tersebut tidak sekadar berbagi bantuan material. Di balik paket yang dibagikan, terselip upaya penguatan spiritual agar Ramadan dijalani dengan lebih bermakna.
Kegiatan tersebut digelar pada Rabu (18/2/2026), yang diawali dengan pengajian bertema peningkatan kualitas ibadah Ramadan. Hadir sebagai narasumber, Dyah Retnani Basuki dari Aisyiyah Banyumas, yang memberikan suntikan semangat tentang pentingnya menjaga semangat ibadah meski di usia senja.
Dalam pengajian itu, Dyah mengajak para peserta untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat kedekatan dengan Allah SWT. “Usia boleh bertambah, fisik boleh melemah, tetapi semangat ibadah tidak boleh surut. Ramadan adalah kesempatan emas untuk meningkatkan kualitas diri,” ujarnya di hadapan jamaah.
Salah seorang penerima manfaat, Sugijati, warga Tanjung, mengaku bersyukur atas program tersebut. Dengan mata berbinar, ia menyampaikan, bantuan yang diterima bukan hanya meringankan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menambah bekal rohani.
“Alhamdulillah, sangat bermanfaat. Bukan cuma dapat ilmu, tapi juga dapat sangu (bekal). Jadi hati ini senang, perut juga tenang,” katanya sambil tersenyum.
Direktur Lazismu Banyumas, Amrulloh, menegaskan, program Kado Ramadan Lansia merupakan bukti keberpihakan Lazismu terhadap kelompok rentan. Hal ini amanah dari para donatur yang ingin berbagi kebahagiaan dengan pendekatan yang lebih humanis.
“Ini adalah amanah dari para donatur Lazismu yang kami kemas bukan sekadar bantuan konsumtif semata. Kami ingin memastikan para lansia tidak hanya mendapatkan bekal secara material, tetapi juga penguatan spiritual agar Ramadan semakin berkualitas”, jelasnya.
Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi komitmen Lazismu dalam menghadirkan program kebermanfaatan yang utuh, menyentuh kebutuhan fisik sekaligus ruhani masyarakat. Pada hari pertama Ramadan, paket-paket kado mungkin terlihat sederhana.
Selaras dengan agenda ini, para lansia yang hadir menjadi simbol perhatian, kepedulian, dan pengingat bahwa mereka tidak sendiri menjalani bulan suci. Ramadan pun dimulai dengan rasa syukur, ilmu yang bertambah, dan bekal yang cukup untuk melangkah lebih tenang.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Banyumas]

PALEMBANG – Melaju di tahun 2026, Lazismu Wilayah Sumatera Selatan, mempersiapkan langkah-langkah strategis dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) yang digelar di Aula Prof. Djakfar Murod, Universitas Muhammadiyah Palembang, pada Sabtu – Ahad (14–15/2/2026).
Berbekal semangat memberi untuk negeri, di rakerwil tahun ini para amil membedah rahasia pengelolaan dana umat yang mencapai ratusan miliar. Lazismu Sumatera Selatan menghadirkan "arsitek" di balik kesuksesan Lazismu Jawa Tengah yang kini menyandang predikat percontohan nasional.
Ketua Lazismu Sumatera Selatan, Heru Ginanjar, dalam sambutannya mengatakan, kehadiran narasumber dari Jawa Tengah bukan tanpa alasan. Lazismu Sumatera Selatan ingin melakukan percepatan transformasi organisasi yang konkret. “Targetnya manajemen yang lebih solid, digitalisasi pelaporan, dan penyaluran yang lebih berdampak nyata bagi masyarakat Bumi Sriwijaya”, ujarnya.
Misi Lazismu di sini adalah berupaya untuk bertransformasi dan memperkuat akuntabilitasnya. Resep sukses Lazismu Jawa Tengah menjadi pemantik bagaimana Lazismu Sumatera Selatan ke depannya lebih mampu berkoordinasi dan memanfaatkan setiap peluang serta modal sosialnya dalam persyarikatan untuk terus bergerak dengan ambisi filantropis.
Kukuh Tri Wijiyanto, Manajer Marketing Lazismu Jawa Tengah, sebagai salah satu narasumber, mengatakan, kunci utama keberhasilan Lazismu di Jawa Tengah adalah pada kepercayaan publik dan kreativitas tim.
"Zakat adalah bisnis kepercayaan, maka di Jawa Tengah, fokusnya pada transparansi yang bisa diakses siapa saja dan teknik fundraising yang adaptif terhadap perubahan zaman”, pungkasnya.
Kami hadir di sini untuk berbagi bahwa sistem yang rapi dan akuntabel adalah harga mati jika ingin Lazismu dipercaya oleh muzaki besar maupun milenial," jelas Kukuh di hadapan para peserta.
Sementara itu, Samsudin, Manajer Operasional Lazismu Jawa Tengah, menambahkan pentingnya sistem sinkronisasi di setiap tingkatan. “Operasional yang efektif adalah yang mampu memenuhi kepatuhan syariah dan regulasi tanpa mengurangi kepatuhan syariah. Itulah yang kami tularkan kali ini di Sumsel”, paparnya.
Fokus utama agenda Lazismu di Sumatera Selatan terkait gerakannya di tahun 2026 adalah digitalisasi dan penggalangan dana kreatif. Selama dua hari, para amil dari berbagai Kabupaten dan Kota serta Kantor Layanan (KL) di Sumatera Selatan dibekali dengan amunisi yang impresif.
Materi-materi bergizi yang dikupas dihadapan amil antara lain Digitalisasi Pelaporan: mengedit setiap rupiah dana zakat dicatat secara real-time. Penggalangan Dana Kreatif: Teknik menjangkau donatur dengan pendekatan yang relevan terhadap tren ekonomi 2026 dan Efisiensi Operasional: Strategi administrasi yang cepat namun tetap akuntabel.
Rakerwil ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahim tapi momentum untuk berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan. Di samping itu, juga menjadi titik balik profesionalisme Lazismu Sumatera Selatan.
Dengan mengadopsi sistem yang telah teruji di Jawa Tengah, Lazismu Sumatera Selatan optimis dapat memperkuat kepercayaan masyarakat dan menjadi garda terdepan dalam pengentasan kemiskinan di Sumatera Selatan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Sumsel]

PALANGKA RAYA – Lazismu Pulang Pisau turut ambil bagian dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) LAZISMU Kalimantan Tengah Tahun 2026 sebagai forum strategis konsolidasi dan penguatan tata kelola zakat di tingkat wilayah dan daerah.
Rakerwil digelar pada 30 Januari hingga 1 Februari 2026, di Asrama Haji Al-Mabrur, Jalan G. Obos, Menteng, Jekan Raya, Kota Palangka Raya. Lazismu Pulang Pisau mengirimkan tiga utusan, yakni Ketua Badan Pengurus LAZISMU Pulang Pisau, Achmat Husen, dan Sekretaris, Bonni Febrian. Unsur Pimpinan Daerah Muhammadiyah dihadiri Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pulang Pisau, Najmuddin.
Dalam penyampaian laporan tahunan Lazismu Daerah, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pulang Pisau, Achmat Husen, menyampaikan, tahun 2025 merupakan periode yang penuh tantangan, seiring dengan dinamika sosial ekonomi masyarakat serta meningkatnya kebutuhan para mustahik.
“Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, Lazismu Pulang Pisau terus berupaya menjalankan amanah umat secara optimal,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, penghimpunan dan penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) tidak semata-mata diarahkan pada program yang bersifat konsumtif, namun juga pada pemberdayaan, pendidikan, dakwah, serta program kemanusiaan yang berdampak dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, Achmat mengatakan, ke depan Lazismu Pulang Pisau akan memprioritaskan dan memperkuat tata kelola kelembagaan, digitalisasi layanan zakat, pengembangan program pemberdayaan mustahik, serta penguatan kolaborasi lintas sektor.
Dalam forum Rakerwil tersebut, Lazismu Pulang Pisau juga menyampaikan sejumlah harapan kepada Lazismu Wilayah. Harapan itu, di antaranya penguatan teknis tata kelola secara administrative dan pelaporan, membangun persepsi yang sama antara wilayah dan daerah, serta penyederhanaan sistem pelaporan yang disertai pendampingan berkelanjutan, mengingat keterbatasan sumber daya amil di daerah.
Kabar membanggakan turut mengiringi keikutsertaan Lazismu Pulang Pisau dalam Rakerwil kali ini. Lazismu Pulang Pisau dianugerahi penghargaan sebagai Lazismu Teraktif Tahun 2025. Penghargaan tersebut menjadi kejutan sekaligus motivasi bagi seluruh jajaran amil.
“Alhamdulillah, kami menyampaikan terima kasih kepada Lazismu Wilayah Kalimantan Tengah atas apresiasinya, serta kepada seluruh amil Lazismu Pulang Pisau yang telah bekerja dan menjalankan hingga saat ini”, pungkasnya.
Kami masih banyak belajar dari teman-teman daerah lain, agar sesuai dengan target yang diharapkan”, ujarnya. Ia menegaskan, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif, dukungan persyarikatan, serta kepercayaan para muzaki yang terus menitipkan amanahnya melalui Lazismu Pulang Pisau.
Selanjutnya, Lazismu Pulang Pisau berkomitmen untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas layanan, sekaligus memperkuat edukasi zakat, infak, dan sedekah, khususnya di lingkungan persyarikatan Muhammadiyah, agar kesadaran berzakat tumbuh secara berkelanjutan dan terorganisasi.
Melalui partisipasi aktif dalam Rakerwil ini, Lazismu Pulang Pisau berharap dapat semakin memperkuat perannya sebagai lembaga amil zakat yang profesional, amanah, dan berdampak bagi kesejahteraan umat di Kabupaten Pulang Pisau.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Bonni)

PEKANBARU -- Agenda Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Lazismu Riau 2026, dimeriahkan dengan penyerahan penghargaan tahunan dalam warna apresiasi Lazismu Riau Award. Penghargaan ini diberikan untuk memberikan motivasi kepada kinerja kantor – kantor Lazismu Daerah di Bumi Lancang Kuning.
Penyerahan Lazismu Riau Award dilakukan pada Jumat (6/2/2026) di Stanum Bangkinang, Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau, bersamaan dengan pembukaan Rakerwil yang dihadiri oleh perwakilan Lazismu tingkat daerah dari berbagai daerah di Provinsi Riau.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Riau, Paiman Sanen, mengatakan adanya Lazismu Award tersebut sebagai bentuk apresiasi kepada capaian dan prestasi yang diraih oleh kantor-kantor Lazismu di negeri beradat melayu itu.
“Bentuk apresiasi merupakan semangat bagi Kantor Layanan Lazismu yang sejauh ini mampu menorehkan kinerja positifnya sebagai motor penggerak gerakan zakat di setiap daerah untuk memajukan kesejahteraan umat”, ungkapnya.
Pada kesempatan itu, kata Paiman, Lazismu Pekanbaru mendapatkan penghargaan sebagai pendistribusian dan pendayagunaan kreatif dan inovatif terbaik tahun 2025. Program kesehatan terbaik Rumah Singgah Pasien Perinasia tahun 2025 didapuk sebagai program terbaik.
Merespons atas apresiasi itu, Cidi Firmansyah, Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu Pekanbaru menyebut, cara memajukan Lazismu Pekanbaru dengan membangun sumber daya amil dan sistem. “Lazismu yang berada di daerah Riau sejatinya memiliki potensi yang luar biasa”, imbuhnya.
Potensi inilah yang seharusnya bisa dimanfaatkan para amil Lazismu di Riau, sambungnya. Apakah bisa dimaksimalkan atau malah justeru sebaliknya. Potensi tidak sekadar sumber daya amil dan infrastruktur yang saat ini kita punya, tetapi potensi historis bagaimana Kiai Dahlan membangun gerakan ideologi persyarikatan dengan luar biasa,” ujarnya.
Menurut Firman, kondisi yang dialami masing – masing Lazismu Daerah punya kelebihan dan kekurangan, itu bukan hambatan, apalagi ancaman. Justeru menjadi tantangan dan peluang luar biasa. “Insya Allah kita mampu menggelorakan gerakan zakat Lazismu di setiap daerah di Provinsi Riau ini untuk sebesar-besar kemanfaatan bagi masyarakat luas”, pungkasnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/ Lazismu Pekanbaru/Setiawan]



Fulan baru saja lulus sekolah dasar. Penampilan fisiknya sudah mengalami perubahan. Kendati wajahnya masih seusia anak-anak pada umumnya, suara Fulan terdengar sudah menebal. Sebagai anak laki-laki yang sedang tumbuh dan berkembang, Ia kadang bercermin melihat wajahnya yang berminyak dan tumbuh jerawat.
Tanda-tanda fisik di atas, merupakan hal yang biasa dialami oleh anak laki-laki, bahkan ciri lainnya ditandai dengan bermimpi. Semantara itu, bagi anak perempuan cirinya ditandai dengan datangnya menstruasi pertama dalam hidupnya. Menurut ajaran Islam, tanda-tanda fisik yang dialami anak laki-laki dan perempuan itu disebut dengan masa akil-baligh.
Menurut Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, seseorang yang sudah dewasa ada beban hukum yang dipikul berdasarkan perintah, larangan dan anjuran (Taklifi). Dalam hukum fikih disebut Mukallaf, yaitu seorang yang sudah dianggap melek hukum, sehingga apa yang dilakukan dan diucapkan sudah memenuhi unsur (nilai dasar dan ketentuan praktis) secara hukum.
Lalu, apa relevansinya Mukallaf dengan kewajiban berpuasa? Jawabannya, karena ada nilai-nilai dasar dan ketentuan hukum praktis serta hukum sebab akibat (Wad’i) bagi orang yang sudah dewasa maka puasa di bulan Ramadhan hukumnya wajib. Dari segi dalil jelas puasa Ramadhan diwajibkan kecuali bagi yang berhalangan secara syar’i seperti lansia, haid, dan nifas serta orang yang sakit keras.
Termasuk didalamnya seseorang yang belum Mukallaf tidaklah terbebani oleh hukum wajib berpuasa yang bersifat taklîfî. Tetapi kewajiban berpuasa itu, misalnya bagi anak-anak menjadi informasi edukatif yang memuat amalan – amalan yang dianjurkan sampai dengan kwajiban zakat fitrah yang harus ditunaikan.
Hukum Taklifi sendiri bersumber dari Allah SWT yang menandaskan perintahnya langsung melalui Firman-Nya yang dikuatkan oleh Sunnah Rasullulah. Beban itu diberikan kepada hambanya dalam bentuk (amal) perbuatan. Beban ini merupakan ujian dari Allah kepada mereka agar jelas siapa di antara hamba-Nya yang taat dan melanggar ketentuannya secara hukum.
Secara prinsip, para ahli ushul fiqh berpandangan bahwa dasar timbulnya pembebanan hukum dalam Islam adalah akal dan pemahaman. Artinya, seseorang baru bisa dibebani hukum jika berakal dan bisa memahami secara baik dan jelas beban yang ditujukan kepadanya. Jadi sederhananya, kewajiban berpuasa sebagai perintah merupakan ibadah wajib yang ditujukan untuk orang Islam yang berakal (dewasa).
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

Dalam Islam, setiap ibadah yang dikerjakan memiliki tuntunan dan prinsip-prinsip yang harus dipegang oleh kaum muslim dan muslimat. Menurut Tajih Muhammadiyah, Ibadah merupakan upaya setiap muslim mendekatkan diri kepada Allah dengan cara mengerjakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya dan mengamalkan segala yang diizinkan Allah SWT.
Puasa sebagai ibadah khusus (ibadah mahdhah) memiliki karakteristik yang unik, Dari segi waktu secara syariat ditentukan pada bulan yang spesial, yaitu bulan Ramadhan. Umat Islam di seluruh dunia mengamalkannya untuk meraih takwa. Melalui perintah-Nya, semua taat, tunduk dan penuh pengabdian.
Sesempurnanya manusia dihadapan Allah SWT, manusia adalah makhluk yang hina, dengan berpuasa itu tujuannya untuk mengekang hawa nafsunya yang kadang hina dan kosong. Puasa mampu mengendalikan hawa nafsu manusia. Rukun dan syarat berpuasa juga diatur oleh Islam sebagai ibadah wajib.
Hikmah Berpuasa
Puasa yang dilakukan umat Islam setiap tahunnya, memiliki hikmah hasanah terhadap setiap individu. Pada aspek jasmani puasa memberikan dampak kesehatan bagi tubuh manusia. Semantara itu, dalam aspek ruhani (spiritual) puasa berperan mendidik dan melatih pribadi muslim untuk menjadi beradab, tertib, dan mampu mengontrol kondisi psikologisnya secara emosional.
Pada aspek sosial, puasa juga melatih kepeduliaan dan kepekaan sosial terhadap sesama. Empati terhadap mereka yang papa (dhuafa) dengan Ikhlas berbagi, bersedekah dan saling menghormati bahkan terhadap saudara yang bukan muslim. Tiba waktunya, setiap muslim diwajibkan menunaikan zakat fitrah dan zakat harta bagi yang sudah memenuhi syarat.
Hikmah berpuasa lainnya menjadikan individu sebagai pribadi yang berkarakter kuat. Berpuasa memantapkan pribadi muslim untuk meningkatkan kredibilitasnya. Pribadi yang tangguh, etis, dan berkarakter (ethos).
Berpuasa selama satu hari dari terbit fajar sampai matahari terbenam menghadirkan pribadi muslim yang mampu mewarnai kecerdasan emosionalnya. Tidak mudah tersinggung dan terpancing emosionalnya. Kontrol emosinya (pathos) berjalan seimbang namun tetap bermartabat.
Di samping itu, dengan berpuasa seorang muslim bisa memperkaya pengetahuannya tentang fenomena sosial, ekonomi, budaya, dan lainnya. Kendati ada keterbatasan dalam dirinya, jiwa-jiwa yang terpelihara itu bangkit menggerakan motivasi spiritualnya untuk menggali hikmah puasa dengan pengatahuan (logos) yang dimilikinya agar tabir ibadah dapat diraih sebagai pengetahuan dan diparaktikan dengan tulus.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

Puasa merupakan jalan menuju ketakwaan kepada Allah SWT. Hal ini sejalan dengan prinsip-prinsip ibadah salah satunya, beribadah hanya ditujukan kepada Yang Maha Kuasa. Lantas jika ada pertanyaan, Mengapa puasa diwajibkan?
Puasa wajib dilakukan jika puasa dilaksanakan selama satu bulan penuh pada bulan Ramadhan. Dari aspek hukumnya tersebut dikatakan wajib, didasarkan pada firman Allah, surat Al-Baqarah ayat 183, yang artinya berbunyi:
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”
Maka, ditinjau dari segi hukum tersebut, Rasulullah SAW, mempertegas kembali dan mengatakan bahwa sesungguhnya islam itu dibangun atas lima dasar, yaitu: “bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah SWT, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan-Nya, mendirikan sholat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan dan berhaji ke Baitullah”.
Dalam ajaran Islam, kelima dasar utama tersebut dikenal dengan Rukun Islam. Inti diwajibkannya berpuasa bagi seorang muslim adalah menahan diri serta mengontrol dan mengekang hawa nafsunya dari hal-hal yang membatalkan puasa untuk mengharap Ridha Allah SWT.
Rukun dan Syarat Puasa
Ulama fikih berpendapat, rukun berpuasa itu hanya satu yaitu menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari (Syakir Jamaluddin, Kuliah Fikih Ibadah, 2015).
Di samping itu, terkait dengan syariat berpuasa, ulama fikih biasa membaginya menjadi dua. Menurut Syakir Jamaluddin, terdiri dari syarat wajib dan syarat sah puasa. Dalam praktiknya para ulama berbeda pendapat, soal mana yang syarat wajib puasa dan syarat sah puasa. Adapun syarat wajib puasa dan syarat sah puasa, Syakir Jamaluddin merinci sebagai berikut:
Sementara itu, syarat sah puasa adalah islam dan tamyiz (baligh dan berakal). Dalam Fikih puasa, ditambah dua syarat sah lagi, antara lain:
Bagi yang sudah memenuhi syarat wajib dan syarat sah berpuasa, dan suatu waktu tidak melakukan atau sengaja tidak berpuasa atau sengaja membatalkannya tanpa ada halangan yang memang telah disyariatkan maka orang tersebut berdosa.
Mari mantapkan diri untuk berpuasa Ramadhan, jangan sampai ruang dan waktu yang kita miliki sebagai nikmat dari Allah SWT, terbuka pintunya untuk syaitan menggoda dan menjerumuskan kita ke dalam lubang yang merugikan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

