Tentang LAZISMU

#MemberiUntukNegeri
LAZISMU adalah lembaga zakat tingkat nasional yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan secara produktif dana zakat, infaq dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya.

LAZISMU yang didirikan pada tahun 2002 dan dikukuhkan legalitasnya hingga SK Menteri Agama No. 90 Tahun 2022, mengelola dana zakat dan infaq melalui manajemen modern yang amanah dan transparan. Keunggulan jaringannya yang tersebar luas di seluruh Indonesia menjadikan LAZISMU solusi nyata (problem solver) dalam memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan.
Selengkapnya

Pilar Program Lazismu

Mari kita dukung program-program yang dilaksanakan oleh Lazismu
Klik logo untuk melihat detail pilar
Selengkapnya

Info Terkini Lazismu

Berita terkini kegiatan Lazismu

Posko Mudikmu Aman, Hadir di Brebes dan Merak, Layani Kebutuhan Pemudik dengan Fasilitas Kesehatan dan Istirahat

MERAK – Ramadan tahun ini segera berakhir. Pemudik terpantau ramai meninggalkan kota Jakarta. Dalam upaya memberikan layanan kepada pemudik selama perjalanan, Lazismu mendirikan Posko Mudikmu Aman di Ramadan 1447/2026.

Layanan Posko “Mudikmu Aman”, hadir di Brebes, Jawa Tengah dan Merak, Banten yang dilengkapi fasilitas kesehatan dan istirahat. Dari Posko Mudikmu Aman Brebes, Perwakilan Kantor Layanan Lazismu Cabang Paguyangan, Faisal Nur Fahmi, pada Kamis, (19/3/2026), menyampaikan bahwa lokasi posko berada di Kecamatan Paguyangan, kabupaten Brebes.

“Posko Mudikmu Aman berada di Masjid Ahmad Dahlan tepatnya dalam kompleks Perguruan Muhammadiyah Paguyangan. Mulai beroperasi sejak H-5 sebelum lebaran hingga H+5 setelah lebaran,” ujarnya.

Posko ini, kata Faisal, menyediakan berbagai fasilitas, seperti layanan kesehatan, ambulans, tempat istirahat yang aman dan nyaman, hingga fasilitas pendukung lainnya. Faisal merinci, fasilitas yang tersedia meliputi layanan pemeriksaan kesehatan yaitu cek tekanan darah, penanganan kelelahan, serta bantuan untuk kondisi darurat ringan.

Selain itu, tersedia sekitar 10 tempat tidur untuk beristirahat, toilet termasuk fasilitas ramah disabilitas, ruang laktasi bagi ibu menyusui, serta area parkir kendaraan. Selama berada di Posko Mudikmu Aman, pemudik mendapatkan layanan sosial berbuka puasa dengan takjil dan makanan untuk sahur.

Sebagai pelengkap kondisi darurat, Posko Mudikmu Aman juga menyediakan layanan kesehatan berupa ambulans yang siap mengantar pemudik yang membutuhkan penanganan tindakan medis lebih lanjut. Faisal berharap, dukungan dari Lazismu Pusat dan para mitra dapat terus berlanjut, sehingga pelayanan kepada pemudik bisa semakin optimal di tahun-tahun mendatang.

Di lokasi berbeda, Posko Mudikmu Aman tersedia di Kota Cilegon, Terminal Terpadu Merak, Jalan Raya Merak Tamansari, Kecamatan Pulomerak. Posko ini menjadi titik strategis kedua yang melayani pemudik menuju Pulau Sumatra yang menggunakan moda transportasi laut.

Koordinator Program Mudikmu Aman Lazismu Pusat, Rudi Susanto, menjelaskan bahwa posko ini didesain untuk memberikan layanan kesehatan komprehensif bagi pemudik, terutama yang mengalami kelelahan akibat perjalanan panjang.

“Sejauh pemantauan kami dan belajar dari tahun-tahun sebelumnya, kebutuhan layanan kesehatan pemudik cukup tinggi. Keluhan yang ditemui mulai dari masuk angin hingga kram otot. Kehadiran posko ini diharapkan bisa menjadi solusi cepat dan tepat,” jelasnya. Uniknya, sambung Rudi, posko ini dikelola oleh tim gabungan yang melibatkan partisipasi Poltekes Aisyiyah, Tagana Cilegon, serta unsur relawan dari Muhammadiyah.

Salah seorang pemudik merespons sangat positif. Ia dan banyak pemudik lainnya, merasa terbantu dengan adanya layanan di posko ini, terutama saat memulihkan kondisi tubuh sebelum melanjutkan perjalanan. Pemudik menyebutkan layanan seperti ini sebelumnya belum tersedia, jadi sangat bermanfaat.

Pelaksanaan Posko Mudikmu Aman yang didirikan Lazismu Pusat, bertujuan untuk membangun kedekatan dengan masyarakat serta mengoptimalkan nilai edukasi dan informasi Lazismu sebagai lembaga amil zakat nasional yang terpercaya.

Lebih dari itu, menurut Rudi, Lazismu melibatkan berbagai pihak untuk berkolaborasi yang berperan aktif sebagai relawan. Sinergi ini menunjukkan semangat gotong-royong dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang akan mudik lebaran sebagai tradisi Indonesia.

Di tahun mendatang, Lazismu membuka peluang untuk memperluas jangkauan posko di titik-titik strategis lainnya, seiring dengan meningkatnya kebutuhan dan dampak positif yang dirasakan masyarakat.

Layanan Posko Mudikmu Aman juga tersedia di kota-kota lainnya antara lain, Banyumas, Cilacap, Klaten, Kota Semarang, Bantul, dan lainnya. Program ini merupakan program pemberdayaan dan kepedulian sosial yang memfokuskan layanan langsung untuk para pemudik yang melakukan perjalanan ke kampung halaman.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/MAR]

SELENGKAPNYA
20 Maret 2026
Merawat yang Pernah Menguatkan: Kisah Taman Lansia di di Sungai Besar

Merawat yang Pernah Menguatkan: Kisah Taman Lansia di di Sungai Besar

BANJAR - Suasana hangat terasa di Desa Sungai Besar, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, saat para lansia berkumpul dalam kegiatan Taman Lansia 1447 H yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Sungai Besar. Selama empat hari, pada Selasa-Jumat (10–13/3/2026), ruang-ruang kebersamaan itu diisi dengan doa, tawa, serta semangat untuk tetap belajar dan bertumbuh di usia senja.

Di tengah suasana Ramadan yang penuh keberkahan, para peserta lansia mengikuti rangkaian kegiatan di Desa Sungai Besar. Mereka datang tidak hanya untuk mengikuti kegiatan, tetapi juga untuk merasakan kebersamaan yang jarang mereka temui dalam keseharian.

Kegiatan ini turut dihadiri Edi Rukman (Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Banjar), Mudani (Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sungai Besar), serta perwakilan dari berbagai organisasi otonom Muhammadiyah, termasuk Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, dan Pemuda Muhammadiyah. Pemerintah Desa Sungai Besar juga turut hadir sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan tersebut.

Selama pelaksanaan, para lansia mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari penyampaian materi keagamaan, edukasi kesehatan, hingga pembagian takjil dan buka puasa bersama. Tidak hanya itu, pembagian sembako juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat nyata bagi para peserta.

Materi yang disampaikan berfokus pada penguatan nilai-nilai spiritual di bulan Ramadan, sekaligus memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan di usia lanjut. Para lansia juga diajak untuk tetap aktif dan produktif sesuai dengan kondisi fisik masing-masing.

Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh para peserta. Bagi mereka, Taman Lansia bukan sekadar agenda rutin, tetapi juga ruang untuk bersilaturahmi dan saling menguatkan. Dalam kebersamaan itu, terjalin kehangatan yang menghadirkan rasa dihargai dan diperhatikan.

Ketua PCA Sungai Besar menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian organisasi dalam menghadirkan ruang pembinaan bagi para lansia, khususnya di bulan Ramadan.


“Kami ingin para lansia tidak hanya tetap aktif dalam kegiatan sosial, tetapi juga semakin kuat secara spiritual serta memiliki pengetahuan tentang kesehatan dan aktivitas yang produktif sesuai dengan usia mereka,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan oleh Ayahanda Edi Rukman. Ia menilai kegiatan ini sebagai wujud nyata kepedulian terhadap kelompok lansia di tengah masyarakat.


“Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap para lansia, khususnya dalam memberikan penguatan spiritual di bulan Ramadan sekaligus menambah wawasan mengenai kesehatan dan aktivitas yang tetap produktif di usia lanjut,” katanya.

Melalui Taman Lansia Ramadan ini, para peserta diharapkan dapat menjalani masa lanjut usia dengan lebih sehat, bermakna, dan bahagia. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa perhatian dan kepedulian terhadap lansia adalah bagian penting dari membangun masyarakat yang inklusif dan berkeadaban.

Di Sungai Besar, Ramadan tahun ini bukan hanya tentang ibadah personal. Ia juga menjadi ruang untuk merawat kebersamaan menguatkan mereka yang telah lebih dahulu menapaki perjalanan panjang kehidupan.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Banjar]

SELENGKAPNYA
19 Maret 2026
Santunan 500 Yatim dan Dhuafa, Hangatkan Ramadan di Masjid At Taqwa UMJ

Santunan 500 Yatim dan Dhuafa, Hangatkan Ramadan di Masjid At Taqwa UMJ

TANGERANG SELATAN - Melalui Program Santunan 500 Yatim dan Dhuafa, Lazismu Universitas Muhammadiyah Jakarta menghadirkan ruang kebersamaan bagi mereka yang membutuhkan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan Ramadan yang lebih bermakna, tidak hanya dalam ibadah, tetapi juga dalam memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Suasana Kamis (12/3/2026) di Masjid At Taqwa Universitas Muhammadiyah Jakarta terasa lebih hangat. Di antara lantunan doa dan langkah kaki yang datang silih berganti, ratusan anak yatim dan masyarakat dhuafa berkumpul dengan wajah penuh harap. Ramadan tahun ini kembali menghadirkan cerita hangat tentang kepedulian yang tumbuh dan kebahagiaan yang dibagi bersama.

Turut hadir dalam kegiatan ini Rektor UMJ Ma’mun Murod, Ketua Lazismu UMJ Tajudin, Ketua LPPAIK UMJ Fakhrurazi, serta Ketua DKM Masjid At Taqwa Adi Mansah. Kehadiran para pimpinan ini menegaskan bahwa kepedulian terhadap sesama merupakan nilai yang terus dijaga dalam lingkungan kampus.

Program santunan ini dilatarbelakangi oleh kesadaran bahwa Ramadan adalah momentum untuk memperkuat solidaritas. Di tengah realitas sosial yang masih menyisakan keterbatasan bagi sebagian masyarakat, khususnya anak yatim dan kaum dhuafa, kehadiran bantuan menjadi bentuk nyata perhatian dan keberpihakan.

Sebanyak 500 penerima manfaat dari wilayah sekitar kampus hingga Jabodetabek menerima santunan secara langsung. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan selama Ramadan, sekaligus menghadirkan rasa tenang dalam menjalani hari-hari ibadah.

Tidak hanya penyaluran bantuan, kegiatan ini juga diisi dengan doa bersama dan tausiyah Ramadan. Suasana hangat terasa saat para penerima manfaat, relawan, dan para donatur berkumpul dalam satu majelis, memperkuat ikatan kebersamaan yang menjadi esensi bulan suci.

Rektor UMJ Ma’mun Murod mengatakan bahwa kegiatan santunan ini merupakan tradisi baik yang terus dijaga dari waktu ke waktu.


“Tradisi ini bukan hanya amanah dari pimpinan terdahulu, tetapi juga bagian dari perintah Allah sebagaimana yang terdapat dalam Surah Al-Ma’un. Angka 500 mungkin terasa besar atau kecil, tetapi yang terpenting adalah kebermanfaatannya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Lazismu UMJ Tajudin menegaskan komitmen lembaga dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.


“Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa keberkahan Ramadan dapat dirasakan oleh lebih banyak orang, khususnya anak yatim dan kaum dhuafa yang membutuhkan perhatian bersama,” tuturnya.

Di antara para penerima manfaat, Aji, seorang pegawai taman di lingkungan UMJ, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya.


“Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti bagi kami dan keluarga. Di bulan Ramadan, kebutuhan biasanya meningkat. Semoga kebaikan para donatur dibalas dengan keberkahan,” ungkapnya.

Program Santunan 500 Yatim dan Dhuafa menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Ramadan Lazismu UMJ yang bertujuan memperluas manfaat zakat, infak, dan sedekah. Lebih dari sekadar bantuan materi, kegiatan ini menghadirkan harapan, menguatkan kebersamaan, serta menghidupkan nilai-nilai kemanusiaan.

Bulan yang penuh berkah ini, setiap kebaikan menemukan jalannya dan dari Masjid At Taqwa, kebahagiaan itu menyebar, menjangkau lebih banyak hati yang membutuhkan.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu UMJ]

SELENGKAPNYA
17 Maret 2026
Dari Obrolan Singkat Menjadi Senyum Anak Yatim di Bantaeng

Dari Obrolan Singkat Menjadi Senyum Anak Yatim di Bantaeng

BANTAENG - Di sudut tenang Masjid Darul Muttaqin Jannayya, senyum anak-anak sore itu menjadi pemandangan yang sulit diabaikan, pada Rabu (12/3/2026), langkah-langkah kecil mereka memenuhi halaman masjid membawa harapan yang sederhana namun hangat di Ramadan. Di tengah lantunan doa dan kebersamaan yang terjalin, sebuah kegiatan yang berawal dari obrolan singkat kini menjelma menjadi momen penuh makna menghadirkan kebahagiaan bagi anak yatim dan masyarakat dhuafa di Desa Lumpangang, Kecamatan Pa’jukukang.

Kehangatan Ramadan terasa begitu dekat. Bukan hanya dari lantunan tausiyah yang menggema, tetapi juga dari kebersamaan yang terjalin antara para penerima manfaat, relawan, dan para penggerak kebaikan.

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh, di antaranya Nurdin (Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Bantaeng), Hasanuddin Arasy (Sekretaris MUI Kabupaten Bantaeng), Muhammad Taqwin (Ketua Badan Pengurus Lazismu Daerah Kabupaten Bantaeng), serta Suparman Supabaja (Ketua Pengurus Masjid Darul Muttaqin Jannayya).

Namun di balik terselenggaranya kegiatan ini, tersimpan kisah yang tak banyak diketahui. Bukan berawal dari perencanaan panjang, melainkan dari sebuah obrolan singkat yang berbuah nyata.

Ketua Lazismu Bantaeng, Muhammad Taqwin, mengisahkan bagaimana semuanya bermula. Saat itu, ia tengah menghadiri kegiatan serupa di SDS Muhammadiyah Bantaeng. Di sela kegiatan, Suparman mendekatinya dan menyampaikan keinginan sederhana.

“Di tempat itu, Pak Suparman bisik ke saya, ‘Saya juga mau adakan Tabligh Akbar, kalau ada paket school kit yang bisa dibagi, gaskan-mi juga’. Jadi saya bilang, ada paket yang bisa kita bagi, ayo,” ucap Taqwin sembari tersenyum. 

Gayung pun bersambut. Dari percakapan singkat itu, lahirlah kegiatan yang hari ini menghadirkan kebahagiaan bagi banyak orang.

Sebanyak 10 anak yatim dan piatu di Kelurahan Lumpangang menerima bantuan paket perlengkapan sekolah (school kit). Meski jumlahnya tidak besar, namun manfaatnya terasa nyata, terutama bagi anak-anak yang sedang menapaki jalan pendidikan mereka.

Ketua Pengurus Masjid Suparman Supabaja menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan merupakan bentuk kepedulian bersama yang diinisiasi oleh Lazismu.

“Hari ini kita menyalurkan paket school kit kepada anak-anak kita yang masuk kategori yatim dan piatu. Paket ini diinisiasi oleh teman-teman pengurus Lazismu PDM Bantaeng,” ujarnya.

Bagi anak-anak penerima manfaat, bantuan ini bukan sekadar alat tulis atau perlengkapan sekolah. Lebih dari itu, ia menjadi penyemangat baru untuk terus belajar dan meraih masa depan.

Salah satunya dirasakan oleh Ahmad, seorang anak penerima manfaat. Dengan wajah ceria, ia menyampaikan rasa terima kasihnya.

“Halo kakak-kakak, terima kasih banyak kepada Lazismu yang sudah memberi saya alat tulis. Saya senang sekali karena sekarang saya bisa belajar lebih di sekolah,” ujarnya dengan gembira.

Di sisi lain, Taqwin juga menegaskan bahwa Lazismu Bantaeng tidak menempatkan diri sebagai lembaga yang menimbun dana. Setiap amanah yang diterima, segera disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ia menyadari bahwa secara finansial, Lazismu mungkin tidak sebesar lembaga negara. Namun, baginya, nilai dari setiap bantuan tidak terletak pada besar kecilnya nominal.

“Recehan-recehan yang kami kumpulkan sepenuhnya kami pergunakan untuk kepentingan umat. Jumlahnya terbatas dan tidak besar seperti bantuan pemerintah pada umumnya. Tapi jangan lihat jumlahnya, lihat nilai ibadah di dalamnya,” tegasnya.

Menurutnya, Ramadan adalah momentum terbaik untuk memperluas manfaat. Tidak harus menunggu berlebih, karena agama mengajarkan untuk tetap berbagi baik dalam kondisi lapang maupun sempit.

Kegiatan ini juga diisi dengan doa bersama dan tausiyah Ramadan, yang semakin mempererat kebersamaan antara para penerima manfaat dan para penggerak kebaikan. Suasana haru dan syukur pun menyatu dalam setiap rangkaian acara.

Dari sebuah percakapan sederhana, lahirlah senyum-senyum kecil yang membawa harapan besar. Di sudut Bantaeng, Ramadan kembali membuktikan bahwa kebaikan selalu menemukan jalannya melalui tangan-tangan yang ringan memberi, dan hati yang tulus berbagi.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Bantaeng]

SELENGKAPNYA
17 Maret 2026
Ramadan Membawa Warga Kembali, Masjid Nurul Ikhwan Jadi Titik Rindu Kampung Melati

Ramadan Membawa Warga Kembali, Masjid Nurul Ikhwan Jadi Titik Rindu Kampung Melati

BOGOR — Senja belum sepenuhnya turun ketika langkah-langkah warga mulai memenuhi halaman Masjid Nurul Ikhwan di Kampung Melati RT 03 RW 01, Desa Barengkok, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Dari anak-anak hingga orang tua, mereka datang dengan satu tujuan yang sama: meramaikan masjid di bulan suci Ramadan.

Di tempat inilah program “Back to Masjid” terlaksana pada Ahad (16/3/2/026). Sebuah inisiatif yang mengajak masyarakat kembali memakmurkan rumah ibadah melalui rangkaian kegiatan keagamaan, kajian, serta kepedulian sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.

Program ini lahir dari semangat warga Kampung Melati yang ingin menjadikan Ramadan sebagai momentum menghidupkan kembali aktivitas masjid. Gagasan tersebut kemudian mendapat dukungan dari Lazismu Pusat bekerja sama dengan Paragon Corp, sehingga kegiatan dapat terselenggara dengan lebih luas manfaatnya bagi masyarakat sekitar.

Ketua DKM Masjid Nurul Ikhwan Uka Iskandar menyampaikan rasa syukurnya atas kolaborasi yang terjalin dalam program Ramadan tahun ini.

“Ucapan terima kasih kepada Lazismu Pusat yang telah bersedia berkolaborasi bersama kami dalam program Ramadan ini,” ujarnya.

Bagi warga Kampung Melati, masjid bukan sekadar tempat menunaikan ibadah. Ia adalah ruang perjumpaan, tempat bertumbuhnya kebersamaan, sekaligus tempat masyarakat saling menguatkan. Karena itu, berbagai kegiatan dihadirkan sepanjang Ramadan agar masjid kembali menjadi pusat kehidupan sosial dan spiritual warga.

Ketua RT 03 Kampung Melati Reza Kurniawan menjelaskan bahwa program tersebut berawal dari inisiatif masyarakat setempat yang ingin menghadirkan suasana Ramadan yang lebih hidup di lingkungan mereka.

“Program ini merupakan program yang diinisiasi oleh warga Kampung Melati yang kemudian mendapatkan support penuh dari Lazismu Pusat, dalam hal ini juga Paragon,” jelasnya.

Sepanjang Ramadan, Masjid Nurul Ikhwan dipenuhi beragam aktivitas keagamaan. Mulai dari salat tarawih berjamaah, buka puasa bersama di masjid, hingga kajian-kajian Islami yang mengajak masyarakat memperdalam pemahaman agama.

Sekretaris Pelaksana Ramadhan 1447 Lazismu, Fathin Rabbani Sukmana, mengatakan bahwa program Back to Masjid menjadi salah satu upaya untuk menghadirkan kembali semangat masyarakat dalam memakmurkan masjid.

“Bulan Ramadan menjadi landasan belajar untuk kembali menjadi insan yang murni bagi semua usia. Puasa bukan hanya menahan haus dan lapar, tetapi juga menjadi momentum memperkuat spiritualitas,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa semangat Back to Masjid diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang menghidupkan masjid, seperti berbagi takjil, kajian keislaman, i’tikaf, serta aktivitas sosial lainnya yang melibatkan masyarakat.

“Setiap proses yang dilakukan Lazismu memiliki niat agar semangat masyarakat tetap terjaga, terutama dalam hal infak dan sedekah,” tambahnya.

Rangkaian kegiatan ini juga diisi dengan kajian keislaman yang disampaikan oleh Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bogor, Didin Mahyudin. Dalam kajiannya, ia mengajak jamaah menjadikan Ramadan sebagai waktu untuk memperkuat keimanan sekaligus memperbanyak amal kebaikan.

Melalui program Back to Masjid, Masjid Nurul Ikhwan perlahan kembali menjadi ruang yang hidup bagi masyarakat. Bukan hanya tempat bersujud, tetapi juga tempat bertemunya harapan, ilmu, dan kepedulian.

Kesederhanaan Kampung Melati, Ramadan menghadirkan pesan yang sederhana namun kuat: ketika masjid kembali dipenuhi langkah jamaah, kebersamaan pun tumbuh kembali di tengah masyarakat.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

SELENGKAPNYA
17 Maret 2026
Menanam Harapan di Lingkungan Sendiri, CINTA SiPeka Hadirkan Kemandirian Warga Kaliwates

Menanam Harapan di Lingkungan Sendiri, CINTA SiPeka Hadirkan Kemandirian Warga Kaliwates

JEMBER - Di tengah aktivitas warga yang mulai bersiap menyambut waktu berbuka puasa, suasana di RT 02 RW 17 Kelurahan Kaliwates, Kabupaten Jember, pada Senin (9/3/2026) tampak lebih ramai dari biasanya. Warga berkumpul di sekitar selokan lingkungan di belakang Kantor Samsat Jember, membawa ember berisi benih ikan nila yang akan ditebar bersama. Program CINTA SiPeka sendiri merupakan inovasi yang digagas oleh Lurah Kaliwates Abdul Khamil dengan melibatkan berbagai pihak. Lazismu Jember berperan dalam penyediaan ayam, pakan, serta renovasi kandang, sementara proses pembinaan masyarakat dilakukan oleh Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PDM Jember.

Di sudut lain, kandang ayam petelur yang baru dipersiapkan berdiri sebagai tanda mulainya sebuah ikhtiar baru. Dari ruang sederhana di lingkungan warga inilah program pemberdayaan masyarakat mulai digerakkan untuk mengubah potensi sekitar menjadi sumber penguatan ekonomi keluarga sekaligus pemenuhan gizi masyarakat.

Launching program yang berlangsung menjelang waktu berbuka puasa tersebut dihadiri oleh Dima Akhyar (Tim Pengarah Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D) Pemerintah Kabupaten Jember), Abdul Khamil (Lurah Kaliwates), Arief Nur Hartanto (Manager Program Lazismu Jember), serta perwakilan Majelis Lingkungan Hidup, Majelis Pemberdayaan Masyarakat, LP UMKM PD Muhammadiyah Jember, pengurus Forum RT/RW, kader posyandu, dan masyarakat penerima manfaat.

Kegiatan diawali dengan penebaran benih ikan nila di selokan lingkungan warga. Aksi sederhana tersebut menjadi simbol dimulainya program urban farming yang diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sumber pangan sekaligus potensi ekonomi keluarga.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan ayam petelur Kuntara kepada warga penerima manfaat. Program ini tidak hanya mendorong usaha rumah tangga berbasis peternakan kecil, tetapi juga menghadirkan dukungan terhadap pemenuhan gizi keluarga melalui distribusi telur.

Sebagian telur dari ayam petelur tersebut bahkan diserahkan kepada kader posyandu sebagai bentuk dukungan terhadap program peningkatan gizi masyarakat dan upaya pencegahan stunting di lingkungan setempat.

Manager Program Lazismu Jember Arief Nur Hartanto menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari pengelolaan zakat produktif yang bertujuan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

“Zakat produktif yang dikelola Lazismu bertujuan untuk memberdayakan masyarakat. Bantuan yang diberikan bukan sekadar konsumsi, tetapi menjadi modal usaha agar penerima manfaat mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi secara berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Abdul Khamil, program ini lahir dari keinginan untuk menghadirkan solusi sederhana namun berdampak bagi masyarakat perkotaan.

“Melalui program CINTA SiPeka, kami ingin menghadirkan inovasi yang sederhana tetapi berdampak besar. Lingkungan di sekitar warga dapat dimanfaatkan secara produktif untuk meningkatkan ekonomi keluarga sekaligus memenuhi kebutuhan gizi,” katanya.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari Pemerintah Kabupaten Jember. Dima Akhyar menilai inovasi tersebut selaras dengan arah pembangunan daerah yang menekankan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Program inovasi dari Kelurahan Kaliwates ini sangat selaras dengan arah pembangunan daerah. Pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat seperti ini menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup warga,” tuturnya.

Bagi warga penerima manfaat, program ini membawa harapan baru. Pak Tole, salah satu warga yang menerima manfaat dari program tersebut, mengaku bersyukur atas dukungan yang diberikan.

“Kami sangat bersyukur dengan adanya program ini. Selain bisa membantu menambah penghasilan, kami juga mendapatkan sumber pangan yang bergizi untuk keluarga,” ucapnya.

Menjelang waktu berbuka, kegiatan launching ditutup dengan buka puasa bersama. Di tengah kebersamaan itu, program CINTA SiPeka bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah awal menuju kemandirian ekonomi sekaligus peningkatan gizi keluarga.

Jika berjalan sesuai harapan, model pemberdayaan ini diharapkan dapat menjadi contoh inovasi sosial yang dapat direplikasi di berbagai wilayah lain di Kabupaten Jember untuk membuka jalan bagi perubahan dari mustahik menuju muzaki melalui kerja bersama dan pemberdayaan yang berkelanjutan.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Jember]

SELENGKAPNYA
17 Maret 2026
Lihat Berita Lainnya

Mitra

Dalam menyukseskan visi & misi Lazismu, kami selalu berkolaborasi dengan beberapa mitra
Selengkapnya

Masih Bingung Untuk Berzakat?

Untuk membantu kamu, maka terlebih dahulu klik tombol dibawah ini

Konsultasi

Sampaikan pertanyaan kamu kepada tim Layanan kami
Selengkapnya

Kalkulator Zakat

Hitung dan tunaikan zakat kamu
Selengkapnya

Laman Donasi

Beragam pilihan donasi zakat, infak dan sedekah dengan tema yang menarik
Selengkapnya
Kunjungi Pusat Layanan

Artikel Lazismu

Berita terkini kegiatan Lazismu
Pintu Surga Ahli Sedekah, Menolak Bala dan Mengikis Sifat Kikir

Pintu Surga Ahli Sedekah, Menolak Bala dan Mengikis Sifat Kikir

Kotak infak di Masjid At-Takwa seperti tak pernah berhenti bergerak mengikuti barisan jamaah dari yang paling depan sampai barisan paling belakang di hari pertama tarawih sampai dengan malam ini. Jamaah masjid selalu siap sedia mengeluarkan sebagian rejekinya untuk bersedekah dan berinfak.

Inilah salah satu amalan utama di bulan suci Ramadhan yaitu bersedekah. Tidak hanya di masjid-masjid, sebagian besar kaum muslimin mengeluarkan sedekahnya untuk mereka yang membutuhkan pertolongan.

Puasa melatih umat Islam untuk peka terhadap lingkungan sosialnya. Peduli terhadap sesama sehingga kesalehannya berdampak terhadap orang lain dengan perilaku luhurnya. Perintah bersedekah dengan harta antara lain, disebutkan dalam Al-Qur’an surat al-Munafiquun, ayat 10, yang artinya berbunyi:

“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)-ku sampai waktu yang dekat, agar aku dapat bersedekah sehingga aku termasuk orang-orang yang saleh”

Dengan bersedekah akan ada nilai manfaat terutama kebaikan di dunia dan di akhirat. Manfaatnya di dunia, sesuai janji Allah SWT akan mengganti rejekinya yang lebih besar, sebagaimana dikatakan dalam firman-Nya:

“Dan apa saja yang kamu infakkan, maka Allah akan menggantinya. Dan Dia-lah pemberi rezki yang sebaik-baiknya”. (QS, Saba’: 39). Jika tidak memiliki harta sekalipun, seorang muslim dapat bersedekah dengan tanaga dan pikirannya untuk kebaikan bersama. Bahkan dengan senyum kepada saudara kita, kata Rasulullah termasuk bersedekah.      

Keikhlasan bersedekah adalah prinsip ibadah. Karena itu, tidak ada orang jatuh miskin karena bersedekah. Dengan bersedekah, seorang dapat mengobati penyakit kikirnya bahkan menolak bala. Rasulullah SAW bersabda:

“Obatilah orang-orang yang sakit dari kalian dengan sedekah. Sesungguhnya sedekah itu dapat meredam murka Allah, dan menolak kematian yang buruk” (HR. Tirmidzi).

Dalam banyak hadis, Rasulullah SAW juga pernah mengatakan bahwa dengan bersedekah dapat membentengi diri kita terhindar dari musibah. Disebutkan dalam suatu hadis berikut yang berbunyi:

“Sedekah dapat menolak 70 macam bencana, dan yang paling ringan adalah penyakit kusta dan kulit.” (HR Thabrani).

Sedekah adalah satu dari sekian bukti keimanan seorang muslim yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Puasa di bulan Ramadhan merupakan sarana untuk meningkatkan kepekaan sosial kita terhadap sesama dengan berbagi sebagai ahli sedekah.     

“Barang siapa yang termasuk ahli sedekah, niscaya Ia dipanggil (masuk surga) dari pintu sedekah” (HR.  Shohih Bukhari)        

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]     

SELENGKAPNYA
2 Maret 2026
Mukallaf dan Hukum Taklifi, Relevansinya dengan Kewajiban Berpuasa

Mukallaf dan Hukum Taklifi, Relevansinya dengan Kewajiban Berpuasa

Fulan baru saja lulus sekolah dasar. Penampilan fisiknya sudah mengalami perubahan. Kendati wajahnya masih seusia anak-anak pada umumnya, suara Fulan terdengar sudah menebal. Sebagai anak laki-laki yang sedang tumbuh dan berkembang, Ia kadang bercermin melihat wajahnya yang berminyak dan tumbuh jerawat.

Tanda-tanda fisik di atas, merupakan hal yang biasa dialami oleh anak laki-laki, bahkan ciri lainnya ditandai dengan bermimpi. Semantara itu, bagi anak perempuan cirinya ditandai dengan datangnya menstruasi pertama dalam hidupnya. Menurut ajaran Islam, tanda-tanda fisik yang dialami anak laki-laki dan perempuan itu disebut dengan masa akil-baligh.

Menurut Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, seseorang yang sudah dewasa ada beban hukum yang dipikul berdasarkan perintah, larangan dan anjuran (Taklifi). Dalam hukum fikih disebut Mukallaf, yaitu seorang yang sudah dianggap melek hukum, sehingga apa yang dilakukan dan diucapkan sudah memenuhi unsur (nilai dasar dan ketentuan praktis) secara hukum.

Lalu, apa relevansinya Mukallaf dengan kewajiban berpuasa? Jawabannya, karena ada nilai-nilai dasar dan ketentuan hukum praktis serta hukum sebab akibat (Wad’i) bagi orang yang sudah dewasa maka puasa di bulan Ramadhan hukumnya wajib. Dari segi dalil jelas puasa Ramadhan diwajibkan kecuali bagi yang berhalangan secara syar’i seperti lansia, haid, dan nifas serta orang yang sakit keras.

Termasuk didalamnya seseorang yang belum Mukallaf tidaklah terbebani oleh hukum wajib berpuasa yang bersifat taklîfî. Tetapi kewajiban berpuasa itu, misalnya bagi anak-anak menjadi informasi edukatif yang memuat amalan – amalan yang dianjurkan sampai dengan kwajiban zakat fitrah yang harus ditunaikan.   

Hukum Taklifi sendiri bersumber dari Allah SWT yang menandaskan perintahnya langsung melalui Firman-Nya yang dikuatkan oleh Sunnah Rasullulah. Beban itu diberikan kepada hambanya dalam bentuk (amal) perbuatan. Beban ini merupakan ujian dari Allah kepada mereka agar jelas siapa di antara hamba-Nya yang taat dan melanggar ketentuannya secara hukum.

Secara prinsip, para ahli ushul fiqh berpandangan bahwa dasar timbulnya pembebanan hukum dalam Islam adalah akal dan pemahaman. Artinya, seseorang baru bisa dibebani hukum jika berakal dan bisa memahami secara baik dan jelas beban yang ditujukan kepadanya. Jadi sederhananya, kewajiban berpuasa sebagai perintah merupakan ibadah wajib yang ditujukan untuk orang Islam yang berakal (dewasa).

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]     

SELENGKAPNYA
23 Februari 2026
Hikmah Puasa, Melatih Pribadi Berkarakter

Hikmah Puasa, Melatih Pribadi Berkarakter

Dalam Islam, setiap ibadah yang dikerjakan memiliki tuntunan dan prinsip-prinsip yang harus dipegang oleh kaum muslim dan muslimat. Menurut Tajih Muhammadiyah, Ibadah merupakan upaya setiap muslim mendekatkan diri kepada Allah dengan cara mengerjakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya dan mengamalkan segala yang diizinkan Allah SWT.

Puasa sebagai ibadah khusus (ibadah mahdhah) memiliki karakteristik yang unik, Dari segi waktu secara syariat ditentukan pada bulan yang spesial, yaitu bulan Ramadhan. Umat Islam di seluruh dunia mengamalkannya untuk meraih takwa. Melalui perintah-Nya, semua taat, tunduk dan penuh pengabdian.

Sesempurnanya manusia dihadapan Allah SWT, manusia adalah makhluk yang hina, dengan berpuasa itu tujuannya untuk mengekang hawa nafsunya yang kadang hina dan kosong. Puasa mampu mengendalikan hawa nafsu manusia. Rukun dan syarat berpuasa juga diatur oleh Islam sebagai ibadah wajib.

Hikmah Berpuasa

Puasa yang dilakukan umat Islam setiap tahunnya, memiliki hikmah hasanah terhadap setiap individu. Pada aspek jasmani puasa memberikan dampak kesehatan bagi tubuh manusia. Semantara itu, dalam aspek ruhani (spiritual) puasa berperan mendidik dan melatih pribadi muslim untuk menjadi beradab, tertib, dan mampu mengontrol kondisi psikologisnya secara emosional.

Pada aspek sosial, puasa juga melatih kepeduliaan dan kepekaan sosial terhadap sesama. Empati terhadap mereka yang papa (dhuafa) dengan Ikhlas berbagi, bersedekah dan saling menghormati bahkan terhadap saudara yang bukan muslim. Tiba waktunya, setiap muslim diwajibkan menunaikan zakat fitrah dan zakat harta bagi yang sudah memenuhi syarat.      

Hikmah berpuasa lainnya menjadikan individu sebagai pribadi yang berkarakter kuat. Berpuasa memantapkan pribadi muslim untuk meningkatkan kredibilitasnya. Pribadi yang tangguh, etis, dan berkarakter (ethos).   

Berpuasa selama satu hari dari terbit fajar sampai matahari terbenam menghadirkan pribadi muslim yang mampu mewarnai kecerdasan emosionalnya. Tidak mudah tersinggung dan terpancing emosionalnya. Kontrol emosinya (pathos) berjalan seimbang namun tetap bermartabat.

Di samping itu, dengan berpuasa seorang muslim bisa memperkaya pengetahuannya tentang fenomena sosial, ekonomi, budaya, dan lainnya. Kendati ada keterbatasan dalam dirinya, jiwa-jiwa yang terpelihara itu bangkit menggerakan motivasi spiritualnya untuk menggali hikmah puasa dengan pengatahuan (logos) yang dimilikinya agar tabir ibadah dapat diraih sebagai pengetahuan dan diparaktikan dengan tulus.      

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]     

SELENGKAPNYA
11 Februari 2026
Lihat Lainnya
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross