


YOGYAKARTA -- Nilai transaksi kurban digital memberikan angin segar. Perdana diimplementasikan, aplikasi gaya hidup muslim digital resmi milik Muhammadiyah atau populer disebut MASA, sajikan transformasi layanan yang tumbuh prospektif.
Pada debutnya di Idul Adha tahun ini, transaksi digital kurban di MASA berhasil membukukan penghimpunan kurban dengan total terdiri dari 13 ekor sapi, 30 ekor kambing, dan 22 ekor domba. Dengan mengelola ratusan juta rupiah transaksi kurban melalui sistem digital terintegrasi, MASA dirancang sebagai transformasi layanan keumatan berbasis teknologi.
Melalui kolaborasi antara LabMu dan Lazismu, Muhammadiyah menghadirkan Qurbanmu di aplikasi MASA untuk membantu masyarakat menjalankan ibadah kurban dengan proses yang lebih mudah, transparans, dan nyaman.
Inisiatif ini tidak hanya mempermudah masyarakat, tetapi juga memperkuat tata kelola pengelolaan kurban berbasis transparansi dan akuntabilitas. Mewakili Muhammadiyah, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dadang Kahmad, dalam rilisnya (29/5/2026), menegaskan, berkurban melalui MASA di Lazismu merupakan pilihan yang tepat di era digital saat ini.
“Berkurban di Lazismu melalui MASA merupakan langkah tepat untuk kurban di zaman Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 yang terpercaya dan amanah,” ujarnya. Peran LabMu sebagai pengembang ekosistem digital Muhammadiyah menghadirkan infrastruktur teknologi yang memungkinkan proses pengelolaan berjalan lebih terintegrasi dan terukur.
Sementara itu, Lazismu memastikan proses pengelolaan dan distribusi kurban tetap berjalan sesuai prinsip amanah, profesionalitas, dan kebermanfaatan sosial. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah membangun fondasi pengelolaan amanah umat yang lebih modern dan lebih siap menghadapi kebutuhan skala besar di era digital.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Mujadid Rais, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan implementasi digitalisasi kurban melalui aplikasi MASA yang memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menunaikan ibadah kurban.
“Alhamdulillah, kami bersyukur dengan adanya digitalisasi transaksi kurban melalui aplikasi MASA, sungguh menjadi jalan keberkahan bagi semua. Dengan total terhimpun 13 ekor sapi, 30 ekor kambing, dan 22 ekor domba, sinergi dan kolaborasi antara Lazismu dan MASA benar-benar memudahkan para pekurban (mudhohi) untuk menyalurkan kurbannya hanya dengan sentuhan klik di gawainya”, ungkap Mujadid Rais.
Terima kasih atas kepercayaan para pekurban kepada kami, sambung Mujadid Rais. Insya Allah kurban bapak ibu diproses sesuai syariat, dan kurban tersalurkan dengan amanah tepat sasaran kepada yang membutuhkan. Semoga ke depan jumlah penghimpunan kurban dapat terus meningkat dan memberi dampak seluas-luasnya kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk di kawasan 3T, program pencegahan stunting, serta daerah rawan bencana maupun terdampak bencana.
Di tengah meningkatnya adopsi layanan digital masyarakat Indonesia, transformasi pengelolaan kurban dinilai menjadi kebutuhan penting agar proses ibadah dan distribusi manfaat dapat berjalan lebih efisien, lebih terukur, dan menjangkau lebih luas.
Ke depan, Muhammadiyah akan terus memperkuat pengembangan layanan digital keumatan melalui kolaborasi lintas ekosistem agar manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat Indonesia. Visi jangka panjangnya membangun ekosistem layanan umat terintegrasi berbasis teknologi yang mendukung berbagai kebutuhan sosial, filantropi, dan ekonomi umat.
Terutama melihat antusiasme masyarakat terhadap layanan kurban digital terus meningkat, terutama dari masyarakat yang membutuhkan proses ibadah yang lebih praktis tanpa mengurangi nilai spiritual dan sosial dari ibadah kurban itu sendiri.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/LabMU]

JAKARTA -- Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) kembali menghadirkan Program Sedekah Kurban BPKH 1447 Hijriah/2026 sebagai wujud komitmen dalam menebarkan manfaat dan kemaslahatan bagi masyarakat Indonesia.
Mengusung tema “Menebar Kebaikan, Menggapai Keberkahan”, program ini menjadi salah satu program unggulan BPKH bersama mitra kemaslahatan yang telah berjalan sejak tahun 2020, tepatnya saat pandemi Covid-19 mewabah. Sebagai bentuk kepedulian dan semangat berbagi kepada masyarakat muslim di berbagai wilayah Indonesia, program ini menyasar daerah terpencil, terluar, tertinggal, dan terdampak bencana.
Program Sedekah Kurban BPKH merupakan inisiatif yang mengintegrasikan ibadah kurban dengan pemberdayaan ekonomi umat melalui sektor peternakan.
Bersama mitra kemaslahatan, program ini terus berkembang dari tahun ke tahun sejak pertama kali dilaksanakan di tengah pandemi COVID-19 sebagai bentuk kepedulian dan semangat berbagi kepada masyarakat muslim di berbagai wilayah Indonesia, termasuk daerah terpencil, terluar, tertinggal, dan terdampak bencana.
Pada tahun 2026, Program Sedekah Kurban BPKH dilaksanakan bersama 11 mitra kemaslahatan dengan target penyaluran sebanyak 600 ekor sapi/kerbau dan 700 ekor domba/kambing. Kolaborasi ini dilakukan untuk memperluas pemerataan manfaat kurban serta memastikan penyaluran berjalan tepat sasaran di seluruh Indonesia.
Anggota Badan Pelaksana BPKH, Sulistyowati, menyampaikan harapannya agar program ini dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui program ini, kami berharap kebaikan dari ibadah kurban dapat dirasakan secara nyata dan menyeluruh oleh masyarakat di seluruh penjuru negeri.
“Kurban bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang menghadirkan harapan, menguatkan kepedulian, dan memastikan manfaatnya dapat dirasakan hingga pelosok negeri,” terangnya dalam rilis yang disampaikan pada Hari Raya Idul Adha 2026.
Lazismu sebagai Mitra Kemaslahatan Sedekah Kurban
Di antara sebelas mitra kemaslahatan BPKH dalam Program Sedekah Kurban 2026, Lazismu kembali mendapat amanah dalam penyalurannya. Manajer Kemitraan Lazismu Pusat, Upik Rahmawati mengatakan, dalam pelaksanaannya Lazismu menyalurkan di 15 Provinsi dan beberapa panti asuhan yang layak menerima, yang kegiatannya berlangsung di mulai dari tanggal, 27 – 29 Mei 2026.
“Adapun 15 provinsi ini meliputi, DKI Jakarta, DIY, Jawa Barat, Bengkulu, Kalimantan Utara, Sumatera Selatan, NTT, Jawa Timur, Banten, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sulawesi Tengah, Aceh (Aceh Tamiang dan Langsa) dan NTB”, kata Upik.
Salah satunya DKI Jakarta, kata Upik memberikan contoh distribusi, bahwa penyaluran program Sedekah Kurban ada di Wilayah Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Pusat. Upik merinci untuk wilayah Jakarta Selatan tersebar di 14 titik yang terdiri dari 2 ekor sapi dan 17 ekor kambing.
Sementara itu, untuk wilayah Jakarta Barat terpencar di 10 titik, terdiri dari 7 ekor sapi dan 6 ekor kambing. Wilayah lainnya, sambung Upik, di Jakarta Utara tersebar di 13 titik, terdiri dari 10 ekor sapi, 3 ekor kambing.
Sebaran titik lainnya, kata Upik, ada di wilayah Jakarta Timur, dengan 7 titik distribusi terdiri dari 7 ekor kambing. Terakhir di wilayah Jakarta Pusat, terdiri dari 1 ekor sapi. Selebihnya kata Upik Lazismu juga menyasar panti asuhan di Jakarta, Tulung Agung dan Palu, Sulawesi Tengah.
“Dalam program Sedekah Kurban BPKH, kami menggandeng mitra yaitu Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) dan musola serta mitra rekomendasi seperti ponpes, yayasan, RT, panti dan MUI Jakarta Barat yang penerima manfaatnya betul-betul membutuhkan”, jelas Upik.
Upik mengatakan, sumber pembiayaan program ini menggunakan nilai manfaat dari pengelolaan Dana Abadi Umat (DAU), dan tidak berasal dari dana setoran awal jamaah calon haji.
Hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2014, di mana seluruh nilai manfaat akan dikembalikan kepada seluruh umat di seluruh Indonesia dalam kegiatan kemaslahatan, seperti program Sedekah Kurban BPHK ini.
Adapun seluruh program disalurkan secara langsung maupun tidak langsung dengan prinsip syariah, kehati-hatian, manfaat, nirlaba, transparans, dan akuntabel. Dalam pengemasannya Lazismu dan BPKH menggunakan wadah ramah lingkungan.
Melalui Program Sedekah Kurban BPKH, sambung Upik, diharapkan dapat tercipta penguatan ekonomi umat, pemerataan nilai manfaat kurban hingga kawasan pelosok, peningkatan nilai sosial ibadah, serta penguatan semangat kepedulian dan gotong royong di tengah masyarakat.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

BOGOR – Kolaborasi Shopee Barokah dan Lazismu melalui program Qurbanmu Bahagiakan Sesama, menyalurkan satu ekor sapi berbobot 1 ton yang menyasar penerima manfaat di Desa Singasari, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (29/5/2026).
Penyaluran hewan kurban ini menyasar wilayah pelosok, daerah terdalam di Jonggol, tepatnya di Kampung Cikaret dan Cibokor, yang dihuni sekitar 500 kepala keluarga yang mayoritas warganya berprofesi sebagai petani dan pekebun.
Kegiatan ini merupakan komitmen Shopee Barokah dan Lazismu untuk melakukan pemerataan distribusi hewan kurban agar tidak terkonsentrasi di satu titik saja. Ketua RW 10 Kampung Cikaret dan Cibokor, Asip Ajo, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian yang diberikan kepada warganya. Ia memastikan proses distribusi berjalan tertib, tepat sasaran melalui sistem kupon.
"Sebanyak 500 KK di kampung ini, kami berikan kupon untuk memperoleh daging segar yang telah diserahkan oleh Shopee Barokah dan Lazismu. Bantuan ini tentu sangat berarti bagi warga kami yang sehari-harinya bekerja sebagai petani dan pekebun", ujarnya.
Fokus Perbaikan Gizi Cegah Stunting
Kegiatan pemotongan dan pembagian hewan kurban tersebut juga dihadiri langsung oleh Kepala Desa Singasari, Euis Sujana. Beliau menekankan pentingnya bantuan pangan bergizi ini dalam mendukung program penanganan isu stunting yang tengah menjadi perhatian di desanya.
"Semoga daging kurban ini bermanfaat bagi warga di Kampung Cibokor dan Cikaret. Melalui donasi daging sapi berkualitas ini, kami berharap dapat membantu menambah nutrisi bagi anak-anak yang membutuhkan peningkatan gizi di desa ini, sekaligus memperkuat ketahanan pangan warga kami", ungkapnya.
Proses pembagian daging kurban berlangsung tertib. Selepas ibadah solat Jum’at, kata Muhamamd Umar dari Lazismu Pusat, bahwa warga mulai berdatangan ke lokasi dengan membawa kupon masing-masing. Antusiasme warga dalam mendukung program ini dibuktikan dengan bergotong-royong menyiapkan penggunaan wadah dalam bentuk kemasan ramah lingkungan.
“Sebagai bentuk komitmen terhadap lingkungan, panitia tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai. Daging sapi yang telah disembelih dan ditimbang langsung dikemas dalam besek anyaman yang ramah lingkungan dan menjaga kesegaran daging secara alami.
Melalui sinergi antara Shopee Barokah, Lazismu dan perangkat desa setempat, kegiatan kurban ini diharapkan tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga membawa dampak sosial-ekonomi yang nyata bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di daerah pelosok kabupaten Bogor.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

Aceh Tengah – Berbagi terhadap sesama tidak berhenti dilakukan Lazismu ketika pasca-bencana. Pada tahap pemulihan bantuan terus mengalir, mulai dari program ramadan sampai dengan Idul Adha untuk warga yang terdampak bencana.
Lazismu Aceh Tengah, pada Idul Adha 1447 H, melaksanakan penyaluran hewan kurban kepada masyarakat penyintas bencana yang saat ini menempati hunian sementara (huntara) di Desa Burlah, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, pada Kamis (28/5/2026).
Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas sosial kepada warga yang terdampak bencana, sekaligus menghadirkan kebahagiaan di Hari Raya Idul adha. Penyaluran daging segar kurban tersebut dilaksanakan bersama masyarakat dan perangkat desa setempat di lokasi huntara yang menjadi tempat tinggal para penyintas.
Sekretaris Lazismu Aceh Tengah, Wahyu Fahmi, mengatakan, program Qurbanmu Bahagiakan Sesama merupakan bagian dari komitmen Lazismu dalam mendistribusikan amanah para pekurban kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya kelompok rentan dan penyintas bencana.
Program Qurbanmu didesain dan diarahkan untuk menjangkau masyarakat terutama di daerah terdampak bencana dan kelompok rentan yang membutuhkan. “Melalui Idul Adha tahun ini, kami ingin memastikan saudara-saudara kita yang sedang berjuang memulihkan kehidupan pasca-bencana juga dapat merasakan kebahagiaan dan keberkahan”, jelasnya.
Ini adalah bentuk kepedulian bersama sekaligus upaya memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat. Wahyu menambahkan, Lazismu Aceh Tengah akan terus hadir melalui berbagai program sosial, kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi warga yang terdampak bencana dan membutuhkan pendampingan berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua RGM Desa Burlah, Maskur, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Lazismu Aceh Tengah serta para pekurban yang telah mempercayakan hewan kurbannya untuk disalurkan kepada masyarakat penyintas.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian yang diberikan kepada warga Desa Burlah yang saat ini masih tinggal di hunian sementara. Bantuan daging segar kurban ini bukan hanya memberikan manfaat, tetapi juga menjadi penyemangat bagi penyintas. Karena mereka tidak sendiri dalam menghadapi masa pemulihan pasca-bencana,” kata Maskur.
Kegiatan penyaluran hewan kurban berlangsung lancar dan penuh kebersamaan. Warga yang menerima manfaat sangat antusias dan bersyukur atas perhatian yang diberikan oleh berbagai pihak melalui program Qurbanmu tersebut.
Melalui kegiatan ini, Lazismu Aceh Tengah berharap nilai-nilai kepedulian, kebersamaan, dan semangat berbagi yang terkandung dalam ibadah kurban dapat terus tumbuh di tengah masyarakat serta menjadi penguat bagi para penyintas untuk bangkit dan melanjutkan kehidupan yang lebih baik.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Aceh Tengah]

JAKARTA – Kampung nelayan Marunda, di kawasan Jakarta Utara, sudah dua tahun absen dalam penyelenggaraan penyembelihan hewan kurban. Bahkan kondisi ekonomi yang tak pasti memicu kehidupan warga kampung nelayan yang kian terhimpit masalah kemiskinan.
Pada Idul Adha 1447 H, kabar baik datang untuk warga. Lantaran program Qurbanmu Bahagiakan Sesama, memberikan satu ekor sapi persembahan dari Teleperformance (TP) Indonesia yang berkolaborasi dengan Lazismu.
Kamis pagi, (28/5/2026), pukul 08.00 WIB, kegembiraan menyelimuti warga kampung nelayan. Satu ekor sapi berbobot 500 Kilogram siap dikurbankan untuk memenuhi kebutuhan ketahanan pangan warga yang sudah dua tahun terakhir absen merasakan daging segar kurban.
Di awali prosesi penyerahan hewan kurban untuk warga yang disaksikan tokoh setempat dan amil Lazismu, Senior Director of Marketing Development TP Indonesia, Irma Roosmala Dewi, menyampaikan maksud dan tujuannnya kepada Abdul Somad, Ketua RT 08 Kampung Nelayan, Kecamatan Marunda.
Irma menyatakan rasa syukur dan bahagia atas terselenggaranya kegiatan yang menyasar tepat untuk penerima manfaat dalam program Qurbanmu. "Alhamdulillah hari ini, kita sudah bisa mengumpulkan 290 besek yang siap dibagikan untuk warga kampung nelayan Marunda”, ujarnya.
Kami dari TP Indonesia yang bersinergi dengan Lazismu, kata Irma, semua pasti mendapatkan daging segar kurban, insya allah bermanfaat. Irma juga menambahkan bahwa ini merupakan kali pertama timnya menginjakkan kaki langsung di Kampung Nelayan Marunda, setelah pada tahun sebelumnya menyasar penerima manfaat di wilayah Bogor.
"Perasaannya senang sekali. Dari semua wilayah Jakarta, kita tuh baru ke daerah sini. Jujur, baru kali pertama ke Kampung Nelayan. Kita tahu Marunda, tapi daerah ini sesuai betul dengan harapan kita, sangat tepat sasaran”, kata Irma.
Bahagia banget bisa membantu warga di sini. Mudah-mudahan ke depannya kita bisa ketemu lagi. Karena kita kan enggak cuma di sini, tahun lalu di Jonggol ya, Cileungsi. Harapannya tahun depan, kita juga bisa menyasar lokasi lain yang betul-betul membutuhkan di Jakarta.
Suasana karib mewarnai interaksi tim TP Indonesia dan Lazismu saat membaur bersama warga untuk melakukan pencacahan daging. Koordinator Program Qurbanmu Lazismu Pusat, Rizky Saragih, mengatakan, antusiasme tim TP Indonesia sangat tinggi, mereka tidak hanya mengamanahkan hewan kurban, tetapi juga terjun langsung mengemas daging ke dalam besek anyaman bambu yang ramah lingkungan.
“Kehadiran kurban ini membawa kebahagiaan luar biasa bagi warga RT 08 / RW 07 Kampung Nelayan Marunda. Sejak terakhir kali Lazismu mengadakan penyembelihan hewan kurban di wilayah tersebut pada 2023, warga belum pernah lagi merasakan daging segar”, ungkapnya.
Ketua Panitia distribusi daging kurban, Rarat, tak kuasa mengungkapkan rasa bahagianya. Ia terharu, warga kampung nelayan Marunda mendapatkan perhatian di momen Idul Adha tahun ini.
"Harapan mah banyak banget udah, mudah-mudahan tidak kapok, untuk bisa bantu nelayan lagi di sini, Saya berharap bisa datang lagi. Insya Allah dilapangkan rejekinya, panjang umur, mudah-mudahan berkah", kata Rarat.
Dari hasil penyembelihan itu, terkumpul 290 paket besek daging segar kurban dan langsung disalurkan di musola yang melibatkan tim TP Indonesia, Lazismu dan panitia lokal dengan tertib dan lancar.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

JAKARTA – Program Qurbanmu Bahagiakan Sesama diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam penyaluran hewan kurban di kawasan padat penduduk di daerah Jakarta Selatan. Tokio Marine Insurance Group dan Lazismu berkolaborasi pada momen perayaan Idul Adha menyalurkan hewan kurban di lingkungan Masjid Jenderal Sudirman (MJS) Setiabudi, pada Rabu, (27/5/2026).
Dalam pelaksanaan kurban tahun ini, Tokio Marine dan Lazismu menyerahkan sebanyak satu ekor sapi dan dua ekor kambing, demikian disampaikan Muhammad Umar dari Lazismu Pusat. “Amanah tersebut, telah didistribusikan dengan baik dan menjangkau 750 penerima manfaat tepat di hari raya yang membahagiakan”, pungkasnya.
Adapun sasaran utama dari pendistribusian daging kurban ini, sambungnya, masyarakat yang ada di sekitar area masjid yang betul-betul membutuhkan, tepatnya di Wilayah Karet, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan. Langkah ini diharapkan dapat membawa kebahagiaan dan manfaat langsung bagi warga setempat di momen hari raya.
Mewakili pihak penerima dan pengelola kurban, Adji selaku pengurus Masjid Jenderal Sudirman, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas kepercayaan yang diberikan oleh Tokio Marine dan Lazismu.
"Apresiasi kepada Tokio Marine dan Lazismu Pusat karena telah menjadi jembatan kebaikan di momen Idul Adha 2026 melalui Masjid Jenderal Sudirman. Semoga nilai-nilai kebaikan ini diganjar dengan kesuksesan dalam menjalankan segenap aktivitasnya", ungkap Adji.
Adji juga menantikan adanya kolaborasi kebaikan lanjutan di masa yang akan datang. "Sampai jumpa di tema program Berani Berkurban Bersama MJS berikutnya," tutupnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]



MENGECAM PENYANDERAAN 9 AKTIVIS KEMANUSIAAN INDONESIA DAN BANTUAN KEMANUSIAAN GLOBAL SUMUD FLOTILLA OLEH AKSI MILITER ISRAEL
Jakarta, 20 Mei 2026
Aksi militer Israel yang melancarkan penyergapan terhadap relawan kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0, menuju Gaza, Palestina, merupakan bentuk teror dan melanggar hukum internasional. Tindakan intersepsi itu terjadi pada Senin, 18 Mei 2026, di perairan internasional Siprus, tepatnya di kawasan Laut Mediterania Timur.
Misi kemanusiaan untuk Palestina yang diinisiasi oleh masyarakat global yang berjumlah 426 Relawan dari 40 negara berlayar menggunakan 50 kapal, merupakan aktivis kemanusiaan dari berbagai macam profesi. Salah satunya negara Indonesia, yang di dalamnya ada 9 orang aktivis kemanusiaan yang mewakili lembaga amil zakat dan jurnalis kemanusiaan.
Berdasarkan informasi terbaru, pada 19 Mei 2026 pukul 21.02 WIB, militer Israel telah mencegat dan memaksa 40 kapal kemanusiaan tersebut untuk berhenti di perairan internasional. Kabar tersiar lainnya melalui media internasional yang sampai ke Indonesia, para relawan kemanusiaan ini dipaksa berlutut dengan kondisi tangan terikat di belakang.
Dengan bersenjata, pasukan militer Israel berjaga dari kapalnya memberikan ancaman. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, tetap pada pendiriannya sebagai upaya membela hak Israel mencegat kapal kemanusiaan itu. Bahkan, Netanyahu, memerintahkan agar semua aktivis kemanusiaan segera dideportasi.
Atas landasan hukum dan etika kemanusiaan, Kami dari Lembaga Amil Zakat Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LAZISMU), yang juga sebagai bagian dari lembaga pengelola zakat, menyatakan kerisauan atas krisis kemanusiaan yang terjadi menimpa aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0.
Kami sekaligus mengecam setiap bentuk intervensi yang dilakukan dengan kekerasan yang sewenang-wenang oleh pasukan militer Israel terhadap misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0.
Bantuan kemanusiaan amanah rakyat Indonesia, berupa pangan, logistik, dan penunjang medis serta kesehatan yang diambil-alih dengan paksa merupakan upaya perampasan, dan tidak semata menahan sementara tetapi menghentikan akses atas hak hidup rakyat Palestina. Ini juga merupakan bentuk perendahan martabat kemanusiaan dan solidaritas internasional, termasuk Indonesia.
Ancaman represif tersebut adalah pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional. Tindakan militer Israel, melanggar Pasal 59 Konvensi Jenewa IV (1949) serta Protokol Tambahan I Pasal 70 dan 71, yang mewajibkan perlindungan mutlak bagi personil pekerja kemanusiaan dan kewajiban untuk memfasilitasi akses lintasan bantuan tanpa hambatan.
Pencegatan distribusi bantuan kemanusiaan yang disengaja turut melukai wajah kemanusiaan dan ancaman kelaparan di Gaza, Palestina, serta mencederai prinsip-prinsip dasar kemanusiaan universal yang dijunjung tinggi oleh komitmen internasional yang dibuat pada World Humanitarian Summit 2016, sebagai Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 dan sejumlah inisiatif global lainnya.
Berpijak dari prinsip dasar kemanusiaan dan hukum humaniter internasional tersebut, Kami dari LAZISMU, dalam situasi darurat yang menyertai, dan atas nama solidaritas kemanusiaan, dengan ini menyampaikan pernyataan sikap:
Berikut pernyataan sikap yang LAZISMU sampaikan sebagai wujud solidaritas kemanusiaan universal dan akan terus ikut mengawal dengan tetap menjunjung tinggi perlindungan akses kemanusuiaan global bagi hak kemerdekaan rakyat Palestina.
Kami menyerukan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak pernah lelah mengawal setiap aksi kemanusiaan, sekaligus memanfaatkan ruang-ruang media sosial dengan narasi solidaritas kemanusiaan dan dukungan penuh bagi kemerdekaan rakyat Palestina. LAZISMU juga menyerukan kepada Masyarakat Indonesia untuk tidak letih membantu rakyat Palestina.

Para pelaku usaha hewan kurban, menjelang Idul Adha mulai menjajakan hewan kurban terbaiknya. Di setiap sudut jalan, mereka menyiapkan suatu tempat yang luas dan pakan yang cukup agar hewan kurban tetap sehat dan bugar.
Tempat yang teduh dan nyaman untuk sapi, kambing dan domba adalah pilihan tepat, dilengkapi dengan lahan parkir yang luas untuk pembeli yang datang. Berlatar lapangan atau lahan yang representatif hewan kurban dirawat dengan baik sampai pembeli datang pilih yang terbaik.
Idul Adha tinggal menunggu hitungan hari. Pimpinan Pusat Muhammadiyah, telah menetapkan Idul Adha berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), Idul Adha jatuh pada, 10 Zulhijah 1447 Hijriah bertepatan dengan hari Rabu Wage, 27 Mei 2026 Masehi.
Umat Islam bersiap membentuk panitia kurban. Di masjid-masjid pengumuman ajakan berkurban beredar. Ada penawaran berkurban dengan kambing dan sapi maupun berkurban dengan cara berjamaah untuk 7 orang agar dapat satu ekor sapi. Itu semua adalah pilihan sesuai dengan kemampuan masing-masing untuk memberikan hewan kurban yang terbaik.
Memilih Hewan Kurban Layak Disembelih
Dalam hidup, kerap manusia bertindak dalam suatu pilihan. Memilih adalah menimbang, membandingkan dan kemudian memutuskan sesuatu yang dianggap pilihan terbaik dengan risiko minimal.
Berpikir yang sehat merupakan juri dalam bertindak bagi siapa pun. Termasuk dalam memilih hewan kurban yang layak. Menurut Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, ada beberapa kiat dalam memilih hewan kurban sesuai dengan syariat Islam. Terutama dari aspek fisik, kesehatan dan usia hewan kurban.
Fisik Hewan Kurban
Dalam Fikih Kurban, fisik hewan kurban menjadi topik penting. Karena dalam memilih hewan kurban kriterianya tidak boleh dalam kondisi cacat dan berpenyakit. Hal ini, didasari pada hadis Rasulullah SAW, yang menganjurkan berkurban dengan dua ekor kibas bertanduk yang bagus.
Diriwayatkan oleh Anas bin Malik, bahwa Ia menyaksikan Rasulullah meletakkan kakinya di atas kedua unta tersebut, membaca basmalah, dan bertakbir (HR. Muslim, at-Tirmidzi, dan an-Nasai).
Kesaksian lain diungkap oleh Abi Said al-Khudri, diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW berkurban dengan seekor kambing bertanduk yang jantan, dengan perut, kaki, dan keliling mata berwarna hitam (HR. at-Tirmidzi). Dalam hadis lain, dijelaskan, ada empat jenis hewan yang tidak boleh dijadikan kurban: hewan yang buta sebelah matanya, yang sakit jelas terlihat, yang pincang jelas tampak, dan yang sangat kurus serta tidak bersih (HR. Abu Dawud).
Kesehatan Hewan Kurban
Sementara itu, dalam aspek kesehatan tak kalah penting. Terbebas dari penyakit adalah keniscayaan. Jika hewan kurban sakit harus terlihat jelas. Tidak kurus dan kaki tidak pincang. Aspek kesehatan ini, hemat Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah bukan sekadar urusan syariat, tapi suatu penegasan, kandungan dagingnya bernilai layak konsumsi bagi penerima manfaat.
Dalam memilih hewan kurban tersebut yang sesuai kriteria, adalah bentuk ketaatan dan penghormatan atas segenap ibadah umat Islam yang diperintahkan Allah SWT. Keikhlasan dan kesanggupan menunaikan ibadah kurban bagian dari kontribusi sosial yang dilandasi tauhid sebagai wujud bersyukur atas nikmat dan karunia-Nya sesama umat Islam.
Usia Hewan Kurban
Setelah mempertimbangkan aspek fisik dan kesehatan hewan kurban, ada baiknya umat Islam saat membeli hewan kurban menanyakan usia hewan kurban tersebut. Hal ini untuk memastikan bahwa fisik dan kesehatan relevan dengan usianya.
Adapun hewan kurban yang memenuhi syarat untuk dikurbankan, menurut Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah dari aspek usianya, antara lain, unta usianya genap berumur 5 tahun, sapi genap berumur 2 tahun dan kambing telah genap berumur 1 tahun.
Sebagai informasi tambahan, pastikan dalam memilih hewan kurban dari para penjual untuk tidak sungkan bertanya tentang Sertifikat Kelayakan Kesehatan Hewan Kurban (SKKHK). Sertifikasi tersebut menjadi penting karena rantai pasok hewan kurban menjelang Idul Adha dari berbagai daerah lumayan tinggi.
Untuk mempersembahkan hewan kurban terbaik tentu ditopang dengan bagaimana cara memilih yang tepat dan benar serta tidak terburu-buru. Paling minimal kita dapat melihat dengan jelas bahwa hewan kurban yang layak itu nafsu makannya tinggi, bergerak dengan aktif, setiap sudut matanya tidak berair, kondisinya bersih dan tidak kurus-tirus.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

Diperintahkannya Ibadah Qurban dalam Islam, tidak bisa dilepaskan dari kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS sebagai relasi cinta dan kebenaran antara orangtua dan anaknya. Kisahnya diabadikan Al-Qur’an sebagai bukti kepatuhan dan pengorbanan atas nama Tauhid.
Kisah teladan ini terlukis di Surat As-Saffat ayat 102, yang artinya: "Ibrahim berkata: Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, maka pikirkanlah apa pendapatmu?"
Ismail yang mendengar cerita ini, langsung meminta ayahnya melaksanakan perintah Allah. Tidak sedikit pun rasa gentar terlihat di wajahnya. Bahkan, Ia rela berkorban untuk taat kepada perintah Allah dan ayahnya tercinta.
Ismail berkata: Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah, engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar."
Ujian Tanpa Batas
Perintah Allah kepada Nabi Ibrahim diperoleh dari mimpi untuk menyembelih putranya, Ismail. Ia dihadapkan pada suatu dilema, harus memilih antara mengikuti kata hatinya untuk menyelamatkan anaknya, Nabi Ismail atau tunduk patuh mentaati perintah Allah.
Hatinya bergejolak, harus memilih salah satu di antara keduanya. Ia hampir diambang pada kelemahan iman. Bisa saja Ia mempertaruhkan nyawanya sendiri demi perintah Allah. Tetapi setelah merenung secara mendalam, Nabi Ibrahim tidak ingin mementingkan diri sendiri hanya demi “ketaatan semu” kepada Allah.
Ia berupaya menepis rasa ragu di dalam dirinya. Seruan datang lagi kepada Nabi Ibrahim, “Wahai Ibrahim,” Pasrahkan dirimu atas anakmu Ismail. Dengan tegas Allah mengatakan, “Korbankanlah Ismail Anakmu!”
Setelah melewati ujian tanpa batas ini, akhirnya dengan pasrah dan penuh Ikhlas, Ia merelakan anaknya untuk mengikuti perintah Allah. Bayangkan, betapa cintanya seorang ayah kepada anaknya.
Perintah Korbankan Ismail tidak sekadar menunjuk suatu kata yang bermakna saran, tapi suatu keharusan yang di dalamnya terdapat rahasia yang Nabi Ibrahim sendiri sebagai manusia tak mampu memaknainya.
Atas kehendak dan ijin dari Allah (mukjizat), pikiran, hati dan jiwa Nabi Ibrahim meraih cahaya kebenaran. Nabi Ismail yang semula sudah Ikhlas untuk dikorbankan, dengan sekejap berubah menjadi domba yang siap disembelih.
Pelajaran yang Dipetik dari Kisah ini
Apa hikmah yang bisa dipetik dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail? Perintah “mengorbankan Ismail” menurut Ali Syari’ati dalam karyanya HAJI, mengandung esensi makna bahwa manusia itu harus membuang kebahagiaan semu, kecintaanmu kepada harta, sesuatu dan buah hatimu sekali pun merupakan ujian hidup.
Hal itu terungkap dalam Al-Qur’an Surat Al-Anfal ayat 28, yang artinya: “Ketahuilah bahwa harta kekayaan dan anak-anakmu adalah sebagai ujian ……”. Allah mengingatkan hambanya untuk tidak tergoda pada cinta duniawi. Apalagi tergoda oleh tipu daya setan.
Seberat apa pun ujian datang, pertolongan Allah pasti akan datang dengan tetap berikhtiar dan taat perintah Allah dengan Ikhlas sebagai prinsip utama Ibadah. Peristiwa ini bukti nyata bahwa kebenaran Al-Qur’an tak diragukan lagi dan menjadi dasar perintah dalam Islam dalam ibadah kurban.
Umat Islam yang mampu diperintahkan untuk berkurban. Memberikan hewan terbaik untuk disembelih dan dibagikan kepada mereka yang betul-betul membutuhkan. Oleh karena itu, ketulusan dan keikhlasan adalah kuncinya, agar ibadah kurban yang dilaksanakan menjadi bermakna. Inilah Ikhlas yang tak membutuhkan balasan. Ikhlas berbuat untuk kemaslahatan sosial melalui ibadah kurban.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

