Tentang LAZISMU

#MemberiUntukNegeri
LAZISMU adalah lembaga zakat tingkat nasional yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan secara produktif dana zakat, infaq dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya.

LAZISMU yang didirikan pada tahun 2002 dan dikukuhkan legalitasnya hingga SK Menteri Agama No. 90 Tahun 2022, mengelola dana zakat dan infaq melalui manajemen modern yang amanah dan transparan. Keunggulan jaringannya yang tersebar luas di seluruh Indonesia menjadikan LAZISMU solusi nyata (problem solver) dalam memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan.
Selengkapnya

Pilar Program Lazismu

Mari kita dukung program-program yang dilaksanakan oleh Lazismu
Klik logo untuk melihat detail pilar
Selengkapnya

Info Terkini Lazismu

Berita terkini kegiatan Lazismu
Berkah Ramadan, Warga Gotong Royong Makmurkan Masjid Peduli Jamaah

Berkah Ramadan, Warga Gotong Royong Makmurkan Masjid Peduli Jamaah

Masjid Hizbul Wathan tampak berbeda dari biasanya. Sejumlah relawan masih terlena membersihkan halaman, merapikan sudut-sudut ruangan, hingga menata kembali perlengkapan ibadah.

Kegiatan bersih-bersih tersebut menjadi bagian dari program Back To Masjid yang diinisiasi oleh Lazismu sebagai upaya menghidupkan kembali semangat masyarakat untuk memakmurkan masjid.Program ini melibatkan relawan, pengurus masjid, serta warga di sekitar Masjid HIzbul Wathan, Kec. Pancoran, Jakarta Selatan, pada Kamis, (5/3/2026).

Penanggung jawab Program Back To Masjid Lazismu, Alfan Rivera, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini berkat dukungan berbagai pihak.

“Alhamdulillah, kegiatan ini berhasil dilaksanakan berkat dukungan dari warga sekitar, untuk kegiatan Back To Masjid. Kami berterima kasih kepada Shopee Barokah dan Shopee Peduli, dan para donatur, yang telah mendukung dan berkontribusi pada kegiatan Back To Masjid,” ujarnya.

Ia menambahkan, program ini tidak sekadar menghadirkan kegiatan bersih-bersih masjid, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangkitkan kembali semangat jamaah untuk memakmurkan rumah ibadah.

“Harapannya program yang telah terlaksana ini mendukung warga dan mengembalikan gairah warga dan jamaah untuk kembali ke masjid dan menciptakan masjid sebagai ruang yang nyaman untuk beribadah,” sambung Alfan.

Apresiasi juga datang dari Ketua Yayasan Masjid Hizbul Wathan Ashrul yang turut merasakan dampak positif dari kegiatan itu. Menurutnya, aksi kolaboratif ini dapat menjadi pemantik bagi masyarakat untuk lebih aktif menjaga kebersihan masjid dan merawat lingkungannya.

“Terima kasih sebesar-besarnya kepada Lazismu dan Shopee yang sudah membantu dalam program ini di bulan Ramadan. Harapannya kegiatan ini akan mencetuskan warga untuk lebih sering kerja bakti,” tuturnya.

Melalui program Back To Masjid, Lazismu berharap masjid tidak hanya menjadi tempat melaksanakan ibadah ritual semata, tetapi juga menjadi ruang yang hidup bagi masyarakat.

Dengan lingkungan yang bersih dan nyaman, masjid diharapkan dapat kembali menjadi pusat kegiatan keagamaan, sosial, dan kebersamaan warga. Selain menjadi kegiatan sosial dakwah, aksi tersebut juga diharapkan mampu memperkuat kembali hubungan masyarakat dengan masjid sebagai pusat aktivitas keagamaan dan sosial dakwah.

SELENGKAPNYA
6 Maret 2026
Jeda Kajian Ramadan, Sebanyak 2.000 Porsi Baksomu Hangatkan Kebersamaan Jamaah

Jeda Kajian Ramadan, Sebanyak 2.000 Porsi BaksoMu Hangatkan Kebersamaan Jamaah

Suasana malam di Universitas Muhammadiyah Jember, terasa berbeda pada Sabtu (21//2/2026). Usai salat tarawih dalam rangkaian Kajian Ramadan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur 1447 H, ratusan peserta beranjak menuju satu titik yang sama, Tenda BaksoMu. 

Antrean panjang mulai terbentuk, tidak sekadar untuk meriahkan kajian ramadan, tetapi juga untuk merasakan hangatnya kebersamaan melalui hidangan berkuah program BaksoMu.

Di tengah suasana penuh keberkahan, semangkuk BaksoMu hangat itu menjadi penanda kesederhanaan dan kebersamaan dalam semangat berbagi. 

Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu Jawa Timur, Adityo Yudono mengatakan pembagian BaksoMu kali ini adalah bentuk dukungan untuk kelancaran Kajian Ramadhan PWM Jatim 1447 H.

“Lazismu menyiapkan 2.000 porsi bakso agar para peserta dan jamaah dapat menikmati kajian ramadan sambil menikmati BaksoMu. Ini bagian dari komitmen Lazismu untuk hadir menguatkan setiap agenda dakwah Muhammadiyah,” ujar Adityo.

Proses distribusi terlaksana dengan tertib dan terorganisir setelah salat tarawih. Tim Amil Lazismu Jawa Timur, Lazismu Jember, serta para relawan terlibat langsung dalam proses penyajian hingga pendistribusian.

Karjiman yang menjadi pusat layanan makanan terlihat tidak pernah sepi dari antrean peserta yang ingin menikmati hidangan bola berkuah hangat itu. Antusiasme peserta terlihat jelas dari antrean yang mengular.

Apresiasi datang dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah setempat. Aminullah Elhady, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jember, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan Lazismu dalam kegiatan ini.

“Alhamdulillah pada event Kajian Ramadan di Jember ini Bakso Lazismu turut meramaikan, dan saya melihat seluruh peserta antusias untuk menikmati di sesi malam ini. Terima kasih Lazismu. Nikmat baksonya,” ungkap Aminullah.

Bagi para peserta, kehadiran BaksoMu tidak hanya bermakna kudapan pelengkap berkuah. Lebih dari itu menjadi bagian dari pengalaman kebersamaan dalam rangkaian kegiatan Ramadan yang penuh makna.

Salah satu peserta kajian, Ahmad Ma'ruf mengatakan kesannya terhadap pelayanan yang cepat dan tertib. Ia juga mengatakan dengan menikmati BaksoMu bersama menjadi lebih bermakna.

“Pelayanannya cepat dan tertib. Setelah mengikuti kajian dan salat tarawih, menikmati BaksoMu hangat bersama teman-teman menambah semangat kebersamaan,” tuturnya.

Melalui program ini, Lazismu memastikan bagaimana pengelolaan zakat, infak, dan sedekah dapat terwujud melalui bentuk pelayanan sosial yang nyata.

Kehadiran Karjiman sebagai sarana distribusi menjadi salah satu inovasi dalam memastikan penyaluran berjalan efektif, profesional, dan efisien.Turut hadir dalam kegiatan ini berbagai tokoh nasional dan pimpinan Muhammadiyah, di antaranya Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu’ti, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, serta Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2005–2015 Din Syamsuddin. 

a

SELENGKAPNYA
6 Maret 2026
Antusiasme Beragama di Era AI Perlu Pedoman Keislaman dan Kemanusiaan

Antusiasme Beragama di Era AI Perlu Pedoman Keislaman dan Kemanusiaan

JAKARTA — Surplus informasi tak sepenuhnya mengandung vitamin literasi bagi pengguna teknologi digital. Di satu sisi berdampak pada ekonomi digital, di sisi lain lautan ilmu yang mengalir tenang menyimpan ombak yang jika tak siap bisa menggulung hingga pendangkalan spiritual penggunanya.

Transformasi digital tersebut dibaca Republika lewat ikhtiar meluncurkan platform Aiman dan Aisha sebagai kecerdasan buatan berbasis Al-Qur’an, di Auditorium Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta pada Rabu (4/3/2026) yang didukung Lazismu dan BytePlus sebagai mitra teknologi strategis.  

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengapresiasi atas inisiatif Republika. Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk adaptasi progresif industri media nasional dalam menghadapi gelombang transformasi digital. Lebih dari sekadar inovasi, Aiman dan Aisha adalah representasi nyata bagaimana kecerdasan buatan dapat dirancang khusus untuk mendukung ekosistem konten keislaman yang terkurasi.

“Kehadirannya harus kita maknai sebagai upaya menjaga kedaulatan digital kita, di mana kecerdasan buatan dibangun di atas referensi yang kuat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya.

Ia menegaskan, pengembangan AI oleh institusi media nasional seperti ini sangat penting. Tujuannya agar algoritma yang berinteraksi dengan masyarakat tetap berpijak pada integritas data dan keberagaman konteks budaya Indonesia. Jadi, teknologi tidak menjadi entitas yang asing dan tercerabut dari realitas sosial penggunanya.

Tren beragama di era kecerdasan buatan menurut Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, Kamaruddin Amin merupakan babak baru yang telah kita saksikan bersama. “Apakah AI itu membantu manusia atau benar-benar mitra atau tuan,” tandasnya.     

Sekarang ini, kita hidup pada zaman yang unik. Amin mengungkapkan dalam perjalanannya tidak diukur oleh kilometer zaman, tapi sejauh perkembangannya berklindan dalam algoritma. Ia mengatakan sebagai bangsa yang relijius kita tidak boleh alergi. “Ilmu tanpa kecerdasan ketuhanan berpotensi salah arah sesuai dengan pesan Al-Qur’an dalam surat Al- Alaq,” jelasnya.

Kendati demikian, kecerdasan manusia dan hasilnya lahir dari peradaban dan riset Panjang. Ia menilai AI adalah buatan manusia dan secara eksistensial ada peran manusia. AI bisa merangkum dan berdialog, tapi ia tidak memiliki nuarni, tidak punya rasa takut pada Tuhan.

Karena itu, sambungnya, AI harus dibingkai dengan etika.  Akal imitasi bisa saja memperluas dan mematikan informasi. Jangan sampai manusia yang diberi akal kalah bijak dalam bepiikir. Tugas manusia sebagai produsen nilai menanamkan moral dalam ekosistemnya.  Yang dalam batas tertentu sensitif terhadap keberagaman yang humanis.

Nyatanya, nilai positif transformasi digital mewarnai dakwah keislaman kita. Menurut Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Izzul Muslimin, dulu jika orang tidak membaca disebut sebagai orang tertinggal perkembangan informasi, sebaliknya era sekarang yang banjir informasi bagi orang yang tak mengikuti informasi digital disebut orang yang tertinggal dan tidak memilah informasi.

Mewakili Muhammadiyah, kami mengapresiasi apa yang telah digagas oleh Republika. Semoga kecerdasan buatan ini bisa diakses masyarakat dan menjadi sarana media yang membantu. “Masyarakat sangat mendukung kegiatan ini dan kita berharap bisa membawa manfaat yang besar terutama kepada nilai-nilai kebenaran dan kebaikan,” paparnya.

Izzul menilai kehadiran kecerdasan buatan berbasis nilai-nilai Islam akan memberi kontribusi positif bagi dakwah dan literasi keagamaan di tengah masyarakat. Adapun dukungan Lazismu di dalamnya merupakan Langkah strategis bagaimana dakwah filantropi turut beradaptasi dengan percepatan transformasi digital.  

Momentum ramadan adalah waktu yang tepat kata Izzul, terlebih lagi Lazismu juga telah berkolaborasi dengan Republika dalam program ramadan tahun ini. Semoga sinergi ini semakin memperkuat gerakan filantropi di era informasi digital.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

SELENGKAPNYA
5 Maret 2026
Manusia Bertanya AI Menjawab, Pengetahuan Agama Menjadi Sumber Data Akal Imitasi yang Beretika

Manusia Bertanya AI Menjawab, Pengetahuan Agama Menjadi Sumber Data Akal Imitasi yang Beretika      

JAKARTA -- Kecanggihan teknologi dan manusia tidak dapat dipisahkan. Kehadiran kecerdasan buatan bukti nyata peran manusia mampu memberikan warna terhadap perkembangan teknologi melalui suatu pertanyaan dan perintah yang dijawab dengan data dan sistem komputasi dalam menjawab suatu persoalan.

Republika menangkap peluang perkembangan teknologi dengan meluncurkan (grand launching) platform kecerdasan buatan (AI) keislaman bernama Aiman dan Aisha di Auditorium Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta, pada Rabu (4/3/2026). Peluncuran platform akal imitasi tersebut didukung oleh Lazismu dan mitra teknologi BytePlus.

Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, mengeparesiasi dan menyampaikan selamat atas peluncuran AI berbasis keislaman itu. Mujadid Rais mengatakan perkembangan AI bisa dimanfaatkan untuk kebaikan manusia.

“Karena itu, etika manusia membingkainya dalam pemanfataan akal imitasi tersebut untuk menjaga agar nilai manfaatnya digunakan secara baik,” ujarnya.

Wacana keislaman terus berkembang seiring maraknya perkembangan informasi digital. Ia menilai telah terjadi pergeseran pada sumber – sumber otoritas keagamaan. “Sekarang di era digital ini melahirkan praktik keagamaan yang menghadirkan kritik terhadap sumber yang dirujuk dianggap tidak sepenuhnya kapabel,” jelasnya.

Mujadid Rais mengungkapkan lantas bagaimana kita memanfaatkan dan memperkaya AI ini dengan sumber-sumber otoritatif, apalagi ini menyangkut pertanyaan tentang agama. Maka harus tetap dibimbing sepeti generasi milenial yang murni pengguna teknologi digital.

“Kehadiran platform Aiman dan Aisha ini memperkaya khazanah keislaman dan dakwah di tengah masyarakat yang melahirkan pemahaman agama yang harmonis dan berdampak sosial melalui  teknologi informasi,” pungkasnya.

Lebih jauh lagi, sambung dia, bisa menghadirkan kesalehan dari aspek individual menuju  kesalehan sosial. Lazismu bersyukur pada hari ini menjadi bagian dalam memaknai penggunaan kecerdasan buatan yang sudah menjadi amanah dalam muktamar Muhammadiyah untuk terus menggelorakan gerakan dakwah di era digital terutama yang bersentuhan dengan Lazismu dalam bingkai filantropi islam.

Pimpinan Redaksi Republika, Andi Muhyiddin pun turut gembira menyambut peluncuran platform Aiman dan Aisha. Menurutnya ketergantungan manusia terhadap AI tidak bisa dihindarkan. Pertanyaannya, kata Andi, apakah AI akan jadi teman ngobrol atau perpustakaan digital. “Ini pertanyaan tentang arah peradaban dan hidup manusia di era AI yang ada di mana mana,” tuturnya.

Menurutnya, AI memang cepat tapi tidak selalu kontekstual, tidak selalu berbaiss nilai. “Jangan sampai kita hanya menjadi konsumen nilai tapi produsen nilai, dan AI secara global belum tentu memahami islam secara moderat yang menjadi khas Indonesia,” pungkasnya.

Andi menggaris bawahi bahwa Aiman dan Aisha hadir dengan bahasa yang ramah. Kehadirannya bukan mesin penjawab yang menggantikan peran ulama. “Penting kami tegaskan bahwa Aiman dan Aisha merupakan pintu awal untuk belajar sementara. Adapun untuk pendalaman ilmunya tetap kembali kepada otoritas agama sebagai rujukannya,” imbuhnya.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

SELENGKAPNYA
4 Maret 2026
Masih Bergiat Kerja, Penguna Jalan Nikmati Berbuka Puasa dengan Ratusan Paket Tebar Takjil di Kawasan Bundaran HI

Masih Bergiat Kerja, Penguna Jalan Nikmati Berbuka Puasa dengan Ratusan Paket Tebar Takjil di Kawasan Bundaran HI

JAKARTA - Kolaborasi antar lembaga amil zakat yang tergabung dalam Forum Zakat (FOZ) pada ramadhan 1447 H, bersama - sama melakukan aksi sosial dengan Tebar Takjil bagi para pengendara di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat. 

Sinergi lembaga amil zakat ini dalam Tebar Takjil dilakukan pada Jumat (27/2/2026). Aksi berbagi tersebut menyasar para pengguna jalan yang masih beraktivitas menjelang waktu berbuka puasa. 

Dalam kegiatan ini, Lazismu Pusat menyalurkan bantuan berbuka puasa dengan total 200 paket makanan yang terdiri atas 100 paket makanan ringan (Takjil) dan 100 paket makanan berat. 

Penanggung Jawab Tebar Takjil dari Lazismu, Robby Fajrin, mengatakan, penerima manfaat terdiri dari pengendara ojek online (ojol), pekerja harian, hingga masyarakat sekitar yang membutuhkan.  

Kami menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan kegiatan ini. Robby mengungkapkan bahwa program itu merupakan bagian dari rangkaian kampanye Ramadan yang mengedepankan kolaborasi.

“Alhamdulillah, pada hari ini Lazismu telah melaksanakan program ramadhan Tebar Takjil di kawasan Bundaran HI. Sebanyak 100 paket kami salurkan untuk mereka yang belum bisa berbuka puasa di rumah karena masih beraktivitas,” ujarnya.

Robby menambahkan, selain paket takjil, Lazismu juga mendistribusikan 100 paket makanan berat agar para penerima manfaat bisa berbuka puasa dengan lebih layak. Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada para donatur yang sudah bersedia menyumbangkan dana serta zakat, infak, dan sedekahnya kepada Lazismu. 

Robby menilai dukungan para donatur menjadi faktor penting dalam keberlangsungan program-program sosial Lazismu. Harapan besarnya, kata dia, bisa menjangkau lebih banyak penerima manfaat di berbagai wilayah .

Kolaborasi antara Lazismu dan FOZ ini juga menjadi wujud sinergi antar-lembaga zakat dalam memperluas dampak sosial. Melalui gerakan bersama, besar harapan distribusi zakat, infak, dan sedekah dapat semakin tepat sasaran serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

SELENGKAPNYA
4 Maret 2026
Ratusan Penyintas Banjir Bandang Di Aceh Utara Berbuka Puasa dengan Takjil

Ratusan Penyintas Banjir Bandang Di Aceh Utara Berbuka Puasa dengan Takjil

ACEH UTARA – Memasuki bulan Ramadhan 1447 H, para penyintas banjir bandang di Aceh Utara bersiap diri untuk melaksanakan ibadah puasa. Kendati masih dalam tahap pemulihan, semangat untuk bangkit terus bergairah agar puasa dijalani dengan keberkahan.  

Di Aceh Utara, Lazismu beserta relawan masih melakukan aksi kemanusiaannya, di dua kecamatan yaitu, Kecamatan Sawang dan Kecamatan Muara batu. Dalam kegiatannya selama ini untuk para penyintas para relawan berkolaborasi dengan mitra strategis untuk menyalurkan bantuan.    

Kali ini,  Lazismu Aceh Utara bersinergi dengan Dufaahasheera untuk memberikan bantuan berbuka puasa berupa Takjil. Penyaluran tahap pertama terlaksana pada akhir Februari sampai dengan awal Maret 2026. 

Ketua Lazismu Aceh Utara, Azkia Algifari mengatakan, program ini merupakan bentuk empati dan kepedulian terhadap saudara-saudara yang sedang diuji dengan musibah. 

“Banjir bandang yang melanda beberapa wilayah Aceh Utara tentu meninggalkan dampak bagi masyarakat. Melalui program berbagi takjil, Lazismu hadir memberikan dukungan moril sekaligus memastikan mereka tetap merasakan kebersamaan dan perhatian, khususnya di bulan Ramadhan,” paparnya. 

Bantuan yang telah tersalurkan di Kecamatan Sawang dan Muara Batu menyasar penerima manfaat sebanyak 300 orang. Azkia merinci, bantuan Takjil kembali disalurkan di beberapa desa antara lain sebanyak 50 paket Takjil di Desa Blang Reuling, 50 paket takjil di Desa Payarabo Kecamatan Sawang. 

Selebihnya, 50 paket Takjil disalurkan di Desa Bungkaih dan 10 paket Takjil untuk jamaah Masjid Alizzah serta 50 paket Takjil untuk santri Mahad Al-Urwatulusqa, di kecamatan Muara Batu.

Salah seorang penerima manfaat, Azwar Sari, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Lazismu Aceh Utara dan kepada donatur yang telah memberikan bantuan berbuka puasa. 

“Penyintas banjir bandang di Masjid Jamik Al-Izzah Cot Seurani merasa bersyukur bisa berbuka puasa bersama. Mereka berharap program ini dapat berkelanjutan,” tuturnya. 

Bantuan takjil ini sangat berarti bagi kami. Azwar menambahkan, semoga kebaikan ini terbalas oleh Allah SWT dan kami berharap program seperti ini dapat terus berjalan.

Lazismu Aceh Utara berkomitmen untuk melanjutkan program distribusi pada tahap selanjutnya dengan penerima manfaat lebih luas agar semakin banyak korban banjir bandang yang dapat merasakan manfaatnya.

Takjil ini bukan sekadar bantuan pangan, tapi juga simbol dukungan moral bahwa melalui semangat "Zakat Majukan Kesejahteraan Bangsa" mampu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berdonasi.  

Mari mendukung program-program pemulihan pascabencana bagi mustahik dan penyintas di wilayah Aceh Utara selama bulan suci ini. Azkia juga mengajak masyarakat luas untuk turut berpartisipasi dalam pendistribusian tahap berikutnya. 

Pelaksanaan program ini tidak luput untuk memastikan saudara-saudara yang masih dalam masa pemulihan akibat bencana tetap merasakan kehangatan dan keberkahan Ramadhan. 

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Aceh Utara]

SELENGKAPNYA
3 Maret 2026
Lihat Berita Lainnya

Mitra

Dalam menyukseskan visi & misi Lazismu, kami selalu berkolaborasi dengan beberapa mitra
Selengkapnya

Masih Bingung Untuk Berzakat?

Untuk membantu kamu, maka terlebih dahulu klik tombol dibawah ini

Konsultasi

Sampaikan pertanyaan kamu kepada tim Layanan kami
Selengkapnya

Kalkulator Zakat

Hitung dan tunaikan zakat kamu
Selengkapnya

Laman Donasi

Beragam pilihan donasi zakat, infak dan sedekah dengan tema yang menarik
Selengkapnya
Kunjungi Pusat Layanan

Artikel Lazismu

Berita terkini kegiatan Lazismu
Pintu Surga Ahli Sedekah, Menolak Bala dan Mengikis Sifat Kikir

Pintu Surga Ahli Sedekah, Menolak Bala dan Mengikis Sifat Kikir

Kotak infak di Masjid At-Takwa seperti tak pernah berhenti bergerak mengikuti barisan jamaah dari yang paling depan sampai barisan paling belakang di hari pertama tarawih sampai dengan malam ini. Jamaah masjid selalu siap sedia mengeluarkan sebagian rejekinya untuk bersedekah dan berinfak.

Inilah salah satu amalan utama di bulan suci Ramadhan yaitu bersedekah. Tidak hanya di masjid-masjid, sebagian besar kaum muslimin mengeluarkan sedekahnya untuk mereka yang membutuhkan pertolongan.

Puasa melatih umat Islam untuk peka terhadap lingkungan sosialnya. Peduli terhadap sesama sehingga kesalehannya berdampak terhadap orang lain dengan perilaku luhurnya. Perintah bersedekah dengan harta antara lain, disebutkan dalam Al-Qur’an surat al-Munafiquun, ayat 10, yang artinya berbunyi:

“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)-ku sampai waktu yang dekat, agar aku dapat bersedekah sehingga aku termasuk orang-orang yang saleh”

Dengan bersedekah akan ada nilai manfaat terutama kebaikan di dunia dan di akhirat. Manfaatnya di dunia, sesuai janji Allah SWT akan mengganti rejekinya yang lebih besar, sebagaimana dikatakan dalam firman-Nya:

“Dan apa saja yang kamu infakkan, maka Allah akan menggantinya. Dan Dia-lah pemberi rezki yang sebaik-baiknya”. (QS, Saba’: 39). Jika tidak memiliki harta sekalipun, seorang muslim dapat bersedekah dengan tanaga dan pikirannya untuk kebaikan bersama. Bahkan dengan senyum kepada saudara kita, kata Rasulullah termasuk bersedekah.      

Keikhlasan bersedekah adalah prinsip ibadah. Karena itu, tidak ada orang jatuh miskin karena bersedekah. Dengan bersedekah, seorang dapat mengobati penyakit kikirnya bahkan menolak bala. Rasulullah SAW bersabda:

“Obatilah orang-orang yang sakit dari kalian dengan sedekah. Sesungguhnya sedekah itu dapat meredam murka Allah, dan menolak kematian yang buruk” (HR. Tirmidzi).

Dalam banyak hadis, Rasulullah SAW juga pernah mengatakan bahwa dengan bersedekah dapat membentengi diri kita terhindar dari musibah. Disebutkan dalam suatu hadis berikut yang berbunyi:

“Sedekah dapat menolak 70 macam bencana, dan yang paling ringan adalah penyakit kusta dan kulit.” (HR Thabrani).

Sedekah adalah satu dari sekian bukti keimanan seorang muslim yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Puasa di bulan Ramadhan merupakan sarana untuk meningkatkan kepekaan sosial kita terhadap sesama dengan berbagi sebagai ahli sedekah.     

“Barang siapa yang termasuk ahli sedekah, niscaya Ia dipanggil (masuk surga) dari pintu sedekah” (HR.  Shohih Bukhari)        

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]     

SELENGKAPNYA
2 Maret 2026
Mukallaf dan Hukum Taklifi, Relevansinya dengan Kewajiban Berpuasa

Mukallaf dan Hukum Taklifi, Relevansinya dengan Kewajiban Berpuasa

Fulan baru saja lulus sekolah dasar. Penampilan fisiknya sudah mengalami perubahan. Kendati wajahnya masih seusia anak-anak pada umumnya, suara Fulan terdengar sudah menebal. Sebagai anak laki-laki yang sedang tumbuh dan berkembang, Ia kadang bercermin melihat wajahnya yang berminyak dan tumbuh jerawat.

Tanda-tanda fisik di atas, merupakan hal yang biasa dialami oleh anak laki-laki, bahkan ciri lainnya ditandai dengan bermimpi. Semantara itu, bagi anak perempuan cirinya ditandai dengan datangnya menstruasi pertama dalam hidupnya. Menurut ajaran Islam, tanda-tanda fisik yang dialami anak laki-laki dan perempuan itu disebut dengan masa akil-baligh.

Menurut Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, seseorang yang sudah dewasa ada beban hukum yang dipikul berdasarkan perintah, larangan dan anjuran (Taklifi). Dalam hukum fikih disebut Mukallaf, yaitu seorang yang sudah dianggap melek hukum, sehingga apa yang dilakukan dan diucapkan sudah memenuhi unsur (nilai dasar dan ketentuan praktis) secara hukum.

Lalu, apa relevansinya Mukallaf dengan kewajiban berpuasa? Jawabannya, karena ada nilai-nilai dasar dan ketentuan hukum praktis serta hukum sebab akibat (Wad’i) bagi orang yang sudah dewasa maka puasa di bulan Ramadhan hukumnya wajib. Dari segi dalil jelas puasa Ramadhan diwajibkan kecuali bagi yang berhalangan secara syar’i seperti lansia, haid, dan nifas serta orang yang sakit keras.

Termasuk didalamnya seseorang yang belum Mukallaf tidaklah terbebani oleh hukum wajib berpuasa yang bersifat taklîfî. Tetapi kewajiban berpuasa itu, misalnya bagi anak-anak menjadi informasi edukatif yang memuat amalan – amalan yang dianjurkan sampai dengan kwajiban zakat fitrah yang harus ditunaikan.   

Hukum Taklifi sendiri bersumber dari Allah SWT yang menandaskan perintahnya langsung melalui Firman-Nya yang dikuatkan oleh Sunnah Rasullulah. Beban itu diberikan kepada hambanya dalam bentuk (amal) perbuatan. Beban ini merupakan ujian dari Allah kepada mereka agar jelas siapa di antara hamba-Nya yang taat dan melanggar ketentuannya secara hukum.

Secara prinsip, para ahli ushul fiqh berpandangan bahwa dasar timbulnya pembebanan hukum dalam Islam adalah akal dan pemahaman. Artinya, seseorang baru bisa dibebani hukum jika berakal dan bisa memahami secara baik dan jelas beban yang ditujukan kepadanya. Jadi sederhananya, kewajiban berpuasa sebagai perintah merupakan ibadah wajib yang ditujukan untuk orang Islam yang berakal (dewasa).

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]     

SELENGKAPNYA
23 Februari 2026
Hikmah Puasa, Melatih Pribadi Berkarakter

Hikmah Puasa, Melatih Pribadi Berkarakter

Dalam Islam, setiap ibadah yang dikerjakan memiliki tuntunan dan prinsip-prinsip yang harus dipegang oleh kaum muslim dan muslimat. Menurut Tajih Muhammadiyah, Ibadah merupakan upaya setiap muslim mendekatkan diri kepada Allah dengan cara mengerjakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya dan mengamalkan segala yang diizinkan Allah SWT.

Puasa sebagai ibadah khusus (ibadah mahdhah) memiliki karakteristik yang unik, Dari segi waktu secara syariat ditentukan pada bulan yang spesial, yaitu bulan Ramadhan. Umat Islam di seluruh dunia mengamalkannya untuk meraih takwa. Melalui perintah-Nya, semua taat, tunduk dan penuh pengabdian.

Sesempurnanya manusia dihadapan Allah SWT, manusia adalah makhluk yang hina, dengan berpuasa itu tujuannya untuk mengekang hawa nafsunya yang kadang hina dan kosong. Puasa mampu mengendalikan hawa nafsu manusia. Rukun dan syarat berpuasa juga diatur oleh Islam sebagai ibadah wajib.

Hikmah Berpuasa

Puasa yang dilakukan umat Islam setiap tahunnya, memiliki hikmah hasanah terhadap setiap individu. Pada aspek jasmani puasa memberikan dampak kesehatan bagi tubuh manusia. Semantara itu, dalam aspek ruhani (spiritual) puasa berperan mendidik dan melatih pribadi muslim untuk menjadi beradab, tertib, dan mampu mengontrol kondisi psikologisnya secara emosional.

Pada aspek sosial, puasa juga melatih kepeduliaan dan kepekaan sosial terhadap sesama. Empati terhadap mereka yang papa (dhuafa) dengan Ikhlas berbagi, bersedekah dan saling menghormati bahkan terhadap saudara yang bukan muslim. Tiba waktunya, setiap muslim diwajibkan menunaikan zakat fitrah dan zakat harta bagi yang sudah memenuhi syarat.      

Hikmah berpuasa lainnya menjadikan individu sebagai pribadi yang berkarakter kuat. Berpuasa memantapkan pribadi muslim untuk meningkatkan kredibilitasnya. Pribadi yang tangguh, etis, dan berkarakter (ethos).   

Berpuasa selama satu hari dari terbit fajar sampai matahari terbenam menghadirkan pribadi muslim yang mampu mewarnai kecerdasan emosionalnya. Tidak mudah tersinggung dan terpancing emosionalnya. Kontrol emosinya (pathos) berjalan seimbang namun tetap bermartabat.

Di samping itu, dengan berpuasa seorang muslim bisa memperkaya pengetahuannya tentang fenomena sosial, ekonomi, budaya, dan lainnya. Kendati ada keterbatasan dalam dirinya, jiwa-jiwa yang terpelihara itu bangkit menggerakan motivasi spiritualnya untuk menggali hikmah puasa dengan pengatahuan (logos) yang dimilikinya agar tabir ibadah dapat diraih sebagai pengetahuan dan diparaktikan dengan tulus.      

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]     

SELENGKAPNYA
11 Februari 2026
Lihat Lainnya
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross