


JAKARTA -- CIMB Niaga Syariah secara simbolis menyerahkan bantuan hewan ternak kurban kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Lazismu di Graha CIMB Niaga, Jakarta, pada Senin, (25/6/2026). Penyerahan ini merupakan bagian dari aktivitas sosial tahunan yang konsisten dilaksanakan oleh CIMB Niaga Syariah di seluruh jaringan kantor cabangnya di Indonesia.
Dalam sambutannya, Chief Sharia Compliance dan Legal CIMB Niaga Syariah, Syamsul Aidi Bahtiar, menyampaikan bahwa program ini menjadi bukti nyata kepedulian sosial unit usaha syariah dan bank syariah tersebut kepada masyarakat.
"Mudah-mudahan ini menjadi amal jariyah seluruh nasabah kami, CIMB Niaga Syariah sendiri, dan seluruh manajemen, sehingga CIMB Niaga Syariah dapat tetap lebih baik lagi, tambah besar, serta sukses dalam rencana spin-off-nya," ujarnya.
Acara penyerahan turut dihadiri oleh jajaran manajemen dari kedua belah pihak. Dari CIMB Niaga Syariah, hadir Astri Piescarini (Head of Sharia Consumer dan Emerging Business Banking) serta Perdana Agro Nugroho (Head of Sharia Marketing Communication dan Branding). Sementara dari pihak Lazismu, hadir Ibnu Sani selaku Direktur Utama, didampingi oleh Mochammad Sholeh Farabi (Direktur Penghimpunan) dan Atif (Divisi Digitalisasi dan Komunikasi).
Direktur Utama Lazismu, Ibnu Sani, menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi CIMB Niaga Syariah yang telah mempercayakan penyaluran hewan kurban kepada Lazismu selama tiga tahun berturut-turut. “Kerja sama ini sebelumnya juga telah berjalan erat pada aspek layanan perbankan untuk penghimpunan dana”, ujarnya.
Saat ini, Lazismu dan CIMB Niaga Syariah tengah berada dalam proses diskusi intensif untuk menjajaki program digitalisasi penghimpunan dan penyaluran zakat melalui kanal digital. Kolaborasi strategis ini, kata Ibnu, direncanakan akan mengakomodir pemanfaatan teknologi blockchain demi kemajuan bersama.
Mengenang Warisan Pemikiran Almarhum Prof. Hamim Ilyas
Dalam kesempatan itu, kedua belah pihak menyampaikan rasa duka yang mendalam, sekaligus memanjatkan doa bersama untuk almarhum Profesor Hamim Ilyas, yang pernah membersamai Lazismu sebagai Dewan Pengawas Syariah.
Ibnu Sani mengenang beberapa warisan pemikiran penting almarhum yang beririsan langsung dengan zakat dan Lazismu. Salah satunya adalah fatwa Majelis Tarjih yang diputuskan oleh almarhum, yang menyatakan bahwa ibadah Dam haji boleh dilaksanakan di tanah air. Selain itu, almarhum juga merumuskan landasan bahwa kripto dapat dikenakan sebagai objek pajak.
Landasan teknologi zakat kripto tersebut kini telah diakomodir ke dalam rencana pengembangan digitalisasi yang sedang dikerjasamakan antara Lazismu dan CIMB Niaga Syariah.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

JAKARTA – Dalam aksi korporasinya, MNC Asset Management melakukan proses pembersihan pendapatan hasil investasi reksa dana yang tidak sesuai syariah kepada dua lembaga nirlaba, yakni Lazismu dan Nassarudin Umar Office (NUO). Pendapatan non halal ini wajib disalurkan untuk kegiatan amal dan sosial dalam manajer investasi.
Kegiatan ini, secara simbolis, dilaksanakan di Gedung MNC Bank Tower, Jakarta, pada Senin (25/5/2026), bersamaan dengan rangkaian acara syukuran hari jadi ke-26 MNC Asset Management.
Direktur MNC Asset Management, Dimas Aditya Ariadi mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan dalam memastikan pengelolaan produk reksa dana syariah dilakukan secara transparans dan sesuai dengan prinsip syariah.
“Pembersihan pendapatan hasil investasi yang tidak sesuai syariah adalah bagian dari komitmen kami dalam menjaga tata kelola pengelolaan reksa dana syariah agar tetap sesuai dengan prinsip syariah”, ujarnya. Kami berharap dana yang disalurkan kepada Lazismu dan Nassarudin Umar Office dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
Ketua Dewan Pengawas Syariah MNC Asset Management, Nuryana Hidayat juga menyampaikan bahwa proses pembersihan pendapatan non-halal merupakan bagian penting dalam menjaga kepatuhan syariah pada produk investasi syariah.
“Melalui proses pembersihan ini, MNC Asset Management menunjukkan komitmennya menjaga kepatuhan pada prinsip syariah dalam pengelolaan reksa dana syariah. Dana yang bersumber dari pendapatan yang tidak sesuai syariah tidak bisa diakui sebagai keuntungan perusahaan dan investor, maka harus disalurkan untuk kepentingan sosial dan kemaslahatan umat,” ujarnya.
Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Pusat, Gunawan Hidayat, mengucapkan terima kasih kepada MNC Asset Management atas kerjasama selama kurun waktu dua tahun ini. “Bantuan yang diberikan dari hasil investasi yang tidak sesuai syariah ini merupakan keputusan yang sangat kami hormati untuk menunjukan bahwa tata kelolanya telah menerapkan prinsip syariah”, jelasnya.
Dana bantuan tersebut akan kami alokasikan untuk kegiatan sosial yang bermanfaat untuk masyarakat. Kepercayaan MNC Asset Management kepada Lazismu merupakan suatu apresiasi bahwa dukungan pengelolaan investasi secara syariah dapat bermanfaat untuk program sosial.
Sementara itu, Direktur Keuangan Nassarudin Umar Office (NUO) Karim Bakri juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin bersama MNC Asset Management. “Kami mengapresiasi komitmen MNC Asset Management dalam menjalankan prinsip syariah secara konsisten. Dana yang diterima akan dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan sosial dan program kemaslahatan umat yang dijalankan oleh Nassarudin Umar Office,” ujarnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

JAKARTA -- Inisiatif sosial bisa datang dari ide yang sederhana. Mustahil implementasinya dilakukan sendiri. Karena itu, PT. Asuransi Allianz Syariah Indonesia, menyesuaikan cara bersinergi dan bertindaknya dengan spirit berbagi. Jika tidak, momentum Idul Adha tak berbeda dari biasanya.
Sebagai bagian dari pelaku industri keuangan syariah, Asuransi Allianz Syariah Indonesia, pada hari Raya Idul Adha 1447 H, mengamanahkan penyaluran 1000 paket sedekah daging kurban untuk masyarakat Indonesia.
Tahun ini, Allianz Syariah mempercayakan Lazismu sebagai penyalur amanah untuk membantu menjangkau masyarakat secara lebih luas dan tepat sasaran, khususnya di wilayah-wilayah yang terdampak bencana. Secara simbolis, penyerahan 1000 paket sedekah daging resmi dilakukan di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, pada Senin, (25/6/2026).
Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen Allianz Syariah untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, sejalan dengan prinsip syariah yang menekankan semangat saling tolong-menolong. Tidak hanya berorientasi pada aspek finansial, tetapi juga memberikan dampak sosial dan spiritual yang berkelanjutan bagi masyarakat luas.
Direktur Utama Allianz Life Syariah Indonesia, Elmie A. Najas, mengatakan bahwa Idul Adha merupakan momentum yang mengingatkan kita tentang keikhlasan, kepedulian, dan pentingnya berbagi manfaat kepada sesama.
Melalui kolaborasi bersama Lazismu, Allianz Syariah ingin menghadirkan 1.000 paket sedekah daging kurban sebagai wujud nyata semangat berbagi kebaikan penuh keyakinan, agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat Indonesia secara lebih luas.
”Terutama saudara-saudara kita di wilayah terdampak bencana. Inisiatif ini juga merupakan cerminan komitmen Allianz Syariah dalam menjalankan nilai-nilai Maqasid Syariah”, ujarnya. Seperti menghadirkan perlindungan dan kebermanfaatan yang relevan bagi masyarakat, sekaligus memperkuat semangat tolong-menolong yang menjadi inti dari prinsip syariah.
Dengan sinergi ini, kata Elmie, Allianz Syariah mempercayakan Lazismu sebagai mitra penyalur karena jangkauan distribusi dan pengalamannya dalam mengelola program sosial-keagamaan yang menyentuh masyarakat secara langsung.
”Dengan dukungan jaringan yang luas dan pendekatan distribusi yang tepat sasaran, penyaluran 1.000 paket sedekah daging kurban diharapkan dapat memberikan manfaat yang tepat sasaran dan merata”, pungkasnya.
Ibnu Tsani, Direktur Utama Lazismu Pusat, menyambut baik amanah dan kolaborasi bersama Allianz Syariah dalam Idul Adha tahun ini. ”Kepercayaan ini menjadi ikhtiar bersama untuk memperluas manfaat kurban agar dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan”, jelasnya.
Terutama, sambung Ibnu, wilayah terdampak bencana dan sebagai wujud mendukung ketahanan pangan dengan pengelolaan yang ramah lingkungan. Kami berkomitmen untuk menyalurkan amanah ini secara tepat sasaran dengan didukung jaringan Lazismu yang tersebar di berbagai daerah.
Sejumlah kerjasama sudah dilakukan Allianz Syariah dan Lazismu. Inisiatif sosial kali ini merupakan kelanjutan dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan program sosial yang berdampak dan relevan bagi masyarakat.
Ke depan, Allianz Syariah akan terus memperkuat perannya sebagai jembatan kebaikan yang menghubungkan nilai-nilai syariah dengan kebutuhan nyata masyarakat, melalui berbagai inisiatif yang menghadirkan perlindungan sekaligus kebermanfaatan yang lebih luas.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

JAKARTA -- Pada hari Jum’at, 22 Mei 2026, menjadi hari yang sarat pengalaman dan pembelajaran yang bermakna. Pasalnya, sebanyak 11 orang peserta Philanthropy Academy Lazismu Pusat, dinyatakan telah menyelesaikan program magang selama satu tahun sebagai praktik baik program pemberdayaan.
Direktur Program Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu Pusat, Ardi Lutfi Kautsar, mengatakan, program pemberdayaan ini dirancang pada akhir 2024 menuju 2025, sebagai inovasi program pendistribusian dan pendayagunaan dan menjadi solusi dalam masalah yang terjadi di lapangan.
“Dalam kesempatan kerja yang tersedia, selalu ada syarat melamar pekerjaan ditandai dengan pengelaman kerja minimal 1 tahun. Persyaratan inilah yang menjadi dasar pemberdayaan peserta Philanthropy Academy Lazismu Pusat yang dilaksanakan selama satu tahun”, ujarnya.
Jadi seluruh peserta mengikuti program ini,sambung Ardi, dari awal tahapannya, pertama pelatihan dan pengenalan Lazismu secara kelembagaan, bagaimana proses bisnisnya. Kemudian dilaksanakan pelatihan kerja lapangan di Lazismu Pusat.
Ardi menceritakan, ketika program ini dibuka sebanyak 50 orang mendaftar. Kemudian di seleksi menjadi 16 orang. Lalu dalam perjalanannya, berkurang menjadi 13 orang. Pada akhirnya yang tersisa menjadi 11 orang. “Ada banyak alasan yang akhirnya gugur di tengah jalan, salah satunya mereka telah keterima kerja di instansi lain”, jelasnya.
Sejauh ini para peserta sudah melewati dua fase Latihan dan praktik kerja lapangan selama 1 tahun. Satu fase belum terlaksana yaitu mendesain program bersama. Pada hari ini, 11 orang yang bertahan dilepas secara resmi sebagai bentuk rasa syukur bahwa program pemberdayaan menjadi begitu penting.
“Ini bukan pelepasan sepenuhnya, tapi awal Kawan-kawan Philanthropy Academy untuk bisa berkarya misal di Lazismu atau lembaga lainnnya. Bekal inilah yang perlu Kawan-kawan bawa dan jaga dalam berkarya selanjutnya”, pungkasnya.
Dalam sambutannya, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, mengatakan, bahwa praktik baik ini bukan yang terkahir. Semua yang yang terseleksi pada dasarnya juga bagian dari seleksi ranah kehidupan praktis sehari hari.
“Dulu waktu pelatihan kita belum memikirkan istilah akademi. Kalau kita telusuri di zaman Yunani kuno, kata akademi ini berangkat dari makna sekolah yang artinya waktu luang untuk mendapat wawasan dan berbagi pengalaman hidup yang bermakna”, paparnya.
Philanthropy Academy ini merupakan yang pertama, sebagai Batch 1. Bisa jadi setelah pelepasan ada pertemuan kembali dalam berkarya. Apa yang Lazismu berikan selama 1 tahun ini hanya berupa bekal. Yang terpenting, kata Mujadid Rais, kekuatan ilmu yang dibarengi kesiapan jasmaniah dan khazanah keilmuan lain.
“Latar bekakang program pemberdayaan ini, bersumber dari banyak kajin studi, dan semuanya bermuara pada ketauhidan. Belajar dari kisah Muaz bin Jabal ketika diutus Nabi ke suatu daerah untuk menegakan tauhid. Pesan yang disampaikan pertama kali adalah Nabi Muhammad SAW, adalah utusan Allah”, tandasnya.
Buat peserta Philanthropy Academy, lanjutnya, ada Pelajaran berharga, pertama di sini untuk mengarungi kehidupan ke depannya membutuhkan kesiapan tauhid sebagaimana perintah zakat untuk memanifestasikan ketakwaan dengan menyucikan harta dan jiwa. Kedua, jika sudah menyebar ke berbagai tempat untuk tetap mengingat Lazismu dan tetap berbuat kebajikan.
Salah seorang peserta Philanthropy Academy, Tadjul Arifin, mewakili peserta lainnya, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Lazismu Pusat atas kesempatan yang diberikan ini. “Ada banyak pembelajaran yang bermakna bahwa dalam bekerja membutuhkan perencanaan dan kerja sama tim yang saling melengkapi untuk kesuksesan suatu program”, tuturnya.
Satu tahun ini, kami manfaatkan sebaik mungkin dengan segenap penugasan dan tanggung jawab, jujur dikatakan bahwa ini merupakan kesempatan yang berharga bagi kami. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Lazismu selama satu tahun ini.
Menandai proses pelepasan peserta Philanthropy Academy di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, secara resmi masing-masing penerima manfaat program pemberdayaan ini, secara simbolik diberikan Samir oleh jajaran pimpinan Lazismu Pusat sebagai tanda kelulusan program pemberdayaan tersebut.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

CILACAP — Pemberdayaan terhadap narapidana terorisme (napiter) penting diberikan sebagai upaya konkret memutus rantai radikalisme. Langkah ini dilakukan untuk mencegah mereka kembali ke jaringan teror agar tumbuh kemandirian dan percaya diri bahwa stigma sosial kerap membuat sulit mereka kembali ke masyarakat.
Lazismu Cilacap bersama Indensos Densus 88 AT dan DPD Juru Sembelih Halal (JULEHA) Cilacap menggelar Pelatihan Juru Sembelih Halal bagi narapidana terorisme (napiter) di Lapas Besi Nusakambangan, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari program deradikalisasi sekaligus pembekalan keterampilan bagi warga binaan agar memiliki bekal yang bermanfaat setelah kembali ke masyarakat. Pelatihan berlangsung di lingkungan Lapas Besi Nusakambangan, yang diikuti oleh 28 peserta yang berasal dari Lapas Besi, Lapas Gladakan, dan Lapas Ngaseman.
Hadir dalam kegiatan itu Iwan Zuli dan Kossa dari Indensos Densus 88 AT, Kepala Lapas Besi Muda Husni, Manajer Lazismu Cilacap Budi Santoso, serta Rofiqul Mustaqim bersama tim DPD JULEHA Cilacap.
Dalam pelaksanaannya, ungkap Manajer Lazismu Cilacap, Budi Santoso, peserta mendapatkan materi terkait tata cara penyembelihan halal sesuai syariat Islam, teknik penyembelihan yang benar, hingga praktik langsung di lapangan.
Program tersebut diharapkan mampu memberikan keterampilan produktif sekaligus membangun semangat perubahan positif bagi para warga binaan. “Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Muhammadiyah dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam pembinaan warga binaan melalui pendekatan keterampilan dan pemberdayaan”, ujarnya.
“Persyarikatan Muhammadiyah melalui Lazismu berkomitmen mendukung program pemerintah dalam upaya memberikan pembekalan kepada warga binaan, termasuk melalui pelatihan juru sembelih halal ini,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Besi Nusakambangan, Muda Husni, menyambut baik sinergi berbagai pihak dalam mendukung proses pembinaan napiter. “Pelatihan semacam ini dapat menjadi bekal keterampilan yang bermanfaat dan membuka peluang usaha ketika para warga binaan telah menyelesaikan masa pidana”, jelasnya.
Melalui kolaborasi tersebut, Lazismu Cilacap berharap program pembinaan berbasis keterampilan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya menciptakan proses reintegrasi sosial yang lebih baik bagi warga binaan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Cilacap]

INDRAMAYU – Program Kemaslahatan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), kembali memberikan nilai manfaat untuk bidang pendidikan kepada masyarakat di Haurgeulis, Kabupaten Indramayu. Kolaborasi bersama Lazismu di program ini, berhasil mewujudkan ruang kelas baru untuk peningkatan kualitas kegiatan belajar mengajar.
Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Haurgeulis, sebagai penerima manfaat mendapatkan bantuan program kemaslahatan tersebut. Secara resmi, kegiatan ditandai dengan prosesi penandatanganan serah terima dan pengguntingan pita, oleh BPKH dan Lazismu kepada Kepala Sekolah MI Muhammadiyah Haurgeulis, yang disaksikan jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah Indramayu dan instansi pemerintah setempat, pada Rabu, (13/5/2026).
Kepala MI Muhammadiyah Haurgeulis, Finda Fitria Trisno menyampaikan terima kasih kepada BPKH dan Lazismu, atas bantuan pembangunan ruang kelas baru. “Bantuan ini, harapan baru dalam peningkatan kualitas pembelajaran sehingga peserta didik merasa nyaman”, katanya.
Apresiasi juga disampaikan Ketua PDM Indramayu, Djunaidi Karso, bahwa atas sinergi program itu, program kemaslahatan BPKH bisa berkontribusi dalam mendukung pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan. “Pembangunan sarana pendidikan merupakan investasi besar dalam mencetak generasi Islam yang unggul dan berkemajuan”, ujarnya.
Pada kesempatan itu, Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Muarawati Nur Malinda, mengungkapkan nilai penting kolaborasi dalam membangun pendidikan. Ia menjelaskan, kemitraan strategis ini merupakan bagian dari upaya menguatkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di Indramayu.
Nilai manfaat itu kembali ditegaskan Deputi BPKH RI, Miftahudin, adanya program kemaslahatan BPKH untuk memberikan manfaat seluas-luasnya kepada umat. Sektor pendidikan sebagai prioritasnya yang juga akan berdampak di bidang sosial keagamaan. Ia berharap ruang kelas baru bisa dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk kemajuan pendidikan.
“Sumber dana pembangunan ruang kelas baru itu, berasal dari nilai manfaat Dana Abadi Umat (DAU) yang dikelola Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Kemudian dana ini dimanfaatkan kembali melalui program kemaslahatan untuk mendukung pendidikan”, paparnya.
Bersamaan dengan acara peresmian tersebut, BPKH, Lazismu, PDM Indramayu, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Indramayu, Camat Haurgeulis dan tokoh masyarakat, melakukan peninjauan langsung ruang kelas baru. Kolaborasi ini menjadi penanda spirit gotong-royong dan kepedulian sosial terhadap masa depan pendidikan Islam di Kabupaten Indramayu.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]



MENGECAM PENYANDERAAN 9 AKTIVIS KEMANUSIAAN INDONESIA DAN BANTUAN KEMANUSIAAN GLOBAL SUMUD FLOTILLA OLEH AKSI MILITER ISRAEL
Jakarta, 20 Mei 2026
Aksi militer Israel yang melancarkan penyergapan terhadap relawan kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0, menuju Gaza, Palestina, merupakan bentuk teror dan melanggar hukum internasional. Tindakan intersepsi itu terjadi pada Senin, 18 Mei 2026, di perairan internasional Siprus, tepatnya di kawasan Laut Mediterania Timur.
Misi kemanusiaan untuk Palestina yang diinisiasi oleh masyarakat global yang berjumlah 426 Relawan dari 40 negara berlayar menggunakan 50 kapal, merupakan aktivis kemanusiaan dari berbagai macam profesi. Salah satunya negara Indonesia, yang di dalamnya ada 9 orang aktivis kemanusiaan yang mewakili lembaga amil zakat dan jurnalis kemanusiaan.
Berdasarkan informasi terbaru, pada 19 Mei 2026 pukul 21.02 WIB, militer Israel telah mencegat dan memaksa 40 kapal kemanusiaan tersebut untuk berhenti di perairan internasional. Kabar tersiar lainnya melalui media internasional yang sampai ke Indonesia, para relawan kemanusiaan ini dipaksa berlutut dengan kondisi tangan terikat di belakang.
Dengan bersenjata, pasukan militer Israel berjaga dari kapalnya memberikan ancaman. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, tetap pada pendiriannya sebagai upaya membela hak Israel mencegat kapal kemanusiaan itu. Bahkan, Netanyahu, memerintahkan agar semua aktivis kemanusiaan segera dideportasi.
Atas landasan hukum dan etika kemanusiaan, Kami dari Lembaga Amil Zakat Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LAZISMU), yang juga sebagai bagian dari lembaga pengelola zakat, menyatakan kerisauan atas krisis kemanusiaan yang terjadi menimpa aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0.
Kami sekaligus mengecam setiap bentuk intervensi yang dilakukan dengan kekerasan yang sewenang-wenang oleh pasukan militer Israel terhadap misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0.
Bantuan kemanusiaan amanah rakyat Indonesia, berupa pangan, logistik, dan penunjang medis serta kesehatan yang diambil-alih dengan paksa merupakan upaya perampasan, dan tidak semata menahan sementara tetapi menghentikan akses atas hak hidup rakyat Palestina. Ini juga merupakan bentuk perendahan martabat kemanusiaan dan solidaritas internasional, termasuk Indonesia.
Ancaman represif tersebut adalah pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional. Tindakan militer Israel, melanggar Pasal 59 Konvensi Jenewa IV (1949) serta Protokol Tambahan I Pasal 70 dan 71, yang mewajibkan perlindungan mutlak bagi personil pekerja kemanusiaan dan kewajiban untuk memfasilitasi akses lintasan bantuan tanpa hambatan.
Pencegatan distribusi bantuan kemanusiaan yang disengaja turut melukai wajah kemanusiaan dan ancaman kelaparan di Gaza, Palestina, serta mencederai prinsip-prinsip dasar kemanusiaan universal yang dijunjung tinggi oleh komitmen internasional yang dibuat pada World Humanitarian Summit 2016, sebagai Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 dan sejumlah inisiatif global lainnya.
Berpijak dari prinsip dasar kemanusiaan dan hukum humaniter internasional tersebut, Kami dari LAZISMU, dalam situasi darurat yang menyertai, dan atas nama solidaritas kemanusiaan, dengan ini menyampaikan pernyataan sikap:
Berikut pernyataan sikap yang LAZISMU sampaikan sebagai wujud solidaritas kemanusiaan universal dan akan terus ikut mengawal dengan tetap menjunjung tinggi perlindungan akses kemanusuiaan global bagi hak kemerdekaan rakyat Palestina.
Kami menyerukan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak pernah lelah mengawal setiap aksi kemanusiaan, sekaligus memanfaatkan ruang-ruang media sosial dengan narasi solidaritas kemanusiaan dan dukungan penuh bagi kemerdekaan rakyat Palestina. LAZISMU juga menyerukan kepada Masyarakat Indonesia untuk tidak letih membantu rakyat Palestina.

Para pelaku usaha hewan kurban, menjelang Idul Adha mulai menjajakan hewan kurban terbaiknya. Di setiap sudut jalan, mereka menyiapkan suatu tempat yang luas dan pakan yang cukup agar hewan kurban tetap sehat dan bugar.
Tempat yang teduh dan nyaman untuk sapi, kambing dan domba adalah pilihan tepat, dilengkapi dengan lahan parkir yang luas untuk pembeli yang datang. Berlatar lapangan atau lahan yang representatif hewan kurban dirawat dengan baik sampai pembeli datang pilih yang terbaik.
Idul Adha tinggal menunggu hitungan hari. Pimpinan Pusat Muhammadiyah, telah menetapkan Idul Adha berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), Idul Adha jatuh pada, 10 Zulhijah 1447 Hijriah bertepatan dengan hari Rabu Wage, 27 Mei 2026 Masehi.
Umat Islam bersiap membentuk panitia kurban. Di masjid-masjid pengumuman ajakan berkurban beredar. Ada penawaran berkurban dengan kambing dan sapi maupun berkurban dengan cara berjamaah untuk 7 orang agar dapat satu ekor sapi. Itu semua adalah pilihan sesuai dengan kemampuan masing-masing untuk memberikan hewan kurban yang terbaik.
Memilih Hewan Kurban Layak Disembelih
Dalam hidup, kerap manusia bertindak dalam suatu pilihan. Memilih adalah menimbang, membandingkan dan kemudian memutuskan sesuatu yang dianggap pilihan terbaik dengan risiko minimal.
Berpikir yang sehat merupakan juri dalam bertindak bagi siapa pun. Termasuk dalam memilih hewan kurban yang layak. Menurut Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, ada beberapa kiat dalam memilih hewan kurban sesuai dengan syariat Islam. Terutama dari aspek fisik, kesehatan dan usia hewan kurban.
Fisik Hewan Kurban
Dalam Fikih Kurban, fisik hewan kurban menjadi topik penting. Karena dalam memilih hewan kurban kriterianya tidak boleh dalam kondisi cacat dan berpenyakit. Hal ini, didasari pada hadis Rasulullah SAW, yang menganjurkan berkurban dengan dua ekor kibas bertanduk yang bagus.
Diriwayatkan oleh Anas bin Malik, bahwa Ia menyaksikan Rasulullah meletakkan kakinya di atas kedua unta tersebut, membaca basmalah, dan bertakbir (HR. Muslim, at-Tirmidzi, dan an-Nasai).
Kesaksian lain diungkap oleh Abi Said al-Khudri, diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW berkurban dengan seekor kambing bertanduk yang jantan, dengan perut, kaki, dan keliling mata berwarna hitam (HR. at-Tirmidzi). Dalam hadis lain, dijelaskan, ada empat jenis hewan yang tidak boleh dijadikan kurban: hewan yang buta sebelah matanya, yang sakit jelas terlihat, yang pincang jelas tampak, dan yang sangat kurus serta tidak bersih (HR. Abu Dawud).
Kesehatan Hewan Kurban
Sementara itu, dalam aspek kesehatan tak kalah penting. Terbebas dari penyakit adalah keniscayaan. Jika hewan kurban sakit harus terlihat jelas. Tidak kurus dan kaki tidak pincang. Aspek kesehatan ini, hemat Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah bukan sekadar urusan syariat, tapi suatu penegasan, kandungan dagingnya bernilai layak konsumsi bagi penerima manfaat.
Dalam memilih hewan kurban tersebut yang sesuai kriteria, adalah bentuk ketaatan dan penghormatan atas segenap ibadah umat Islam yang diperintahkan Allah SWT. Keikhlasan dan kesanggupan menunaikan ibadah kurban bagian dari kontribusi sosial yang dilandasi tauhid sebagai wujud bersyukur atas nikmat dan karunia-Nya sesama umat Islam.
Usia Hewan Kurban
Setelah mempertimbangkan aspek fisik dan kesehatan hewan kurban, ada baiknya umat Islam saat membeli hewan kurban menanyakan usia hewan kurban tersebut. Hal ini untuk memastikan bahwa fisik dan kesehatan relevan dengan usianya.
Adapun hewan kurban yang memenuhi syarat untuk dikurbankan, menurut Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah dari aspek usianya, antara lain, unta usianya genap berumur 5 tahun, sapi genap berumur 2 tahun dan kambing telah genap berumur 1 tahun.
Sebagai informasi tambahan, pastikan dalam memilih hewan kurban dari para penjual untuk tidak sungkan bertanya tentang Sertifikat Kelayakan Kesehatan Hewan Kurban (SKKHK). Sertifikasi tersebut menjadi penting karena rantai pasok hewan kurban menjelang Idul Adha dari berbagai daerah lumayan tinggi.
Untuk mempersembahkan hewan kurban terbaik tentu ditopang dengan bagaimana cara memilih yang tepat dan benar serta tidak terburu-buru. Paling minimal kita dapat melihat dengan jelas bahwa hewan kurban yang layak itu nafsu makannya tinggi, bergerak dengan aktif, setiap sudut matanya tidak berair, kondisinya bersih dan tidak kurus-tirus.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

Diperintahkannya Ibadah Qurban dalam Islam, tidak bisa dilepaskan dari kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS sebagai relasi cinta dan kebenaran antara orangtua dan anaknya. Kisahnya diabadikan Al-Qur’an sebagai bukti kepatuhan dan pengorbanan atas nama Tauhid.
Kisah teladan ini terlukis di Surat As-Saffat ayat 102, yang artinya: "Ibrahim berkata: Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, maka pikirkanlah apa pendapatmu?"
Ismail yang mendengar cerita ini, langsung meminta ayahnya melaksanakan perintah Allah. Tidak sedikit pun rasa gentar terlihat di wajahnya. Bahkan, Ia rela berkorban untuk taat kepada perintah Allah dan ayahnya tercinta.
Ismail berkata: Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah, engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar."
Ujian Tanpa Batas
Perintah Allah kepada Nabi Ibrahim diperoleh dari mimpi untuk menyembelih putranya, Ismail. Ia dihadapkan pada suatu dilema, harus memilih antara mengikuti kata hatinya untuk menyelamatkan anaknya, Nabi Ismail atau tunduk patuh mentaati perintah Allah.
Hatinya bergejolak, harus memilih salah satu di antara keduanya. Ia hampir diambang pada kelemahan iman. Bisa saja Ia mempertaruhkan nyawanya sendiri demi perintah Allah. Tetapi setelah merenung secara mendalam, Nabi Ibrahim tidak ingin mementingkan diri sendiri hanya demi “ketaatan semu” kepada Allah.
Ia berupaya menepis rasa ragu di dalam dirinya. Seruan datang lagi kepada Nabi Ibrahim, “Wahai Ibrahim,” Pasrahkan dirimu atas anakmu Ismail. Dengan tegas Allah mengatakan, “Korbankanlah Ismail Anakmu!”
Setelah melewati ujian tanpa batas ini, akhirnya dengan pasrah dan penuh Ikhlas, Ia merelakan anaknya untuk mengikuti perintah Allah. Bayangkan, betapa cintanya seorang ayah kepada anaknya.
Perintah Korbankan Ismail tidak sekadar menunjuk suatu kata yang bermakna saran, tapi suatu keharusan yang di dalamnya terdapat rahasia yang Nabi Ibrahim sendiri sebagai manusia tak mampu memaknainya.
Atas kehendak dan ijin dari Allah (mukjizat), pikiran, hati dan jiwa Nabi Ibrahim meraih cahaya kebenaran. Nabi Ismail yang semula sudah Ikhlas untuk dikorbankan, dengan sekejap berubah menjadi domba yang siap disembelih.
Pelajaran yang Dipetik dari Kisah ini
Apa hikmah yang bisa dipetik dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail? Perintah “mengorbankan Ismail” menurut Ali Syari’ati dalam karyanya HAJI, mengandung esensi makna bahwa manusia itu harus membuang kebahagiaan semu, kecintaanmu kepada harta, sesuatu dan buah hatimu sekali pun merupakan ujian hidup.
Hal itu terungkap dalam Al-Qur’an Surat Al-Anfal ayat 28, yang artinya: “Ketahuilah bahwa harta kekayaan dan anak-anakmu adalah sebagai ujian ……”. Allah mengingatkan hambanya untuk tidak tergoda pada cinta duniawi. Apalagi tergoda oleh tipu daya setan.
Seberat apa pun ujian datang, pertolongan Allah pasti akan datang dengan tetap berikhtiar dan taat perintah Allah dengan Ikhlas sebagai prinsip utama Ibadah. Peristiwa ini bukti nyata bahwa kebenaran Al-Qur’an tak diragukan lagi dan menjadi dasar perintah dalam Islam dalam ibadah kurban.
Umat Islam yang mampu diperintahkan untuk berkurban. Memberikan hewan terbaik untuk disembelih dan dibagikan kepada mereka yang betul-betul membutuhkan. Oleh karena itu, ketulusan dan keikhlasan adalah kuncinya, agar ibadah kurban yang dilaksanakan menjadi bermakna. Inilah Ikhlas yang tak membutuhkan balasan. Ikhlas berbuat untuk kemaslahatan sosial melalui ibadah kurban.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

