Tentang LAZISMU

#MemberiUntukNegeri
LAZISMU adalah lembaga zakat tingkat nasional yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan secara produktif dana zakat, infaq dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya.

LAZISMU yang didirikan pada tahun 2002 dan dikukuhkan legalitasnya hingga SK Menteri Agama No. 90 Tahun 2022, mengelola dana zakat dan infaq melalui manajemen modern yang amanah dan transparan. Keunggulan jaringannya yang tersebar luas di seluruh Indonesia menjadikan LAZISMU solusi nyata (problem solver) dalam memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan.
Selengkapnya

Pilar Program Lazismu

Mari kita dukung program-program yang dilaksanakan oleh Lazismu
Klik logo untuk melihat detail pilar
Selengkapnya

Info Terkini Lazismu

Berita terkini kegiatan Lazismu

Pulihkan Psikologis Anak-anak Pascagempa, Relawan Muhammadiyah Siap Dirikan Sekolah Darurat di Tenda Pengungsian

SIKKA -- Setelah peristiwa gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur pada pertengahan Agustus lalu, menurut data BNPB, pertanggal 20 Agustus 2026, sebanyak 502 fasilitas pendidikan alami kerusakan, termasuk di kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Anak-anak yang terdampak bencana gempa bumi tidak bersekolah karena gempa susulan masih terjadi. Relawan muhammadiyah yang tergabung dalam One Muhammadiyah One Response (OMOR), melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten Sikka.

Koordinator Klaster Pendidikan Relawan Muhammadiyah Sikka, Darman Eldin, menuturkan pendataan ini untuk memastikan anak-anak mendapat perhatian dan perlindungan. Darman mengatakan, berdasarkan informasi dari bupati perhatian terhadap nasib Pendidikan anak-anak masih minim.

“Relawan Muhammadiyah Sikka yang berjumlah 7 personil sebelum melakukan pendataan anak-anak sekolah, melakukan pendampingan psikososial.  Mereka diajak bermain dan bernyanyi bersama untuk menghilangkan trauma”, ujarnya saat dihubungi tim media Lazismu, Jum'at, (21/8/2026).

Jumlah warga terdampak yang melakukan pengungsian mandiri sekitar 96 jiwa dari tingkat TK, SD, SMP dan SMA. Dalam waktu dekat, kata Darman, setelah evaluasi bersama Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sikka, relawan Muhammadiyah akan melakukan pendirian sekolah darurat di barak pengungsian mandiri di depan kantor Bupati Sikka.

Darman merinci, pada klaster pendidikan ini akan dikelompokkan menjadi 5 kelas. Terdiri dari kelas TK dan kelas 1 SD satu kelas, kelas 2, 3 dan 4 satu kelas, kelas 5 dan 6 satu kelas dan SMP 1 kelas sedangkan pelajar SMA akan dijadikan guru pendamping di masing-masing tingkatan kelas.

“Untuk guru-guru kami libatkan menjadi relawan pendamping dari amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan. Sekolah darurat ini direspons positif berkat dukungan dari UPTD PPA Kabupaten Sikka yang diketua oleh PLT Setda Sikka”, jelasnya.

Kami sudah berkoordinasi dan alhamdulillah hari ini rapat bersama guru-guru dan hari Senin depan sekolah darurat akan dibuka sambil mempersiapkan alat-alat peraga dan alat-alat pendukung lainnya yang dibutuhkan relawan.

Kepedulian Muhammadiyah terhadap nasib anak-anak yang terdampak gempa bumi adalah langkah nyata untuk tetap memberikan layanan yang terbaik bagi anak-anak di masa tanggap darurat. Kebutuhan pendidikan dan pemulihan psikologis anak-anak menjadi perhatian yang mulai didorong oleh para relawan.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/darman eldin]

SELENGKAPNYA
21 Agustus 2026

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Terbitkan Surat Edaran Galang Dana Infak Salat Jum’at untuk Warga Terdampak Gempa NTT

YOGYAKARTA – Merespons perkembangan dan kondisi warga terdampak pascagempa di Nusa Tenggara Timur pada pertengahan Agustus lalu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menerbitkan surat edaran yang berisi tentang melaksanakan penggalangan dan penyaluran dana infak Salat Jumat (21 Agustus 2026) untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi di NTT.

Imbauan yang diterima tim media Lazismu tersebut, tergambar dari isi surat edaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Nomor 18/EDR/I.0/H/2026, dengan perihal ajakan Penghimpunan Infak Salat Jumat untuk Bantuan Kemanusiaan Korban Bencana Gempa Bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur.

Jum’at hari ini merupakan hari diberlakukannya penghimpunan dana infak kemanusiaan yang ditujukan kepada warga persyarikatan Muhammadiyah di seluruh unsur jajaran pimpinan. Melalui surat edaran itu, penggalangan dana diinstruksikan dengan jelas agar melibatkan partisipasi pimpinan Muhammadiyah mulai dari pimpinan pusat hingga pimpinan ranting.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dalam imbauannya mengarahkan proses penghimpunan dan penyaluran bantuan kemanusiaan dilakukan dengan koordinasi melalui Lazismu dan Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) pada masing-masing tingkatan pimpinan muhammadiyah.

Pendekatan dakwah kemanusiaan ini dimaksudkan agar seluruh bantuan dari semua unsur persyarikatan pemanfaatannya dikelola secara terpadu dan profesional. Proses penggalangan dana kemanusiaan ini diharapkan selaras dengan spirit One Muhammadiyah One Response (OMOR).

Pesan penting dari surat edaran tersebut agar semua pihak yang berpartisipasi mampu mengelolanya dengan baik dan transparans sehingga dalam pembuatan laporan program Indonesia Siaga kepada jajaran tingkatan pimpinan Muhammadiyah disampaikan secara akuntabel.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

SELENGKAPNYA
21 Agustus 2026

Kolaborasi Lazismu - TNI AL Kodaeral V Surabaya, Bantuan Kemanusiaan untuk Penyintas Gempa NTT Diberangkatkan dengan Armada KRI  

JAWA TIMUR -- Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Teluk Parigi 539, telah bersandar di dermaga Armatim TNI AL, Ujung Surabaya, pada Kamis, (20/8/2026). Buritan kapal terlihat jelas sejajar. Tangga menuju kapal terpasang aman, satu per satu paket bantuan kemanusiaan Lazismu diangkut dari truk untuk siap dikirimkan kepada warga terdampak gempa NTT.     

Pengiriman bantuan tersebut juga untuk mendukung aksi kemanusiaan Muhammadiyah melalui MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) Jawa Timur yang didukung Lazismu untuk program Indonesia Siaga di NTT. Total bantuan logistik amanah dari donatur itu senilai Rp 175 juta.

Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu Jawa Timur, Aditio Yudono, mengatakan barang bantuan logistik dikirimkan melalui jalur laut. Dengan menggunakan Kapal TNI Angkatan Laut (AL) KRI Teluk Parigi 539, tim Relawan MDMC siap diberangkatkan dengan kapal Dharma Lautan.

“Bismillah, aksi kemanusiaan ini mengirimkan bantuan logistik yang terdiri dari Family kit sebanyak 350 box, 1.440 Rendangmu produk kemasan inovatif Qurbanmu, 60 dos air minum dalam kemasan, terpal sepanjang 500 meter, genset, penguat sinyal internet, 100 pcs baju anak dan lainnya", kata Aditio di dermaga Armatim TNI AL.

Melalui program Indonesia Siaga untuk masa tanggap darurat pascagempa NTT, Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) PP Muhammadiyah telah menginstrusikan dan mengarahkan dukungan donasi kemanusiaan masyarakat lewat Lazismu.

Hal ini diperkuat oleh arahan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Majelis Lingkungan Hidup Penanggulangan Bencana (MLHPB) PWM Jatim yang turut mengirimkan 14 orang relawan dengan berbagai keahlian dan membentuk Pos Koordinasi (Poskor) bantuan untuk penyintas gempa di kota Ende.

Oleh karena itu, kata Aditio, Lazismu berkewajiban untuk mendukung pergerakan relawan dengan dukungan dana operasional dan sejumlah bantuan logistik. "Aksi kemanusiaan Muhammadiyah Jawa Timur di Flores akan ditempatkan di beberapa Pos Pelayanan yakni di kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur dan Nagekeo”, ujarnya.

Layanan yang akan diberikan meliputi layanan kesehatan dan dapur umum selama masa tanggap darurat 30 hari. Sesuai rencana dan jika tidak ada kendala barang bantuan akan sampai ke Flores dalam tempo 3 - 4 hari. Kecepatan Kapal pengangkut hanya 18 knot atau sekitar 36 km perjam, kata Aditio.

Layanan Dapur Umum akan segera diaktifkan. Bantuan logistik berupa bahan pokok makanan seperti beras, lauk, sayuran dan sebagainya akan dibelikan di daerah setempat. “Tentu dimaksudkan untuk membantu perekonomian penduduk lokal”, pungkasnya.

Mewakili Lazismu Jawa Timur, Aditio mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, khususnya pihak TNI AL Kodaeral V Surabaya dan segenap donatur yang memberikan kepercayaan kepada Lazismu untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan lewat moda transportasi laut.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Jawa Timur]   

SELENGKAPNYA
21 Agustus 2026
Catat, Ini Lokasi 7 Pos Koordinasi Muhammadiyah Masa Tanggap Darurat Gempa NTT

Catat, Ini Lokasi 7 Pos Koordinasi Muhammadiyah Masa Tanggap Darurat Gempa NTT

NUSA TENGGARA TIMUR Perkembangan masa tanggap darurat pascagempa di Nusa Tenggara Timur masih terus berlangsung. Berdasarkan laporan BNPB, tertanggal 20 Agustus 2026, jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 72 orang.

Masih dalam laporannya, untuk data korban luka-luka sebanyak 900 orang dan sejumlah 82.691 orang mengungsi serta ada 18.019 kepala keluar terdampak. Tidak hanya itu, kerugian materilnya ada 29.001 rumah rusak termasuk fasilitas ibadah dan fasilitas umum.

Dalam masa tanggap darurat selama 14 hari ke depan, sejak ditetapkan Bupati Manggarai Barat, sejak tanggal 15 Agustus hingga 28 Agustus 2026, Muhammadiyah telah bergerak mengirimkan relawannya untuk menangani warga terdampak untuk melayani kondisi kesehatannya.

Peran Penting Pendirian Pos Koordinasi

Respons bencana terus dilakukan untuk memberikan pertolongan kepada warga terdampak. Faktor risiko dan keterbatasan akses serta sumber daya manusia menjadi pertimbangan Muhammadiyah untuk mendirikan Pos Koordinasi.

Wakil Ketua LRB PP Muhammadiyah, Indrayanto mengatakan bahwa pendirian Pos Koordinasi merupakan bagian tata kelola dalam merespons bencana. Oleh karena itu, menurutnya Pos Koordinasi penanganan darurat bagian dari melaksanakan peraturan kepala BNPB Nomor 03 tahun 2016, tentang Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana.

“Di posko inilah komunikasi kedaruratan dilakukan dan sebagai kunci setiap aktivitas penanganan bencana di lapangan ada dalam satu koordinasi yang efektif”, pungkasnya. Semua informasi dan data yang masuk menjadi informasi berharga untuk bisa disampaikan dalam mengambil keputusan.

Daftar Poskorda dan Pos Pelayanan Muhammadiyah

Setiap kegiatan yang dilakukan dari Pos Koordinasi untuk memainkan peran pentingnya dalam  merencanakan dan mengevaluasinya penanganan pascabencaa setiap hari. Dalam prosesnya ada pelaporan, evaluasi dan rencana tindak lanjut.    

Muhammadiyah sendiri dalam masa tanggap darurat telah mendirikan Pos Koordinasi Wilayah yang berlokasi di Klinik Muhammadiyah Ende, Jalan Mahoni, Kelurahan Kota Ratu, Kecamatan Ende Utara, kabupaten Ende.

Adapun dalam pos koordinasi ini, Muhammadiyah mendirikan Pos Koordinasi Daerah dan Pos Pelayanan untuk memastikan daerah-daerah yang terdampak memperoleh penanganan bantuan dengan segera.

Berikut Alamat Pos Koordinasi Daerah dan Pos Pelayanan di Bawah Komando LRB Muhammadiyah:

SELENGKAPNYA
20 Agustus 2026
Tersiar Kabar Nakes Kewalahan Tangani Pasien, Muhammadiyah Gesit Kirim Paramedis

Tersiar Kabar Nakes Kewalahan Tangani Pasien, Muhammadiyah Gesit Kirim Paramedis

MANGGARAI TIMUR -- Tulisan pengakuan keterbatasan personil di media sosial yang ditulis dokter Melinda Bella dari Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM), Dampek, Manggarai Timur, mengundang perhatian banyak orang.

Pasalnya, kata dokter Melinda, kondisinya saat ini tidak aman. Saya hanya dokter satu-satunya di sini dengan ratusan korban. “Saya benar – benar tidak mampu, wilayah kerja saya cukup luas dan kurang lebih 17 ribu penduduk”, katanya.

Dokter Melinda dalam unggahannya, melanjutkan bahwa, kondisinya terisolasi. Akses jalan sulit karena banyak yang terputus dan longsor. Rumah-rumah banyak yang runtuh. Banyak korban yang luka berat sampai meninggal dunia. Sampai sekarang masih butuh bantuan tenaga kesehatan dari dinas kesehatan.

Dia mengakatakan alat dan obat-obatan terbatas. Listrik dan sinyal hilang. Gempa susulan masih terus terjadi sampai sekarang. Saya mohon ada bantuan tenaga dokter atau nakes lainnya. Fisik saya sudah tidak mampu melayani pasien sebanyak ini sendirian. Saya tidak istirahat dari kemarin sampai sekarang.

Informasi itu sampai ke Tim Kesehatan Muhammadiyah setelah beredar di media sosial. Dokter Ibrahim Sengaji yang bertugas di Klinik Utama Muhammadiyah Ende, lantas mengirimkan satu dokter dan dua perawat untuk mendukung pelayanan kesehatan di Puskesmas Dampek.

Seorang tenaga medis yang diterjunkan, dokter Baim, mengatakan tim kesehatan Muhammadiyah telah bergerak sejak hari pertama pascagempa di NTT. Bersama Klinik Muhammadiyah Ende, MDMC Ende, dan Klinik Muhammadiyah Maumere, tim relawan berangkat menuju Mbay pada Sabtu sekitar pukul 10.30 WITA.

Setibanya di Mbay, seperti dilansir dalam laman muhammadiyah.or.id pada Rabu, (19/8/2026), tim langsung bergerak menyisir lokasi yang berada di wilayah perbukitan setelah mendapatkan informasi mengenai potensi tsunami.

Pada hari kedua, dokter Baik dan Tim melanjutkan ke Riung, Kabupaten Ngada, lalu membuat pos pelayanan Muhammadiyah di Mbay dan berkoordinasi dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Ngada untuk membuat pos pelayanan di sana.

Di saat perjalanan menuju Manggarai Timur, kondisi sejumlah wilayah alami kerusakan cukup parah akibat gempa. Menimbang risiko dan keterbatasan akses, tim membawa logistik serta obat-obatan untuk mendukung pelayanan kesehatan untuk warga terdampak.

Tim memberikan pertolongan kepada warga, termasuk membersihkan luka dan melakukan tindakan medis seperti penjahitan luka. Saat berada di wilayah Pota malam hari, tim memperoleh informasi mengenai kondisi dokter Melinda yang seorang diri kewalahan menangani banyak pasien di Puskesmas Dampek.

Informasi tersebut juga tersiar di grup IDI bawah keterbatasan dokter Melinda menangani pasien yang banyak memberikan sinyal kepada dokter Baim untuk merapat mengirimkan tenaga medis bantuan ke Dampek.

Sampai berita viral ini ramai dibicarakan, Tim Kesehatan Muhammadiyah masih berkomitmen memberikan layanan kesehatan di Puskesmas Dampek. Tidak hanya memberikan layanan kesehatan, tim turut membantu proses evakuasi pasien yang segera mendapat penanganan lebih lanjut.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/muhammadiyah.or.id]

SELENGKAPNYA
19 Agustus 2026
Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah 70 Jiwa, OMOR Optimalkan Layanan Kesehatan

Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah 70 Jiwa, OMOR Optimalkan Layanan Kesehatan   

NUSA TENGGARA TIMUR -- Memasuki hari kelima pascagempa tektonik berkekuatan 7.7 magnitudo di Nusa Tenggara Timur, berdasarkan pendataan Badan Nasional penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 70 orang.  

Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan (18/8/2026), dalam konferensi pers, menuturkan bahwa korban meninggal dunia terbanyak di kabupaten Manggarai, sebanyak 27 jiwa.

Sementara itu, berdasarkan data Kementerian Kesehatan, korban luka luka sebanyak 1.182 orang. Korban terbanyak ada di kabupaten Manggarai Timur, dengan rincian 442 luka berat dan 513 luka ringan. “Dua kabupaten terdampak dengan jumlah korban jiwa dan pengungsi tertinggi berada di kabupaten Manggarai dan kabupetan Manggarai Timur,” ungkapnya.  

Dalam merespons situasi tanggap darurat tersebut, Direktur Operasi Basarnas, Laksma TNI Yudhi Bramantyo, masih melakukan penyisiran terhadap warga yang terdampak. Basarnas sampai dengan hari keempat mendukung layanan kesehatan bersama Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan serta mengevakuasi warga di lapangan.

Muhammadiyah Tambah Armada dan Personil

Di hari kelima, dalam laporan situasi terkini (19/8/2026), relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), masih terus melakukan koordinasi untuk memberikan layanan kepada warga terdampak. Indrayanto Wakil ketua LRB PP Muhammadiyah melalui MDMC mengatakan bahwa Muhammadiyah telah mengaktifkan Pos Koordinasi sebanyak 7 Pos Koordinasi Daerah dan mengaktifkan 10 Pos Layanan.

“Koordinasi dilakukan dengan pihak Muhammadiyah setempat dan tim pendukung serta berkoordinasi dengan BPBD dan pemerintah setempat”, ujarnya. Indrayanto menambahkan, pelayanan kesehatan telah dilakukan oleh Klinik Utama Muhammadiyah Ende, Klinik Muhammadiyah Maumere, dan PKU Muhammadiyah Bima.

Adapun penerima manfaat dari layanan darurat yang diberikan total penerima manfaatnya sebanyak 220 jiwa. Relawan One Muhammadiyah One Response (OMOR) juga telah mendistribusikan makanan siap saji dan bantuan logistik di Manggarai Timur, Nagekeo, dan Ende. Sebagai informasi tambahan, dengan dukungan Lazismu, kata Indra, Muhammadiyah telah memberangkatkan armada tambahan dan personil tambahan dari Jawa Timur.

Lazismu dalam mendukung respons bencana ini melalui program Indonesia Siaga, terus melakukan penggalangan dana dari masyarakat agar kebutuhan mendesak yang dibutuhkan warga terdampak seperti perlengkapan bayi (baby kit), alas tidur dan selimut, perlengkapan kebersihan (hygiene kit), sembako, tim relawan, air bersih, hunian, dan tim medis dapat segera disalurkan.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]   

SELENGKAPNYA
19 Agustus 2026
Lihat Berita Lainnya

Mitra

Dalam menyukseskan visi & misi Lazismu, kami selalu berkolaborasi dengan beberapa mitra
Selengkapnya

Masih Bingung Untuk Berzakat?

Untuk membantu kamu, maka terlebih dahulu klik tombol dibawah ini

Konsultasi

Sampaikan pertanyaan kamu kepada tim Layanan kami
Selengkapnya

Kalkulator Zakat

Hitung dan tunaikan zakat kamu
Selengkapnya

Laman Donasi

Beragam pilihan donasi zakat, infak dan sedekah dengan tema yang menarik
Selengkapnya
Kunjungi Pusat Layanan

Artikel Lazismu

Berita terkini kegiatan Lazismu
Kepedulian Terhadap Bencana Gempa Bumi: Berkhidmat Menolong Sesama

Kepedulian Terhadap Bencana Gempa Bumi: Berkhidmat Menolong Sesama

Bayangkan, anda tertidur lelap. Tidur malam cukup selama 7- 8 jam yang bermanfaat untuk kesehatan. Jaringan sel tubuh mengalami perbaikan dalam sistem tubuh yang bekerja untuk menguatkan kekebalan, menjaga kesehatan jantung dan mengoptimalkan fungsi kerja otak serta daya ingat. Selain itu, tidur malam yang cukup dapat menjaga emosi tetap stabil.

Tiba-tiba dalam nyenyak yang nikmat, kasur bergerak dan atap rumah berguncang hebat hingga merubuhkan bangunan. Tetangga dan kerabat dekat anda merasakan hal yang sama sehingga terkejut berlari keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Gempa bumi sedang menyapa kita dengan ujian musibah yang tidak mengenal waktu dan tempat.

Demikian hal yang dialami saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa bumi tektonik berkekuatan 7,7 magnitudo pada Sabtu, (15/8/2026) pukul 04.58 waktu setempat. Tujuh kabupaten di NTT merasakan dampaknya. Bahkan BNPB dalam datanya melaporkan bahwa ada dua kabupaten yang mengalami kerusakan dan dampak yang luar biasa yaitu kabupaten Manggarai dan kabupaten Manggarai Timur.

Data terkini dari BNPB, tertanggal 20 Agustus 2026, jumlah korban meninggal dunia menjadi 72 orang. Korban luka-luka sebanyak 900 orang, dan 82.691 orang mengungsi serta 18.019 kepala keluar terdampak. Tidak hanya itu, kerugian materilnya ada 29.001 rumah rusak termasuk fasilitas ibadah dan fasilitas umum.

Makna Bencana sebagai Buah Empati

Adalah penting untuk memandang bencana dari perspektif islam dan kemanusiaan. Dalam sudut pandang Fikih Bencana yang diterbitkan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah (2015), kata bencana memiliki padanan istilah dalam Al-Qur’an yaitu musibah, bala’, fitnah, ‘azab, fasad, halak, tadmir, tamziq, ‘iqab, dan nazilah.

Istilah – istilah tersebut mengandung makna yang berbeda-beda dalam teks dan konteksnya. Istilah Bala’ diartikan sebagai “cobaan untuk memperteguh keimanan”. Adapun istilah fitnah lebih dekat pada makna bencana sosial yang diakibatkan oleh ketegangan sosial antar manusia.

Sedangkan istilah Azab diartikan sebagai “ragam peristiwa yang menimpa manusia karena perbuatannya yang abai terhadap ketetapan dan hukum Allah”. Sementara istilah Fasad merupakan bencana yang diakibatkan oleh manusia yang bertentangan dengan ketetapan Allah.

Dalam makna lain tentang bencana, Halak bersandar pada suatu kehancuran dan kebinasaan yang menjadi hukum ketetapan Allah. Makna bencana lainnya melalui istilah Tadmir diartikan sebagai sifat dari suatu peristiwa yang berdampak merusak dan disebabkan oleh manusia juga oleh alam.

Selain itu, istilah Tamziq merupakan peristiwa buruk yang murni disebabkan oleh ulah manusia. Sedangkan istilah Iqab merupakan kejadian berupa hukuman disebabkan oleh sikap pengingkaran manusia terhadap Allah dan Rasul serta istilah Nazilah yang berarti bencana sebagai hukuman dari Allah untuk manusia.

Berdasarkan istilah dan makna bencana di atas, secara teknis dan konseptual kita sering menggunakannya secara bergantian. Oleh karena itu, makna dasar ini menjadi relevan sebagai bekal pengetahuan tentang bencana dari perspektif fikih islam karena berkaitan dengan wawasan kemanusiaan dan kepekaan sosial (empati).

Berkhidmat kepada Kemanusiaan

Setiap bencana mengandung hikmah dan pelajaran bagi setiap manusia, baik sebagai manusia yang terdampak atau tidak. Oleh karena itu, bencana harus disikapi dengan arif bijakasana agar kita mampu berkhidmat untuk merespons bencana tersebut. Sebagai pelajaran yang sudah terjadi maka manusia harus merencanakan mitigasinya, dan bagaimana merespons kedaruratannya hingga masa pemulihannya.

Hamim Ilyas dari Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah mengatakan bahwa berkhidmat terhadap bencana berarti menyelami makna terdalam. Hamim mendasarkan argumennya pada Surat Al-Maun tentang Yatim dan Miskin serta orang yang mendustai agama. Mengapa demikian, karena manusia yang tertimpa bencana mengalami kerugian bahkan kehilangan harta bendanya yang berharga. Bisa jadi bagi seorang anak, karena bencana orang tuanya berpulang dan Ia menjadi yatim duafa atau penyandang masalah kesejahteraan.

Oleh karena itu, menurut Hamim Ilyas, berkhidmat kepada yatim dan miskin dilakukan dengan empat prinsip: 1. Memuliakan, 2. Keberpihakan, 3. Memperlakukan dengan adil, dan 4.  Memberikan kebaikan nyata. Al-Qur’an telah menunjukkan bukti dari pengkhidmatan itu melalui upaya memberikan perlindungan dan santunan, memperhatikan masa depan, berlaku adil dan tidak bersikap kasar serta mengelola harta yang dimiliki yatim dengan cara terbaik.

Dengan upaya pengkhidmatan itu, akan ada usaha-usaha yang dapat dilakukan, misal setelah masa tanggap darurat bencana akan masuk pada fase pemulihan, sebagai ikhtiar menolong sesama bisa dilakukan dengan pemberdayaan masyarakat dengan 4 orientasi yang terus bisa dikembangkan sesuai kebutuhan, yaitu: 1. Pemberdayaan masyarakat yang berorientasi kesejahteraan, 2. Pemberdayaan masyarakat yang berorientasi kemandirian dan kelestarian, 3. Pemberdayaan masyarakat yang berorientasi advokasi dan perubahan sosial.   

Hal itu diperkuat oleh pemaknaan terhadap bencana yang diungkapkan oleh Pakar Manajemen Bencana dari PP Muhammadiyah, Rahmawati Husein bahwa bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.

Menurut Rahmawati Husein dalam memahami bencana dan pengelolaannya yang menjadi poin penting adalah dari tanggap darurat ke pengurangan resiko bencana.  Ia menilai sejauh ini masih ada sebagian masyarakat yang melihat bencana alam sebagai sesuatu yang datang di luar kemampuan manusia. Maka kecenderungannya menunggu kejadian tersebut dialami atau menimpa diri mereka tanpa ada pembelajaran untuk mitigasi dan penanggulangan risiko bencananya.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

SELENGKAPNYA
20 Agustus 2026
PERNYATAAN SIKAP LAZISMU

PERNYATAAN SIKAP LAZISMU

MENGECAM PENYANDERAAN 9 AKTIVIS KEMANUSIAAN INDONESIA DAN BANTUAN KEMANUSIAAN GLOBAL SUMUD FLOTILLA OLEH AKSI MILITER ISRAEL

Jakarta, 20 Mei 2026

Aksi militer Israel yang melancarkan penyergapan terhadap relawan kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0, menuju Gaza, Palestina, merupakan bentuk teror dan melanggar hukum internasional. Tindakan intersepsi itu terjadi pada Senin, 18 Mei 2026, di perairan internasional Siprus, tepatnya di kawasan Laut Mediterania Timur.

Misi kemanusiaan untuk Palestina yang diinisiasi oleh masyarakat global yang berjumlah 426 Relawan dari 40 negara berlayar menggunakan 50 kapal, merupakan aktivis kemanusiaan dari berbagai macam profesi. Salah satunya negara Indonesia, yang di dalamnya ada 9 orang aktivis kemanusiaan yang mewakili lembaga amil zakat dan jurnalis kemanusiaan.     

Berdasarkan informasi terbaru, pada 19 Mei 2026 pukul 21.02 WIB, militer Israel telah mencegat dan memaksa 40 kapal kemanusiaan tersebut untuk berhenti di perairan internasional. Kabar tersiar lainnya melalui media internasional yang sampai ke Indonesia, para relawan kemanusiaan ini dipaksa berlutut dengan kondisi tangan terikat di belakang.

Dengan bersenjata, pasukan militer Israel berjaga dari kapalnya memberikan ancaman. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, tetap pada pendiriannya sebagai upaya membela hak Israel mencegat kapal kemanusiaan itu. Bahkan, Netanyahu, memerintahkan agar semua aktivis kemanusiaan segera dideportasi.

Atas landasan hukum dan etika kemanusiaan, Kami dari Lembaga Amil Zakat Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LAZISMU), yang juga sebagai bagian dari lembaga pengelola zakat, menyatakan kerisauan atas krisis kemanusiaan yang terjadi menimpa aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0.

Kami sekaligus mengecam setiap bentuk intervensi yang dilakukan dengan kekerasan yang sewenang-wenang oleh pasukan militer Israel terhadap misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0.

Bantuan kemanusiaan amanah rakyat Indonesia, berupa pangan, logistik, dan penunjang medis serta kesehatan yang diambil-alih dengan paksa merupakan upaya perampasan, dan tidak semata menahan sementara tetapi menghentikan akses atas hak hidup rakyat Palestina. Ini juga merupakan bentuk perendahan martabat kemanusiaan dan solidaritas internasional, termasuk Indonesia.

Ancaman represif tersebut adalah pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional. Tindakan militer Israel, melanggar Pasal 59 Konvensi Jenewa IV (1949) serta Protokol Tambahan I Pasal 70 dan 71, yang mewajibkan perlindungan mutlak bagi personil pekerja kemanusiaan dan kewajiban untuk memfasilitasi akses lintasan bantuan tanpa hambatan.

Pencegatan distribusi bantuan kemanusiaan yang disengaja turut melukai wajah kemanusiaan dan ancaman kelaparan di Gaza, Palestina, serta mencederai prinsip-prinsip dasar kemanusiaan universal yang dijunjung tinggi oleh komitmen internasional yang dibuat pada World Humanitarian Summit 2016, sebagai Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 dan sejumlah inisiatif global lainnya.

Berpijak dari prinsip dasar kemanusiaan dan hukum humaniter internasional tersebut, Kami dari LAZISMU, dalam situasi darurat yang menyertai, dan atas nama solidaritas kemanusiaan, dengan ini menyampaikan pernyataan sikap:

  1. MENGECAM KERAS TINDAKAN REPRESIF YANG MENGEHENTIKAN MISI KEMANUSIAAN:  Tindakan pencegatan dan pembajakan KAPAL AKTIVIS KEMANUSIAAN di perairan internasional menodai niat baik masyarakat global. Kami menuntut agar seluruh armada kapal dan bantuan kemanusiaan dari Masyarakat Indonesia untuk rakyat Palestina seutuhnya dikembalikan agar misi kemanusiaan dapat berlanjut.
  2. MENUNTUT UNTUK SEGERA MEMBEBASKAN 9 AKTIVIS KEMANUSIAAN INDONESIA: Aktivis kemanusiaan Indonesia adalah delegasi yang berkomitmen menyampaikan bantuan. Maka, 9 orang yang ditahan harus segera dibebaskan oleh otoritas Israel dengan tetap mendesak dan menjaga keselamatan fisik dan mental mereka merupakan tanggung jawab penuh pihak yang menyandera.
  3. MEMINTA PEMERINTAH RI UNTUK LAKUKAN DARURAT DIPLOMASI KEMANUSIAAN: Menuntut Pemerintah Republik Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri, untuk mengambil langkah krusial dengan diplomasi kemanusiaan yang tegas di berbagai forum global agar keselamatan dan pembebasan para aktivis kemanusiaan segera terwujud. Hal itu merupakan langkah nyata "melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia" yang termaktub dalam UUD 1945.
  4. MEMPERKUAT ALIANSI PROAKTIF LINTAS ELEMEN KEMANUSIAAN: KAMI bersama seluruh elemen pegiat filantropi dan gerakan kemanusiaan lainnya akan terus berkoordinasi dengan intensif kepada PP Muhammadiyah dan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan mendukung Langkah Global Sumud Flotilla untuk memantau perkembangan dan berupaya melakukan dukungan pembebasan terhadap segenap aktivis kemanusiaan.

Berikut pernyataan sikap yang LAZISMU sampaikan sebagai wujud solidaritas kemanusiaan universal dan akan terus ikut mengawal dengan tetap menjunjung tinggi perlindungan akses kemanusuiaan global bagi hak kemerdekaan rakyat Palestina.

Kami menyerukan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak pernah lelah mengawal setiap aksi kemanusiaan, sekaligus memanfaatkan ruang-ruang media sosial dengan narasi solidaritas kemanusiaan dan dukungan penuh bagi kemerdekaan rakyat Palestina. LAZISMU juga menyerukan kepada Masyarakat Indonesia untuk tidak letih membantu rakyat Palestina.

  

SELENGKAPNYA
20 Mei 2026
Memilih Hewan Kurban, Kontribusi Sosial-Spiritual Terbaik untuk Idul Adha

Memilih Hewan Kurban, Kontribusi Sosial-Spiritual Terbaik untuk Idul Adha

Para pelaku usaha hewan kurban, menjelang Idul Adha mulai menjajakan hewan kurban terbaiknya. Di setiap sudut jalan, mereka menyiapkan suatu tempat yang luas dan pakan yang cukup agar hewan kurban tetap sehat dan bugar.

Tempat yang teduh dan nyaman untuk sapi, kambing dan domba adalah pilihan tepat, dilengkapi dengan lahan parkir yang luas untuk pembeli yang datang. Berlatar lapangan atau lahan yang representatif hewan kurban dirawat dengan baik sampai pembeli datang pilih yang terbaik.

Idul Adha tinggal menunggu hitungan hari. Pimpinan Pusat Muhammadiyah, telah menetapkan Idul Adha berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), Idul Adha jatuh pada, 10 Zulhijah 1447 Hijriah bertepatan dengan hari Rabu Wage, 27 Mei 2026 Masehi.

Umat Islam bersiap membentuk panitia kurban. Di masjid-masjid pengumuman ajakan berkurban beredar. Ada penawaran berkurban dengan kambing dan sapi maupun berkurban dengan cara berjamaah untuk 7 orang agar dapat satu ekor sapi. Itu semua adalah pilihan sesuai dengan kemampuan masing-masing untuk memberikan hewan kurban yang terbaik.

Memilih Hewan Kurban Layak Disembelih

Dalam hidup, kerap manusia bertindak dalam suatu pilihan. Memilih adalah menimbang, membandingkan dan kemudian memutuskan sesuatu yang dianggap pilihan terbaik dengan risiko minimal.

Berpikir yang sehat merupakan juri dalam bertindak bagi siapa pun. Termasuk dalam memilih hewan kurban yang layak. Menurut Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, ada beberapa kiat dalam memilih hewan kurban sesuai dengan syariat Islam. Terutama dari aspek fisik, kesehatan dan usia hewan kurban.    

Fisik Hewan Kurban

Dalam Fikih Kurban, fisik hewan kurban menjadi topik penting. Karena dalam memilih hewan kurban kriterianya tidak boleh dalam kondisi cacat dan berpenyakit. Hal ini, didasari pada hadis Rasulullah SAW, yang menganjurkan berkurban dengan dua ekor kibas bertanduk yang bagus.

Diriwayatkan oleh Anas bin Malik, bahwa Ia menyaksikan Rasulullah meletakkan kakinya di atas kedua unta tersebut, membaca basmalah, dan bertakbir (HR. Muslim, at-Tirmidzi, dan an-Nasai).

Kesaksian lain diungkap oleh Abi Said al-Khudri, diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW berkurban dengan seekor kambing bertanduk yang jantan, dengan perut, kaki, dan keliling mata berwarna hitam (HR. at-Tirmidzi). Dalam hadis lain, dijelaskan, ada empat jenis hewan yang tidak boleh dijadikan kurban: hewan yang buta sebelah matanya, yang sakit jelas terlihat, yang pincang jelas tampak, dan yang sangat kurus serta tidak bersih (HR. Abu Dawud).

Kesehatan Hewan Kurban

Sementara itu, dalam aspek kesehatan tak kalah penting. Terbebas dari penyakit adalah keniscayaan. Jika hewan kurban sakit harus terlihat jelas. Tidak kurus dan kaki tidak pincang. Aspek kesehatan ini, hemat Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah bukan sekadar urusan syariat, tapi suatu penegasan, kandungan dagingnya bernilai layak konsumsi bagi penerima manfaat.

Dalam memilih hewan kurban tersebut yang sesuai kriteria, adalah bentuk ketaatan dan penghormatan atas segenap ibadah umat Islam yang diperintahkan Allah SWT. Keikhlasan dan kesanggupan menunaikan ibadah kurban bagian dari kontribusi sosial yang dilandasi tauhid sebagai wujud bersyukur atas nikmat dan karunia-Nya sesama umat Islam.

Usia Hewan Kurban

Setelah mempertimbangkan aspek fisik dan kesehatan hewan kurban, ada baiknya umat Islam saat membeli hewan kurban menanyakan usia hewan kurban tersebut. Hal ini untuk memastikan bahwa fisik dan kesehatan relevan dengan usianya.

Adapun hewan kurban yang memenuhi syarat untuk dikurbankan, menurut Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah dari aspek usianya, antara lain, unta usianya genap berumur 5 tahun, sapi genap berumur 2 tahun dan kambing telah genap berumur 1 tahun.

Sebagai informasi tambahan, pastikan dalam memilih hewan kurban dari para penjual untuk tidak sungkan bertanya tentang Sertifikat Kelayakan Kesehatan Hewan Kurban (SKKHK). Sertifikasi tersebut menjadi penting karena rantai pasok hewan kurban menjelang Idul Adha dari berbagai daerah lumayan tinggi.

Untuk mempersembahkan hewan kurban terbaik tentu ditopang dengan bagaimana cara memilih yang tepat dan benar serta tidak terburu-buru. Paling minimal kita dapat melihat dengan jelas bahwa hewan kurban yang layak itu nafsu makannya tinggi, bergerak dengan aktif, setiap sudut matanya tidak berair, kondisinya bersih dan tidak kurus-tirus.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]     

SELENGKAPNYA
11 Mei 2026
Lihat Lainnya
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross