Tentang LAZISMU

#MemberiUntukNegeri
LAZISMU adalah lembaga zakat tingkat nasional yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan secara produktif dana zakat, infaq dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya.

LAZISMU yang didirikan pada tahun 2002 dan dikukuhkan legalitasnya hingga SK Menteri Agama No. 90 Tahun 2022, mengelola dana zakat dan infaq melalui manajemen modern yang amanah dan transparan. Keunggulan jaringannya yang tersebar luas di seluruh Indonesia menjadikan LAZISMU solusi nyata (problem solver) dalam memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan.
Selengkapnya

Pilar Program Lazismu

Mari kita dukung program-program yang dilaksanakan oleh Lazismu
Klik logo untuk melihat detail pilar
Selengkapnya

Info Terkini Lazismu

Berita terkini kegiatan Lazismu

Resepsi Milad Lazismu, Dampak Sinyal Integrasi Data Pengentasan Kemiskinan Jadi Sorotan

JAKARTA – Belum tuntas mengupas dampak program pemberdayaan, arena gerakan filantropi malah dikabarkan oleh Kemenag RI akan dibuatkan tampilan data visual (dashboard) bersama yang berbasis waktu nyata dalam agenda pengentasan kemiskinan.

Badan dan lembaga amil zakat akan bersama-sama menyajikan data itu dari aksi layanannnya. Kendati jalan program pemberdayaannya berbeda-beda, tujuannya sama yaitu pengentasan kemiskinan dan wujudkan kesejahteraan.

Jelang akhir Juli 2026, Lazismu menggelar Resepsi Milad ke – 24 di Gedung Perpustakaan Nasional RI, Jakarta pada Rabu (29/7/2026). Lazismu Wilayah secara nasional merapat lewat daring dan mitra kolaborasi dari entitas perusahaan hadir mengikuti jalannya resepsi yang berlangsung meriah.

Di hari jadinya yang jatuh pada 4 Juli 2022, acara puncak milad Lazismu mengusung tema Integrasi Menguatkan Dampak. Tema tersebut merupakan refleksi perjalanan Lazismu atas kiprahnya di kancah nasional gerakan filantropi Islam selama 24 tahun.

Ketua Badan Pengurus Lazismui Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais mengatakan bahwa makna dampak mengandung pesan untuk perlu memperkuat diri kita dari sisi integrasi tata kelola kelembagaan dan sistem data. “Integrasi tersebut harus dilakukan berdasarkan kebutuhan masyarakat. Apa yang bisa dibantu untuk menjawab persoalan masyarakat”, jelasnya.

Maka integrasi harus menjadi pijakan agar potensi yang dimiliki Lazismu dapat bergerak dalam satu kerangka yang terarah dan menghasilkan dampak yang lebih luas. Mujadid menilai bahwa amil itu harus mendengar dan peka terhadap isi hati masyarakat. Dengan mendengar problem itu amil dapat menjawan persoalan masyarakakat yang dibutuhkan secara tepat sasaran.

Lahan dakwah gerakan filantropi begitu luas, karena itu perlu dipikirkan dan direncanakan jalan transformasi yang hendak dicapai agar mustahik bisa menjadi sejahtera. Indikatornya, kata Mujadid ada dua yakni penguatan tata kelola dan program yang berdampak.

Luput Dari Perhatian

Integrasi data kemiskinan sebetulnya sudah sering dibicarakan banyak pihak termasuk pemerintah sendiri.  Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI, Waryono Abdul Ghafur mengaku hal ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Perhatian yang sama disampaikan Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hilman Latief bahwa sebagai peneliti dan pelaku gerakan  filantropi eksposur data masih luput dari perhatian.

Menurutnya, Ia masih sulit menemukan lembaga filantopi di Indonesia yang memiliki kualitas data. Ekosistem gerakan zakat memang tumbuh dan berkembang. Bahkan menjadi kekuatan tersendiri yang ditopang oleh sistem dan modal kulturalnya yang kompleks.

“Hanya saja kekuatan data itu belum terhubung oleh entitas lain seperti perusahaan dan industri keuangan. Impiannya berbagai program pemberdayaan yang dilakukan lembaga amil zakat saling terhubung. Potensi besar itu belum sepenuhnya didengar di kancah internasional”, pungkasnya.

Kita memiliki inovasi praktik baik yang banyak, tetapi belum cukup andal dalam eksposur kepada dunia. Oleh karena itu, dalam amanahnya, Hilman menggariskan bahwa data, literasi dan eksposur perlu diperkuat kembali.

Hingga kini, menurut Waryono, kita masih berusaha untuk melakukan integrasi keuangan. Sementara kita akan melangkah menuju integrasi data, tentu saja ini bukan hal yang mudah.

Dalam aspek integrasi dan program yang berdampak saja perlu beberapa instrumen. Lalu bagaimana menguatkan muzaki dan pengumpulan besar sangat dipengaruhi oleh muzaki.

“Ukuran kesuksesan badan dan lembaga amil adalah seberapa banyak pada dampak. Ini tantangan kita semua. Kendati mandatori lembaga amil zakat itu jelas namun dampaknya harus lebih bisa dirasakan oleh masyarakat”, tuturnya.

Yang menjadi perhatian bersama, jangan sampai terjadi bahwa dengan hasil penghimpunan yang besar tapi lingkungan di sekitar kita masih ada orang yang berselimut kemiskinan. Artinya, tegas Waryono, programnya belum berdampak pada orang miskin.

Kembali pada isu integrasi data, ke depannya kita akan mendesain dashboard. Suatu tampilan data visual bersama yang dapat dijadikan informasi untuk membaca pertumbuhan dan perkembangan layanan program lembaga amil zakat yang juga nantinya terhubung ke lembaga terkait seperti Kementerian.

Integrasi data berasal dari komunikasi dan koordinasi lintas lembaga. Wakil Ketua Baznas, Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan bahwa tema yang diangkat Lazismu sangat menarik. Sekaligus menjadi tantangan pengelolaan zakat selama ini, kata Sa’adi.

“Potensi zakat sangat besar dan kita sering mengitung, mengkalkulasi dan hanya sekian persen potensi itu kita raih. Potensi itu bisa terus hasilkan dengan dampak yang kuat bagi kehidupan masyarakat kita”, paparnya.

Hemat Sa’adi, tema milad Lazismu ini kita tangkap sebagai satu kekuatan agar kita bisa lakukan bersama. Sa’adi mewakili Baznas mengatakan setidaknya jalan integrasi itu menyajikan integrasi kelembagaan, integrasi data dan integrasi sumber daya. “Masing-masing saling melengkapi dan menjangkau kebutuhan masyarakat. Tidak semua bisa diintegrasikan paling tidak integrasi data untuk menyelesaikan tumpang tindih selama ini”, tandasnya.

Dalam kesempatan berbeda, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan empat pesan kepada Lazismu untuk menjadi kekuatan yang terintegrasi dan berdampak.  Pesan itu antara lain, kata Haedar yaitu konsolidasi jaringan Lazismu secara nasional dan Lazismu di luar negeri.

“Ini menjadi kunci utama tujuan integrasi dalam membangun soliditas di dalam sistem pengorganisasian”, jelasnya. Pesan kedua integrasi dinamika gerakan yang progresif dan meluas, dan pesan ketiga, integrasi aktivitas pentasyarufan dan pemanfaatan dana ZISKA yang terkumpul di lingkungan persyarikatan dengan lebih terpadu. Pesan terakhir, kata Haedar, meningkatkan jejaring sehingga kolaborasi dengan berbagai pihak terus menambah penghimpunan agar lebih luas dan besar jangkauannya.

Kemudian sambung dia, bagaimana potensi yang ada itu terus digali oleh Lazismu dengan berbagai pendekatan. Saluran publikasi harus terus dilakukan secara terus-menerus. Mari manfaatkan teknologi infomasi seperti media sosial. Ini langkah menemukan relasi baru yang masif dan strukturnya luas, tutupnya.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

SELENGKAPNYA
30 Juli 2026

Direktur Pemberdayaan ZISWAF Kemenag RI, Waryono: Tujuan LAZ Mengentaskan Kemiskinan

JAKARTA -- Milad ke – 24 Lazismu temanya menarik yaitu Integrasi Menguatkan Dampak. Ini yang sebenarnya sering disampaikan di berbagai pertemuan. Hampir semua orang membicarakan tapi tidak mudah.

Demikian disampaikan Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Waryono Abdul Ghafur, dalam Resepsi Milad ke-24 Lazismu, di Perpusnas, Jakarta pada Rabu, (29/7/2026). Menurutnya, kita sering berusaha mengintegrasikan uang, sementara mengintegrasikan data saja tidak mudah.

Inti yang ingin saya sampaikan pada resepsi milad ini, kata Waryono, sasaran badan atau lembaga amil zakat itu fakir dan miskin. Ini pekerjaan rumah kita di berbagai kesempatan. Sampai hari ini fakir dan miskin sama kondisinya dan bagaimana menaikan kelas mereka itu tidak mudah.

“Pengukurannyan juga perlu beberapa instrumen dan bagaimana menguatkan muzaki, maka pengumpulan besar sangat dipengaruhi oleh muzaki”, jelasnya. Menarik apa yang ditemukan dalam penelitian Amelia Fauzia, bahwa lima puluh persen lebih muzaki masih menyalurkan donasinya di luar lembaga amil zakat.

Alhamdulillah, sekali lagi, selamat kepada Lazismu yang usianya genap 24, artinya lembaga ini secara usia sudah matang. Oleh karena itu, saya berterima kasih ada beberapa lembaga amil zakat yang berdiri menjadi bagian dari ormas keagamaan. Lembaga amil zakat ini yang membantu kementerian agama yang tugasnya melakukan pembinaan dan pengawasan.

“Tanpa audit sebetulnya sudah bisa dipantau, betul tidak tata kelolanya. Artinya meringankan tugas negara”, ujarnya. Ada banyak harapan dari masyarakat yang diarahkan ke lembaga amil zakat untuk lebih besar lagi perannya dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan.

Ukuran kesuksesan badan dan lembaga amil adalah seberapa banyak pada dampak. Ini tantangan kita semua hari ini. Meski dalam konteks negara, Baznas atau lembaga amil zakat itu bukan mandatori. “Mandatorinya lebih tinggi yaitu dari gusti Allah. Dampaknya lebih bisa dirasakan oleh Masyarakat”, tuturnya.

Jangan sampai kita bangga dengan pengumpulan yang besar, tapi di sisi kanan dan kirinya masih berkumpul orang miskin. Berarti kata Waryono, programnya belum berdampak pada orang miskin.

Selanjutnya kita akan punya dashboard bersama. Para pimpinan badan dan lembaga amil zakat semua harus ikut dalam system informasi data kemiskinan. Kemudian dari situ akan ada survei tentang pertumbuhan dan perubahan yang terjadi seperti apa.

Semua akan terloihat datanya secara langsung (real time). Berikutnya kami sebagai regulator yang bekerja sama dengen kementerian lain tentang dampaknya dan berusaha untuk orkestrasi agar jalannya memiliki tujuan yang sama. Tidak lain tujuan itu mengentaskan kemiskinan dan wujudkan kesejahteraan.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

SELENGKAPNYA
29 Juli 2026

Milad ke-24 Lazismu, Integrasi Menguatkan Dampak itu Mendengarkan Isi Hati Masyarakat

JAKARTA – Resepsi Milad ke-24 Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu), dihelat di Aula lantai 4 Perpustakaan Nasional, Gambir, Jakarta Pusat pada Rabu, (29/7/2026). Tema milad Lazismu tahun ini mengusung topik “Integrasi Menguatkan Dampak”.

Dalam acara puncak milad ini, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, mengatakan di hari ini kita melakukan refleksi perjalanan Lazismu selama 24 tahun, yang lahir pada 4 Juli 2022. Tema tersebut hadir dari spirit Lazismu dalam rakernas tahun 2025 di Kalimantan Selatan.

“Kita melihat kembali rencana strategis yang didalamnya ada spirit untuk melakukan transformasi yang terintegrasi dan berdampak”, ujarnya. Ini adalah momentum untuk memperkuat integrasi dalam tata kelola secara kelembagaan dan memperluas kolaborasi untuk meningkatkan dampak dalam program pemberdayaan masyarakat.

Mujadid Rais mengatakan, makna berdampak di sini artinya kita perlu memperkuat diri kita. Memperkuat tata kelola kelembagaan dan sistem data. “Integrasi antara sistem tersebut  harus dilakukan berdasarkan kebutuhan masyarakat. Apa yang bisa kita bantu untuk memberikan solusi dari masalah yang mereka hadapi”, pungkasnya.

Maka integrasi harus menjadi landasan agar segenap potensi yang dimiliki Lazismu dapat bergerak dalam satu kerangka yang terarah dan menghasilkan dampak yang lebih luas. Lazismu harus hadir menyelami dan memahami apa yang dirasakan masyarakat. Dengan mendengar problem itu masyarakakat mendapatkan tempat yang tepat untuk mengutarakan isi hatinya.  

Ia menilai, apa yang kita pikirkan dan bagaimana transformasi itu didesain dalam pemberdayaan masyarakat adalah mengubah seorang mustahik menjadi sejahtera. Indikatornya ada dua yaitu tata kelola dan dampak.

“Ikhtiar ini perlu duduk bersama untuk mengukur capaian yang diperoleh sehingga mustahik bisa menjadi muzaki”, tandasnya. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas mustahik juga penting karena yang jadi fokus utamanya adalah manusia.

Terakhir, lanjutnya, program-program yang ada dan dilakukan Lazismu agar bisa diukur yang dampaknya dapat dilihat dan para mitra mendapatkan umpan balik.  Inilah yang Lazismu inginkan dalam tata kelolanya agar dapat mempertemukan semua pihak dan mitra-mitra Lazismu.       

[Kelembagan dan Humas Lazismu Pusat]

SELENGKAPNYA
29 Juli 2026

Merawat Kepercayaan Muzaki Lazismu Bali Laksanakan Audit Keuangan Bersama KAP

DENPASAR -- Beberapa Lazismu wilayah setelah melakukan proses audit hampir selalu mendapat wawasan terkait tata kelola keuangan dan kepatuhan. Kini giliran Lazismu Wilayah Bali, pada Senin, (27/7/2026), menggelar proses audit keuangan.

Proses audit berkelanjutan ini menjadi langkah strategis Lazismu dalam menjaga komitmennya pada nilai transparansi, profesionalisme, serta akuntabilitas pengelolaan dana zakat, infak, sedekah dan dana sosial keagamaan lainnya di Pulau Dewata.

Pelaksanaan audit keuangan kali ini diikuti oleh tiga entitas kantor Lazismu di antaranya Lazismu Wilayah Bali, Lazismu Daerah Buleleng, dan Lazismu Daerah Denpasar, dengan melibatkan auditor independen dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Abdul Hamid & Rekan.

Ketua Lazismu Wilayah Bali, Riza Putra, mengatakan bahwa audit eksternal secara berkala merupakan standar mutlak bagi lembaga pengelola dana publik untuk terus merawat kepercayaan masyarakat dan para muzaki.

"Syukur alhamdulillah, proses audit keuangan bersama KAP Abdul Hamid & Rekan hari ini berjalan dengan lancar secara daring. Pelaksanaan audit ini tidak melulu kewajiban administratif, tetapi wujud tanggung jawab moral dan bentuk komitmen Lazismu Wilayah Bali untuk terus menjaga Amanah”, tandasnya.

Kami ingin memastikan setiap rupiah yang dikelola oleh Lazismu dan dipercayakan kepada kami dapat dipertanggungjawabkan secara transparans. Tantangan dan peluang pengelolaan zakat di Bali menjadi realitas yang harus dicari solusinya.  

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Audit dan Kepatuhan Lazismu Wilayah Bali, Edo Donnes, menjelaskan bahwa pemeriksaan menyeluruh ini bertujuan untuk memastikan tata kelola keuangan di seluruh tingkatan telah memenuhi standar akuntansi keuangan dan kepatuhan yang berlaku.

"Melalui audit independen bersama KAP Abdul Hamid & Rekan, kami melakukan evaluasi terhadap kepatuhan prosedur serta kelayakan laporan keuangan, baik di tingkat wilayah maupun daerah seperti Buleleng dan Denpasar”, ujarnya.

Harapannya, hasil audit ini semakin memperkuat sistem pengendalian internal Lazismu agar semakin akuntabel. Dengan selesainya rangkaian proses audit, Lazismu di Wilayah Bali, Daerah Buleleng dan Denpasar optimis dapat terus meningkatkan kinerja pelayanan zakat serta memperluas jangkauan penerima manfaat program pendayagunaan bagi masyarakat.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Bali]

SELENGKAPNYA
28 Juli 2026
Tiga Utusan Lazismu Wilayah NTB Ikuti Uji Kompetensi Kerja Amil Berstandar Nasional

Tiga Utusan Lazismu Wilayah NTB Ikuti Uji Kompetensi Kerja Amil Berstandar Nasional

LOMBOK -- Lazismu terus memperkuat komitmennya dalam tata kelola zakat yang profesional, akuntabel, dan terpercaya melalui penyelenggaraan Sertifikasi Amil Lazismu 2026. Kegiatan itu berlangsung di Kota Malang, Jawa Timur, pada 24–25 Juli 2026, yang diikuti 44 amil dari berbagai wilayah di Indonesia, termasuk tiga amil dari Lazismu Wilayah Nusa Tenggara Barat.

Salah seorang amil dari perwakilan Lazismu Wilayah NTB, Rahman mengatakan bahwa sertifikasi ini sangat penting diikuti agar menjadi bekal dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada muzaki dan mustahik. Rahman merinci, utusan amil terdiri atas satu orang dari Lazismu Wilayah NTB dan dua orang dari Lazismu Kantor Daerah Kota Bima.

"Bersama utusan amil lainnya, kami dalam kegiatan sertifikasi berupaya untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola dalam pelayanan kepada muzaki dan mustahik. Hal ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus belajar membangun tata kelola kelembagaan yang sesuai dengan standar nasional," kata Rahman.

Dalam proses sertifikasi, sambung Rahman, peserta mengikuti uji kompetensi berbasis portofolio yang mengukur kinerja amil dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sesuai standar nasional. Aspek penilaian mencakup kepatuhan syariah, regulasi yang berlaku, etika pelayanan kepada muzaki, hingga kecermatan yang tepat dalam pendistribusian dan pendayagunaan program kepada mustahik.

Ketua Badan Pengurus Lazismu Jawa Timur, Imam Hambali, mengungkapkan bahwa peningkatan kapasitas amil merupakan langkah pedagogis untuk menjawab ekspektasi masyarakat terhadap pengelolaan lembaga amil zakat yang semakin tumbuh dan berkembang.

"Lazismu berusaha untuk menerapkan prinsip good governance yang benar-benar terimplementasi di seluruh lingkungan Lazismu. Karena itu, kami mendorong amil untuk belajar meningkatkan kompetensinya”, pungkasnya.

Sertifikasi amil merupakan kewajiban yang harus diikuti amil sesuai standar nasional yang telah ditetapkan negara. Menurut Imam, melalui amil yang kompeten maka akan berdampak pada tata kelola lembaga sehingga meningkatkan kepercayaan para donatur dalam setiap amanahnya.

Komitmen terhadap peningkatan kualitas tersebut juga menjadi latar belakang Lazismu Jawa Timur untuk kinerjanya termasuk utusan amil dari Lazismu NTB. Sertifikasi Amil Lazismu 2026 dibagi dalam tiga skema kompetensi, yaitu Pelaksanaan Pengumpulan Zakat, Pelaksanaan Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat, serta skema gabungan Pelaksanaan Pengumpulan Zakat dan Pelaksanaan Pendistribusian serta Pendayagunaan Zakat.

Sebelum mengikuti asesmen dalam proses sertifikasi, seluruh amil diwajibkan menyusun dan melengkapi portofolio sesuai unit kompetensi yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2021.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Rahman]

SELENGKAPNYA
25 Juli 2026
Gelar Uji Kompetensi Amil, Lazismu Jawa Timur Pastikan Kompetensi Berstandar BNSP

Gelar Uji Kompetensi Amil, Lazismu Jawa Timur Pastikan Kompetensi Berstandar BNSP

MALANG – Komitmen amil untuk meningkatkan kapasitasnya merupakan langkah nyata meningkatkan kualitas tata kelola lembaga amil zakat yang profesional. Lazismu Jawa Timur melalui penyelenggaraan Uji Kompetensi Amil Bersertifikat BNSP Tahun 2026, memastikan setiap amil memiliki kompetensi yang terstandar, akuntabel, dan diakui secara nasional.

Uji kompetensi diselenggarakan selama dua hari, pada Jum’at – Sabtu, 24 – 25 Juli 2026, di UPT PTKS Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Kota Malang, dengan menghadirkan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) PP Muhammadiyah sebagai penyelenggara sertifikasi yang telah memiliki lisensi resmi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk skema kompetensi amil lembaga zakat.

Ketua Badan Pengurus Lazismu Jawa Timur, Imam Hambali, mengatakan bahwa sertifikasi kompetensi merupakan kebutuhan yang tidak bisa lagi ditunda di tengah meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga amil zakat.

"Uji kompetensi batch pertama ini langkah strategis bagi Lazismu Jawa Timur dalam memperkuat kualitas kompetensi amil agar semakin profesional, memiliki standar kerja yang jelas, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat”, paparnya. Profesionalisme amil fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya.

Selaras dengan hal itu, Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Jawa Timur, M. Masrukh, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan pelaksanaan batch pertama sertifikasi amil di Jawa Timur dan akan menjadi program berkelanjutan.

Menurut Masrukh, keberadaan LSP PP Muhammadiyah yang telah memperoleh lisensi resmi BNSP membuka peluang besar bagi seluruh amil Muhammadiyah untuk memperoleh pengakuan kompetensi secara nasional.

"Uji kompetensi amil selanjutnya akan dilaksanakan secara periodik. Semakin banyak amil Lazismu yang memiliki sertifikat kompetensi maka kualitas layanan dan tata kelola lembaga zakat semakin meningkat sesuai standar nasional", harapnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Jawa Timur, Zaenal Abidin, sekaligus Tim Pelaksana kegiatan, menjelaskan bahwa sertifikasi kali ini menggunakan dua skema kompetensi, yakni Skema Penghimpunan ZISKA dan Skema Pendistribusian ZISKA.

Ada 43 peserta mengikuti uji kompetensi amil, tidak hanya berasal dari amil Lazismu se-Jawa Timur, tetapi juga diikuti oleh utusan dari berbagai wilayah Muhammadiyah seperti Kantor Layanan Lazismu Aisyiyah Banggai, sebanyak 2 orang, Lazismu Banjarbaru 4 orang, Lazismu Kalimantan Selatan 1 orang, Lazismu Kota Bima 3 orang, dan Lazismu Hulu Sungai Selatan 1 orang.

"Kami ingin meyakinkan bahwa amil tidak hanya memiliki semangat melayani, tetapi juga dibekali kompetensi yang terukur dan diakui negara. Dengan demikian, kualitas pelayanan kepada para muzaki, mustahik, dan seluruh pemangku kepentingan akan semakin baik," ujar Zaenal.

Hari pertama kegiatan diisi dengan penyegaran materi dasar sebagai penguatan substansi kompetensi. Materi penghimpunan dan pendayagunaan ZISKA disampaikan oleh para akademisi Muhammadiyah, yaitu Dian Berkah dari Universitas Muhammadiyah Surabaya, Anwar Hariyono dari Universitas Muhammadiyah Gresik, dan Kumara Aji dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.

Pada hari kedua, seluruh peserta mengikuti asemen kompetensi yang dilaksanakan oleh asesor resmi dari LSP PP Muhammadiyah sesuai standar BNSP melalui serangkaian uji portofolio dan wawancara kompetensi.

Melalui sertifikasi ini, Lazismu Jawa Timur optimistis akan semakin memperkuat legitimasi kelembagaan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat. Profesionalisme amil bukan sekadar tuntutan organisasi, melainkan bagian dari ikhtiar menghadirkan pelayanan filantropi Islam yang berkualitas, berintegritas, transparans dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Ddt]

SELENGKAPNYA
25 Juli 2026
Lihat Berita Lainnya

Mitra

Dalam menyukseskan visi & misi Lazismu, kami selalu berkolaborasi dengan beberapa mitra
Selengkapnya

Masih Bingung Untuk Berzakat?

Untuk membantu kamu, maka terlebih dahulu klik tombol dibawah ini

Konsultasi

Sampaikan pertanyaan kamu kepada tim Layanan kami
Selengkapnya

Kalkulator Zakat

Hitung dan tunaikan zakat kamu
Selengkapnya

Laman Donasi

Beragam pilihan donasi zakat, infak dan sedekah dengan tema yang menarik
Selengkapnya
Kunjungi Pusat Layanan

Artikel Lazismu

Berita terkini kegiatan Lazismu
PERNYATAAN SIKAP LAZISMU

PERNYATAAN SIKAP LAZISMU

MENGECAM PENYANDERAAN 9 AKTIVIS KEMANUSIAAN INDONESIA DAN BANTUAN KEMANUSIAAN GLOBAL SUMUD FLOTILLA OLEH AKSI MILITER ISRAEL

Jakarta, 20 Mei 2026

Aksi militer Israel yang melancarkan penyergapan terhadap relawan kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0, menuju Gaza, Palestina, merupakan bentuk teror dan melanggar hukum internasional. Tindakan intersepsi itu terjadi pada Senin, 18 Mei 2026, di perairan internasional Siprus, tepatnya di kawasan Laut Mediterania Timur.

Misi kemanusiaan untuk Palestina yang diinisiasi oleh masyarakat global yang berjumlah 426 Relawan dari 40 negara berlayar menggunakan 50 kapal, merupakan aktivis kemanusiaan dari berbagai macam profesi. Salah satunya negara Indonesia, yang di dalamnya ada 9 orang aktivis kemanusiaan yang mewakili lembaga amil zakat dan jurnalis kemanusiaan.     

Berdasarkan informasi terbaru, pada 19 Mei 2026 pukul 21.02 WIB, militer Israel telah mencegat dan memaksa 40 kapal kemanusiaan tersebut untuk berhenti di perairan internasional. Kabar tersiar lainnya melalui media internasional yang sampai ke Indonesia, para relawan kemanusiaan ini dipaksa berlutut dengan kondisi tangan terikat di belakang.

Dengan bersenjata, pasukan militer Israel berjaga dari kapalnya memberikan ancaman. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, tetap pada pendiriannya sebagai upaya membela hak Israel mencegat kapal kemanusiaan itu. Bahkan, Netanyahu, memerintahkan agar semua aktivis kemanusiaan segera dideportasi.

Atas landasan hukum dan etika kemanusiaan, Kami dari Lembaga Amil Zakat Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LAZISMU), yang juga sebagai bagian dari lembaga pengelola zakat, menyatakan kerisauan atas krisis kemanusiaan yang terjadi menimpa aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0.

Kami sekaligus mengecam setiap bentuk intervensi yang dilakukan dengan kekerasan yang sewenang-wenang oleh pasukan militer Israel terhadap misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0.

Bantuan kemanusiaan amanah rakyat Indonesia, berupa pangan, logistik, dan penunjang medis serta kesehatan yang diambil-alih dengan paksa merupakan upaya perampasan, dan tidak semata menahan sementara tetapi menghentikan akses atas hak hidup rakyat Palestina. Ini juga merupakan bentuk perendahan martabat kemanusiaan dan solidaritas internasional, termasuk Indonesia.

Ancaman represif tersebut adalah pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional. Tindakan militer Israel, melanggar Pasal 59 Konvensi Jenewa IV (1949) serta Protokol Tambahan I Pasal 70 dan 71, yang mewajibkan perlindungan mutlak bagi personil pekerja kemanusiaan dan kewajiban untuk memfasilitasi akses lintasan bantuan tanpa hambatan.

Pencegatan distribusi bantuan kemanusiaan yang disengaja turut melukai wajah kemanusiaan dan ancaman kelaparan di Gaza, Palestina, serta mencederai prinsip-prinsip dasar kemanusiaan universal yang dijunjung tinggi oleh komitmen internasional yang dibuat pada World Humanitarian Summit 2016, sebagai Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 dan sejumlah inisiatif global lainnya.

Berpijak dari prinsip dasar kemanusiaan dan hukum humaniter internasional tersebut, Kami dari LAZISMU, dalam situasi darurat yang menyertai, dan atas nama solidaritas kemanusiaan, dengan ini menyampaikan pernyataan sikap:

  1. MENGECAM KERAS TINDAKAN REPRESIF YANG MENGEHENTIKAN MISI KEMANUSIAAN:  Tindakan pencegatan dan pembajakan KAPAL AKTIVIS KEMANUSIAAN di perairan internasional menodai niat baik masyarakat global. Kami menuntut agar seluruh armada kapal dan bantuan kemanusiaan dari Masyarakat Indonesia untuk rakyat Palestina seutuhnya dikembalikan agar misi kemanusiaan dapat berlanjut.
  2. MENUNTUT UNTUK SEGERA MEMBEBASKAN 9 AKTIVIS KEMANUSIAAN INDONESIA: Aktivis kemanusiaan Indonesia adalah delegasi yang berkomitmen menyampaikan bantuan. Maka, 9 orang yang ditahan harus segera dibebaskan oleh otoritas Israel dengan tetap mendesak dan menjaga keselamatan fisik dan mental mereka merupakan tanggung jawab penuh pihak yang menyandera.
  3. MEMINTA PEMERINTAH RI UNTUK LAKUKAN DARURAT DIPLOMASI KEMANUSIAAN: Menuntut Pemerintah Republik Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri, untuk mengambil langkah krusial dengan diplomasi kemanusiaan yang tegas di berbagai forum global agar keselamatan dan pembebasan para aktivis kemanusiaan segera terwujud. Hal itu merupakan langkah nyata "melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia" yang termaktub dalam UUD 1945.
  4. MEMPERKUAT ALIANSI PROAKTIF LINTAS ELEMEN KEMANUSIAAN: KAMI bersama seluruh elemen pegiat filantropi dan gerakan kemanusiaan lainnya akan terus berkoordinasi dengan intensif kepada PP Muhammadiyah dan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan mendukung Langkah Global Sumud Flotilla untuk memantau perkembangan dan berupaya melakukan dukungan pembebasan terhadap segenap aktivis kemanusiaan.

Berikut pernyataan sikap yang LAZISMU sampaikan sebagai wujud solidaritas kemanusiaan universal dan akan terus ikut mengawal dengan tetap menjunjung tinggi perlindungan akses kemanusuiaan global bagi hak kemerdekaan rakyat Palestina.

Kami menyerukan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak pernah lelah mengawal setiap aksi kemanusiaan, sekaligus memanfaatkan ruang-ruang media sosial dengan narasi solidaritas kemanusiaan dan dukungan penuh bagi kemerdekaan rakyat Palestina. LAZISMU juga menyerukan kepada Masyarakat Indonesia untuk tidak letih membantu rakyat Palestina.

  

SELENGKAPNYA
20 Mei 2026
Memilih Hewan Kurban, Kontribusi Sosial-Spiritual Terbaik untuk Idul Adha

Memilih Hewan Kurban, Kontribusi Sosial-Spiritual Terbaik untuk Idul Adha

Para pelaku usaha hewan kurban, menjelang Idul Adha mulai menjajakan hewan kurban terbaiknya. Di setiap sudut jalan, mereka menyiapkan suatu tempat yang luas dan pakan yang cukup agar hewan kurban tetap sehat dan bugar.

Tempat yang teduh dan nyaman untuk sapi, kambing dan domba adalah pilihan tepat, dilengkapi dengan lahan parkir yang luas untuk pembeli yang datang. Berlatar lapangan atau lahan yang representatif hewan kurban dirawat dengan baik sampai pembeli datang pilih yang terbaik.

Idul Adha tinggal menunggu hitungan hari. Pimpinan Pusat Muhammadiyah, telah menetapkan Idul Adha berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), Idul Adha jatuh pada, 10 Zulhijah 1447 Hijriah bertepatan dengan hari Rabu Wage, 27 Mei 2026 Masehi.

Umat Islam bersiap membentuk panitia kurban. Di masjid-masjid pengumuman ajakan berkurban beredar. Ada penawaran berkurban dengan kambing dan sapi maupun berkurban dengan cara berjamaah untuk 7 orang agar dapat satu ekor sapi. Itu semua adalah pilihan sesuai dengan kemampuan masing-masing untuk memberikan hewan kurban yang terbaik.

Memilih Hewan Kurban Layak Disembelih

Dalam hidup, kerap manusia bertindak dalam suatu pilihan. Memilih adalah menimbang, membandingkan dan kemudian memutuskan sesuatu yang dianggap pilihan terbaik dengan risiko minimal.

Berpikir yang sehat merupakan juri dalam bertindak bagi siapa pun. Termasuk dalam memilih hewan kurban yang layak. Menurut Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, ada beberapa kiat dalam memilih hewan kurban sesuai dengan syariat Islam. Terutama dari aspek fisik, kesehatan dan usia hewan kurban.    

Fisik Hewan Kurban

Dalam Fikih Kurban, fisik hewan kurban menjadi topik penting. Karena dalam memilih hewan kurban kriterianya tidak boleh dalam kondisi cacat dan berpenyakit. Hal ini, didasari pada hadis Rasulullah SAW, yang menganjurkan berkurban dengan dua ekor kibas bertanduk yang bagus.

Diriwayatkan oleh Anas bin Malik, bahwa Ia menyaksikan Rasulullah meletakkan kakinya di atas kedua unta tersebut, membaca basmalah, dan bertakbir (HR. Muslim, at-Tirmidzi, dan an-Nasai).

Kesaksian lain diungkap oleh Abi Said al-Khudri, diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW berkurban dengan seekor kambing bertanduk yang jantan, dengan perut, kaki, dan keliling mata berwarna hitam (HR. at-Tirmidzi). Dalam hadis lain, dijelaskan, ada empat jenis hewan yang tidak boleh dijadikan kurban: hewan yang buta sebelah matanya, yang sakit jelas terlihat, yang pincang jelas tampak, dan yang sangat kurus serta tidak bersih (HR. Abu Dawud).

Kesehatan Hewan Kurban

Sementara itu, dalam aspek kesehatan tak kalah penting. Terbebas dari penyakit adalah keniscayaan. Jika hewan kurban sakit harus terlihat jelas. Tidak kurus dan kaki tidak pincang. Aspek kesehatan ini, hemat Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah bukan sekadar urusan syariat, tapi suatu penegasan, kandungan dagingnya bernilai layak konsumsi bagi penerima manfaat.

Dalam memilih hewan kurban tersebut yang sesuai kriteria, adalah bentuk ketaatan dan penghormatan atas segenap ibadah umat Islam yang diperintahkan Allah SWT. Keikhlasan dan kesanggupan menunaikan ibadah kurban bagian dari kontribusi sosial yang dilandasi tauhid sebagai wujud bersyukur atas nikmat dan karunia-Nya sesama umat Islam.

Usia Hewan Kurban

Setelah mempertimbangkan aspek fisik dan kesehatan hewan kurban, ada baiknya umat Islam saat membeli hewan kurban menanyakan usia hewan kurban tersebut. Hal ini untuk memastikan bahwa fisik dan kesehatan relevan dengan usianya.

Adapun hewan kurban yang memenuhi syarat untuk dikurbankan, menurut Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah dari aspek usianya, antara lain, unta usianya genap berumur 5 tahun, sapi genap berumur 2 tahun dan kambing telah genap berumur 1 tahun.

Sebagai informasi tambahan, pastikan dalam memilih hewan kurban dari para penjual untuk tidak sungkan bertanya tentang Sertifikat Kelayakan Kesehatan Hewan Kurban (SKKHK). Sertifikasi tersebut menjadi penting karena rantai pasok hewan kurban menjelang Idul Adha dari berbagai daerah lumayan tinggi.

Untuk mempersembahkan hewan kurban terbaik tentu ditopang dengan bagaimana cara memilih yang tepat dan benar serta tidak terburu-buru. Paling minimal kita dapat melihat dengan jelas bahwa hewan kurban yang layak itu nafsu makannya tinggi, bergerak dengan aktif, setiap sudut matanya tidak berair, kondisinya bersih dan tidak kurus-tirus.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]     

SELENGKAPNYA
11 Mei 2026
Perintah Ibadah Berkurban, Ujian Tanpa Batas

Perintah Ibadah Berkurban, Ujian Tanpa Batas

Diperintahkannya Ibadah Qurban dalam Islam, tidak bisa dilepaskan dari kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS sebagai relasi cinta dan kebenaran antara orangtua dan anaknya. Kisahnya diabadikan Al-Qur’an sebagai bukti kepatuhan dan pengorbanan atas nama Tauhid.

Kisah teladan ini terlukis di Surat As-Saffat ayat 102, yang artinya: "Ibrahim berkata: Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, maka pikirkanlah apa pendapatmu?"

Ismail yang mendengar cerita ini, langsung meminta ayahnya melaksanakan perintah Allah. Tidak sedikit pun rasa gentar terlihat di wajahnya. Bahkan, Ia rela berkorban untuk taat kepada perintah Allah dan ayahnya tercinta.

Ismail berkata: Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah, engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar."

Ujian Tanpa Batas

Perintah Allah kepada Nabi Ibrahim diperoleh dari mimpi untuk menyembelih putranya, Ismail. Ia dihadapkan pada suatu dilema, harus memilih antara mengikuti kata hatinya untuk menyelamatkan anaknya, Nabi Ismail atau tunduk patuh mentaati perintah Allah.

Hatinya bergejolak, harus memilih salah satu di antara keduanya. Ia hampir diambang pada kelemahan iman. Bisa saja Ia mempertaruhkan nyawanya sendiri demi perintah Allah. Tetapi setelah merenung secara mendalam, Nabi Ibrahim tidak ingin mementingkan diri sendiri hanya demi “ketaatan semu” kepada Allah.

Ia berupaya menepis rasa ragu di dalam dirinya. Seruan datang lagi kepada Nabi Ibrahim, “Wahai Ibrahim,” Pasrahkan dirimu atas anakmu Ismail. Dengan tegas Allah mengatakan, “Korbankanlah Ismail Anakmu!”

Setelah melewati ujian tanpa batas ini, akhirnya dengan pasrah dan penuh Ikhlas, Ia merelakan anaknya untuk mengikuti perintah Allah. Bayangkan, betapa cintanya seorang ayah kepada anaknya.

Perintah Korbankan Ismail tidak sekadar menunjuk suatu kata yang bermakna saran, tapi suatu keharusan yang di dalamnya terdapat rahasia yang Nabi Ibrahim sendiri sebagai manusia tak mampu memaknainya.

Atas kehendak dan ijin dari Allah (mukjizat), pikiran, hati dan jiwa Nabi Ibrahim meraih cahaya kebenaran. Nabi Ismail yang semula sudah Ikhlas untuk dikorbankan, dengan sekejap berubah menjadi domba yang siap disembelih.     

Pelajaran yang Dipetik dari Kisah ini

Apa hikmah yang bisa dipetik dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail? Perintah “mengorbankan Ismail” menurut Ali Syari’ati dalam karyanya HAJI, mengandung esensi makna bahwa manusia itu harus membuang kebahagiaan semu, kecintaanmu kepada harta, sesuatu dan buah hatimu sekali pun merupakan ujian hidup.

Hal itu terungkap dalam Al-Qur’an Surat Al-Anfal ayat 28, yang artinya: “Ketahuilah bahwa harta kekayaan dan anak-anakmu adalah sebagai ujian ……”. Allah mengingatkan hambanya untuk tidak tergoda pada cinta duniawi. Apalagi tergoda oleh tipu daya setan.

Seberat apa pun ujian datang, pertolongan Allah pasti akan datang dengan tetap berikhtiar dan taat perintah Allah dengan Ikhlas sebagai prinsip utama Ibadah. Peristiwa ini bukti nyata bahwa kebenaran Al-Qur’an tak diragukan lagi dan menjadi dasar perintah dalam Islam dalam ibadah kurban.

Umat Islam yang mampu diperintahkan untuk berkurban. Memberikan hewan terbaik untuk disembelih dan dibagikan kepada mereka yang betul-betul membutuhkan. Oleh karena itu, ketulusan dan keikhlasan adalah kuncinya, agar ibadah kurban yang dilaksanakan menjadi bermakna. Inilah Ikhlas yang tak membutuhkan balasan. Ikhlas berbuat untuk kemaslahatan sosial melalui ibadah kurban.             

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]   

  

SELENGKAPNYA
7 Mei 2026
Lihat Lainnya
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross