DIDUKUNG LAZISMU, MBS BANJARBARU MULAI DIBANGUN DI ATAS TANAH WAKAF

Ditulis oleh Doddy
Ditulis pada 11:35, 01/08/2022
Cover DIDUKUNG LAZISMU, MBS BANJARBARU MULAI DIBANGUN DI ATAS TANAH WAKAF
KOTA BANJARBARU -- Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Banjarbaru menggelar peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren Modern (PPM) Muhammadiyah Boarding School (MBS) Banjarbaru pada Sabtu (30/07) di Kompleks Perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru. Kegiatan yang dirangkai dengan Tabligh Akbar Warga Muhammadiyah se-Kalimantan Selatan yang disampaikan oleh Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu'ti ini dihadiri ratusan orang yang berdatangan dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan. Acara ini juga dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Selatan periode 2005-2015 Rudy Ariffin, Walikota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin, jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Selatan, serta tamu undangan.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Selatan, Tajuddin Noor dalam sambutannya mengapreasiasi pelaksanaan dan tekad PDM Banjarbaru dalam membangun MBS. "Kami dari PWM Kalimantan Selatan sangat mengapresiasi atas tekad PDM Banjarbaru dalam membangun Pondok Pesantren ini, apalagi dihadiri langsung oleh Sekretaris Umum PP Muhammadiyah yang akan menyampaikan tabligh akbar untuk kita semua," ujarnya.

Tajuddin menambahkan, dalam kesempatan ini pihaknya juga ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Rudy Ariffin, Gubernur Kalimantan Selatan periode 2005-2015 yang telah mewakafkan tanah kepada Muhammadiyah untuk pembangunan kompleks PPM MBS Banjarbaru ini. "Kepada Bapak Drs. H. Rudy Ariffin kami ucapkan terima kasih atas wakaf tanah seluas 6,5 hektar yang nantinya akan dibangunkan komplek PPM MBS Banjarbaru, selain itu juga akan turut membangunkan Masjid Hajjah Hayatun Fardah," tambahnya.

Walikota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin dalam sambutanya mengapreasiasi Muhammadiyah untuk membangun MBS di Kota Banjarbaru. Menurutnya, upaya ini merupakan bentuk pembangunan jiwa manusia melalui pendidikan. "Kami mengapreasiasi kepada Muhammadiyah untuk membangun MBS di Kota Banjarbaru sekaligus hal tersebut merupakan bentuk pelaksanaan membangun jiwa yang tertuang dalam lagu Indonesia Raya yang artinya Muhammadiyah telah melakukan itu dengan membangun pendidikan," ungkapnya.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti dalam tabligh akbar mengutip Al-Qur'an surah Al-Mujadalah ayat 11. Ia menekankan, pendidikan memiliki peranan penting dalam sebuah bangsa. "Suatu bangsa akan maju, terhormat, punya derajat yang tinggi kalau bangsa itu beriman dan berilmu. Bapak ibu perhatikan, banyak orang biasa 'from zero to hero' itu karena pendidikan," tegasnya.

Abdul Mu'ti pun berharap agar melalui PPM MBS Banjarbaru ini akan terwujud generasi terbaik penerus perjuangan bangsa. "Mudah-mudahan ini bisa menjadi sekolah, menjadi ma'had yang mendidik putra putri kita ini menjadi qurrota a'yun, menjadi generasi yang terbaik yang akan melanjutkan perjuangan kita. Mudah-mudahan ke depan dengan dukungan kita semua juga, insyaAllah kita bisa mendidik generasi yang hebat, yang nanti memajukan umat dan bangsa, dan insyaAllah menjadi pemimpin bagi bangsa dan negara kita," harapnya.

Dalam perjalanannya, PPM MBS Banjarbaru juga mendapatkan dukungan oleh Lazismu yang ada di Kalimantan Selatan, seperti Lazismu Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kantor Layanan (KL) Lazismu Al Ummah Banjarmasin, KL Lazismu Al Jihad Banjarmasin, dan Lazismu Kota Banjarbaru sendiri. Manajer Lazismu Kota Banjarbaru, Tito Dwi Wirawan turut menyampaikan dukungan pihaknya kepada PPM MBS Banjarbaru. "Kami terus berupaya untuk mendukung MBS Lazismu. Saat ini ada enam santri yang mendapat bantuan pendidikan hingga lulus melalui program Beasiswa Mentari, beberapa di antaranya ada anak yang mualaf," ujarnya.

Penyerahan wakaf ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Hajjah Hayatun Fardah PPM MBS Banjarbaru oleh Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Walikota Banjarbaru, Ketua PWM Kalimantan Selatan, dan Ketua PDM Banjarbaru. Masjid ini mengambil nama dari almarhumah istri Gubernur Kalimantan Selatan periode 2005-2015 Rudy Ariffin atau ibunda dari Walikota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin. Pihak PPM MBS Banjarbaru juga membuka lelang bagi para muzakki yang ingin terlibat dalam proses pembangunannya. Selain itu, Lazismu Kota Banjarbaru juga menyerahkan bantuan pembangunan sumur bor senilai lima puluh juta rupiah untuk mendukung pembangunan PPM MBS ini.

[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Muhammad Nashir]