JATAM DAN LAZISMU SEPAKATI LANGKAH STRATEGIS TINGKATKAN PERTANIAN ORGANIK

Ditulis oleh Doddy
Ditulis pada 11:38, 14/05/2024
Cover JATAM DAN LAZISMU SEPAKATI LANGKAH STRATEGIS TINGKATKAN PERTANIAN ORGANIK

KABUPATEN MAJALENGKA -- Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) bersama Lazismu Wilayah Jawa Barat menyepakati langkah-langkah strategis untuk meningkatkan pertanian organik dan berkelanjutan. Hal ini dicetuskan dalam sebuah sarasehan yang berlangsung pada Sabtu (11/05) di Balai Desa Lengkong Wetan, Kabupaten Majalengka. Pertemuan ini menjadi momentum diskusi yang penting bagi pengembangan pertanian yang ramah lingkungan dan mengedepankan kesejahteraan petani.

Ketua Jatam Pusat, Hadi Sutrisno menuturkan, jihad petani dalam memproduksi komoditas pangan yang halal dan thayyib merupakan fokus utama dari JATAM saat ini. "Pembentukan JATAM menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kekuatan tawar petani, akses terhadap informasi dan teknologi pertanian, serta memperjuangkan kepentingan bersama dalam kebijakan pertanian," ujarnya.

Dewan Pakar Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Syafi'i Latuconsina turut menekankan betapa pentingnya pengembangan pertanian organik untuk mendukung fokus utama JATAM tersebut. "Salah satu tantangan adalah penggunaan pupuk kimia berlebihan, yang dapat merusak kualitas tanah. Kami mengadvokasi penggunaan teknologi ramah lingkungan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas komoditas pertanian," ungkapnya.

Sementara itu, Rahman Hakim selaku Ketua MPM Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Majalengka mengatakan bahwa pemberdayaan petani secara kolaboratif saat ini memiliki urgensi tersendiri. "Pertemuan produktif seperti ini diperlukan untuk mendukung program Tani Bangkit. Kolaborasi antara MPM pusat, MPM Jawa Barat, dan MPM PDM Majalengka sangat penting untuk menjalankan program-program pemberdayaan petani, seperti Jamaah Tani Muhammadiyah," tuturnya.

Kelompok Kuwu Lengkong Wetan yang diwakili oleh Enda Sukandi menuturkan bahwa mereka berharap dapat memperkuat kekuatan tawar petani, meningkatkan akses terhadap teknologi pertanian yang lebih baik, dan memperjuangkan kepentingan bersama dalam kebijakan pertanian. "Dengan kolaborasi antara Lazismu dan JATAM, kami berharap dapat menghasilkan model pertanian yang berkelanjutan dan dapat diterapkan di tempat lain," harap Enda.

Diskusi tersebut kemudian mencapai kesepakatan untuk menciptakan kolaborasi antara Lazismu Wilayah Jawa Barat dan JATAM di Majalengka. Fokusnya adalah pada proyek strategis seperti kegiatan Tani Bangkit. Kolaborasi antara JATAM dan Lazismu di Majalengka bukan hanya tentang pembentukan demonstrasi plot (demplot) pertanian organik, tetapi juga tentang semangat kolaboratif untuk memecahkan masalah-masalah dalam pertanian.

[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah]