Luncurkan Program ToT Pendamping Disabilitas, BPKH Gandeng Lazismu Perkuat Akses Layanan Pendidikan Kelompok Rentan

Ditulis oleh berita
Ditulis pada 09:05, 27/02/2025
Cover Luncurkan Program ToT Pendamping Disabilitas, BPKH Gandeng Lazismu Perkuat Akses Layanan Pendidikan Kelompok Rentan

YOGYAKARTA -- Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama mitra kemaslahatan dalam hal ini Lazismu, menggelar peluncuran Pembukaan Training of Trainers (TOT) Pendamping Disabilitas Tuli Netra dalam suatu program inklusif bertajuk Cinta Sesama.

Peluncuran ini berlangsung di lantai 2 Gedung Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY pada Rabu, 26 Februari 2025. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini untuk meningkatkan kompetensi pendamping dalam memberikan layanan terbaik bagi penyandang disabilitas, sekaligus memperluas manfaat dana kemaslahatan yang dikelola oleh BPKH.

Pembina Himpunan Disabilitas Muhammadiyah (HIDIMU) sekaligus Ketua Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PWM DIY, Zaenal Arifin, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa program inklusif ini merupakan wujud nyata kepedulian terhadap penyandang disabilitas sebagai kelompok rentan .

"Kami ingin memastikan kaum disabilitas mendapatkan hak yang setara dalam akses pendidikan, pendampingan, dan pemberdayaan. Dengan adanya ToT ini, diharapkan para pendamping dapat lebih siap dalam memberikan layanan yang optimal bagi penyandang disabilitas,” ujarnya.

Mudah-mudahan program ini bisa memberikan dampak yang lebih baik lagi, memberikan banyak manfaat kepada masyarakat luas dan salah satu solusi untuk para difabel dalam berpartiispasi di masyarkaat," pungkasnya.

Menyambut kegiatan peluncuran tersebut, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais menegaskan peran tentang LAZISMU dalam memperkuat keberlanjutan program ini yang dalam pelaksanaannya dilakukan Lazismu DIY.

"Sebagai lembaga amil zakat yang memiliki tanggung jawab sosial, kami terus berupaya memperluas jangkauan manfaat dana kemaslahatan agar benar-benar dirasakan oleh mereka yang membutuhkan,” paparnya.

Komunitas tuli dan tunanetra sering kali kurang mendapatkan perhatian dalam akses informasi yang cukup, sehingga program ini menjadi langkah konkret dalam mendukung mereka, tandasnya mempertegas posisi Lazismu dalam pemberdayaan kelompok rentan.

Sementara itu, Kepala Divisi Program Strategis Kemaslahatan BPKH, Indri Ayu Afriana, dalam sambutannya menekankan bahwa program kemaslahatan yang dikelola BPKH harus dapat menjangkau berbagai kelompok masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

"Kami berkomitmen untuk terus mendukung program-program yang memberikan manfaat nyata bagi kelompok rentan, termasuk komunitas tuli dan tunanetra. Penyebaran informasi dalam pemanfaatan dana kemaslahatan harus dilakukan dengan pendekatan inklusif, agar semakin banyak masyarakat yang tahu dan merasakan manfaatnya secara langsung," katanya.

Ia juga mengapresiasi kerja sama antara BPKH, Lazismu, dan MPKS dalam menyelenggarakan program yang dapat membantu meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas.

Sebagai bentuk kepedulian nyata, BPKH dan Lazismu menyerahkan bantuan secara simbolis kepada peserta TOT, berupa Al-Qur'an braille bagi tunanetra. Penyerahan ini dilakukan oleh perwakilan BPKH, Lazismu DIY, dan disaksikan para tamu undangan dari pimpinan muhammadiyah setempat.

"Bantuan ini merupakan bagian dari upaya Lazismu untuk memberikan akses yang lebih baik bagi penyandang disabilitas dalam menjalani kehidupan mereka. Kami berharap program ini terus berjalan dan semakin banyak pihak yang terlibat untuk mendukungnya," kata Marzuki Manager Area Lazismu DIY.

Acara ini juga menghadirkan sesi pelatihan bagi para peserta TOT yang terdiri dari para pendamping dan relawan yang akan bertugas membantu penyandang disabilitas tuli dan tunanetra. Pelatihan mencakup berbagai aspek, mulai dari pemahaman dasar mengenai komunikasi dengan penyandang disabilitas hingga teknik pendampingan yang efektif.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]