Paket Bantuan Korban Kebakaran Tiba Di Belangian

Ditulis oleh jf
00:00, 12/04/2021
Cover Paket Bantuan Korban Kebakaran Tiba Di Belangian
Banjarbaru – LAZISMU. Udara sore di desa itu sejuk. Angin berhembus dari Timur waduk Riam Kanan. Suasana yang menambah semangat tim Lazismu Banjarbaru bersama 5 orang kader Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Banjarbaru yang menggandeng 1 orang amil Lazis PLN UIP Kalimantan Bagian Tengah untuk berbagi.

Sudah sepekan penggalangan dana untuk musibah kebakaran dihimpun, kini tiba saatnya menyalurkan amanah donatur kepada mereka yang membutuhkan. Meringankan beban saudara yang tertimpa musibah kebakaran. Perjalanan cukup panjang,  waktu ditempuh kurang lebih 2 jam menggunakan Klotok (perahu kayu bermesin diesel) mengarungi waduk terbesar di Kalimantan Selatan itu.

Keindahan waduk Riam Kanan menemani selama perjalanan, tiba-tiba awan berubah hitam.  Pertanda hujan lebat akan turun. Perlahan tapi pasti hujan yang diprediksi datang mulai turun. Hujan hebat ditambah hembusan kuat angin. Semua penumpang saling membantu membentangkan terpal di jendela agar air hujan tidak membasahi paket bantuan.

Hujan mulai reda, bibir dermaga kecil di Desa Belangian perlahan semakin mendekat. Matahari berangsur terbenam, semua tim bergegas mengangkat seluruh paket bantuan ke atas dermaga. Tiba waktu Isya selesai, seluruh tim mulai membagikan paket bantuan sembako dan uang tunai kepada korban kebakaran.

Tiga paket besar dari Lazismu Banjarbaru dan PC IMM Banjarbaru, serta 10 paket bantuan ukuran sedang untuk lansia dan duafa dari PC IMM Banjarbaru dan Lazis PLN UIP Kalimantan Bagian Tengah siap dibagikan malam itu.

“Anang Kamuh (70) penerima bantuan angat berterima kasih atas uluran tangan  Lazismu Banjarbaru, Lazis PLN dan PC IMM Banjarbaru. Meski rumahnya habis  dilalap api pekan lalu, Anang tetap kuat yang malam itu hanya mengenakan selembar pakaian dan celana yang menempel di badan dengan kopiah di kepala.

Desa Belangian adalah kawasan yang cukup jauh jarak tempuhnya. Tidak ada jalur darat untuk menuju kesana. Desa dengan jumlah 95 kepala keluarga, mayoritas mata pencahariannya bertani dan berkebun. Masyarakat di sana sangat mandiri dengan energi listrik tenaga surya yang digunakan hanya pada malam hari sampai dengan waktu fajar.

Pembagian paket dari pintu ke pintu  (door to door) menjadi tantangan tersendiri di tengah guyuran hujan lebat. Energi yang tersisa setelah menempuh perjalanan panjang tak menyurutkan semangat. Seluruh anggota tim bahu-membahu mendorong gerobak di jalan menanjak dan licin dengan penerangan seadanya.

Semoga kemitraan yang terjalin bisa ditingkatkan lagi dikemudian hari, kata Ahmad Sudani, Ketua PC IMM Banjarbaru yang juga salah satu amil Lazis PLN UIP Kalimantan Bagian Tengah.

Sebelumnya Ia pernah menempuh pengkaderan amil di Lazismu Banjarbaru selama beberapa minggu atas permintaan pihak Lazis PLN. Hal senada juga disampaikan oleh Divisi Pengembangan Program dan Fundraising Lazismu Banjarbaru, “Lazismu sangat bangga, terima kasih atas sinergi yang terjalin, ke depan mampu menjangkau lebih luas dan lebih baik lagi,” terang Ginanjar penuh harap. (gn)