PROGRAM 1000 CAHAYA MLH, AWAL GERAKAN KOLEKTIF PENYELAMATAN BUMI

Ditulis oleh Doddy
Ditulis pada 19:46, 06/05/2024
Cover PROGRAM 1000 CAHAYA MLH, AWAL GERAKAN KOLEKTIF PENYELAMATAN BUMI

JAKARTA -- Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah meluncurkan program 1000 Cahaya. Peluncuran program tersebut berangkat dari krisis perubahan iklim yang melanda dunia, termasuk Indonesia. Sementara program Energi Baru Terbarukan (EBT) yang ramah lingkungan dianggap masih jauh dari ideal, maka dibutuhkan aksi nyata untuk menyelamatkan bumi.

Ketua MLH PP Muhammadiyah, Azrul Tanjung dalam acara peluncuran program tersebut di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya No.62 Jakarta pada Senin (06/05) mengatakan bahwa program ini sudah dicanangkan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) MLH. "Dan hari ini diluncurkan, kita semua berharap dapat berdarma bakti agar Muhamamdiyah tetap hadir, jangan sampai kuat di atas dan rapuh di bawah," ungkapnya.

Selanjutnya, kita akan hidupkan apa yang disebut dengan sedekah energi. Azrul menegaskan, peta jalan sedang disusun oleh MLH untuk bisa mengaktivasi gerakan sedekah energi. Program ini akan dilanjutkan secara nasional dan digerakkan sampai ke tingkat ranting.

Melalui program 1000 Cahaya ini, MLH juga akan melibatkan pondok pesantren, sekolah, kampus, masjid, dan amal usaha Muhammadiyah lainnya. Dengan gerakan sedekah energi, Azrul berharap agar tiga tahun ke depan bisa berjalan dengan baik dan bermanfaat untuk masyarakat. "Majelis Lingkungan Hidup telah berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk pelestarian lingkungan," paparnya.

Sebagai contoh, sambung Azrul, MLH mengawalinya dengan melakukan penanaman 1000 mangrove di Kabupaten Kulon Progo yang sampai akhir tahun bisa bertambah jumlahnya di kawasan yang lain. "Untuk itu, mari bersama-sama menyelamatkan bumi untuk perubahan iklim," ajaknya.

Koordinator Program 1000 Cahaya, Hening Parlan lebih lanjut menjelaskan tentang gerakan 1000 Cahaya pada agenda sosialisasi program yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan peluncuran ini. Ia menegaskan bahwa program ini menjadi gerakan besar MLH terhadap misi emisi nol bersih yang digadang-gadang oleh pemerintah pada tahun 2050. Pada tahun pertama, program 1000 Cahaya menyasar pada beberapa segmen khusus yang menjadi sasaran program. Mulai dari sekolah, masjid, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), hingga pesantren.

"Beberapa sasaran utama kita dalam program 1000 cahaya adalah sekolah, masjid, ranting Muhammadiyah, dan pesantren. Paling tidak, program ini menjadi titik balik saat banyak amal usaha Muhammadiyah yang mulai berkonsentrasi pada gerakan penghijauan di masing-masing bidang usaha," tegas Hening.

Program 1000 Cahaya merupakan program yang lahir dari hasil kerja sama MLH PP Muhammadiyah dan Yayasan Visi Indonesia Raya yang didukung oleh Lazismu. Kerja sama ini menjadi salah satu bukti keseriusan dari MLH PP Muhammadiyah dalam menyikapi berbagai isu transisi energi hingga pada misi emisi nol bersih di Indonesia.

Direktur Yayasan Visi Indonesia Raya, Susanti Sitorus menyebutkan, pihaknya bertujuan untuk membantu Indonesia terkait energi serta empat sektor yang banyak menggunakan energi dan turut berkontribusi terhadap emisi. "Kami mendukung terhadap kelompok yang punya potensi dalam menggerakkan civil society, termasuk Muhammadiyah. Muhammadiyah seperti yang kita tahu dan sering kami sampaikan kepada mitra kami bahwa ini kelompok masyarakat sipil beragama yang dapat menggerakkan dan akselerasi yang bisa memberikan cahaya," terangnya.

Menurut Susanti, krisis energi menjadi masalah di seluruh dunia dan bahkan di negara-negara maju. Dampak perubahan iklim telah dirasakan secara empiris, bahkan beberapa negara telah merasakan dampak dari gelombang panas, seperti kenaikan suhu dalam sepekan terakhir. Di Asia Tenggara pun telah mengalami kenaikan.

"Urusan perubahan iklim tidak hanya sosial politik tetapi juga urusan ekonomi. Kami sambut gembira dengan Muhammadiyah untuk bermitra. Kami berkomitmen mendukung gerakan ini untuk tiga tahun ke depan. Kecil gerakannya tapi kalau masih di akar rumput diharapkan akan menjadi budaya aksi pelestarian lingkungan dan energi terbarukan serta efisien dengan tenaga surya sebagai penghematan. Kami ucapkan terima kasih atas dukungannya dalam mengembangkan program-program lingkungan seperti 1000 Cahaya ini," tutup Susanti.

Segmentasi gerakan MLH hingga hari ini mencakup banyak aspek lingkungan. Mulai dari sumber daya alam, sampah, hingga energi. Khusus pada program 1000 Cahaya yang diluncurkan ini menjadi gerakan MLH yang berfokus pada peningkatan kesadaran masyarakat akan betapa pentingnya kita sebagai manusia untuk secara perlahan mulai menggunakan energi yang bersih.

Kesadaran masyarakat akan pentingnya energi bersih tanpa emisi, terhambat pada ketergantungan pada energi kotor yang selama ini mengelilingi berbagai aktivitas manusia. Hal itu menjadi salah satu dasar dari lahirnya program 1000 Cahaya. Sesuai dengan namanya, diharapkan program ini dapat memberikan penerangan pada masyarakat umum untuk lebih mencintai kelestarian alam dengan memilah dan memilih sumber energi yang jauh lebih baik.

[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah/Nazhori Author]