RELAWAN LAZISMU BERIKAN PENDAMPINGAN PSIKOSOSIAL UNTUK ANAK-ANAK PENYINTAS GEMPA TURKI

Ditulis oleh Doddy
Ditulis pada 10:56, 02/03/2023
Cover RELAWAN LAZISMU BERIKAN PENDAMPINGAN PSIKOSOSIAL UNTUK ANAK-ANAK PENYINTAS GEMPA TURKI
TURKI -- Situasi pasca gempa menyisakan banyak kesedihan. Tak hanya mendapati tempat tinggal yang rata dengan tanah, para penyintas pun banyak yang kehilangan keluarga dan orang-orang terdekat. Hal ini dialami oleh warga Turki akibat gempa yang menimpa negeri tersebut beberapa waktu lalu. Anak-anak pun banyak yang merasakan kesedihan ini.

Melihat hal tersebut, relawan Muhammadiyah dari Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Turki menggelar program pendampingan psikososial. Sebelumnya, para relawan telah mendampingi Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah sebagai penerjemah. Bersama para amil dari Kantor Layanan (KL) Lazismu PCIM Turki yang juga membuka posko di Kota Hassa, Provinsi Hatay, Turki, beberapa relawan yang memiliki pengalaman sebagai guru pun ikut terjun dalam program ini.

Program pendampingan psikososial yang dilakukan oleh KL Lazismu PCIM Turki ini awalnya dilakukan dua hari sekali, namun sejak mendapatkan bantuan dari beberapa relawan yang menjadi penerjemah, kegiatan ini pun dilakukan setiap hari. Seperti yang dilakukan oleh Hidayah Hariani, Keisha Aura Fajria Putri, dan Bayizah Angga. Pada pagi hingga sore mereka membantu EMT Muhammadiyah sebagai penerjemah, kemudian pada sore hari turut serta dalam program pendampingan psikososial.

Tri Julia Wulandari, relawan Kantor Layanan (KL) Lazismu Pimpinan Cabang Istimewa (PCIM) Turki menuturkan program pendampingan psikososial yang dilakukan memiliki peminat yang terus meningkat setiap harinya. Mulai dari 20 orang hingga 60 orang anak yang ikut serta dan bermain bersama para relawan.

"Jumlah anak-anak yang terus bertambah dan perbedaan sifat serta karakter yang dimiliki oleh mereka membuat tim program pendampingan psikososial sedikit kesusahan awalnya. Tapi teman-teman tetap semangat sambil terus mencari bagaimana cara untuk membuat anak-anak dapat bermain bersama," tutur Julia.

Penyemangat itu, lanjut Julia, juga datang dari anak-anak yang memiliki semangat untuk belajar. Hal tersebut kemudian menjadi motivasi para relawan untuk terus membuat permainan. Selain itu juga diselipkan program belajar bahasa Inggris secara singkat dan menanamkan nilai pembelajaran pada diri mereka.

Salah satu anak penyintas gempa yang mengikuti program tersebut mengucapkan "Böyle gibi çok seviyorum çünkü bizim okulmuz yoktur, teşekkürler", yang artinya "Aku sangat senang dengan program ini karena sekolah kita tidak ada, terima kasih banyak". Kegiatan ini pun diharapkan menjadi awal yang baik dalam proses psikososial anak-anak penyintas gempa dan juga awal yang baik dalam penjajakan Internasionalisasi Muhammadiyah di Turki.

Mari salurkan infak terbaik untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak gempa bumi di Turki melalui:

BSI 9153 944 400
BCA 8780 171 171
Mandiri 1230 099 008 999
Muamalat 3250 191 211
Mega Syariah 1000 014 800

Rekening atas nama Lazis Muhammadiyah, sertakan Kode Unik "010" pada 3 digit terakhir nominal infak, misal Rp. 50.010,-. Konfirmasi dapat malalui SMS/Whatsapp ke nomor 0856 1626 222.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Tri Julia Wulandari]