

KABUPATEN GUNUNGKIDUL -- Bencana kekeringan yang melanda Kabupaten Gunungkidul turut memantik kepedulian dari warga yang ada di luar daerah tersebut. Kantor Layanan (KL) Lazismu Mantrijeron dari Kota Yogyakarta turut membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga yang terdampak kekeringan. Hingga Rabu (04/10), bantuan air bersih telah didistribusikan sebanyak 1.015.000 liter atau setara dengan 203 tangki.
Untuk bisa terus menyalurkan air bersih kepada warga terdampak kekeringan, KL Lazismu Mantrijeron berkolaborasi dengan berbagai elemen seperti Organisasi Otonom Muhammadiyah, masjid se-Kemantren Mantrijeron, Remaja Masjid, relawan kebencanaan, dan elemen masyarakat lainnya. Selain bantuan air bersih, KL Lazismu Mantrijeron juga telah menyalurkan bantuan tandon air dengan kapasitas 5.700 Liter untuk wilayah yang membutuhkan.
Penyaluran bantuan air bersih ini pun diakui oleh Kepala KL Lazismu Mantrijeron, Nur Alam Romadhon tidak lepas dari partisipasi para donatur dan mitra yang telah mengamanahkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui Lazismu. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada para donatur dan mitra yang terlibat dalam program ini. "Semoga bermanfaat bagi para penerimanya dan semoga keberkahan senantiasa tercurahkan," ujarnya.
Salah amil Lazismu Mantrijeron, Abi Farruq menjelaskan, bantuan air bersih tersebut telah didistribusikan ke enam kapanewon di Gunungkidul. Enam kapanewon tersebut adalah Purwosari, Tepus, Panggang, Nglipar, Girisubo, dan Rongkop. "Penyaluran bantuan ini dilakukan secara bertahap mengingat adanya keterbatasan sumber mata air yang ada. Alhamdulillaah, sampai akhir September 2023 ini ada sedikitnya 20.248 penerima manfaat yang telah merasakan manfaat bantuan Program Air Untuk Negeri dari KL Lazismu Mantrijeron," imbuhnya.
Kabupaten Gunungkidul memiliki 18 kapanewon yang terdampak kekeringan. Sampai saat ini, jumlah warga terdampak kekeringan terus meluas. Tercatat 118.000 jiwa yang terdampak bencana ini. Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul pada tahun ini warga terdampak kekeringan bertambah banyak dibandingkan dengan tahun lalu. KL Lazismu Mantrijeron pun berencana untuk membuat tandon air permanen dengan kapasitas 10.000 liter serta pemasangan pipa.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Nur'aini Puji Lestari]

