

KOTA BANJARBARU -- Pada hari kedua pelaksanaan monitoring dan evaluasi program EdutabMu di Kalimantan Selatan, Lazismu bersama mitra pelaksana yaitu Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non Formal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah serta Enuma mengunjungi SD Hajjah Nuriyah di Kota Banjarbaru. Selain diikuti oleh para guru pelaksana program EdutabMu dari SD Hajjah Nuriyah, kegiatan yang berlangsung pada Selasa (12/12) ini juga dihadiri oleh perwakilan SD Alam Muhammadiyah Banjarbaru, SD Alam Muhammadiyah Martapura, dan MI Muhammadiyah Mandiangin.
Wakil Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, Kasiyarno pada kesempatan ini kembali menegaskan pentingnya monitoring dalam pelaksanaan program EdutabMu. Dengan demikian, program ini dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuannya.
"Program EdutabMu adalah dalam rangka untuk percepatan, khususnya akselerasi pendidikan Muhammadiyah yang berbasis pada teknologi digital melalui penggunaan tablet. Pelaksanaannya memang perlu diseriusi dan dimonitor," tegas Kasiyarno.
Sementara itu, Muarawati Nur Malinda selaku Wakil Ketua Badan Pengurus Bidang Pendayagunaan dan Pendistribusian Lazismu PP Muhammadiyah menyampaikan bahwa program EdutabMu merupakan terobosan Lazismu dalam bidang pendidikan. Melalui program ini, pemerataan akses pendidikan diharapkan dapat tercapai. "Kita tidak ingin jika bicara sektor pendidikan hanya memberikan beasiswa saja," ujarnya.
Muarawati melanjutkan, program ini dapat dipergunakan untuk mendeteksi bakat anak-anak didik. Ada banyak hal positif yang bisa didapatkan dari EdutabMu. Anak-anak pun dapat belajar dengan cara yang berbeda.
Program EdutabMu mengusung tagline "Digital Learning Accelerator". Program ini merupakan bagian dari transformasi pembelajaran di sekolah Muhammadiyah berbasis digital multimedia melalui Tablet Pembelajaran. Program ini hasil kerja sama Lazismu PP Muhammadiyah, Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, Majelis Dikdasmen PP Aisyiyah dan Enuma.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

