Purwokerto – LAZISMU. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menggelar berbagai kegiatan sosial selama satu pekan di kompleks Masjid Darussalam Purwanegara, Purwokerto, Selasa (7/6/2016) hingga Sabtu (11/6/2016).
Dalam kegiatan bertajuk Amaliah Ramadan ini dimulai dengan buka puasa bersama khusus kader IMM IAIN Purwokerto dan santri TPQ Masjid Darussalam Purwanegara. Setiap harinya, sekitar 50 porsi makanan berbuka tersedia untuk santri TPQ Masjid Darussalam.
“Selain itu, kami gelar seminar remaja dan training motivasi yang diisi oleh Badan Narkotika Nasional (BNN), Rabu (8/6/2016),” ujar ketua panitia Amaliah Ramadan IMM IAIN Purwokerto, Rijalul Haq pada SatelitPost, Sabtu (11/6/
Kegiatan ini, lanjutnya, diikuti para pelajar yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dan remaja sekitar Masjid Darussalam.
Pada hari berikutnya, IMM membagikan 55 paket sembako gratis serta penyuluhan zakat dari Lembaga Amal Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Banyumas pada masyarakat sekitar masjid.
“Kami data minta pada ketua RW dan diambil 55 warga yang sangat membutuhkan. Rencananya, kami akan mengadakan sembako gratis ke dua di lokasi berbeda,” katanya.
Memasuki hari keempat Amaliah Ramadan, IMM IAIN Purwokerto memberikan pelatihan kreativitas untuk ibu-ibu PKK, ‘Aisyiyah, dan warga sekitar masjid. Pelatihan yang dipilih adalah membuat kerajinan dan mempercantik taplak meja.
Sementara di hari terakhir, bekerja sama dengan Fakultas Kesehatan UMP, organisasi otonom Muhammadiyah ini mengadakan pelatihan bekam khusus kader IMM, cek kesehatan gratis, dan donor darah. Sebanyak 40 kantong darah berhasil dikumpulkan dalam kegiatan yang digelar, Sabtu (11/6/2016) malam.
“Masyarakat terlihat sangat antusias. Buktinya, lebih dari 70 orang mendaftar donor darah. Namun setelah dicek kondisi kesehatan, hanya 40 orang saja yang boleh berdonor,” kata Rijal.
Melalui kegitan ini, Rijal berharap, IMM bisa membantu serta menyambung tali silaturahmi antara kader IMM dengan masyarakat. Pasalnya, IMM bukan sekadar organisasi mahasiswa yang berorientasi keilmuan dengan rutinitas kuliah, namun juga bagian dari masyarakat.
“Kegiatan ini sebagai bentuk aplikasi satu tri kompetensi IMM, yaitu humanitas. Kami juga bisa hidup bersama sehingga selalu hadir di tengah-tengah masyarakat,” kata dia. (alf/Satelipost)