

Semarang - LAZISMU. Lembaga
amil zakat dituntut menyesuaikan perkembangan zaman yang terus berubah. Amil
dalam aktivitasnya tidak melulu berbicara legalitas dan fikih syariah. Lebih
dari itu, bagaimana amil dapat meningkatkan kualitasnya agar menjadi amil profesional.
Salah satunya dengan menggelar workshop, seperti yang dilakukan Lazismu Jawa
Tengah.
Bertempat
di Hotel Metro, Kota Semarang, 126 amil hadir mewakili 35 Kantor Layanan Lazismu
daerah se-Jawa Tengah. Pertemuan bertajuk “Workshop Capacity Building” ini berlangsug
selama dua hari, mulai dari 12 – 13 Oktober 2019.
Ketua
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, H. Tafsir, mengatakan, langkah Lazismu harus diapresiasi, yang telah
menunjukkan perkembangan positif dengan diperolehnya status audit atas tata
kelola keuangannya dengan predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) yang diaudit oleh akuntan publik beberapa waktu lalu.
Tafsir
menyampaikan, mengelola lembaga zakat itu tidak cukup hanya memenuhi legalitas
dan standar syariah saja. Agar menjadi lembaga amil yang kompeten dan
terpercaya harus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Lembaga amil
dituntut untuk memenuhi kualifikasi standar profesionalitas.
Salah
satunya standar profesi amil, bila dalam perkembangannya diperlukan syarat amil
harus bersertifikat, maka Lazismu harus siap. Dalam kerangka itulah, ia menyarankan
agar Lazismu tidak ragu-ragu mengikutkan amil sebanyak mungkin dalam program
sertifikasi profesi amil.
Tafsir
mengingatkan agar Lazismu mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam mengelola
keuangan. Untuk itu, manjemen risiko yang bagus harus diterapkan untuk menjaga
kredibilitas dan transparansi untuk menjadi lembaga amil zakat yang terpercaya.
.jpeg?access_token=22186f8b-4490-40e0-b7a5-fb36161c03ff)
Dalam
kesempatan itu, Ketua Badan Pengurus Lazismu Jawa Tengah, Dodok Sartono,
mengungkapkan, acara ini dilaksanakan untuk mengejar target IKU (Indikator
Kinerja Utama) dan IKAL (Indikator Kinerja Aksi Layanan) yang sudah ditetapkan Lazismu
Pusat di wilayah Jawa Tengah.
Dirinya
menganggap penting menggugah kembali semangat dan motivasi para amil zakat
Lazismu se-Jawa Tengah agar meningkatkan kinerjanya terkait indikator-indikator
kinerja yang telah disepakati bersama.
Dalam
dua hari pertemuan, ada dua agenda yang berlangsung di saat yang bersamaan. Di
satu sisi ada pelatihan keuangan, yang diperuntukkan bagi semua personil
pengelola keuangan Lazismu di daerah. Diprioritas karena ketertiban
administrasi dalam sebuah organisasi besar butuh kesamaan pemahaman terhadap
satu sistem keuangan yang di terapkan.
Di kondisi berbeda, pelatihan
juga sangat dibutuhkan bagi semua pimpinan / Badan Pengurus di lembaga amil zakat
seperti Lazismu. Maka sebagai pengendali arah kebijakan Lazismu di semua daerah
sangat diperlukan kesamaan visi dan arah pengembangan organisasi ke depan, agar
mampu menyelaraskan program dengan tuntutan zaman di era milenial. (cs)

