Merintis Modal Usaha Jadi Perhatian Lazismu

Ditulis oleh
Lazismu Pusat
Ditulis pada
5 Mei 2025
Kategori :

Jakarta
LAZISMU
. Tidak ada sesuatu yang
mudah, dan ringan. Segala sesuatu pasti membutuhkan yang namanya proses. Ada
pepatah mengatakan, hasil tidak akan mengkhianati sebuah proses. Begitulah yang
memiliki nama lengkap Erdhie Margayana.

 

Pria yang sudah berkeluarga ini hidup
di tengah kerasnya ibukota. Sebagai kepala rumah tangga, membuat ia harus
menghidupi istri, dan anak-anaknya. Seiring berjalannya waktu, ia mulai bekerja
keras.

 

“Saya hidup dengan anak dua. Saya
tinggal ngontrak sudah lama sejak 2015 awal. Udah 4 tahun saya,” Begitu yang
disampaikan nya di kontrakannya pada pihak Lazismu, Warakas, Jakarta Utara
(22/5/2019).

 

Di tengah aktivitas masyarakat Ibukota,
ia bertekad untuk menjadi berwirausaha. Langkahnya dimulai dengan mengirimkan
berbagai proposal ke berbagai tempat untuk pengajuan modal usahanya itu,
salahsatunya Lazismu.

 

Bahkan, ia merasa malu jika
keluarganya disebut sebagai keluarga yang tidak mampu. “Saya punya SKTM (Surat
Keterangan Tidak Mampu). Sebenarnya saya malu. Tapi kalau kenyataannya begini
mau diapain,” ucapnya.

 

Pihak Lazismu, Dwi memberikan bantuan
berupa dana sebesar Rp 750.000 kepada mustahik (Erdhie) sebagai bantuan modal
usaha.

 

Dirinya saat ini merasakan jatuh
bangunnya membangun bisnis dari awal. Mulai dari susahnya diterima pengajuan
proposal untuk modal usaha, hingga ditolak ke berbagai hal, bahkan disisi lain
ia harus mencukupi kebutuhan sehari-sehari keluarga.

 

“Saya sudah banyak ditolak oleh
beberapa instansi maupun lembaga dalam pengajuan proposal saya, bahkan saya
pernah masuk penjara.”

 

Ia menambahkan, pernah membuat akta
pendirian Perseroan Terbatas (PT) sampai tiga kali. Begitu pernah terjerat
musibah, masuk penjara.

 

“Saya sampai bikin akta pendirian PT
3 kali saya. tahun 2007, 2008, 2014. Saya gapunya modal kan suaha saya dan tos-tosan sama orang lain untuk bisnis.
Saya pun pernah masuk penjara kena kasus, tentang persoalan barang. Saya buat
akta PT bukan orang ada (kaya), tapi ini legalitas (usaha), Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP),
NPWP, dan lain-lain.”

 

Dirinya pernah berbisnis dari
alat-alat perkapalan, komputer, sampai Air
Conditioner
(AC). Namun, usaha tidak selalu naik.

 

“Saya pernah usaha dengan alat-alat
perkapalan, computer, Air Conditioner. Tapi, ya itu lah namanya usaha kadang
naik dan turun,” bebernya.

 

Ia berterimakasih kepada Lazismu atas
pemberiaan bantuan modal usaha.“Saya mengucapkan terimakasih kepada lazismu
atas pemberiaan ini. Semoga dengan ini, dapat bermanfaat. Terimakasih Lazismu,”
terangnya.

 

Dengan ini, Lazismu membantu dengan
pemberian modal usaha. Dengan harap, Dwi, Perwakilan Lazismu, semoga ini dengan
pemberian modal ini, walau tidak banyak, dapat memberikan manfaat untuk usaha
bapak, dan keluarga. (bp)

Tag :
Bagikan Tulisan Ini :
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2025 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross